Anda di halaman 1dari 3

ISU-ISU DALAM GLOBALISASI A. Isu Tentang Demokrasi Semua Negara ingin disebut sebagai Negara demokrasi.

Negara-negara yang belum berpemerintahan demokrasi atau masih melakukan praktik pemerintahan otoriter banyak dikecam oleh Negara lain. Negara-negara otoriter umumnya terkusilkan dari pergaulan internasional. B. Isu Tentang Hak Asasi Manusia Masalah Hak Asasi Manusia berkaitan erat dengan demokrasi. Sekarang ini dunia internasiona sangat memperhatikan penegakan hak asasi manusia. Adanya berbagai perang, pertentangan, dan konflik antar bangsa dikarenakan adanya penindasan terhadap hak asasi manusia dan perilaku sewenang-wenang. Masalah hak asasi manusia sudah merupakan masalah internasional. C. Isu Tentang Pluralisme Dalam masyarakat global, hubungan antar manusia akan semakin intensif dan bukan hanya manusia sebangsa, tetapi manusia yang berbeda ras, agama, nilai budaya, bahasa dan adat. Sikap menghargai keaneka ragaman dan perbedaan (pluralisme) sangat dibutuhkan. Apabila suatu bangsa memaksakan nilai budayanya dan tidak menghargai budaya lain maka hubungan global akan rusak. D. Isu Tentang Transparansi (Keterbukaan) Transparansi atau keterbukaan terutama ditujukan pada penyelenggara pemerintahan Negara. Pemerintahan yang tertutup tidak akan lama bertahan sebab kemajuan informasi telah mampu menerobos berbagai ketertutupan yang disembunyikan pemerintah. Pemerintahan yang tertutup juga dianggap tidak demokratis karena tidak adapenanggung jawab public dan tidak mengikutsertakan rakyat dalam bernegara. Hal ini bertentangan dengan pesan demokrasi. Penyelenggaraan Negara diharapkan berlaku terbuka dan transparan terhadap rakyatnya. E. Isu Tentang Lingkungan Hidup Sekarang ini lingkungan hidup yang rusak dapat menjadi ancaman baru bagi umat manusia. Negara-negara yang memiliki kekayaan alam dan hutan dihimbau untuk serius dalam melestarikan lingkungan hidup. Misalnya kebakaran hutan di Kalimantan bukan hanya merugikan Indonesia tetapi mengganggu Negara-negara tetangga bahkan mengancam system ekonomi dunia. Tindakan perusakan lingkungan juga mendapat kecaman masyarakat internasional. F. Isu Tentang Pasar Global Globalisasi disatu sisi telah menciptakan paluang yaitu suasana kehidupan manusia menjadi makin mudah, nyaman, praktis, berkualitas, serta bekerja makin cepat dan efisien. Di sisi lain globalisasi dapat menimbulkan orang atau masyarakat dan lembaga makin sulit, makin menderita, makin terpinggir, dan maikin mempunyai masalah yang kompleks. Dalam tingkat globalisasi yang optimal, arus perdagangan baik arus produk maupun factor-faktor produksi seperti tenaga kerja atau modal dapat mengalami lintas Negara atau regional, sehinggabaguti banyak pengaruh terhadap kehidupan bangsa dan Negara, yang secara garis besar dapat dijelaskan sebagai sisi terang dan sisi gelap. a. Sisi Terang Globalisasi

1) Globalisasi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Bagi negara-negara yang sedang berkembang tetap membuka diri terhadap perdagangan luar negeri dan penanaman modal asing (PMA) sehingga mempunyai pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan dengan Negara-negara yang cenderung menutup diri. 2) Globalisasi Mempercepat Terwujudnya Pemerintahan yang demokratis dan Masyarakat Madani dengan Skala Global Menurut Madison, globalisasi merupakan kekuatan efektif terutama bagi terbentuknya masyarakat madaani. Akibat dari tekanan ekonomi secara global, banyak Negara yang mengadopsi praktik-praktik pasar bebas sehingga terjadi mesyarakat pluralis yang beradap atau masyarakat individu. Selain itu, globalisasi dapat mengikis pemerintah otoriter dan birokrasi yang berbelit-belit. Indivisu dan swasta semakin berperan dalam peraturan bisnis. 3) Globalisasi Tidak Mengurang Ruang Gerak Pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi Dunia dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Global Meskipun perekonomian setiap Negara akan dikendalikan oleh pasar global, kenyataannya masih cukup luas ruang gerak kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Pada tingkat structural adjustment, yaitu kebijakan-kebijakan yang menopang pertumbuhan ekonomi dalam jagka panjang tetap dikehendaki oleh pemerintah. Misalnya pengeluaran pemerintah, transfer, atau peraturan-peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti, pandidikan, penelitian dan pengambangan, pengendalian terhadap monopoli atau pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 4) Globalisasi Tidak Berlawanan dengan Desentralisasi Globalisasi dengan prinsip desentralisasi dapat berjalan secara berdampingan karena keduanya menuntut adanya akuntabilitas public, keterbukaan dalan penyelenggaraan pemerintahan, penghargaan yang tinggi pada HAM dan kepatuhan hukum, serta pemerintaha yang bertanggung jawab. 5) Globalisasi Bukan Penyebab Krisis Ekonomi Salah satu penyebab krisis moneter adalah karena para pelaku modal internasional dengan konstitusi kauangan dan economic governance yang lemah bukan karena adanya pasar global. b. Sisi Gelap Globalisasi 1) Globalisasi Sebagai Kapitalisme Dalam globaslisasi sector financial, bahwa perekonomian dikendalikan oleh para spekulan pasar uang dan pasar modal, mereka seolah-olah berperan sebagai penentu kebijakan ekonomi nasional yang tidak mendukung pasar dunia. Para investor akan mudah lari untuk memindahkan modal investasinya ke Negara yang aman untuk menanam modal. 2) Globalisasi Antarnegara Kenichi Ohmae dalam bukunya The End of Nation State disebutkan peran Negara atau pemerintah sebagai mesin pencipta atau pendistribusi kemakmuran akan semakin berkurang.

3)

4)

5)

6)

BUMN yang semula sebagai alat kendali pemerintah terhadap sector-sektor ekonomi yang penting, strategis, dan menguasai hajat hidup orang banyak beralih ke sector swasta yang bermodal kuat. Globalisasi Sebagai Kompetisi Menghancurkan Dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang paling efisien dan mampu menawarkan produk-produk bermutu dan melaksanakan pelayanan purna jual yang prima dapat memenangkan kompetisi. Globalisasi Sebagai Individu Penyebab Pengangguran Akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, timbul penguranga biayabiaya per unit produksi. Selanjutnya, hal tersebut dapat mengalami peningkatan drastis, sedangkan jumlah pekerjaan berkurang tajam. Dengan demikian, terjadi perpindahan tenaga kerja antarnegara secara bebas. Sejuta ancaman bagi tenaga kerja di Negara-negara sedang berkembang karena muncul pesaing-pesaing dari Negaranegara maju. Begitu pula ancaman bagi Negara-negara maju, ancaman tenaga kerja mura muncul dalam skala besar dari Negara-negara berkembang. Globalisasi Merugikan Negara Individualisme yang Berlebihan Dana pinjaman IMF mensyaratkan kebijakan-kebijakan yang mengharuskan Negara propasar Negara pinjaman tanpa memandang golongan masyarakat pedesaan atau perkotaan. Segalanya harus beli atau sewa baik bahan bakar, listrik, parker, ataupun air minum. Globalisasi Sebagai Individualisme yang berlebihan Pada era global yang dijunjung tinggi adalah kemampuan dari setiap kompetisi individualism sehingga mengabaikan solidaritas social. Antarmasyarakat bersikap masa bodoh, antis

7)