Anda di halaman 1dari 6

KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI A. Konsep Menurut Orang, Tempat dan Waktu 1. Karakteristik Perorangan a.

Umur -> paling berpengaruh Kondisa seseorang adalah fungsi dari proses umur, perkembangan fisiologi, pskologis daya tahan tubuh, dll Sex / kelamin Karena faktor hormonal, kebiasaan dan hubungan social, dll b. Status perkawinan Biasanya karena perbedaan dalam gaya hidup c. Agama Karena anjuran dan tindakan-tindakan yang berbeda d. Kepribadian Berhubungan dengan sifat dan konsep diri e. Ras Didasarkan pada perbedaan genetic f. Pekerjaan Jenis pekerjaan mempunyai resiko dan lingkungan tertentu g. Social ekonomi Penghasilan h. Kesempatan / kemampuan menggunakan sarana / pelayanan kesehatan i. Kemampuan membeli makanan yang baik , alat, obat, dll j. Pendidikan Berhubungan dengan tingkat pengetahuan k. Suku Berhubungan dengan adat istiadat dan budaya

2. Karakteristik tempat a. Perbedaan geografik Kepulaun, Negara, dsb b. Perbedaan wilayah Propinsi, kabupaten, kecamatan, dsb c. Perbedaan rural vs urban

Perbedaan tingkat yankes (RS, puskemas) Data yang biasanya dikumpulkan secara rutin Kekurangan yang harus di perhatikan Diagnose, system laporandan sebagainya standarnya berbeda beda Prasarana dan sarana yang tersedia

Hal hal yang perlu di perhatikan dalam menginterpretasikan karakteristik tempat a. Karakteristik penduduknya b. Keanehan / kekhususan daerah c. Lingkungan biologis ( cuaca dan ekologi ) d. Lingkunga fisik ( suhu, ketinggian tempat ) e. Lingkungan kimiawi ( kualitas air, polusi ) f. Lingkungan social ( tingkah laku / gaya hidup ) g. Fasilitas hiburan, hubungan antar manusia

3. Karakteristik waktu Karakteristik menurut jenisnya terbagi atas: a. Waktu kalender b. Fluktuasi berulang c. Pengelompokan sewaktu

Analisanya berhubungan dengan karakteristik orang dan tempat Komponen dasar analisa sebab akibat

a. Waktu kalender Point epidemic Yaitu kenaikan frekuensi kejadian / penyakit yang tajam dalam waktu yang singkat pada suatu tempat. Biasanya : Oleh penyebab tunggal ( kuman, bahan kimia ) Pemaparan dan gejala waktunya pendek Akhir epidemi perlahan lahan Tanda di atas membantu mencari etilogi

Contoh : Keracunan tempe bongkrek Outbreak cholera

Secular trend ( kecendrungan jangka panjang ) Perubahan frekuensi kejadian / penyakit dalam waktu yang panjang ( tahunan ) Contoh : DHF dan malaria dari tahun 1960 sampai dengan sekarang trendnya meningkat Kekurangan : Sering terdapat perubahan kriteria / diagnose Keuntungan :

l. Intung kepentingan administrasib.

b. Fluktuasi berulang ( musiman ) Perubahan frekuensi / kejadian / penyakit dalam waktu mingguan atau bulanan Contoh : 1. Malaria meningakat pada pertengahan tahun 2. DHF meningakt pada awal dan akhir tahun 3. Bulan januari maret, influenza meningakat Hal ini disebabkan karena : 1. Flora dan fauna ( terutama serangga )kembangbiaknya di pengaruhi oleh musim 2. Pada waktu tertentu ada keramaian / rekresi -> Banyak manusia berkumpul -> kelainan 3. Pada bulan-bulan tertentu kelembaban meningkat -> suhu menurun -> penyakit tertentu berkembang biak 4. Pengetahuan ini penting untuk program pencegahan

c. Pengelompokan sewaktu a. Timbulnya kelainan pada periode tertentu setelah mengalami peristiwa atau tindakan tertentu b. Bedanya dengan fluktuasi musiman berhubungan dengan cuaca Contoh : Balita demam setelah pecan vaksinasi KLB keracunan makanan setelah acara buka puasa bersama Biasanya antara pemaparan dan gejala waktunya tidak sama

B. Konsep Menurut Host, Agent, dan Environment 1. Agent Agen sebagai faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati yang terdapat dalam jumlah yang berlebih atau kekurangan. Agen berupa unsur hidup terdiri dari: a. Virus b. Bakteri c. Jamur d. Parasit e. Protozoa f. Metozoa Agen berupa unsur mati: a. Fisika: Sinar radioaktif b. Kimia: Karbonmonoksida, obat-obatan, pestisida c. Fisik: bentuk atau tekanan

Unsur pokok kehidupan: a. Air b. Udara Keadaan fisiologis: kehamilan dam persalinan Kebiasaan hidup: merokok, alkohol, narkotika Perubahan hormonal: Diabetes mellitus, hipertiroid Kelainan genetika: down syndrome

2. Host Keadaan manusia yang sedemikian rupa sehingga menjadi faktor resiko untuk terjadinya penyakit. Faktor ini disebut faktor intrinsik. Agent dapat diumpamakan sebagai tanah atau benih. Tumbuhnya benih tergantung keadaan tanah yang dianalogikandgn timbulnya penyakit yang tergantung keadaan host. Faktor host

(penjamu) yang merupakan faktor resiko untuk timbulny penyakit adalah sebagai berikut: a. Genetik misalnya penyakit herediter seperti hemophilia b. Umur misalnya usia lanjut mempunyai resiko untuk terkena karsinoma c. Jenis kelamin misalnya penyakit kelenjar gondok d. Keadaan fisiologi, kehamilan memudahkan terjadinya berbagai penyakit seperti keracunan kehamilan, anemia.

3. Lingkungan Lingkungan merupakan faktor ketiga sebagai penunjang terjadinya penyakit. Faktor ini disebut sebagai faktor ekstrinsik. Faktor lingkungan terbagi atas: a. lingkungan fisik

b. Lingkungan biologis c. lingkungan sosial ekonomi.

a. Lingkungan fisik Yang termasuk lingkungan fisik antara lain geografik dan keadaan musim. Misalnya negara yang beriklim tropis mempunyai pola penyakit yang berbeda dengan negara yang beriklim dingin atau subtropis.

b. Lingkungan biologis Lingkungan biologis ialah semua makhluk hidup yang berada di sekitar manusia yaitu flora dan fauna, termasuk manusia misalnya wilayah dengan flora yang berbeda akan mempunyai pola penyakit yang berbeda.

c. Lingkungan sosial ekonomi Yang termasuk dalam faktor sosial ekonomi adalah perkerjaan, urbanisasi, perkembangan ekonomi dan bencana alam. 1. Pekerjaan Pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia 2. Urbanisasi Dapat menimbulkan berbagai masalah sosial 3. Perkembangan ekonomi Peningkatan ekonomi rakyat yang cenderung