Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, kebutuhan para konsumen seperti dalam dunia industri, pendidikan dan masih banyak lagi kebutuhan akan alat ukur juga semakin meningkat. Terutama kebutuhan akan alat ukur dengan ketelitian dan kemudahan didalam pemakaiannya untuk mengukur. Alat yang dimaksud dalam hal ini adalah alat ukur untuk mengukur jumlah putaran pada poros benda yang berputar atau sering disebut Tachometer. Kebanyakan pengukuran pada instrumen ini masih menggunakan jarum penunjuk (sistem analog) sebagai penunjuk nilai atau besaran dari jumlah putaran poros dari suatu benda yang berputar, sehingga hasil yang diperoleh tingkat ketelitian serta ketepatannya masih rendah, selain itu model yang ditawarkan dipasaran bentuknya besar sehingga kurang fleksibel untuk dibawabawa dan dari bentuknya yang besar sudah dapat dipastikan harga yang ditawarkan dipasaran juga pasti sangatlah mahal. Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin modern maka dirancang suatu alat ukur untuk mengukur jumlah putaran dengan hasil yang ditampilkan dalam bentuk angka (sistem digital) sehingga hasil yang diperoleh akan lebih teliti dan tepat dalam pembacaannya B. Perumusan Masalah Alat ukur putaran yang berkembang di masyarakat menggunakan jarum penunjuk (sistem analog) sebagai penunjuk nilai atau besaran dari jumlah putaran poros dari suatu benda yang berputar, sehingga hasil yang diperoleh tingkat ketelitian serta ketepatannya masih rendah. Selain itu jika alat ukur berupa alat ukur digital bentuk dan ukurannya besar tidak fleksibel. Sehingga dibutuhkan sebuah alat ukur putaran yang portable untuk dibawa kemana saja dalam proses pengukuran, nilai yang dihasilkan berupa nilai digital sehingga mudah dibaca serta tidak mahal secara ekonomis. Supaya memperoleh hasil yang maksimal penulis mencoba membuat tachometer dengan hasil hingga empat digit itu berarti nilai yang dihasilkan mencapai ribuan tepatnya mencapai 9.999 C. Tujuan Membuat tachometer yang mudah dibawa, praktis dan mudah pengoperasiannya serta hasil pengukuran ditampilkan secara digital. D. Kontribusi Kontribusi yang diharapkan dapat dihasilkan pada pembuatan alat ini antara lain adalah : 1. Alat ukur jumlah putaran poros pada benda yang berputar ini (Tachometer) dapat dimanfaatkan oleh dunia industri dan dunia pendidikan untuk pengukuran jumlah putaran dengan lebih mudah dan efisien. 2. Bagi mahasiswa agar tidak hanya sebagai konsumen tetapi sebagai produsen, sebab alat ini akan dirancang sedemikian rupa sehingga akan mudah dibuat oleh orang lain.

Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan tachometer - Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun ban sudah aus atau ganti ukuran) posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan, dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2; gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer. Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) = 180 cm = 0,00180 Km - Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang / Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak secepat putaran mesin).

Z2/Z1 Primary Reduction Gigi pada crankshaft dengan gigi pada rumah kopling. Z4/Z3 Transmission Gear Pilih perbandingan posisi gigi tertinggi untuk menghitung top speed. Z6/Z5 Secondary Reduction Jumlah mata/gigi Sprocket belakang dibagi sprocket depan. Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros diputar - Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5 Contoh:

Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 630.000 putaran per jam (10.500 x 60 menit) Keliling roda belakang = 180 cm = 0,00180 Km TRR = 8,497 Primary Reduction = 72/22 Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6) Secondary Reduction = 42/14 Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi 74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497). Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang: 74.298,246 x 0,00180 = 133,737 km/jam