P. 1
Buku1 Pedoman Sertifikasi Guru

Buku1 Pedoman Sertifikasi Guru

4.74

|Views: 13,935|Likes:
Dipublikasikan oleh yaptas877325
penjelasan tentang pedoman bagi guru yang akan di Sertifikasi
penjelasan tentang pedoman bagi guru yang akan di Sertifikasi

More info:

Published by: yaptas877325 on Nov 30, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008

BUKU 1 PEDOMAN PENETAPAN PESERTA

DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2008
Buku 1 Buku 2 Buku 3 Buku 4 Buku 5 Buku 6 Buku 7 Pedoman Penetapan Peserta Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Penilaian Portofolio Pedoman Penyusunan Portofolio Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Penilaian Portofolio untuk Guru Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Pedoman Penyelenggaraan Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan Rambu-Rambu Penyusunan Kurikulum Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan

Tim Penyusun Drs. Achmad Dasuki, MM, M.Pd. (Direktur Profesi Pendidik) Drs. E. Nurzaman A.M, M.Si., MM. (Kasubdit Program) Dr. Suparno, M.Pd. (Kasubdit Pendidikan Dasar dan Luar Biasa) Dra. Dian Mahsunah, M.Pd. (Kasubdit Penghargaan dan Perlindungan) Dra. Maria Widiani, MA. (Kasubdit Pendidikan Menengah) Dra. Santi Ambarrukmi, M.Ed. (Kasi Evaluasi dan Pelaporan) Suharno M. Sajim, SE., M.Si. (Kasi Perencanaan) Kontributor Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd. (Ketua Tim Sertifikasi/UM) Dr. Ismet Basuki, M.Pd. (Sekretaris Tim Sertifikasi/Unesa) Prof. Dr. Djoko Kustono, M.Pd. (Anggota Tim Sertifikasi/UM) Dr. Badrun Karto Wagiran, M.Pd. (Anggota Tim Sertifikasi/UNY) Drs. Suyud, M.Pd. (Anggota Tim Sertifikasi/UNY) Dr. Yatim Riyanto, M.Pd. (Anggota Tim Sertifikasi/Unesa) Dr. Adi Rahmat, M.Si. (Anggota Tim Sertifikasi/UPI) Dr. Haris Anwar Syafrudie, M.Pd. (Anggota Tim Sertifikasi/UM) Dr. Wardan Suyanto, MA. (Anggota Tim Sertifikasi/UNY) Drs. Sederhana Sembiring, MM. (Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti) Dra. Rahayu Retno Sunarni, M.Pd. (Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti) Penyunting Dr. Omay Sumarna, M.Si. Copyright © 2008, Departemen Pendidikan Nasional Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Departemen Pendidikan Nasional.

KATA PENGANTAR

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik minimum S1/D4, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Nasional menetapkan 1) Peraturan Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan melalui Penilaian Portofolio, 2) Peraturan Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan. Untuk melaksanakan sertifikasi guru pada tahun 2008 yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tersebut di atas, disusunlah 7 (tujuh) buah pedoman dan rambu-rambu, yaitu: Buku Buku Buku Buku Pedoman Penetapan Peserta Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Penilaian Portofolio Panduan Penyusunan Portofolio Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Penilaian Portofolio – Untuk Guru Buku 5: Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Buku 6: Pedoman Penyelenggaraan Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Buku 7: Rambu-Rambu Penyusunan Kurikulum Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Saya mengucapkan terimakasih kepada Tim Sertifikasi Guru yang tergabung dalam Konsorsium Sertifikasi Guru dan pihak lain yang telah berpartisipasi dalam pengembangan Pedoman Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan tahun 2008. Jakarta, Februari 2008 Direktur Jenderal PMPTK, 1: 2: 3: 4:

ISBN : 978-979-25-4931-7

Dr. Baedhowi NIP. 130803888
v Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

DAFTAR ISI
Halaman v vii viii 1 1 2 2 3 3 5 5 8 11 11 11 11 15 22 24 25 25 25 26 31 31 36 39 43 43 43 44 46 49

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAN LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Dasar Hukum C. Tujuan D. Sasaran E. Ruang Lingkup Pedoman BAB II SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN A. Jalur Sertifikasi Guru B. Prinsip Sertifikasi BAB III PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI PENILAIAN PORTOFOLIO A. Sasaran B. Persyaratan Peserta C. Penetapan Kuota Peserta Sertifikasi Guru D. Penetapan Peserta E. Penetapan Pilihan Bidang Studi F. Pengiriman Hasil Penetapan Peserta Sertifikasi Guru BAB IV PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN A. Sasaran B. Persyaratan Peserta C. Penetapan Peserta BAB V MEKANISME KERJA DAN PEMBUATAN NOMOR PESERTA A. Mekanisme Kerja B. Pemberian Nomor Peserta Sertifikasi Guru C. Jadwal Pelaksanaan Sertifikasi Guru BAB VI PENGENDALIAN PROGRAM A. Ruang Lingkup Pengendalian B. Pemantauan Program C. Pelanggaran dan Sanksi D. Unit Pelayanan Masyarakat LAMPIRAN

vi Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

vii

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

Halaman Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Kuota Sertifikasi Guru Tahun 2008 Format Kuota Sertifikasi Guru Dalam Jabatan untuk Kabupaten/Kota Lampiran SK Penetapan Peserta - Daftar Nama Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2008 Alamat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Biodata Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan Format Isian Calon Peserta Sertifikasi Guru melalui Jalur Pendidikan Penilaian Dokumen Calon Peserta Sertifikasi Guru melalui Jalur Pendidikan Format Hasil Penilaian Dokumen Peserta Sertifikasi Guru melalui Jalur Pendidikan Contoh Format A1 Contoh Format A2 Format Pemberian Nomor Peserta Kode Provinsi dan Kabupaten/Kota Kode Bidang Studi/Mata Pelajaran Kode Program Studi S1 Kode Program Studi S2 Kode Program Studi S3 Kartu Laporan Pelanggaran 50 51 52 53 55 56 59 61 62 63 65 66 81 91 95 98 100

A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional. Seorang guru atau pendidik profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D4), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, serta berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Dengan terlaksananya sertifikasi guru, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan sertifikasi guru telah ditunggu-tunggu oleh para guru, dan menjadi topik pembicaraan utama setelah rencana pelaksanaan tahun 2006 tidak dilaksanakan karena peraturan pemerintah sebagai landasan hukum belum ditetapkan. Dengan diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan, dan Peraturan Mendiknas Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan, maka sertifikasi guru sudah mempunyai landasan hukum untuk segera dilaksanakan secara bertahap dimulai pada tahun 2007. Tahun 2008 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan. Tahapan pelaksanaan sertifikasi dimulai dengan pemberian kuota kepada dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota, pembentukan panitia pelaksanaan sertifikasi guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dan penetapan peserta oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dan dinas pendidikan provinsi. Agar seluruh instansi yaitu

viii Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

1

dinas pendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi, LPMP dan unsur terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang sama tentang kriteria dan proses penetapan peserta sertifikasi guru, maka perlu disusun Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Pedoman ini disusun sesuai amanat Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan pasal 4 ayat (3) yang menyatakan bahwa penentuan peserta sertifikasi berpedoman pada kriteria yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. B. Dasar Hukum Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru. Fatwa/Pendapat Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. I.UM.01.02-253. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan. Keputusan Mendiknas Nomor 057/O/2007 Tahun 2007 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Keputusan Mendiknas Nomor 122/P/2007 Tahun 2007 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan.

C. Tujuan Pedoman penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan ini mempunyai tujuan sebagai berikut. 1. 2. Sebagai bahan acuan bagi pihak terkait dalam menetapkan peserta secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Memberikan informasi kepada masyarakat luas agar dapat memantau pelaksanaan penetapan peserta sertifikasi guru di wilayahnya.

D. Sasaran Sasaran Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi guru ini adalah pihak yang terkait dengan pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dinas Pendidikan Provinsi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Pengawas Sekolah Kepala Sekolah Guru Masyarakat

E. Ruang Lingkup Pedoman Pedoman ini mencakup informasi tentang proses penetapan peserta sertifikasi guru, perhitungan kuota peserta, mekanisme pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, dan pengendalian program.

2 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

3

BAB II

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN

Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, (3) meningkatkan martabat guru, (4) meningkatkan profesionalitas guru, (5) meningkatkan kesejahteraan guru. Peserta sertifikasi adalah guru dalam jabatan yang berstatus guru PNS dan bukan PNS yang sudah mengajar pada satuan pendidikan, baik yang diselenggarakan pemerintah/pemerintah daerah, maupun masyarakat yang memiliki izin opersional dari pemerintah daerah. A. Jalur Sertifikasi Guru 1. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Penilaian Portofolio Sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio adalah proses pemberian sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan melalui penilaian dokumen prestasi yang telah dimiliki guru selama mengajar (berdasarkan Permendiknas Nomor 18 tahun 2007). Penilaian portofolio tersebut diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah (Keputusan Mendiknas Nomor 057/O/2007).

4 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

5

Lulus

SERTIFIKAT PENDIDIK

peserta pada portofolio sudah ditandatangani tanpa dibubuhi materai, dan sebagainya. 6) Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi belum mencapai angka minimal kelulusan, maka Rayon LPTK menetapkan alternatif sebagai berikut. a. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi pendidik untuk melengkapi kekurangan portofolio (melengkapi substansi atau MS) bagi peserta yang memperoleh skor 841 s/d 849.

GURU DALAM JABATAN S1/D4

PENILAIAN PORTOFOLIO KEGIATAN MELENGKAPI PORTOFOLIO

Tidak Lulus

PLPG
PELAKSANAAN DIKLAT UJIAN
Lulus

Tidak Lulus

PEMBINAAN OLEH DINAS PENDIDIKAN KAB./KOTA/

Tidak Lulus

UJIAN ULANG (2X)

Lulus

b. Mengikuti PLPG yang mencakup empat kompetensi guru dan diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh Sertifikat Pendidik. Peserta diberi kesempatan ujian ulang dua kali (untuk materi yang belum lulus). Peserta yang tidak lulus pada ujian ulang kedua dikembalikan ke dinas pendidikan kabupaten/kota.

Gambar 2.1 : Alur Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Penilaian Portofolio.

2. Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan Sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan adalah proses pemberian sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan melalui pendidikan selama-lamanya 2 semester (Permendiknas Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan). Pendidikan tersebut diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah (Keputusan Mendiknas Nomor 122/P/2007 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan). Sertifikasi melalui jalur pendidikan diorientasikan bagi guru yunior yang berprestasi dan mengajar pada pendidikan dasar (SD dan SMP).

Penjelasan alur sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio sebagaimana gambar di atas sebagai berikut. 1) 2) Guru dalam jabatan peserta sertifikasi, menyusun dokumen portofolio dengan mengacu Pedoman Penyusunan Portofolio. Dokumen portofolio yang telah disusun kemudian diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada Rayon LPTK Penyelenggara sertifikasi untuk dinilai. Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi terdiri atas LPTK Induk dan LPTK Mitra. Apabila hasil penilaian portofolio peserta sertifikasi dapat mencapai angka minimal kelulusan, maka dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik. Apabila skor hasil penilaian portofolio telah mencapai batas kelulusan, namun secara administrasi masih ada kekurangan maka peserta harus melengkapi kekurangan tersebut (melengkapi administrasi atau MA). Misalnya ijazah belum dilegalisasi, pernyataan

3) 4)

5)

6 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

7

GURU DALAM JABATAN S1/D4

e. Peserta yang lolos seleksi akademik mengikuti Penelusuran Kemampuan Awal untuk menentukan jumlah SKS yang wajib diambil selama mengikuti sertifikasi guru melalui jalur pendidikan. f.
PEMBINAAN

DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA

SELEKSI ADM

PROGRAM PENDIDIKAN
LPTK SELEKSI AKADEMIK

Peserta mengikuti pendidikan maksimal 2 semester dan wajib lulus semua mata kuliah, sebagai syarat untuk mengikuti uji kompetensi. Peserta yang belum lulus ujian mata kuliah diberi kesempatan mengikuti pemantapan dan ujian ulang sampai 2 kali. Peserta yang tidak lulus dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pembinaan. Peserta uji kompetensi yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti remidi di LPTK. Kesempatan remidi diberikan dua kali. Bila peserta gagal uji kompetensi yang ke-3, maka peserta dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pembinaan.

L
TL PELAKSANAAN PENDIDIKAN

g.

PKA

L

UJI KOMPETENSI 3 x TL

TL

REMIDI
PEMBINAAN

B. Prinsip Sertifikasi 1. Dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel Objektif yaitu mengacu kepada proses perolehan sertifikat pendidik yang impartial, tidak diskriminatif, dan memenuhi standar pendidikan nasional. Transparan yaitu mengacu kepada proses sertifikasi yang memberikan peluang kepada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperoleh akses informasi tentang proses dan hasil sertifikasi. Akuntabel merupakan proses sertifikasi yang dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara administratif, finansial, dan akademik. 2. Berujung pada peningkatan mutu pendidikan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru nasional melalui

Gambar 2.2: Alur Sertifikasi Guru dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan

Penjelasan alur sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan sebagai berikut. a. Guru yang memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan mendaftar ke dinas pendidikan kabupaten/kota dengan melengkapi berkas.

b. Dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan seleksi administratif kepada calon peserta, sesuai dengan rambu rambu yang telah ditetapkan. Masing-masing dinas pendidikan kabupaten/kota mengusulkan 2 (dua) orang guru SMP per bidang studi dan 2 (dua) orang guru SD (tidak boleh kedua-duanya guru Penjas Orkes). c. Rekap usulan calon peserta sertifikasi melalui jalur pendidikan beserta dokumen kelengkapannya di kirimkan ke Ditjen Dikti.

d. LPTK penyelenggara sertifikasi melalui jalur pendidikan bersama dengan Ditjen Dikti melakukan seleksi akademik untuk menetapkan calon peserta. Ditjen Dikti menetapkan alokasi jumlah peserta pada masing-masing LPTK yang ditunjuk.
8 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Sertifikasi guru merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang telah lulus uji sertifikasi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus bukan pegawai negeri sipil (swasta). Dengan peningkatan mutu dan

9 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

kesejahteraan guru maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. 3. Dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Program sertifikasi pendidik dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. Dilaksanakan secara terencana dan sistematis Agar pelaksanaan program sertifikasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien harus direncanakan secara matang dan sistematis. Sertifikasi mengacu pada kompetensi guru dan standar kompetensi guru. Kompetensi guru mencakup empat kompetensi pokok yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sedangkan standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang kemudian dikembangkan menjadi kompetensi guru TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran. Untuk memberikan sertifikat pendidik kepada guru, perlu dilakukan uji kompetensi melalui penilaian portofolio. 5. Jumlah peserta sertifikasi guru ditetapkan oleh pemerintah Untuk alasan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan sertifikasi guru serta penjaminan kualitas hasil sertifikasi, jumlah peserta pendidikan profesi dan uji kompetensi setiap tahun ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan jumlah yang ditetapkan pemerintah tersebut, maka disusunlah kuota guru peserta sertifikasi untuk masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penyusunan dan penetapan kuota tersebut didasarkan atas jumlah data individu guru per Kabupaten/ Kota yang masuk di pusat data Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

BAB III

PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI PENILAIAN PORTOFOLIO

A. Sasaran Peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio tahun 2008 ditetapkan oleh pemerintah sejumlah 200.000 guru, meliputi PNS dan bukan PNS pada satuan pendidikan negeri atau swasta yang meliputi TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. B. Persyaratan Peserta Persyaratan peserta sertifikasi guru melalui penilaian portofolio sebagai berikut. 1. 2. 3. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi. Mengajar di sekolah umum di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional. Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang diangkat oleh Pemda yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun pada satu sekolah atau sekolah yang berbeda dalam yayasan yang sama; Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

4.

5. 6.

Persyaratan dan prioritas penentuan calon peserta sertifikasi guru baik untuk guru PNS maupun bukan PNS berlaku sama, kecuali pangkat dan golongan.

10 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

11

C. Penetapan Kuota Peserta Sertifikasi Guru Melalui Penilaian Portofolio Sasaran peserta sertifikasi secara nasional ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Oleh karena sasaran sertifikasi setiap tahunnya terbatas, maka perlu disusun kuota peserta sertifikasi untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota. Kuota untuk provinsi dihitung terlebih dahulu, kemudian kuota kabupaten/kota dihitung berdasarkan kuota provinsi bersangkutan. 1. Kuota Provinsi a. Kuota provinsi ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) sebagaimana tercantum pada Lampiran 1. b. c. Penetapan kuota provinsi didasarkan atas data guru yang terdapat pada SIMPTK Ditjen PMPTK. Perhitungan kuota provinsi menggunakan data jumlah guru keseluruhan pada masing-masing provinsi, tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan (kualifikasi akademik) guru.

2. Kuota Kabupaten/Kota a. Kuota kabupaten/kota dihitung oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dan dinas pendidikan provinsi bersama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

b. Penghitungan kuota kabupaten/kota didasarkan atas jumlah guru yang memiliki latar belakang pendidikan S1/D4 pada masingmasing kabupaten/kota. c. Kuota kabupaten/kota meliputi kuota PNS dan bukan PNS, serta kuota per jenis dan jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB sebagaimana format pada Lampiran 2.

Perhitungan kuota provinsi ditentukan berdasarkan jumlah guru di provinsi dibagi jumlah guru nasional dikalikan target sertifikasi guru tahun 2008. Perhitungan tersebut dapat diformulasikan dengan rumus sebagai berikut: KP = KP GP GN TN Contoh: Jumlah guru di Provinsi A sebesar 95.267, jumlah guru seluruh Indonesia 2.245.952, dan target sertifikasi nasional tahun 2008 sebesar 200.000. Maka kuota untuk Provinsi A dapat dihitung sebagai berikut : = = = = jumlah jumlah jumlah jumlah

d. Kuota guru yang berstatus PNS minimal 75% dan maksimal 85%, kuota bukan PNS minimal 15% dan maksimal 25%, disesuaikan dengan proporsi jumlah guru pada masing-masing daerah. Apabila kuota guru bukan PNS tidak terpenuhi, maka dinas pendidikan kabupaten/kota mengusulkan pemindahan kuota bukan PNS ke kuota PNS ke Ditjen PMPTK cq. Direktorat Profesi Pendidik melalui dinas pendidikan provinsi disertai kelengkapan data pendukung. e. Kuota kabupaten/kota ditetapkan melalui kesepakatan dan disahkan bersama antara dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan LPMP dalam satu pertemuan koordinasi. Hasil kesepakatan yang telah ditandatangani bersama dikirim ke Ditjen PMPTK cq. Direktorat Profesi Pendidik.

GP xTN GN
kuota provinsi guru di provinsi guru nasional target sertifikasi tahun 2008

Rumus perhitungan kuota kabupaten/kota adalah sebagai berikut. KK = KK GK GP KP = = = = jumlah jumlah jumlah jumlah

GK xKP GP

kuota kabupaten/kota guru S1/D4 kabupaten/kota guru S1/D4 provinsi kuota provinsi

95.267 x200.000 = 8.483 2.245.952 Jadi kuota untuk Provinsi A tahun 2008 sebesar 8.483 guru.
KP =
12 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 13

Contoh: Jumlah guru S1/D4 di Kabupaten “AB” = 11.516 guru Jumlah guru S1/D4 di Provinsi “A” sebesar = 55.526 guru Jumlah kuota Provinsi “A” tahun 2008 = 4.214 guru Maka kuota untuk Kabupaten “AB” dapat dihitung sebagai berikut :

Jadi kuota untuk guru SD di Kabupaten “AB” tahun 2008 sebesar 336 guru terdiri atas: a. Kuota untuk guru PNS maksimum b. Kuota untuk guru bukan PNS minimum = 85% x 336 = 286 guru = 15% x 336 = 50 guru

11.516 x 4.214 = 874 55.526 Jadi kuota untuk Kabupaten “AB” tahun 2008 adalah 874 guru, terdiri atas: a. Kuota untuk guru PNS maksimal = 85% x 874 = 743 guru b. Kuota untuk guru bukan PNS minimal = 15% x 874 = 131 guru KK AB =

D. Penetapan Peserta Penetapan peserta merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam pelaksanaan sertifikasi guru. Apabila terjadi kesalahan atau ketidakadilan dalam penetapan peserta oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi ketidakpuasan dari para guru. Untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa tersebut, perlu dibuat kriteria untuk menyusun prioritas peserta yang akan mengikuti sertifikasi guru. 1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan a. Penetapan peserta untuk jenis dan jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, dan SMK dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Rumus perhitungan kuota satuan pendidikan adalah jumlah guru S1/D4 pada suatu satuan pendidikan dibagi jumlah guru S1/D4 yang ada di kabupaten/kota yang bersangkutan, dikalikan dengan kuota sertifikasi guru kabupaten/kota yang bersangkutan. Rumus perhitungan kuota per satuan pendidikan adalah sebagai berikut.

GSp KSp = xKK GK
KSp GSp GK KK = = = = jumlah jumlah jumlah jumlah kuota per satuan pendidikan guru S1/D4 pada satuan pendidikan guru S1/D4 pada kabupaten/kota kuota kabupaten/kota

b. Penetapan peserta untuk satuan pendidikan SLB dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi. c. Guru yang diranking hanya guru yang memenuhi persyaratan yaitu memiliki ijasah S1/D4 dan NUPTK.

Contoh: Jumlah guru SD yang S1/D4 di Kabupaten ”AB” Jumlah guru S1/D4 di Kabupaten ”AB” Jumlah kuota Kabupaten ”AB” tahun 2008 = 4.427 guru = 11.516 guru = 874 guru

d. Guru berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi dan peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional, dan guru yang mendapat penghargaan internasional yang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan jalur pendidikan pada tahun 2007, dicalonkan menjadi peserta tahun 2008. e. Guru yang sudah mengikuti sertifikasi tahun 2006 dan 2007 tidak termasuk dalam daftar calon peserta. f. Penetapan peserta dilakukan secara terbuka dan transparan dengan melibatkan beberapa unsur terkait yaitu perwakilan dari kepala sekolah, guru, pengawas, PGRI, dan asosiasi profesi guru lainnya. Mengikuti prosedur yang telah ditetapkan yaitu meranking guru calon peserta berdasarkan urutan kriteria penetapan peserta.
15 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Maka kuota untuk guru SD Kabupaten ”AB” dihitung sebagai berikut :

KSp SD =
14

4.427 x874 = 336 11.516

g.

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

h. Menggunakan data individu guru pada masing-masing wilayah yang telah diverifikasi. i. j. Tidak memberikan kuota ke sekolah-sekolah. Hasil penetapan peserta diumumkan secara terbuka melalui pertemuan dengan kepala sekolah, media masa, pengumuman di LPMP/dinas pendidikan kabupaten/kota, dan media lain.

b. Usia Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah. c. Pangkat/Golongan Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi. Kriteria ini khusus untuk guru PNS. d. Beban mengajar Beban mengajar adalah jumlah jam mengajar per minggu yang diemban oleh guru saat didaftarkan sebagai peserta sertifikasi guru. e. Tugas tambahan Tugas tambahan adalah jabatan atau tugas yang diemban oleh guru pada saat guru yang bersangkutan diusulkan sebagai calon peserta sertifikasi. Tugas tambahan yang dimaksud misalnya kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program/jurusan, kepala laboratorium, kepala bengkel, kepala unit produksi satuan pendidikan, kepala perpustakaan sekolah, atau ketua program keahlian. f. Prestasi kerja Prestasi kerja yang dimaksudkan adalah prestasi akademik dan atau non akademik yang pernah diraih guru atau pembimbingan yang dilakukan guru dan mendapatkan penghargaan baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Di samping itu, prestasi kerja termasuk kinerja guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Penetapan guru peserta sertifikasi tahun 2008 didasarkan pada kriteria dengan urutan prioritas sebagaimana tersebut di atas. Dinas pendidikan kabupaten/ kota membuat daftar urutan prioritas guru, apabila ada guru memiliki masa kerja yang sama maka diurutkan berdasarkan kriteria berikutnya yaitu usia. Apabila masa kerja dan usia sama maka diurutkan berdasarkan golongan. Apabila masa kerja, usia, dan golongan yang sama maka diurutkan berdasarkan beban mengajar, demikian seterusnya.
17 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

2. Urutan Prioritas Penetapan Peserta Penentuan guru calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan menggunakan sistem ranking bukan berdasarkan seleksi atau tes. Penyusunan ranking calon peserta sertifikasi secara berurutan adalah: masa kerja sebagai guru, usia, pangkat/golongan (bagi PNS), beban mengajar, jabatan/tugas tambahan, dan prestasi kerja. Urutan prioritas penetapan peserta dijelaskan sebagai berikut. a. Masa kerja sebagai guru Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS. Contoh perhitungan masa kerja: Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum diangkat PNS telah mengajar sebagai tenaga honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai guru yaitu 15 tahun 7 bulan. Guru “R” adalah guru bukan PNS yang sudah bekerja di beberapa SMP swasta sejak bulan Januari 1990 sehingga jika dihitung secara kumulatif masa kerja guru “R” sampai bulan Juni 2008 adalah 17 tahun 6 bulan. Namun, guru “R” tersebut pada tahun 2005-2008 tidak mengajar selama 24 bulan karena alasan keluarga. Masa kerja guru “R” sesungguhnya adalah 15 tahun 6 bulan setelah dikurangi 24 bulan tidak mengajar. Bagi guru bukan PNS harus ada bukti fisik bahwa yang bersangkutan mengajar pada sekolah tersebut.
16 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

3. Tahapan Penetapan Peserta Penetapan calon peserta oleh dinas pendidikan kabupaten/kota untuk guru TK, SD, SMP, SMA, SMK dan dinas pendidikan provinsi untuk SLB mengikuti tahapan sebagai berikut. a. Mendata guru berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi, peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional dan guru yang memperoleh penghargaan tingkat internasional yang belum mengikuti sertifikasi melalui portofolio dan melalui jalur pendidikan tahun sebelumnya.

b. Mengelompokkan data guru yang memenuhi persyaratan menurut status guru (PNS/bukan PNS) serta jenis dan jenjang pendidikan (TK, SD, SLB, SMP, SMA, SMK). c. Menyusun daftar urut guru yang memenuhi persyaratan dengan ketentuan sebagai berikut. 1) 2) Daftar urut guru dibuat per jenis dan jenjang pendidikan (TK, SD, SLB, SMP, SMA, SMK). Daftar guru PNS dibuat dengan urutan prioritas: masa kerja sebagai guru, usia, pangkat/golongan, beban mengajar, tugas tambahan, dan prestasi kerja. Daftar guru bukan PNS dibuat dengan urutan prioritas: masa kerja sebagai guru, usia, beban mengajar, tugas tambahan, dan prestasi kerja.

3)

Berikut adalah contoh daftar urut guru berdasarkan prioritas di atas.

18 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Contoh 1 : Penyusunan Daftar Urut Guru PNS untuk Sekolah Dasar (SD)

19 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

d. Menetapkan guru peserta sertifikasi sesuai kuota dengan cara: 1) guru berprestasi peringkat 1 tingkat provinsi, peringkat 1, 2, dan 3 tingkat nasional dan guru yang memperoleh penghargaan tingkat internasional diprioritaskan menjadi peserta, Sisa kuota per jenis dan jenjang pendidikan ditetapkan berdasarkan urutan prioritas penetapan peserta,

2)

Selain ketentuan di atas perlu diperhatikan bahwa guru yang ditetapkan sebagai peserta sertifikasi: a. sesuai dengan kriteria dan urutan prioritas,

b. masih aktif mengajar, c. Contoh 2 : Penyusunan Daftar Urut Guru SMP Bukan PNS tidak akan dialihtugaskan pada jabatan lain baik fungsional maupun struktural pada tahun 2008.

Contoh: Penetapan Peserta Sertifikasi Guru SD di Kabupaten Bantul (PNS) Kuota sertifikasi guru SD (PNS) di Kabupaten Bantul = 265. Guru SD berprestasi tingkat provinsi = 4 orang Urutan langkah penetapan adalah sebagai berikut: 1) Guru berprestasi (4 orang) ditetapkan sebagai peserta, sehingga masih ada kuota sejumlah 261 yang ditetapkan berdasarkan ranking. Berdasarkan daftar urut guru SD (PNS) Kabupaten Bantul ditetapkan sejumlah 261 guru peserta yang diambil dari nomor urut 1 sampai dengan 261.

2)

20 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

21

sesuai ijazah S1/D-IV yang dimiliki, atau sesuai dengan bidang studi yang diampu selama ini.
Sebelum dipotong sesuai kuota urutkan terlebih dahulu sesuai kriteria yang disepakati

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan pilihan bidang studi adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. Latar belakang pendidikan yang dimiliki. Kompetensi bidang studi yang paling dikuasai. Kelengkapan dokumen portofolio yang dimiliki. Konsisten terhadap pilihannya karena setelah memperoleh sertifikat profesi pendidik, guru wajib mengajar sesuai dengan bidang studi yang dipilihnya.

Dari 888 guru SD PNS, Kuota untuk guru SD PNS di Kab. Bantul adalah 261

Jika Masa Kerja sama besar, lihat prioritas ke 2

Berikut ini beberapa contoh penetapan pilihan bidang studi. Contoh 1: “P” adalah guru Matematika tamatan D3 Pendidikan Matematika yang telah mengajar di SMP selama 10 tahun, kemudian melanjutkan pendidikan dan lulus jenjang S1 pada program studi Bahasa Indonesia. Untuk kasus ini, yang bersangkutan boleh memilih salah satu bidang studi Matematika atau Bahasa Indonesia. Contoh 2: “Q” adalah guru tamatan SPG dan telah mengajar sebagai guru kelas di SD selama 25 tahun. Guru tersebut mengikuti pendidikan lanjutan untuk mendapatkan ijasah Diploma II PGSD. Setelah itu guru tersebut melanjutkan lagi untuk mengikuti kuliah S1. Karena perguruan tinggi di wilayahnya tidak ada jurusan S1 PGSD maka jurusan yang diikuti adalah Administrasti Pendidikan dan telah lulus 3 tahun yang lalu. Guru tersebut boleh mengikuti sertifikasi guru untuk guru kelas SD. Contoh 3: “R” adalah guru lulusan S1 Fakultas Hukum dari salah satu perguruan tinggi negeri yang telah mengajar mata pelajaran PKn di SMA selama 10 tahun dan tidak memiliki Akta IV. Guru tersebut boleh mengikuti sertifikasi guru untuk bidang studi PKn.
23 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

4. Surat Keputusan Penetapan Peserta Berdasarkan data tersebut di atas, dinas pendidikan kabupaten/kota menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Guru Peserta Sertifikasi beserta lampiran Daftar Nama Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2008 (Lampiran 3).

E. Penetapan Pilihan Bidang Studi Penetapan bidang studi merupakan hal yang terpenting bagi guru, karena pemberian tunjangan profesi berdasarkan kepada kesesuaian bidang studi pada sertifikat pendidik dengan bidang studi yang diajarkan di sekolah. Sebagai seorang guru yang profesional seharusnya disertifikasi dalam bidang studi yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Namun, kenyataannya banyak guru, karena beberapa alasan, ditugaskan oleh kepala sekolah mengajar bidang studi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Apabila guru mengajar bidang studi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya (mismatch), maka guru harus menetapkan pilihan bidang studi sebelum mengikuti sertifikasi. Guru dapat menetapkan pilihan bidang studi
22 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Contoh 4: “S” adalah guru berlatarbelakang S1 Agama Islam dan telah mengajar di SD sebagai guru kelas dan guru Agama selama 14 tahun. Guru tersebut boleh memilih mengikuti sertifikasi sebagai guru kelas SD melalui Departemen Pendidikan Nasional atau sebagai guru Agama Islam melalui Departemen Agama. F. Pengiriman Hasil Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Surat Keputusan Penetapan Peserta Sertifikasi Guru yang telah ditandatangani oleh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota besejrta lampirannya (hasil dalam bentuk hardcopy dan softcopy) dikirim ke: a. Dinas pendidikan provinsi setempat b. LPMP setempat (alamat LPMP pada Lampiran 4) c. Direktorat Profesi Pendidik, up. Subdit Program, Komplek Depdiknas, Gedung D Lt. 14 Jl. Jenderal Sudirman Senayan – Jakarta Pusat.

BAB IV

PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN

A. Sasaran Peserta sertifikasi guru melalui jalur pendidikan untuk tahun 2008 ditetapkan oleh pemerintah sejumlah 1.500 guru pada satuan pendidikan SD dan SMP. B. Persyaratan Peserta Persyaratan peserta sertifikasi melalui jalur pendidikan adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi. Mengajar di sekolah umum di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional. Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Guru bukan PNS, yaitu guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Guru SD yang meliputi guru kelas dan guru Pendidikan Jasmani. Guru kelas diutamakan yang memiliki latar belakang pendidikan S1 PGSD atau S1 kependidikan lainnya, sedangkan guru Pendidikan Jasmani diutamakan yang memiliki latar belakang S1 keolahragaan. Guru SMP (bidang studi PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Kesenian, Pendidikan Jasmani, dan guru bimbingan konseling) diutamakan yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun dengan usia maksimal 40 tahun pada saat mendaftar.

4. 5. 6.

7.

8.

24 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

25

9.

Memiliki prestasi akademik/non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/lembaga.

-

pembimbingan siswa kegiatan ekstrakurikuler (pramuka, drumband, mading, karya ilmiah remaja-KIR, dan lain-lain).

10. Bersedia mengikuti pendidikan selama 2 semester dan meninggalkan tugas mengajar. 11. Disetujui oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dengan pertimbangan proses pembelajaran di sekolah tidak terganggu. C. Penetapan Peserta Penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan dilakukan dengan proses yang berjenjang yaitu dimulai dari seleksi tingkat kabupaten oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, dan seleksi di tingkat Pusat oleh Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan a. Kelengkapan dokumen peserta,

b. Karya pengembangan profesi adalah hasil karya guru yang menunjukkan adanya upaya pengembangan profesi. Hasil karya ini antara lain meliputi hal-hal sebagai berikut. Buku yang dipublikasikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional. Artikel yang dimuat dalam media jurnal/majalah/buletin yang tidak terakreditasi, terakreditasi, dan internasional. Reviewer buku, penulis soal EBTANAS/UN. Modul/buku cetak lokal (kabupaten/kota) yang minimal mencakup materi pembelajaran selama 1 (satu) semester. Media/alat pembelajaran dalam bidangnya. Laporan penelitian tindakan kelas, PTK (individu/kelompok). Karya seni (patung, rupa, tari, lukis, sastra, dan lain-lain).

b. Calon peserta sertifikasi guru melalui jalur pendidikan tidak terdaftar sebagai peserta sertifikasi melalui jalur penilaian portofolio. 2. Kriteria Penetapan Peserta Penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan dilakukan melalui seleksi administrasi oleh dinas pendidikan kabupaten/kota dan seleksi akademik oleh LPTK. Seleksi administrasi menggunakan kriteria seleksi sebagai berikut. a. Prestasi akademik adalah prestasi yang dicapai guru dalam pelaksanaan tugasnya sebagai agen pembelajaran yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara, baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Prestasi akademik ini antara lain: 26 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

3. Tahapan Penetapan Peserta Seleksi Administrasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota a. Calon peserta mendaftarkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut. 1) 2) 3) 4) Biodata peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan (Lampiran 5). Format isian calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan (Lampiran 6) Foto kopi ijazah S1/D-IV yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi. Surat keterangan sebagai guru PNS (guru pegawai negeri sipil yang diangkat oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah) dari kepala sekolah.

lomba dan karya akademik (juara lomba atau penemuan karya monumental di bidang pendidikan atau nonkependidikan), pembimbingan teman sejawat (instruktur, guru inti, tutor), dan

27 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

5)

Surat keterangan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari kepala sekolah dan/atau yayasan. Surat keterangan yang menyatakan memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun, dilengkapi SK pengangkatan sebagai guru. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan kepala sekolah. Surat persetujuan/izin kabupaten/kota. dari kepala dinas pendidikan

-

dokumen peserta ranking pertama dan kedua pada tiap-tiap bidang studi, (untuk guru SD tidak boleh kedua-duanya guru Penjas Orkes)

6) 7)

ke alamat sebagai berikut:

8) 9)

Direktorat Ketenagaan, Ditjen Dikti Komplek Depdiknas, Gedung D Lantai 5 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta 10002 Telp 021-57946053 Fax 021-57946052 Email: subditppk@ditnaga-dikti.org subditppk_dit.ketenagaan@yahoo.com

Bukti prestasi yang dapat berupa: a) Fotokopi sertifikat/piagam/surat keterangan tentang prestasi guru yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah.

b) Buku, modul, artikel, laporan penelitian yang relevan dengan pendidikan atau media/alat pembelajaran. c) Surat keterangan/sertifikat/piagam penghargaan mengenai prestasi akademik/non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/lembaga yang dilegalisasi atasan.

Seleksi Akademik oleh LPTK a. Berdasarkan dokumen yang dikirim oleh pendidikan kabupaten/kota, Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti membagi penyebaran calon peserta ke LPTK sesuai dengan daerah asal calon peserta.

d) Surat keterangan/surat tugas dari pejabat yang berwenang tentang pembimbingan teman sejawat atau siswa yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah. b. Dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan seleksi administrasi peserta menggunakan skor penilaian dokumen calon peserta sertifikasi guru sebagaimana dalam Lampiran 7. c. Dinas pendidikan kabupaten/kota mengirimkan: daftar ranking hasil penilaian dokumen calon peserta setiap bidang studi dalam bentuk cetakan (hardcopy) dan file (softcopy) (format pada Lampiran 8),

b. Ditjen Dikti menetapkan kuota untuk setiap LPTK. c. LPTK dengan difasilitasi Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti melakukan seleksi akademik dan menetapkan peserta sesuai kuota.

28 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

29

BAB V

MEKANISME KERJA DAN PEMBERIAN NOMOR PESERTA

A. Mekanisme Kerja Mekanisme pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan dimulai dari kegiatan penyusunan kuota provinsi dan kabupaten/kota, penyusunan pedoman dan perangkat kerja, pembentukan Panitia Sertifikasi Guru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, penetapan peserta, penilaian portofolio, dan pengumuman hasil sertifikasi guru. Pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan melibatkan beberapa instansi terkait yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ditjen PMPTK, Ditjen Dikti, LPTK, LPMP, Dinas pendidikan provinsi, dan Dinas pendidikan kabupaten/kota.

Masing-masing instansi mempunyai tugas dan peran sesuai dengan kewenangannya. Sebagai contoh, dinas pendidikan provinsi sesuai kewenangannya bertanggung-jawab terhadap penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan untuk jenjang SLB, sedangkan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Data peserta sertifikasi guru dari masing-masing dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota dikirimkan ke LPMP untuk diolah dan selanjutnya dikirim ke Ditjen PMPTK dan LPTK. Dinas pendidikan kabupaten/kota melaksanakan proses penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio dan melalui jalur pendidikan secara bersamaan agar tidak terjadi calon peserta terdaftar pada kedua program. Proses penetapan peserta dilakukan secara transparan dan terbuka dengan melibatkan unsur terkait.
30 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 31

Format A1 akan dibagikan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota pada saat sosialisasi dan semua peserta mengisi Format A1 kemudian dikumpulkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota. Kode program S1, S2, dan S3 dapat dilihat pada Lampiran 14 s.d. 16.

32 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

33

Gambar 3:

Mekanisme Kerja Penetapan Peserta, Pemberian Nomor Peserta, dan Pengiriman Format A1 Sertifikasi Guru melalui Penilaian Portofolio

Proses yang sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sertifikasi guru ini adalah pelaksanaan sosialisasi sertifikasi kepada instansi terkait dan terutama kepada guru karena beberapa dokumen harus diisi dan disiapkan oleh guru. Dokumen yang harus diisi oleh guru adalah Format A1 (contoh format pada Lampiran 9) dan Format A2 (contoh format pada Lampiran 10), sedangkan dokumen yang harus disiapkan adalah dokumen portofolio. Semua dokumen tersebut harus berisi data identitas guru yang sama.

Penjelasan mekanisme kerja antar instansi dalam penetapan peserta dan pengiriman Format A1 sertifikasi guru dalam jabatan melalui penilaian portofolio sebagai berikut. 1. 2. Ditjen PMPTK menetapkan kuota provinsi berdasarkan data jumlah guru secara nasional. LPMP menampilkan data guru yang memiliki kualifikasi akademik S1/D4, diambil dari SIMPTK pada masing-masing provinsi yang bersangkutan. Data guru dipisahkan untuk masing-masing kabupaten/kota. Data guru tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan kuota kabupaten/kota LPMP bersama dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabapaten/kota menetapkan kuota kabupaten/kota berdasarkan data guru tersebut. Kuota kabupaten/kota dikirimkan ke Ditjen PMPTK Up. Direktorat Profesi Pendidik. Penjelasan penetapan kuota secara lengkap pada BAB III. Ditjen PMPTK dan Ditjen Dikti melaksanakan sosialisasi pelaksanaan sertifikasi guru kepada dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala sekolah, guru, pengawas, dan masyarakat tentang teknis pelaksanaan sertifikasi guru. LPMP menyusun dan menetapkan nomor peserta per kabupaten/kota berdasarkan ketentuan pemberian nomor peserta dan format yang telah disediakan dalam bentuk rentang. Nomor peserta diserahkan kepada Ditjen PMPTK up. Direktorat Profesi Pendidik dan dinas pendidikan kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Provinsi menetapkan peserta sertifikasi dan menetapkan nomor sesuai dengan rentang nomor yang diberikan oleh LPMP untuk jenjang SLB sejumlah kuota dan mengirimkan SK Penetapan beserta daftar nama peserta ke LPMP, kemudian LPMP mengirimkan ke Pusat. Mekanisme penetapan peserta dijelaskan pada BAB III. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan peserta sertifikasi dan menetapkan nomor sesuai dengan rentang nomor yang diberikan oleh LPMP untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK sesuai jumlah kuota dan mengirimkan SK Penetapan Peserta beserta daftar nama peserta ke LPMP, kemudian LPMP mengirimkan ke Pusat.

8. 9.

Ditjen PMPTK menyerahkan Format A1 (jumlah sesuai dengan jumlah kuota Provinsi ) dan contoh Format A2 kepada LPMP. LPMP mengandakan Format A2 sejumlah kabupaten/kota, kemudian mendistribusikan Format A1 dan Format A2 kepada dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota sejumlah kuota peserta SLB untuk Provinsi dan kuota peserta TK, SD, SMP, SMA, dan SMK untuk kabupaten/kota.

3.

10. Dinas pendidikan provinsi menggandakan Format A2 sejumlah kuota SLB, kemudian mendistribusikan Format A1 dan Format A2 kepada guru yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi tahun 2008, masing-masing guru menerima 1 (satu) lembar Format A1 dan Format A2. Penyerahan format-format tersebut kepada guru dilakukan pada acara sosialisasi sertifikasi kepada guru peserta sertifikasi. 11. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menggandakan Format A2 sejumlah kuota TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, kemudian mendistribusikan Format A1 dan Format A2 kepada guru yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi tahun 2008, masing-masing guru menerima 1 (satu) lembar Format A1 dan Format A2. Penyerahan format-format tersebut kepada guru dilakukan pada acara sosialisasi sertifikasi kepada guru peserta sertifikasi. 12. Guru langsung mengisi Format A1 dan Format A2 dengan dipandu oleh petugas dinas pendidikan provinsi (untuk SLB) dan dinas pendidikan kabupaten/kota (untuk TK, SD, SMP, SMA, SMK). Format A1 diisi dengan menghitamkan bulatan menggunakan pensil 2B, sedangkan Format A2 diisi menggunakan ballpoint. Petugas dari dinas pendidikan akan mendampingi guru dalam mengisi format tersebut supaya tidak ada kesalahan mengisi, karena kesalahan pengisian kode mengakibatkan kesalahan data guru yang akan digunakan untuk proses penilaian di LPTK. Guru mengumpulkan kedua format ke dinas pendidikan provinsi (untuk SLB) dan dinas pendidikan kabupaten/kota (untuk TK, SD, SMP, SMA, SMK), kemudian mengirimkan seluruh format ke LPMP. LPMP mengirim Format A1 ke Ditjen PMPTK up. Direktorat Profesi Pendidik dan mengolah Format A2 sebagai bahan verifikasi dan pembaruan (update) data guru pada SIMPTK. 13. Ditjen PMPTK Cq Direktorat Profesi Pendidik mengolah Format A1 yang akan digunakan sebagai data utama peserta sertifikasi. Data peserta dari

4.

5.

6.

7.

34 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

35

Format A1 akan diverifikasi dengan data peserta dari lampiran SK penetapan peserta. Jika ada ketidakcocokan data maka akan dikonfirmasikan ke dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota, sebelum data dikirimkan ke LPTK. Data peserta yang dikirim ke LPTK sudah merupakan data final yang tidak dapat direvisi lagi. 14. Guru yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi menyusun portofolio mengacu pada buku Pedoman Penyusunan Portofolio. Portofolio dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/kota untuk dicatat dan dikirim ke LPTK. Guru dilarang mengirimkan langsung dokumen portofolio ke LPTK. Untuk mengendalikan proses penilaian, LPTK hanya menilai dokumen portofolio guru yang tercantum dalam data peserta yang dikirim oleh Ditjen PMPTK. Mekanisme kerja yang digambarkan di atas memperlihatkan adanya keterkaitan kerja antar instansi yang sangat erat dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sertifikasi guru. Keluaran (output) dari masingmasing kegiatan diharapkan tepat waktu, sesuai dengan format yang diinginkan, dan akurat. Output dari beberapa aktifitas dalam mekanisme sebagaimana dijelaskan di atas adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. kerja sertifikasi

Langkah-Langkah Pemberian Nomor Peserta 1. 2. 3. LPMP menyusun nomor peserta berdasarkan jumlah kabupaten/kota (sesuai format dan contoh pada Lampiran 11). kuota

LPMP memberikan sejumlah nomor peserta tersebut kepada masingmasing dinas pendidikan kabupaten/kota. Dinas pendidikan kabupaten/kota memberikan nomor peserta tersebut kepada guru yang telah ditetapkan.

Rumusan Kode Nomor Peserta Nomor peserta terdiri dari 14 digit yang masing-masing digit diisi dengan rumusan kode digit sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Digit 1 dan 2 diisi dengan kode tahun pelaksanaan sertifikasi guru. Digit 3 dan 4 diisi dengan kode provinsi (Lampiran 12 ). Digit 5 dan 6 diisi dengan kode kabupaten/kota (Lampiran 12). Digit 7, 8, dan 9 diisi dengan kode bidang studi yang disertifikasi (Lampiran 13). Digit 10 diisi dengan kode peserta sertifikasi yang diselenggarakan oleh Depdiknas angka 1, dan oleh Departemen Agama angka 2. Digit 11 s.d. 14 diisi dengan nomor urut peserta.

Kuota kabupaten/kota Nomor peserta Format A1 yang telah terisi Format A2 yang telah terisi SK Penetapan peserta beserta lampiran daftar nama peserta Dokumen portofolio guru peserta sertifikasi

Informasi lengkap tentang nomor kode untuk masing-masing digit di atas dapat dilihat pada Lampiran 12 dan Lampiran 13. Rincian digit pada nomor peserta dapat digambarkan sebagai berikut.

B. Pemberian Nomor Peserta Sertifikasi Nomor peserta sertifikasi adalah nomor identitas yang dimiliki peserta sertifikasi guru melalui penilaian portofolio. Nomor ini akan digunakan terus oleh peserta selama pelaksanaan sertifikasi sampai guru tersebut mendapat sertifikat pendidik. Nomor peserta ini spesifik untuk masing-masing peserta, oleh karena itu nomor peserta tidak boleh salah dan harus diingat.

36 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

37

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan nomor urut peserta (khususnya digit 11 s.d 14): 1. Nomor urut peserta untuk masing-masing kabupaten/kota dimulai dari angka 1 dan berakhir dengan angka sesuai jumlah kuota kabupaten/kota. Contoh: Kabupaten Y memiliki kuota 279, maka monor urut pesertanya adalah 0001 s.d. 0279. 2. Cara mengurutkan nomor peserta dimulai dari jenjang: TK PNS - TK bukan PNS SD PNS - SD bukan PNS SMP PNS - SMP bukan PNS SMA PNS - SMA bukan PNS SMK PNS - SMK bukan PNS SLB PNS - SLB bukan PNS

Contoh nomor peserta: Guru “P” mengajar mata pelajaran matematika di SMP (kode 094) provinsi Bengkulu (kode 26) Kabupaten Lebong (kode 07) sebagai pengikut sertifikasi tahun 2008. Nomor urut peserta adalah nomor 108. Maka nomor peserta guru “P” adalah: 08260709410108 Tatacara menulis nomor tidak boleh memakai spasi. Contoh salah adalah sbb: 08 2607 094 10108

C. Jadwal Pelaksanaan Sertifikasi Guru

38 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

1.

Melalui Penilaian Portofolio.

39

40 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

2.

Melalui Jalur Pendidikan

41

BAB VI

PENGENDALIAN PROGRAM

Pengendalian program penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan ini dimaksudkan agar pelaksanaan penetapan calon peserta yang berhak mengikuti sertifikasi dan pelaksanaan sertifikasi dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah disampaikan. Pengendalian program penetapan calon peserta sertifikasi guru ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan program penetapan calon peserta sertifikasi guru. A. Ruang Lingkup Pengendalian Ruang lingkup atau cakupan pengendalian program meliputi kegiatan-kegiatan strategis yang perlu mendapatkan perhatian melalui monitoring dan evaluasi untuk mengidentifikasi permasalahan maupun tingkat keberhasilan. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian meliputi:

-

Pendataan guru per sekolah per kabupaten/kota Jadwal persiapan dan pelaksanaan program Penetapan kuota kabupaten/kota Mekanisme dan prosedur penetapan calon guru peserta sertifikasi Proses penetapan peserta sertifikasi guru di provinsi dan kabupaten/kota Mekanisme pemberian nomor peserta sertifikasi guru oleh LPMP Sosialisasi dan pemberian format-format ke guru peserta sertifikasi guru Pelaporan dari pihak yang terlibat (akademis dan keuangan) Pemantauan dan evaluasi program oleh LPMP Laporan hasil pemantauan dan evaluasi program merupakan bahan masukan kepada pimpinan sebagai bahan kebijakan selanjutnya

B. Pemantauan Program Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi program meliputi hal-hal berikut ini:

42 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pemantauan dan evaluasi program penetapan calon peserta sertifikasi guru menggunakan indikator pada ruang lingkup pengendalian yang telah
43 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

disebutkan sebelumnya, melalui penyusunan kisi-kisi indikator untuk masing-masing cakupan pemantauan;

-

Instrumen pemantauan dan evaluasi program yang digunakan dapat berupa kuesioner, observasi atau wawancara. Pelaksana pemantauan dan evaluasi program, terdiri dari unsur-unsur yang ada di pusat; Sumber dana pemantauan dibebankan pada Daftar Isian Perencanaan Anggaran (DIPA) pusat; Penyusunan laporan dilakukan oleh masing-masing pelaksana/petugas pemantau. 3. 2.

Informasi pelanggaran yang diterima dari berbagai sumber dicatat dalam kartu laporan pelanggaran (Lampiran 17). Kartu tersebut berisi data nomor pengaduan, hari/tanggal laporan, identitas pelapor, jenis pelanggaran, proses tindak lanjut, hasil klarifikasi, dan jenis sanksi. Urutan penyelesaian pengaduan sesuai dengan tanggal laporan diterima. Klarifikasi informasi Setelah selesai pencatatan laporan pengaduan, selanjutnya dilakukan klarifikasi informasi untuk mencari kebenaran laporan dan memastikan siapa yang melakukan pelanggaran. Proses klarifikasi dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan mendatangi langsung ke lokasi atau melalui telepon. Hasil klarifikasi dicatat dalam kartu laporan yang kemudian akan ditentukan sanksi apabila terbukti adanya pelanggaran. Pemberian sanksi Sanksi diberikan apabila terbukti adanya pelanggaran setelah dilakukan klarifikasi informasi. Keputusan pemberian sanksi dilakukan oleh Dirjen PMPTK dengan membuat surat resmi kepada institusi atau individu yang melakukan pelanggaran. Berikut ini adalah tabel jenis pelanggaran dan sanksi yang diberikan. No 1 Jenis Pelanggaran Mekanisme penetapan peserta tidak sesuai dengan pedoman Peserta yang ditetapkan tidak sesuai dengan kriteria Sanksi Seluruh peserta yang sudah ditetapkan dianggap batal. Proses penetapan peserta diulang lagi. Peserta tersebut didiskualifikasi kemudian dikembalikan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan tidak boleh digantikan oleh peserta lain. Penetapan kuota kabupaten/kota diulangi lagi

C. Pelanggaran dan Sanksi Sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2008 merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya, pelaksanaan pertama adalah pada tahun 2007. Pada pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2007 ditemukan banyak sekali persoalan/pelanggaran berkenaan dengan penetapan peserta. Berdasarkan pengalaman pada tahun 2007, maka pada pelaksanaan sertifikasi tahun 2008 perlu adanya pengaturan pemberian sanksi terhadap instansi atau individu yang melakukan pelanggaran dalam proses penetapan peserta. Semua informasi pelanggaran yang diterima akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal PMPTK untuk membuktikan kebenaran informasi dan untuk menentukan jenis sanksi yang diberikan kepada instansi atau individu yang melakukan pelanggaran. Informasi pelanggaran dapat diterima dari berbagai sumber antara lain melalui: 1. 2. 3. 4. surat resmi telepon surat elektronik (e-mail) laporan langsung

2

3

Standar operasional prosedur (SOP) pemberian sanksi terhadap pelanggaran penetapan peserta adalah sebagai berikut. 1.
44 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Penetapan kuota kabupaten/kota tidak mengikuti pedoman

Informasi pelanggaran
45 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

D. Unit Pelayanan Masyarakat Sebagai bentuk akuntabilitas dan pelayanan informasi bagi guru dan masyarakat tentang sertifikasi guru dalam jabatan, Direktorat Jenderal PMPTK membuka layanan informasi masyarakat melalui unit pelayanan masyarakat (UPM). Di samping sebagai pelayanan masyarakat, UPM dapat juga menjadi tempat pengaduan masyarakat dan memfasilitasi penyelesaian atau jalan keluar atas pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan sertifikasi guru baik permasalahan dalam rekrutmen, penyusunan portofolio, penilaian di LPTK, maupun dalam penggunaan dana oleh LPTK. UPM berfungsi sebagai berikut. 1. Pusat informasi umum tentang pelaksanaan sertifikasi guru. 2. Mediator antara masyarakat dan guru dengan penyelenggara sertifikasi guru. 3. Pusat pelayanan masyarakat (internal dan eksternal) tentang pelaksanaan sertifikasi guru. Pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat sangat penting bagi pengelola program dalam rangka transparansi/keterbukaan terhadap masyarakat sebagai komponen turut serta mengawasi pelaksanaan program. Informasi sertifikasi dapat dilihat pada website: www.sertifikasiguru.org atau www.sergur.ditnaga-dikti.org

Direktorat Ketenagaan, Ditjen Dikti Komplek Depdiknas, Gedung D Lantai 5 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta 10002 Telp 021-57946053 Fax 021-57946052 Email: subditppk@ditnaga-dikti.org subditppk_dit.ketenagaan@yahoo.com

Alamat layanan masyarakat: Direktorat Profesi Pendidik, Ditjen PMPTK Up. Subdit Program Komplek Depdiknas, Gedung D Lantai 14 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta 10002 Telp. 021-57974121, 021-57974122 E-mail : support@sertifikasiguru.org

46 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

47

LAMPIRAN

48 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

49

Kuota Sertifikasi Guru Tahun 2008
Kuota Provinsi 8,486 21,534 29,960 4,530 31,399 4,605 12,405 5,357 4,920 3,322 4,072 8,075 4,210 2,400 4,012 2,912 2,779 3,357 9,095 2,570 1,980 4,062 4,264 4,279 1,233 1,695 802 7,200 1,255 1,200 390 486 1,154 200,000

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Jawa Barat

Provinsi DKI Jakarta Jawa Tengah DI. Yogyakarta Jawa Timur Nanggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Lampung Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali NTB NTT Papua Bengkulu Maluku Utara Banten Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Irian Jaya Barat Sulawesi Barat

50 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 2

Lampiran 1

51

Lampiran 3

52 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 4

53

Lampiran 5
BIODATA PESERTA SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI JALUR PENDIDIKAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Nama (lengkap dengan gelar akademik) NUPTK Nomor Peserta NIP/NIK Pangkat/Golongan Jenis Kelamin Tempat, tgl lahir Pendidikan Terakhir Akta Mengajar Sekolah Tempat Tugas a. Nama b. Alamat Sekolah : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Jam
*)

L/P

*)

Memiliki/Tidak Memiliki*)

c. Kecamatan d. Kabupaten/Kota e. Provinsi f. No. Telp. Sekolah g. Alamat e-mail h. Nomor Statistik Sekolah 11. Mata Pelajaran/Guru Kelas SD/TK (sesuai dengan kode mata pelajaran) 12. Beban Mengajar per Minggu

Coret yang tidak perlu

......................, ......................... 2008 Mengetahui: Kepala Sekolah, Pengawas Pendidikan, ................................... ................................ ................................... ................................ Penyusun,

................................ NIP

................................... NIP.

................................... NIP.

54 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

55

Lampiran 6 FORMAT ISIAN CALON PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN
1. Prestasi Akademik a. Lomba dan karya akademik No
1) 2) 3) 4) Dst.

2) Membimbing siswa (tidak mencapai juara) dalam kegiatan akademik dan/atau prestasi. No.
1) 2) 3)

Nama Kegiatan

Tempat

Lama (Waktu Pembimbingan)

(Diisi Penilai)

Skor

Nama Lomba/ Kejuaraan

Waktu Pelaksanaan

Tingkat

Penyelenggara

(diisi penilai)

SKOR

4)

Dst

2. Karya Pengembangan Profesi a. Karya Tulis No.
1) 2)

Judul

Jenis *)

Penerbit

Tahun Terbit

(Diisi Penilai)

Skor

b. Pembimbingan teman sejawat No.
1) 2) 3) 4) Dst.

Mata Pelajaran/ Bidang Studi

Instruktur/Guru Inti/ Tutor /Pemandu

Tempat

(diisi penilai)

Skor

3) 4) Dst

Catatan: *)Jenis pada tabel di atas diisi buku, artikel (jurnal/majalah/koran), modul, atau buku dicetak lokal

b. Penelitian No. Judul Tahun Sumber Dana Status (Ketua/Anggota)
(Diisi Penilai)

Skor

c.

Pembimbingan siswa 1) Membimbing siswa sampai mendapatkan penghargaan baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional dalam kegiatan akademik dan/atau prestasi. Nama Kejuaraan Tingkat Tempat Dan Waktu Skor
(diisi penilai)

1) 2) 3) 4) Dst

No.
1) 2) 3) 4)

Dst.

56 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

57

Lampiran 7
c. Reviewer buku dan/atau penulis soal EBTANAS/UN No.
1) 2) 3) 4) Dst

Nama Kegiatan

Tahun

(Diisi Penilai)

Skor

SKOR PENILAIAN DOKUMEN CALON PESERTA SERTIFIKASI GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN
Penilaian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota didasarkan pada dokumen guru terhadap komponen penilaian dengan teknis penskoran sebagai berikut. 1. Prestasi Akademik a. Lomba dan karya akademik Tingkat* Internasional Nasional Provinsi Kabupaten/Kota Kecamatan Pendidikan Nonpendidikan Skor 60 40 30 20 10 60 40

d. No.
1) 2) 3) 4)

Media dan Alat Pembelajaran Jenis Media/Alat Tahun Sumber Dana Status Skor (Ketua/Anggota) (Diisi Penilai)

Prestasi Bukti juara lomba akademik

Dst

Bukti menemukan karya monumental

e. Karya teknologi/seni (TTG, patung, rupa, tari, lukis, sastra, dll) No.
1) 2) 3) 4) Dst

Nama Karya Seni

Tahun

Deskripsi Karya (Penjelasan Singkat Tentang Karya Seni Tersebut)

b. Pembimbingan kepada teman sejawat / siswa
(Diisi Penilai)

Skor

Jenis Pembimbingan teman sejawat/siswa Instruktur Guru Inti/Tutor/Pemandu Pembimbingan siswa dalam berbagai Tingkat Internasional lomba/karya sampai meraih juara Tingkat Nasional Tingkat Provinisi Tingkat Kabupaten/Kota Tingkat Kecamatan Pembimbingan siswa dalam berbagai lomba/karya tidak mencapai juara

Skor 20 20 40 25 20 15 10 5

58 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

59

Skor Jenis Dokumen / Karya a. Buku* Publikasi Relevan Nasional 50 Provinsi 40 Kabupaten/Kota 30 Jurnal Terakreditasi 25 Jurnal Tdk Terakreditasi 10 b. Artikel Majalah/koran nasional 10 Majalah/koran local 5 c. Menjadi reviewer buku, penulis soal 2 per kegiatan EBTANAS/UN d. Modul/Diktat dicetak lokal Minimal mencakup materi 1 semester, skor 20 (Kab/Kota) e. Media/Alat Setiap membuat satu media/alat pelajaran diberi pelajaran skor 5 f. Laporan penelitian Setiap satu laporan diberi skor 10 di bidang pendidikan Sebagai ketua 60% dan anggota 40% g. Karya teknologi/ seni: Teknologi Tepat Guna (TTG), Setiap karya seni diberi skor 15 patung, rupa, tari, lukis, sastra, dll Catatan: *) Buku publikasi nasional adalah buku ber-ISBN dan ditetapkan oleh BSNP sebagai buku standar; publikasi provinsi adalah buku ber-ISBN; publikasi kab/kota adalah buku yang tidak ber-ISBN Tidak relevan 35 25 15 20 8 8 3

60 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 8

2. Karya Pengembangan Profesi

61

Lampiran 9 CONTOH FORMAT A1 CONTOH FORMAT A2

Lampiran 10

62 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

63

64 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 11

65

Lampiran 12 KODE PROVINSI (DIGIT 3 DAN 4) DAN KABUPATEN/KOTA (DIGIT 5 DAN 6)
Provinsi DKI Jakarta Kode Provinsi 01 01 01 01 01 01 Jawa Barat 02 02 02 02 Kode Kabupaten 01 60 61 62 63 64 05 06 07 08 Nama Kabupaten/Kota Kabupaten Kepulauan Seribu Kota Jakarta Pusat Kota Jakarta Utara Kota Jakarta Barat Kota Jakarta Selatan Kota Jakarta Timur Kabupaten Bogor Kabupaten Sukabumi Kabupaten Cianjur Kabupaten Bandung

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Jawa Tengah

02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02
66

10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 60 61 62 63 65

Kabupaten Sumedang Kabupaten Garut Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten Ciamis Kabupaten Kuningan Kabupaten Majalengka Kabupaten Cirebon Kabupaten Indramayu Kabupaten Subang Kabupaten Purwakarta Kabupaten Kerawang Kabupaten Bekasi Kabupaten Bandung Barat Kota Bandung Kota Bogor Kota Sukabumi Kota Cirebon Kota Bekasi

02 02 02 02 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03

66 67 68 69 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Kota Depok Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kabupaten Cilacap Kabupaten Banyumas Kabupaten Purbalingga Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Kebumen Kabupaten Purworejo Kabupaten Wonosobo Kabupaten Megelang Kabupaten Boyolali Kabupaten Klaten Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Wonogiri Kabupaten Karanganyar Kabupaten Sragen Kabupaten Grobogan Kabupaten Blora Kabupaten Rembang Kabupaten Pati Kabupaten Kudus Kabupaten Jepara Kabupaten Demak Kabupaten Semarang Kabupaten Temanggung Kabupaten Kendal Kabupaten Batang Kabupaten Pekalongan Kabupaten Pemalang Kabupaten Tegal Kabupaten Brebes
67

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

DI Yogyakarta

Jawa Timur

03 03 03 03 03 03 04 04 04 04 04 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05

60 61 62 63 64 65 01 02 03 04 60 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal Kabupaten Bantul Kabupaten Sleman Kabupaten Gunung Kidul Kabupaten Kulonprogo Kota Yogyakarta Kabupaten Gresik Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Mojokerto Kabupaten Jombang Kabupaten Bojonegoro Kabupaten Tuban Kabupaten Lamongan Kabupaten Madiun Kabupaten Ngawi Kabupaten Magetan Kabupaten Ponorogo Kabupaten Pacitan Kabupaten Kediri Kabupaten Nganjuk Kabupaten Blitar Kabupaten Tulungagung Kabupaten Trenggalek Kabupaten Malang Kabupaten Pasuruan Kabupaten Probolinggo Kabupaten Lumajang Kabupaten Bondowoso

Nangroe Aceh Darussalam

05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06

23 24 25 26 27 28 29 60 61 62 63 64 65 66 67 68 01 02 03 04 05 06 07 08 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Kabupaten Situbondo Kabupaten Jember Kabupaten Banyuwangi Kabupaten Pamekasan Kabupaten Sampang Kabupaten Sumenep Kabupaten Bangkalan Kota Surabaya Kota Malang Kota Madiun Kota Kediri Kota Mojokerto Kota Blitar Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Batu Kabupaten Aceh Besar Kabupaten Pidie Kabupaten Aceh Utara Kabupaten Aceh Timur Kabupaten Aceh Tengah Kabupaten Aceh Barat Kabupaten Aceh Selatan Kabupaten Aceh Tenggara Kabupaten Simeulue Kabupaten Bireuen Kabupaten Aceh Singkil Kabupaten Aceh Tamiang Kabupaten Aceh Nagan Raya Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten Aceh Barat Daya Kabupaten Gayo Luas Kabupaten Bener Meriah
69

68 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Sumatera Utara

06 06 06 06 06 06 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 07 08

20 60 61 62 63 64 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 15 16 17 18 19 20 21 22 60 61 62 63 64 65 66 01

Kabupaten Pidie Jaya Kota Sabang Kota Banda Aceh Kota Lhokseumawe Kota Langsa Kota Subulussalam Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Langkat Kabupaten Karo Kabupaten Simalungun Kabupaten Dairi Kabupaten Asahan Kabupaten Labuhan Batu Kabupaten Tapanuli Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Kabupaten Tapanuli Selatan Kabupaten Nias Kabupaten Mandailing Natal Kabupaten Toba Samosir Kabupaten Nias Selatan Kabupaten Pakpak Bharat Kabupaten Humbang Hasundutan Kabupaten Samosir Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Batu Bara Kota Medan Kota Binjai Kota Tebing Tinggi Kota Pematang Siantar Kota Tanjung Balai Kota Sibolga Kota Padang Sidempuan Kabupaten Agam

08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 09 09 09 09 09 09 09 09 09 09 09 10 10 10 10

02 03 04 05 06 07 08 10 11 12 13 60 61 62 63 64 65 66 01 02 04 05 08 09 10 11 14 60 62 01 02 03 04

Kabupaten Pasaman Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Solok Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Pesisir Selatan Kabupaten Tanah Datar Kabupaten Sawah Lunto Sijunjung Kabupaten Kepulauan Mentawai Kabupaten Solok Selatan Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Pasaman Barat Kota Bukittinggi Kota Padang Kota Padang Panjang Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Payakumbuh Kota Pariaman Kabupaten Kampar Kabupaten Bengkalis Kabupaten Indragiri Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Kabupaten Pelalawan Kabupaten Rokan Hulu Kabupaten Rokan Hilir Kabupaten Siak Kabupaten Kuantan Singingi Kota Pekanbaru Kota Dumai Kabupaten Batanghari Kabupaten Bungo Kabupaten Sarolangun Kabupaten Tanjung Jabung Barat
71

Riau

Jambi

Sumatera Barat
70

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

10 10 10 10 10 10 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 13 13

05 06 07 08 09 60 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 60 61 62 63 01 02 03 04 05 06 07 08 60 61 01 02

Kabupaten Kerinci Kabupaten Tebo Kabupaten Muara Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur Kabupaten Merangin Kota Jambi Kabupaten Musi Banyuasin Kabupaten Ogan Komering Ilir Kabupaten Ogan Komering Ulu Kabupaten Muara Enim Kabupaten Lahat Kabupaten Musi Rawas Kabupaten Banyuasin Kabupaten Oku Timur Kabupaten Oku Selatan Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten Empat Lawang Kota Palembang Kota Prabumulih Kota Lubuk Linggau Kota Pagar Alam Kabupaten Lampung Selatan Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Utara Kabupaten Lampung Barat Kabupaten Tulang Bawang Kabupaten Tanggamus Kabupaten Lampung Timur Kabupaten Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kabupaten Sambas Kabupaten Pontianak

Sumatera Selatan

Kalimantan Tengah

13 13 13 13 13 13 13 13 13 13 13 13 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 15 15 15 15 15 15 15

03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 60 61 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 60 01 02 03 04 05 06 07

Kabupaten Sanggau Kabupaten Sintang Kabupaten Kapuas Hulu Kabupaten Ketapang Kabupaten Kayong Utara Kabupaten Bengkayang Kabupaten Landak Kabupaten Melawi Kabupaten Sekadau Kabupaten Kubu Raya Kota Pontianak Kota Singkawang Kabupaten Kapuas Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Barito Utara Kabupaten Kotawaringin Timur Kabupaten Kotawaringin Barat Kabupaten Katingan Kabupaten Seruyan Kabupaten Sukamara Kabupaten Lamandau Kabupaten Gunung Mas Kabupaten Pulang Pisau Kabupaten Murung Raya Kabupaten Barito Timur Kota Palangkaraya Kabupaten Banjar Kabupaten Tanah Laut Kabupaten Barito Kuala Kabupaten Tapin Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara
73

Lampung

Kalimantan Selatan

Kalimantan Barat
72

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Kalimantan Timur

15 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16

08 09 10 11 60 61 01 02 03 04 07 08 09 10 11 60 61 62 63 01 02 03 04 05 06 07 08 09 60 61 62 63 01

Kabupaten Tabalong Kabupaten Kotabaru Kabupaten Balangan Kabupaten Tanah Bumbu Kota Banjarmasin Kota Banjarbaru Kabupaten Pasir Kabupaten Kutai Kartanegara Kabupaten Berau Kabupaten Bulongan Kabupaten Malinau Kabupaten Nunukan Kabupaten Kutai Barat Kabupaten Kutai Timur Kabupaten Penajam Paser Utara Kota Samarinda Kota Balikpapan Kota Tarakan Kota Bontang Kabupaten Bolaang Mengondow Kabupaten Minahasa Kabupaten Kepulauan Sangihe Kabupaten Kepulauan Talaud Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Utara Kabupaten Mitra Kabupaten Bolmong Utara Kabupaten Kepulauan Sitaro Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Kabupaten Banggai Kepulauan

Sulawesi Selatan

18 18 18 18 18 18 18 18 18 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 20

02 03 04 05 06 07 08 09 60 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 24 26 60 61 62 01

Kabupaten Donggala Kabupaten Poso Kabupaten Banggai Kabupaten Buol Kabupaten Toli Toli Kabupaten Morowali Kabupaten Parigi Muotong Kabupaten Tojo Una-Una Kota Palu Kabupaten Maros Kabupaten Pangkajene Kepulauan Kabupaten Gowa Kabupaten Takalar Kabupaten Jeneponto Kabupaten Barru Kabupaten Bone Kabupaten Wajo Kabupaten Soppeng Kabupaten Bantaeng Kabupaten Bulukumba Kabupaten Sinjai Kabupaten Selayar Kabupaten Pinrang Kabupaten Sidenreng Rappang Kabupaten Enrekang Kabupaten Luwu Kabupaten Tana Toraja Kabupaten Luwu Utara Kabupaten Luwu Timur Kota Makasar Kota Pare Pare Kota Palopo Kabupaten Konawe
75

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah
74

17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 17 18

Sulawesi Tenggara

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Maluku

20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 21 21 21 21 21 21 21 21 22 22 22 22 22 22 22 22 22 23 23 23 23 23

02 03 04 05 06 07 08 09 10 60 61 01 02 03 04 05 06 07 60 01 02 03 04 05 06 07 08 60 01 02 03 04 05

Kabupaten Muna Kabupaten Buton Kabupaten Kolaka Kabupaten Konawe Selatan Kabupaten Wakatobi Kabupaten Bombana Kabupaten Kolaka Utara Kabupaten Kowane Utara Kabupaten Buton Utara Kota Kendari Kota Bau-Bau Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Maluku Tenggara Kabupaten Buru Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Kabupaten Seram Bagian Timur Kabupaten Kepulauan Aru Kota Ambon Kabupaten Buleleng Kabupaten Jembrana Kabupaten Tabanan Kabupaten Badung Kabupaten Gianyar Kabupaten Klungkung Kabupaten Bangli Kabupaten Karang Asem Kota Denpasar Kabupaten Lombok Barat Kabupaten Lombok Tengah Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Sumbawa Kabupaten Dompu

Nusa Tenggara Timur

23 23 23 23 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25

06 07 60 61 01 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 60 01 02 03 07 08 09 10 11 12 13

Kabupaten Bima Kabupaten Sumbawa Barat Kota Mataram Kota Bima Kabupaten Kupang Kabupaten Timor Tengah Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara Kabupaten Belu Kabupaten Alor Kabupaten Flores Timur Kabupaten Sikka Kabupaten Ende Kabupaten Ngada Kabupaten Manggarai Kabupaten Sumba Timur Kabupaten Sumba Barat Kabupaten Lembata Kabupaten Rote Ndao Kabupaten Manggarai Barat Kabupaten Nagekeo Kabupaten Sumba Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya Kota Kupang Kabupaten Jaya Pura Kabupaten Biak Numfor Kabupaten Yapen Waropen Kabupaten Marauke Kabupaten Jayawijaya Kabupaten Nabire Kabupaten Paniai Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Mimika Kabupaten Boven Digul
77

Bali

Papua

Nusa Tenggara Barat

76 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

Provinsi

Kode Provinsi

Kode Kabupaten

Nama Kabupaten/Kota

25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 26 26 26 26 26 26 26 26 26 27 27 27 27 27 27 27 27 28 28 28 28 28

14 15 16 17 18 19 20 26 27 28 60 01 02 03 04 05 06 07 08 60 02 03 04 05 06 07 60 61 01 02 03 04 60

Kabupaten Mappi Kabupaten Asmat Kabupaten Yahukimo Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Tolikara Kabupaten Sarmi Kabupaten Keerom Kabupaten Waropen Kabupaten Supiori Kabupaten Memberano Raya Kota Jayapura Kabupaten Bengkulu Utara Kabupaten Rejang Lebong Kabupaten Bengkulu Selatan Kabupaten Muko-Muko Kabupaten Kepahiang Kabupaten Lebong Kabupaten Kaur Kabupaten Seluma Kota Bengkulu Kabupaten Halmahera Tengah Kabupaten Halmahera Barat Kabupaten Halmahera Utara Kabupaten Halmahera Selatan Kabupaten Halmahera Timur Kabupaten Kepulauan Sula Kota Ternate Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak Kabupaten Tangerang Kabupaten Serang Kota Cilegon

Babel

Gorontalo

Bengkulu

Kepulauan Riau

Maluku Utara

Irian Jaya Barat

Banten

Sulawesi Barat

28 29 29 29 29 29 29 29 30 30 30 30 30 30 31 31 31 31 31 31 32 32 32 32 32 32 32 32 32 33 33 33 33

61 01 02 03 04 05 06 60 01 02 03 04 05 60 01 02 03 04 60 61 01 02 03 04 05 06 07 08 60 01 02 03 04

Kota Tangerang Kabupaten Bangka Kabupaten Belitung Kabupaten Bangka Tengah Kabupaten Bangka Barat Kabupaten Bangka Selatan Kabupaten Belitung Timur Kota Pangkal Pinang Kabupaten Boalemo Kabupaten Gorontalo Kabupaten Pouwato Kabupaten Bonebolango Kabupaten Gorontalo Utara Kota Gorontalo Kabupaten Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kota Batam Kota Tanjung Pinang Kabupaten Fak-Fak Kabupaten Sorong Kabupaten Manokwari Kabupaten Kaimana Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Teluk Wondama Kota Sorong Kabupaten Mamuju Kabupaten Mamuju Utara Kabupaten Polewali Kabupaten Mamasa
79

78 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 13
Provinsi Kode Provinsi Kode Kabupaten Nama Kabupaten/Kota

KODE BIDANG STUDI/MATA PELAJARAN (DIGIT 7, 8, DAN 9)
I. Guru TK/RA No 1 II. Bidang Studi/Mata Pelajaran TK/RA (Guru Kelas) Kode 020

33

05

Kabupaten Majene

Guru SD/MI No 1 2 3 4 5 6 7 Bidang Studi/Mata Pelajaran SD/MI (Guru Kelas) Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Bidang Studi Lainnya Kode 027 030 034 037 040 044 061

III. Guru SMP/MTs No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
80 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Bidang Studi/Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Bahasa Indonesia (Sastra) Bahasa Inggris Matematika Pengetahuan Alam (IPA Terpadu, Fisika) Pengetahuan Sosial (Sosiologi, IPS Terpadu) Kesenian, Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani (Olahraga & Kesehatan)

Kode 067 070 074 077 080 084 087 090 094 097 100 104 107
81

No 14 15 16 17 18 19 Geografi Sejarah

Bidang Studi/Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kode 110 114 117 120 124 125

No 23 24 25 26 27

Bidang Studi/Mata Pelajaran Kesenian (dan budaya) Pendidikan Jasmani (Olahraga dan Kesehatan) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Keterampilan Bidang Studi Lainnya

Kode 217 220 224 227 230

Ekonomi (Umum, Koperasi, Akuntansi) Biologi Bidang Studi Lainnya

V. GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN IV. Guru SMA/MA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
82 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

A. UMUM Bidang Studi/Mata Pelajaran Kode 127 130 134 137 140 154 156 157 160 164 167 170 174 177 180 184 187 190 204 207 210 214
83

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Bidang Studi/Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Bahasa Inggris Bahasa Jerman Bahasa Perancis Bahasa Arab Bahasa Jepang Bahasa Mandarin Bahasa Asing Lain Matematika Fisika Kimia Biologi Bidang Studi Umum Lainnya

Kode 300 301 302 303 304 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Bahasa Indonesia (dan Sastra Indonesia) Bahasa Inggris Bahasa Jerman Bahasa Perancis Bahasa Arab Bahasa Jepang Bahasa Mandarin Bahasa Asing Lain Matematika Fisika Kimia Biologi Sejarah Geografi Ekonomi (Umum, Koperasi, Akuntansi) Pengetahuan Sosial (Sosiologi, IPS Terpadu)

B. BIDANG KEJURUAN No 1 Bidang Keahlian Teknik Bangunan/Sipil Program Keahlian Teknik Bangunan Umum (Sipil) Teknik Konstruksi Baja Teknik Konstruksi Kayu Teknik Batu dan Beton Teknik Pekerjaan Finishing Teknik Konstruksi Bangunan Sederhana Teknik Gambar Bangunan Teknik Plumbing & Sanitasi Teknik Bangunan/Sipil Lainnya 2 Perabot Perabot Umum Perabot Kayu Perabot Logam Perabot Lainnya 3 Teknik Listrik/Elektro Teknik Listrik (Elektro) Umum Teknik Transmisi Tenaga Listrik Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Teknik Distribusi Tenaga Listrik Teknik Listrik Industri Teknik Listrik/Elektro Lainnya 4 Teknik Mesin Teknik Mesin Umum Teknik Las Teknik Pembentukan Teknik Pengecoran Teknik Pemesinan Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri Teknik Gambar Mesin Teknik Mekanik Otomotif Teknik Alat Berat Teknik Body Otomotif Teknik Elektro Otomotif
84 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

No Kode 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 11 10 9 8 7 6 5

Bidang Keahlian Tata Boga

Program Keahlian Teknik Mesin Lainnya Tataboga Umum Restoran Patiseri Tataboga Lainnya

Kode 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462
85

Tata Kecantikan

Tata Kecantikan Umum Tata Kecantikan Kulit Tata Kecantikan Rambut Spa Tata Kecantikan Lainnya

Tata Busana

Tata Busana Umum Design Busana Tata Busana Lainnya

Budidaya Ternak

Budidaya Ternak Umum Budidaya Ternak Ruminansia Budidaya Ternak Unggas Budidaya Ternak Harapan Budidaya Ternak Lainnya

Budidaya Ikan

Budidaya Ikan Budidaya Ikan Air Tawar Budidaya Ikan Air Laut Budidaya Ikan Air Payau Budidaya Rumput Laut Budidaya Perikanan Lainnya

Teknologi Hasil Pertanian Pengawasan mutu Kerajinan

Teknologi Hasil Pertanian Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Pengolahan Hasil Pertanian NonPangan Pengawasan Mutu Kerajinan Umum Kria Tekstil Kria Kulit Kria Keramik

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

No

Bidang Keahlian Kria Kayu

Program Keahlian Kria Logam Kria Lainnya

Kode 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494

No

Bidang Keahlian Pertambangan

Program Keahlian Geologi Pertambangan Perminyakan Geologi Khusus Lainnya

Kode 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526
87

12

Teknologi Pesawat Terbang

Teknologi Pesawat Terbang Umum Permesinan Konstruksi Rangka Pesawat Udara Konstruksi Badan Pesawat Udara Air Frame & Power Plant Air Maintenance & Repair Kelistrikan Pesawat Udara Elektronika Pesawat Udara Teknologi Pesawat Terbang Lainnya

17

Instrumentasi Industri

Instrumentasi Industri Umum Kontrol Proses Kontrol Mekanik Instrumentasi Logam Instrumentasi Gelas Instrumentasi Lainnya

18

Kimia

Kimia Umum Kimia Industri Analis Kimia Kimia Lainnya

13

Teknik Perkapalan

Teknik Perkapalan Umum Pembangunan dan Perbaikan Kapal Baja Las Kapal Instalasi Permesinan Kapal Listrik Kapal Gambar Rancang Bangun Bangunan Kapal Kayu dan Fiberglass Teknik Perkapalan Lainnnya

19

Pelayaran

Pelayaran Umum Nautika Kapal Niaga Teknika Kapal Niaga Nautika Kapal Penangkap Ikan Teknika Kapal Penangkap Ikan Teknika Kapal/Pelayaran Lainnya

20

Telekomunikasi

Telekomunikasi Umum Teknik Transmisi Radio Teknik Transmisi Kabel Teknik Suitsing (Swiching) Teknik Akses Radio Teknik Akses Kabel Teknik Telekomunikasi Khusus Lainnya

14

Teknologi Tekstil

Teknologi Tekstil Umum Teknologi Pemintalan Serat Buatan Teknologi Pembuatan Benang Teknologi Pembuatan Kain Tenun Teknologi Pencelupan Teknologi Pencapan Teknologi Tekstil Khusus Lainnya

21 22

Teknik Survei dan Pemetaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Teknik Survei dan Pemetaan Teknik Survei dan Pemetaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Rekayasa Perangkat Lunak Teknik Komputer dan Jaringan Multi Media

15

Grafika

Grafika Umum Produksi Grafika Persiapan Grafika Grafika Khusus Lainnya

16
86

Geologi

Geologi Pertambangan Umum

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

No 23

Bidang Keahlian Teknik Radio, Televisi dan Film

Program Keahlian TIK Lainnya Teknik Radio, Televisi dan Film Umum Teknik Siaran Radio Produksi Program Pertelevisian Teknik Radio, Televisi dan Film Lainnya

Kode 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558

No

Bidang Keahlian

Program Keahlian Pengolahan Hasil Hutan Pembibitan Tanaman Budidaya Tanaman Lainnya

Kode 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585

30

Seni Rupa

Seni Rupa Umum Seni Murni Grafis Komunikasi Animasi Seni Rupa Lainnya

24

Teknik Elektronika

Teknik Elektronika Umum Teknik Audio-Video Teknik Elektronika Industri Teknik Elektronika Lainnya Teknik Pendingin dan Tata Udara Umum Teknik Pendingin dan Tata Udara Bisnis dan Manajemen Umum Administrasi Perkantoran Akuntansi Penjualan Perdagangan Perbankan Asuransi Koperasi Bisnis dan Manajemen Lainnya

31

Seni Pertunjukan

Seni Pertunjukan Umum Seni Musik Klasik Seni Musik Non Klasik Seni Tari Seni Karawitan Seni Pedalangan Seni Teater Seni Pertunjukkan Lainnya

25 26

Teknik Pendingin dan Tata Udara Bisnis dan Manajemen

32

Keperawatan

Keperawatan Umum Perawat Medis Pengatur Rawat Gigi Keperawatan Lainnya

27

Pariwisata

Pariwisata Umum Usaha Jasa Pariwisata Akomodasi Perhotelan Pariwisata Lainnya

33

Kesehatan

Kesehatan Umum Analisis Kesehatan Kesehatan Lainnya

34

Kefarmasian

Kefarmasian Umum Teknik Produksi Obat Kefarmasian Lainnya

28 29

Pekerjaan Sosial Budidaya Tanaman

Pekerjaan Sosial Umum Dan Khusus Budidaya Tanaman Umum Budidaya Tanaman Pangan Budidaya Tanaman Sayuran Budidaya Tanaman Hias Budidaya Tanaman Buah Tahunan Budidaya Tanaman Buah Semusim Budidaya Tanaman Perkebunan

35

Bidang Kejuruan Lainnya

Bidang Kejuruan Lainnya

88 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

89

Lampiran 14
VI. GURU LAINNYA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bidang Studi/Mata Pelajaran Guru Pendidikan Luar Biasa Guru SD/SMP/SMA/SMK dalam rumpun kesehatan Guru SD/SMP/SMA/SMK dalam rumpun pertanian yang belum tercantum Guru SD/SMP/SMA/SMK dalam rumpun perikanan yang belum tercantum Guru SD/SMP/SMA/SMK dalam rumpun kesehatan yang belum tercantum Guru Bimbingan Konseling Guru Pendidikan Luar sekolah yang belum tercantum Guru dalam rumpun pekerja sosial yang belum tercantum Guru bidang studi lainnya yang belum tercantum Kode 800 802 804 806 808 810 812 814 815 No. Kelompok IPS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 2 3 4 5 6
90 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

KODE PROGRAM STUDI S1
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Sejarah Pendidikan Ekonomi Pendidikan Geografi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Pendidikan Akuntansi Pendidikan Tata Niaga Pendidikan Administrasi Perkantoran Pendidikan Sosiologi Pendidikan Koperasi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Akuntansi Manajemen Ekonomi Pembangunan Sosiologi Ilmu Administrasi Negara Ilmu Administrasi Niaga Ilmu Informasi dan Perpustakaan Ilmu Sejarah Ilmu Hukum Program Studi IPS lainnya Kelompok Bahasa Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Jerman Pendidikan Bahasa Perancis 200 201 202 203 204 205
91

Kode 100 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 120 121 122 123 124 125 126 127 128 150

No. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7
92

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Perancis Pendidikan Bahasa Jawa Pendidikan Bahasa Jepang Pendidikan Bahasa Mandarin Sastra Indonesia Bahasa dan Sastra Indonesia Sastra Jawa Bahasa Inggris Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Inggris Sastra Perancis Bahasa Perancis Bahasa Jepang Bahasa dan Sastra Jerman Sastra Mandarin Program Studi Bahasa lainnya Kelompok Olahraga Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Ilmu Keolahragaan Program Studi Olahraga lainnya Kelompok MIPA Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Pendidikan Fisika Pendidikan Kimia Biologi Matematika Fisika

Kode 206 207 208 209 210 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 250 300 301 302 303 310 350 400 401 402 403 410 411 412

No. 8 9 10 11 12 13 14 15 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 Kimia

Program Studi Statistik Terapan dan Komputasi Statistika Instrumentasi dan Komputasi Manajemen Informatika Ilmu Komputer Sistem Informasi Program Studi MIPA lainnya Kelompok Teknologi Pendidikan Teknik Mesin Pendidikan Teknik Bangunan Pendidikan Teknik Elektro Pendidikan Teknik Elektronika Pendidikan Teknik Otomotif Pendidikan Informatika Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Teknik Mesin Teknik Sipil Teknik Elektro Teknik Elektronika Teknik Otomotif Teknik Mesin Produksi Teknologi Jasa dan Produksi Busana Teknologi Jasa dan Produksi Boga Program Studi Teknologi lainnya Kelompok Ilmu Pendidikan Pendidikan Luar Biasa Pendidikan Luar Sekolah PGSD PGTK Psikologi Pendidikan Teknologi Pendidikan

Kode 413 414 415 416 417 418 419 450 500 501 502 503 504 505 605 510 511 512 513 514 515 516 517 550 600 601 602 603 604 606
93

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 15
No. 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 Program Studi Administrasi Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Bimbingan dan Konseling Psikologi Program Studi Ilmu Pendidikan lainnya Kelompok Seni Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik Pendidikan Seni Rupa Pendidikan Seni Musik Pendidikan Seni Tari Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan Pendidikan Seni Kerajinan Seni Rupa Program Studi Seni lainnya 700 701 702 703 704 705 710 750 Kode 607 608 609 610 620 650 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
94 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

KODE PROGRAM STUDI S2

Program Studi Administrasi Bisnis Administrasi Negara Administrasi Niaga Administrasi Pendidikan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bimbingan dan Penyuluhan Biologi Budidaya Perairan Budidaya Pertanian Ekonomi Manajemen Ekonomi Pembangunan Fisika Geografi Ilmu Administrasi Ilmu Administrasi Niaga Ilmu Akuntansi Ilmu Ekonomi Ilmu Ekonomi dan Akuntansi Ilmu Komputer Ilmu Komunikasi Ilmu Lingkungan Ilmu Manajemen Ilmu Pendidikan Ilmu Pendidikan Sosial Ilmu Psikologi Ilmu Sastra Ilmu Sejarah

Kode 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028
95

No 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59
96

Program Studi Ilmu Sosial Ilmu-Ilmu Sosial Informatika Instrumentasi dan Kontrol Kimia Linguistik Manajemen Manajemen Pendidikan Manajemen Sistem Informasi Manajemen Teknologi Matematika Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Bahasa Pendidikan Bahasa dan Sastra Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SD Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Jepang Pendidikan Biologi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar Pendidikan Islam Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pendidikan Kimia Pendidikan Linguistik Terapan Pendidikan Luar Sekolah Pendidikan Matematika Pendidikan Matematika Sekolah Dasar Pendidikan Olahraga Pendidikan Sains

Kode 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040 041 042 043 044 045 046 047 048 049 050 051 052 053 054 055 056 057 058 059

No 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81

Program Studi Pendidikan Sejarah Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pendidikan Umum Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pengajaran Seni Pertunjukan Pengembangan Kurikulum Pengembangan Sumber Daya Manusia Perencanaan dan Kebijakan Publik Psikologi Psikologi Perkembangan Seni Rupa Seni Rupa dan Desain Sosiologi Statistika Teknologi Hasil Pertanian Teknologi Industri Pertanian Teknologi Informasi Teknologi Kelautan Teknologi Pascapanen Teknologi Pembelajaran Teknologi Pendidikan Program Studi S2 lainnya

Kode 060 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 071 072 073 074 075 076 077 078 079 080 099

97 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 16
No. Program Studi Pendidikan Matematika Pendidikan Olahraga Pendidikan Umum Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pengembangan Kurikulum Sains Veteriner Sosiologi Teknologi Industri Pertanian Teknologi Informatika Teknologi Kelautan Teknologi Pendidikan Program Studi S3 lainnya

KODE PROGRAM STUDI S3

29 30 31 Kode 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Kode 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 040

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
98

Program Studi Administrasi Pendidikan Bimbingan dan Penyuluhan Biologi Biologi Reproduksi Budidaya Pertanian Epidemiologi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Ilmu Administrasi Ilmu Ekonomi Ilmu Hukum Ilmu Kedokteran Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Material Ilmu Pangan Ilmu Penyuluhan Pembangunan Ilmu Perairan Ilmu Politik Ilmu Ternak Ilmu-Ilmu Pertanian Kajian Budaya Kehutanan Opto Elektronika dan Aplikasi Laser Pendidikan Bahasa Pendidikan Bahasa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pendidikan Luar Sekolah

99 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

100 Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2008

Lampiran 17

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->