Anda di halaman 1dari 7

IMPLEMENTASI MOBILE LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS JAVA PADA HANDPHONE

Muhammad Irfan Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana UNS Email: irvahn@gmail.com

A. PENDAHULUAN Latar Belakang Di era globalisasi sekarang ini, ada banyak teknologi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran matematika. Perkembangan teknologi telah melakukan pengembangan terobosan terobosan untuk pembelajaran. Para pelaku pendidikan telah banyak memanfaatkan perkembangan teknologi untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Teknologi internet adalah salah satu teknologi yang memungkinkan setiap orang dapat melakukan pembelajaran secara mobile atau dapat disebut mobile learning (m-learning). Kombinasi antara telekomunikasi dengan teknologi internet dapat memungkinkan

pengembangan sistem m-learning sebagai media pembelajaran. Saat ini teknologi m-learning memang masih dalam proses pengembangan, akan tetapi, teknologi m-learning sebagai media

pembelajaran merupakan salah satu teknologi yang prospektif di masa depan. Hal ini didukung dengan beberapa faktor sebagai berikut: a. Tuntutan kebutuhan konsumen yang menginginkan hal hal yang praktis. b. Harga handphone yang relatif murah dan pengguna handphone yang relatif lebih banyak dari pada pengguna komputer. c. Teknologi wireless/ seluler (2G; 3G; 3,5G; 4G) yang pesat.

Di sisi lain, teknologi m-learning memiliki beberapa keterbatasan antara lain: catu daya yang terbatas, kapasitas memori tidak sebasar komputer, kecepatan pemrosesan tidak secepat komputer, monitor lebih kecil dari pada komputer. Oleh karena itu, aplikasi m-learning harus dirancang dengan lebih efektif, efisien, dan optimal untuk mengatasi keterbatasannya. Aplikasi m-learning dapat dikembangakan dengan menggunakan Java. Java merupakan open standard yang portable telah memberikan dukungan bagi pengembangan aplikasi yang beragam salah satunya adalah Java 2 Platform Micro Edition (J2ME). J2ME adalah aplikasi dari java yang digunakan pada perangkat bergerak, salah satunya adalah handphone. Handphone merupakan salah satu gadget yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Perkembangan handphone pada saat ini telah memasuki era smartphone dengan berbagai kelebihannya. Penggunaan handphone sebagai telekomunikasi dewasa ini masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh pendidikan. Penggunaan handphone sebagai media pembelajaran tentu menarik dan praktis, karena dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Batasan Masalah Masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran berbasis mobilelearning dengan menggunakan J2ME.

Rumusan Masalah Penulis akan melakukan penelitian untuk mengetahui apakah media pembelajaran matematika berbasis mobile-learning dapat menjadi salah satu alternatif pilihan media pembelajaran di masa mendatang.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan media pembelajaran matematika berbasis mobile-learning serta kegunaannya dalam pembelajaran matematika.

B. LANDASAN TEORI Media Pembelajaran Untuk memahamkan suatu konsep kepada peserta didik, masih harus diberikan kegiatan yang berhubungan dengan benda nyata atau kejadian nyata yang dapat diterima akal. Semakin sering peserta didik dikenalkan kepada benda-benda yang nyata, tentu akan menambah pengalaman mereka. Pengalaman tersebut akan membentuk pemahaman apabila ditunjang dengan alat bantu belajar, agar pemahaman matematika lebih konkret. Dengan demikian alat bantu belajar atau biasa disebut media pembalajaran akan berfungsi dengan baik apabila media tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna, dan

menyenangkan peserta didik.

Mobile-Learning Mobile learning (m-learning) merupakan paradigma pembelajaran memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile yang perkirakan akan mengalami perkembangan pesat dan potensial seiring dengan

perkembangan teknologi mobile itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari data statistik bahwa dari 240 juta jumlah penduduk Indonesia 45-50 juta di antaranya adalah pengguna/konsumen seluler. (http://p4tkmatematika.org) Sedangkan secara teknis, perangkat mobile yang beredar saat ini sebenarnya telah memiliki kapabilitas untuk menjalankan konten-konten berupa multimedia maupun aplikasi software. Selain itu konten yang ada kebanyakan masih bersifat hiburan dan belum banyak dimanfaatkan untuk pembelajaran. Dalam pengembangan mobile learning ini digunakan aplikasi software Java dan WAP serta memanfaatkan teknologi GPRS/CDMA dan/atau teknologi transfer lain seperti bluetooth, infrared,

untuk transfer dan instalasi aplikasi. Perangkat yang dapat digunakan untuk pembelajaran ini adalah telepon seluler yang mendukung WAP dan Java. Mohamed Ally (2009: 1) mengatakan bahwa ,m-learning menggunakan teknologi wireless mobile untuk mengakses informasi dan belajar dimana saja dan kapan saja. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pembelajar dapat mengontrol sendiri apa yang akan dipelajari dan dari mana tempat dia akan belajar.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa mobile-learning adalah pertemuan dari mobile computing dan e-learning yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan dan kemampuan di bidang mobile-technology yang dapat digunakan untuk belajar dan mengajar tanpa ada batas tempat dan waktu.

Java 2 platform Micro Edition (J2ME) Sun Microsystems telah mendefinisikan tiga platform Java yang masing masing diarahkan untuk tujuan tertentu dan untuk lingkungan komputasi yang berbeda-beda, yaitu: a. Standart Edition (J2SE) Didesain untuk jalan pada komputer dekstop dan komputer workstations. b. Enterprise Edition (J2EE) Dengan built-in mendukung untuk Servlets, JSP, dan XML. Edisi ini ditujukan untuk aplikasi berbasis server. c. Micro Edition (J2ME) Didesain untuk piranti dengan memori, layar display, dan power pemrosesan terbatas. J2ME merupakan pengembangan yang didesain untuk meletakkan software java pada alat elektronik beserta pendukungnya. J2ME membawa java ke dunia informasi, komunikasi, dan komputasi selain perangkat komputer yang biasanya lebih kecil. J2ME biasanya digunakan pada Personal Digital Assistants (PDA), handphone, dan sejenisnya. (Suyoto dalam Aditya, dkk, 2)

C. METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini merupakan Research and Development model pembelajaran, khususnya berupa bahan ajar berbasis teknologi handphone. Media pembelajaran ini merupakan pengembangan dari media pembelajaran dalam bentuk lain yang sifatnya melengkapi bahan ajar yang sudah ada.

D. PEMBAHASAN Istilah m-learning mengacu kepada penggunaan perangkat

teknologi informasi genggam dan bergerak, seperti PDA hanphone, tablet dalam pengajaran dan pembelajaran. (Tamimuddin, 2007: 1). M-learning merupakan pembelajaran yang praktis karena pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan, dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapan pun dan di mana pun. Hal ini dapat mendorong motivasi siswa/ pembelajar kepada pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu, m-learning memungkinkan adanya lebih banyak interaksi secara informal diantara pembelajar. Kelebihan kelebihan m-learning antara lain: a. Dapat digunakan dimana-pun dan kapan-pun, b. Ukuran perangkat yang kecil dan ringan dari pada PC, c. Harga perangkat bergerak yang relatif lebih murah daripada PC, d. Diperkirakan dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar karena m-learning memanfaatkan teknologi digunakan dalam kehidupan sehari hari. Meski memiliki beberapa kelebihan, m-learning tidak akan sepenuhnya menggatikan e-learning sebelumnya. Dengan keterbatasan computing resources, m-learning tidak dapat menyediakan dan/ atau mengakses pembelajaran seperti e-learning. Karakteristik pengguna sendiri yang bervariasi cukup mempengaruhi penggunaan m-learning. Bagi pengguna yang terbiasa dengan PC sebagai media pembelajaran yang biasa

ternyata lebih suka tetap memakai PC, sedangkan mereka yang tidak familiar dengan PC merasa penggunaan perangkat bergerak lebih atraktif. Oleh karena itu, media pembelajaran yang optimal adalah media yang menggabungkan atau mengkombinasikan antara m-learning dan elearning. Rancangan m-learning Karakteristik device maupun pengguna m-learning yang khusus dan unik membutuhkan desain yang khusus pula. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam merancang aplikasi m-learning adalah: a. Keterbatasan Hardware Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain: pemilihan penggunaan pustaka pengambangan yang tepat, pengurangan footprint aplikasi, dan pemanfaatan portal yang mendelegasikan pekerjaan pekerjaan yang kompleks dan memerlukan sumber daya besar. b. Keterbatasan Jaringan Pengembang aplikasi harus memanfaatkan sumber daya jaringan semaksimal mungkin.Aplikasi harus dapat diakses secara offline, serta mekanisme download harus dibuat

seefisien mungkin. Sedangkan keamanan data dapat diatasi dengan enkripsi. c. Perangkat yang Pervasif Perlu adanya mekanisme proteksi on-device untuk melindungi data dan diperlukan adanya optimasi bagi aplikasi yang bisa dijalankan pada platform berbeda. d. Skema Integrasi Saat ini terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan, diantaranya adalah protokol niner proprietary, framework remote procedure call (RPC), messaging serta Extensible

Markup Languaget (XML) web services. Semakin longgar kopling integrasinya maka akan semakin besar pula footprint dan ukuran aplikasi. Pada m-learning pemilihan teknologi integrasi menjadi sangat vital. e. Kenyamanan Pengguna Merancang aplikasi yang nyaman digunakan dan sesuai karakteristik pengguna merupakan tantangan besar bagi pengembang. Hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya interface yang kaya, pemanfaatan thread untuk proses yang lama, penyimpanan preferensi pengguna, dan penyediaan deployment desciptor untuk kemudahan instalasi.

E. PENUTUP