Anda di halaman 1dari 5

RESUME BUKU Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Komunikasi

oleh: ADIL HANI PRAMASTYO D0208032 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 BUKU: PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Prof. Dr. H. Hafied Cangara, MSc, 2005, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada Bab 1 Pendahuluan Harold D laswell menyebut tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab, mengapa manus ia perlu berkomunikasi: Hasrat manusia untuk mengontrol lingkungan Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui peluang-peluang yang ada untuk diman faatkan, dipelihara, dan menghindari bencana. Melalui komunikasi manusia dapat m engetahui kejadian atau peristiwa Upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya Diperlukan penyesuaian agar manusia dapat hidup dalam suasana yang harmonis. Upaya manusia untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi Suatu masyarakat yang ingin mempertahankan keberadaannya, maka anggota masyaraka tnya dituntut untuk melakukan pertukaran nilai, perilaku, dan peranan. David K Berlo juga menyatakan, komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosia l berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetah ui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan dalam masyarakat. Bab 2 Ruang Lingkup, Pengertian dan Unsur-Unsur Komunikasi Komunikasi mempunyai prinsip dasar yaitu Komunikasi hanya bisa terjadi bila terdapat pertukaran pengalaman yang sama anta ra pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi Semakin besar pertukaran pesan dalam proses komunikasi bisa tercipta suatu prose s komunikasi yang efektif Tapi jika semakin mengecil komunikasi yang terjadi menjadi sangat terbatas, dan kemungkinan bisa gagal dalam menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Komunikasi hanya bisa terjadi kalau ada unsur sumber, pesan, media, penerima, da n efek. Bab 3 Tipe Komunikasi Komunikasi antar pribadi bisa diartikan sebagai proses komunikasi yang berlangsu ng antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Komunikasi antar pribadi menur ut sifatnya dibagi ke dalam kedua hal: Komunikasi Diadik Proses komunikasi yang berlangsungantara dua orang dalam situasi tatap muka. Ada tiga bentuk komunikasi diadik, percakapan yang bersuasana yang bersahabat dan i nformal, dialog yang lebih intim, dalam dan personal, serta wawancara yang lebih serius sifatnya Komunikasi Kelompok Kecil Proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih dalam situasi ta tap muka. Komunikasi kelompok kecil masuk ke komunikasi antar pribadi karena per tama, anggota-anggota yang terlibat dalam proses komunikasi terlibat langsung se cara tatap muka, yang kedua pembicaraan berlangsung sepotong-sepotong dimana sem

ua peserta bisa berbicara dalam kedudukan yang sama atau tidak asa pihak tunggal yang mendoinasi, yang ketiga, sumber dan penerima sulit diidentifikasi. Bab 6 Fungsi Komunikasi Komunikasi antar pribadi dapat meningkatkan hubungan insan, mengindari dan menga tasi konflik-konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian sesuatu, berbagi pengeta huan dan pengalaman dengan orang lain. Komunikasi antar pribadi dapat meningkatkan hubungan kemanusiaan di antara pihak -pihak yang berkomunikasi. Dalam hidup bermasyarakat seseorang bisa memperoleh k emudahan kemudahan dalam hidupnya karena memiliki banyak sahabat. Kita juga bisa membina hubungan yang baik, sehingga menghindari dan mengatasi terjadinya konfl ik-konflik. BUKU: PENGANTAR TEORI KOMUNIKASI Richard West, LynnH. Turner, 2008, Jakarta, Salemba Humanika BAB 26 Teori Negoisasi Muka Asumsi teori negoisasi muka mencakup komponen-komponen penting dari teori ini: m uka, budaya, konflik. Dengan demikian pokok-pokok berikut ini menuntun pemikiran -pemikiran dari teori Ting-Toomey: Identitas diri penting di dalam interaksi interpersonal, dan individu-individu m enegoisasikan identitas mereka secara berbeda dalam budaya yang berbeda. Manajemen konflik dimediasi oleh muka dan budaya. Tindakan-tindakan tertentu mengancam citra diri seseorang yang ditampilkan (muka ). (West, Lurner, 2008: 159) Asumsi pertama menekankan pada identitas diri, atau ciri pribadi, atau atribut k arakter seseorang. Dalam asumsi ini ketika orang bertemu, mereka akan mempresent asikan diri mereka dalam sebuah interaksi. Yang dimaksud citra disini adalah ide ntitas yang ia harapkan dan ia inginkan agar identitas tersebut bisa diterima or ang lain. Identitas diri mencakup pengalaman kolektif seseorang, pemikiran, ide, memori, dan rencana. Identitas diri seseorang tidak bersifat tetap, identitas s eseorang akan dikondisikan saat mereka berinterkasi dengan orang lain. Budaya dan etnis ini sendiri juga memberikan pengaruh dalam identitas diri merek a. Cara masing-masing orang dalam memproyeksikan identitas mereka ke dalam inter aksi akan bervariasi dalam budaya yang berbeda. Oleh karena itu, identitas diri juga dipengaruhi oleh pengalaman dan waktu. Dalam asumsi ini juga diyakini bahwa para individu di dalam semua budaya memilik i citra diri yang berbeda dan mereka mengkondisikan citra mereka secara terus me nerus. Asumsi kedua dari teori negoisasi muka adalah konflik. Konflik dalam teori ini m empunyai keterkaitan dengan muka dan budaya. Konflik dapat merusak muka sosial s eseorang dan dapat mengurangi kedekatan hubungan dengan orang lain. Ketika terja di konflik, bila pengkondisian dalam mengatasi konflik ini tidak maksimal malah bisa memperparah situasi yang ada. Dalam hal ini, bagaimana sesorang dalam pengk ondisian akan mempengaruhi mereka dalam mengelola suatu konflik. Asumsi ketiga dari teori negoisasi muka ini adalah berkaitan dengan dampak yang diakibatkan oleh suatu tindakan terhadap muka. Dalam hal ini, tindakan yang meng ancam muka akan mengancam baik muka positif atau muka negatif partisipan. Pengan caman muka dapat bersifat langsung atau secara tidak langsung. Pengancaman muka secara langsung akan lebih mengancam muka orang lain. Dalam asumsi ini, ada dua tindakan menyusun proses ancaman terhadap muka yaitu, penyelamatan muka dan pemulihan muka. Penyelamatan muka mencakup usaha-usaha unt uk mencegah peristiwa yang dapat menyebabkan kerentanan atau merusak citra seseo rang. Penyelamatan muka biasanya untuk menghindarkan rasa malu. Sedangan pemulihan muka akan terjadi setelah kehilangan muka. Orang-orang akan b erusaha untuk memulihkan muka dalam respon akan suatu peristiwa. Alasan dan just ifikasi biasa dilakukan seseorang dalam upaya pemulihan muka.

BUKU: PERSPEKTIF TEORITIS, KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI (SUATU PENDEKATAN KE ARAH PS IKOLOGI SOSIAL KOMUNIKASI) Dr. Alo Liliweri, M. S, 1994, Bandung, PT Citra Aditya Bakti Komunikasi antar pribadi mempunya fungsi sebagai fungsi sosial dan fungsi pengam bilan keputusan. 1. Fungsi Sosial Komunikasi antarpribadi secara otomatis mempunyai fungsi sosial karena proses ko munikasi beroperasi dalam konteks sosial yang orang-orangnya berinterakasi satu sama lain (Liliweri, 1994: 27) Fungsi sosial komunikasi antar pribadi mempunyai aspek-apek antara lain: manusia berkomunikasi untuk mempertemukan kebutuhan biologis, dan psikologis manusia berkomunikasi untuk memenuhi kewajiban sosial manusia berkomunikasi untuk mengembangkan hubungan timbal balik manusia berkomunikasi untuk meningkatkan dan merawat mutu diri sendiri manusia berkomunikasi untuk mengatasi konflik 2. Fungsi Pengambilan Keputusan Manusia mempunyai kemampuan untuk mengambil suatu keputusan. Banyak dari keputus an yang sering diambil manusia dilakukan dengan berkomunikasi karena mendengar p endapat, saran, pengalaman, gagasan, pikiran, maupun perasaan orang lain. Pengam bilan keputusan meliputi penggunaan informasi dan pengaruh yang kuat dari orang lain. (Liliweri, 1994: 30) Ada dua aspek dari fungsi pengambilan keputusan jika dikaitkan dengan komunikas i: Manusia berkomunikasi untuk membagi informasi Informasi merupakan suatu hal yang penting dalam pengambilan keputusan yang efek tif. Banyak kegiatan komunikasi antarpribadi dilakukan karena bertujuan untuk me ndapatkan informasi. Jika informasi itu benar dan dapat dibagi lalu diterima kar ena kesamaan nakna maka akan menguntungkan dalam pengambilan keputusan. Manusia berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain Karena informasi sangat menentukan sukses tidaknya pengambilan keputusan, maka k omunikasi pada awalnya bertujuan untuk mendapatkan persetujuan dan kerjasama den gan orang lain. Tujuan pengambilan keputusan antara lain mempengaruhi orang lain terutama sikap dan perilakunya. (Liliweri, 1994: 32) Selain fungsi-fungsi yang telah diuraikan tersebut, maka setiap komunikasi antar pribadi mengandung beberapa karakteristik, yaitu: komunikasi antarpribadi terjad i dimana dan kapan saja, suatu proses yang berkelanjutan, mempunyai tujuan terte ntu, menghasilkan hubungan menciptakan serta mempertukarkan makna, sesuatu yang dipelajari, dapat meramalkan sesuatu, komunikasi antar pribadi sering dan dapat dimulai dengan melakukan kesalahan. (liliweri, 1994: 33)

BUKU: Memahami Komunikasi Antar Manusia Drs. Abdillah Hanafi, Surabaya, Usaha Nasional McLuhan berpendapat bahwa media merupakan suatu perluasan jangkauan manusia dala m berkomunikasi. Media media tersebut antara lain seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet. Media massa sudah berkembang sejak dahulu sebelum seperti sekarang ini. Dulu orang-orang menggunakan alat seperti kentongan, asap, sebagai suatu isyarat atau media sebagai perluasan informasi tertentu. Misalkan kentong an sebagai isyarat ada kejadian bencana alam. Sementara itu saluran komunikasi ada dua macam, yaitu saluran komunikasi antar p ribadi dan saluran komunikasi massa. Perbedaan antara saluran antar pribadi dan massa : Dalam komunikasi antar pribadi, pesan-pesan yang ditukar atau terkirim akan bisa diterima secara utuh karena kedua belah pihak bertatap muka langsung, sedangkan komunikasi massa, pesan-pesan yang disampaikan melalui perantara, sehingga pesa n yang diterima bisa secara tidak utuh. Dalam komunikasi antar pribadi, umpan balik akan lebih mungkin terjadi sehingga komunikasi dua arah akan timbul dengan sendirinya. Dalam situasi ini, dua pihak akan saling bertukar pikiran dalam pertukaran informasi atau pesan-pesan tersebu t. Kedua pihak akan saling menambahkan dan menambahkan informasi sebelumnya. Dal am komunikasi massa, umpan balik ini bisa lebih lama terjadi, bahkan tidak mungk in terjadi karena pesan-pesan itu dibawa oleh perantara. Sementara itu pesan-pes an yang dibawa perantara sangat terbatas, sehingga menyebabkan komunikasi dua ar ah akan sulit terjadi. Sebagian besar proporsi informasi dalam komunikasi tatap muka berupa pesan-pesan non verbal. Pada radio, film dan media cetak lebih sedikit dibandingkan komunik asi secara tatap muka. Media massa mempunyai kemampuan yang tiada taranya dalam melayani kebutuhan masy arakat. Umum secara cepat dan efisien, seperti berita terkini, hasil pertandinga n sepakbola, ramalan cuaca, dll. Sedangkan kommunikasi secara tatap muka akan le bih efisien ketika ada pertanyaan, siapa orang itu? atau dimana dia tinggal?. Mc Luhan sering meremehkan bukti-bukti penelitian sebab dia merasa bahwa penelit ian itu memihak pada bahan cetak dan tidak mampu menjangkau media elektronik. Al at utamanya, menurutnya adalah probe yakni sautu pernyataan yang menerobos stere otip audiens dan menyebabkan mereka memikirkan kembali pendapat-pendapatnya terd ahulu.

BUKU TEORI KOMUNKASI MASSA

John Vivian, 2008, Jakarta: Kencana BAB 15 Komunikasi Massa Ada beberapa macam tipe-tipe komunikasi seperti komunikasi intrapersonal, komuni kasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Komunikasi interp ersonal secara sederhana bisa diartikan sebagai komunikasi antara dua orang yang secara fisik berada pada lokasi yang sama. Namun bisa juga terjadi meskipun fis iknya terpisah, namun secara emosional masih berhubungan, seperti telepon atau c hatting. Media masaa (mass media) adalah sarana yang membawa pesan. Media massa utama ada lah buku, majalah, koran, televisi, radio, rekaman, film, dan web. (Vivian, 2008 :453) Banyak ahli yang mengatakan bahwa media itu netral dalam memuat pesan-pesan. Dal am BAB 16 Efek Media Massa Pada tahun 1940an, banyak muncul gagasan bahwa media mempunyai efek yang sangat kuat dan bersifat moderat. Kemudian banyak peneliti yang memulai meneliti efek l ain dari media itu. Beberapa temuan yang muncul kemudian yang pertama adalah pow erful effects theory atau teori efek yang kuat). Gagasan ini didasarkan pada tem uan Walter Lipmann tentang public opinion. Teori yang dikaitkan oleh Lipmann ini kemudian mendorong penelitian lain yang dilakukan oleh Harold Laswell, dia menj elaskan temuannya dengan istilah model jarum suntik atau model peluru. Kemudian muncul temuan kembali yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld. Muncul kemud ian teori model alur dua langkah (two step flow). Sarjana pendukung teori minimalis menyusun model alur dua langkah (two step flow ) untuk menunjukkan bahwa pemilih tak perlu dimotivsi oleh media etimbang oleh o rang-orang yang mereka kenal secara pribadi dan mereka hormati. Orang-orang ini disebut opinion leader antara lain adalah ulama/pendeta, guru, dan tokoh masyara kat, meski mustahil untuk mendaftar secara kategoris semua orang yang merupakan pemimpin opini. (Vivian, 2008: 471) Dari penelitian model alur dua langkah ini juga kemudian memunculkan model alur banyak langkah (multistep flow) untuk mencakup jaringan kompleks dari hubungan s osial yang mempengaruhi individu.