Anda di halaman 1dari 7

Penyebab Korosi dan Contoh Korosi di Lingkungan Sekitar

1.

Kontak Langsung logam dengan H2O dan O2 Korosi pada permukaan logam merupakan proses yang mengandung reaksi redoks. Reaksi yang terjadi ini merupakan sel Volta mini. sebagai contoh, korosi besi terjadi apabila ada oksigen (O2) dan air (H2O). Logam besi tidaklah murni, melainkan mengandung campuran karbon yang menyebar secara tidak merata dalam logam tersebut. Akibatnya menimbulkan perbedaan potensial listrik antara atom logam dengan atom karbon (C). Atom logam besi (Fe) bertindak sebagai anode dan atom C sebagai katode. Oksigen dari udara yang larut dalam air akan tereduksi, sedangkan air sendiri berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya reaksi redoks pada peristiwa korosi. Semakin banyak jumlah O2 dan H2O yang mengalami kontak denan permukaan logam, maka semakin cepat berlangsungnya korosi pada permukaan logam tersebut. Contoh korosi tersebut pada beberapa komponen seperti : a. Jeruji roda Karat pada jeruji roda dapat

mengakibatkan jeruji

putus sehingga

dapat membahayakan. Tafsiran biaya kerugian sebesar harga jeruji standar yaitu sekitar (+/- Rp. 40.000,- ).

b. Timbangan Korosi pada timbangan dapat

mengakibatkan besi rapuh dan timbangan tidak bisa dikalibrasi dikarenakan berat material sudah berbeda. Tafsiran kerugian pada timbangan tersebut sekitar (+/- Rp. 200.000,- ).

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 1

c. Korosi pada rantai Korosi pada rantai disebabkan oleh kotoran maupun air hujan. Sehingga akan terjadi reaksi kimia. Terjadinya korosi akan mengakibatkan rantai rapuh sehingga mudah putus. Tafsiran kerugian tergantung dari besar kecil rantainya. Untuk rantai sepeda motor saja kurang lebih Rp. 120.000,-. d. Korosi pada lambung kapal (Anode Korban)

Metode cathodic protection merupakan metode yang sudah sangat lazim dilaksanakan untuk proteksi korosi pada lambung kapal, namun adakalanya hal ini tidak terlalu diperhatikan secara serius sehingga hasil yang diinginkan biasanya meleset dan tidak efisien. Salah satu metode cathodic protection adalah metode anode korban. Anode korban. Tafsiran biaya kerugian lebih sedikit bila dibandingkan dengan korosi pada semua lambung kapal. Dengan adanya anode korban, kita hanya mengganti anodenya saja yaitu Rp. 70.000,- /kg.
2.

Keberadaan Zat Pengotor Zat Pengotor di permukaan logam dapat menyebabkan terjadinya reaksi reduksi tambahan sehingga lebih banyak atom logam yang teroksidasi. Sebagai contoh, adanya tumpukan debu karbon dari hasil pembakaran BBM pada permukaan logam mampu mempercepat reaksi

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 2

reduksi gas oksigen pada permukaan logam. Dengan demikian peristiwa korosi semakin dipercepat. Contoh korosi tersebut yaitu : a. Korosi pada skep karburator
Kotoran dari debu yang menempel, menyebabkan karat di skep. Efeknya gerak naik-turun skep jadi terhambat dan rpm mesin sulit dikontrol. Tafsiran biaya

kerugian sekitar (+/- R.p 20.000,- )

b. Korosi pada komponen elektronika Kotoran yang menempel pada

komponen-komponen

elektronika

tersebut dapat menimbulkan korosi. Kotoran tersebut bissa berasal dari debu maupun tangan orang yang

menyentuhnya. Tafsiran biaya kerugian sekitar Rp. 50.000,-.


3.

Kontak dengan Elektrolit Keberadaan elektrolit, seperti garam dalam air laut dapat mempercepat laju korosi dengan menambah terjadinya reaksi tambahan. Sedangkan konsentrasi elektrolit yang besar dapat melakukan laju aliran elektron sehingga korosi meningkat. Contoh korosi tersebut yaitu : a. Bangkai kapal di dasar laut. Gambar tersebut merupakan bangkai kapal di dasar laut yang telah terkorosi oleh kandungan garam yang tinggi. Air laut berfungsi sebagai elektrolit sehingga mempercepat terjadinya korosi.

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 3

b. Korosi pada pipa air


Korosi pada pipa termasuk errosion corrosion, yaitu jenis korosi yang kerusakannya karena aliran fluida

(kerusakan karena mekanis) dan reaksi electromechemical. Erosi juga

didefinisikan sebagai degradasi yang dipercepat karena adanya aliran fluida. Groves, gullies, sudut tajam, permukaan gelombang adalah karakter kerusakan dari erosi korosi. Tafsiran kerugian pada pipa ukuran panjang 1 meter dengan diameter 3 inchi sekitar Rp. 50.000,-.

4.

Temperatur Temperatur mempengaruhi kecepatan reaksi redoks pada peristiwa korosi. Secara umum, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat terjadinya korosi. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya temperatur maka meningkat pula energi kinetik partikel sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan efektif pada reaksi redoks semakin besar. Dengan demikian laju korosi pada logam semakin meningkat. Efek korosi yang disebabkan oleh pengaruh temperatur dapat dilihat pada perkakas-perkakas atau mesin-mesin yang dalam pemakaiannya menimbulkan panas akibat gesekan (seperti cutting tools ) atau dikenai panas secara langsung (seperti mesin kendaraan bermotor). Contoh korosi karena temperature yaitu : a. Leher knalpot kendaraan bermotor
Munculnya karat lantaran suhu yang begitu panaas di leher knalpot ketimbang di bagian ujungnya.

Sehingga, kotoran yang menempel langsung lumer dan mambantu

cepatnya proses timbul karat. Kerugian dapat membolongkan pipa saluran buang tersebut. Tafsiran biaya kerugian sebesar harga leher knalpot (+/- Rp. 100.000,- ).

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 4

b. Korosi pada busi Karat pada busi ini disebabkan oleh suhu yang tinggi dalam ruang pembakaran. Tafsiran biaya kerugian kurang lebih Rp. 11.000,-.

5. pH

Peristiwa korosi pada kondisi asam, yakni pada kondisi pH < 7 semakin besar, karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode yaitu: 2H+(aq) + 2e- H2 Adanya reaksi reduksi tambahan pada katode menyebabkan lebih banyak atom logam yang teroksidasi sehingga laju korosi pada permukaan logam semakin besar. Contoh korosi karena kadar pH yaitu : a. Pipa pada perindustrian keasaman Korosi pada kondisi asam lebih cepat terjadi akibat reaksi cukup diameter diatas. besar dan

Tafsiran tergantung

kerugian panjang,

ketebalan pipa.

b. Korosi pada Thermostat


Penyebab yang menjadikan thermostat karat sebenarnya bukan airnya, tetapi derajat

keasaman dari air. Air murni memiliki PH 6.8 ataupun 7. Karena berbagai hal PH air jadi turun ataupun naik. jika PH turun maka air akan menjadi asam. Hal inilah yang menjadi penyebab thermostat berkarat. Tafsiran kerugian biayanya sebesar Rp. 200.000,-

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 5

6.

Metalurgi a. Permukaan logam Permukaan logam yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan memiliki kecenderungan untuk menjadi anode yang terkorosi. Permukaan logam yang kasar

cenderung mengalami korosi b. Efek Galvanic Coupling Kemurnian logam yang rendah mengindikasikan banyaknya atomatom unsur lain yang terdapat pada logam tersebut sehingga memicu terjadinya efek Galvanic Coupling , yakni timbulnya perbedaan potensial pada permukaan logam akibat perbedaan E antara atomatom unsur logam yang berbeda dan terdapat pada permukaan logam dengan kemurnian rendah. Efek ini memicu korosi pada permukaan logam melalui peningkatan reaksi oksidasi pada daerah anode.
7.

Mikroba Adanya koloni mikroba pada permukaan logam dapat

menyebabkan peningkatan korosi pada logam. Hal ini disebabkan karena mikroba tersebut mampu mendegradasi logam melalui reaksi redoks untuk memperoleh energi bagi keberlangsungan hidupnya. Mikroba yang mampu menyebabkan korosi, antara lain: protozoa, bakteri besi mangan oksida, bakteri reduksi sulfat, dan bakteri oksidasi sulfur-sulfida. Thiobacillus thiooxidans Thiobacillus ferroxidans. Contoh korosi akibat mikroba yaitu : a. Korosi pada permukaan logam yang disebabkan oleh mikroba

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 6

b. Koloni bakteri Thiobacillus ferrooxidans pada permukaan logam besi yang terkorosi

c. Koloni bakteri Thiobacillus thiooxidans yang dapat menyebabkan korosi pada logam

Daftar pustaka : http://www.edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/ Materi%20Pokok/view&id=370&uniq=all http://rdsujono.blogspot.com/2011/05/korosi-dan-pengendaliannya-padalambung.html http://kimia123sma.wordpress.com/2010/04/20/korosi-dan-carapencegahannya/ http://dehagoblog.blogspot.com/2011/02/penyebab-panas-berlebihanoverheating.html http://pipingbloging.wordpress.com/ http://edypatrawijaya.blogspot.com/2010/05/korosi-pada-bahan-metal.html http://aprilina05.wordpress.com/2010/01/18/korosi-dan-pencegahannyadalam-kehidupan-sehari-hari/ http://motorplus.otomotifnet.com/read/2012/02/01/327623/235/27/Waspad ai_Karat_di_Karburator_Vakum_

Nurbudi Cahyono K2509046

Page 7