Anda di halaman 1dari 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 DEFINISI Trauma kepala yaitu adanya deformasi berupa penyimpangan bentuk atau penyimpangan garis pada tulang tengkorak, percepatan dan perlambatan (accelerasidecelerasi) yang merupakan perubahan bentuk dipengaruhi oleh perubahan

peningkatan pada percepatan faktor dan penurunan kecepatan, serta notasi yaitu pergerakan pada kepala dirasakan juga oleh otak sebagai akibat perputaran pada tindakan pencegahan.Ahmad mufti, cedera kepala Trauma kepala merupakan salah satu kasus yang paling sering dijumpai diruang gawat darurat rumah sakit. Suatu rumah sakit yang melayani daerah yang berpenduduk sekitar 250.000 orang bisa menerima sampai 5.000 kasus cedera kepala tiap tahun, ini merupakan 10% dari semua kasus yang datang. Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala. Trauma kepala merupakan kasus yang terbanyak dari kematian dan

ketidakseimbangan. Dengan makin banyaknya kendaraan dijalan-jalan dan meningkatnya mobilitas penduduk, maka kasus cedera kepala terutama akibat kecelakaan lalu lintas dan makin bertambah pula. Di Amerika pada tahun 1970 kecelakaan lalu lintas telah menduduki tempat keempat sebagai penyebab kematian yang utama , bahkan nomor satu pada golongan 0-40 tahun. .Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala

Kasus cedera kepala mempunyai beberapa aspek khusus, antara lain kemampuan regenerasi sel otak yang amat terbatas, kemungkinan komplikasi yang mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan, juga karena terutama mengenai pria dalam usia produktif yang biasanya merupakan kepala keluarga. .Budi riyanto, penatalaksanaan
fase akut cedera kepala

Trauma kepala dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada dewasa muda antara usia 15 sampai 24 tahun. Trauma kepala merupakan kasus kematian yang paling banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan usia 24 tahun. Kebanyakan pria lebih banyak daripada wanita.Jhon brust, current diagnosis&treatment,2008 Trauma kepala merupakan proses dimana terjadi trauma langsung atau deselerasi terhadap kepala yang menyebabkan kerusakan tengkorak dan otak. Trauma otak primer merupakan kerusakan yang terjadi pada otak segera setelah trauma, sedangkan trauma otak sekunder merupakan kerusakan yang berkembang kemudian sebagai komplikasi.A. grace pierre, ilmu bedah,edisi ketiga,2006 Trauma kepala tertutup dapat membuat penderita menjadi koma serta kehilangan ingatan. Namun trauma kepala tertutup ini juga tidak selamanya menyebabkan hilang ingatan.Jhon
Gilroy,basic neurology,2000.

Trauma

kepala

tertutup

merupakan porsi besar dari penyakit neurologic dewasa ini. Hal ini akan makin besar artinya bilamana masyarakat tambah banyak menggunakan kendaraan bermotor, karena sebagian besar trauma kepala tertutup adalah akibat dari kecelakaan lalu lintas, sedangkan trauma kepala terbuka biasanya tak masuk wewenang dokter spesialis saraf, tetapi bagian bedah saraf.harsono,buku ajar neurologis,2008

Trauma kepala yang menimbulkan kelainan neurologic disebabkan oleh : a. Kontusio serebri b. Laserio serebri c. Hemoragia subdural d. Hemoragia epidural e. Hemoragia intraserebral Lesi-lesi tersebut terjadi karena berbagai gaya destruktif trauma. priguna
sidharta,neurologis klinis,2006

Korban trauma kepala yang hemodinamiknya stabil tetapi gambaran klinik dicurigai mengalami fraktur depresi tengkorak. Pencitraan CT scan sangat penting untuk pemeriksaan otak dan tengkorak, terutama pada trauma kepala. r.sjamsuhidayat&wim
dejong,buku ajar ilmu bedah,1997

Lesi yang dapat timbul pada trauma kepala: a. Kulit kepala robek atau mengalami perdarahan subkutan b. Otot-otot dan tendo pada kepala mengalami kontusio c. Tulang tengkorak patah d. Gegar otak (komosio serebri)soemarmo markam, kapita selekta neurologis,2007. Trauma pada kepala dapat menyebabkan fraktur pada tengkorak dan trauma jaringan lunak / otak atau kulit seperti kontusio / memar otak, edema otak, perdarahan atau laserasi, dengan derajat yang bervariasi tergantung pada luas daerah trauma. trias purnomo,
konsep head injury,2009

II.2 ETIOLOGI Dengan meningkatnya mobilitas manusia terutama dikota-kota besar kasus kecelakaan lalu lintas akan meningkat frekuensinya. Penggunaan helm pengaman yang sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, diharapkan akan mengurangi beratnya perlukaan kepala pada pengendara sepeda motor. Pada kecelakaan lalu lintas biasanya kepala yang bergerak terbentur atau terpelanting pada benda yang diam, kepala yang diam, yang dibentur oleh benda yang bergerak bila kepala tertimpa sesuatu yang dipukul. Kemungkinan yang jarang terjadi ialah kepala yang tidak dapat bergerak karena tertahan sesuatu mengalami benturan yang menggencetnya. soemarmo
markam, kapita selekta neurologis,2007

II.3 PATOFISIOLOGI

Otak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. Energi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. Otak tidak mempunyai cadangan oksigen, jadi kekurangan aliran darah ke otak walaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Demikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg %, karena akan menimbulkan koma. Kebutuhan glukosa sebanyak 25 % dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh, sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 % akan terjadi gejala- gejala permulaan disfungsi cerebral.ahmad mufti,cedera kepala

Pada saat otak mengalami hipoksia, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Pada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam

laktat akibat metabolisme anaerob. Hal ini akan menyebabkan asidosis metabolik.ahmad
mufti,cedera kepala

Dalam keadaan normal cerebral blood flow (CBF) adalah 50 - 60 ml / menit / 100 gr. jaringan otak, yang merupakan 15 % dari cardiac output.ahmad mufti,cedera kepala

Trauma kepala meyebabkan perubahan fungsi jantung sekuncup aktivitas atypical- myocardial, perubahan tekanan vaskuler dan udem paru. Perubahan otonom pada fungsi ventrikel adalah perubahan gelombang T dan P dan disritmia, fibrilasi atrium dan vebtrikel, takikardia.ahmad mufti,cedea kepala

Akibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan vaskuler, dimana penurunan tekanan vaskuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . Pengaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar.Ahmad mufti, cedera kepala

Pukulan langsung

Dapat menyebabkan kerusakan otak pada sisi pukulan (coup injury) atau pada sisi yang berlawanan dari pukulan ketika otak bergerak dalam tengkorak dan mengenai dinding yang berlawanan (countercoup injury).A.grace pierre&neil r. borley, At a galance ilmu bedah,2006 Rotasi/deselerasi Fleksi ekstensi atau rotasi leher menghasilkan serangan pada otak yang menyerang titik-titik tulang dalam tengkorak (misalnya pada sayap dari tulang sphenoid). Rotasi yang hebat menyebabkan trauma robekan didalam substansi putih

otak dan batang otak, menyebabkan cedera aksonal dan bintik-bintik perdarahan intracerebral.A.grace pierre&neil r. borley, At a galance ilmu bedah,2006

Tabrakan Otak seringkali terhindar dari trauma langsung kecuali jika berat (terutama pada anak-anak). ).A.grace pierre&neil r. borley, At a galance ilmu bedah,2006

II.4 GAMBARAN KLINIS a. Pasien harus dinilai penuh untuk trauma lainnya b. Tingkat kesadaran ditentukan dengan GCS c. Ketidaksimetrisan pupil atau reflex cahaya yang abnormal menunjukkan perdarahan intracranial. d. Sakit kepala, mual, muntah, frekuensi nadi yang menurun, dan peningkatan tekanan darah menunjukkan edema serebral. ).A.grace pierre&neil r. borley, At a galance ilmu bedah,2006 II.5 DIAGNOSIS Anamnesis

Diagnosis cedera kepala biasanya tidak sulit ditegakkan riwayat kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja atau perkelahian hampir selalu ditemukan. Pada orang tua dengan kecelakaan yang terjadi di rumah, misalnya jatuh dari tangga, jatuh di kamar mandi atau

sehabis bangun tidur, harus dipikirkan kemungkinan gangguan pembuluh darah otak (stroke) karena keluarga kadang-kadang tak mengetahui pasti urutan kejadiannya : jatuh kemudian tidak sadar atau kehilangan kesadaran lebih dahulu sebelum jatuh.
riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala Budi

Anamnesis yang lebih terperinci meliputi : 1. Sifat kecelakaan. 2.Saat terjadinya, beberapa jam/hari sebelum dibawa ke rumah sakit. 3.Ada tidaknya benturan kepala langsung. 4.Keadaan penderita saat kecelakaan dan perubahan kesadaran sampai saat diperiksa. Bila sipasien dapat diajak berbicara, tanyakan urutan peristiwanya sejak sebelum terjadinya kecelakaan, sampai saat tiba di rumah sakit untuk mengetahui kemungkinan adanya amnesia retrograd. Muntah dapat disebabkan oleh tingginya tekanan intrakranial. Pasien tidak selalu dalam keadaan pingsan (hilang/ turun kesadarannya), tapi dapat kelihatan bingung/disorientasi (kesadaran berubah). Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala Pemeriksaan Fisik

Hal terpenting yang pertama kali dinilai ialah status fungsi vital dan status kesadaran pasien. Ini tiaras dilakukan sesegera mungkin bahkan mendahului anamnesis yang teliti. 1. Status fungsi vital Seperti halnya dengan kasus kedaruratan lainnya, hal terpenting yang dinilai ialah : a. Jalan nafas airway b. Pernafasan breathing

c. Nadi dan tekanan darah circulation Jalan nafas harus segera dibersihkan dari benda asing, lendir atau darah, bila perlu segera dipasang pipa naso/orofaring; diikuti dengan pemberian oksigen. Manipulasi leher hams berhati-hati bila ada riwayat/dugaan trauma servikal (whiplash injury), jamb dengan kepala di bawah atau trauma tengkuk. Gangguan yang mungkin ditemukan dapat berupa : a.Pernafasan Cheyne Stokes. b.Pernafasan Biot/hiperventilasi. c.Pernafasan ataksik. yang menggambarkan makin memburuknya tingkat kesadaran. Pemantauan fungsi sirkulasi dilakukan untuk menduga adanya shock, terutama bila terdapat juga trauma di tempat lain,misalnya trauma thorax, trauma abdomen, fraktur ekstremitas. Selain itu peninggian tekanan darah yang disertai dengan melambatnya frekuensi nadi dapat merupakan gejala awal peninggian tekanan intrakranial, yang biasanya dalam fase akut disebabkan oleh hematoma epidural.
akut cedera kepala Budi riyanto, penatalaksanaan fase

2. Status kesadaran Dewasa ini penilaian status kesadaran secara kualitatif, terutama pada kasus cedera kepala sudah mulai ditinggalkan karena subyektivitas pemeriksa; istilah apatik, somnolen, sopor, coma, sebaiknya dihindari atau disertai dengan penilaian kesadaran yang lebih obyektif, terutama dalam keadaan yang memerlukan penilaian/perbandingan secara ketat. Cara penilaian kesadaran yang luas digunakan ialah dengan Skala Koma Glasgow; cara ini sederhana tanpa memerlukan alat diagnostik sehingga dapat digunakan baik oleh dokter maupun perawat. Melalui cara ini pula,

perkembangan/perubahan kesadaran dari waktu ke waktu dapat diikuti secara akurat.


Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala

Pemeriksaan Penunjang

Rontgen tengkorak : AP lateral, dan posisi Towne CT scan / MRI : menunjukkan kontusio hematoma, hidrosefalus, edema serebral. .A.grace
pierre&neil r. borley, At a galance ilmu bedah,2006

II.6 PENANGANAN Indikasi Perawatan Pasien sebaiknya dirawat di rumah sakit bila terdapat gejala atau tanda sebagai berikut : 1. Perubahan kesadaran saat diperiksa. 2. Fraktur tulang tengkorak. 3. Terdapat defisit neurologik. 4. Kesulitan menilai kesadaran pasien, misalnya pada anak-anak, riwayat minum alkohol, pasien tidak kooperatif. 5. Adanya faktor sosial seperti : a. Kurangnyapengawasan orang tua/keluarga bila dipulangkan. b. Kurangnya pendidikan orang tua/keluarga. c. Sulitnya transportasi ke rumah sakit. Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala

1. Memperbaiki/mempertahankan fungsi vital Usahakan agar jalan nafas selalu babas, bersihkan lendir dan darah yang dapat menghalangi aliran udara pemafasan. Bila perlu dipasang pipa naso/orofaringeal dan pemberian oksigen. Infus dipasang terutama untuk membuka jalur intravena : gunakan cairan NaC10,9% atau Dextrose in saline. 2. Mengurangi edema otak Beberapa cara dapat dicoba untuk mengurangi edema otak: a. Hiperventilasi. b. Cairan hiperosmoler. c. Kortikosteroid. d. Barbiturat. a. Hiperventilasi Bertujuan untuk menurunkan peO2darah sehingga mencegah vasodilatasi pembuluh darah. Selain itu suplai oksigen yang terjaga dapat membantu menekan metabolisme anaerob, sehingga dapat mengurangi kemungkinan asidosis. Bila dapat diperiksa, paO2 dipertahankan > 100 mmHg dan paCO2di antara 2530 mmHg. b.Cairan hiperosmoler Umumnya digunakan cairan Manitol 1015% per infus untuk "menarik" air dari ruang intersel ke dalam ruang intravaskular untuk kemudian dikeluarkan melalui diuresis. Untuk memperoleh efek yang dikehendaki, manitol hams diberikan dalam dosis yang cukup dalam waktu singkat, umumnya diberikan : 0,51 gram/kg BB dalam 1030 menit. Cara ini berguna pada kasus-kasus yang menunggu tindakan bedah. Pada kasus

biasa, harus dipikirkan kemungkinan efek rebound; mungkin dapat dicoba diberikan kembali (diulang) setelah beberapa jam atau keesokan harinya. c.Kortikosteroid Penggunaan kortikosteroid telah diperdebatkan manfaatnya sejak beberapa waktu yang lalu. Pendapat akhir-akhir ini cenderung menyatakan bahwa kortikosteroid tidak/kurang bermanfaat pada kasus cedera kepala. Penggunaannya berdasarkan pada asumsi bahwa obat ini menstabilkan sawar darah otak. Dosis parenteral yang pernah dicoba juga bervariasi : Dexametason pernah dicoba dengan dosis sampai 100 mg bolus yang diikuti dengan 4 dd 4 mg. Selain itu juga Metilprednisolon pernah digunakan dengan dosis 6 dd 15 mg dan Triamsinolon dengan dosis 6 dd 10 mg. d .Barbiturat Digunakan untuk mem"bius" pasien sehingga metabolisme otak dapat ditekan serendah mungkin, akibatnya kebutuhan oksigen juga akan menurun; karena kebutuhan yang rendah, otak relatif lebih terlindung dari kemungkinan kemsakan akibat hipoksi, walaupun suplai oksigen berkurang. Cara ini hanya dapat digunakan dengan pengawasan yang ketat. e. Cara lain Pala 2448 jam pertama, pemberian cairan dibatasi sampai 15002000 ml/24 jam agar tidak memperberat edema jaringan. Ada laporan yang menyatakan bahwa posisi tidur dengan kepala (dan leher) yang diangkat 30 akan menurunkan tekanan intrakranial. Posisi tidur yang dianjurkan, terutama pada pasien yang berbaring lama, ialah :

kepala dan leher diangkat 30. sendi lutut diganjal, membentuk sudut 150. telapak kaki diganjal, membentuk sudut 90 dengan tungkai bawah.
kepala Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera

3. Obat-obat Nootropik Dewasa ini banyak obat yang dikatakan dapat membantu mengatasi

kesulitan/gangguan metabolisme otak, termasuk pada keadaan koma. Piritinol Piritinol merupakan senyawa mirip piridoksin (vitamin B6) yang dikatakan mengaktivasi metabolisme otak dan memperbaiki struktur serta fungsi membran sel. Pada fase akut diberikan dalam dosis 800-4000 mg/hari lewat infus. Tidak dianjurkan pemberian intravena karena sifatnya asam sehingga mengiritasi vena. Piracetam Piracetam merupakan senyawa mirip GABA - suatu neurotransmitter penting di otak. Diberikan dalam dosis 4-12 gram/ hari intravena. Citicholine Disebut sebagai koenzim pembentukan lecithin di otak. Lecithin sendiri diperlukan untuk sintesis membran sel dan neurotransmitter di dalam otak. Diberikan dalam dosis 10Q500 mg/hari intravena. . Budi riyanto, penatalaksanaan fase akut cedera kepala

Daftar Pustaka 1. Ahmad mufti, Cedera Kepala, available at :http//

www.scribd.com/doc/29698273/cidera-kepala. 2. Budi Riyanto, Penatalaksanaan fase akut cedera kepala, available at : http// www.scribd.com/doc/cidera-kepala. 3. Brust, Jhon C.M., Current Diagnosis & Treatment.Neurology, MGH, 2008. 4. Grace A. Pierre & Neil R Borley, At A Galance Ilmu Bedah, edisi ketiga, EMS, 2006 5. Gilroy Jhon, Basic Neurology, International Edition, 2000

6. Harsono, Buku ajar neurologis klinis, Yogyakarta, 2008 7. Priguna Sidharta, Neurologis Klinis Dasar, PT. Dian Rakyat, Jakarta, 2006 8. R. Syamsuhidajat & Wim de Jong, Buku ajar Ilmu Bedah, Edisi revisi, EGC, Jakarta, 1997. 9. Soemarmo Markam, Kapita Selekta Neurologis, Trauma kepala, Edisi kedua, Yogyakarta, 2007. 10. Trias Purmono, Konsep head injury, available at:

http//www.scribd.com/doc/cidera-kepala.