Anda di halaman 1dari 27

The most informative place on Fish Farming. Thanks for dropping by.

Home | About Us | Kontak | Produk

Budidaya Ikan Nila dan Aquaculture Untuk Pembangunan pedesaan

Dapatkan Panduan Dan Newsletter Budidaya Ikan Dan Tips Sukses. Masukan Email Anda!
Name: Email:

> Ubah kelamin dengan


perendaman 17AMT

> Produksi nila jantan dengan


hormon 17AMT > Aquaculture Ikan Nila

Nila atauTilapia berasal dari negara Afrika, tetapi telah diperkenalkan di banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ikan nila tahan terhadap serangan penyakit, Mudah berkembangbiak, makan berbagai jenis makanan dan bertoleransi dengan kualitas air yang buruk dengan kadar oksigen terlarut rendah. Sebagian besar akan tumbuh di air payau dan beberapa akan beradaptasi dengan baik di air laut. Karakteristik ini membuat nila cocok untuk di budidayakan di kebanyakan negara berkembang. Mereka paling sering dibudidayakan di kolam, danau dan sawah.

> Sebelum Menjalankan Usaha Nila > Mengenal Ikan Nila > Kolam Ikan Nila > Kolam Semen atau Tangki > Pemijahan, Pendederan,

Sebuah daftar panduan singkat karakteristik untuk jenis nila penting disertakan pada akhir panduan ini.

pembenihan Ikan Nila > Cara Membuat Nila Jantan > Pellet Buatan Sendiri Mantap

> Bagaimana Membudidaya Ikan


Nila

> Bagaimana Membuat Formula


Pakan Ikan?

> Kolam Terbuka dan Kolam


Jaring Apung

> Membuat Pakan Ikan sendiri > Ikan Tidak Mau Makan Pellet
Buatan Sendiri

> Masalah Yang Timbul Dalam


Pembuatan Pakan Ikan

> Perhitungan Keuntungan Usaha


Pembenihan Nila

Gambar 1: Bududaya di kolam

> Analisis keuntungan usaha


pembesaran ikan nila

> Peluang Usaha Baru pada


Budidaya Ikan

NEWS
Teknik Fisika ITB Hasilkan Mesin Pelet Apung BUDIDAYA IKAN NILA GIFT produksi sangkal ikan nila

Gambar 2: Budidaya ikan nila di keramba atau jaring apung

Gambar 3: Budidaya ikan nila di sawah Masalah Kelebihan Populasi di Kolam Reproduksi alami spesies ikan nila terjadi dalam salah satu dari dua cara. Spesies Oreochromis aureus, O. mossambicus dan O. niloticus disebut mouth-brooders(telur dalam mulut). Betina mengeram dan menetaskan telur-telur dalam mulutnya setelah mereka diletakkan dan dibuahi oleh nila jantan mereka. Spesies T. rendalli dan T. zilli disebut substrat petelur, karena telur diletakkan dan menetas di bawah substrat dalam sarang yang digali oleh jantan dan betina. Induk memelihara telur dan larva, tetapi tidak melindungi mereka di mulut mereka. Kemudahan menghasilkan telur dan larva membuat mereka menghasilkan keturunan yang banyak dan tentu menguntungkan untuk di budidayakan. Namun, sifat ini juga menimbulkan masalah. Tingkat kelangsungan hidup dan tumbuh ikan kecil sangat tinggi menjadikan kolam ramai dan sesak. Ikan menjadi terhambat pertumbuhannya karena pasokan makanan alami organisme di kolam habis. Hampir 75% atau lebih dari populasi berat ikan nila mungkin kurang dari 100 gram. Hal ini mungkin tidak ada masalah serius di

Timur, di mana bahkan ikan-ikan kecil dimakan. Namun, jika ikan yang lebih besar dari 150 gram lebih disukai oleh pasar, teknik budidaya khusus mungkin diperlukan untuk pertumbuhan ikan. Teknologi ini berbeda, membutuhkan tingkat keahlian dan manajemen dan menghasilkan berbagai tingkat keberhasilan besar dalam memproduksi nila atau tilapia. Beberapa dapat dikombinasikan untuk efisiensi dalam penggunaan sumberdaya.

Metode untuk Mengendalikan Reproduksi Ikan Nila Tujuh metode berikut digunakan untuk mengontrol reproduksi ikan nila. Gambar 4 adalah sebuah diagram alur yang menunjukkan di mana metode ini cocok dengan sistem produksi yang berbeda. 1. Pemanenan berkala nila larva dan ikan kecil dengan jaring untuk mengurangi persaingan makanan. - Efektif dalam kolam kecil. - Tenaga kerja intensif. - Memerlukan sedikit keterampilan. 2. Pemisahan jenis kelamin setelah masa pertumbuhan awal (budidaya monosex). - Jantan tumbuh lebih cepat daripada betina. - Sulit untuk kolam besar karena sejumlah besar ikan yang dibutuhkan dan prosesnya lambat. - Kesalahan yang dibuat pada pemisahan sexing adalah sekitar 90%. - Memerlukan tenaga kerja terlatih. 3. Stocking hibrida (kawin silang) anak ikan "semua jantan". - Jantan tumbuh lebih cepat daripada betina. - Membutuhkan persediaan bibit induk murni. - Memerlukan fasilitas penetasan khusus dan tenaga terampil. - Fingerlings hibrida mahal untuk diproduksi. 4. Budidaya terapung yang digantung di atas kolam. - Jatuhnya telur ikan melalui jaring mencegah populasi anak

ikan yang terlalu banyak dan berdesak-desakan dalam jaring. - Budidaya kolam system apung biayanya mahal. - Memerlukan makanan kualitas tinggi dan pemeliharaan intensif. 5. Budidaya nila dengan kepadatan yang sangat tinggi di kolam. - Berkerumun dalam jumlah banyak mengurangi dorongan untuk bereproduksi. - Diperlukan pemberian pakan dengan ransum berkualitas tinggi diperlukan secara intensif. - Pasokan air yang baik harus tersedia. - Memerlukan listrik, gas atau diesel perangkat aerasi. - Memerlukan keterampilan manajemen. 6. Menyediakan dalam kolam ikan liar sebagai anak ikan atau ikan dewasa di kolam ikan nila. - Mengendalikan reproduksi berlebihan. - Menghasilkan dua macam ikan. - Nila besar harus ditebar awalnya atau mereka akan dimakan. - Seringkali sulit untuk mendapatkan jumlah yang memadai pemangsa fingerlings 7. Berikan pakan berhormon nila larva mulai dari umur dibawah 10 hari sampai umur 21 hari. Dengan pemberian hormon jantan dapat menghasilkan "semua laki-laki" fingerlings. - Hormon sulit untuk didapatkan. - Penetasan fasilitas dan tenaga terampil yang diperlukan.

Gambar 4: Bagan alur titik-titik dalam suatu sistem produksi di mana metode yang berbeda untuk kontrol populasi nila digunakan dalam mendapatkan ikan dipasarkan.

Rangkuman dari Pertimabangan Untuk Budidaya Ikan Nila Tabel berikut meringkas pertimbangan utama untuk budidaya nila di kolam, apung dan sawah. Hal ini dimaksudkan sebagai daftar periksa untuk mereka yang tertarik pada budidaya nila.

Bimbingan Membudidaya Jenis-jenis Ikan Nila Ada banyak jenis nila, tetapi hanya sedikit yang dibudidayakan secara luas di seluruh dunia saat ini. Daftar berikut kelompok luas spesies nila yang mengeram telur dalam mulut induk betina (mouth substrat brooders) dan petelur. Induk Mengeram Telur dalam Mulutnya (mouth brooders) 1) Oreochromis aureus biologi dan budidaya. a. Reproduksi: 1. Betina mengeram telur di mulutnya. 2. Suhu optimum 23-28 derajat Celcius. 3. Bertelur 3 kali atau lebih per tahun dengan jumlah 1.5004.300 telur yang dihasilkan per tahun. 4. Telur menetas dalam 3 sampai 5 hari dan betina penjaga anak-anaknya selama 8-10 hari setelah

menetas. b. Makanan: 1. Anak ikan memakan zooplankton. 2. Ikan dewasa memakan zooplankton dan fitoplankton, dan memakan rumput dan organisme. Juga makan makanan yang diproduksi (pellet). c. Budidaya: 1. Lebih menyukai suhu 25 sampai 30 derajat Celcius. 2. Suhu rendah toleransi 8-9 derajat Celcius. 3. Tumbuh baik sampai salinities dari 16-20 bagian per seribu. 2) Mujair biologi dan budidaya. a. Reproduksi: 1. Betina mengeram telur di mulutnya. 2. Suhu optimum 23-28 derajat Celcius. 3. Dapat berkembang biak 6-12 kali per tahun dengan 2.000 hingga 10.000 telur yang dihasilkan per tahun. 4. Telur menetas dalam 2 sampai 5 hari dan menjaga larva selama 8-10 hari. b. Makanan: 1. Anak ikan makan zooplankton. 2. Ikan dewasa makan zooplankton, fitoplankton dan makanan yang diproduksi (pellet). c. Budaya: 1. Suhu optimum 25-30 derajat Celcius. 2. Temperatur rendah toleransi adalah 10-12 derajat Celcius. 3. Berkembangbiak dan tumbuh dengan baik di air payau. 3) Oreochromis niloticus biologi dan budidaya. a. Reproduksi: 1. Betina mengeram telur di mulutnya. 2. Suhu optimum 25-29 derajat Celcius. 3. Rata-rata tiga kali berkembangbiak per tahun dengan sekitar 750-6.000 telur yang dihasilkan per tahun. 4. Telur menetas dalam 3 sampai 5 hari dan betina menjaga larva selama 8 sampai 10 hari setelah menetas.

b. Makanan: 1. Anak ikan makan zooplankton. 2. Ikan dewasa makan fitoplankton, zooplankton, serangga dan organisme di dasar kolam. Juga makan makanan yang diproduksi. c. Budaya: 1. Suhu optimum 25-30 derajat Celcius. 2. Toleransi suhu yang lebih rendah adalah 11 derajat Celcius. 3. Tumbuh dengan baik di air hingga 20 bagian per seribu salinitas.
Substrat petelur

1) Tilapia rendalli biologi dan budidaya. a. Reproduksi: 1. Jantan dan betina menggali sarang dan menetaskan telur dan menjaga larva atau anak ikan dalam mulutnya. 2. Suhu optimum 25-30 derajat Celcius. 3. Pemijahan bisa terjadi pada interval 7-minggu dengan 12.000 hingga 20.000 telur yang dihasilkan per tahun. 4. Telur menetas dalam 5 hari. b. Makanan: 1. Anak ikan makan zooplankton. 2. Ikan dewasa makan rumput laut, serangga, alga dan pakan yang diproduksi. c. Budidaya: 1. Suhu optimum 28 derajat Celcius. 2. Temperatur rendah toleransi adalah 12-13 derajat Celcius. 3. Dapat mentolerir air payau. 2) Tilapia zillii biologi dan budaya. a. Reproduksi: 1. Induk jantan dan betina menggali sarang dan menjaga telur dan anak ikan. 2. Suhu optimum 22-26 derajat Celcius. 3. Enam kali berkembangbiak per tahun mungkin dengan

sekitar 6000 hingga 42.000 telur yang dihasilkan per tahun. 4. Telur menetas dalam 3 sampai 5 hari. b. Makanan: 1. Anak ikan makan zooplankton. 2. Ikan dewasa makan fitoplankton, daun, batang, tumbuhtumbuhan air yang berakar dan pakan yang diproduksi. c. Budidaya: 1. Suhu optimum 28 derajat. 2. Toleransi suhu yang lebih rendah adalah 8-9 derajat Celcius. 3. Tumbuh baik di air laut kekuatan penuh.

GLOSARI

air payau - Campuran air tawar dan air luat. pupuk - Suatu zat yang ditambahkan ke air untuk meningkatkan produksi makanan ikan alami organisme. Anak ikan Ikan baru menetas yang beratnya kurang dari 1 g atau ukuran kurang dari 2,5 cm, panjang total. Grow-out pond / fasilitas - Sebuah kolam atau sarana lain yang digunakan untuk pembesaran ikan sampai ukuran yang dipasarkan. terintegrasi akuakultur - Sistem akuakultur yang terintegrasi dengan ternak dan / atau produksi tanaman. Misalnya, dengan menggunakan pupuk kandang hewan untuk memupuk kolam ikan untuk meningkatkan produksi dan air dari kolam untuk mengairi taman. hormon jantanisasi - Suatu zat yang, ketika diberi makan untuk nila larva, mendorong jaringan terdiferensiasi untuk berkembang menjadi organ reproduksi jantan (testis). manual sexing - Memeriksa ikan untuk menentukan seks. diproduksi makanan - Secara komersial untuk makanan

olahan ikan atau ternak. campuran budidaya seks - Budidaya jantan dan betina tumbuh-dalam kolam yang sama. monosex Culture - budidaya dari semua jantan untuk pasarkan. Mouth-brooder - Ikan yang menetaskan telurnya dalam mulutnya. partial harveting - Periodik pemanenan sebagian ikan dari fasilitas budaya selama siklus budidaya. fitoplankton Tumbuhan dalam air-plankton. plankton - Berbagai, kebanyakan mikroskopik, perairan organisme (tumbuhan dan hewan) yang berfungsi sebagai makanan bagi hewan air yang lebih besar dan ikan. polikultur - Budaya simultan dua atau lebih spesies air dengan kebiasaan makanan yang berbeda. predacious fish (ikan buas) - Sebuah spesies ikan yang memakan ikan sebagai makanan lain. spawning (pemijahan) Proses perkawinan dan memproduksi telur dan larva. substrat spawner - Ikan yang bertelur pada beberapa bentuk substrat atau permukaan di mana mereka akan menetas. zooplankton - Renik binatang kecil dalam air-plankton.

Source:

------------------------------------------------------------------Alex Bocek, Editor International Center for Aquaculture dan Lingkungan Perairan Swingle Hall Auburn University, Alabama 36849-5419 USA Suzanne Gray, Ilustrator Informasi yang terkandung di sini tersedia bagi semua orang tanpa membedakan ras, warna kulit, jenis kelamin atau asal kebangsaan. http://www.ag.auburn.edu/fish/international/tilap.htm ________________________________________

Artikel yang berhubungan dengan IKAN NILA: > Aquaculture Ikan Nila > Sebelum Menjalankan Usaha Nila > Mengenal Ikan Nila > Kolam Ikan Nila > Pemijahan, Pendederan, pembenihan Ikan Nila > Cara Membuat Nila Jantan > Pellet Buatan Sendiri Mantap > Bagaimana Membudidaya Ikan Nila > Bagaimana Membuat Formula Pakan Ikan? > Kolam Terbuka dan Kolam Jaring Apung > Membuat Pakan Ikan sendiri > Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri > Masalah Yang Timbul Dalam Pembuatan Pakan Ikan > Perhitungan Keuntungan Usaha Pembenihan Nila > Analisis keuntungan usaha pembesaran ikan nila > Peluang Usaha Baru pada Budidaya Ikan

Copyright 1998-2009 by www.ikannila.com

Sistem Reproduksi a). Tahap pembentukan spematozoa di bagi atas 3 tahap yaitu : 1. Spermatogenesis. Meupakan tahap spermatogenea yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosot primer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti sel nya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit skunder. 2. Tahapan meiosis Spermatosid primer, menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis 1, yang kemudian diikuti dengan meiosis 2. 3. Tahapan spermiogenesis Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang memiliki 4 fase yaitu fase golgi, fase tulup, fase akrosom, dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masuk. (Iqbal, 2008).
http://daniwara.wordpress.com/laporan-praktikum/

ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN NILA HITAM

Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas, dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. . Anatomi dan Fisiologi Ikan nila http://muntaha-anatomihewan.blogspot.com/2011/03/anatomi-dan-fisiologi-ikan-nila-hitam.html

ANATOMI DAN FUNGSI REPRODUKSI HEWAN JANTAN

ANATOMI DAN FUNGSI REPRODUKSI HEWAN JANTAN Pada hewan yang melakukan fertilisasi secara interna organ reproduksinya dilengkapi dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi menyalurkan sperma dari organisme jantan ke betina. Peranan hewan jantan dalam hal reproduksi terutama adalah memproduksi sperma dan sejumlah kecil cairan untuk memungkinkan sel sperma meluncur menuju rahim System reproduksi jantan terdiri atas : 1. testis 2. epididimis 3. duktus deferens 4. kelenjar aksesori (kelenjar vesikulosa, prostate dan bulbouretralis )

5. uretra 6. penis Skrotum Pada semua mamalia yang hidup di laut dan pakidermis (binatang berkulit tebal) testis mengalami penurunan. Kearah stratum pada unggas, testis tidak mengalami penurunan, tetapi tetap tinggal disekitar ginjal. Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1 sampai 8 ?C lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh system otot rangkapyang menarik testis mendekati dinding tubuh untuk memanasi testis atau membiarkan testis atau membiarkan testis menjauhi dinding tubuh agar lebih dingin. Testis Gonad indiferen sewaktu embrio dini pada betina berdeferensisi menjadi ovarium, sedangkan pada jantan menjadi testis. Pada semua spesies testis berkembang didekat ginjal yaitu pada daerah Krista genitalis primitip pada mamalia, testis mengalami penurunanyang clukup jauh, pada kebanyakan spesies berakhir pada skrotum. Pada burung, testis tidak mengalami penurunan, tetap tinggal pada posisi disekitar daerah testis itu berasal. Fungsi testis ada dua macam:yang menghasilkan hormon seks jantan yaitu androgen dan menghasilkan gamet jantan disebut sperma. Sperma dihasilkan ditubulus seminiferus. Tubulus-tubulus tersebut sangat berliku-liku pada jantan yang lebih tua spermatogonia tumbuh menjadi spermatosit primer, yang setelah pembelahan meiosis pertama tumbuh menjadi spermatosit sekunder haploid selanjutnya spermatosit sekunder haploid tumbuh menjadi spermatidyang setelah mengalami sederetan transpormasi disebut spermiogenesis, kemudian tumbuh ,menjadi sel sperma yang terdiri atas sebuah kepala sebuah bagian tangah (tubuh) serta sebuah bagian ekor. Fungsi testis lainnya yang penting adalah sekresi hormon seks jantan. Bukti-bukti yang ada dan yang terbaik menunjukan bahwa hanya sel leydig yang terdapat pada jaringan interestisial mensekresi hormone androgen. Gonade jantan atau testis terdiri atas banyak saluran yang melilit-lilit. Saluran tersebut adalah tubulus seminiferus, dimana pada tempat tersebut sperma terbentuk. Sel-sel leydig yang tersebar diantara tubulus semeniferus menghasilkan testosterone dan androgen yang merupakan hormon seks jantan. Produksi sperma yang normal tidak akan dapat terjadi pada suhu tubuh sebagian besar mamalia, sehingga testis manusia dan mamalia lain dipertahankan berada diluar ronnga abdomen tepatnya didalam skrotum, yang merupakan pelipatan dinding tubuh. Suhu dalam sakrotum adalah sekitar 2?C dibawah suhu rongga abdomen. Dari tubula seminiferus testis, sperma lewat kedalam saluran mengulir pada epididimis. Selama perjalanan ini sperma menjadi motil dan mendapatkan kemampuan untuk membuahi. Selama ejakulasi, sperma didorong dari epididimis melalui vasdeferens berotot. Kedua duktus ini berawal dari skrotum disekitar dan dibelakang kandung kemih, dimana masing-masing menyatu dengan duktus dari visikula seminalis, yang membentuk duktus ejakulasi yang pendek. Duktus ejakulasi itu membuka ke uretra, yaitu saluran yang mengosongkan isi system ekskresi dan system reproduksi. Uretra terdapat disepanjang penis dan membuka keluar pada ujung penis.

Kumpulan kelenjar aksesoris (vesikula seminalis, prostate, dan kelenjar bulbo uretralis). Vesikula seminalis menyumbangkan sekitar 60 % total volume semen. Cairan tersebut mengandung mukus, gula fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi yang digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin. Kelenjar prostate adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), dan sedikit asam. Kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang uretra, dibawah prostate. Sebelum ejakulasi kelenjar tersebut mensekresikan mucus bening yang menetralkan setiap urine asam yang masih tersisa dalam uretra. Sistem duktus Sistem duktus pada jantan sebagian besar berasal dari system duktus wolff pada ginjal mesonefrik. Tubulus mesonefrik berkembang menjadi vasdeferens, duktus mesonefris menjadi epididimis, sedangkan vasdiperensdan vesikula seminalis dibentuk terakhir dari evagianasi duktus. Sisa-sisa dari system duktus yang lain (uretra prostatik membranosa dan kavernosa) berkembang dari sinus urogenitalis seperti halnya dua kelenjar asesoris jantan yang lain, yaitu kelenjar prostate dan kelenjar cowper (kelenjar bulbo-uretra) vasdeferens dibungkus oleh lapisan otot yang berkembang baik yaitu lapisan-lapisan otot longitudinal luar dan dalam dengan lapisan sirkuler diantara keduanya kontraksi lapian otot ini mungkin merupakan sebagian yang bertanggung jawab pada gerakan sperma yang melalui system duktus. Penis pada manusia penis terdiri atas tiga (pada mamalia domestikasi dan mamalia laboraturium terdiri atas dua buah) bangunan silinder disebut korpora covernosa penis. Ujung penis yang disebut dengan glan penis, dilengkapi dengan suatu produk pada korpora kalvernosanya. Kelenjar-kelenjar asesoris pelengkap Yang termasuk kelenjar pelengkap adalah sepasang vesikula seminalis, prostate (yang pada tikus terdiri atas tiga lobi, sedangkan pada mamalia berupa bangunan tunggal), dan sepasang kelenjar bulbo uretra atau kelenjar cowper. Pada berbagai spesies terdapat variasi yang sangat berbeda, baik mengenai ukuran relatifnya maupun bentuk anatomi kelenjar-kelenjar aksesorisnya. Sel-sel sperma yang ditemukan dalam tubulus semi niverus serta duktus-duktus ekskreterius bagian proximal tidak dapat bergerak. Sel-sel sperma ini kemudian dapat bergerak dan mungkin aktif mengadakan metabolisme setelah mengadakan kontak dengan apa yang disebut dengan plasma semen. Plasma semen mempunyai dua fungsi utama yaitu: berfungsi sebagai media pelarut dan sebagai pengaktif bagi sperma yang mula-mula tidak dapat bergerak serta melengkapi sel-sel dengan substrat yang kaya akan elektrolit (natrium dan kalium klorida), nitrogen, asam sitrat, fruktosa, asam askorbat, inositol, fosfatase sera ergonin, dan sedikit (trace) vitamin-vitamin serta enzienzim. 1. PISCES Pada pisces, ketika masih muda sulit di bedakan antara hewan jantan dan betina, baik secara morfologi maupun anatomi. Organ reproduksi jantan dan betina pada waktu masih muda

memiliki struktur yang sama dan disebut ganoda. Setelah dewasa organ reproduksi jantan pada ikan, dapat di bedakan organ genitalia masculine tampak berwarna putih susu dengan permukaan licin berisi spermatozoa. Testis berjumlah sepasang menggantung pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Berbentuk oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang, berwarna putih dan seringkali berlobus. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat musim memijah dan saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah atau lubang urogenital. Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Baian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantungsperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan system reproduksi menuju kloaka secara terpisah. Organ kopulatoris merupakan modifikasi sirip anal maupun sirip pelvis. Sirip pelvis pada elasmoranchi akan termodifikasi menjadi clasper. Pada teleostei sirip anal memanjang membentuk gonopodium.
Daftar Pustaka Campbell, Neil A. 2002. BIOLOGI JILID III. Jakarta : Erlangga. http://tumoutou.net/6_sem2_023/elvia_hernawan.htm Nalbandov. A.V.1990. Fisiologi Reproduksi Pada Mamalia dan Unggas. Jakarta. UI Press. Sukiya. 2001. Biologi Vertebrata. Yogyakarta: FMIPA UNY. Dellmann Dieter .H, & Brown E.M. 1992.BUKU TEKS HISTOLOGI VETERINER.Jakarta. UI Press.

SISTEM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI Definisi : Sistem reproduksi adalah sistem untuk mempertahankan/melestarikan spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi adalah urutan proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma) sampai menjadi anak ikan dan seterusnya. Organ-organ reproduksi : Organ kelamin (gonad) : menghasilkan sel-sel kelamin (gamet) menghasilkan spermatozoa4. Gonad jantan : testes, biasanya sepasang, kiri dan kanan menghasilkan telur5. Gonad betina : ovari/ovarium Tipe reproduksi : Berdasarkan organ kelamin : 2 macam1. Biseksual (individu betina terpisah dari individu jantan) 2. Hermafrodit (sel kelamin jantan dan betina terdapat pada satu individu) 3 macam 3. Partenogenesis dan ginogenesis Berdasarkan proses pembuahan sel telur oleh spermatozoa : 1. Eksternal (ovivar) : pembuahan di luar tubuh betina, perkembangan embrio di luar tubuh betina, jumlah telur ratusan s.d ribuan

2. Internal a. vivipar : pembuahan di dalam tubuh betina, embrio mendapatkan sari makanan dari induk sampai menetas b. ovovivipar : embrio mendapat sari makanan dari kuning telur perlu organ penyalur spermatozoa : - gonopodium (ikan seribu) - clasper (cucut)

Berdasarkan perlindungan induk terhadap telur/anaknya : 1. tanpa perlindungan : tongkol, patin, bandeng- telur banyak (ratusan ribu), ukuran kecil - pemijahan di tempat terbuka 2. membuat sarang : - tanpa ditunggu induk - sarang dari daun-daunan, kayu, pasir 3. di lokasi khusus, tanpa perlindungan induk - di bebatuan, tenggelam di dasar - di tanaman air - diletakkan pada cangkang bivalva hidup - diletakkan di pasir 4. perlindungan induk di luar tubuh - buih/gelembung - kayu/daun - lubang/sarang 5. perlindungan induk di dalam tubuh - di dalam mulut - di cekungan di kepala - di dalam uterus Ciri kelamin 1. Primer (gonad dan saluran yang terlibat langsung dalam proses reproduksi) - jantan : organnya testes dengan salurannya vas deferens - betina : organnya ovarium dengan salurannya oviduct baru diketahui setelah dilakukan pembedahan 2. Sekunder (terlihat dari luar, tidak terlibat langsung dalam reproduksi) - bentuk/ukuran (dimorfisme) badan, kepala, ukuran sirip, adanya genital papila, ovopositor - warna (dikromatisme) jantan : cerah, warna-warni

betina : sederhana, hanya satu warna - tingkah laku jantan : agresif, lincah, membuat sarang betina : tenang, menunggu sarang selesai

Budidaya Ikan Nila


Ikan Nila adalah ikan dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang luar biasa enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.

cara budidaya ikan nila Sejarah Ikan Nila Ikan ini pertama kali dibawa dari Taiwan ke Bogor yakni di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. setelah diteliti ikan nila desebarkan ke berbagai daerah perikanan dan diberi nama sesuai dengan nama latinnya yakni Nilotica. Dimana nama ini menunjukkan daerah asal ikan ini yakni sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda dan mereka selama bertahun tahun habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan ke hilir sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir.Ikan ini dengan bantuan dari manusia sekarang sudah tersebar sampai ke lima benua. Meskipun habitatnya yang disukai adalah daerah tropis dan hangat.

Habitat ikan Nila Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik. Perkembangbiakan Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini Kebiasaan makan ikan Nila Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas. Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya. Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex Prospek pasar Jika anda tertarik untuk memelihara ikan nila sebagai species pilihan maka memang betul sekali pilihan anda. Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat

memungkinkan dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi dengan harga yang cukup terjangkau pasar. Jenis ikan nila yang menjadi target pasar dalam negri adalah jenis ikan nila lokal dimana anda bisa mensuply ikan anda ke berbai kolam pemancingan dan juga aneka rumah makan, sementara untuk pangsa ekspor anda sebaiknya memilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Kualitas daging dan ukuran tubuh menjadi tuntutan bagi para peternak untuk mengekspor produknya. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat tubuh minimal 500g per ekornya dengan kualitas no 1. dan tujuan ekspornya adalah Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.

The most informative place on Fish Farming. Thanks for dropping by.
Home | About Us | Kontak | Produk

Bagaimana Membudidaya Ikan Nila


Budidaya Ikan Nila

RUANG TANYA JAWAB DAN KOMENTAR Dapatkan Panduan Dan Newsletter Budidaya Ikan Dan Tips Sukses. Masukan Email Anda!
Name: Email:

> Ubah kelamin dengan


Ikan nila adalah ikan yang hanya dapat hidup pada air hangat. Ikan nila perendaman 17AMT

ini berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Budidaya ikan nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau luar kota yang airnya bersih. Jenis nila yang masuk ke Indonesia pertama kali adalah jenis oreochromis niloticus dan nila jenis mozambigue atau lebih dikenal dengan mujair. Jenis nila ini banyak di sebarkan oleh BBPBAT ke seluruh tanah air. Keuntungan dari budidaya nila adalah kemampuan untuk bereproduksi cukup tinggi. Antara 2-3 bulan dari bibit, ikan nila sudah dewasa dan dapat menghasilkan telur setiap bulan satu kali. Sifat ikan nila yang cepat menghasilkan anak ikan, menyebabkan kelebihan populasi ikan nila dalam kolam, yang berdampak pada pertumbuhan ikan yang lambat. Hal ini dapat dilihat bada saat panen ikan nila, ukuran ikan nila terdapat berbagai ukuran dari ikan kecil-kecil, sedang, dan besar. Ikan nila jantan akan terlihat lebih besar dari ikan nila betina. Menurut BBPBAT perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina selisih 40%. Lambatnya pertumbuhan betina di karenakan sifat alaminya untuk menghasilkan anan-anak ikan. Pada saat nila bertelur, saat itu juga ikan nila betina tidak makan selama kira-kira kurang dari 10 hari. Yang dilakukan oleh induk nila betina adalah menjaga larva dalam mulutnya sampai ukuran cukup besar untuk dibiarkan oleh induknya. Reproduksi ini terjadi pada kolam air tanah atau kolam semen yang airnya tenang. Budidaya ikan nila di jaring apung dan air deras dapat mengurangi reproduksi ikan kecil, karena proses pemijahan sulit untuk dilakukan, sehingga telur-telur ikan nila betina akan hanyut dan tidak adanya tempat yang tenang untuk jantan membuat sarang dan membuahi telurtelur nila. Untuk memproduksi nila yang cepat besar yaitu nila jantan dapat dilakukan beberap hal: Pertama, memisahkan anak nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Hal ini tidak mudah karena tidak efesien dalam jumlah yang banyak dan umumnya pembudidaya ikan kurang mengenal mana jenis betina dan jantan. Kedua, melakukan kawin silang untuk mendapatkan jenis induk yang bisa menghasilkan anak ikan jantan. Tehnik ini dilakukan dengan penelitian yang seksama dan ujicoba yang tidak mudah. Memerlukan peralatan yang canggih, melalui test laboratorium untuk mempelajari hormon XX yaitu betina dan XY jantan. Ketiga, cara yang paling mudah dan sedikit mahal yaitu dengan metode mengubah jenis betina menjadi jantan dengan mengunakan hormone

> Produksi nila jantan dengan


hormon 17AMT > Aquaculture Ikan Nila > Sebelum Menjalankan Usaha Nila > Mengenal Ikan Nila > Kolam Ikan Nila > Kolam Semen atau Tangki > Pemijahan, Pendederan, pembenihan Ikan Nila > Cara Membuat Nila Jantan > Pellet Buatan Sendiri Mantap > Bagaimana Membudidaya Ikan Nila > Bagaimana Membuat Formula Pakan Ikan? > Kolam Terbuka dan Kolam Jaring Apung > Membuat Pakan Ikan sendiri > Jumlah Pemberian Pakan Ikan Nila? > Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri > Masalah Yang Timbul Dalam Pembuatan Pakan Ikan > Perhitungan Keuntungan Usaha Pembenihan Nila

sex reversal pada larva ikan nila. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya monoculture karena dapat praktekkan oleh siapa saja.

> Analisis keuntungan usaha pembesaran ikan nila > Peluang Usaha Baru pada Budidaya Ikan

Bagaimanakah proses jantanisasi? Proses mengubah nila menjadi jantan dapat dilakukan dengan cara pemberian pakan mengandung hormone synthetic atau dikenal dengan METHYLTESTOSTERONE. Hormone ini akan mengubah fisik larva ikan betina menjadi jantan. Tehnik ini pertama dikembangkan di Jepang pada tahun 1950 an oleh Oryzias Medakh. Penemuan ini pertama di ujicoba pada ikan mas (Cyprinus Carpio) dan kemudian hormon pengubah sex menjadi jantan banyak digunakan pada ikan nila. Pada tahun 1970-an pengunaan hormon ini meluas keseluruh dunia, dan hanya sedikit di Indonesia yang mengunakan hormon ini karena harga hormon sex reversal ini cukup mahal dan harus didatangkan dari luar negeri. Namun sedikit demi sedikit penguna hormon ini terus meningkat karena dapat memicu pertumbuhan ikan.

NEWS
Teknik Fisika ITB Hasilkan Mesin Pelet Apung BUDIDAYA IKAN NILA GIFT produksi sangkal ikan nila

Bagaimana cara mengunakan hormon pembuat jantan? Tiga langkah menyiapkan proses monokultur ikan nila: 1. Siapkan induk nila jantan dan betina. 1:3 berat induk antara 150-250 gram perekor. Pembibitan ikan nila ini dapat dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah dan lebih baik jika dilakukan pada aquarium. Ketika telur ikan nila menetas, induk betina akan menyimpan larva dalam mulutnya dan akan membiarkan anak-anaknya setelah berumur kira-kira 7 hari. Anak-anak ikan akan bergerombol dan sering naik ke permukaan air, dan saat inilah penangkapan dimulai dan memindahkan ke kolam khusus untuk persiapan pemberian pakan berhormon. Perlu di-ingat bahwa anak-anak ikan yang akan diberi pakan berhormon tidak lebih dari 11 hari agar hormone dapat bekerja dengan efektive. pemberian pakan berhormon pada anak ikan nila hanya selama 21 hari berturut-turut. Dapat mengunakan kolam tanah atau kolam semen. Kolam pendederan ini tidak perlu besar, 1x1x0.5 meter agar mudah untuk pemantauan, pemindahan, pemeliharaan. pakan berhormon pengubah sex dapat disiapkan terlebih dahulu atau pesan di ikanila.com

2.

3.

Minggu pertama pemberian pakan berhormon untuk 1000 ekor larva sebanyak 30% dari berat biomassa. 1000 ekor anak ikan Rata-rata berat 0.01 gram. Jadi pemberian pakan kira-kira 3 gram perhari, 4x pemberian pada jam 8-10 pagi dan sore jam 2-4 selama 7 hari. Minggu kedua anak-anak ikan sudah mencapai panjang 18-22 mm. kurangi kepadatan anak ikan dalam kolam menjadi 500 ekor permeter persegi. 1000 ekor anak-anak ikan pada minggu kedua sudah mencapai rata-rata berat 0.05 gram. Pemberian pakan 25% persen dari berat biomassa, kira-kira 12.5 gram pakan. 4x sehari selama 7 hari. Minggu ketiga anak ikan sudah mencapati 25-30 mm. kurangi lagi kepadatan ikan dalam kolam menjadi 250 ekor permeter persegi. Pada minggu ketiga 1000 ekor anak ikan sudah mencapai rata-rata 0.1 gram perekor. Pemberian pakan sebanyak 20% dari total biomassa. Kira-kira 20 gram perhari selama 7 hari. Setelah 21 hari, pemberian pakan berhormon dihentikan. Pemberian pakan berhormon ini akan menghasilkan 97-100% anak nila jantan. Tingkat hidup anak ikan nila mencapai 70-80 persen jika kualitas air baik dan tempat pemeliharan baik. Perlu diketahui, selama 21 hari anak ikan tidak boleh diberi pakan selain pakan berhormon! Setelah 21 hari Mulailah memberi pakan yang tidak mengandung hormone.

Persiapan anak ikan dibesarkan pada kolam pembesaran Bibit ikan nila yang telah diberi hormon jika sudah mencapai panjang 3.5-5 cm atau berat rata-rata 0.5 gram sudah boleh ditebar pada kolam pembesaran. Sebaiknya pada pembesaran jangan ada ikan jenis lain seperti lele, gabus atau ikan lainnya dalam satu kolam. Anak ikan yang diberi pakan berhormon akan bertumbuh lebih cepat dari anak-anak ikan yang tercampur jenis kelaminnya atau yang tidak diberi hormon.

Bagaimana Hormon Sex Reversal Bekerja? Hormon kelamin pada wanita dikenal dengan kromoson XX dan jantan XY. Hormone kelamin pada manusia terdapat juga pada species binatang. Dengan mengunakan hormone buatan anak ikan betina pada umur tertentu dapat diubah menjadi jantan. Hal ini hanya dapat dilakukan pada anak ikan di bawah 10 hari. Ikan yang memakan pakan yang dicampur dengan hormone 17 alpha methyltestosterone dapat

mengubah dari XX menjadi XY. Sedangkan ikan XY atau jantan akan tetap jantan dan tidak dapat diubah lagi. Pengubahan sex jantan pada ikan bertujuan untuk mengendalikan populasi perkembangbiakan ikan dalam satu kolam. Reproduksi anakanak ikan yang tidak teratur akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ikan. Dengan mengunakan hormon pengubah sex menjadi jantan pertumbuhan ikan akan lebih cepat karena jantan lebih unggul dari betina.

Bagaimana membuat pakan berhormon sex buatan? Pakan ikan pengubah sex buatan atau sex reversal dapat dibuat dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini: 1. Larutkan 3 gram 17 alpha methyltestosterone dengan mengunakan alcohol etil 95% sebanyak 200 cc untuk mencairkan butiran hormone. siapkan 1 kg pakan anak ikan yang halus sperti tepung. Campurkan pakan pada larutan hormone secara merata. keringkan pakan yang sudah dicampur dengan hormone agar alkoholnya menguap. Jangan mengunakan cahaya matahari. Keringkan selama semalam dalam ruangan. jika pakan sudah kering, masukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. pakan berhormon ini sudah dapat digunakan dalam 30 hari mendatang.

2.

3.

4.

5.

Apakah mengunakan pakan berhormon bernilai ekonomis? Kurang dari 8 Rupian untuk setiap ekor ikan mengunakan hormon. Bibit ikan nila ukuran 0.5 gram atau panjang 35-5 cm di pasarkan dengan harga Rp. 200-300 perekor. Sedangkan bibit ikan yang diberi hormone dijual dengan harta yang lebih tinggi dihargai 350-500 perekor.

Apakah ikan yang mengunakan hormone aman? Studi menunjukkan setelah 5 hari berhenti dari pemberian pakan

berhormon ikan nila jantan tidak mengandung kimiawi yang membahayakan manusia. Dan setelah beberapa bulan sampai ikan dapat dikonsumsi, konsumen dijamin betul-betul aman untuk memakan ikan nila hasil jantanisasi. Ikan nila kebanyakan hanya bisa hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di Negara empat musim juga membudidaya ikan nila dengan cara moderen. System pengairan mengunakan heater pada musim dingin. Mengenal dan mengetahui pengetahuan dasar budidaya ikan nila; ikan nila betina bertelur antara 2000-2500 ekor tergantung besar kecil induk. Tingkat hidup bergantung pada kualitas air dan pakan yang diberikan.

Ikan nila bertelur pada kisaran empat sampai enam (4-6) minggu atau bisa lebih cepat jika benih ikan sudah dilepas oleh induknya. Telur ikan nila yang akan menjadi larva disimpan dalam mulut induk nila. Telur ikan nila akan menetas antara lima sampai tujuh (5-7) hari. Setelah menetas atau menjadi larva induk nila akan mengawasi anak ikan dengan mulutnya. Perbandingan perkawinan nila jantan dan bertina; 1:3 dalam setiap meter persegi masukan empat sampai lima pasang pasang induk nila, (5 jantan dan 20 nila betina) permeter persegi. Temperature budidaya ikan nila sebaiknya 25C-31C untuk pemijahan. Temperature dibawah 13C ikan nila akan mati. Temperature antara 15C-20C ikan nila lambat membesar. 22C-31C ikan nila akan bertumbuh dengan cepat karena suhu seperti itu akan membuat ikan nila suka makan. Produksi ikan nila persetengah hektar berkisar 2-3 ton. Pakan nila berupa pellet tengelam dan pellet apung sebanyak 3.5 ton Nila konsumsi berat antara 200 gr. Sampai 800 gr. Perekor tergantung permintaan konsumen dan pasar. Makanan ikan nila mengandung protein 25-30 persen dan lemak 6-8 persen.

Sekedar hobby, atau untuk makan, atau untuk menjadikan sumber penghasilan tambahan. ikan nila merupakan potensial yang dapat dilirik oleh siapa saja yang ingin mengelutinya, Pendapatan yang lumayan jika dikelolah dengan baik. Selain daerah yang mendukung seperti air, ketersedian pakan juga sangat memungkinkan disetiap wilayah Indonesia yang kaya ini. Jadi, andapun pasti bisa membudidaya ikan nila dengan sedikit mengenal cara membesarkan ikan nila.

Artikel yang berhubungan dengan IKAN NILA: > Sebelum Menjalankan Usaha Nila > Mengenal Ikan Nila > Kolam Ikan Nila > Pemijahan, Pendederan, pembenihan Ikan Nila > Cara Membuat Nila Jantan > Pellet Buatan Sendiri Mantap > Bagaimana Membudidaya Ikan Nila > Bagaimana Membuat Formula Pakan Ikan? > Kolam Terbuka dan Kolam Jaring Apung > Membuat Pakan Ikan sendiri > Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri > Masalah Yang Timbul Dalam Pembuatan Pakan Ikan > Perhitungan Keuntungan Usaha Pembenihan Nila > Analisis keuntungan usaha pembesaran ikan nila > Peluang Usaha Baru pada Budidaya Ikan

Copyright 1998-2009 by www.ikannila.com