Planning, Scheduling, and Project Operation with Bar Chart and S-Curve (Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek

dengan Bar Chart dan S-Curve)
Author: Arch. Aria 24 February 2008 32,722 views 32 Comments Kita sudah sering membahas tentang tips-tips rumah, interior desain, pada kesempatan kali ini saya mencoba membuat tulisan tentang Manajemen Proyek. Proyek yang dimaksud adalah proyek konstruksi. Saya pribadi sangat percaya bahwa keberhasilan proyek konstruksi (mencapai tujuan akhir dengan menyelaraskan antara 3 tujuan utama proyek, yaitu : biaya yang optimal, mutu yang bagus dan waktu yang tepat) sangat dipengaruhi oleh kejelian perencana proyek (project planner) dalam menjadwal pelaksanaan suatu proyek kontruksi. Bisnis konstruksi adalah sebuah bisnis yang memiliki batasan-batasan, proyek konstruksi pun diikuti oleh batasan-batasan tersebut. Batasan yang ada pada bisnis dan proyek kosntruksi diantaranya adalah : - Adanya batasan waktu pelaksanaan - Adanya batasan pemakaian jumlah tenaga kerja - Adanya batasan pemakaian jumlah material - Adanya batasan nilai dari sebuah proyek - dsb. Berbeda dengan bisnis lainnya, seperti industri, manufacture, assembling, garment, dsb. Pada industri-industri tersebut tidak ada batasan waktu pelaksanaan, karena proses produksi (secara normal) berlangsung sepanjang tahun dan terus menerus. Tidak ada batasan pemakaian tenaga kerja, karena kebutuhan tenaga kerja bisa bertambah seiring dengan pertambahan barang atau produk yang akan dihasilkan. Tidak ada batasan pemakaian material, karena kebutuhan akan material bisa meningkat atau ditambah Kuantitasnya seiring dengan kebutuhan pasar akan produk industri tersebut yang makin meningkat. Juga tidak ada batasan nilai proyek, karena nilai sebuah proyek bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan banyaknya produk atau barang yang ingin dihasilkan, misalnya pesawat telepon, pakaian, mie instant, kendaraan bermotor, barang dalam kemasan, dsb. Coba bandingkan dengan bisnis konstruksi, sebuah perusahaan konstruksi (kontraktor) tidak bisa menambah waktu pelaksanaan proyek, karena proyek punya batasan waktu kapan sebuah proyek harus selesai. Kontraktor juga tidak bisa menambah penggunaan tenaga kerja, karena jumlah tenaga kerja telah disesuaikan dengan besarnya volume tiap item-item pekerjaan dalam sebuah proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah jumlah material, karena jumlah material juga ditentukan dari volume pekerjaan dalam sebuh proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah nilai dari sebuh proyek, karena nilai proyek ditentukan oleh pemilik (owner) proyek, bisa pemerintah atau mungkin juga pihak swasta.

maka secara otomatis anggaran belanja material akan dikurangi dan mutu pekerjaan akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi! Jika waktu pelaksanaan mundur/ terlambat. selesai teapat pada waktunya.). Tujuannya adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal (saya tidak menyebut MURAH yah. penjadwalan dan pengendalian proyek. maka mutu pekerjaan juga akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi! Jika mutu ingin dijaga.. Ilustrasi dari 3 circles diagram diatas adalah : Jika biaya proyek berkurang (atau dikurangi) sementara waktu pelaksanaan direncanakan tetap. maka proyek konstruksi membutuhkan perencanaan. maka akan terjadi peningkatan anggaran belanja –> Secara umum proyek juga Rugi! Inti dari 3 komponen proyek konstruksi tersebut adalah bagaimana menjadwal dan mengendalikan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan. sehingga tidak terjadi pengurangan mutu pekerjaan atau penambahan anggaran belanja. bisa juga berdasarkan nilai/harga tiap item pekerjaan). Berikut adalah contoh perencanaan. proses penjadwalan ini saya pilih berdasarkan volume pekerjaan (Realitanya penentuan s-curve bisa berdasarkan volume pekerjaan. dan waktu pelaksanaan yang tepat. Karena ketiganya adalah 3 elemen yang saling mempengaruhi. penjadwalan dan pengendalian pelaksanaan proyek dengan bar chart dan s-curve.Dari berbagai keterbatasan itu. sementara waktu pelaksanaan mundur/terlambat. sementara tidak ada rencana penambahan anggaran. mutu pekerjaan yang baik/berkualitas. .

Galian tanah dasar tebal 10 cm –> Volume Pekerjaan = 70 m^2 x 0.3 Luas Pondasi = 0.1 m = 7 m^3 Pekerjaan Pas.Gambar diatas adalah layout pondasi dari sebuah rumah ukuran Panjang: 10 m dan Lebar: 7 m.5 m –> Volume Pondasi = 0.5 m = 35.1 m^3 . dengan luas bangunan (A) : 70 m^2 PERHITUNGAN VOLUME Pekerjaan Persiapan.3 + 0.6 m^2 Keliling Pondasi = 58.3 x 1) x 2 ) = 0.3 x 1) + (1/2 x 0.6 m2 x 58. Pondasi Batu Kali: Luas Pondasi = ((0.

135 m^3 .07875 m^3 .15 x 6 = 0.15 x 7 x 2 = 0.15 x 0.0.0.15 x 0.15 x 0.15 m x 0.15 x 3 = 0. Dimensi sloof : 15 cm x 15 cm Arah Memanjang: .15 x 3 x 3 = 0.0.15 x 6 = 0.315 m^3 .15 x 2 = 0.15 x 3 = 0.15 x 0.0.0.15 x 10 x 2 = 0.07875 m^3 Jumlah kolom (n) pada gambar adalah 16 buah.0.15 m x 3.15 x 0.3275 m^3 Pekerjaan Kolom: Dimensi Kolom diasumsikan : 15 cm x 15 cm Volume Kolom = Panjang x Lebar x Tinggi = 0. Dimensi Balok : 15 cm x 15 cm Arah Memanjang: .0.15 x 2 = 0.0.1350 m^3 .0.0450 m^3 .15 x 0.0450 m^3 .0.15 x 10 x 2 = 0.1350 m^3 .5 m = 0.450 m^3 .Pekerjaan Sloof: –> Diambil. Total Volume Kolom = 0.7875 m^3 x 16 buah = 1.450 m^3 .15 x 0.0675 m^3 .15 x 0.26 m^3 Pekerjaan Balok: –> Diambil.0.15 x 2 = 0.045 m^3 Total Volume Sloof = 1.0.5 = 0.0675 m^3 Arah Melintang: .15 x 0.15 x 0.15 x 0.15 x 3.15 x 0.

5 = 0.315 m^3 .0.15 x 0.1 m = 10.15 x 7 x 2 = 0.Arah Melintang: .135 m^3 .5 m^3 Pekerjaan Pelat Atap: Volume Pelat Atap = panjang x lebar x tebal Volume Pelat Atap = 10 m x 7 m x 0.0.15 x 0.1 m Volume Lantai = 70 m2 x 0.95 m^3 .5 m Tebal : 0.5 m Tinggi : 3.045 m^3 Total Volume Balok = 1.15 m = 30.07875 m^3 .7125 m^3 Pekerjaan Lantai: Luas : 7 x 10 = 70 m^2 Tebal : 0.5 m x 3.15 x 3.3275 m^3 Pekerjaan Dinding Bata: Panjang Keliling : 58.15 m = 10.15 x 0.15 m Volume Dinding = 58.0.5 m x 0.15 x 2 = 0.15 x 3 x 3 = 0.15 x 0.0.

Volume Total. Berikut adalah gambar S-Curve dari hasil perhitungan item pekerjaan diatas: .Volume Total Pekerjaan = ( 7 + 1. dan durasi masing-masing pekerjaan direkap dalam sebuah sheet seperti berikut ini: Setiap pekerjaan memiliki durasi pelaksanaan. Contohnya pekerjaan persiapan memiliki durasi 2 minggu.95 ) m^3 Volume Total Pekerjaan = 98. Bobot pekerjaan (prestasi) dari pekerjaan persiapan setiap minggu adalah sebesar = 7 m^3 /2 minggu = 3.18 m^3 Selanjutnya Volume Tiap-tiap pekerjaan. Prestasi setiap item pekerjaan selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan progress (prestasi) komulatif.1 + 30. Dengan cara yang sama.5 + 10.26 + 1. maka seluruh prestasi setiap item pekerjaan telah diketahui.7125 + 10.3275 + 35. Prestasi/progress komulatif harus berjumlah 100 % tepat pada saat proyek tersebut selesai dilaksanakan.52 m^3/minggu.

jika s-curve tersebut diikuti maka kemungkinan proyek tersebut terlambat dan mengalami kerugian dapat dikurangi (kalau bisa tidak ada sama sekali). Dari s-curve tersebut sudah dihitung volume pekerjaan setiap minggu. sambil berharap tidak ada hal luar biasa seperti hujan yg berkepanjangan yg akan menunda pelaksanaan pekerjaan. penjadwalan dan pengendalian proyek kali ini. pada artikel tentang perencanaan yang berikutnya. Demikian artikel tentang perencanaan. saya akan mencoba untuk memperlihatkan pada anda bagaimana menggabungkan antara volume pekerjaan pada s-curve dengan metode .Jika sheet digabungkan maka gambar akan akan terlihat seperti berikut ini: Hasil dari s-curve tersebut nantinya akan dijadikan sebagai panduan untuk mengendalikan pelaksanaan proyek. Secara normal. ikuti angka-angka tersebut.

. Architectaria . Selamat Berakhir pekan buat anda.Arsitek dan Perencana . Dan berdasarkan hasil penggunaan metode tsb di 2 buah proyek gedung ( 5 lantai dan 8 lantai). pelaksanaanya terlambat diakibatkan persediaan material mingguan yang tidak terjadwal. safety stock material. metode tersebut mampu menjamin ketersediaan material selama proyek berlangsung sehingga proyek bisa selesai tepat waktu..pengendalian material yang biasa dipergunakan pada bidang industri dan manufacture seperti metode Material Requirement Planning (MRP) dan metode Economic Order Quantity (EOQ). Sementara jika proyek tersebut hanya menggunakan metode penjadwalan biasa seperti s-curve.. Dari hasil penggabungan tersebut nantinya akan diketahui kebutuhan material perhari selama proyek berlangsung. dsb. inventory status. sistem pemesanan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.