Anda di halaman 1dari 2

Latar belakang seorang Daniel yang menjadi tawanan oleh Nebukadnezar, setalah jatuhnya tampuk kekuasaan Yoyakim dalam

tangan Raja yang lalim ini.Dalam Kitab Daniel I, tertulis bahwa, Raja Babel, Nebukadnezar, menguasai pemerintahan Yoyakim, Raja Yehuda, atas kehendak Tuhan dan memberi titah untuk membawa beberapa orang Israel, yang berkriteria sebagai berikut : 1. Berasal dari keturunan Raja atau kaum Bangsawan 2. Umurnya masih muda 3. Cakap, berperawakan baik 4. Memiliki hikmat dan berpengetahuan banyak

Mereka yang akan terpilih berdasarkan kriteria tersebut, akan difasilitasi oleh Raja Nebukadnezar dengan memberi makanan dan minuman yang sama seperti raja, dan akan dididik selama tiga tahun yang dengan tujuan akhir untuk melayani Raja Babel Tersebut. Adapun orang-orang yang terpilih berdasarkan kriteria tersebut adalah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.Adapun Daniel yang masih muda umurnya pada waktu itu sudah menunjukkan ketaatannya pada Tuhannya yang direkam dalam kitab Daniel 1:8, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yan biasa diminum raja....Dari kutipan ayat tersebut menunujukkan komitmen Daniel untuk lebih mentaati Raja yang lebih agung daripada raja Babel tersebut, dan akibat ketetapan hatinya ini, membuat hati Tuhannya senang dan mengaruniakan kepada Daniel kasih sayang dari salah satu seorang pemimpin pegawai istana. Nebukadnezar, memilih pada kelompor umur muda, dikarenakan pada usia yang muda pada umumnya orang sangat mudah dibentuk, dan itu juga tampak dari usaha yang dilakukannya dengan mendidik mereka selama tiga tahun dengan tujuan mengubahkan cara pandang hidup mereka, kedua lewat makanan dan minuman yang juga telah dipaparkan sebelumnya yang juga mempunyai tujuan untuk untuk mengikuti budaya babilonia, dan diketahui bahwa makanan dan minuman tersebut juga dipersembahkan pada dewa-dewa, dan yang ketiga dengan mengganti nama yang sangat jelas direkam dalam kitab Daniel 1 :6-7. Adapun pergantian nama tersebut :

Daniel

Beltsazar

Beltsazar sendiri `adalah nama seorang dewa bagi orang Babilonia. Hananya Sadrakh

Misael Azarya

Mesyakh Abednego

Bagi orang Israel nama itu selalu memiliki makna yang penting. Nama berhubungan dengan tabiat atau karakter. Dengan mengganti nama ke-empat orang muda ibrani ini seperti nama dewa-dewa babilon, maka diharapkan tabiat mereka akan berobah seperti dewa-dewa mereka. Ketiga usaha yang dilakukan oleh Nebukadnezar mempunyai tujuan utama, yaitu supaya mereka mempunyai kehidupan yang sama seperti orang Babilonia, baik dari segi budaya, cara berpikir bahkan keyakinan mereka terhadap Tuhannya. Daniel yang pada umurnya yang masih muda menunjukkan ketaatannya, dia tetap berpegang teguh pada Tuhannya sekalipun ia berada dalam istana ataupun lingkungan yang menyembah dewa-dewa.Perlu diketahui bahwa akibat ketaatannya ini Tuhan

mengkaruniakan kecerdasan pada mereka sepuluh kali lebih cerdas dari semua orang muda yang lain, bahkan kecerdasan mereka mengalahkan para professor dan ilmuwan diseluruh kerajaan Babilon. Akhirnya keempat orang muda ini bekerja bagi raja Nebukadnezar, dan menjadi orangorang muda yang membawa keharuman bagi bangsa Israel. Kehadiran mereka telah membawa perubahan bagi kerajaan Babilonia. Mereka di kenal sebagai orang-orang yang setia dan jujur dalam melakukan tugas kerajaan. Sekalipun mereka kerja buat bangsa lain namun mereka tidak setengah-setengah dalam melakukan tugas. Mereka tidak pernah mencari keuntungan untuk memperkaya diri sendiri. Bahkan Daniel sering dianugrahi hadiah-hadian yang besar, namun semua dia tolak. Integritasnya sebagai anak-anak terang telah membawa raja Nebukadnezar dan beberapa raja sesudahnya untuk mengenal Tuhan Pencipta langit dan Bumi.