Anda di halaman 1dari 24

Hadis Rasulullah SAW

tentang waktu sholat

alif_lam_mim_1711@yahoo.co.uk
Segala puji untuk ALLAH yang Maha Suci lagi Maha Agung pemilik alam
semesta. Salam dan selawat semoga senantiasa kepada Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi wasallam.

Kita tentu sudah tahu dengan firman ALLAH ta’ala dalam surah ke-4 An Nisa: 103
bahwa sesungguhnya sholat itu adalah fardu (kewajiban) yang ditentukan
waktunya atas orang-orang beriman.
Dan kitapun tentu sudah tahu bahwa sholat fardu lima waktu adalah kewajiban
yang diserahkan kepada seluruh umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam sesudah beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj. Selain itu ada sholat-sholat
sunat lainnya yang diajarkan beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagai seorang
mukmin kita wajib mentaati peraturan ALLAH dan Rasul-NYA.
Presentasi ini adalah FIQIH Islam, kita ambil tajuk tentang waktu-waktu sholat
yaitu mengenai dalil-dalil yang mengatur waktu-waktu sholat yang diwajibkan dan
yang dilarang oleh ALLAH dan Rasul-NYA, agar kita jangan sampai karena
sangat ingin beribadah kepada-NYA tetapi malah terbalik, ALLAH membenci kita
karena melanggar aturan-NYA. Dan jangan sampai pula kita dimurkai oleh
ALLAH sebagai orang-orang yang melalaikan sholat karena mengulur-ulurkan
waktu atau melanggar waktu larangan-NYA.
WAK TU sh ol at
FARD U
Rujukan Kitab: Sahih Muslim Syarah Nawawi
DALI L DARI H ADI S SAH IH
 Dari Abdullah bin Umar, katanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: “sholat fajar (subuh) waktunya hingga matahari mulai terbit. sholat
Zuhur waktunya hingga datang waktu Ashar. sholat Ashar waktunya hingga
cahaya matahari mulai menguning. sholat Maghrib waktunya hingga hilang
mega merah. sholat Isya waktunya hingga seperdua malam”. [Muslim]

 Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:
“Waktu zuhur adalah selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar adalah
selama cahaya matahari belum menguning. Waktu Maghrib ialah selama mega
(awan) merah belum hilang. Waktu Isya hingga seperdua malam. Dan waktu
Fajr (subuh) hingga terbit matahari”. [Muslim]

 Dari Abdullah bin Umar, katanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam


bersabda: “Waktu Zuhur, apabila matahari telah tergelincir hingga bayangan
seseorang telah sepanjang badannya, yaitu selama belum datang waktu
Ashar. Waktu Ashar, selama cahaya matahari belum menguning. Waktu sholat
Maghrib, selama belum hilang mega (awan) merah. Waktu sholat Isya hingga
seperdua malam. Dan waktu Subuh, sejak terbit fajar hingga terbit matahari.
Apabila matahari terbit, berhentilah sholat karena dia terbit antara dua tanduk
setan. [Muslim]
DALI L DARI H ADI S SAH IH
 Dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya, dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang waktu-waktu
sholat. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “sholatlah bersama-sama
dengan kami dua hari ini”. Maka ketika matahari telah tergelincir beliau
menyuruh Bilal untuk azan dan qamat untuk sholat Zuhur. Kemudian disuruh
beliau pula Bilal qamat untuk sholat Ashar, sedangkan matahari masih tinggi
dan cahayanya masih terang. Kemudian disuruh beliau pula Bilal qamat untuk
sholat Maghrib, yaitu ketika matahari telah terbenam. Kemudian disuruh beliau
pula Bilal qamat untuk sholat Isya, yaitu ketika mega merah telah hilang.
Kemudian disuruh beliau pula Bilal qamat untuk sholat Subuh, yaitu ketika terbit
fajar. Pada hari kedua disuruh beliau pula Bilal azan dan qamat untuk sholat
Zuhur agak terlambat dari kemarin yaitu sehingga hawa panas telah agak reda.
Setelah panas reda, barulah beliau sholat. Kemudian beliau sholat Ashar ketika
matahari agak tinggi, tetapi agak terlambat dari kemarin. Dan beliau sholat
Maghrib sebelum hilang mega merah. sholat isya setelah lewat sepertiga
malam. sholat subuh setelah langit agak bercahaya. Kemudian beliau bertanya:
“kemanakah orang yang bertanya tentang waktu sholat itu?”. Laki-laki itu
menjawab: Saya ya Rasulullah! Sabda beliau: Waktu-waktu sholat adalah
seperti yang telah anda saksikan itu. [Muslim]
DALI L DARI H ADI S SAH IH
 Dari Salamah bin Akwa, katanya: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam biasa sholat Maghrib apabila matahari sudah terbenam. [Muslim]

 Dari Aisyah, ia berkata: Pada suatu malam Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
lambat keluar untuk sholat Isya, sehingga sebagian malam telah berlalu dan
jamaah masjid sudah tertidur. Sesudah itu barulah beliau keluar untuk sholat.
Beliau bersabda: “Kalaulah tidak akan memberatkan kepada umatku, maka
inilah waktu (yang baik) untuk sholat Isya”. [Muslim]

 Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam


sholat Zuhur setelah tergelincir matahari. sholat Ashar ketika matahari masih
bersih (belum berubah warna). sholat Maghrib apabila matahari sudah
terbenam. sholat Isya kadang-kadang diundurkannya dan kadang-kadang
disegerakannya. Apabila dilihatnya jamaah telah berkumpul, maka
disegerakannya. Dan apabila mereka lambat berkumpul, maka
diundurkannya. Dan beliau sholat Subuh ketika hari masih gelap. [Muslim]
Sim ul asi Jam
Shola t
PERHATIAN:
2. Awal waktu sholat yang kita sampaikan ini adalah untuk menentukan
saat-saat pertama dimulainya Adzan di Masjid, sedangkan waktu
untuk mengerjakan sholat fardhu adalah apabila Qamat sudah
dikumandangkan
3. Awal waktu sholat senantiasa berubah-ubah mengikuti peredaran
bulan dan matahari.
4. Setiap kota/negara memiliki waktu yang berbeda pula
Waktu ISYA
 Awal waktu dimulai ketika syafaq (cahaya putih di awan)
sudah lenyap berganti gelap, jam 07:30 PM malam.

 Akhir waktunya adalah hingga seperdua malam, 01:30 AM.


(1 malam dihitung sejak waktu Isya jam 07:30 PM malam
hingga ayam jantan mulai ramai berkokok jam 04:30 AM pagi)

Range waktu Isya = 07:30 PM – 01:30 AM


Yaitu sekitar 6 jam
Waktu SUBU H
 Awal waktu dimulai ketika ayam jantan mulai ramai berkokok,
jam 04:45 AM pagi.

 Akhir waktunya adalah ketika matahari mulai terbit yang


ditandai dengan adanya sinar/cahaya dilangit dan awan
mulai berwarna terang, sekitar jam 05:45 AM pagi.

Range waktu Subuh = 04:45 PM – 05:45 PM


Yaitu sekitar 60 menit (1 jam)
Waktu ZUHU R
 Awal waktunya adalah setelah tergelincirnya matahari dari
pertengahan langit, sekitar jam 12:15 PM siang.

 Akhir waktunya apabila bayang-bayang sesuatu telah sama


dengan panjangnya atau sebelum masuk waktu Ashar yaitu
jam 03:00 PM sore.

Range waktu Zuhur = 12:15 PM – 03:00 PM


Yaitu sekitar 2 jam 45 menit
Waktu ASHAR
 Awal waktu dimulai ketika waktu Zuhur sudah habis dan
panjang bayangan akan sama panjang dengan benda yang
kena cahaya matahari itu, jam 03:15 PM sore.

 Akhir waktunya adalah ketika cahaya matahari mulai


menguning, jam 06:00 PM senja.

Range waktu Ashar = 03:15 PM – 06:00 PM


Yaitu sekitar 2 jam 45 menit
Waktu MAGH RI B
 Awal waktu dimulai ketika matahari sudah menguning tanda
mulai terbenam, 06:15 PM senja.

 Akhir waktunya adalah ketika matahari sudah tenggelam dan


tidak tampak lagi, kemudian di langit awan berwarna merah
(07:00 PM malam) kemudian awan merah itu berubah menjadi
putih (syafaq)

Range waktu Maghrib = 06:15 PM – 07:00 PM


Yaitu sekitar 45 menit
Waktu shol at
far dhu, r aw ati b dan
muakkad
Waktu-waktu sholat antara ISYA dan SUBUH
07:30 PM ~ 05:45 AM

ISYA, 4 rakaat
Ba’diyah Isya, 2 rakaat
TAHAJJUD, 8 rakaat
WITIR, 3 rakaat

Sunat Fajr (Qabliyah Subuh), 2 rakaat

SUBUH, 2 rakaat
Waktu-waktu sholat antara SUBUH dan ZUHUR
05:45 AM ~ 03:00 PM
WAKTU YANG
HARAM UNTUK Qabliyah Zuhur, 2 rakaat
SHOLAT
ZUHUR, 4 rakaat
Ba’diyah Zuhur, 2 rakaat

DHUHA, 4 rakaat

WAKTU YANG HARAM Sunat Fajr (Qabliyah Subuh), 2 rakaat


UNTUK SHOLAT
SUBUH, 2 rakaat
Waktu-waktu sholat antara ZUHUR dan ASHAR
12:15 PM ~ 06:15 PM

Qabliyah Zuhur, 2 rakaat

ZUHUR, 4 rakaat
Ba’diyah Zuhur, 2 rakaat

ASHAR, 4 rakaat
Haram melakukan sholat
WAKTU YANG HARAM sunat sesudah Asar
UNTUK SHOLAT
Waktu-waktu sholat antara ASHAR dan MAGHRIB
12:15 PM ~ 06:15 PM

ISYA, 4 rakaat
Ba’diyah Isya, 2 rakaat

ASHAR, 4 rakaat
Haram melakukan sholat
sunat sesudah Asar

MAGHRIB, 3 rakaat
Ba’diyah Maghrib, 2 rakaat WAKTU YANG HARAM
UNTUK SHOLAT
Waktu yang
dih ar amkan dan yang
makr uh untu k sh olat
WAKTU-WAKTU HARAM
 Dari Ibnu Abbas berkata: Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha
kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan
sesudah Asar hingga matahari terbenam. [Bukhari]

 Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) sholat
hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka
akhirkanlah (jangan melakukan) sholat hingga matahari terbenam. [Bukhari]

 Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua
sholat. Beliau melarang sholat sesudah sholat Subuh sampai matahari terbit
dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam. [Bukhari]

 Dari Muawiyah berkata (kepada suatu kaum): Sesungguhnya kamu


melakukan sholat (dengan salah). Kami telah menemani Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan
sholat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat
Asar. [Bukhari]
WAKTU-WAKTU HARAM
 Dari Uqbah bin Amir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat
pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur
sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam. [Bukhari]

 Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah


melarang sholat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala),
sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat. [Abu Dawud]

Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat
ini tetap dilarang melakukan sholat apapun.

 Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Matahari terbit dengan


diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan,
dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari
berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan
ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu
hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah
lagi darinya. [Nasa’i]
WAKTU-WAKTU ANTARA (SYUBHAT)

 Waktu antara atau waktu makruh adalah waktu yang berada diantara dua
waktu sholat.

Tentang waktu itu hukumnya adalah MUTASYABIHAT (samar / kurang jelas).


Sebagaimana firman ALLAH dan hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
yang telah pernah kita sebutkan bahwa kita disuruh beriman kepada hal-hal
yang bersifat Mutasyabihat dan dianjurkan untuk menjauhi dengan
mengerjakannya. Ibarat berjalan di tepi sungai, jika salah melangkah kita
mungkin akan terjatuh ke dalam sungai.
Begitu pula ALLAH memiliki tepi-tepi larangan yang dirahasiakan-NYA, jika
kita melanggarnya, boleh jadi kita yang berniat ibadah malah justeru membuat
dosa. Sehingga sebagai manusia yang berakal sebaiknya kita menjauhinya.
MAKRUH MELAMBAT-LAMBATKAN
SHOLAT DARI WAKTUNYA

 Dari Abu Umamah, bahwa ketika ia (Abu Umamah) baru selesai sholat
Zuhur, ia datang ke rumah Anas bin Malik di Basrah. Rumahnya di
samping mesjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, ia (Anas) bertanya:
Apakah kalian sudah sholat Asar? Kami menjawab: Kami baru saja sholat
Zuhur. Lalu Anas berkata: Kerjakanlah sholat Asar. Maka kamipun
melaksanakan sholat Asar. Ketika kami selesai sholat Anas berkata, “Aku
pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
itulah sholat orang munafik, ia duduk sambil menunggu matahari, sampai
ketika matahari berada di dua tandk setan[*] ia bersegera bangkit dan
sholat Asar empat rakaat dengan cepat tanpa banyak mengingat ALLAH.
[Bukhari, Muslim, Tirmizi, Nasai, Abu Dawud, Ahmad & Malik]

[*] Tanduk setan = arti padanan untuk waktu yang dekat dengan
terbenamnya matahari.
TANDA MANUSIA AKHIR ZAMAN YAITU
MELAMBAT-LAMBATKAN sholat DARI WAKTUNYA
 Dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bertanya kepadanya: Apa yang kamu lakukan jika semua pembesar atau
pejabat negara telah sama-sama mengundurkan sholat dari waktunya?
Jawabku: Apa perintah anda kepada saya? Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam menjawab: sholatlah kamu sendirian pada waktunya, jika
kemudian engkau dapat pula berjamaah dengan mereka, maka sholat
pulalah (bersama mereka). Dan sholatmu itu adalah (pahala) sunat
bagimu. [Muslim]

 Dari Abu Dzar, katanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya


kepadanya: Akan terjadi sesudahku, dimana para pembesar akan
melalaikan sholat. Karena itu sholatlah kamu tepat pada waktunya. Jika
kamu sholat kembali bersama mereka, maka itu adalah suatu keuntungan
bagimu. Jika tidak, maka sesungguhnya kamu sudah menjaga sholatmu.
[Muslim]

 Dari Abu Dzar: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku


sambil menepuk pahaku, “Apa yang engkau lakukan jika engkau berada
dalam lingkungan kaum yang suka melalaikan sholat dari waktunya?”
Jawabku: Apa perintah anda kepada saya? Beliau bersabda: sholatlah
pada waktunya (meskipun sendirian), sesudah itu selesaikanlah segala
urusanmu. Jika kebetulan orang sholat berjamaah dan engkau masih
berada dalam masjid, maka sholatlah bersama mereka. [Muslim]
`