Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA

Penyusun N R P Tingkat Jurusan

: Gin Gin Ichwaniadi Ginanjar : 1106047 : I (satu) : Teknik Informatika

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT (STTG) Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jaya Raga Garut

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Masalah Budaya dan Sosial ini. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar. Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya sendiri. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini yang menyangkut masalah sosial dan budaya yang ada di kampung halaman saya sendiri. Dengan begitu saya harap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin.

BAB I PENDAHULUAN PENGANTAR ILMU SOSIAL DASAR DAN BUDAYA Hakikat dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar Ilmu sosial dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian ilmu sosial dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Sedangkan budaya dasar sendiri adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsepkonsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar Kenyataan-kenyataan sosial yang ada di masyarakat Konsep-konsep sosial Individu, keluarga, dan masyarakat Ilmu sosial dasar sebagai mata kuliah berkehidupan masyarakat Dengan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membantu meningkatkan kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah di sekitarnya. Pengertian tujuan ilmu sosial dasar dan budaya dasar Usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat di tingkatkan.Ilmu budaya dasar sendiri untuk memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilainilai budaya. Perbedaan ISD dengan budaya dasar Ilmu sosial dasar mempelajari pola perilaku masyarakat sedangkan budaya dasar sendiri untuk menambah wawasan nilai-nilai budaya itu sendiri. Ilmu sosial budaya dasar sebagai alternatif pemecahan masalah sosial budaya Dengan mempelajari ilmu sosial budaya dasar kita juga dapat melakukan pemecahan masalah sosial budaya yang terjadi di sekitar kita, dikarenakan di dalam diri kita sudah mengenal nilai-nilai tersebut.

Pengertian Masalah Budaya dan Sosial


1. Masalah budaya adalah segala sistem atau tata nilai atau sikap mental, pola pikir, pola

tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi masyarakat secara keseluruhan, atau dapat dikatakan bahwa masalah budaya adalah tata nilai yang daat menimbulkan krisis-krisis kemasayrakatan yang akan menyebabkan dehumanisasi atau terjadi pengurungan terhadap seseorang. 2. Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsurunsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. 3. Masalah Sosial adalah suatu kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan masyarakat yang tidak ideal. Atinya , selama dalam suatu masyarakat yang tidak terpenuhi secara merata, maka masalah social akan selalu timbul. Dalam kehidupan masyarakat yang heterogen, seperti Negara kita ini. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain : 1. Faktor Ekonomi 2. Faktor Budaya 3. Faktor Biologis 4. Faktor Psikologis : Kemiskinan, pengangguran, dll. : Perceraian, kenakalan remaja, dll. : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb. : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Dan sedangkan menurut Stark Masalah sosial (1975) terbagi menjadi 3 macam yaitu : 1.Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan. 2.Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan. 3.Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.

Keberadaan masalah social bisa dilihat dengan melakukan beberapa proses dan tahapan analitis. Tahapan analitis ini dilakukan dengan dengan melakukan diagnosis. Adapun proses pendiagnosisan tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara pendekatan. 2 Cara Pendekatan yaitu :
a. Person Blame Approach yaitu pendekatan untuk memahami masalah social yang berada

pada level individu. Artinya, yang menjadi unit analisa utamanya ialah si individu sendiri. Dengan begini kita bisa mengetahui penyebab terjadinya masalah social pada level individu. Biasanya, penyebab masalah ini berupa kondisi fisik maupun psikis dari tiap individu.
b. System Blame Approach yaitu merupakan sebuah sistem pendekatan yang digunakan

dalam masyarakat sebagai unit analisa utamanya. Jadi Kesimpulannya masalah sosial ini bisa muncul karena adanya kesalahan individu dan kesalahan system dalam suatu masyarakat .

BAB II PEMBAHASAN Tawuran merupakan masalah sosial yang ada di masyarakat baik itu diperkotaan atau di pedesaan sekalipun. Banyak sekali kerugian yang diakibatkan dari tawuran tersebut seperti banyak terjadi kerusakan, rasa tidak aman, kematian dan sebagainya. Namun tetap saja banyak pelaku tawuran yang seakan tidak peduli bahkan merasa bahwa tawuran merupakan jalan keluar untuk mengatasi setiap masalah. Tawuran juga bisa dikatakan sebagai ketidakmampuan seseorang dalam melakukan transmisi budaya juga dapat menyebabkan permasalahan sosial. Cohen dalam bukunya Delinquent Boys : The Culture of the Gang (1955) memaparkan hasil penelitiannya. Ia memperlihatkan bahwa anak-anak kelas pekerja mungkin mengalami anomie di sekolah lapisan menengah sehingga mereka membentuk budaya yang anti nilai-nilai menengah. Melalui asosiasi diferensial, mereka meneruskan seperangkat norma yang dibutuhkan melawan norma-norma yang sah pada saat mempertahankan status dalam gangnya. Kita Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sebenarnya bisa berperan dalam usaha mengendalikan masalah sosial seperti tawuran yang sering terjadi di tengah masyarakat. Pengendalian (solusi) dapat dilakukan dengan pendekatan sebagai pihak ketiga yang

menegahi masalah tersebut atau pihak yang netral tidak memihak. Peran ini setidaknya bisa diterima secara rasional, karena tidak memihak kepada kedua pihak yang bertikai. Peran sebagai pihak ketiga atau mediator adalah bentuk pengendalian secara kultural. Pengendalian ini berusaha untuk mengendalikan setiap individu atau kelompok untuk back to habbits, artinya mengembalikan kelompok yang bertikai kepada norma-norma yang berlaku di daerahnya.

Back to habbits adalah tahap pertama dalam mengupayakan pengendalian masyarakat yang bertikai. Hal ini penting, karena sebelum kita melangkah ke tahap selanjutnya, setiap kelompok harus menyadari terlebih dahulu bahwa diantara mereka terjadi situasi konflik yang melanggar norma-norma yang berlaku. Kemudian, tahap selanjutnya adalah bagaimana kita bisa melakukan pengarahan, pembinaan, atau bimbingan terhadap masyarakat. Seperti contoh masalah tawuran yang ada di kampung halaman saya, yang dimana ada sebagian pemuda / remaja yang saling memiliki musuh ataupun dendam dikarenakan suatu hal sepele ataupun itu yang tidak bisa di selesaikan secara tangan bersih. Tawuran ini bisa terjadi dikarenakan sikap atau perilaku mereka yang memang kurang kepeduliannya terhadap penyelesaian suatu masalah yang terjadi diantara mereka. Namun memang melihat dari segi akademis mereka ini umumnya hanya bersekolah sampai SMP, dikarenakan tidak mampuannya ekonomi keluarga mereka untuk mensekolahkan mereka ke jenjang lebih tinggi. Jadi seperti pemecahan ato solusi yang sempat saya singgung diatas yaitu dengan cara pendekatan ini, diharapkan bisa merubah pola pikir seseorang. Setidaknya dari lingkungan keluarga bisa memberikan pengertian kepada anak-anak mereka , bahwa menyelesaikan masalah dengan masalah itu tidak akan ada ujungnya. Maka dari itu keluarga disini bisa sebagai mediator bagi seseorang. Mengingat pula keluarga itu adalah lingkungan pertama yang dimana suatu karakter seseorang bisa terbangun, apabila suatu keluarga mengajarkan kepada anaknya secara baik maka karakter yang akan tumbuh dalam anak tersebut juga akan positif, begitu juga sebaliknya. Memang tidak bisa dipungkiri faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan suatu karakter seseorang itu bukanlah hanya dari keluarga, tapi setidaknya keluarga itu harus bisa menjadi peran utama dalam character building ini.

BAB III

PENUTUP KESIMPULAN Sesuai dengan paparan tadi, maka masalah sosial dan budaya ialah suatu keadaan yang tidak normal antara unsur budaya dan masyarakat, sehingga timbulnya suatu masalah yang bisa mengakibatkan kerugian ataupun gangguan, baik terhadap suatu individu ataupun khalayak umum. Adapun faktor yang menjadi penyebab masalah sosial dan budaya bisa dikarenakan ekonomi, budaya, biologis, psikologis. Kemudian terdapat 2 cara yang bisa digunakan untuk melihat apakah ada atau tidaknya suatu masalah sosial dan budaya dengan cara Person Blame Approach dan System Blame Approach. Suatu masalah sosial membutuhkan mediator yang dimana mediator ini bisa menjadi penengah bagi individu ataupun kelompok yang memang memiliki suatu masalah sosial. Demikian makalah ini saya buat, bilamana ada kesalahan ataupun kekurangan mohon dimaafkan, saran dan kritik yang membangun saya harapkan untuk menjadi penilaian dalam pembuatan makalah berikutnya.