Anda di halaman 1dari 2

PENGERTIAN ORGANISASI Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk s truktur organisasi untuk mencapai tujuan

organisasi dengan sumber daya yang dimi liki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek uta ma dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasa r proses pengorganisasian. James D. Mooney mengatakan Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untu k mencapai tujuan bersana, sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organis asi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau le bih. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan ker jasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan ber sama. Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : Adanya tujuan bersama Adanya kerjasama dua orang atau lebih Adanya pembagian tugas Adanya kehendak untuk bekerja sama PERUBAHAN SISTEM INFORMASI DALAM ORGANISASI (a) Infrastruktur Teknologi Informasi dan Layanan Teknologi Informasi Salah satu cara agar organisasi bisa mempengaruhi bagaimana teknologi informasi digunakan yaitu melalui keputusan-keputusan mengenai konfigurasi teknis dan orga nisasional dari system, siapa yang akan mendesain, membangun dan memelihara infr astruktur IT organisasi. Uniot yang bertanggung jawab memelihara layanan teknolo gi (hardware, software, data storage, dan network) disebut departemen system inf ormasi Departemen system informasi terdiri dari para ahli, seperti programmer, analis s ystem. Pemimpin proyek, dan manajer system informasi. Programmer adalah ahli tek nis terlatih yang membuat instruksi perangkata lunak pada computer. Analis syste m bertugas menyususn hubungan antar kelompok system informasi dan kelompok-kelom pok lain dalam organisasi. Manajer system informasi adalah pemimpin dari beragam ahli pada departemen system informasi Selain itu ada juga Chief information officer (CIO) dan end-user. CIO tergolong manajer senior yang bertugas mengepalai fungsi system informasi di dalam perusah aan. Sedangkan end-user adalah perwakilan di luar kelompok system informasi seba gai objek sasaran pengembangan aplikasi. (b) Bagaimana system informasi mempengaruhi organisasi Teori ekonomi o IT mengganti biaya modal dan biaya informasi o Teknologi system informasi merupakan factor produksi seperti halnya moda l dan tenaga kerja o Teori biaya transaksi menyatakan bahwa perusahaan berusaha mengurangi bi aya transaksi. o IT membantu perusahaan menekan biaya transaksi. Jika biaya transaksi men urun, jumlah karyawan juga mengecil karena semakin murah dan mudah bagi perusaha an untuk membuat kontrak pembelian barang-barang dan jasa di pasar disbanding me mbuat sendiri produk dan jasanya. o Teori agensi mengatakan perusahaan memiliki ikatan kontrak di antara bag ian-bagian yang harus diawasi dan dikelola o IT bias mengurangi biaya agensi, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh ta npa menambah biaya pengawasan, dan tanpa menambah tenaga kerja. Teori Behavioral

o IT membuat organisasi lebih ramping. o IT mampu mengubah hierarki pengambilan keputusan dengan menekan biaya in formasi o Memperluas distribusi informasi o Mempercepat proses pengambilan keputusan o Memfasilitasi pekerja tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengaw asan dan meningkatkan efisiensi manajemen o Rentang pengendalian perusahaan juga akan meningkat Pada organisasi postindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengeta huan dan kompetensi. Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja profession al cenderung berciri self-managing; dan pengambilan keputusan menjadi lebih terd essentralisasi sementara pengetahuan dan informasi semakin tersebar secara luas. Teknologi informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelo mpok-kelompok professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtua l, yaitu organisasi yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan orang, asset, dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan tanpa ter batasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik. System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, bu daya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-pr oyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional. (c) Internet dan Organisasi Internet meningkatkan aksesbilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pe ngetahuan untuk organisasi. Internet mampu secara dramatis menekan biaya transak si dan agensi. Bisnis secara cepat membangun kembali sebagian proses bisnis inti nya melalui teknologi internet dan menjadikan teknologi ini sebagai komponen pok ok bagi infrastruktur teknologi informasi. Jika jaringan lebih dimanfaatkan seca ra efisien, hasilnya berupa proses bisnis lebih mudah dilakukan, karyawan yang d ibutuhkan lebih sedikit, dan organisasi menjadi lebih ramping daripada waktu lal u.