Anda di halaman 1dari 20

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI VISUALISASI PADA MATERI

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DI KELAS IX SMP


Ismel Dwi Pratiwi (06091008025)

LATAR BELAKANG

Dalam kegiatan pembelajaran matematika, sering ditemui beberapa kesulitan yang umumnya dimiliki siswa. Diantaranya adalah kesulitan menghitung dengan cepat, kemampuan logika, ketrampilan menulis atau menggambar dan rasa malas belajar. Hal ini dikarenakan para siswa memandang pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.

LATAR BELAKANG

Salah satu faktor yang menyebabkan siswa sering merasa bosan dan tidak memahami materi pelajaran adalah penyampain materi pelajaran yang kurang menarik dan kurangnya komunikasi antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Untuk itu perlu dicari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

LATAR BELAKANG

Salah satu cara untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika adalah menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, dapat melalui strategi visualisasi. Strategi ini dirancang untuk menciptakan keaktifan siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan strategi yang menyenangkan.

LATAR BELAKANG

Strategi visualisasi merupakan strategi yang cukup menyenangkan, yang digunakan untuk menyampaikan materi dalam pembelajaran matematika. Siswa akan lebih tertarik dengan berbagai macam media yang disajikan dalam penyampaian materi. Hal tersebut akan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga prestasi siswa pun dapat ditingkatkan melalui strategi ini.

Rumusan Masalah
Adakah peningkatan keaktifan belajar siswa selama proses pembelajaran matematika melalui Strategi Visualisasi di kelas IX SMP pada materi bangun ruang sisi lengkung? Adakah peningkatan prestasi belajar siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan Strategi Visualisasi di kelas IX SMP pada materi bangun ruang sisi lengkung?

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika di kelas IX SMP Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika bagi siswa kelas IX SMP Tujuan Khusus Untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan belajar matematika pada bangun ruang sisi lengkung dengan Strategi Visualisasi di kelas IX SMP Untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar matematika pada bangun ruang sisi lengkung dengan Strategi Visualisasi di kelas IX SMP

Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis Mendapatkan teori baru tentang upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan Strategi Visualisasi di kelas IX SMP Sebagai dasar penelitian berikutnya yang sejenis.

Manfaat Praktis Manfaat bagi siswa yaitu siswa dapat lebih aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa akan materi kemudian prestasi belajar matematika siswa pun akan meningkat. Manfaat bagi guru yaitu sebagai referensi strategi baru dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas sehingga siswa akan lebih cepat menerima materi yang disampaikan oleh guru.

TINJAUAN PUSTAKA

Keaktifan Belajar

Keaktifan adalah giat, rajin, selalu berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh bahwa pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar muridnya aktif jasmani maupun rohani. Pada penelitian ini sebagai indikator keaktifan belajar adalah keberanian siswa dalam bertanya, mengemukakan pendapat atau ide, mengerjakan latihan dan mengerjakan soal di depan kelas dalam proses pembelajaran matematika.

TINJAUAN PUSTAKA

Prestasi Belajar Matematika Prestasi belajar matematika adalah hasil usaha kegiatan belajar matematika yang telah dicapai oleh siswa pada periode tertentu yang mengakibatkan perubahan dari siswa berupa penguasaan pengetahuan dan kecakapan dalam pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi lengkung. Prestasi belajar ditunjukkan dengan nilai tes atau angka tes yang diberikan oleh guru.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Visualisasi
Dari kamus lengkap Indonesia Inggris. kata Visualisasi berasal dari kata, yaitu : 1. VISUAL berarti berdasarkan penglihatan atau dapat dilihat. 2. VISUALIZATION berarti pemberian gambar. 3. VISUALIZE berarti memberi gambar tentang sesuatu. Visualisasi mengacu pada teknik untuk menampilkan gambar, diagram, atau animasi untuk menyampaikan pesan. Penggunaan Visualisasi sudah meluas meliputi sains, teknik dalam berbagai bentuk pendidikan dan dalam interaktif multimedia, pengguna khusus visualisasi dalam komputer grafik memungkinkan berkembangnya penggunaan Visualiasasi

TINJAUAN PUSTAKA

Media Berbasis Visual Media berbasis visual ( image atau perumpamaan ) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman ( misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi ) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.

TINJAUAN PUSTAKA
Bentuk visual bisa berupa (a) gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya sesuatu benda; (b) diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materi; (c) peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsure-unsur dalam isi materi; (d) grafik seperti table, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/ kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angkaangka.

STRATEGI VISUALISASI
Strategi Visualisasi merupakan suatu penerapan media pembelajaran yang berbasis visual dalam suatu proses kegiatan belajar mengajar. Media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan. Secara garis besar unsur unsur yang terdapat pada media visual terdiri atas garis, bentuk, warna dan tekstur.

STRATEGI VISUALISASI
Prosedur pembelajaran melalui strategi visualisasi adalah. 1. Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Mendemonstrasikan atau menyajikan materi sesuai topik(Flash, Microsof PowerPoint). 3. Menunjukkan media gambar yang telah dibuat untuk membantu pemahaman siswa. 4. Untuk menguji pemahaman, siswa diminta membuat kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa, kemudian diminta untuk melengkapi media gambar yang telah dipersiapkan. 5. Memberikan soal kepada setiap kelompok kemudian siswa diminta untuk mendiskusikannya. 6. Kelompok yang telah selesai mengerjakan soal dipersilahkan untuk mempresentasikan jawabannya disertai dengan media gambar. 7. Akhiri dengan membuat kesimpulan.