Anda di halaman 1dari 34

Apa itu Taksonomi Bloom???

Ranah Kognitif

PENDIDIKAN

Ranah Affektif

Ranah psikomotor

Ranah Kognitif
Definisi Menurut Bloom = segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi

Jenjang Ranah Kognitif


Jenjang
Pengetahuan : Pengetahuan terhadap fakta, konsep, definisi, nama, peristiwa, tahun, daftar, teori, prosedur,dll. Pemahaman : pengertian terhadap hubungan antar-faktor, antar konsep, dan antar data hubungan sebab akibat penarikan kesimpulan Aplikasi : Menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari Analisis : menentukan bagian-bagian dari suatu masalah, penyelesaian, atau gagasan dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut

Contoh

Sintesis : menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kesimpulan/konsepatau meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi suatu hal yang baru
Evaluasi : mempertimbangkan dan menilai benarsalah, baik-buruk, bermanfaat-tidak bermanfaat

6+5+4+3+2+1
5+4+3+2+1

4+3+2+1
3+2+1
Overlap antar jenjang
Pengetahuan (1) Pemahaman (2) Aplikasi (3) analisis (4) Sintesis (5) Evaluasi (6)

2+1
1

Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif


Ingatan (C1) Pemahaman (C2) Penerapan (C3) Analisis (C4) Sintesis (C5) Evaluasi (C6)

Bentuk tes kognitif


1. Tes atau pertanyaan lisan di kelas 2. Pilihan ganda 3. Uraian obyektif 4. Uraian non obyektif atau uraian bebas 5. Jawaban atau isian singkat 6. Menjodohkan 7. Portopolio dan 8. Performans.

Contoh Test

Affective Domain (Ranah Afektif)


Ranah yang berkaitan dengan perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti , Minat, Sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

Tujuan pengajaran pada ranah afektif dikategorikan dalam lima jenis kategori

(1) receiving (Penerimaan) (2) responding (Tanggapan) (3) valuing (Penilaian) (4) organization (Pengelolaan) (5) characterization by evalue or calue complex (Penghayatan karakterisasi).

Receiving atau attending ( menerima atau memperhatikan)


Adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain. Juga termasuk dalam jenjang ini misalnya adalah: kesadaran dan keinginan untuk menerima stimulus, mengontrol dan menyeleksi gejala-gejala atau rangsangan yang datang dari luar.

Contoh hasil belajar afektif jenjang receiving :


misalnya: peserta didik bahwa disiplin wajib di tegakkan, sifat malas dan tidak di siplin harus disingkirkan jauh-jauh.

Responding (menanggapi)
mengandung arti adanya partisipasi aktif. Jadi kemampuan menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya salah satu cara.

Contoh hasil belajar ranah afektif responding :


adalah peserta didik tumbuh hasratnya untuk mempelajarinya lebih jauh atau menggeli lebih dalam lagi, ajaran-ajaran Islam tentang kedisiplinan atau lain sebagainya.

Valuing (menilai)
Artinya memberikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau obyek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan. Valuing juga merupakan tingkat afektif yang lebih tinggi lagi daripada receiving dan responding

Contoh hasil belajar efektif jenjang valuing :


adalah tumbuhnya kemampuan yang kuat pada diri peseta didik untuk berlaku disiplin, baik disekolah, dirumah maupun di tengahtengah kehidupan masyarakat.

Organization (mengatur atau mengorganisasikan)


artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang universal, yang membawa pada perbaikan umum Dan juga merupakan pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk didalamnya hubungan satu nilai denagan nilai lain pemantapan dan perioritas nilai yang telah dimilikinya

Contoh nilai efektif jenjang organization :


adalah peserta didik mendukung penegakan disiplin nasional yang telah dicanangkan oleh bapak presiden Soeharto pada peringatan hari kemerdekaan nasional tahun 1995

Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)

yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.

Contoh hasil belajar afektif pada jenjang ini Adalah :


Siswa telah memiliki kebulatan sikap wujudnya peserta didik menjadikan perintah Allah SWT yang tertera di Al-Quran menyangkut disiplinan, baik kedisiplinan sekolah, dirumah maupun ditengah-tengan kehidupan masyarakat.

Skala Pengukuran
Skala yang digunakan untuk mengukur ranah afektif seseorang terhadap kegiatan suatu objek diantaranya skala sikap. Hasilnya berupa kategori sikap, yakni mendukung (positif), menolak (negatif), netral

Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan berperilaku pada seseorang. Ada tiga komponen sikap, yakni kognisi, afeksi, dan konasi. Kognisi berkenaan dengan pengetahuan seseorang tentang objek yang dihadapinya. Afeksi berkenaan dengan perasaan dalam menanggapi objek tersebut, sedangkan konasi berkenaan dengan kecenderungan berbuat terhadap objek tersebut. Oleh sebab itu, sikap selalu bermakna bila dihadapkan kepada objek tertentu.

Skala Sikap
Salah satu skala sikap yang sering digunakan adalah skala Likert. Dalam skala Likert, pernyataan-pernyataan yang diajukan, baik pernyataan positif maupun negatif, dinilai oleh subjek dengan sangat setuju, setuju, tidak punya pendapat, tidak setuju, sangat tidak setuju.

5 tipe karakteristik afektif yang penting berdasarkan tujuannya


sikap minat konsep diri nilai dan moral

Sikap
Sikap merupakan suatu kencendrungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Sikap dapat dibentuk melalui cara mengamati dan menirukan sesuatu yang positif, kemudian melalui penguatan serta menerima informasi verbal. Perubahan sikap dapat diamati dalam proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai, keteguhan, dan konsistensi terhadap sesuatu

Minat
minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian.

Konsep Diri
konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimiliki. Target, arah, dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. Target konsep diri biasanya orang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah

Nilai
Nilai merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan, tindakan, atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlah keyakinan sekitar objek spesifik atau situasi, sedangkan nilai mengacu pada keyakinan.

Moral
Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang dilakukan diri sendiri. Misalnya menipu orang lain, membohongi orang lain, atau melukai orang lain baik fisik maupun psikis.

Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif, karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah:
Menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi, gejala, kesadaran, kerelaan, mengarahkan perhatian Merespon, meliputi merespon secara diam-diam, bersedia merespon, merasa puas dalam merespon, mematuhi peraturan Menghargai, meliputi menerima suatu nilai, mengutamakan suatu nilai, komitmen terhadap nilai Mengorganisasi, meliputi mengkonseptualisasikan nilai, memahami hubungan abstrak, mengorganisasi sistem suatu nilai

Canto Skala Likert: Minat terhadap pelajaran Kimia


Keterangan: SS : Sangat setuju S : Setuju TS : Tidak setuju STS : Sangat tidak setuju

1. Pelajaran Kimia bermanfaat 1. Pelajaran Kimia sulit 1. Tidak semua harus belajar Kimia 1. Sekolah saya menyenangkan

SS

TS

STS

Ranah Psikomotor
Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu.

CONTOH Gerak dasar fundamen : gerakan refleks adalah basis semua perilaku bergerak, respons terhadap stimulus tanpa sadar.

DESKRIPSI

Gerak dasar fundamen : gerakan ini muncul tanpa latihan tapi dapat Diperhalus melalui praktik gerakan ini terpola dan dapat ditebak
Gerakan Persepsi : Gerakan sudah lebih meningkat karena dibantu kemampuan perseptual

Gerakan Kemampuan fisik : gerak lebih efisien, berkembang melalui kematangan dan belajar
Gerakan terampil i: dapat mengontrol berbagai tingkat gerak terampil, tangkas, cekatan melakukan gerakan yang sulit dan rumit

Gerakan indah dan kreatif : mengkomunikasikan perasaan melalui gerakan