Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

ANALISIS KRIMINOLOGIS TENTANG KEKERASAN SEKSUAL YANG DILAKUKAN SUAMI TERHADAP ISTRI

Oleh Rica Putri Cakradinata

Tindak kejahatan semakin hari semakin marak, bukan hanya kejahatan yang berdimensi politik dan ekonomi, akan tetapi juga bemotif kemanusiaan. Munculnya keinginan yang kuat untuk mengkristalisasi tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri dalam rumah tangga sebagai salah satu kejahatan kemanusiaan, antara lain karena dalam kenyataannya tindak pidana ini masih sangat sulit di selesaikan. Hal ini di sebabkan kurangnya perlindungan hukum yang di berikan oleh penegak hukum dalam proses peradilan pidana pada perkara-pekara tersebut. Untuk mengurangi tingkat kejahatan tersebut. Namun karena belum adanya Lembaga Perlindungan Saksi dan Koban sebagai pelaksana perlindungan saksi dan korban tindak pidana, maka pelaksanaan perlindungan hukum tehadap korban hanya dilakukan sebatas yang diatur dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Berdasarkan uraian di atas penulis melakukan penelitian guna mengetahui bagaimana analisis kriminologis tentang kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri dan upaya penanggulangan tentang kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri. Untuk membahas permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan dua pendekatan yakni yuridis normatif dan yurisdis empiris. Sumber dan jenis data menggunakan data primer dan data sekunder Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, populasi dalam penelitian ini diwakili oleh tujuh responden yang terdiri dari satu orang dari Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, dua orang penyidik Kepolisian Poltabes Bandar Lampung, dua orang Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjung Karang, dan satu orang korban satu orang pelaku kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri. Prosedur pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan data yang diperoleh diolah dengan melakukan identifikasi data, seleksi data, klarifikasi data, sistematika data, analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan ditarik kesimpulan secara induktif.

Rica Putri Cakradinata

Hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa analisis kriminologis tentang kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yaitu Marital rape istilah yang berkembang di masyarakat dimana telah terjadi perkosaan dalam rumah tangga atau yang terjadi dalam perkawinan dimana pada posisi seorang suami yang memaksa dengan kekerasan pada istrinya untuk melakukan hubungan seksual pada saat istri tidak menghendakinya atau disaat istri tidak menghendaki melakukan hubungan seksual dengan cara-cara yang tidak wajar atau tidak disukai istri. Hasil penelitian menunjukan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual yaitu faktor eksternal dan faktor internal dan upaya penanggulangannya dengan cara upaya non penal yaitu upaya pencegahan tanpa pidana (Preention without punishment) dan mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan lewat media massa (Influencing view of society on crime and punishment/mass media) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan Pemerintah harus membelakukan UU No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga secara komprehensif, jelas, dan tegas. Pihak kepolisian sebagai penyidik diharapkan dapat menempatkan diri sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam melakukan tugas penyidikan sehingga pelindungan koban tindak kekerasan dalam rumah tangga dapat terpenuhi. Masyarakat harus membuka diri tehadap perkembangan yang ada di bidang hukum. Karena dalam hal ini, pelindungan korban kekerasan dalam rumah tangga juga membutuhkan peran nyata dari masyarakat dalam pelaksanaannya. Hendaknya ada ketegasan dan kejelasan pengaturan dalam Hukum Pidana Indonesia terhadap pemidanaan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang baru saat ini. Hendaknya ada komunikasi yang efektif di dalam keluarga dan rumah tangga sehingga tidak tejadi kekerasan seksual yang dilakukan suami terhadap istri.