Anda di halaman 1dari 6

KEADILAN SOSIAL

Cindy Larissa Sophia Okky Mega Kurnia Priska Winny Anna Maria Septianingsih

2009-0702009-070-035 2009-0702009-0702009-070-

I.

PENGERTIAN KEADILAN SOSIAL


Keadilan Sosial adalah sila kelima dalam Pancasila. Sila kelima ini merupakan ujung

harapan dari semua sila lainnya. Oleh karena itu, perumusan kelima sila itu pada Alinea IV Pembukaan UUD 1945 diakhiri dengan kalimat, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan seringkali identik dengan keadilan dalam aspek ekonomi ataupun hukum. Namun sebenarnya keadilan sosial mencakup banyak aspek dan dimensi, yaitu keadilan hukum, keadilan ekonomi, keadilan politik, dan bahkan keadilan sosial. Istilah keadilan sosial tersebut terkait erat dengan pembentukan struktur kehidupan masyarakat yang didasarkan atas prinsip-prinsip persamaan (equality) dan solidaritas. Dalam konsep keadilan sosial terkandung pengakuan akan martabat manusia yang memiliki hak-hak yang sama yang bersifat asasi. Keadilan sosial berkaitan langsung dengan kesejahteraan bersama (tidak ada kesenjangan sosial). Dengan demikian keadilan sosial berkaitan erat dengan keadilan membagi (keadilan distributive), Kebijakan sosial hendaknya selalu berpihak pada rakyat, khususnya mereka yang marginal. Oleh karena itu, menurut Magnis Suseno, keadilan sosial berarti keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis, politis, sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat. Keadilan sosial menuntut kepada setiap orang/golongan agar dalam mengejar kepentingannya tidak sampai merampas kepentingan orang/golongan lain.

II. KONSEP KEADILAN SOSIAL


Keadilan sosial berbeda dengan keadilan individual. Keadilan individual berkaitan dengan kemauan individu untuk berlaku adil kepada setiap orang yang berhak atasnya. Sedangkan keadilan sosial mengandaikan adanya struktur sosial, baik di bidang sosial politik dan sosial ekonomi yang adil agar kesejahteraan bersama dapat ditegakkan. Berikut 3 konsep mengenai keadilan sosial: 1. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Sila Kelima Pancasila): Dalam Sidang BPUPKI, Soekarno memulai formulasi yang kemudian dikenal dengan Pancasila. Sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, adalah

bagian penting dari filosofi kenegaraan Indonesia, dimana Soekarno menekankan bahwa merdeka bukan hanya dalam arti politik, teritori, atau saat ini saja melainkan juga dalam arti sosial-ekonomi, berkelanjutan, dan menjangkau semua dalam Bangsa Indonesia. 2. Solidaritas antar manusia: Cak Nur (Nurcholish Madjid), dalam Indonesia Kita (2004), menggambarkan mengenai hubungan antara Tuhan sebagai Sang Pencipta dan manusia sebagai ciptaan. Di hadapan Sang Pencipta, semua manusia adalah sama-sama ciptaan, dan sesama ciptaan menyadari Sang Pencipta dan menghidupi solidaritas antar-manusia. Konsep solidaritas antar-manusia adalah salah satu padanan dan/atau afiliasi dari makna keadilan sosial. 3. Etika, Immanuel Kant Dalam perjalanan filsafat barat, Kant berperan penting dalam merumuskan mengenai pengetahuan manusia, tindakan manusia, dan hal yang mengandaikan seluruh kelangsungan manusia dan kemanusiaan. Kant menyatakan bahwa manusia memiliki pengetahuan, yang itu membuktikan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk mengetahui. (what is to know) Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia mengandaikan adanya keharusan untuk melakukan sesuatu yang benar. (what to do). Pengandaian adanya Pencipta terhadap dua hal di atas. Apa yang harus dilakukan manusia menjadi penanda penting bahwa manusia adalah manusia. Inilah yang dfisebut sebagai etika. Meski tidak muncul secara langsung konsep keadilan sosial, namun etika Kantian ini menjadi dasar bagi pengembangan pranata negara modern, tata hubungan masyarakat, legitimasi kekuasaan, yang kesemuanya memunculkan gagasan seputar demokrasi dan keadilan sosial.

III. KEADILAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN BANGSA

PROSES PEMBERDAYAAN MANUSIA

PENDIDIKAN

PEMBANGUNAN SOSIAL

KEBIJAKAN PUBLIK

KESTABILAN SOSIAL

Menurut Rawls, demokrasi menuntut adanya proses pemberdayaan manusia melalui pendidikan. Dengan demikian perlu ada kebijakan publik yang memungkinkan terjadinya kesempatan pendidikan yang merata bagi segenap warga negara. Kegagalan dalam usaha untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat akan menimbulkan ketidakstabilan sosial, dan hal itu akan mengakibatkan terganggunya pembangunan sosial. Pendidikan yang bermutu akan memperhatikan proses transfer nilai-nilai kemanusiaan, tanpa proses transfer nilai-nilai kemanusiaan maka akan berkembang penyakit-penyakit sosial, seperti kekerasan, korupsi,

kerusakan lingkungan hidup dan kemiskinan yang tidak lain adalah sesuatu yang bukan nilai. Akibatnya akan terjadi kesenjangan sosial.

IV.

KEADILAN SOSIAL DAN KESATUAN BANGSA

Keadilan sosial dan kesatuan bangsa memiliki hubungan yang erat. Kesatuan nasional akan berhasil diwujudkan apabila keadilan sosial juga terwujud. Tanpa keadilan sosial kesatuan bangsa akan terancam. Masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil, maka masyarakat tersebut akan berusaha untuk melepaskan diri dari kesatuan yang sudah berlangsung sebelumnya. Contoh : Gerakan Aceh Merdeka(GAM) dan Organisasi Papua Merdeka(OPM).

V.

PRINSIP KEADILAN SOSIAL


John Rawls mengemukakan prinsip-prinsip keadilan dalam bukunya Theory of Justice. Ia

menjelaskan dua prinsip keadilan sosial, yaitu the difference principle dan the principle of fair equality and opportunity. Pengertian dari the difference principle, adalah bahwa perbedaan sosial dan ekonomis harus diatur agar memberikan manfaat yang paling besar bagi mereka yang paling kurang beruntung. Istilah perbedaan sosial-ekonomis dalam prinsip perbedaan menuju pada adanya ketidaksamaan dalam prospek seorang untuk mendapatkan unsur pokok kesejahteraan, pendapatan, dan otoritas. Sementara itu, the principle of fair equality of opportunity menunjukkan bahwa setiap golongan bahkan yang paling kurang sekalipun, tetap mempunyai peluang untuk mencapai prospek kesejahteraan, pendapat, dan otoritas. Mereka yang digolongkan paling kurang ini yang harus diberi perlindungan khusus agar dapat mencapai keadilan sosial. Dengan demikian, dari pernyataan tentang prinsip keadilan sosial dapat diketahui bahwa setiap golongan masyarakat memiliki hak untuk dapat memperoleh keadilan sosial dalam berbagai aspek dan dimensi dalam dunia kehidupan. Hal ini ditegaskan dalam dasar hukum Indonesia yang tertulis pada sila ke-5 dari Pancasila yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia. Kata bagi ini menunjukkan bahwa keadilan harus ditegakkan dan diperjuangkan karena setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keadilan. Oleh karena itu, Pancasila harus selalu menjadi landasan agar keadilan sosial dapat tercapai.