Anda di halaman 1dari 8

1.

Membangun Hubungan Baik dengan Konsumen Strategi kepuasan konsumen dapat dibentuk melalui hubungan baik dengan konsumen dalam jangka panjang sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Hubungan yang lebih dekat dengan konsumen bila dikombinasikan dengan kualitas produk yang tinggi dan pelayanan yang cepat dapat digunakan untuk memperoleh keunggulan bersaing. 2. Pelayanan yang Unggul pada Konsumen Strategi kepuasan konsumen hampir sama dengan memberikan tingkat layanan yang lebih tinggi dibandingkan pesaing. Perusahaan yang menawarkan layanan yang lebih baik biasanya membebankan harga yang lebih tinggi untuk produk mereka. Perusahaan yang memberikan layanan yang lebih tinggi cenderung mempunyai market share lebih besar dan tumbuh lebih cepat dibanding pesaing yang memberikan layanan rendah. 3. Garansi yang Mutlak Keberadaan garansi merupakan peluang lain untuk menciptakan kepuasan konsumen. Garansi mengurangi resiko atas pembelian konsumen dan menyatakan secara tidak langsung bahwa kualitas produk adalah tinggi. Garansi yang didesain dengan baik akan menghasilkan beberapa keuntungan loyalitas konsumen yang pada akhirnya akan melakukan pembelian ulang. Hal tersebut juga akan menciptakan berita dari mulut ke mulut (word by mouth) yang positif pada konsumen yang baru. 4. Penanganan Keluhan Konsumen secara Efektif Penanganan keluhan konsumen menawarkan peluang untuk mengubah ketidakpuasan
konsumen menjadi puas atas produk perusahaan secara cepat.

Siapa yang tak kenal Grup Hadji Kalla (GHK)? Meskipun basis bisnisnya di Makassar, GHK termasuk barisan konglomerat nasional yang masih harum namanya. Bahkan, salah satu pendirinya, Jusuf Kalla, kini dipercaya menjadi Menko di kabinet Megawati.

GHK merupakan perusahaan besar yang menguasai banyak sektor usaha. Grup yang mulai berbisnis di tekstil ini, sekarang telah merambah ke otomotif, elektronik, agroindustri, perdagangan, jasa konstruksi dan properti dengan total 4 ribuan karyawan. GHK punya sejarah yang panjang. Didirikan pada 1952 oleh H. Kalla dan Hj. Atirah, GHK tumbuh menjadi perusahaan keluarga yang kini sampai di tangan generasi kedua dan ketiga. Benderanya waktu itu, NV Hadji Kalla Trading Company. Tahun 1967 GHK merambah ke bidang konstruksi dan properti. Di bidang ini, GHK mendirikan PT Bumi Karsa. Pekerjaan utamanya sebagai kontraktor umum. Prestasinya bisa dilihat dari pembangunan jalan trans Sulawesi, pembuatan bendungan, dan Bandara Hasanuddin. Pada 1969, H. Kalla (ayahanda Jusuf Kalla) merambah ke bisnis otomotif. Di sini, PT Hadji Kalla sebagai agen tunggal pemasaran mobil Toyota di Sul-Sel, Sul-Teng dan Sul-Tra. Kini, perusahaan ini memiliki 18 cabang. Persisnya pada 7 Agustus 1970, GHK mendirikan PT Bumi Sarana Utama yang bergerak sebagai dealer aspal curah Pertamina dengan daerah pemasaran Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan ini juga memiliki sejumlah kapal tanker dan armada truk sendiri untuk memperlancar pasokan. Seiring perkembangan ekonomi dan minat masyarakat terhadap otomotif, pada 1996 GHK menjalin kerja sama dengan produsen otomotif yang lain. Pertama, GHK mendirikan PT Intim Utama Mobil yang menjadi dealer mobil KIA. Kedua, GHK mendirikan PT Makassar Raya Motor yang kemudian menjadi dealer merek Daihatsu dan Nissan. Pada tahun yang sama, GHK mendirikan PT Bumi Sarana Beton, yang membidangi pengembangan kawasan permukiman di Makassar. Untuk melengkapi divisi usaha ini, didirikan PT Baruga Asri Nusa Development yang membidangi properti. Di luar tiga perusahaan properti tadi, GHK juga memiliki dan mengelola hotel melalui PT Sahid Makassar Perkasa -- bekerja sama dengan Grup Sahid. Tidak puas sampai di situ, GHK merambah ke bidang agroindustri melalui bendera PT Makassar Mina Usaha dan PT Duta Sentral Sulawesi Agro. Masing-masing perusahaan membidangi penangkapan dan pengolahan ikan tuna untuk ekspor, serta agrobisnis. Belakangan, melalui PT Kalla Electrical System, GHK terjun ke bidang elektronik. Di samping itu, GHK juga merambah ke industri transportasi melalui PT Kalla Lines dan PT Bukaka Lintas Tama.

ada dasarnya, menghadapi interview dengan pihak direksi sama saja dengan interview dengan pihak HRD atau user dari sebuah perusahaan. Tips-tips umum seperti: datang tepat waktu, tampil relaks dan percaya diri, jabat tangan yang dan kontak mata yang ramah, jawaban yang jujur dan taktis dengan tata bahasa yang baik serta sikap tubuh dan intonasi suara yang antusias tetap perlu diperhatikan. Beberapa hal yang dapat ditambahkan adalah: 1. Sebaiknya kenakan busana yang lebih formal untuk menunjukkan penghargaan. 2. Perhatikan kalimat pembuka yang disampaikan sehingga anda dapat menangkap hal-hal apa yang dianggap penting atau hal-hal apa yang ingin diketahui dari anda. Biasanya direksi tidak menanyakan mengenai hal-hal teknis dari pekerjaan yang ditawarkan, namun lebih menggali visi dan ide-ide pengembangan yang mungkin dapat anda berikan untuk perusahaan. Persiapkan diri anda dengan hal-hal ini. Direksi biasanya juga melihat sejauh mana kecocokan anda dengan budaya perusahaan. Kadang-kala orang yang tepat secara teknis, belum tentu cocok dengan budaya perusahaan yang ada. Cobalah untuk mengenali budaya perusahaan tersebut melalui company profile, website, atau berbincang-bincang dengan karyawannya. 3. Pada akhir interview, ucapkanlah terima kasih dengan tulus dan sampaikan bahwa anda menghargai kesempatan ini dan sangat tertarik dengan posisi yang ditawarkan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - General Manager Kalla Toyota A Muhammad Gunawan, Branch Manager Kalla Toyota Cabang Urip Sumoharjo Awaluddin Mustafa, dan Kepala Bengkel Kalla Toyota Cabang Urip, saat tampil di acara Customer Fokus di kantor Kalla Toyota cabang Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (1/10/2011).

PT. Hadji Kalla Catat Rekor 'Market Share' Terbesar di Dunia PT Hadji Kalla yang merupakan dealer Toyota untuk Sulsel, Sulteng dan Sultra berhasil mencatat rekor persentase 'market share' yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Halaman 1 | 2 Dealer ini menguasai 42 persen pangsa pasar mobil di Sulsel. Dengan demikian, PT Hadji Kalla berhasil melewati tingkat penjualan dealer di Indonesia yang rata-rata mencatat angka penjualan sampai 30 persen, bahkan persentase pencapaian yang dicatat perusahaan yang berkantor pusat di Makassar ini lebih tinggi dibandingkan dengan persentase penjualan di Jepang, tempat di mana kantor pusat Toyota Motor Corporation berada, yang mencatat 'market share' 40 persen. Kondisi ekonomi di Sulawesi, khususnya di Sulsel yang dibuktikan dengan terus meningkatnya angka penjualan mobil diakui Direktur Pemasaran PT Hadji Kalla, H. Syamsul Paewangi, di sela-sela acara undian 'Gempar Gempur' berhadiah Toyota Kijang SSX di show room II PT Hadji Kalla, Jl. Urip Sumoharjo, kemarin malam. Menurut Ancu - sapaan akrab Syamsul Paewangi, Toyota mampu menjadi 'market leader' karena produknya sesuai dengan selera pasar, dan harga jual kembalinya yang tinggi. Ia menambahkan, di show room II ada penjualan mobil seken, di mana rata-rata mobil yang dipajang hanya satu hari sudah laku. "Kalau mau investasi yang menguntungkan, beli mobil Toyota karena bisa menang pakai dan untung uang karena harga jualnya bisa lebih tinggi dibandingkan saat pembelian sebelumnya.

PT Toyota-Astra Motor atau biasa disingkat dengan TAM merupakan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Mobil Toyota dan Lexus di Indonesia. TAM merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk dengan persentase saham 51% dan Toyota Motor Corporation, Jepang dengan persentase saham 49 %. PT Toyota-Astra Motor diresmikan pada tanggal 12 April 1971. Peranan TAM semula hanya sebagai importir kendaraan Toyota, namun setahun kemudian sudah berfungsi sebagai distributor. Pada tanggal 31 Desember 1989, TAM melakukan merger bersama tiga perusahaan antara lain : PT Multi Astra (pabrik perakitan, didirikan tahun 1973) PT Toyota Mobilindo (pabrik komponen bodi, didirikan tahun 1976) PT Toyota Engine Indonesia (pabrik mesin, didirikan tahun 1982) Gabungan semuanya diberi nama PT Toyota-Astra Motor. Merger ini dilakukan guna menyatukan langkah dan efisiensi dalam menjawab tuntutan akan kualitas serta menghadapi ketatnya persaingan di dunia otomotif. Selama lebih dari 30 tahun, PT. Toyota-Astra Motor telah memainkan peranan penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan termasuk dalam industri pendukungnya. PT. Toyota-Astra Motor telah memiliki pabrik produksi seperti stamping, casting, engine dan assembly di area industri Sunter, Jakarta. Untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi, pada tahun 1998 diresmikan pabrik di Karawang yang menggunakan teknologi terbaru di Indonesia. Sejak tanggal 15 Juli 2003, TAM direstrukturisasi menjadi 2 perusahaan,yaitu : PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia disingkat TMMIN yang merupakan perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan dan suku cadang Toyota. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 5 % dan TMC menjadi 95% PT. Toyota-Astra Motor sebagai agen penjualan, importir dan distributor produk Toyota di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 51 % sedangkan TMC 49%

Dalam mendukung penjualan dan layanan purna jual,TAM dibantu oleh 5 Dealer Utama yang membawahi dealer-dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga bulan Desember 2005 telah terdapat 181 outlet dan 101 bengkel resmi. Berikut ini kelima Dealer Utama yang dibagi berdasarkan wilayah geografisnya : Auto 2000 merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur,Nusa Tenggara Timur,Bali,Kalimantan serta sebagian Sumatera PT New Ratna Motor merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta NV Hadji Kalla Trd Co merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara PT Hasjrat Abadi merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Sulawesi Utara,Sulawesi Tengah,Gorontalo, Maluku,Ternate dan Papua PT Agung Automall merupakan Dealer Utama Toyota di wilayah Bali, Riau,Jambi, Bengkulu dan Batam. Sedan = Starlet*, Yaris, Soluna*, Vios, Corona*, Corolla, Camry, Cressida*, Crown* Kendaraan Penumpang jenis SUV dan MPV = Fortuner, Kijang Innova, Kijang*, Avanza, Hiace*, Toyota Land Cruiser, Previa Truk dan kendaraan Niaga = Dyna, Hilux, Kijang Pick up

Presiden Direktur : Johnny Darmawan Danusasmita Wakil Presiden Direktur : Sam Budiman Direktur : Benny Redjo, Daisuke Yanagawa, Joko Trisanyoto, Hiroyuki Hirakawa Superbrands Award dari Superbrands Organization pada tahun 2004 & 2005 Indonesia Best Brand Award dari majalah Swa dan Mars pada tahun 2001-2004 Golden Brand Award Indonesias Most Admired Company (IMAC) pada tahun 2003 & 2005 dari majalah BusinessWeek dan Frontier Indonesian Customer Satisfaction Award untuk produk Kijang (tahun 2001-2005) dari Majalah SWA dan Frontier IMI Award dari IMI pada tahun 2004