Anda di halaman 1dari 4

Formulir Kuisioner Pra Skrinning Perkembangan (KPSP) adalah alat atau instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan

anak normal atau ada tidaknya penyimpangan. Cara menggunakan KPSP : Bila anak berusia diantaranya maka KPSP yang digunakan adalah yang lebih kecil dari usia anak dan Bila umur anak lebih dari 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan. KPSP terdiri dari 2 macam pertanyaan, yaitu : 1. Pertanyaan yang dijawab oleh ibu atau pengasuh anak. Contoh : dapatkah bayi makan kue sendiri? 2. Perintah kepada ibu atau pengasuh anak atau petugas untuk melaksanakan tugas yang tertulis pada KPSP. Contoh : pada posisi bayi anda terlentang, tariklah bayi pada pergelangan tangannya secara perlahan-lahan ke posisi duduk Baca dulu dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ada. Bila tidak jelas atau ragu-ragu tanyakan lebih lanjut agar mengerti sebelum melaksanakan. Pertanyaan dijawab berurutan satu persatu. Setiap pertanyaan hanya mempunyai satu jawaban YA atau TIDAK. Teliti kembali semua pertanyaan dan jawaban. Interpretasi Hasil KPSP Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang) Hitung jawaban Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah) Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S) Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M) Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P). Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.

Untuk anak yang kami uji bernama Yohanes Bagus Januari yang berumur 46 bulan sehingga kami menggunakan KPSP pada anak umur 42 bulan. Dari data yang kami dapat jawaban YA sebanyak 8 dan 1 jawaban TIDAK pada nomer 2 (dua) pada gerak kasar sehingga menurut interpretasi hasil KPSP perkembangan anak meragukan.Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M) sebaiknya : mengonsultasikan nomor jawaban tidak dan mintalah jenis stimulasi apa harus lebih sering diberikan. Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak. Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya. Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai. Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak. Contoh : Misalnya umur anak sekarang adalah 46 bulan, dan ia hanya bisa 7-8 YA. Lakukan stimulasi selama 2 minggu dengan menggunakan KPSP pada 36 bulan. Bila semua bisa, karena anak sudah berusia 46 bulan , bisa dilaksanakan KPSP 42 bulan. Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi. Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang.

Tim Dirjen Pembinaan Kesmas. 1997. Pedoman Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Tim Pengembangan Posyandu Plus Propinsi DIY. 2006. Konsep Pengembangan Posyandu Plus. Yogyakarta: Pemerintah Propinsi DIY.

SILSILAH KELUARGA Dari riwayat silsilah keluarga si ibu mengatakan kakek dari si anak meninggal dikarenakan penyakit kulit yang beliau sendiri tidak begitu memahaminya, namun dari informasi si ibu kemungkinan si anak tidak memiliki penyakit keturunan karena dari anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit serius seperti DM

( nanti ane tambahin lagi car m coba Tanya k ibu nya , 1. kakeknya tu meninggal knpa , sakit kulit yang kaya gmna kox bsa meninggal,

2. ibu nya atau bapaknya si anak tuh punya sakit yang kaya orang tua mereka ga ? 3. terus anggota keluarga yang laen ad yg sakit kaya DM , hipertensi dll (sebutin yg kiranya penyakitnya turunan ) Oke pacar , , , sengamat kerjain KMS nya , SAYA MENUNGGU DATA SELANJUTNYA hahahahah.