Anda di halaman 1dari 28

CARDIOVASCULAR SYSTEM

Ali Ghanie
Sub Divisi Kardiologi Bagian Penyakit Dalam FK UNSRI / RSMH Palembang

INTRODUCTION
The term heart and vascular, a pumping system and circulation Anatomic, Physiologic, and pathophysiologic aspect Disease of cardiovascular Diagnosis of Treatment

ETIOLOGY OF CV DISEASES
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. Coronary artery disease Hypertensive heart disease Valvular Heart disease Myocardial disease, myocarditis Pulmonary artery Hipertension Pulmonary emboly Congenital heart diseasel Arthmia and conduction system Pericardial disease Endocarditis infectif Rheumatic heart disease Cardiac tumor Cardiac injury/Trauma Endocrine metabolic cardiac disease Cardiac neuromiopathy Drug induced cardiac disease Aortic disease Peripheral arterial disease Cardiac disease due to non cardiac

DIAGNOSIS
Physical diagnosis Laboratory exam Electrocardiogram resting, exercise xRay Echocardiography CT scan / nuclear Angiography

TREATMENT
Behaviour Covservative, drugs Th/ Intervention non surgical (percutaneous) Surgery

RIWAYAT PENYAKIT
Harus dipertahankan hubungan dokter pasien, jangan mendelegasi Memperoleh informasi dasar guna rencana dan evaluasi, serta pengobatan Bersamaan menimbulkan kepercayaan antar pasien - dokter

KERANGKA DARI RIWAYAT PENYAKIT


Masalah psikologis Sumber informasi Sintesis diagnosis Landasan rencana pemeriksaan fisik, lab, pengobatan dan prognosis Consultant behavior Mencatat riwayat Ringkasan dari riwayat

Ringkasan dari Riwayat Penyakit


Problem Primer Differensial Diagnosis

Kelainan Anatomi
Kelainan Fisiologi Status Kardiovaskuler, Kompensasi, Stabil / Tidak Riwayat Pengobatan Lampau, Sekarang Prognosis Pertanyaan yang belum terjawab

SUMBER INFORMASI Telepon, surat, auto / allo-anamnase

PERSIAPAN PEMERIKSAAN LAB / FISIK, PROGNOSIS, PENGOBATAN


Lab. Standard ? sesuai dengan gambaran klinik ? dapat dipakai atau harus diulang ?

CONSULTANT BEHAVIOUR
Bukan hanya mengumpulkan keluhan, tetapi didasari oleh pengetahuan yang luas Memerlukan keahlian untuk dapat mengambil makna dari riwayat Harus berkesinambungan, tidak terputus putus, dapat juga terpotong, sambil mengevaluasi data yang ada Pada keadaan tertentu pasien membuat personal diagnosis, dengan maksud stimulasi diskusi, jangan di kritik, tunjukkan bahwa kita toleran dan tertarik. Kadang kadang respon pasien membuat frustasi, tetapi harus tetap simpati Pasien dapat dibantu dalam fikiran dan di bimbing dalam menjelaskan Hindari kecenderungan penyempitan dalam perspektif

Diagnosis Sintesis
Major disabling symptoms, bukan saja Keluhan utama, juga hal lain yang berhubungan dengan sense of well being. Berikan kebebasan kepada pasien untuk menyampaikan perasaan dan reaksinya. Berdasarkan itu timbul diferensial diagnosis dan usaha klarifikasi diagnosis termasuk kronologis, diskriptip, dan asosiatip. Selama wawancara harus di observasi emosi reaksi gerak fisik pasien. Apakah simptom benar benar menggambarkan penyakit, deviasi norma, atau dibesar besarkan. Melalui proses diatas dapat dibuat suatu kesimpulan yang mendasari komplek simptom penderita

Gejala Sebagai Diagnostik Marker


Sarana canggih tentunya dapat diterima, walaupun bedside clinical examination tetap tidak berubah Dulu 70% diagnosis berdasarkan anamnese, 20% fisik, 10% dengan sarana penunjang. Lain halnya sekarang, sangat bergantung dengan penyakit yang mendasarinya Keadaan tertentu hanya dapat dengan Sarana bantu Dokter harus dapat menentukan nilai prediksi dari gejala, sampai sejauh mana pemeriksaan lanjutan diharuskan

HISTORY
Kenaikan tekanan vena pulmonalis, dispnea, orthopnea, batuk, hemoptisis Aliran koroner tidak adekwat, angina pektoris Shunt dari kanan ke kiri, cyanosis, dispnea, squattig, sinkope Gagal jantung kongesti, bengkak kaki, nyeri hati Curah jantung rendah, fatigue, dispnea Aritmia jantung, palpitasi, sinkope.

Simptom Kardiovaskuler
Nyeri, lokasi, luasnya area, penyebaran nyeri, kwalitas nyeri, sejak kapan, lamanya nyeri, faktor yang menimbulkan dan menghilangkan nyeri. Dyspnea, on effort, paroxysmal nocturnal, orthopnea Batuk Hemoptysis Palpitasi Syncope Edema Fatigue, kelelahan Cyanosis Anoreksia, nausea, vomitting

Chest Pain
Angina pektoris, akibat iskemik miokard Diseksi aneurysma aorta Perikarditis akut Emboli paru Akibat hipertensi pulmonal, iskemik RV ? Non kardiak, cemas, muskuloskletal, herpes, esofagus, lambung, shoulder hand syndrome

Nyeri Lain Lain


Nyeri tungkai, perifer atherosklerosis, Raynaud, thrombophlebitis, klaudikasio intermitten, emboli Nyeri kepala, migraine, hipertensi, nyeri rahang, palatum, pipi, rongga telinga (iskemi miokard) Nyeri abdomen, ruptur aneurysma aorta, abdominal angina (a. masenterika), epigastrik (iskemik miokard), nyeri hati karena kongesti Nyeri sendi, hampir semua bentuk arthritis disertai kelainan jantung atau perikardium

Dispnea (Kesulitan Nernafas)


Nafas terasa pendek, sulit untuk mendapatkan udara Banyak penyebab, faktor penyebab timbul atau hilang, onset akut atau kronik Dispnea pada latihan, gagal jantung kongestif, paru kronik, kondisi fisik buruk, iskemi miokard Dispnea dan wheezing (mengi), sejak kecil, sesudah 40 th, atau asthma sejak kecil disertai gagal jantung Orthpnea, nafas lebih enak pada posisi duduk, umumnya gagal jantung kongestif, dapat juga paru kronis, fatigue lebih dominan pada gagal jantung Proxysmal nocturnal dyspnea, prediktor baik untuk gagal jantung, dapat juga hiperventilasi akibat cemas, asthma bronkhial akut, emboli paru

Batuk
Kering, non produktif, kengesti paru akibat GGJ Pada edema paru, batuk disertai frothy, pink tinged sputum Sering batuk oleh karena obat ACEI (untuk GGJ)

Palpitasi
Merasakan denyut jantung, pounding, stopping, jumping, racing, keluhan tidak menggambarkan berat ringannya Adanya rasa tidak enak pada leher, kontraksi atrium kanan pada saat trikuspid tertutup

Cardiac Syncope

Transient kehilangan kesadaran karena inadekwat cerebral blood flow akibat curah jantung menurun Terjadi pada ASHD, AS, AI, MS, HCM, miksoma Paroksismal aritmia, sinus arrest (SSS), Adam Stokes Postural hupotension, carotid sinus syncope, cough micturition, vasovagal

PEMERIKSAAN FISIK KARDIOVASKULER


Keadaan Umum Kesan umum, tampak sakit, ringan / berat Tanda vital, pernafasan, tekanan darah, nadi, suhu tubuh Posture badan secara keseluruhan, tinggi, berat badan, yang berhubungan dengan kelainan kongenital, Mongolism, Marfans syndrome Cyanosis perifer, central, diferensial cyanosis Kepala, ektremitas(jari tabuh)

Nadi (Arterial Pulse)


Denyut di perifer Tentukan isi, tegangan, frekwensi, ritme, bentuk, amplitudo Harus diperiksa pada seluruh arteri besar secara bilateral

Bentuk Nadi
Hiperkinetik (water Hamer) arterial pulse, hipertensi, arteriovenous fistula, latihan, demam, PDA, AI, hemodialisa kronik, tirotoksikosis Bisferian, dua positif gelombang pada sistole, pada HCM Hipokinetik, hipovolemia, AS, MS, GGJ kiri Parvus et Tardus, lebih mudah di deteksi di carotis, AS Dikrotik, sering pada orang muda atau demam, dapat juga GGJ kiri. Pulsus alternan, GGJ Pulpus paradoksus, tamponade, perikarditis konstriktif.

Inspeksi dan Palpasi Prekordium


Bentuk dada Pulsasi, lokasi sternoklavikula, aorta, pulmonal, RV, apek, epigastrik, ektopik, tentukan waktunya Jika hebat dapat diraba Palpasi lokasi nyeri, S3, S4, ictus, thrill Posisi kepala 30, lakukan berbagai perubahan posisi Palpasi bersamaan a. carotis dan ictus dapat menentukan berat ringannya suatu AS

Venous Pulse & Pressure


Inspeksi vena di leher, v. jugularis externa / interna Normal terdiri dari a (sistole atria), c (penutupan trikuspid), v (pembukaan trikuspid) Posisi dapat 45 sampai horizontal Pulsasi vena, dua pulsasi positif, arteri satu Venous pressure (tekanan v. jugularis)

Auskultasi Bunyi Jantung & Murmur


Stetoskop (bell & diaphragma), phonokardiogram Area auskultasi, aorta, pulmonal, trikuspid, mitral Jangan terpaku pada area tersebut, dapat area yang lebih jauh (penyebaran), aksila, punggung Pemeriksaan harus dilakukan pada berbagai posisi, duduk berbaring miring kiri Tentukan dulu suara normal (suara jantung satu, dua), baru suara tambahan

Bunyi Jantung Normal


Suara jantung 1, bersamaan penutupan katup mitral dan trikuspid, dapat mengeras atau melemah Suara jantung 2, penutupan katup aorta dan pulmonal Suara jantung 3, akhir dari pengisian cepat, normal pada orang muda Suara jantung 4

Bunyi Jantung Tambahan


Irama gallop dapat S3 atau S4 Ejection click, pada AS, Mitral valve prolapse Opening Snap Murmur, akibat aliran yang turbulent, tentukan waktunya dalam silklus jantung, lokasi dan sebaran, intensitas (low, medium, high pitched) dan kwalitas (blowing, rumbling, musical) Pericardial friction rub