Anda di halaman 1dari 20

BAB I.

PENDAHULUAN
1.1. Komunikasi dan Informasi Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan umat manusia, karena kita selalu terlibat dalam salah satu bentuk dari komunikasi tersebut, misalnya : 1. Percakapan antar individu (manusia) 2. Mengirim dan atau menerima surat 3. Percakapan melalui telepon 3. Menonton Televisi 4. Mendengarkan radio 1.2. Bentuk Komunikasi Macam-macam komunikasi yang ada : 1. Komunikasi Suara Merupakan jenis komunikasi yang paling umum digunakan. Contoh dari komunikasi suara adalah : 1. Komunikasi siaran radio (Radio Broadcasting) 2. Komunikasi radio amatir 3. Komunikasi radio dua arah 4. Komunikai radio antar penduduk (Citizen Band) 5. Komunikasi telepon 2. Komunikasi Berita dan Gambar Merupakan komunikasi berupa informasi berita tertulis ataupun gambar. Gambar yang dikirim berupa gambar hidup (video) ataupun gambar diam (statis). Contoh dari komunikasi berita dan gambar adalah : a. Komunikasi telegraf b. Komunikasi telex c. Komunikasi faximile d. Komunikasi siaran televisi 3. Komunikasi Data Merupakan komunikasi berupa data yang dikirimkan melalui saluran komunikasi. Adapun yang dikirimkan dapat berupa : berita / informasi (data), suara (audio) dan gambar (video). 1.3. Komponen Sistem Komunikasi Komponen sistem komunikasi yang utama adalah sebagai berikut : 1. Pengirim (Tranceiver) Pihak yang mengirimkan informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal, dan lain-lain. Tugasnya adalah membangkitkan berita atau informasi dan menempatkannya pada media transmisi. 2. Media Transmisi Media yang digunakan untuk menyalurkan (mengirimkan) ketempat tujuan (penerima), misalnya saluran fisik (kabel), udara dan cahaya.

3. Penerima (Receiver) Pihak yang menerima informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal, dan lainlain. Tugasnya adalah menerima berita atau informasi yang dikirimkan oleh pengirim berita. Tujuan utama dari komunikasi : menyampaikan informasi dari 1 sumber ke sumber lain secara tepat dan cepat. Berdasarkan cara penyampaian informasinya, bentuk komunikasi terbagai atas 2 macam, yaitu : 1. Komuniksi dari titik ke titik (point to point communications) Informasi yang disampaikan oleh pengirim hanya diberikan kpada 1 penerima saja. Contohnya : telepon, telex, faxcimile, pager. 2. Komuniksi dari 1 titik ke segala arah (broadcast communications) Informasi yang disampaikan oleh pengirim dapat diterima oleh siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut. Contohnya : komunikasi siaran radio dan televisi. 1.4. Hal-hal Penting pada Sistem Komunikasi Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka meningkatkan unjuk kerja (performance) sistem komunikasi antara lain : 1. Berita harus dapat dimengerti oleh penerima 2. Karakteristik sistem komunikasi 3. Gangguan (derau)

BAB II. TEORI DASAR KOMUNIKASI DATA


2.1. Telekomunikasi dan Pengolahan Data Komunikasi data merupakan gabungan 2 macam teknik, yaitu : teknik telekomunikasi dan teknik pengolahan data. Teknik telekomunikasi adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian informasi. Sedangkan teknik pengolahan data adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data, seperti : entry, edit, delete, searching, dan lain-lain. Secara umum komunikasi data dapat dikatakan sebagai proses pengiriman data (informasi) yang telah diubah ke dalam suatu kode-kode tertentu yang telah disepakati melalui media listrik atau elektro optik dari suatu titik ke titik yang lain (dari pengirim ke penerima). 2.2. Penggunaan Secara Umum Komunikasi Data Penggunaan secara umum komunikasi data digolongkan dalam beberapa bidang, yaitu : 1. Bidang pengumpulan data (Data collection) Data dikumpulkan dari beberapa tempat (Remote station), disimpan dalam memori dan pada waktu tertentu data tersebut akan diolah. Contoh : Aplikasi sistem inventory, penggajian, dan lain-lain. 2. Bidang tanya jawab (Inquiry dan Respone) Pemakai dapat mengakses langsung ke program atau file. Data yang dikirimkan ke sistem komputer ini langsung diproses dan hasilnya segera dapat diberikan. 3. Bidang Storage dan Retrieval Data yang sebelumnya telah disimpan dalam komputer dapat diambil sewaktu-waktu oleh pihak yang berkepentingan. Contoh : Aplikasi Messege Switching dan Electronic Mail, seperti pengiriman surat, dokumen atau memo secara elektronik. 4. Time Sharing Sejumlah pemakai dapat mengerjakan programnya bersama-sama. Contoh : Aplikasi pemakaian sistem komputer bersama-sama untuk pengembangan software, perhitungan rekayasa, pengolahan kata, CAD (Computer Aid Design), dan lain-lain. 5. Bidang Remote Job Entry Remote job terminal mengirimkan program atau data (teks) untuk disimpan ke komputer pusat tempat data diproses. Contoh : Aplikasi yang menggunakan peralatan pendukung sistem komputer yang terdapat pada tempat yang jauh. 6. Bidang Real Time Data Processing dan Process Control Hasil proses dikehendaki dalam waktu yang sesuai dengan kepentingan proses tersebut (real time).

Contoh : Aplikasi pengaturan peralatan industri, sistem kendali proses, sistem telekomunikasi, dan lain-lain. 7. Bidang Pertukaran Data Antar Komputer Pertukaran data berupa program, file, dan lain-lain. Kegunaan komunikasi data dalam bidang bisnis antara lain adalah : 1. Membantu proses desentralisasi 2. Dapat menggantikan surat menyurat intern, kurir, dan lain-lain (cara konvensional) dengan sistem electronic mail. 3. Mempercepat pembuatan laporan-laporan atau informasi. 4. Mempercepat proses pengiriman dan pengumpulan data. 5. dan lain-lain 2.3. Komponen Dasar Sistem Komunikasi Data Komponen dasar sistem komunikasi data minimal ada 3 macam, yaitu : Pengirim (Transceiver), Media Transmisi dan Penerima (Receiver). Pada dasarnya dalam dunia elektronika dikenal 2 sinyal listrik, yaitu : 1. Sinyal Analog Sinyal yang sifatnya seperti gelombang sinusoidal, jadi dapat dikatakan sinyalnya selalu sambung menyambung atau tidak ada perubahan yang tiba-tiba antara bagian-bagian sinyal tersebut

2. Sinyal Digital Sinyal yang sifatnya seperti pulsa, jadi dapat dikatakan sinyal tersebut terputus-putus atau terjadi perubahan yang tiba-tiba antara bagian-bagian sinyal tersebut.

2.4. Frekuensi Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Hasil ini diberikan dalam satuan hertz (Hz), di mana 1 Hz adalah peristiwa yang terjadi satu kali per detik. 2.5. Bandwidth Bandwidth dalam komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh, line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (Hertz), yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini. Pada jaringan komputer, bandwidth mengacu ke kecepatan transfer data, umumnya dalam satuan Kbps (kilobit per detik/kilobit per second).

BAB III. TRANSMISI


3.1. Metode Transmisi Metode transmisi yang dikenal terdiri dari 2 macam, yaitu : 1. Transmisi Serial Data dikirimkan 1 bit demi 1 bit melalui kanal komunikasi data yang telah dipilih, misalnya data dikirimkan dalam bentuk kode ASCII dengan 8 Bit untuk tiap karakter (1 byte). 2. Transmisi Pararel Data dikirimkan sekaligus melalui (misalnya) 8 kanal komunikasi. Transmisi pararel ini digunakan apabila diinginkan transmisi dengan kecepatan yang tinggi. Kanal (jalur) komunikasi penerimaan harus memiliki karakteristik yang baik. Pengiriman data secara serial harus ada sinkronisasi atau penyesuaian antara pengirim dan penerima, agar data yang dikirimkan dapat ditafsirkan (dimengerti) oleh penerima dengan tepat dan benar. Fungsi sinyal sinkronisasi adalah untuk : 1. Agar penerima mengetahui dengan tepat dan benar apakah sinyal yang diterima merupakan bit dari suatu data (sinkronisasi bit). 2. Agar penerima mengetahui dengan tepat bit data (data bit) yang membentuk sebuah karakter (sinkronisasi karakter). Berdasarkan cara sinkronisasinya, transmisi serial dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu : 1. Asinkron (Asynchronous) Transmisi asinkron digunakan apabila pengiriman data dilakukan 1 karakter setiap kali pengiriman. Transmisinya dilakukan dengan cara memberikan bit awal (start bit) pada tiap awal pengiriman karakter dan diakhiri dengan bit akhir (stop bit). 2. Sinkron (Synchronous) Digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan yang tinggi. Data yang dikirimkan berupa 1 blok data. Sinkroniasi terjadi dengan cara mengirimkan pola data tertentu antara pengirim dan penerima. Pola data ini disebut dengan karakter sinkronisasi (synchronization character). 3. Isokron (Isochronous) Merupakan kombinasi dari transmisi asinkron dan sinkron. Tiap karakter diawali dengan bit awal (start bit) dan diakhiri dengan bit akhir (stop bit), tetapi antara pengirim dan penerima akan disinkronisasi.

3.2. Metode Hubungan Dilihat dari cara bagaimana antara pengirim (transceiver) dan penerima (receiver) saling berhubungan metode hubungan dalam komunikasi data terbagi atas 3 macam, yaitu : 1. Simplex Data dikirimkan hanya kesatu arah saja. Pengirim dan penerima tugasnya tetap. Metode ini paling jarang digunakan dalam sistem komunikasi data. Contoh : Komunikasi siaran radio (radio broadcasting), Komunikasi siaran televisi, radio panggil (pager) 2. Half Duflex (HDX) Data dapat dikirimkan ke-2 arah secara bergantian. Pada metode ini trdapat turn around time, yaitu : waktu yang diperlukan mengganti arah transfer data. Contoh : Chatting, Sort Massage Service (SMS), komunikasi pada radio dua arah (H/T, radio panggil polisi, dan lain-lain) 3. Full Duflex (FDX) Data kirimkan dan diterima secara bersamaan. Contoh : Komunikasi menggunakan : telepon, hand phone (mobile phone) 3.3. Bentuk Fisik Saluran Transmisi Faktor yang menentukan pilihan media komunikasi data, adalah : 1. Harga 2. Unjuk kerja (Performance) jaringan yang dikehendaki. 3. Ada atau tidaknya medium tersebut. Ditinjau dari sudut teknik, faktor yang harus dipertimbangkan : 1. Kemampuan menghadapi gangguan elektris maupun magnetis dari luar. 2. Lebar jalur (bandwidth) yang sebaliknya juga tergantung pada jarak yang harus dilayani. 3. Kemampuan dalam melayani multiple access, yaitu : apakah mudah mengambil data dari padanya. 4. Keamanan data. Bentuk fisik media transmisi : 1. Kabel Kawat Telanjang (Open Wire Cable) Terbuat dari kawat tembaga yang tidak diberi isolasi.

Keuntungannya : Harganya murah. Pemasangannya mudah, tidak diperlukan keahlian dan peralatan khusus. Kerugiannya : - Mudah terpengaruh gangguan. - Kualitas data kurang dapat dipertanggung jawabkan.

2. Kabel Pasangan Terpilin (Twisted Pair) Terbuat dari kawat tembaga yang diberi isolasi, sehingga sering beberapa pasang kabel dijadikan 1 tanpa saling menggangu.

Keuntungannya : Harganya murah Cara penggunaannya sederhana, tidak diperlukan keahlian dan peralatan khusus Kerugiannya : Tidak dapat dipergunakan untuk pengiriman data dengan kecepatan tinggi. 3. Kabel Koaksial (Coaxial Cable) Terbuat dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lain dan diantaranya terdapat isolasi.

Keuntungannya : Dapat mentransfer data dengan kecepatan tinggi. Harganya murah Mempunyai bandwitdh yang cukup tinggi untuk data berkecepatan tinggi dan video. Peka tehadap gangguan (derau), kalau pelindungnya ditanahkan (ground) terlebih dahulu. Kerugiannya : Pemasangan lebih sulit dibandingkan dengan kabel twisted. Mudah disadap. Diperlukan peralatan khusus untuk menggunakan seluruh bandwith yang tersedia.

4. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable) Menggunakan cahaya sebagai media untuk komunikasi data.

Keuntungannya : Kualitas pengiriman data sangat baik dan dengan kecepatan sangat tinggi. Dapat digunakan untuk komunikai data, suara dan gambar. Data dapat dikirimkan dalam jml yang besar. Ukuran fisiknya kabelnya kecil. Tidak terganggu oleh sinyal elektromagnetik dari luar (tidak terganggu oleh derau) Bandwidth-nya sangat lebar. Jarak terminal dapat sampai dengan 10 KM (multi mode) atau 40 KM (single mode) tanpa penguat (repeater). Tidak dapat disadap. Kerugian: - Harganya masih sangat mahal. - Pemasangannya sangat sulit dan dibutuhkan peralatan khusus serta orang2 yang terlatih (berpengalaman) 5. Gelombang Mikro (Microwave) Komunikasi data melalui gelombang elektromagnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan microwave. Keuntungannya : Dapat dipergunakan untuk komunikasi data dengan jarak yang jauh sekali. Kerugiannya : Sulit diperoleh karena spektrum frekuensi terbatas. Biaya instalasinya, operasional dan pemeliharaan sangat mahal. Keamanan data kurang terjamin. Pengaruh gangguan (derau) cukup besar. 6. Radio Radio adalah teknologi yang membolehkan pengiriman sinyal oleh modulasi gelombang elektromagnetik yang melalui udara dan juga kevakuman angkasa, gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkutan. Gelombang radio adalah bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dipercepat dengan frekuensi yang terdapat dalam frekuensi radio (RF) dalam spektrum elektromagnetik. Gelombang ini dalam jangkauan 10 hertz sampai beberapa gigahertz.

Ketika gelombang radio melalui kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik dapat mempengaruhi arus bolak-balik dan voltasi di kabel. Ini dapat diubah menjadi signal audio atau lainnya yang dapat membawa informasi. 3.4. Macam-macam Gangguan Saluran Transmisi Gangguan pada saluran telepon yang juga digunakan untuk menyalurkan data ada 2 macam, yaitu : 1. Random Tidak dapat diramalkan terjadinya. Yang termasuk dalam jenis gangguan jenis ini adalah: a. Derau Panas (Thermal Noise) Disebabkan karena pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian. Berada pada seluruh spektrum frekuensi yang tersedia. Disebut juga dengan Derau Putih (White Noise) atau Derau Gausian. Kejadiannya tidak dapat dihindarkan dan biasanya tidak terlalu mengganggu transmisi data, kecuali jika lebih besar dari pada sinyal yang ditransmisikan. b. Derau Impulse (Impulse Noise) Disebut juga dengan Spikes, yaitu tegangan yang tingginya lebih besar dibandingkan dengan tegangan derau rata2 (Steady State). Beberapa sumbernya antara lain yaitu : Perubahan tegangan pada saluran listrik yang berdekatan dengan saluran komunikasi data. Perubahan tegangan pada motor. Switch untuk penerangan, dan lain-lain. c. Bicara Silang (Cross Talk) Disebabkan oleh masuknya sinyal dari kanal lain yang letaknya berdekatan. Bisanya terjadi pada saluran telpon yang berdekatan atau di multipleks. Bicara Silang (Cross Talk) akan semakin jelas atau bertambah bila jarak yang ditempuh semakin jauh, sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar atau semakin besar frekuensinya. d. Gema (Echo) Sinyal yang dipantulkan kembali, hal ini disebabkan karena perubahan impedansi dalam sebuah rangkaian listrik. Misalnya : Sambungan antara 2 potong kawat yang diameternya berbeda. e. Perubahan Sudut (Phasa) Sudut (Phasa) sinyal kadang2 dat berubah oleh Impulse Noise. Sudut (Phasa) dapat berubah, kemudian kembali menjadi normal. f. Derau Intermodulasi (Intermodulation Noise) Dua sinyal dari saluran yang berbeda (Intermodulasi) membentuk sinyal baru yang menduduki frekuensi sinyal lain. Intermodulasi dapat terjadi pada transmisi data bila modem menggunakan 1 frekuensi untuk menjaga agar saluran sinkron selama data tidak dikirim. Frekuensi ini dapat memodulasi sinyal yang ada pada saluran lain.

g. Phase Jitter Jitter timbul oleh sistem pembawa yang di-multipleks yang menghasilkan perubahan frekuensi. Sudut (Phasa) sinyal berubah-ubah sehingga menyebebkan kesukaran dalam mendeteksi bentuk sinyal tersebut. h. Fading Terjadi terutama pada sistem microwave antara lain selective fading, yaitu yang disebabkan oleh atmosfir. Sinyal disalurkan mencapai penerima melalui berbagai jalur. Sinyal-sinyal ini kemudian kalau bergabung hasilnya akan terganggu. 2. Tak Random Terjadinya dapat diramalkan dan diperhitungkan. Termasuk dalam jenis gangguan tak random ini adalah : a. Redaman Tegangan suatu sinyal berkurang ketika melalui saluran transmisi, hal ini disebabkan karena daya yang diserap oleh saluran transmisi. Redaman tergantung pada frekuensi sinyal, jenis media transmisi dan panjang (jarak) saluran transmisi. Redaman tidak sama besarnya untuk semua frekuensi. b. Tundaan Sinyal umumnya terdiri atas banyak frekuensi. Masing-masing frekuensi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama, sehingga tiba dipenerima pada waktu yang berlainan. Tundaan yang terlalu besar sehingga menimbulkan kesalahan pada waktu transmisi data. Pada transmisi suara tundaan ini tidak merupakan gangguan yang serius, tapi pada transmisi data, tundaan ini akan menyebabkan kesalahan pada transmisi data.

BAB IV. MODULASI


4.1. Keterbatasan Sinyal Analog dan Sinyal Digital Sinyal digital memiliki kelemahan dasar yaitu jangkauannya pendek, hal tersebut disebabkan karena pengaruh redaman maupun derau yang terdapat pada media transmisinya. Sinyal digital saat ini hanya dapat ditransmisikan maksimum 2 KM dengan menggunakan media transmisi kabel (dengan peralatan tambahan seperti penguat sinyal / repeater). Sinyal analog jangkauannya lebih besar dari pada sinyal digital, bahkan dengan mudah sinyal analog dapat diperkuat untuk mencapai jarak yang tidak terbatas Kelemahan sinyal ini adalah mudah tergangu oleh derau selama perjalanannya. Saat ini sebagian besar jaringan komunikasi yang ada masih menggunakan analog, contohnya adalah jaringan telepon yang dimiliki oleh PT. Telekomunikasi Indonesia. Agar sinyal digital dapat dikirimkan ke jarak yang jauh, maka diperlukan suatu teknik yang disebut dengan teknik modulasi sinyal. Sinyal digital tersebut diubah terlebih dahulu menjadi sinyal analog (modulasi), setelah sinyal tersebut berubah maka sinyal tersebut ditransmisikan melalui media transmisi dan setelah sinyal tersebut diterima, sinyal tersebut diubah kembali menjadi sinyal digital (demodulasi). Alat yang digunakan untuk mengubah dari sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya disebut dengan MODEM (MOdulasi-DEModulasi). 4.2. Jenis-jenis Modulasi Jenis-jenis modulasi yang sering digunakan adalah sbb : 1. Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation) Modulasi ini menggunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan ke-2 keadaan sinyal digital. Pada modulasi jenis ini, frekuensi dan phase dari sinyal analog adalah tetap, yang berubah adalah amplitudo sinyal analognya. Modulasi jenis ini merupakan cara modulasi yang paling mudah, tetapi mudah dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

2. Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation) Modulasi ini menggunakan frekuensi dari sinyal analog untuk membedakan ke-2 keadaan sinyal digital. Pada modulasi jenis ini, amplitudo dan phase dari sinyal analog adalah tetap, yang berubah adalah frekuensi sinyal analognya.

3. Modulasi Sudut (Phasa Modulation) Modulasi ini menggunakan perbedaan sudut (phase) dari sinyal analog untuk membedakan ke-2 keadaan sinyal digital. Pada modulasi jenis ini, amplitudo dan frekuensi dari sinyal analog adalah tetap, yang berubah adalah phase sinyal analognya. Modulasi jenis ini merupakan cara modulsi yang paling mudah, tetapi mudah dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

4.3 Modulator Demodulator (Modem) Modem berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal-sinyal data pada komputer yang terhubung pada jaringan luas secara langsung (direct connection). Terdapat beberapa mekanisme yang saat ini banyak digunakan, yaitu dial-up dan Asynchronous Digital Subscribe Line (ADSL). Selain itu juga terdapat modem yang mendukung layanan bergerak (mobile) maupun seluler dengan teknologi General Package Radio System (GPRS) pada layanan GSM maupun layanan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA).

Pemilihan MODEM MODEM yang digunakan pada saluran telepon disebut dengan voice band atau voice grade modem. Modem tersebut sering juga disebut dengan dial-up modem (modem yang digunakan pada saluran telepon biasa).

Saat ini juga beredar MODEM untuk jenis Cable MODEM (MODEM untuk jaringan TV kabel) dan ADSL (Asymmetric Digital Subcribel Line) MODEM (MODEM untuk jaringan DSL). Dalam menentukan MODEM yang perlu diperhatikan, yaitu : 1. Laju transmisi data (kecepatan) Kecepatan rendah 600 bps, Kecepatan sedang (1.200 - < 4.800 atau Kecepatan tinggi (> 4.800 bps) 2. Metode komunikasi Simple, Half Duflex atau Full Duflex 3. Sinkronisasi Asinkron untuk kecepatan rendah dan menengah atau Sinkron untuk kecepatan tinggi. 4. Teknik modulasi Kecepatan rendah menggunakan modulasi frekuensi (FSK = Frequency Shift Keying) atau kecepatan tinggi modulai sudut (PSK = Phase Shift Keying). 5. Standard Industri Untuk negara Amerika Serikat menggunakan Bell System dan untuk internasional menggunakan CCITT (Comitte Consultative Internationale de Telegraphique et Telephonique).

Teknologi semikonduktor telah memberikan kemajuan pada Modem melalui penggunaan chip yang memungkinkan modem menjadi : Berukuran kecil Harga yang lebih murah Serta menjadikan modem lebih handal Hal ini menyebabkan modem yang beredar, terminalnya telah menyatu dengan modem, dan hal ini mempunyai beberapa keuntungan, yaitu : Tidak memerlukan catudaya tambahan Tidak memerlukan antarmuka Adanya blok UART ( Universal Asynchronous Receiver dan Transmitter) menjadikan pengiriman data paralel menjadi seri.

BAB V. DETEKSI DAN KOREKSI KESALAHAN


5.1. Deteksi Kesalahan Pengiriman informasi yang menggunakan sinyal digital atau analog selalu mengalami perubahan yang dialami oleh informasi tersebut. Perubahan tersebut bisa itu disebabkan oleh : media pengirimannnya itu sendiri gangguan terhadap media tersebut sinyal informasi itu sendiri yang melemah karena jarak tempuh peralatan perantara lain yang digunakan dalam pengiriman informasi Media pengiriman data sangat dipengaruhi oleh gangguan gejala listrik seperti : kilat pengaruh medan listik motor atau peralatan elektronika lain pengaruh media lain yang membawa sinyal listrik yang berdekatan dengan-nya Semua gejala ini disebut derau yang dapat menyebabkan informasi mengalami perubahan atau kesalahan. Oleh karena itu terdapat usaha untuk mencegah, mendeteksi, bahkan memperbaiki kesalahan yang terjadi pada data yang dikirimkan. Cara mencegah terjadinya kesalahan dilakukan dengan memperbaiki peralatan pengiriman dan penerimaan, serta media pengiriman datanya. Selain itu, sistem yang dirancang harus dapat melacak kesalahan dan memperbaikinya. Salah satu deteksi kesalahan dalam komunikasi data adalah ; menggunakan tambahan informasi yang tidak ada kaitannya dengan isi informasi yang dikirimkan. Data tambahan inilah yang menunjukkan ada atau tidaknya kesalahan pada data yang dikirimkan tadi. Data tambahan ini disebut dengan pariti ; yaitu penambahan 1 atau beberapa i noninformation carrying bit, sehingga penerima dapat melakukan perhitungan matematis untuk memeriksa ke-valid-an data yang diterimanya. 5.2. Cara Deteksi Kesalahan Ada beberapa metode untuk mengetahui adanya suatu kesalahan : a. Metode Echo b. Metode deteksi error otomatis c. Framing check a. Metode Echo Metode yang paling sederhana dan digunakan secara interaktif. Operator memasukkan data melalui terminal yang kemudian mengirimkannya ke komputer. Komputer kemudian mengirimkannya kembali ke terminal dan ditampilkan ke monitor. Operator dapat melihat apakah data yang dikirimkannya benar. b. Metode deteksi error otomatis Sistem komputer lebih menghendaki sedikit mungkin melibatkan manusia. Oleh karena itu digunakan sistem bit pariti, yaitu bit tambahan yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan.

Terdapat 2 macam cara penambahan bit pariti: Pariti ganjil (Odd parity) Bit pariti tambahan, spy banyaknya bit 1 tiap karakter/data, ganjil. Parity genap (Even parity) Bit pariti tambahan, spy banyaknya bit 1 tiap karakter/data, genap. Ada 3 macam teknik deteksi kesalahan dengan menggunakan bit pariti : Vertical Redudancy Check (VRC) Longitudinal Redudancy Check (LRC) Cyclic Redudancy Check (CRC) Character Parity (Vertical Redudancy Check / VRC) Merupakan metode pemeriksaan kesalahan per-karakter dan digunakan pada sistem yang berorientasi karakter, misalnya terminal. Dengan cara ini, setiap karakter yang dikirimkan (terdiri dari 7 bit) diberi tambahan 1 bit pariti yang akan diperiksa oleh penerima untuk mengetahui kebenaran karakter yang diterima tersebut. Cara ini hanya dapat melacak kesalahan 1 bit dan hanya digunakan untuk melacak kesalahan yang terjadi pada pengiriman data berkecepatan menengah. Misalnya ASCII huruf A, kodenya adalah hex 41 : 1000001 ASCII 7 bit (terdapat 2 bit 1) 1000001 1 tambahkan 1, jml bit 1 jadi ganjil (odd parity) 1000001 0 tambahkan 0, jml bit 1 jadi genap (even parity) Contoh even parity : Pengirim: Data: 11 0 0 0 0 1 b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 Ada 3 bit 1 (ganjil), tambahkan bit 1, jml bit 1 jadi genap. Kirim: Data dan Parity = 11000011 Penerima: Proses (algoritma) even parity: Hitung jumlah bit 1 => x Jika x = genap disimpulkan tidak ada error Jika x = ganjil, terjadi error Terima: Data dan Parity = 11100011 Error? Gambar 5.1. Vertical Redudancy Check dengann Even Parity Penerima memeriksa pariti dari karakter yang diterima, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka akan diketahui adanya kesalahan pada waktu penyaluran data. VRC mempunyai kekurangan, yaitu bila ada 2 bit yang terganggu maka tidak dapat terlacak, sehingga dianggap paritinya akan benar.

Longitudinal Redudancy Check / LCR Untuk memperbaiki kinerja VRC, digunakan LRC untuk data yang dikirim secara blok. Cara ini mirip dengan VRC, hanya saja penambahan bit dilakukan pada akhir setiap blok karakter yang dikirimkan. Dengan cara ini maka kesalahan lebih dari 1 bit juga dapat ditemukan, sehingga kecepatan pengiriman data dapat dipertinggi. Gambar 5.2. Longitudinal Redudancy Check dengann Even Parity Cyclic Redudancy Check / CRC CRC digunakan untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. CRC disebut sebagai pengujian berorientasi bit, karena dasar pemeriksaan kemungkinan kesalahan adalah bit atau karakter dan menggunakan rumus matematika khusus. Dalam metode ini 1 blok informasi dilihat sebagai deretan bit yang ditransmisikan. Bit yang akan disalurkan dimasukkan ke dalam register geser siklis yang disebut generator CRC. Operasi matematik dikerjakan atas deretan bit tersebut. Operasi CRC ini didasarkan atas pembagian deretan bit dengan sebuah fungsi khusus. Hasil bagi pembagian diabaikan. Sisa disalurkan sebagai Block Check Sequence (BCS) yaitu akhir dari deretan bit isi register geser. Berdasarkan pemeriksaan perbandingan hasil perhitungan rumus matematika dari pada saat dikirim dan setelah diterima akan dapat ditentukan adanya kesalahan atau tidak. Pada penerima, deretan bit data termasuk BCS juga dimasukkan ke dalam register geser siklis yang disebut penguji CRC. Hasil operasi matematik ini berupa isi register geser yang yang dapat diperkirakan ada tidaknya kesalahan transmisi. c. Framing Check Digunakan pada transmisi asinkron dengan adanya bit awal dan bit akhir. Dengan memeriksa ke-2 bit ini dapat diketahui apakah data diterima dengan baik. Transmisi sinkron mempunyai berbagai bentuk bingkai sesuai dengan ketentuan yang digunakan

BAB VI. Multiplexing


Jaringan telepon jarak jauh merupakan jaringan yang mahal, tak bergantung apakah menggunakan leased-line atau dial-up. Seringkali terminal-terminal dipergunakan secara maksimum untuk berkomunikasi, sehingga sesuatu diperlukan untuk menaikan lalu lintas jalur. Ada dua cara untuk mengatasi hal ini: multiplexing dan konsentrasi. 6.1. Multiplexing Multiplexing adalah proses untuk mengkombinasikan aliran-aliran data yang berasal dari sejumlah kanal data bekecepatan rendah untuk membentuk alian bit gabungan berkecepatan tinggi. Kanal data sebanyak n buah dikombinasikan bersama-sama menggunakan frequency-division multiple (FDM) atau time-division multiplex (TDM). Pada sisi pengirim dari sistem FDM, setiap kanal data digeser ke bagian yang berbeda dari spektrum frekuensi yang tersedia pada jalur telepon. Pita frekuensi tertentu yang dialokasikan untuk setiap kanal ditentukan oleh frekuensi gelombang pembawa yang akan dimodulasi oleh kanal tersebut. Pada sisi penerima, kanal-kanal akan didemodulasi untuk memperoleh kembali masing-masing pita frekuensi.
Terminal

Terminal Komputer Multiplexer Modem Modem Multiplexer Terminal

Terminal

Gambar 6.1 Prinsip Dasar Multiplexing Beberapa alasan penggunaan multiplex : Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi Memanfaatkan sumber daya seefisien mungkin Kapasitas terbatas dari saluran telekomunikasi digunakan semaksimum mungkin Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama Secara umum fungsi multiplex adalah sbb : Membantu berbagai koneksi pada sebuah mesin Memetakan banyak koneksi pada sebuah tingkatan antara sebuah koneksi dengan lainnya Ada 2 macam multiplexing : Frequency Division Multiplexing (FDM) Time Division Multiplexing (TDM) 6.2. Frequency Division Multiplexing (FDM)

Sistem ini menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya. FDM mrpkan sinyal analog yang digunakan sebagai media pengiriman sinyal digital (0 dan 1) dalam sistem komputer. Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice grade mempunyai lebar frekuensi 300 3000 Hz. Dengan multiplexing FDM bisa menggunakan lebih dari 1 terminal. Untuk keperluan ini digunakan 4 pembawa, misalnya 600, 1200, 1800, 2400 Hz. Ini berarti data dari 4 buah sumber dapat dikirimkan ke tujuan secara bersamaan hanya dengan menggunakan sebuah saluran voice grade. Bilangan biner 1 diwakili oleh sinyal 800, 1400, 2000, 2600 Hz, sedangkan biner 0 diwakili oleh sinyal 400, 1000, 1600, 2200 Hz. Untuk mencegah interferensi, tiap2 band dipisahkan oleh jalur selebar 200 Hz. Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterima berdasarkan frekuensinya, lalu disalurkan ke tempat tujuan yang dikehendaki. FDM tidak hanya digunakan untuk pengiriman dari titik ke titik, tapi dapat juga dengan cara multidariop. Dengan cara ini, setiap penerima hanya mengambil sinyal data sesuai dengan frekuensi yang sudah ditentukan dan data yang lain diteruskan ke tujuan yang bersangkutan. Tiap kanal telah diberikan pada terminal tertentu. Jika terminal tersebut tidak mengirimkan data, maka kanal itu tidak berfungsi. 6.3. Time Division Multiplexing (TDM) Pengiriman data menggunakan TDM dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tersebut dikirimkan. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan penerima harus sinkron supaya masing2 penerima bisa menerima data yang ditujukan kepadanya. Misalkan 4 buah terminal akan mengirimkan data ke penerima dengan kecepatan 300 bps; dengan teknik TDM, satu saluran komunikasi dapat menyalurkan data dari ke empat terminal tadi sekaligus dengan kecepatan 1200 bps. Akibatnya diperlukan saluran berkualitas tinggi yang dapat mengirimkan data dengan kecepatan tinggi antara multiplexer pengirim dan penerima. Antara pengirim atau penerima dengan multiplexer dapat digunakan saluran berkualitas rendah, sehingga jumlah kecepatan semua saluran tersebut harus lebih rendah atau sama dengan kecepatan saluran antara ke-2 multiplexer. 6.4 Multiplexer DATA-OVER-VOICE (DOV) Multiplexer DATA-OVER-VOICE (DOV) memungkinkan penggunaan kabel-kabel telepon yang sudah ada di dalam gedung atau pabrik untuk dapat digunakan sebagai fasilitas pengiriman data. DOV berlaku sebagai FDM dan modem; DOV akan mengubah isyarat digital dari terminal atau komputer ke dalam bentuk frekuensi suara menggunakan frekuensi pembawa yang menempatkan isyarat suara tepat di atas lebar pita yang ditempati isyarat suara. Jika diperlukan operasi full-duplex, digunakan frekuensi pembawa yang berbeda di dalam modem pada setiap ujung rangkaian.

6.5 PABX Digital Hampir semua kantor-kantor memanfaatkan papan saklar telepon atau PABX yang memungkinkan telepon-telepon dari sejumlah gedung saling mengakses satu sama lain, dan ke jaringan telepon publik tanpa biaya tambahan untuk sambungan langsung. Tipe analog merupakan jenis papan saklar dan PABX kuno, dan hanya dapat mensaklar panggilan telepon. Selain mensaklar panggilan telepon, PABX digital menyediakan sejumlah pelayanan modern, seperti pensaklaran data (data switching), surat elektronik, dan jaringan area lokal. Sejumlah q jalur dari PABX ke PSTN jauh lebih kecil dibanding n buah telepon, karena telepon-telepon ini, umumnya tidak akan digunakan untuk menerima panggilan dari luar. PABX digital memungkinkan perluasan telepon dan terminal data untuk diisikan ke jalur PSTN jika diperlukan. Sembarang n jalur telepon dapat dihubungkan ke sembarang jalur telepon lain atau ke salah satu dari q jalur PSTN. Sembarang p terminal data dapat dihubungkan ke sembarang m kanal komputer atau ke sembarang q jalur PSTN.
p data terminal m sirkuit Modem Komputer

PSTN

Modem

PABX Digital

Modem

q jalur

n telepon

Gambar 6.2 Penggunaan PABX Digital