Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum

Nama/NPM : Aninda Fitriandini / : MIPA/Fisika : A4 / 1106016752

Fak/Prog. Studi

Group & Kawan Kerja Minggu Percobaan

No. & Nama Percobaan : LR03-Karakteristik V I Tanggal Percobaan : Minggu ke-2 : 27 Februari 2012 Semikonduktor

Laboratorium Fisika Dasar UPP IPD Universitas Indonesia


1

I.

Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada Tujuan suatu semikonduktor 2. Amperemeter 3. Voltmeter 6. Unit PC 5. Camcorder Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain: 1. Bahan semikonduktor 4. Variable power supply

II. Alat

III. Teori Dasar

7. DAQ dan perangkat pengendali otomatis

molekul yang letaknya berdekatan dan tersusun teratur membentuk suatu struktur tertentu seperti kristal. Perbedaan sifat pada zat padat yakni konduktor, isolator, superkonduktor atau semikonduktor disebabkan oleh adanya perbedaan gaya ikat antar atom, ion, atau molekulnya dan ini ada kaitannya dengan gaya listrik dan perbedaan ikatan bergantung jumlah menjadi 2 jenis bahan yaitu kristal yang memiliki struktur dengan keteraturan pendek. A. Pengertian Semikonduktor

Suatu bahan padat tersusun atas atom-atom, ion-ion atau molekul

elektron terluar. Berdasarkan struktur partikel penyusun, benda padat dibagi keteraturan panjang dan berulang secara periodik dan amorf yang memiliki konduktivitas listrik di antara konduktor dan isolator (sifat penghantar listrik lebih baik dari isolator, juga kurang baik dari konduktor). Bahan dan amorf (amorphous Si). Pada suhu rendah, bahan semikonduktor tinggi dan terkena cahaya, bahan semikonduktor tidak murni akan murni dapat menjadi isolator yang cukup baik. Namun, pada suhu yang Bahan semikonduktor adalah material yang memiliki sifat

ini memiliki dua jenis bahan, yaitu berstruktur kristal (Si, Ge, Ga, As, dll)

mengalami kenaikan sifat konduktivitas yang cukup tinggi dan bahkan mampu mendekati konduktivitas bahan logam (konduktor). dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun, belakangan ini silikon (Si) menjadi populer setelah ditemukan cara mengekstra Dahulu, germanium (Ge) merupakan satu-satunya bahan yang

silikon dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak kedua yang ada di inti atom masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 elektron digambarkan sebagai berikut: lain. Pada suhu yang sangat rendah (0 K), struktur atom silikon dapat

bumi setelah oksigen (O2). Pasir, kaca dan batu-batuan lain adalah bahan atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion atom-atom

alam yang banyak mengandung unsur silikon. Struktur atom silikon, satu

Ikatan kovalen membuat elektron tidak dapat berpindah dari satu inti atom ke atom yang lain. Pada kondisi tersebut, bahan semikonduktor menghantarkan listrik. Pada suhu tinggi, ada beberapa ikatan kovalen yang lepas karena energi panas sehingga elektron dapat terlepas dari pada keadaan tertentu saja yakni dengan memberikan doping (penambahan atom). Pemberian doping dimaksudkan untuk permanen dan diharapkan akan dapat menghantarkan listrik. mendapatkan elektron valensi bebas dalam jumlah lebih banyak dan

Gambar 1. Struktur silicon kristal

bersifat isolator karena tidak ada elektron yang dapat berpindah untuk

ikatannya dan hampir dapat menjadi konduktor yang baik, namun hanya

B. Tipe Semikonduktor

intrinsik (murni) dan semikonduktor ekstrinsik (tidak murni). a. Semikonduktor Intrinsik Semikonduktor intrinsik atau yang disebut dengan

Semikonduktor dibagi menjadi dua tipe, yakni semikonduktor

semikonduktor murni adalah material semikonduktor di mana tiaptiap atomnya berikatan kovalen satu sama lain membentuk suatu struktur kristal yang biasa disebut lattice. Semikonduktor ini gap) yang kecil. memiliki sifat yang mendekati sebuah materila isolator dengan pita valensi dan pita konduksinya terpisahkan oleh gap energi (energy ruang (300 K), sejumlah elektron mempunyai energi yang cukup pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas. Besarnya

adalah sebesar 1,1 eV untuk Si dan 0,7 eV untuk Ge. Pada temperatur energi untuk melepaskan elektron dari pita valensi ke pita konduksi disebut energi terlarang (energy gap). Jika sebuah ikatan kovalen terputus, maka akan terjadi kekosongan atau lubang (hole). Pada positif dan daerah yang ditempati elektron bebas mempunyai kelebihan muatan negatif. Kedua muatan inilah yang memberi pengaruh sehingga terdapat aliran listrik pada semikonduktor lubang baru. daerah dimana terjadi kekosongan akan terdapat kelebihan muatan murni. Jika elektron valensi dari ikatan kovalen yang lain mengisi

besar untuk melepaskan diri dari ikatan dan tereksitasi (excited) dari

Energi yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan kovalen

lubang tersebut, maka akan terjadi lubang baru di tempat yang lain listrik pada semikonduktor adalah akibat adanya dua partikel arah yang berlawanan akibat adanya pengaruh medan listrik.

dan seolah-olah sebuah muatan positif bergerak dari lubang lama ke masing-masing bermuatan positif dan negatif yang bergerak dengan
4

Proses aliran muatan (arus drift) menyatakan bahwa hantaran

arus dinyatakan sebagai: dimana dan = dan

Akibat adanya dua pembawa muatan tersebut, besarnya rapat : konsentrasi elektron dan lubang ( : mobilitas elektron dan lubang ( : konduktivitas ( )

Karena timbulnya lubang dan elektron terjadi secara serentak, maka pada semikonduktor murni jumlah lubang sama dengan jumlah elektron atau dituliskan sebagai = = b. Semikonduktor Ekstrinsik konsentrasi intrinsik. Semikonduktor tidak murni atau yang disebut dengan dengan ni disebut sebagai

semikonduktor ekstrensik didapat dengan memasukkan pengotor (doping) berupa atom-atom dari golongan IIIA atau VA ke dalam atom doping yang biasa digunakan adalah Boron (B), Carbon (C), semikonduktor, maka didapat Si atau Ge yang kelebihan atau kekurangan elektron. Kelebihan elektron menyebabkan kristal lagi menjadi dua jenis, yaitu semikonduktor tipe- dan tipe- . murni (impuritis) akan memiliki kelebihan elektron yang melepaskan elektron. Jika bahan semikonduktor berbahan Si diberikan doping

semikonduktor (Si atau Ge murni). Elemen semikonduktor beserta Nitrogen (N), Aluminium (Al), Pofor (P), Arsenik (As), Indium (In),

Tin (Sn), Antimon (Sb). Dengan adanya doping pada struktur kristal gaya listrik akibat muatan elektron. Tipe semikonduktor ini terbagi Phospor (P) atau Arsen (As) yang pentavalen yaitu bahan kristal

bermuatan negatif dan sebaliknya sehingga memicu timbulnya gaya-

dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi, maka Si yang tidak lagi

membentuk semikonduktor tipe- . Semikonduktor tipe- ini bersifat

(B), Gallium (Ga), atau Indium (In) yang trivalen yaitu bahan kristal memiliki sifat semikonduktor tipe-P. karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang lubang (hole). C. Resistansi Semikonduktor (kekurangan elektron). Semikonduktor tipe- atau tipe- jika berdiri sendiri tidak lain

dengan ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi, maka Si akan

Jika bahan semikonduktor berbahan Si diberikan doping Boron

Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron adalah sebuah resistor. Sama seperti resistor karbon, semikonduktor sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa mudah, konduktivitas naik, resistivitas turun. Pada semikonduktor elektron terikat lebih kuat. Ketika suhu

memiliki resistansi. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri. dinaikkan, elektron menjadi lebih tidak terikat dan dapat bergerak lebih yang dimiliki elektron. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin banyak elektron yang memiliki energi pada level konduksi. Jumlah elektron pada level konduksi akan mempengaruhi konduktivitas semikonduktor tersebut, semakin banyak maka semakin mudah menghantarkan arus listrik.

temperatur di sekelilingnya. Temperatur tersebut mempengaruhi energi

Nilai hambatan dari suatu bahan semikonduktor berkaitan dengan

panas atau kalor bila dialiri arus listrik. Jumlah kalor yang dihasilkan

sebanding dengan beda potenisal antara kedua ujung material tersebut, besar arus yang mengalir, dan lamanya waktu arus tersebut mengalir. mempunyai muatan yang besarnya sama. Jika kita mempunyai benda bermuatan negatif berarti benda tersebut mempunyai kelebihan elektron. Derajat termuatinya benda tersebut diukur dengan jumlah

Suatu material yang memiliki hambatan listrik akan menghasilkan

Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dimana setiap elektron

kelebihan elektron yang ada. Muatan sebuah elektron, sering dinyatakan dengan simbul sebesar: dalam jumlah yang sangat besar, jika jumlah elektron yang bergerak ke kanan dan ke kiri sama besar maka seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun jika ujung sebelah kanan kawat menarik elektron sedangkan inilah yang selanjutnya disebut arus listrik. Yang menentukan seberapa besar arus yang mengalir adalah ujung sebelah kiri melepaskannya maka akan terjadi aliran electron ke besarnya beda potensial (dinyatakan dengan satuan volt). Jadi untuk pula arus yang mengalir. Beda potensial diukur antara ujung-ujung suatu titik tertentu. Dalam hal ini kita sebenarnya mengukur beda standar titik acuan biasanya dipilih titik tanah (ground). Pada sebagian besar konduktor logam, hubungan arus yang kanan (dalam hal ini disepakati bahwa arah arus ke kiri). Aliran elektron sebuah konduktor semakin besar beda potensial akan semakin besar Pada dasarnya dalam kawat penghantar terdapat aliran elektron = 1,6 10 atau , dinyatakan dengan satuan coulomb, yaitu .

konduktor. Namun kadang-kadang kita berbicara tentang potensial pada potensial pada titik tersebut terhadap suatu titik acuan tertentu. Sebagai mengalir dengan potensial diatur oleh Hukum Ohm. Dia menggunakan dimana = / disebut hambatan dari beban. Nama ini sangat rangkaian sumber potensial secara seri, mengukur besarnya arus yang cocok karena menjadi ukuran seberapa besar konduktor tersebut

mengalir dan menemukan hubungan linier sederhana, dituliskan sebagai: menahan laju aliran elektron. Berlakunya hukum ohm sangat terbatas konduktor tersebut berubah. Untuk material-material atau piranti elektronika tertentu seperti diode dan transistor, hubungan dan linier.

pada kondisi-kondisi tertentu, bahkan hukum ini tidak berlaku jika suhu tidak

IV. Prosedur Percobaan

1. Mengaktifkan web cam (meng-klik icon video pada halaman web r-Lab) 3. Memberikan beda potensial dengan memberi tegangan V1 sebelahnya 4. Mengaktifkan power supply/baterai dengan mengklik radio button di 5. Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan 6. Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8

2. Memperhatikan halaman web percobaan karakteristik VI semikonduktor

V. Tugas dan Evaluasi

1. Perhatikan data yang diperoleh, apakah terjadi perubahan tegangan dan 2. Dapatkan nilai rata-rata beda potensial yang terukur dan arus yang 4. Bagaimanakah bentuk kurva hubungan V vs I , jelaskan mengapa 6. Berikan kesimpulan terhadap percobaan ini! A. Pengolahan Data praktikan: bentuknya seperti itu! hukum Ohm dalam peristiwa ini? terukur untuk V1 , V2 , V3 hingga V8! dan I yang terukur (lihat tugas 2)! arus untuk V1, V2 , V3 , V4 dan V5? Bila terjadi perubahan, jelaskan jelaskan pula mengapa demikian!)

secara singkat mengapa hal tersebut terjadi (analisa dan bila tidak terjadi

3. Buatlah grafik yang memperlihatkan hubungan V vs I untuk rata rata V 5. Berdasarkan berbagai kurva grafik V vs I bolehkah kita menggunakan VI. Pengolahan Data dan Evaluasi

Berikut ini adalah tabel berisi data dari percobaan yang telah dilakukan
No. 1. 2. 3. 4. 5. V (volt) 0.45 0.45 0.45 0.45 0.45 I (mA) 3.91 4.24 3.91 3.91 3.91

6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.

Tabel 1. Data hasil percobaan No. V1 V2 V3 V (volt) 0.45 0.93 1.37 I (mA) 3.976 8.342 12.38

0.93 0.93 0.93 0.93 0.93 1.37 1.37 1.37 1.37 1.37 1.84 1.84 1.83 1.83 1.83 2.26 2.26 2.26 2.25 2.25 2.83 2.83 2.83 2.83 2.82 3.15 3.15 3.14 3.14 3.14 3.59 3.58 3.57 3.56 3.55

8.47 8.15 8.15 8.47 8.47 12.38 12.38 12.38 12.38 12.38 16.62 16.62 16.94 16.94 16.94 21.18 21.18 21.18 21.51 21.83 28.35 28.35 28.67 29.00 29.33 32.58 31.93 32.91 32.58 32.58 37.80 38.45 38.77 39.43 40.08

V4 V5 V6 V7 V8

Tabel 2. Rata-rata tegangan dan arus

1.834 2.256 2.828 3.144 3.57

16.812 21.376 28.74 32.516 38.906

Grafik V rata-rata vs I rata-rata


45 40 35 Arus (mA) 30 25 20 15 10 5 0 0 0.5 1 1.5 2 Tegangan (volt) 2.5 3 3.5 4 y = 11.097x - 2.3431 R = 0.9924

Pada grafik linier di atas, dapat dilihat hubungan berbanding lurus antara besarnya nilai tegangan listrik yang diberikan terhadap arus listrik yang dihasilkan ( tegangan listrik pada bahan semikonduktor, semakin besar pula kuat = () arus listrik yang dihasilkan. Ini dikarenakan suhu pada semikonduktor = konstan). Atau dengan kata lain, jika semakin besar

Grafik 1. Grafik V rata-rata vs I rata-rata

praktis tidak berubah sehingga dapat dihasilkan persamaan hukum Ohm: Jika suhu semikonduktor berubah-ubah, maka hukum Ohm tidak berlaku pada bahan baik itu dioda atau transistor yang digunakan. Adapun kuadrat terkecil:

persamaan garis lurus grafik ( = 11.097 2.3431) didapat dengan cara

10

Tegangan V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8 Total

( )( ( )

( )( ( )

Tabel 3. Pengolahan data menggunakan metode least square

0.45 0.93 1.37 1.834 2.256 2.828 3.144 3.57 16.382 x

Pada peristiwa karakteristik VI semikonduktor tidak terdapat adanya perubahan suhu yang signifikan. Percobaan Ohm mendapatkan bahwa dengan rangkaian sederhana semikonduktor seperti gambar

3.976 8.342 12.38 16.812 21.376 28.74 32.516 38.906 163.048 y

( )( ( )
0.2025 0.8649 1.8769 3.363556 5.089536 7.997584 9.884736 12.7449 42.02461 x2

( )( ( )

(42.02461)(163.048) (16.382)(427.9668) = 2.3431 8(42.02461) (16.382)

8(427.9668) (16.382)(163.048) = 11.09709 8(42.02461) (16.382)

15.80858 69.58896 153.2644 282.6433 456.9334 825.9876 1057.29 1513.677 4375.193 y2

1.7892 7.75806 16.9606 30.83321 48.22426 81.27672 102.2303 138.8944 427.9668 xy

hubungan lurus atau konstan antara besar tegangan dengan arus listrik percobaan yang tersusun seri, kita dapat menentukan seberapa besar yang ditetapkan (V1, V2, , V8) dapat dicari besarnya nilai hambatan dengan menggunakan rumus (1).

pada suhu tetap dan dinyatakan dengan hukum Ohm. Ohm menemukan nilai beda potensial per kuat arus disebut hambatan. Dengan demikian, hukum Ohm dapat digunakan pada peristiwa ini. Pada setiap tegangan

nilai menghambatnya semikonduktor terhadap aliran elektron. Besarnya

11

No. V1 V2 V3 V4 V5 V6 V7 V8

V (volt)

Dari hasil perhitungan nilai hambatan masing-masing tegangan V1, V2, V3, ..., V8 yang ditetapkan pada semikonduktor, didapatkan nilai 104,6004 . hambatan rata-rata yang dimiliki semikonduktor adalah sebesar B. Analisis Praktikum a. Analisis Percobaan beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor. Pada awal melakukan percobaan, (sesuai dengan petunjuk) dahulu, hal ini dilakukan agar praktikan dapat melihat alat praktikan haruslah mengaktifkan web cam pada sistem terlebih percobaan yang digambarkan secara visual pada saat percobaan pada halaman web sitrampil. Hal inilah yang menjadi salah satu mengambil data pada saat tegangan atau beda potensial nol. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara

Tabel 4. Arus dan tegangan rata-rata serta hambatan

0.45 0.93 1.37 1.834 2.256 2.828 3.144 3.57

3.976 8.342 12.38 16.812 21.376 28.74 32.516 38.906 I (mA)

113.1791 111.4841 110.6624 109.0887 105.5389 98.39944 96.69086 91.75963 R (ohm)

berlangsung. Namun pada praktiknya, tidak ada video yang muncul muncul, padahal dalam petunjuk percobaan praktikan diharuskan b. Analisis Hasil Dari data yang telah praktikan peroleh dari percobaan telah

kendala dalam melaksanakan percobaan. Tidak ada visualisasi yang

dilakukan perhitungan, maka didapat pada V1 adalah 0,45 volt dan

pada arus listrik adalah 3,976 mA. Untuk setiap tegangan, dilakukan

sampai lima kali perocobaan. Dan untuk tegangan, rata-rata memiliki


12

nilai yang konstan untuk setiap tegangannya, yaitu 0,45 volt dan membuktikan bahwa jika tidak terdapat perubahan nilai pada

untuk V2 pun juga seperti itu yaitu konstan 0,93 volt sampai 5 kali percobaan. Namun, untuk arus listrik, terdapat nilai yang konstan, arus listrik. Lalu, dari delapan tegangan dan arus listrik tersebut, arus rata-rata untuk setiap arus listrik. Hasil percobaan yang listrik pada semikonduktor adalah berbanding lurus dengan mengacu pada perhitungan: dan arus listrik rata-rata, dari perhitungan rumus = . =

namun terkadang nilai arus menurun dari nilai awal. Hal ini cukup praktikan menghitung tegangan rata-rata dan kuat arus rata-rata, maka didapat tegangan rata-rata untuk setiap tegangan dan kuat

tegangan, maka demikian juga tidak terdapat perubahan nilai pada

diperoleh menunjukkan bahwa hubungan beda potensial dan arus praktikan dapat menghitung nilai hambatan ( ) rata-rata dari setiap dan hambatan yang diperoleh. Maka dari itu, dari percobaan ini, diperoleh nilai tegangan total rata-rata adalah 2,04775 volt dan dapat dihutung dari dengan menggunakan rumus hokum ohm. untuk arus listrik total rata-rata adalah 0,020381 A sedangkan nilai pula, dapat diketahui bahwa nilai hambatan pada semikonduktor c. Analisis Grafik Lalu, dari tegangan rata-rata . , maka

tegangan. Dan praktikan mentotal semua nilaictegangan, arus listrik, hambatan total rata-rata adalah sebesar 104,6004 . Dan dari hasil ini Pada grafik di atas dan seluruh grafik yang sudah ada, antara

beda potensial dengan arus listrik merupakan perbandingan lurus dan berbentuk linear. Hal ini menjelaskan bahwa semakin besar listrik nantinya akan mempengaruhi dalam penentuan nilai hambatan. beda potensial yang diberikan maka arus listrik yang diukur juga akan semakin membesar. Kesimpulannya beda potensial dan arus 1,911. Hubungan I dan V adalah linear, dengan kuat hubungan di

Dengan pembuatan grafik pada Ms. Excel, didapat y = 9,855 x 13

antaranya r(xi, yi)=0,996. Nilai r menyatakan kuatnya hubungan V Pada percobaan ini terdapat faktor kesalahan. Yang pertama yaitu d. Analisis Kesalahan menjalankan perintah tanpa melihat video dan hal ini dapat

dan I, nilai r yang besar (mendekati satu) berarti setiap perubahan I

praktikan tidak dapat melihat video pada r-lab sehingga praktikan hanya menyebabkan kurangnya keakuratan dari hasil yang didapat. Kemudian yang kedua yaitu suhu awal yang digunakan tidak diketahui sehingga perhitungan percobaan ini, nilai suhu berpengaruh dalam mengukur tegangan. Temperatur tersebut mempengaruhi energi yang dimiliki yang memiliki energi pada level konduksi. Namun kesalahan dalam praktikan berspekulasi bahwa suhu saat percobaan tetap, padahal dalam

akan sangat mempengaruhi besarnya nilai V, begitu pula sebaliknya.

elektron. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin banyak electron percobaan ini tidak memberikan pengaruh yang besar, karena hasil dari pada suatu bahan semikonduktor. Hal ini dapat dilihat deri perhitungan analisis kesalahan yang telah dikerjakan. y y = y 1,028; m m = 9,855 0,3518; b b = 1,911 0,804. Dan kesalahan relative yang didapat adalah sebesar 3,569% . Dapat kita lihat bahwa tingkat kesalahnya tidak terlalu besar. VII. Kesimpulan percobaan kali ini sesuai dengan tujuan dari praktikum dari LR 03, yaitu melihat karakteristik hubungan beda potensial (V) dengan arus listrik (I)

Berdasarkan percobaan dan analisis data di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: kuat arus listrik yang dihasilkan. dimana suhu relatif konstan.

1. Besarnya tegangan berbanding lurus dengan arus listrik. Jika semakin 2. Hukum Ohm ( = . ) berlaku pada rangkaian seri semikonduktor

besar tegangan listrik pada bahan semikonduktor, semakin besar pula

3. Hukum Ohm berlaku secara terbatas, hanya pada kondisi tertentu jika suhu pada semikonduktor praktis tidak berubah-ubah atau konstan.
14

4. Grafik hubungan antara besarnya nilai tegangan yang diterapkan pada 5. Besarnya nilai hambatan berbanding terbalik terhadap besarnya arus VIII. Referensi Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. Penebit Erlangga listrik yang mengalir. lurus.

semikonduktor dan kuat arus listrik yang mengalir adalah berupa garis

Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : http://fajarfatkhurrohman.wordpress.com/2011/02/18/fisika7/ (1 Maret 2012 , 10.20 WIB)

15