Anda di halaman 1dari 14

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 1

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011


2011
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali perkembangan perkembang
yang terjadi di setiap sisi kehidupan, mulai dari derasnya aliran informasi dan lainnya yang
tentu saja membawa perubahan yang baik maupun yang buruk, salah satu perubahan tersebut
adalah dalam bidang bangunan yang dalam hal ini terperinci dalam ilmu teknik sipil
Dunia Teknik Sipil tidak terpisah dari bangunan-bangunan yang berhubungan dengan
air. Mata kuliah yang menunjang pengetahuan keairan salah satunya adalah Hidrolika. Sari
bahasan yang digaris besarkan pada mata kuliah ini adalah saluran terbuka yang dalam
kehidupan sehari-hari banyak sekali kita temui, berupa sungai, parit, gorong-gorong dsb.
Banyak teori yang menjelaskan tentang pemahaman saluran terbuka, dan
pengaplikasiannya di lapangan. Bukan hanya teori saja yang dibutuhkan dalam pemahaman,
namun pengaplikasian yang nyata dilapangan pun harus kita pahami secara jelas. Oleh karena
banyaknya teori tentang hal tersebut sehingga dirasa perlu melakukan praktikum hidrolika ini
agar mahasiswa tidak hanya memahami teori saja tapi juga paham dengan penerapan aplikasi
di lapangan.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulisan laporan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai evaluasi atas praktikum yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Menyelaraskan antara teori dan praktek di lapangaan.
3. Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan saluran air.











MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 2

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011
BAB II
PERCOBAAN
OSBORNE REYNOLDS

2.1 Tujuan Percobaan
Tujuan dari dilakukan percobaan ini antara lain :
1. Menghitung besarnya bilangan Reynolds (Re) untuk menentukan macam aliran yang
terjadi apakah aliran laminer, transisi atau turbulen dalam percobaan yang telah
dilakukan.
2. Membuat grafik profil dari kecepatan aliran dalam yang terjadi pada percobaan yang
telah dilakukan dengan memakai persamaan teoritis.
3. Menyatakan hubungan antara bilangan Reynold Re, faktor gesek f,dan debit Q sekaligus
grafik hubungan antar ketiga bilangan tersebut sesuai dengan percobaan yang telah
dilakukan.
2.2 Alat alat yang Digunakan
Adapun alat alat dan bahan lain yang diperlukan selama percobaan ini adalah :
1. Pesawat Osborne Reynolds (O R)




Kelereng


MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 3

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011
Contoh alat Osborn Reynold yang digunakan dalam praktikum

















2. Termometer untuk menghitung suhu
3. Stopwatch untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan volume
(Debit)
4. Gelas ukur ( kapasitas 1000cc) untuk manampung air yang keluar selama waktu yang
telah ditentukan
5. Reservoir air dengan stop kran
6. Zat pewarna untuk membedakan air sehingga kita bisa melihat macam aliran yang
terbentuk

2.3 Teori
1. Bilangan Reynolds (Re)
Adalah suatu bilangan / angka untuk mengidentifikasi perbedaan antara aliran laminer
dan turbulen yang didapat dari suatu percobaan dengan menggunakan bermacam-macam
jenis aliran dan bermacam-macam diameter pipa yang dilakukan oleh Reynolds, yaitu :

v
VD
= Re atau
vA
DQ
= Re

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 4

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011

dimana :
Re : Bilangan Reynold
Q : Debit aliran (m
3
/dtk)
D : Diameter pipa (m)
V : kecepatan rata2 (m/s
2
)


v : viskositas kinematik (m
2
/s)

2. Macam Aliran
a. Aliran Laminer adalah aliran dimana gaya kekentalan lebih besar daripada gaya
kelembaman sehingga aliran dipengaruhi oleh kekentalan, di mana partikel-partikel
cairan bergerak secara teratur menurut lintasan-lintasan arusnya dan berlapis-lapis
seolah-olah lapisan yang satu menggelincir di atas lapisan yang lainnya. besarnya faktor
gesek f pada aliran laminer adalah :
=


Dimana :
= Faktor gesek
Re = Bilangan Reynold
b. Aliran Turbulen adalah aliran dimana gaya kelebaman relative lebih besar daripada
gaya kekentalan. Pada aliran ini, partikel-partikel cairan bergerak pada lintasan yang
tidak teratur atau pada lintasan sembarang. Pada aliran turbulen terjadi pusaran-pusaran
sehingga aliran mendapatkan hambatan dari gesekan dan tumbukan antar partikel cairan
itu sendiri. Besarnya faktor gesek f pada aliran turbulen pada pipa adalah :
=



c. Aliran transisi adalah aliran di antara aliran laminer dan turbulen yang merupakan suatu
aliran peralihan yang biasanya sulit untuk diamati kelakuannya.pada aliran transisi
besarnya faktor gesek pada aliran transisi :

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 5

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011

= -2 log(

)
atau
2
9 , 0
Re
74 , 5
. 7 , 3
ln
325 , 1
(

|
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
=
D
f
c

Dimana:
= Tinggi kekasaran dinding pipa (m)

Menurut hasil percobaan yang dilakukan oleh Reynolds menunjukkan :
Re < 2000 aliran laminer
Re > 2800 aliran turbulen
2000 Re 2800 aliran transisi
Contoh bentuk macam aliran dalam pipa







3. Hubungan antara faktor gesek dengan Tegangan Geser

2
.
. 8
V
f

t
=

dimana :
= tegangan geser (N/m)
= kerapatan air (kg/m
3
)
V = kecepatan rata2 dalam aliran (m/s)

4. Profil Kecepatan

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 6

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011
Profil kecepatan aliran adalah arus yang terjadi pada suatu aliran. Kecepatan garis
arus terbesar
max
pada pipa terjadi pada sumbunya.
a. Aliran Laminer

7 / 1
0
0
max
|
|
.
|

\
|
=
r
r r
u
u


b. Aliran Turbulen
= ( 1 + 1,33 ) x V
turbulen
- 2,04 x V
turbulen
x log {

r
o
r

}
R


max
= ( 1 + 1,33 ) x V
turbulen



2.4 Prosedur Pelaksanaan
1. Untuk pengamatan aliran maka pesawat O-R dibuat mendatar posisinya sehingga pipa
percobaan dalm posisi vertikal.
2. Aliran debit dalam pipa pesawat O-R dengan mengatur stopkran yang
menghubungkan pesawat O-R dengan tampungan air.
3. Jaga permukaan air dalam pesawat O-R tetap konstan dengan memasang pipa
pembuangan kelebihan air.
4. Tabung zat warna diisi dan selanjutnya ujung injector diturunkan sampai mulut genta
bagian atas.
5. Diamkan air dalam pesawat O-R selama 5 menit kemudian ukur temperatur air dalam
pesawat O-R tersebut.
6. Buka stopkran pada pesawat O-R dengan mengatur besarnyaaliran (debit) yang
dikehendaki dalam pipa percobaan.
7. Pengukuran debit yang lewat dalam pipa percobaan dilakukan dengan mengukur
volume aliran (m3) yang terjadi dengan menampung air yang mengalir kedalam gelas
ukur selama selang waktu tertentu (detik) dengan menggunakan stop watch.
8. Alirkan zat warna lewat jarum injector sehingga tampak macam aliran yang terjadi
dalam pipa.
9. Amati dan catat macam aliran yang terjadi dengan indikasi garis arus yang terbentuk
oleh zat warna dalam pipa percobaan (aliran laminer atau turbulen).
10. Ulangi percobaan diatas dengan variasi debit (paling sedikit 15 kali) sehingga akan
terlihat macam aliran mulai laminer sampai turbulen.
11. Untuk pengamatan profil kecepatan maka tutup stopkran pengatur aliran pada pipa
percobaan. Keluarkan zat warna pada mulut genta sampai terjadi tetesan bola zat
warna.
12. Keluarkan injector dari mulut genta kemudian buka stopkran pengatur aliran dalam
pipa percobaan.

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 7

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011
13. Amati tetesan bola zat warna dalam pipa percobaan yang mengalami perubahan
bentuk menjadi profil paraboloida.
14. Lakukan pengamatan profil kecepatan ini dengan mengatur bukaan stopkran pengatur
aliran dalam pipa sehingga diperoleh aliran laminer atau turbulen.

2.5 Tugas
1. Menyatakan jenis aliran yang diamati terhadap besaran bilangan Reynolds dari hasil
pengukuran yang dilakukan.
Catatan : teoritis menyatakan bahwa untuk aliran laminer besaran Re, 2000 dan turbulen
Re > 2800.
2. Menyatakan hubungan antara bilangan Reynolds dengan faktor gesek ( f ) dan bilangan
Reynolds dengan tegangan geser ( ). Menggambarkan kedua grafik hubungan tersebut.
3. Menyatakan hubungan antara debit ( Q ) dengan tegangan geser ( ) dan menggambarkan
grafik hubungan tersebut.
4. Membuat perkiraan profil kecepatan aliran dari hasil percobaan yang dilakukan pada
debit-debit yang menyebabkan aliran laminer dan turbulen dengan memakai persamaan-
persamaan teoritis.
5. Beri kesimpulan hasil percobaan yang saudara lakukan.

2.6 Hasil Percobaan dan Perhitungan
1. Data hasil percobaan Osborne-Reynolds dan perhitungan
D = 10 mm = 0.01 m ; A = 78.5 mm
2
= 7,85 x 10
-5
m
2

Suhu air = 29
o
C, didapat dari table karakteristik fisik air :
- = 0.823 x 10
-6
m
2
/s
- = 995.98 kg/m
3

Untuk nilai didapat dengan melihat tabel









MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 8

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011

Maka nilai adalah 0,0015 mm

DATA PRAKTIKUM HIDROLIKA
PERCOBAAN OSBORN-REYNOLD

No.
Volume Waktu Q Qrata-rata V Jenis Aliran
Re
Jenis
Aliran
f

10^-6
m3
(detik) m3/det lt/det m/det Pengamatan Teori
I
100 10 0,00001
0,010 0,127 Laminer 1547,856 Laminer 0,041 0,084 100 10 0,00001
100 10 0,00001
II
230 10 0,000023
0,023 0,292 Laminer 3549,749 Turbulen 0,041 0,435 228 10 0,0000228
230 10 0,000023
III
320 10 0,000032
0,032 0,406 Laminer 4932,501 Turbulen 0,038 0,774 318 10 0,0000318
318 10 0,0000318
IV
400 10 0,00004
0,040 0,512 Laminer 6217,221 Turbulen 0,036 1,160 405 10 0,0000405
400 10 0,00004
V
455 10 0,0000455
0,045 0,575 Laminer 6991,149 Turbulen 0,035 1,424 450 10 0,000045
450 10 0,000045
VI
485 10 0,0000485
0,049 0,622 Transisi 7558,696 Turbulen 0,034 1,633 490 10 0,000049
490 10 0,000049
VII
540 10 0,000054
0,054 0,686 Transisi 8332,624 Turbulen 0,033 1,936 535 10 0,0000535
540 10 0,000054
VIII
605 10 0,0000605
0,061 0,771 Transisi 9364,528 Turbulen 0,032 2,375 605 10 0,0000605
605 10 0,0000605
IX
660 10 0,000066
0,066 0,845 Transisi 10267,444 Turbulen 0,031 2,791 660 10 0,000066
670 10 0,000067
X
715 10 0,0000715
0,071 0,909 Turbulen 11041,372 Turbulen 0,031 3,169 715 10 0,0000715
710 10 0,000071
XI
765 10 0,0000765
0,076 0,970 Turbulen 11789,502 Turbulen 0,030 3,554 760 10 0,000076
760 10 0,000076
XII 435 5 0,000087 0,087 1,113 Turbulen 13517,941 Turbulen 0,029 4,516

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 9

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011
435 5 0,000087
440 5 0,000088
XIII
465 5 0,000093
0,093 1,180 Turbulen 14343,464 Turbulen 0,029 5,009 465 5 0,000093
460 5 0,000092
XIV
490 5 0,000098
0,097 1,240 Turbulen 15065,797 Turbulen 0,029 5,459 490 5 0,000098
480 5 0,000096
XV
505 5 0,000101
0,101 1,287 Turbulen 15633,344 Turbulen 0,028 5,824 505 5 0,000101
505 5 0,000101
XVI
525 5 0,000105
0,105 1,342 Turbulen 16304,081 Turbulen 0,028 6,269 530 5 0,000106
525 5 0,000105
XVII
540 5 0,000108
0,108 1,372 Turbulen 16665,248 Turbulen 0,028 6,514 540 5 0,000108
535 5 0,000107
XVIII
545 5 0,000109
0,110 1,397 Turbulen 16974,819 Turbulen 0,028 6,727 550 5 0,00011
550 5 0,00011


2. Hubungan
a. Antara bilangan Reynolds (Re) dan faktor gesek (f)
No. Re F No. Re f
1
1547,856 0,041
10
11041,372 0,031
2
3549,749 0,041
11
11789,502 0,030
3
4932,501 0,038
12
13517,941 0,029
4
6217,221 0,036
13
14343,464 0,029
5
6991,149 0,035
14
15065,797 0,029
6
7558,696 0,034
15
15633,344 0,028
7
8332,624 0,033
16
16304,081 0,028
8
9364,528 0,032
17
16665,248 0,028
9
10267,444 0,031
18
16974,819 0,028


MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 10

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011


b.Antara Bilangan Reynold (Re) dan Tegangan geser ()
No. Re (N/m) No. Re (N/m)
1
1547,856 0,084
10
11041,372 3,169
2
3549,749 0,435
11
11789,502 3,554
3
4932,501 0,774
12
13517,941 4,516
4
6217,221 1,160
13
14343,464 5,009
5
6991,149 1,424
14
15065,797 5,459
6
7558,696 1,633
15
15633,344 5,824
7
8332,624 1,936
16
16304,081 6,269
8
9364,528 2,375
17
16665,248 6,514
9
10267,444 2,791
18
16974,819 6,727



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13 14 15
16
17 18
0.00
0.01
0.01
0.02
0.02
0.03
0.03
0.04
0.04
0.05
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000
F
a
k
t
o
r

G
e
s
e
k

(
f
)

Bilangan Reynolds (Re)
Grafik hubungan Re dan f
Aliran
Laminer
Aliran
Turbulen
`

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 11

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011


c.Hubungan antara debit (Q) dan tegangan geser ()
No. Q (m3/det) (N/m) No. Q (m3/det) (N/m)
1
10000,000 0,084
10
71333,333 3,169
2
22933,333 0,435
11
76166,667 3,554
3
31866,667 0,774
12
87333,333 4,516
4
40166,667 1,160
13
92666,667 5,009
5
45166,667 1,424
14
97333,333 5,459
6
48833,333 1,633
15
101000,000 5,824
7
53833,333 1,936
16
105333,333 6,269
8
60500,000 2,375
17
107666,667 6,514
9
66333,333 2,791
18
109666,667 6,727

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
6.00
7.00
8.00
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000
T
e
g
a
n
g
a
n

G
e
s
e
r

(

)

Bilangan Reynolds (Re)
Grafik hubungan Re dan
Aliran
Laminer
Aliran
Turbulen
`

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 12

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011


3. Profil Kecepatan
a. Aliran Laminer
7 / 1
0
0
max
|
|
.
|

\
|
=
r
r r
u
u


rata-rata
= 0,078926598 m/det

max
= 2 = 0,15785 m/det
maka :
max
7 / 1
0
0
.u u
|
|
.
|

\
|
=
r
r r

dimana : r
o
= d = x 10 mm = 5 mm = 0,005 m








1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
6.00
7.00
8.00
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000
T
e
g
a
n
g
a
n

G
e
s
e
r

(

)

Debit (mm3/det)
Grafik hubungan Q dan
Aliran
Turbulen
Aliran
Laminer

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 13

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011








b. Aliran Turbulen

turbulen
=
turbulen
: pengamatan
= 0,56555 m/det

rata-rata
=
rata-rata
: pengamatan
= 0,0326

max
= (1 + 1.33
1/2
) x
turbulen

= (1 + 1.33 x (0.0326)
1/2
) x 0.56555
= 0,701279334 m/det
maka :
= ( 1 + 1,33 ) x V
turbulen
- 2,04 x V
turbulen
x log (r
o
/(r
o
-r))
dimana :
r
o
= d = x 10 mm = 5 mm = 0,005



0.000
0.050
0.100
0.150
0.200
0.250
0.300
-0.00600 -0.00400 -0.00200 0.00000 0.00200 0.00400 0.00600
Profil Kecepatan Aliran Laminer
No.
Pias (r)
m

(m/det)
1
-0,00500 0,000
2
-0,00400 0,202
3
-0,00300 0,224
4
-0,00250 0,231
5
-0,00200 0,237
6
-0,00100 0,247
7
-0,00050 0,251
8
0,00000 0,255
9
0,00050 0,251
10
0,00100 0,247
11
0,00200 0,237
12
0,00250 0,231
13
0,00300 0,224
14
0,00400 0,202
15
0,00500 0,000

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA [RC09-1333] 14

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA 2011
2011











2.7 Kesimpulan
a. Berdasarkan hasil Praktikum didapatkan 2 jenis aliran yaitu aliran laminer dan turbulen
b. Berdasarkan hasil praktikum dan telah dilakukan perhitungan didapatkan hasil berikut:
pada percobaan yang pertama sebagai acuan yang mewakili perhitungan percobaan
lainnya.
No.
Volume Waktu Q Q
rata-rata
V Jenis Aliran
Re
Jenis
Aliran
f

10^-6
m3
(detik) m3/det lt/det m/det Pengamatan Teori
I
100 10 0,00001
0,010 0,127 Laminer 1547,856 Laminer 0,041 0,084 100 10 0,00001
100 10 0,00001

0.000
0.200
0.400
0.600
0.800
1.000
1.200
-0.00600 -0.00400 -0.00200 0.00000 0.00200 0.00400
Profil Kecepatan Aliran Turbulen
No.
Pias (r)
m

(m/det)
1
-0,00500
TIdak
Terdefinisi
2
-0,00400 0,897
3
-0,00300 0,997
4
-0,00250 1,029
5
-0,00200 1,055
6
-0,00100 1,097
7
-0,00050 1,114
8
0,00000 1,129
9
0,00050 1,114
10
0,00100 1,097
11
0,00200 1,055
12
0,00250 1,029
13
0,00300 0,997
14
0,00400 0,897
15
0,00500
TIdak
Terdefinisi