Anda di halaman 1dari 19

IV. ANALISIS dan DIAGNOSIS LINGKUNGAN BISNIS A.

Lingkungan Bisnis Lingkungan Bisnis merupakan salah satu faktor terpenting dalam

untuk menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Banyak kegagalan

bisnis perusahaan disebabkan karena kegagalan untuk memahami dan mengidentifikasi secara benar lingkungan dimana mereka menerapkan strategi untuk berkompetisi dan atau memenangkan persaingan. Lingkungan Bisnis adalah elemen - elemen terkait yang berkenaan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Tujuan memahami lingkungan bisnis, antara lain adalah :

(1) untuk mengenal siapa kompetitor utama kita; (2) untuk mengenal perusahaan kita sendiri; (3) untuk mengetahui daerah pemasaran/medan pertempuran mengetahui faktor - faktor terkait lainnya

dengan pesaing dan (4) untuk

yang berkenaan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Secara umum ada 2 jenis lingkungan bisnis, yaitu: (1) Lingkungan eksternal dan (2) Lingkungan internal. Lingkungan yang eksternal adalah dengan elemen-elemen pencapaian dari tujuan eksternal (luar)

terkait

perusahaan.

Lingkungan eksternal bisnis perusahaan dibagi menjadi 3, yaitu : 1) Lingkungan (b) (d) umum terdiri dari : (a) (c) variabel variabel sumberdaya alam;

kondisi variabel

makroekonomi;

geodemografis;

psikografis (d) sosial - politik; (e) hukum & legalitas;

(f) kemajuan IPTEK; (g) ramah lingkungan; (h) kelompok kreditur dan (i) kelompok penekan. 2) Lingkungan Industri, ada 5 variabel lingkungan industri,

yang perlu diperhatikan oleh suatu perusahaan dalam medan persaingan, yaitu : (a) ancaman masuknya pendatang baru; (b) tingkat rivalitas diantara pesaing yang ada; (c) ancaman produk substitusi;

(d) kekuatan pembeli dan (e) kekuatan pemasok. 3) Lingkungan Tantangan Pemasaran Global, merupakan tantangan bagi perusahaan dalam memperluas wilayah pemasarannya

antar negara antar benua.

2 Lingkungan Internal adalah elemen elemen dari internal (dalam)

yang bersifat terkontrol yang terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan Lingkungan internal berkaitan dengan kegiatan fungsional perusahaan. antara lain :

Lingkungan Internal, dibagi menjadi : (1) Organisasi & SDM, (a) Budaya organisasi sebagai nilai keyakinan organisasi

dalam pencapaian

Visi & Misi; (b) Kapabilitas CEO (Chief Executive Officer) dalam mengaplikasikan fungsi - fungsi Manajemen dan (c) Reputasi Perusahaan ; (2) Pemasaran antara lain : (a) Kegiatan marketing mix : (product, price, place dan (d) promotion), penguasaan (b) After market Sales share Service, sebagai (c) Customer market Care leader

dan (e) Reputasi di bidang Pemasaran; (3) Produksi, antara lain : (a) proses produksi; (b) kapasitas optimal produksi; (c) persedian produk jadi; (d) mesin dan peralatan; (e) operator & teknisi mekanis dan (f) kualitas produksi; (4) Keuangan & Akuntansi, antara lain : (a) modal kerja; (b) laba usaha;

(c) tingkat likuiditas; (d) tingkat solvabilitas; (e) tingkat aktivitas efektif perusahaan: periode rata (perputaran rata persediaan, piutang) perputaran dan (f) piutang tingkat dagang,

umur

profitabilitas,

(g) tingkat pertumbuhan dalam sales, pertumbuhan net income,

perusahaan mempertahankan posisi ekonomisnya ekonomis dan industri earning per share, dalam devidend suatu pasar : per share;

(5) Manajemen Sistem Informasi yang berintegrasi dengan kegiatan menyebabkan perusahaan

fungsional

mudah berdaptasi dengan lingkungan bisnis

dalam industri suatu pasar dan (6) Litbang (Research & Development = R & D), antara lain : (a) pengembangan desain produk baru yang inovatif

dan (b) sejauhmana desain produk baru di respon pasar / konsumen potensial.

3 B. Analisis dan Diagnosis Lingkungan Bisnis 1. Analisis Lingkungan Bisnis Tujuan analisis lingkungan bisnis adalah untuk mengklasifikan

variabel variabel yang termasuk ke dalam Lingkungan Eksternal dan Lingkungan Internal. Contoh : TABEL 1. Analisis Lingkungan Bisnis
Uraian market share konflik internal organisasi trend bertransaksi dengan credit card rivalitas persaingan Lingkungan Eksternal Lingkungan Internal

2.

Diagnosis Lingkungan Bisnis Diagnosis Lingkungan Bisnis merupakan Analisis SWOT

(Strenghts, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Tujuan diagnosis lingkungan bisnis adalah untuk mengetahui : a. Variabel variabel Lingkungan Internal yang merupakan S & W, dengan menganalisis perusahaan kita dengan kompetitor. Strenghts (Kekuatan) dan Weaknesse (Kelemahan) internal Perusahaan perusahaan

perusahaan dalam industri suatu pasar. Kekuatan (Strengths = S) adalah keunggulan kompetitif

dalam Industri suatu Pasar. Contoh : Berdasarkan selaku mampu hasil Pemasar mereduksi riset, PT. Miswak Utama Siwak F

Pasta Gigi Siwak F, ternyata plak gigi

hingga 75%,

sementara pasta gigi terbaik pun hanya mampu mereduksi 70%.

4 Weaknesses (W) Kelemahan Perusahaan (Weaknesses = W), keterbatasan /

kekurangan perusahaan yang menghambat kinerja efektif perusahaan. Contoh : Rontoknya Adam Air dalam industri pasar maskapai penerbangan komersil nasional pemicunya adalah konflik internal organisasi.

b. Variabel variabel Lingkungan Eksternal yang merupakan O & T, dengan menganalisis lingkungan, perusahaan kita dan kompetitor. Peluang (O = Opportunities) adalah dan kondisi dalam lingkungan suatu eksternal situasi perusahaan

yang memberikan kesempatan menguntungkan bagi perusahaan dalam Industri suatu Pasar. Contoh : Adanya lauk kecenderungan pauk, melainkan mi sudah instant menjadi tidak lagi sekedar pengganti nasi,

pengganjal perut yang paling praktis dan disukai ketimbang sereal ataupun cracker, dimana 7% citarasa kare yang disukai Pasar / Konsumen Potensial.

Ancaman

Hambatan

Gangguan

(T

Threats)

adalah suatu situasi dan kondisi dalam lingkungan eksternal bisnis yang tidak menguntungkan, karena merupakan ancaman / hambatan / gangguan usaha - usaha perusahaan dalam menciptakan daya saing dalam Industri suatu Pasar. Contoh : Walls Unilever Indonesia merupakan ancaman bagi dalam industri pasar es krim di Campina Indonesia, market share

karena merupakan pesaing utama dalam berbagi nasional sebesar 40%. Peraturan Pemerintah tentang larangan

mengiklankan

bir dalam media masa apapun.

5 3. Hubungan Analisis SWOT dengan Faktor Kunci Keberhasilan Hubungan analisis SWOT dengan Faktor Kunci Keberhasilan dituangkan ke dalam Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan (Key Success Factor). Yang merupakan Faktor Kunci Keberhasilan perusahaan

dalam Industri suatu Pasar, jika :


Skor Opportunities (O) & Strengths (S) > Skor Threats (T) dan Weaknesses (W).

Skor

analisis

SWOT

yang

dituangkan

dalam

matriks Analisis SWOT Faktor Kunci Keberhasilan, berdasarkan Skala Likert (1 5) Skor Skala Likert 1. 2. 3. 4. 5. = Sangat Tidak Berpengaruh (STB) = Tidak Berpengaruh (TB) = Netral (N) = Berpengaruh (B) = Sangat Berpengaruh (SB)

Pemberian Skor bersifat sangat Subjektif. Contoh : Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan
S Uraian Skor = 1 Skor = 2 Skor = 3 Skor = 4 W O T

Gambar Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan

6 Beri rangking uraian variabel-variabel yang termasuk faktor - faktor O & S. Misal : Strenghts = Skor 4 Rangking 1 Opportunities = Skor 3 Rangking 2 4. Langkah Langkah Analisis SWOT dan

Penentuan Faktor Kunci Keberhasilan a. Langkah 1 : tentukan variabel variabel lingkungan eksternal dan internal bisnis, dengan bantuan Matriks Lingkungan Bisnis ! b. Langkah 2 : Input variabel viabel lingkungan eksternal dan internal bisnis dari Matriks Lingkungan Bisnis

ke dalam Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan, serta beri skor yang bersesuaian ! c. Langkah 3 : Jumlahkan skor variabel variabel

dari Faktor Faktor SWOT ! d. Langkah 4 : Tentukan Faktor Kunci Keberhasilan perusahaan dalam Industri suatu Pasar ! Yang merupakan Faktor Kunci Keberhasilan :
Skor Opportunities (O) dan Strengths (S) > Skor Threats (T) dan Weaknesses (W).

e. Langkah 5 : Ranking variabel variabel S & O, untuk menentukan peringkat Faktor Kunci Keberhasilan ! f. Langkah 6, buat kesimpulan Analisis SWOT dan

Faktor Kunci Keberhasilan !

7 5. Latihan Kasus : PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO)

Reputasi

di

bidang

Pemasaran

diraih

Garuda

Indonesia,

dengan memperoleh penghargaan Indonesian Best Brand Award (IBBA) 2007 dari majalah SWA dan MARS serta ICSA

(Indonesian Customer Satisfaction Award ) 2007 dari majalah SWA dan Frontier Consulting Group. Hal ini membuktkan bahwa di benak Pasar / Konsumen Potensial jasa maskapai penerbangan komersil nasional rute Domestik identik dengan Garuda Indonesia,

karena mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka, di mana jumlah Penumpang Garuda Indonesia untuk rute Domestik

pada tahun 2007 tercatat sebanyak 7.422.739 orang, mengungguli Lion Air dengan jumlah penumpang sebanyak 6.582.300 orang dan Merpati Nusantara Airlines, dengan jumlah penumpang 2.645052 orang. Hal ini diimbangi dengan diperolehnya laba bersih pada tahun 2007

sebesar Rp 258.061 juta. Melalui pengaplikasian budaya kerja organisasi FLY HI (eFicient &

effective, Loyalty, customer centricitY, HonestY & openess, dan Integrity), mengantarkan Garuda Indonesia meraih penghargaan IMAC (Indonesias Most yang perusahaan paling jasa Admired Companies) 2008, 37 perusahaan dikagumi di Indonesia untuk kategori Lion Air

penerbangan

komersil,

menggungguli

dan Merpati Nusantara Airlines.

8 Garuda Indonesia juga melihat peluang bisnis dengan menggarap rute Domestik malam hari dengan penerbangan jam 23.00

untuk rute Jakarta - Padang dan Jakarta - Lombok. Salah satu yang mungkin merupakan sedikit hambatan yang dialami Garuda Indonesia adalah rendahnya gaji pilot dan upah harian bagian operator mekanik.
Sumber : Dikompilasi dari berbagai sumber.

Berdasarkan kasus tersebut di atas :

Lakukan serta

Analisis Jelaskan

SWOT

PT Faktor

Garuda

Indonesia

(Persero), Keberhasilan

Kunci

dalam Industri Pasar Jasa Maskapai Penerbangan Komersil Nasional ! Jawab : a. Langkah 1 : tentukan variabel variabel lingkungan eksternal dan internal bisnis, dengan bantuan Matriks Lingkungan Bisnis ! MATRIKS LINGKUNGAN BISNIS
Eksternal Variabel Kompetitor (Lion Air, Merpati) Peluang bisnis rute Domestik malam hari (Jakarta Padang & Jakarta Lombok) Budaya organisasi : FLY HI (Meraih IMAC 2008) V V Internal

Rendahnya gaji pilot dan upah harian bagian operator mekanik


Reputasi di bidang pemasaran : IBBA & ICSA 2007 Laba bersih tahun 2007 : Rp 258.061 juta

b. Langkah 2 : Input variabel viabel lingkungan eksternal dan internal bisnis dari Matriks Lingkungan Bisnis

ke dalam Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan, serta beri skor yang bersesuaian !

9 Matriks Analisis SWOT Faktor Kunci Keberhasilan


Uraian A.Lingkungan Internal : 1. Organisasi & SDM : a. Budaya Organisasi : FLY HI (Meraih IMAC 2008) b. Gaji & Upah : Rendahnya gaji pilot & upah harian bagian operator mekanik 2. Pemasaran : Reputasi di bidang Pemasaran : IBBA & ICSA 2007 3. Keuangan & Akuntansi : Laba bersih tahun 2007 : Rp 258.061 juta B.Lingkungan Eksternal : 1. Peluang rute Domestik malam hari : (Jakarta Padang & Jakarta Lombok) 2. Kompetitor : Lion Air & Merpati Skor =5 Skor =4 Skor =4 Skor =4 S W O T

Skor =4 Skor =2

c. Langkah

Jumlahkan

skor

variabel

variabel

dari Faktor Faktor SWOT ! Matriks Analisis SWOT Faktor Kunci Keberhasilan
Uraian A.Lingkungan Internal : 1. Organisasi & SDM : a. Budaya Organisasi : FLY HI (Meraih IMAC 2008) b. Gaji & Upah : Rendahnya gaji pilot & upah harian bagian operator mekanik 2. Pemasaran : Reputasi di bidang Pemasaran : IBBA & ICSA 2007 3. Keuangan & Akuntansi : Laba bersih tahun 2007 : Rp 258.061 juta B.Lingkungan Eksternal : 1. Peluang rute Domestik malam hari : (Jakarta Padang & Jakarta Lombok) 2. Kompetitor : Lion Air & Merpati JUMLAH 13 4 4 Skor =5 Skor =4 Skor =4 Skor =4 S W O T

Skor =4 Skor =2 2

10 d. Langkah 4 : Tentukan Faktor Kunci Keberhasilan perusahaan dalam Industri suatu Pasar ! Yang merupakan Faktor Kunci Keberhasilan :
Skor Opportunities (O) dan Strengths (S) > Skor Threats (T) dan Weaknesses (W).

Skor O + S = 13 + 4 = 17 > Skor T + W = 2 + 4 = 6 Jadi PT. Garuda Indonesia (Persero) sukses

dalam Industri Pasar Penerbangan rute Domestik.

e. Langkah 5 : Ranking variabel variabel S & O, untuk menentukan peringkat Faktor Kunci Keberhasilan !

S Variabel Budaya Organisasi Reputasi di bidang Pemasaran Laba bersih


Skor = 4 Skor = 5 Skor = 4

Ranking 2 1 2
2

Peluang rute domestik malam hari

Skor = 4

f. Langkah

6,

buat

kesimpulan

Analisis

SWOT

dan

Faktor Kunci Keberhasilan ! Kesimpulan : Berdasarkan analisis SWOT, variabel variabel, yang termasuk : S: 1. Budaya Organisasi, Skor = 4. 2. Reputasi di bidang Pemasaran, Skor = 5. 3. Laba Bersih, Skor = 4.

11 W: Rendahnya gaji pilot dan upah harian bagian operator mekanik, skor = 4. O: Peluang rute Domestik malam hari, skor = 4

Yang menjadi Faktor Kunci Keberhasilan PT. Garuda Indonesia (Persero) dalam Industri Pasar Jasa Penerbangan Komersil Nasional :

1. Reputasi di bidang Pemasaran : IBBA & ICSA 2007. 2. Peluang rute Domestik malam hari (jam 23.00) : Jakarta Padang dan Jakarta Lombok. 3. Budaya Organisasi : FLY HI, Meraih IMAC 2008. 4. Laba bersih tahun 2007 : Rp 258.061 juta.

IKHTISAR Lingkungan Bisnis adalah elemen - elemen terkait yang berkenaan dengan pencapaian tujuan perusahaan. Secara umum ada 2 jenis lingkungan bisnis, yaitu: (1) Lingkungan Eksternal dan (2) Lingkungan Internal. Tujuan analisis lingkungan bisnis adalah untuk mengklasifikan variabel variabel yang termasuk ke dalam Lingkungan Eksternal dan Lingkungan Internal. Diagnosis Lingkungan Bisnis merupakan Analisis SWOT

(Strenghts, Weaknesses, Opportunities dan Threats), Tujuan diagnosis lingkungan bisnis adalah untuk mengetahui :

variabel variabel Lingkungan Internal yang merupakan Strenghts / Kekuatan (S) dan Weaknesses / Kelemahan (W) internal perusahaan dalam Industri suatu Pasar. Variabel variabel Lingkungan Eksternal yang merupakan Opportunities / Peluang (O) dan Threats / Ancaman / Hambatan / Gangguan (T). Hubungan analisis SWOT dengan Faktor Kunci Keberhasilan dituangkan ke dalam Matriks Analisis SWOT - Faktor Kunci Keberhasilan (Key Success Factor). Yang merupakan Faktor Kunci Keberhasilan perusahaan

dalam Industri suatu Pasar, jika :


Skor Opportunities (O) & Strengths (S) > Skor Threats (T) dan Weaknesses (W).

Skor matriks

analisis Analisis

SWOT SWOT

yang Faktor

dituangkan Kunci

dalam Keberhasilan,

berdasarkan Skala Likert (1 5). Uraian variabel-variabel yang termasuk faktor - faktor Opportunities / Peluang (O) dan Threats / Ancaman / Hambatan / Gangguan (T) diberi rangking.

12

13 Langkah Langkah Analisis SWOT dan Penentuan Faktor Kunci Keberhasilan Langkah 1 : tentukan variabel variabel lingkungan eksternal dan internal bisnis, dengan bantuan Matriks Lingkungan Bisnis ! Langkah 2 : Input variabel viabel lingkungan eksternal dan internal bisnis Matriks dari Analisis Matriks SWOT Lingkungan Faktor Bisnis Kunci ke dalam

Keberhasilan,

serta beri skor yang bersesuaian ! Langkah 3 : Jumlahkan skor variabel variabel

dari Faktor Faktor SWOT ! Langkah 4 : Tentukan Faktor Kunci Keberhasilan perusahaan

dalam Industri suatu Pasar ! Yang merupakan Faktor Kunci Keberhasilan :


Skor Opportunities (O) dan Strengths (S) > Skor Threats (T) dan Weaknesses (W).

Langkah 5 : Ranking variabel variabel S & O, untuk menentukan peringkat Faktor Kunci Keberhasilan ! Langkah 6, buat kesimpulan Analisis SWOT dan Faktor Kunci Keberhasilan !

EVALUASI PEMBELAJARAN IV. Soal : Analisis Kasus : PT. BANK CENTRAL ASIA (Tbk.) Analisis dan Diagnosis Lingkungan Bisnis

Pada tahun 1955 N.V. Perseroan Dagang dan Industri Semarang Kritting Factory berdiri sebagai cikal bakal Bank Central Asia (BCA). Bank BCA secara resmi berdiri pada Tahun tanggal 1977 21 BCA Februari berkembang 1957, menjadi berkantor Bank pusat di Jakarta. BCA

Devisa.

Selanjutnya

mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public, PT. BCA (Tbk.) pada tahun 2000. Per 31 Desember Investments 2009, Ltd. 47,15% saham PT. qq BCA Robert (Tbk.) Budi dipegang Hartono oleh dan

FarIndo

(Mauritius)

Bambang Hartono (Grup Djarum Kudus). Hal ini didukung oleh bisnis inti (core competence) dari Bank BCA

sebagai bank penyedia layanan jasa rekening transaksional (giro dan tabungan) yang ditunjang oleh penerapan standar layanan SMART

(Sigap, Menarik, Antusias, Ramah, Teliti), yang ditanamkan pada karyawan yang berhadapan kebutuhan dari 8,5 langsung dengan nasabah, bertujuan untuk

memahami peningkatan

dan keinginan para nasabah Bank BCA, sehingga terjadi juta account nasabah pada tahun 2009 menjadi

lebih dari 8,9 juta account nasabah pada tahun 2010, yang dilayani oleh 895 cabang, 3.781 gerai ATM.

14

15 Budaya organisasi sebagai budaya kerja organisasi di Bank BCA,

yang tertuang dalam Tata Kelola Perusahaam (Good Corporate Governance), yaitu : Kepatuhan, Integritas, Etika, Keharmonisan Lingkungan Kerja dan Kompetensi diyakini sangat mendukung pencapaian Visi dan Misi Bank BCA, hal ini dikukuhkan dengan penghargaan (award) IMAC (Indonesias Most Admired Companies), 2008 2009, perusahaan terkemuka di Indonesia untuk kategori Bank Nasional terbaik mengungguli Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI, yang diterima dari majalah Business Week Indonesia dan Frontier Consullting Group. Tim Manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional sangat mendukung bisnis inti (core competence) dari Bank BCA sebagai bank penyedia layanan jasa rekening transaksional (giro dan tabungan) yang bertujuan untuk memahami kebutuhan dan

keinginan para nasabah Bank BCA, hal ini dikukuhkan dengan penghargaan (award) ASIAMONEY Indonesia, Corporate Governace Poll, Best for Responsibilities of

Management and The Board of Directors dari majalah ASIAMONEY. Pada Asia Best Wakil tahun Pasific Customer Presiden 2008, Wani Sabu, Service Pada BCA, memperoleh Award tahun penghargaan untuk Jahja (award) kategori

Customer Service Direktur

2008 2010,

Manager. Bank

Setiaatmadja, (award)

memperoleh

penghargaan

The Most Favorite Leadership of The Year 2010, yang diperoleh dari majalah Aliansi Property Jurnalistik & Properti Bank, & Jurnalis Hal Media ini Grup dan bahwa

Keuangan.

mengukuhkan

Tim Manajemen Bank BCA sangat profesional. Sumberdaya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada layanan bagi nasabah, yang ditunjang oleh penerapan standar layanan SMART (Sigap, Menarik, Antusias, Ramah, Teliti), yang ditanamkan pada karyawan yang berhadapan langsung dengan nasabah, sangat mendukung bisnis inti

(core competence) dari Bank BCA sebagai bank penyedia layanan jasa rekening transaksional (giro dan tabungan) yang bertujuan untuk memahami kebutuhan dan

keinginan para nasabah Bank BCA, hal ini didukung dengan diperolehnya penghargaan (award), yaitu : (1) The Indonesia Bank Loyalti Award (IBLA) selama 3 tahun terakhir dari dan tahun majalah 2008, Info 2009 Bank dan dan 2010, (2) yang diperoleh Best dari Brand MarkPlus Award Insight (IBBA)

Indonesia

tahun 2009 - 2010, yang diperoleh dari majalah SWA, MARS dan Metro TV. Hal ini menunjukkan reputasi Bank BCA sebagai Bank Pilihan Utama Masyarakat sebagai bank penyedia layanan jasa rekening transaksional (giro dan tabungan) terbaik pilihan nasabah bank.

16 Produk utama unggulan Bank BCA adalah Tahapan BCA

(kategori Tabungan) dan BCA Card (kategori Kartu Kredit). Ada 4 pemain utama dalam Industri Pasar Tabungan Berhadiah, yaitu : Bank BCA

(Tahapan BCA), Bank Mandiri (Mandiri Fiesta), Bank BRI (BritAma) dan Bank BNI (BNI Taplus). Program tabungan berhadiah masih efektif menarik dana, baik dari nasabah lama maupun untuk mengambil alih nasabah baru. Tahapan BCA, yang telah menggebrak terlebih dahulu dengan program promosi berhadiah yang diundi pada acara Gebyar Tahapan BCA di Indosiar dan Bank Mandiri yang merilis hal sejenis lewat acara Mandiri Fiesta. Posisi tabungan berhadiah pada tahun 2007, yaitu : (1) Tahapan BCA (89,5 Triliun); (2) Mandiri Fiesta (81,5 Triliun); (3) BritAma (72,27 Triliun) dan (4) BNI Taplus (47,3 Triliun).

TABUNGAN TAHAPAN BCA


Pada era 1980-an, Bank BCA, memasarkan Tabungan Harapan (Tahapan) BCA. Pada tahun 2008, Bank BCA mengkomunikasikan pesan tentang keberadaan Tahapan BCA melaui : (1) surat kabar nasional; (2) majalah SWA;

(3) Gebyar Tahapan BCA di Indosiar; (4) Welcome to BCA di Metro TV; (5) Website klikbca.com dan (6) m-banking / SMS banking, semakin memperkokoh posisi mereka pada peringkat 1 dalam industri pasar tabungan berhadiah, dengan meluncurkan pengundiannya program disiarkan undian langsung berhadiah oleh Gebyar Tahapan hadiah BCA, utama

Indosiar,

dengan

mobil sedan mewah Lexus IS 300, seharga Rp 790 juta. Gebyar Hadiah Tahapan BCA memperoleh penghargaan (award) The Asian Marketing Effectiveness Award 2008, kategori : The Most Effective Uses of Sales Promotion and Point of Purchase 2007.

17 Suatu hasil survei, yang membuktikan bahwa Tahapan situasi BCA merupakan dan kondisi

The Best Saving Account, dalam lingkungan

memunculkan suatu

eksternal

perusahaan yang memberikan kesempatan

menguntungkan bagi Bank sehingga Gebyar Tahapan

BCA dalam industri pasar Tabungan berhadiah, BCA.melakukan inovasi secara berkelanjutan,

yang berdampak pada posisi tabungan berhadiah pada tahun 2009 : (1) Tahapan BCA (113,30 Triliun); (2) Mandiri Fiesta (91,11 Triliun); (3) BritAma (88,60 Triliun) dan BNI Taplus (51,49 Triliun). Tahapan BCA memperoleh penghargaan (award): (1) IBBA (Indonesia Best Brand Award 2009 2010; (2) Indonesian Customer Satisfaction Award 2009 2010 dan IBLA (The Indonesia Bank Loyalty Award) 2009 2010. Hal ini menunjukkan bahwa Tahapan BCA merupakan merek Tabungan terbaik yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan (nasabah Tahapan BCA)

yang berdampak terhadap loyalitas nasabah Tahapan BCA.

Trend

bertransaksi

menggunakan

credit

card

semakin

meningkat.

Nielsen Media Research mencatat pada tahun 2006, nilai transaksi menggunakan credit card sebesar Rp 53,36 Triliun, sedangkan pada tahun 2007 terjadi trend positif (kenaikan) nilai transaksi dengan menggunakan credit card tercatat sebesar

Rp 72,60 Triliun Bank BCA, yang baru mulai memasarkan kartu kredit (credit card) pada tahun 2004, berhasil membidik para Direktur, dengan total pengeluaran pribadi per bulan > Rp 50 juta, yang memiliki 5 atau lebih credit card,

dalam 1 bulan bertransaksi menggunakan credit card minimal Rp 15 Juta. BCA Platinum Card, merupakan produk yang dikemas dan didistribusikan secara ekslusif, dengan limit (batas kredit yang mencukupi) sekitar Rp 100 Juta. BCA Platinum Card, didesain untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan Pasar akan rasa aman bertransaksi dengan credit card.

BCA Platinum Card BCA Platinum Card

18 BCA Platinum Card, memanjakan gaya hidup para Direktur, dengan mengusung konsep Pay 1 for 2 , BCA Platinum Card dapat digunakan nasabah bertransaksi di : menonton di Cineplex 21; ngopi di Starbucks Coffe; makan di Pizza Hut; pembelian tiket Singapore Airlines; belanja di Carrefour. Bank BCA juga menawarkan Reward Cash Back bagi para pemegang BCA Platinum Card, setelah terkumpul dapat digunakan untuk membeli barang apapun yang disukai di Toys City; Hero; Charles & Keith Bank BCA juga menjadi sponsorship bagi para pemegang BCA Platinum Card, dilatih ketrampilan permainan golfnya oleh Salford, dengan 200 bola golf, Bank BCA berhasil mendistribusikan BCA Platinum Card menjangkau 1,5 Juta nasabah BCA Platinum Card. BCA Platinum Card merupakan produk yang inovatif, yang dikomunikasikan melalui : (1) (6) Majalah SWA; (2) SMS Surat kabar (7) nasional; Welcome (3) to Website BCA di klikbca.com; Metro TV;

m-banking /

banking;

(8) Simbol / Logo pada saluran distribusi pemasaran eksternal dari BCA Platinum Card. BCA Platinum Card dapat diakses di www.klikbca.com serta melalui m-Banking / SMS Banking. Per 18 Agustus 2010 Tahapan BCA dan BCA Card, didukung oleh

jaringan saluran distribusi : lebih dari 889 kantor cabang BCA di seluruh Indonesia (Bandingkan dengan BRI yang memiliki keistimewaan pada jangkauan Pasar hingga ke pelosok-pelosok daerah bahkan pedesaan,

dimana bank-bank lain jarang yang sampai ke sana. BRI saat ini memiliki 4.800 Kantor Cabang BRI maupun Kantor BRI Unit di seluruh Indonesia), lebih dari 6.710 gerai ATM, Website KlikBCA.com, M-Banking, e-commerce BCA, Halo BCA, melalui ponsel di nomor 69-88, yang terhubung secara real time on-line, menjadikan layanan Tahapan BCA dan BCA Card menjadi begitu mudah dan menyenangkan sekitar lebih dari 8,9 juta account nasabah BCA. Hal ini dikokohkan dengan berbagai penghargaan (award) yang diperoleh selama 3 tahun terakhir dari tahun 2008, 2009 dan 2010, Pada tahun 2011, BCA meraih Best Excellence in Retail Financial Services (Banking) Award. Raupan dana pihak ketiga dari Tabungan mengantarkan BCA meraih Laba Neto sebesar 6.807 Milyar pada tahun 2009.
Sumber : Dikompilasi dari berbagai sumber.

19 Berdasarkan kasus tersebut di atas :

Lakukan

Analisis

dan

Diagnosis

Lingkungan

Bisnis

(Analisis

SWOT)

PT. BCA (Tbk.) Serta jelaskan Faktor Kunci Keberhasilan PT. BCA (Tbk.) dalam Industri Pasar Jasa Perbankan Nasional !