Anda di halaman 1dari 1

Syamsul Rizal 0903121374

Identifikasi Kandungan Beracun Pada Kemasan Makanan


I. latar belakang Plastik sudah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Hampir semua perabot rumah, pabrik industri, dan segala aspek dalam kehidupan menggunakan plastik termasuk digunakaan untuk mengemas makanan. Selain harganya yang tergolong murah, kepraktisan plastik dalam mengemas makanan memiliki daya tarik tersendiri. Namun tidak semua orang menyadari bahwa kantong plastik terutama yang berwarna hitam mengandung bahan-bahan berbahaya. Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan, dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Selain kantong plastik, salah satu kemasan yang paling dianggap berbahaya adalah Styrofoam. Monomer stiren yang terkandung dalam styrofoam dapat lepas ke dalam makanan yang berlemak, berminyak, beralkohol, dan bersuhu panas. Bahaya monomer stirena terhadap kesehatan setelah terpapar dalam jangka panjang, antara lain menyebabkan gangguan pada sistem syaraf pusat ,depresi, hilang pendengaran, dan neurofati peripheral. Stirena juga termasuk bahan yang diduga dapat menyebabkan kanker pada manusia

II. tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui kandungan beracun apa saja yang terkandung dalam kemasan makanan. 2. Mengetahui dampak jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkan bagi kesehatan. 3. Mengetahui perbandingan kandungan beracun pada plastik hitam, plastik putih dan Styrofoam.