Anda di halaman 1dari 5

ISSN 0854 5561

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2007

PERBAIKAN DAN KUALIFIKASI ALAT AUTOCLAVE UJI KOROSI (QE-12)


Johanna M.C. Johari, Dedi Haryadi, Mugiyono, Nur Tri Harjanto, M. Ali Akbar

ABSTRAK PERBAIKAN DAN KUALIFIKASI ALAT AUTOCLAVE UJI KOROSI (QE-12). Autoclave QE-12 digunakan untuk uji korosi kelongsong zircaloy dalam uap air jenuh pada suhu 400C dan tekanan 10,3 MPa. Alat tersebut sudah lama tidak beroperasi karena masalah kebocoran. Kebocoran sistem tubing pada tutup autoclave telah perbaiki pada kegiatan sebelumnya berupa modifikasi yakni penambahan body interface. Analisis selanjutnya dilakukan untuk memeriksa instrumentasi pemanasan dan sistem kontrol suhu dan tekanan pada autoclave. Hasil analisis menunjukkan alat pemanas dan termokopel masih berfungsi dengan baik, sedangkan control power dari pemanas mengalami kerusakan namun telah berhasil diperbaiki. Autoclave QE-12 kemudian dioperasikan kembali. Namun pengoperasian hanya dapat berlangsung sampai suhu 200C dan tekanan 40 bar karena terjadi kebocoran uap air pada beberapa sambungan pada sistem tubing di rak instrumen. Demikian pula selama pengoperasian terdapat gangguan pada sistem kontrol tekanan yang terhubung ke pressure transmitter dan control valve karena kebocoran pada reducing control filter. Berdasarkan analisis tersebut, kegiatan yang perlu dilaksanakan meliputi perbaikan sistem tubing pada rak instrumen dan perbaikan sistem kontrol tekanan. Lebih lanjut, prosedur pemasangan tutup autoclave perlu diganti dari manual ke sistem torsi untuk mencegah potensi kebocoran pada tungku autoclave itu sendiri. Perbaikan yang dilakukan diikuti dengan uji fungsi yang menunjukkan autoclave QE-12 sudah dapat dioperasikan pada suhu di atas 250C dan tekanan di atas 40 bar tanpa adanya kebocoran pada sambungan dan tungku autoclave. Pengoperasian pada suhu lebih tinggi dapat dilakukan namun harus secara bertahap karena autoclave sudah lama tidak digunakan.

KATA KUNCI: Korosi, Autoclave

PENDAHULUAN Autoclave QE-12 di B3N-PTBN berfungsi untuk pengujian korosi bahan kelongsong zircaloy dalam uap air jenuh pada suhu 400C dan tekanan 10,3 MPa, sebagai bagian dari kendali kualitas kelongsong bahan bakar nuklir. Alat tersebut sudah beberapa tahun tidak dioperasikan karena adanya masalah kebocoran pada sambungan tubing pada tutup autoclave. Untuk mengatasi kebocoran tersebut, modifikasi berupa penambahan body interface dan pemindahan tubing ke body interface dilakukan pada tahun 2006. Pada tahun 2007, analisis awal dilakukan untuk menentukan langkah yang perlu diambil agar autoclave dapat dioperasikan kembali. Secara umum, lingkup autoclave QE-12 dibedakan menjadi 3 bagian, yakni tungku autoclave, rak instrumen dan panel kontrol, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Tungku autoclave

423

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2007

ISSN 0854 - 5561

yang terbuat dari stainless steel dilengkapi sistem pemanas listrik dan suhu uap air dalam autoclave dikontrol dengan termokopel Cr-Al. Pemanas dan termokopel ini terhubung ke panel kontrol. Pada body interface tungku terdapat dua tubing yang akan berisi uap air sewaktu pengoperasian autoclave. Kedua tubing ini terhubung ke rak instrumen. Satu tubing terhubung ke control valve yang dikendalikan oleh sistem kontrol tekanan di panel kontrol. Tubing lainnya terhubung ke pressure transmitter untuk diteruskan ke sistem kontrol tekanan pada panel kontrol, disamping tubing juga terhubung ke reading tekanan pada rak instrumen. Kerja control valve dan pressure transmitter dibantu oleh dua alat reducing control filter terpisah yang akan menyaring udara bertekanan dari kompresor dan mengatur tekanan udara yang masuk ke kedua alat di atas.

(a) Tungku autoclave

(b) Rak instrumen Gambar 1. Lingkup autoclave QE-12

(c) Panel kontrol

Analisis awal dilakukan dengan bantuan pihak luar untuk memeriksa instrumentasi pemanasan tungku dan sistem kontrol suhu dan tekanan. Dari analisis tersebut diketahui pemanas dan termokopel masih berfungsi dengan baik, sedangkan control power dari pemanas mengalami kerusakan namun telah diganti dengan komponen bekas dari autoclave ME-24. Selanjutnya autoclave QE-12 berhasil dioperasikan kembali. Dari pengoperasian ini, diperoleh hasil sebagai berikut: (i) (ii) (iii) Pada pengoperasian di atas suhu 200C dan tekanan 40 bar, terjadi kebocoran pada beberapa sambungan pada sistem tubing di rak instrumen sehingga pengoperasian autoclave dihentikan. Adanya kebocoran pada kedua reducing control filter yang berpengaruh pada kerja pressure transmitter dan control valve. Prosedur pemasangan tutup pada tungku autoclave berupa pengencangan baut masih dilakukan secara manual sehingga terdapat kemungkinan besar terjadinya kebocoran akibat ketidakseragaman pengencangan baut. Hal ini sudah diamati pada kegiatan di tahun 2006 sewaktu uji kebocoran dengan metode bubble. Untuk itu, prosedur manual perlu diganti dengan sistem torsi sesuai tekanan maksimum yang dapat ditoleransi rupture disc yakni 15 MPa. Disamping itu, juga seal asbes yang digunakan sudah lama sehingga perlu diganti. Sistem pencatatan suhu dan tekanan masih berfungsi, namun print-out tidak berfungsi lagi dan perlu diganti karena pencatatan suhu dan tekanan di atas kertas adalah penting untuk validasi suatu uji korosi.

(iv)

424

ISSN 0854 - 5561

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2007

Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2007 diputuskan akan mencakup tiga hal pertama, yakni perbaikan sistem tubing pada rak instrumen tanpa penggantian valve, perbaikan sistem kontrol tekanan dan prosedur penutupan tungku menggunakan sistem torsi. Perbaikan ini diikuti dengan uji fungsi sebagai bagian kualifikasi autoclave uji korosi QE-12.

TATA KERJA Bahan dan Alat Untuk perbaikan sistem tubing, bahan dan alat yang digunakan adalah tubing SS 10mm OD; union tee SS 10mm OD; bulkhead union SS; union SS; male connector SS OD 10 mm; nut, front ferrule, back ferrule SS dan PTFE tape; dan alat pemotong tubing. Untuk perbaikan sistem kontrol tekanan, bahan dan alat yang digunakan adalah reducing control filter; nut, front ferrule, dan back ferrule brass. Sedangkan untuk sistem penutup tungku, digunakan Hi Temp RTV silicon rubber; seal asbes, dan kunci momen heksagonal.

Cara Kerja Perbaikan sistem tubing dilakukan dengan melepas rangkaian tubing yang ada pada rak instrumen. Selanjutnya dilakukan pemotongan segmen-segmen tubing yang baru sesuai yang diperlukan, dilanjutkan pembengkokan pada beberapa segmen. Kemudian valve-valve pada rangkaian dibersihkan. Setelah itu, tubing dipasang kembali menggunakan union tee, bulkhead union, union, male connector yang masing-masing menggunakan set nut, front ferrule dan back ferrule SS serta PTFE tape. Reducing control filter dipasang menggunakan set nut, front ferrule dan back ferrule brass. Alat siap dioperasikan untuk uji fungsi.

Proses Autoclaving Proses autoclaving adalah sebagai berikut. Autoclave dibersihkan dan kemudian diisi dengan air demin sampai batas penuh. Setelah itu, seal asbes dipasang dan autoclave ditutup dengan pengencangan baut di sekeliling tutup autoclave menggunakan torsi sebesar165 N.m, yang setara dengan tekanan 15 MPa. Selanjutnya termokopel disambungkan ke bagian atas tutup autoclave. Autoclave dinyalakan sesuai petunjuk kerja yang ada. Kenaikan suhu diatur secara bertahap sampai di atas 250C dengan tekanan > 40 bar.

HASIL DAN PEMBAHASAN Perbaikan autoclave QE-12 telah dilakukan yang meliputi penggantian sistem tubing di rak instrumen dan penggantian kedua reducing control filter pada sistem kontrol tekanan, seperti tampak pada Gambar 2.

425

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2007

ISSN 0854 - 5561

(a) Sistem tubing pada rak instrumen

(b) Reducing control filter

Gambar 2. Penggantian sistem tubing dan reducing control filter pada rak instrumen

Hal ini diikuti dengan uji fungsi dimana diterapkan prosedur pengencangan baut pada tutup tungku autoclave menggunakan sistem torsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan suhu operasi dapat mencapai 250C dengan tekanan di atas 40 bar tanpa adanya kebocoran pada sambungan ataupun pada tutup autoclave. Hal ini dibuktikan menggunakan metode bubble.

Gambar 3. Pengoperasian autoclave dilakukan dari panel kontrol

Pada pengoperasian ini juga dilakukan pengujian alat control valve yang terhubung ke reducing control filter sebelah kanan. Sewaktu batasan tekanan di panel kontrol diturunkan di bawah 40 bar, katup control valve terbuka untuk membuang uap air dari autoclave. Hal ini menunjukkan control valve dapat berfungsi dengan baik.

426

ISSN 0854 - 5561

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2007

Pengoperasian autoclave pada suhu lebih tinggi harus dilakukan secara bertahap sebagai antisipasi karena autoclave sudah lama tidak digunakan. Suhu operasi telah dicoba dinaikkan sampai 300C namun untuk durasi pendek selama 1 jam. Pada suhu ini, autoclave masih dapat beroperasi dengan baik tanpa terjadi kebocoran.

KESIMPULAN Perbaikan dan kualifikasi alat autoclave uji korosi QE-12 telah dilakukan dan autoclave QE-12 sudah dapat berfungsi kembali untuk pengoperasian dengan suhu di atas 250C dengan tekanan > 40 bar. Pengoperasian pada suhu yang lebih tinggi harus dilakukan secara bertahap mengingat autoclave sudah lama tidak beroperasi.

UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ir. Meniek Rachmawati MPhil yang telah membantu dari awal kegiatan berupa pengarahan, diskusi dan saran sehingga kegiatan ini dapat direalisasi; Dr. Ahmad Suntoro yang melakukan analisa awal instrumentasi pemanas dan sistem kontrol suhu dan tekanan dan perbaikan control power; Ir. Maradu Sibarani selaku penanggung jawab kegiatan; Ir. Bambang Herutomo sebagai Kepala Bidang Bahan Bakar Nuklir yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini; dan pihak lainnya atas bantuannya.

DAFTAR PUSTAKA [1] ANSALDO, Corrosion Resistance Test Autoclave, FFL Quality Control Manual, IND-700-00-Q0498, ENEA, Italia [2] ANSALDO, Dokumen autoclave QE-12: Corrosion Test Autoclave Dis.No.620.84.1/1, Electrical Distribution Dis.No.620.84.1/2, Equipment Plan Dis.No.620.84.1/6, Instrument Rack Dis.No.620.84.1/9, ENEA, Italia [3] JOHARI, J.M.C., Rancangan Modifikasi Autoclave Corrosion Resistance Test (QE-12), Laporan Akhir Uspen BATAN, 2000 [4] Perry, R.H, Green, D.W., and Maloney, J.O., Perrys Chemical Engineers Handbook, 6 ed., McGraw-Hill, USA, 1984 [5] Considine, D.M., Process Instruments and Controls Handbook, 3 ed., McGraw-Hill, USA,1985 [6] Swagelok Tube Fittings Manual, Crawford Fitting Company, 1978 [7] Berbagai sumber dari internet.
rd th

427