Anda di halaman 1dari 8

ARKANAUL BAIAT

Agus Nur Purwanto




Keberimanan terhadap islam sebagai agama samawi yang diturunkan Allah SWT
memang sudah final. Tetapi pemahaman manusia terhadap Islam tidak dapat dikatakan
sudah mencapai final sehingga berhenti pada satu titik. Jalan-jalan untuk mencapai
pemahaman islam dalam konteks syumuliyah dan takamuliyahnya adalah jalan-jalan
yang sangat panjang dan beragam. Setiap zaman dan keadaan memerlukan penyajian
tersendiri dari ajaran islam yang maha dalam maknanya ini. Firman Allah dalam Al
Quran :
=}Cg~-.-4 W-E_E_ 4L1g gE+4Cgg+
4LU+lc _ Ep)4 -.- E7E 4-gLO^- ^g_
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat
baik. (Al-Ankabut : 69)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan walladziina jaahaduu fiinaa
adalah Rasulullah SAW, para sahabatnya, dan pengikutnya sampai hari kiamat nanti.
Sedangkan yang dimaksud subulana adalah jalan-jalan untuk urusan dunia dan
akhirat. Sebagian kelompok hanya memperhatikan aspek fiqh dalam masalah
pembukaan ijtihad dari masa ke masa ini. Tetapi sesungguhnya lapangan ijtihad itu
luas, tidak sekedar masalah fiqh saja tetapi didalam berbagai bidang terkait dengan
urusan dunia dan akhirat.
Risalah talim adalah ijtihad pemikiran dari Asy Syahid Hasan Al Banna yang
mengungkapkan persoalan yang sangat mendasar, yaitu pribadi muslim modern. Hal ini
diuraikan dalam dua bab, pertama rukun-rukun baiat, dan yang kedua kewajiban-
kewajiban individu aktivis. Imam Yusuf Qardhawi pernah menyampaikan Imam Hasan
Al Banna bukanlah seorang yang jumud/statis tetapi justru progresif dan dinamis. Ia
selalu memanfaatkan semua yang ada disekelilingnya, melakukan dinamisasi diri dan
dakwahnya. Seandainya dia berumur panjang, kita tak tahu apa yang akan
diperbuatnya. Sebab itu saudara-saudara dan pengikutnya tidak boleh statis dalam
berbagai sarana, metode, ataupun bagian pemikirannya.
1. AL Fahm
Imam Asy Syahid Hasan Al Banna berkata :
Yang saya maksud dengan Al Fahm adalah hendaknya anda yakin bahwa fikrah
kita adalah fikrah islamiyah yang murni, dan anda memhami islam sebagaimana
kami memahaminya dalam batas-batas Ushul Isyrin yang sangat singkat ini.
Pemahaman yang benar dapat membantu mewujudkan dapat membantu
mewujudkan amal yang benar, penerapannya yang tepat, dan dapat memelihara
pemiliknya dari ketergelinciran.
Umar bin Abdul Aziz ra berkata : Barang siapa yang beramal tanpa didasari
ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak dari pada maslahatnya. Orang ikhlas
yang beramal, tetapi tidak memiliki pemahaman yang benar dan tidak mampu
menempatkan sesuatu pada tempatnya, dapat tersesat jauh dari jalan kebenaran.

2. Al Ikhlas
Imam Asy Syahid mengatakan :
Yang saya maksud dengan ikhlas adalah bahwa seorang al akh hendaknya
mengorientasikan perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah SWT,
mengharap keridhaanNya, tanpa memperhatikan keuntungan materi, prestise,
pangkat, gelar, kemajuan atau kemunduran. Dengan itulah ia menjadi tentara
akidah, bukan tentara kepentingan dan hanya mencari kemanfaatan dunia.
~ Ep) O)E= OOOe4 EO4O^4E`4 )E4`4 *.
p4O 4-gE^- ^gg ElC)O= +O W
ElgEO)4 Og`q 4^4 NE 4-gjO+^-
^g@
Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan
Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (Al Anam : 162-163)

Dengan begitu seorang al akh telah memahami makna slogan abadinya : Allah
tujuan kami. Sungguh Allah maha besar dan bagi-Nya segala puji.

3. Al Amal
Yang dimaksud dengan amal (aktivitas) adalah bahwa ia merupakan buah dari
ilmu dan keikhlasan.
~4 W-OUE;N- O4O=O=O +.- 7U4E
N.Oc4O4 4pONLg`u^-4 W ]14O7Ec4
_O) )U4N U^O4^- jEEOgO-4
7N)Ol4[NO E) u7+L7 4pOUEu> ^)
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan
melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang
ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. (At Taubah
: 105)

Amal Sholaeh itu selalu menyertai keimanan dan sebagai bukti kebenarannya.
Kedua hal tersebut merupakan penyebab datangnya kemenangan, kemantapan di
muka bumi, dan kebahagiaan serta kenikmatan di akhirat nanti.
Amal di bidang dakwah Ilallah, dalam rangka meneguhkan agama Allah, serta
menegakkan daulah (Negara) Islam adalah amal sholeh yang paling mulia dan
paling utama.

4. Al Jihad
Yang dimaksud dengan Al Jihad adalah sebuah kewajiban yang terus berlaku
sampai hari kiamat. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW, Barang siapa mati,
sementara ia belum pernah berperang dan belum berniat untuk perang, maka ia mati
seperti matinya orang jahiliyah.
Urutan jihad yang pertama ialah pengingkaran hati dan puncaknya adalah
berperang di jalan Allah SWT. Di antara keduanya ada jihad dengan lisan, pena,
tangan dan kata-kata yang benar dihadapan penguasa yang dzalim. Tanpa jihad,
dakwah tidak akan pernah hidup. Ketinggian dan luasnya cakrawala dakwah
menjadi tolok ukur bagi sejauh mana keagungan jihad dijalannya, besarnya harga
yang harus dibayar untuk mendukungnya, dan banyaknya pahala yang disediakan
untuk para aktivisnya.
W-)_E_4 O) *.- E-EO jg1E__ _ 4O-
744;_- 4`4 EE_ 7^OU4 O) g--
;}g` 4OEO _ --g)` 7O) =1g-4O) _ 4O-
N7OEc 4-g)UO^- }g` N:~ O)4 -EOE-
4pO74Og NOcO- -O)_E- 7^OU4 W-O+^O7>4
47.-EOg+ O>4N +EEL- _ W-O1g~ E_OUO-
W-O>-474 E_OEEO- W-O4-;N-4 *.)
4O- 7O4` W =ug4 _OOE^- =ug^4
+OOEL- ^_g
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. dia Telah memilih
kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah)
agama orang tuamu Ibrahim. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari
dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya
kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka Dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat
dan berpeganglah kamu pada tali Allah. dia adalah Pelindungmu, Maka dialah sebaik-baik pelindung
dan sebaik- baik penolong. (Al Hajj : 78)

Dengan demikian anda telah memahami makna slogan Jihad adalah jalan kami.

5. At Tadhiyah
Yang dimaksud dengan At Tadhiyyah adalah mengorbankan jiwa, harta, waktu,
kehidupan, dan segala-galanya demi mencapai tujuan. Tidak ada jihad (perjuangan)
di dunia ini yang tidak disertai dengan pengorbanan. Dan pengorbanan dalam
rangka memperjuangkan fikrah kita tidaklah sia-sia, akan tetapi akan diganti
dengan pahala yang tidak terhingga dan balasan yang baik. Barang siapa yang tidak
berkorban bersama kami, maka ia berdosa.
Ep) -.- O4O4;-- ;g` --gLg`u^-
_=O^ +O4O^`4 ]) O_ OE4E^- _
]OUg-NC O) O):Ec *.- 4pOU+-^41
]OU4^NC4 W -;N4 gO^OU4N EEO )
gO.4OO+-- O_e"-4 p-47O^-4 _
;}4`4 _u jg;_E) ;g` *.- _
W-+O:4c N7g^O4) Og~-.- 7+u4C4
gO) _ CgO4 4O- NeOE^- O1gE^-
^
Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau
terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan
siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli
yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. (At Taubah : 111)

~ p) 4p~E 774.4-47 74.E44
7+^4Ou=)4 7N_4^e4 7>4OOg=4N4
N4O^`4 E-O+-^4O4^~- E4OO_g`4 4pO4=^C`
E-E1=OE }=O4`4 .E_4^O=O> OUEO
:^O) ;g)` *.- g).Oc4O4 l1E__4 O)
g)-O)lEc W-OO+4O4 _/4EO )4C +.-
jjO) +.-4 Ogg4 4O^-
--OE^- ^gj
Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal
yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya,
Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang fasik. (At Taubah : 24)

4` 4p~ u- gO4LCgE^- ;}4`4 +OOEO =}g)`
-O;N- p W-O^UEC4-4C }4N OcO *.- 4
W-O+lENO4C jgO^) }4N gOO^^^ _ CgO
_^^) _+:ONC E 4 _U=4^ 4
O=E^CE` O) O):Ec *.- 4 ]O7*C4C 4gCO4`
^O4C 4OO:^- 4 ]O74L4C ;}g` )4N
E^O^^ ) =Ug-7 _ gO) E4N 7E)U= _ ])
-.- 7O_NC 4O;_ 4-gLO^- ^g
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar
mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih
mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak
ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu
tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana
kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh.
Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, (At Taubah : 120)

~ 4-g^UECUg =}g` -4O;N- 4pO4N;+-Ec
_O) `O~ Ojq E4 lCgE- g4+OUg->
u 4pO)UO+C W p) W-ONOgC> N7g>uNC +.-
-O;_ 4L=OEO W p)4 W-O-4O4-> EE
7+^1-4O> }g)` N:~ 7OENC -EO4N
V1g ^g
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum
yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk
Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang
baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu Telah berpaling sebelumnya, niscaya dia akan
mengazab kamu dengan azab yang pedih". (Al Fath : 16)

Dengan begitu anda telah memahami makna slogan Mati di jalan Allah adalah cita-
cita kami tertinggi.

6. Ath-Thaah
Yang dimaksd dengan Ath Thoah adalah melaksanakan perintah dan merealisir
dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat
maupun malas. Yang demikian itu karena tahapan dakwah ini ada tiga : tarif,
takwin, dan tanfidz.
a. Tarif
Pada tahap ini dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah-fikrah umum
diantara umat manusia. Sistem dakwah pada tahapan ini adalah sistem
kelembagaan. Tugasnya adalah melakukan aktivitas-aktivitas social yang
positif secara umum. Medianya adalah nasihat dan bimbingan sekali waktu,
dan mendirikan berbagai perkumpulan yang bermanfaat pada waktu lainnya,
serta sebagai media yang praktis dan aplikatif lainnya.
b. Takwin
Tahap ini dilakukan dengan menyeleksi unsur-unsur yang layak untuk
mengemban tugas-tugas jihad, lalu menghimpun sebagian unsur itu pada
sebagian yang lain. Sistem dakwah pada adalah murni dalam aspek ruhani
dan kemiliteran total dalam aspek operasional. Syiar yang selalu melekat pada
kedua aspek tersebut adalah saman wa thaatan (Kami mendengar perintah
dan kami taat), tanpa ada keraguan, penolakan, kebimbangan, dan rasa kesal.
Semua Katibah Ikhwan yang ada merupakan representasi dari tahapan ini
dalam kehidupan dakwahnya. Ia terhimpun dalam dalam risalah manhaj yang
lalu.
Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus, tidak dapat dikerjakan seseorang
kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang
panjang masanya dan berat tantangannya. Tanda-tanda pertama adanya
kesiapan tersebut adalah Ketaatan yang Sempurna.
c. Tanfidz
Dakwah pada tahap ini adalah jihad tanpa mengenal lelah, tak kenal plin-plan,
kerja terus menerus untuk mencapai tujuan akhir. Serta kesiapan
menanggung cobaan dan ujian yang hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang
tulus. Keberhasilan dakwah pada tahap ini juga tergantung pada ketaatan
yang sempurna. Untuk inilah, barisan pertama Ikhwanul Muslimin berbaiat
pada tanggal 5 Rabiul Awal 1359 H.
Dengan bergabungnya anda dalam katibah ini, dengan sikap menerima anda
akan risalah ini, dan janji setia anda kepada baiat ini, maka anda telah berada
dalam tahap kedua yang sebentar lagi akan kita masuki. Karena itu pahamilah
tanggung jawab yang telah anda sanggupi dan siapkanlah dirimu untuk
menepati dan setia padanya.

7. Ats-Tsabat
Yang dimaksudkan dengan Ats Tsabat (keteguhan) adalah seorang al akh
hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid dalam memperjuangkan tujuannya,
betapapun jauh jangkauannya dan lama waktunya, sampai bertemu dengan Allah
SWT dalam keadaan demikian, ia telah berhasil mendapatkan salah satu dari dua
kebaikan, yaitu hidup mulia atau syahid di jalan-Nya.
=}g)` 4-gLg`u^- ~E}jO W-O~E= 4`
W-E_4N -.- gO^OU4N W _u4g }E` _/=/~ +O4:^4
gu+g`4 }E` NOg4[4C W 4`4 W-O7O4 1ECgl>
^g@
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan
kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang
menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya). (Al Ahzab : 23)

Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi. Sedangkan jalan yang akan kita
tempuh amat panjang jaraknya, beragam tahapannya, dan banyak tantangannya.
Namun dialah satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan pada tujuan dengan
janji imbalan kemuliaan dan pahala yang besar.
Itu semua karena sarana dakwah kita yang berjumlah enam macam
membutuhkan kesiapan yang baik, penempatan waktu yang tepat, dan pelaksanaan
yang cermat. Semua itu sangat dipengaruhi oleh waktu.
u LUE= Og)` +ON-:4C ) 7jO _
4pO7O41=O }4` 4^OgNC W ~ Og~-.- 74OC
4E EO4` _ 4pO_uLNO=O El^O) gEw+7+O
]O7O4C4 _/44` 4O- W ~ -/=O4N p ]O74C
4:C@O~ ^)
Atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka
akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan Kami kembali?" Katakanlah: "Yang telah
menciptakan kamu pada kali yang pertama". lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka
kepadamu dan berkata: "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit
itu dekat". (Al Israa : 51)

8. At-Tajarrud
Yang dimaksud dengan tajarrud (kemurnian atau totalitas) adalah bahwa
engkau harus tulus pada fikrahmu dan membersihkannya dari prinsip-prinsip lain
serta pengaruh orang lain, karena ia adalah setinggi-tingginya dan selengkap-
lengkap fikrah.
O4lg *.- W ;}4`4 }=O;O ;g` *.- LO4lg W
}^44 N. 4p)l4N ^@g
Shibghah Allah dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-
lah Kami menyembah. (Al Baqarah : 138)

;~ ;e4^~E 7 NE4Ocq O4L=OEO EO)
=1g-4O) 4g~-.-4 +OE4` ^O) W-O7~
jg`Og ^^) W-74474O+ 7Lg` Og`4
4p+lu> }g` p1 *.- 4^OEE 7)
-E44 4LE4uO4 N74LuO44 7E4EE^-
+7._^4l^-4 -4 _/4EO W-ONLg`u>
*.) +E;O4 ) 4O~ 47g-4O) gOO)
Ep4Og^4-cV El .4`4 l)U^` El =}g` *.-
}g` 7/E* W 4L+O El^OU4N 4LU-4O> El^O)4
E44^ El^O)4 +OOE^- ^j
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang
bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri
daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan
telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu
beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan
memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan)
Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya
kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali." (Al Mumtahanah :
4)

Manusia dalam pandangan al akh yang tulus adalah salah satu dari enam enam
golongan : muslim mujahid (pejuang), muslim yang duduk-duduk (tiada mau
berjuang), muslim atsim (pendosa), dzimmi muahid (orang kafir yang terikat oleh
perjanjian damai), muhayid (orang kafir yang dilindungi), atau muharrib (orang kafir
yang memerangi ummat islam).
Masing-masing golongan tersebut memiliki hukumnya sendiri dalam kacamata
Islam. Dan dengan batas-batas inilah individu maupun lembaga ditimbang, apakah
ia berhak mendapatkan loyalitas atau berhak mendapatkan permusuhan.

9. Al-Ukhuwah
Yang dimaksud dengan Al-Ukhuwah adalah bahwa hendaknya berbagai hati dan
ruh berpadu dengan ikatan akidah. Akidah adalah ikatan yang paling kokoh dan
paling mahal. Ukhuwah merupakan wujud keimanan, sedang perpecahan adalah
wujud dari kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah kekuatan persatuan, tiada
persatuan tanpa cinta kasih, sedangkan cinta kasih yang paling lemah adalah
lapang dada dan puncaknya adalah itsar (mementingkan orang lain daripada
dirinya sendiri).
4g~-.-4 +7O4l> 4O-O.- =}ECe"-4 }g`
gUl~ 4pOclg47 ;}4` 4OE_E- jgO) 4
4p_ O) g-jO LOE_~4 .Og)` W-O>q
]NOguNC4 -O>4N jgO^ O4 4p~E jgj
O==E= _ }4`4 -ONC OE7- gOO^4^ Cj^q
N- ]O)U^^- ^_
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka
(Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang
diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri
mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,
mereka Itulah orang orang yang beruntung. (Al Hasyr : 9)

Al Akh yang tulus beranggapan bahwa saudara-saudaranya lebih berhak
terhadap dirinya daripada dirinya sendiri, karena bila ia tidak bersama mereka,
maka ia tidak akan mendapatkan pengganti selain mereka. Sementara mereka,
apabila tidak bersamanya, maka akan bersama yang lain. Sesungguhnya, serigala
akan memangsa kambing yang terpisah dari rombongannya. Sesungguhnya seorang
mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, sebagian-nya
menguatkan bagian yang lain.
4pONLg`u^-4 eE4g`u^-4 __u4
+7.41gu *u4 _ ]+O4C NOuE^)
4pOE_uL4C4 ^}4N @OL^- ]O1NC4
E_OUO- ]O>uNC4 E_OEEO- ]ON1gCNC4
-.- N.Oc4O4 _ Elj^q N_+EOuO=OEc
+.- Ep) -.- NOCjG4N _1EO ^_
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong
bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang
munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu
akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah :
71)

Demikianlah seharusnya kita.

10. Ats-Tsiqoh
Yang dimaksud dengan tsiqoh (kepercayaan) adalah rasa puasnya seorang jundi
(prajurit) atas qaid (pimpinannya) dalam hal kemampuan dan keikhlasannya,
dengan kepuasan mendalam yang dapat menumbuhkan rasa cinta, penghargaan,
penghormatan dan ketaatan.
E El)4O4 ]ON4g`uNC _/4EO EOENC E1g
4OEE- _E4uO4 W-_ EO) )O^
~w}4OEO Og)` =e^1_~ W-OggU=O+C4 V1)UO
^g)
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu
hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati
mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan
sepenuhnya. (An Nisaa : 65)
Pimpinan merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari dakwah, tidak
ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqoh yang timbal balik antara pemimpin
dan yang dipimpin, menjadi penentu sejauh mana keuatan system jamaah,
kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-
tujuannya dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Maka yang lebih baik dan utama bagi mereka adalah tanda ketaatan dan
ucapan yang baik.
Kepemimpinan dalam dakwah ikhwan memiliki hak sebagaimana orang tua
dalam hubungan batin, posisi guru dalam hal fungsi pengajaran, posisi syaikh
dalam aspek pendidikan ruhani, dan posisi pemimpin dalam aspek penentuan
kebijakan-kebijakan dakwah secara umum. Dakwah kita menghimpun pengertian
ini secara keseluruhan, dan tsiqoh kepada kepemimpinan adalah segala-galanya
bagi keberhasilan dakwah. Karenanya al akh yang tulus harus bertanya kepada diri
sendiri tentang ini, untuk mengetahui sejauh mana kepercayaan dirinya terhadap
kepemimpinan yang ada :
Pertama, sudahkah mengenal pimpinannya, apakah pernah mempelajari riwayat
hidupnya ?
Kedua, percayakah pada kemampuan dan keikhlasannya ?
Ketiga, siapkah menganggap semua perintah yang diberikan pimpinan untuknya
tentunya yang tidak bernilai maksiat, sebagai instruksi yang harus dilaksanakan
tanpa reserve, tanpa ragu, tanpa ditambah dan tanpa dikurangi, tanpa mengomel
dengan disertai keberanian mengutarakan nasihat dan masukan atau peringatan
(kepada pimpinan) untuk mencapai kebenaran ?
Keempat, siapkah menganggap dirinya salah dan pimpinannya benar, jika
terjadi pertentangan antara apa yang diperintahkan pemimpin dan apa yang ia
ketahui dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang tidak ada teks tegasnya dalam
syariat ?
Kelima, siapkah meletakkan seluruh aktivitas kehidupannya dalam kendali
dakwah ? Apakah dalam pandangannya pemimpin memiliki hak untuk mentarjih
(menimbang dan memutuskan yang terkuat) antara kepentingan pribadinya dan
kepentingan dakwah secara umum ?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan semisalnya, al akh
dapat mengetahui sejauh mana hubungan dan kepercayaannya terhadap pimpinan.
Adapun hati, ia berada dalam genggaman Allah, Dia yang menggerakkannya
sekehendak-Nya.
E--4 -u-4 jgjOU~ _ O =e^E^ 4` O)
^O- 41g- .E` =e^- -u-4 )_)OU~
O}:4 -.- E-- 4LuO4 _ +O^^) NOCjG4N
_1EO ^g@
Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). walaupun kamu membelanjakan
semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan
tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.
(Al-Anfal : 63)