P. 1
TEORI – TEORI KEPRIBADIAN BEHAVIORISTIK

TEORI – TEORI KEPRIBADIAN BEHAVIORISTIK

|Views: 602|Likes:
Dipublikasikan oleh Hariez Zona

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Hariez Zona on Mar 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

TEORI – TEORI KEPRIBADIAN BEHAVIORISTIK

SEJARAH GERAKAN BEHAVIORISME
Sebagai aliran pemikiran besar, cikal bakal Behaviorisme telah terlihat sejak Filsuf Empirisme Inggris abad XVII John Locke mencetuskan teori Tabularasa

Next..
• Amerika abad XIX, Filsafat Locke dikembangkan Wilhelm Wundt dan Edward Bradford Titchener melalui serangkaian eksperimen terhadap persepsi, sikap, dan berbagai struktur dan konten kesadaran manusia. • Eksperimentasi Wundt dan Titchener diperingati sebagai hari merdekanya Psikologi sebagai Ilmu pengetahuan dan bebas dari penjajahan filsafat • Aliran Wundt dan Titchener disebut Psikologi Struktural sebagai aliran pertama di Psikologi

Next..
• John Brodaus Watson, menentang Psikologi Struktural Wundt karena, sebagai ilmu pengetahuan, Psikologi Struktural masih belum sepenuhnya merdeka dari filsafat karena mengakui eksistensi pikiran dan kesadaran. • Watson berpendapat, pikiran dan kesadaran bukanlah entitas yang objektif: dapat diamati dan dapat diukur. Selain itu “metodologi Introspeksi” yang dibangga-banggakan psikologi dipandang masih lemah, rentan terhadap bias. • Sedangkan Watson berpendapat yang objektif adalah perilaku yang nampak (karena dapat diamati dan diukur sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan: objektif, universal, bebas nilai)

Next..
• Behaviorisme berkembang pesat di Uni Soviet (Sekarang Rusia) dan Amerika pada abad XX dianggap sebagai sebagai bentuk ketidakpuasan para behaviorist terhadap konsep Psikologi sktuktural Wundtian yang masih terpengaruh filsafat semu, ditandai dengan masih mengakui eksistensi Jiwa, persesi, sikap, kesadaran,dsb.

Behaviorisme?
“Behaviorisme adalah mahzab Psikologi yang memfokuskan perhatiannya pada perilakuperilaku yang dapat diamati dan diukur”

• Behaviorisme berusaha menunjukkan secara ilmiah bagaimana lingkungan menjadi determinan penting bagi terbentuknya perilaku, bahkan dalam perilaku yang tidak dipelajari sekalipun. • Perilaku terbentuk melalui mekanisme Stimulus – Respon • Perilaku dapat diubah dengan mempelajari perilaku lain sebagai penggantinya • Untuk memodifikasi perilaku, behaviorist menggunakan manipulasi reinforcement

Key Text of Behaviorism

John Brodaus Watson (1978 – 1958)
• Psikologi adalah ilmu perilaku yang diukur dengan stimulus-respons (S-R) • Lingkungan adalah faktor determinan tunggal bagi perilaku.

L

T

“berikanlah kepada saya 10 orang anak (bayi), maka akan saya jadikan ke-10 anak itu sesuai kehendak saya!”

JB Watson

Ivan Pavlov (1849 – 1936)
• Classical conditioning: S – R • Unconditioned Stimulus – Unconditioned Responses • Conditiones Stimulus - Conditiones Responses

L

T

Burrhus Frederic Skinner
• • • • Operant Conditioning: R – S Reinforcement ( + & - ) “S” Conditioning: Mementingkan Stimulus “R” Conditioning: Mementingkan Respon

P L

T

Albert Bandura
• Social Learning theory (Modelling Method) • Self-Efficacy

P L
T

Neal E. Miller & John Dollard
• Habitual learning Theory • Teori konflik (approach-avoidance conflict) • Teori Frustasi-Agresi

Referensi
• • • • • • • • Filsafat Modern: F Budi Hardiman Sejarah dan Sistem Psikologi: James F. Brennan Kamus Lengkap Psikologi: J.P. Chaplin Psikologi Pendidikan: Rifa’i & Catharina Teori – TeoriPerilaku: Hall & Lindzey Teori Kepribadian: Feist & Feist Psikologi Kepribadian: Alwisol www.youtube.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->