P. 1
SP RPK

SP RPK

|Views: 754|Likes:
Dipublikasikan oleh mviolety

More info:

Published by: mviolety on Mar 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

TUGAS KEPERAWATAN JIWA

STRATEGI PELAKSANAAN

OLEH : MILA DESRIANI R 0910322040

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2012

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP) Masalah : Resiko Perilaku Kekerasan SP 3 Melatih Mengontrol Perilaku Kekerasan dengan Cara Verbal

A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien kooperatip. 2. Diagnosa Keperawatan Resiko Perilaku kekerasan 3. Tujuan Khusus Klien dapat mengotrol perilaku kekerasan dengan cara verbal. 4. Tindakan Keperawatan a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien b. Melatih Pasien mengontrol PK dengan cara verbal c. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP) 1. Orientasi a. Salam Terapeutik “Selamat pagi. Buk Ani, masih ingat dengan saya, suster Mila? Seperti janji kita kemarin kita akan ngobrol sekarang ya Buk ? b. Evaluasi/Validasi “Bagaimana Ibuk, sudah dilakukan latihan nafas dalam dan pukul bantal atau kasur? Bagaimana jadwal kegiatan hariannya yang telah kita buat kemarin? Apa yang dirasakan setelah dilakukan secara teratur? Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara bicara untuk mencegah marah?” c. Kontrak 1) Topik “Baiklah Ibuk sekarang kita mulai berbicara tentang bagaimana cara mengontrol kemarahan Ibuk dengan latihan bicara ya Buk. Bagaimana Ibuk?”

2) Tempat “Dimana sebaiknya kita akan mengobrol Buk? Baiklah di sini saja.” 3) Waktu “Kira-kira berapa menit Ibuk bisa? 10 menit? Baiklah”.

2. Kerja “Nah, Baiklah Ibuk. Sekarang kita akan belajar bagaimana cara mengotrol kemarahan Ibuk dengan latihan bicara ya. Agar Ibuk tidak menahan kemarahan terus dan membuat Ibuk sering emosi nantinya.” “Sekarang kita latihan cara bicara yang baik untuk mencegah marah, kalau marah sudah disalurkan melalui tarik nafas dan pukul bantal sudah lega, maka kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah. Ada 3 melakukannya, yaitu cara meminta dengan baik dengan nada yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar, menolak dengan baik, jika ada yang menyuruh Ibuk dan Ibuk tidak ingin melakukannya katakan seperti ini ”maaf saya tidak bisa melakukannya”, coba Ibuk lakukan! bagus sekali. Mengungkapkan perasaan kesal, jika ada perilaku orang lain yang membuat kesal Ibuk dapat mengatakan ”saya jadi ingin marah karena perkataan itu”. Coba Ibuk praktekkan ! Wah Ibuk bagus sekali.” “Nah Ibuk, apa yang saya ajarkan hari ini, kita tambah di jadwal kegiatan harian Ibuk ya. Ibuk melakukannya berarti sekitar jam 2 siang. Jangan lupa di praktekkan sesuai jadwal ya Buk.”

3. Terminasi a. Evaluasi Subyektif “Bagaimana perasaan Ibuk Ani setelah mengobrol dengan saya tentang cara mengontrol marah dengan bicara yang baik?” b. Evaluasi Obyektif “Coba Ibuk sebutkan lagi cara yang baik yang telah saya ajarkan tadi, Iya bagus sekali.” c. Rencana Tindak Lanjut “Baiklah Buk, mulai hari ini Ibuk harus melakukan hal yang saya ajarkan tadi ya dan melakukannya sesuai jadwal yang saya tambahkan tadi ya. ” d. Kontrak 1) Topik

“Nah Ibuk, bagaimana kalau kita bertemu lagi besok kita akan latihan mengatasi rasa marah yaitu dengan cara spiritual (ibadah), Ibuk bersedia?” 2) Tempat “Ibuk maunya dimana? Baiklah kalau begitu, saya akan menemui Ibuk di kamar ini lagi ya besok. ” 3) Waktu “Jam berapa Buk? Baiklah jam 10 ya”. “Baiklah, Sampai jumpa besok ya, Buk!”.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP) Masalah : Resiko Bunuh Diri SP 4 Menyusun Rencana Masa Depan

A. PROSES KEPERAWATAN 1. Kondisi Klien kooperatip, lebih terlihat percaya diri dari biasanya dan lebih terlihat ceria. 2. Diagnosa Keperawatan Resiko Bunuh Diri 3. Tujuan Khusus Klien dapat melakukan kegiatan di masa depan yang lebih realistis. 4. Tindakan Keperawatan a. Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien b. Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis c. Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis

B. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP) 1. Orientasi a. Salam Terapeutik “Selamat pagi. Buk Ani, masih ingat dengan saya, suster Mila? Seperti janji kita kemarin kita akan ngobrol sekarang ya Buk ? b. Evaluasi/Validasi “Bagaimana Ibuk, masih adakah keinginan untuk bunuh diri?. Saya rasa pasti sudah tidak ada. Menurut Ibuk, apalagi cara mengatasi masalah yang selama ini timbul pada diri Ibuk? Bagus sekali, Ibuk sudah paham apa yang saya ajarkan pada Ibuk selama ini.” c. Kontrak 1) Topik

“Baiklah Ibuk sekarang kita mulai berbicara tentang rencana masa depan Ibuk ya Buk. Bagaimana Ibuk?” 2) Tempat “Dimana sebaiknya kita akan mengobrol Buk? Baiklah di sini saja.” 3) Waktu “Kira-kira berapa menit Ibuk bisa? 10 menit? Baiklah”.

2. Kerja “Nah, Baiklah Ibuk. Sekarang kita membahas tentang rencana masa depan Ibuk ya.” “Coba ceritakan apa rencana Ibuk Ani di masa depan setelah keluar dari sini nanti. Bagus!!. Ternyata Ibuk mempunyai rencana yang luar biasa bagus dan masih mempunyai semangat hidup yang besar. Nah, sekarang coba kita diskusikan keuntungan dan kerugian masing-masing rencana tersebut dan bagaimana cara mencapai masa depan yang Ibuk inginkan. Mari kita pilih cara yang paling baik dan realistis!, kalau menurut Ibuk Ani yang mana? Ya, saya setuju, Bisa di coba! “ Mari kita buat rencana kegiatan dan memasukkannya ke dalam jadwal kegiatan harian Ibuk agar masa depan yang Ibuk rencanakan dapat tercapai.”

3. Terminasi a. Evaluasi Subyektif “Bagaimana perasaan Ibuk sekarang setelah kita mengobrol tentang rencana masa depan Ibuk?” b. Evaluasi Obyektif “Coba Ibuk ceritakan apa cara mencapai rencana masa depan yang Ibuk gunakan?” c. Rencana Tindak Lanjut “Baiklah Buk, Coba mulai sekarang, Ibuk melakukan kegiatan/rencana tersebut dengan cara yang Ibuk pilih tadi. Jangan lupa tetap laksanakan jadwal kegiatan hariannya dengan baik ya dan termasuk rencana masa depan yang kita bahas ini.” d. Kontrak 1) Topik “Nah Ibuk, bagaimana kalau kita bertemu lagi besok kita akan membahas tentang pengalaman Ibuk tentang cara yang Ibuk Ani pilih.” 2) Tempat

“Ibuk maunya dimana? Baiklah kalau begitu, saya akan menemui Ibuk di kamar ini lagi ya besok. ” 3) Waktu “Jam berapa Buk? Baiklah jam 10 ya”. “Baiklah, Sampai jumpa besok ya, Buk! Tetap semangat. Saya yakin Ibuk bisa mendapatkan masa depan yang Ibuk inginkan.”

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->