Anda di halaman 1dari 3

EVOLUSI PENCIUMAN DI NON UNGGAS DINOSAURUS THEROPODA DAN BURUNG

I. Pendahuluan
Peristiwa bahwa bumi terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu melalui suatu peristiwa ledakan besar yang disebut teori BigBang. Butuh waktu yang sangat lama bagi bumi untuk memunculkan kehidupan di muka bumi, karena sisa radiasi yang terbentuk dari matahari muda dapat membakar. Bumi membutuhkan waktu sekitar 800 juta tahun untuk bisa memunculkan kehidupan di muka bumi. Hingga sekarang, tidak ada satupun diantara kita yang tahu seperti apa wujud kehidupan yang pertama kali muncul di bumi. Penelitian dihasilkan saat ini semata-mata hanya sebuah teori yang sedang dicari kebenarannya. Untuk memunculkan suatu kehidupan di muka bumi, diperlukan faktor-faktor yang mendukung untuk terealisasikannya kehidupan. Peristiwa tersebut membuktikan adanya evolusi yang terjadi di bumi. Evolusi yang terjadi mulai dari tingkat molekuler maupun tingkat multiseluler. Kepunahan dinosaurus disebabkan kepunahan massal oleh ledakan meteor sekitar beberapa juta tahun yang lalu. Kehidupan berkembang kembali setelah beberapa juta selanjutnya setelah kepunahan dinosaurus. Perubahan yang terjadi terhadap struktur mofologi dan anatomi serta banyak spesies yang baru.

II. Pembahasan
Pengetahuan tentang penciuman, penglihatan dan hubungan antar indera pada dinasaurus dan burung. Dinasaurus dan burung yang sudah punah serta yang masih hidup banyak memiliki tanda tanda evolusi. Penciuman yang sangat beragam terjadi pada dinasaurus dan burung, ini mengakibatkan banyak penelitian berkembang bahwa semuanya masih berhubungan satu sama lain. Penciuman hewan hewan dahulu (dinasaurus dan burung purba) lebih baik dibanding sekarang. Perubahan tersebut dimungkinkan adanya evolusi yang mengakibatnya burung modern kurang tajam penciumannya. Burung modern sekarang memiliki penglihatan yang lebih tajam dibanding penglihatan dinasaurus. Awal perkembangan burung, yang mengalami penciuman yang menurun mengalami kepunahan massal sehingga menyisakan burung modern dengan penglihatan yang tajam dan penciuman menurun. Perubahan ini di teliti oleh para ahli, didapatkan adanya

hubungan evolusi terhadap penciuman dan penglihatan hewan tersebut. Burung modern mengalami perubahan penciuman yang berubah menjadi penglihatan yang tajam. Perubahan tersebut dapat dilihat dari sturuktur otak pada burung tersebut. Otak terjadi penekanan pada bagian anterior pada otak belakang bagian ruang untuk indera penciuman mengakibatkan daya pengciuman menurun. Burung tertua yang diketahui adalah Archaeopteryx, sp memiliki penciuman yang khas. Penelitian ini dengan membandingkan sekitar 157 spesies burung yang ada, berupa fosil burung atau burung yang masih hidup. Kepekaan penciuman dapat diukur pada burung, pengukuran tersebut diperuntukkan sebagai data. Penelitian ini berdasarkan pengukuran awal, menganggap burung memiliki penciuman yang tajam. Penciuman ini diperuntukkan mencari makan, merasakan hal hal sekitar, proteksi diri, dan beraktivitas lainnya. Penelitian berlanjut pada beberapa puluh tahun kemudian, ternyata terjadi korelasi antara gen gen reseptor dengan rasio penciuman. Beranekaragam hasil rasio pada burung, lalu dibuat sebuah pohon filogeni berdasarkan hasil rasio korelasinya. Rasio awal penciuman awal burung terjadi pada burung purba Maniraptoriformes dan yang menunjukkan peningkatan penglihatan burung purba Eumaniraptora, Aves dan nenek moyang Pygostylia. Beberapa burung juga mengalami peningkatan penciuman yaitu nenek moyang burung Neornithines.

Penurunan penciuman terbesar terjadi pada nenek moyang Passeriformes diakrenakan ukuran ruang otak untuk penciuman antara neognaths mengalami perubahan dalam segi molekuler dan morfologinya. Hasil dari kerabatnya, bahwa Pssitaciform sangat berbeda dengan Passeriformes. Perbedaan di lihat dari segi kognitif hewan tersebut dalam berinovasi atau beraktivitas mencari makanan. Inovasi inovasi mencari makanan dalam lingkup ekologi dimaksudkan mengurangi persaingan dan seleksi alam terhadap kehidupan hewan.

III. Kesimpulan
Evolusi penginderaan burung terjadi sebelum ditemukannya perangkat visual, pendengaran, dan indera vestibular. Penciuman dianggap memburk, tetapi pada awal mula perkembangan burung penciuman semakin meningkat. Berjalannya waktu, perubahan demi perubahan terjadi dikarenakan untuk mengrangi persaingan dan seleksi alam terhadap kehidupannya serta kepunahan massal yang terjadi. Evolusi yang terjadi tidak dalam jangka waktu yang singkat, tetapi dengan jangka waktu berpuluh puluhan tahun lamanya. Perubahan terjadi dari segi molekuler hingga morfologi, tetapi perubahannya secara bertahap tidak langsung mengalami perubahan dari segi molekuler hingga morfologi.