P. 1
ANALISIS SWOT

ANALISIS SWOT

|Views: 17|Likes:
Dipublikasikan oleh Intan Farida Yasmin

More info:

Published by: Intan Farida Yasmin on Mar 16, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2012

pdf

text

original

ANALISIS SWOT

S: 1. Apresiasi mahasiswa FK UGM untuk menjadi fasil sangatlah banyak, dan mampu menjaring anak Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan dan Gizi Kesehatan sehingga acara TDFK benar-benar terasa merupakan kegiatan bersama KMFK. 2. Acara TDFK tidak terlalu banyak mengalami hambatan, acara dapat dilaksanakan tepat waktu karena koordinasi yang baik pada hari H oleh panitia. 3. Perlengkapan dan masalah teknis tidak banyak mengalami hambatan pada hari H karena telah dipersiapkan sebelumnya (walaupun dekat dengan hari H). 4. Apresiasi acara TDFK sangat banyak dari peserta (siswa SMA).

W: 1. Acara TDFK bertabrakan dengan jadwal ujian Pendidikan Dokter Reguler 2010, sehingga tidak bisa melibatkan mahasiswa Pendidikan Dokter Reguler 2010 yang sebenarnya sangat antusias untuk terlibat. Hal ini juga menyebabkan panitia TDFK yang merupakan anak Pendidikan Dokter 2010 tidak dapat bekerja maksimal. 2. Kurangnya koordinasi antar seksi panitia. Hal ini disebabkan karena kurangnya rapat besar sehingga jarang ada panitia yang mengenal dekat. Rapat besar dulu diadakan hampir mendekati hari H, sehingga kurang dirasakan manfaatnya. 3. Perlengkapan yang tidak benar, seperti HT yang tidak berfungsi di sekitar perpustakaan. 4. Acara pembukaan TDFK dan penutupan TDFK dirasa ‘kurang jelas’ karena MC tidak menarik. 5. Dekorasi TDFK kurang meriah sehingga suasana acara-terbesar-FK tidak terasa, dan hal ini juga yang menyebabkan peserta sangat bosan. 6. Pemilihan dosen yang kurang tepat saat expo laboratorium karena membosankan. 7. Terlalu terburu-buru. Hal-hal yang kurang esensial banyak ditugaskan awal-awal terutama pada sie acara, seperti mengurus TOR dll pada H-hampir 5/6 bulan. Hal ini SANGAT membuat panitia acara menjadi MALAS dan merasa LELAH dan sangat MENGGANGGU. Dan hal ini terbawa ke mood panitia. Bukannya membuat progress yang cepat justru membuat semakin lambat. 8. Ketidakjelasan sistem perijinan panitia dari PH. Panitia disuruh segera merekap daftar izin padahal kenyataannya surat tidak bisa jadi segera, padahal lab-lab tertentu menginginkan surat jadi sebelum hari asli praktikum dilaksanakan (biar ngga kena inhal dan absen kosong). Hal ini SANGAT MEREPOTKAN karena konsentrasi jadi terpecah antara teknis acara dan ngurus perkuliahan. Saran yang diberikan PH sangat tidak membantu. 9. Jobdesc yang kurang jelas. Sie Acara seharusnya TIDAK mengurus JADWAL PERIZINAN PANITIA.

Seharusnya acara TDFK dibuat lebih menyenangkan karena memang bertujuan mengenalkan FK sehingga dapat memfasilitasi yang berkeinginan masuk FK. Jadwal Akademik yang dibuat mepet sehingga sulit menyesuaikan jadwal. 3. preparat. sehingga dapat mengancam keberlangsungan acara. Nama FK UGM dan link alumni SMA seharusnya dapat lebih dimanfaatkan lagi.O: 1. ruangan dan asdos. bukan justru membuat pencitraan bahwa FK membosankan. Seharusnya rapat besar diadakan di awal-awal sehingga setidaknya panitia mengenal panitia yang lain dan juga memiliki ‘sense of belonging’. . 2. 2. Beberapa lab mempersulit perijinan pemakaian lab. 3. T: 1. 4. Acara GAMED berada di hari-hari yang sibuk (blok-blok yang sibuk) sehingga dapat mengancam kinerja panitia. Kurangnya koordinasi antara Lab dan asdos.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->