Anda di halaman 1dari 11

2.1.

Genesa Bahan Galian Genesa Bahan Galian Pulau timor sebagaimana kita ketahui bersama-sama terbentuk dari proses pengankatan dasar laut menjadi daratan,hal ini ditunjukan dengan didominasinya batu gamping yang menyusun struktur batuan pulau timor.hal ini tentu mempengaruhi genesa pembentukan mangan yang ada di pulau timor. Maka itu genesa bahan galian adalah Ilmu yang memperlajari pertumbuhan / pembentukan serta asal usul bahan galian, baik logam maupun non logam dan bahan galian industri. 2.1.1. Mangan (Mn) Proses pengendapan mangan sangat mirip mengikuti proses pengendapan Besi, kedua mineral ini berasal dari sumber mineral yang sama seperti: piroksen, amfibol, olivin, pengendapan dari larutan ini akam menghasilkan mimeral-mineral pembentuk magan seperti: 1. Manganit(Mn2O3H2O), 2. Hausmanit (Mn 3O4), 3. Pirolusit(MnO2),

4. Braunit(MnSi)2O3, 5. Psilomelan(BaMn9)16(OH)4

Batu mangan berguna sebagai bahan baku industri, seperti 1. Pembuatan baterai 2. Keramik 3. Bahan Kimia 4. Dan Baja Mangan Perseroan memiliki kualitas dengan Kadar 47%. Parameter Magnese (Mn) tital Unit % Hasil 47,47

Irontrioxide (Fe2O3) Alumunium trioxide (Al2O3) Calcium oxide (CaO) Manganesium oxide (MgO) Manganese dioxide (MnO2) Chromium Trioxide (Cr2O3) Sodium Oxide (Na2O) Potassium Oxide (K2O) Manganese (Mn) Total Titanium Dioxide (TiO2) Loss On Ignition (LOI Phosphorus (P) Sulfur (S) % 0,107 Moisture Content (MC)

% % % % % % % % % % % % % %

0,68 4,75 0,24 0,02 75,13 0.06 0.21 0.68 47,47 0,27 12,56 0,065 0,107 0,58

Berikut adalah keterangan mengenai karakteristik batu mangan: Lambang : Mn Nomor Atom : 25 Warna : Abuabu besi Kepadatan : 7,43 g/cm Titik Lebur : 1.247 C Titik Didih : 2.061 C

Gambar Batu Mangan 2.1.1.1. Endapan Sedimenter Proses sedimentasi adalah proses pengendapan mineral yang terjadi oleh proses kimia, organik,dan fisik.endapan mangan yang terbentuk bersama mineral-mineral logam lainnya akan larut selama proses pelapukan kimia, dalam proses pemlapukan kimia akan berjalan dan terangkut bersama-sama dengan air sungai maupun yang meresap kedalam tanah didalam perjalananya mangan yang larut tadi dapat di endapkan bila melalui daerah gamping, ataupun daerah yang kaya akan bahan organik, atau kandungan Co2 di dalam larutan akan menjadi berkurang atau bila larutan tersebut mencapai cekungan dalam arti cekungan di dalam laut dan kemudian mengalami penguapan Dari sekian kemungkinan terjadi endapan mangan yang bersifat

ekstensip,larutan harus mencapai laut.hasil pegendapannya biasanya bersifat murni namun pada perjalan selanjutnya tidak bersifat murni lagi karena telah melalui proses pegendapan campuran yang lainya seperti lempung, batupasir, pasir, dolomit, sekis dll.

Untuk mendapatkan endapan sedimenter perlu terlebih dahulu memenuhi beberapa persaratan sebagai berikut. Cukup tersedianya sumber sedimen Pengumpulan material-material karena proses pelarutan Pengangkutan pegumpulan material-material bila di perlukan dari sumbernya ke tempat

Pegendapan material-material tersebut pada cekungan pengendapan Proses sedimentasi tidak saja menghasilkan batuan-batuan sedimen saja, tetapi juga bisa membentuk endapan-endapan bijih yang ekonomis,

misalnya endapan-endapan besi, magan, tembaga, fosfat, batubara, oil shale, karbonat, clay, tanah diatomea, dan lain-lain Endapan-endapan bijih ini sebenarnya sama saja dengan batuan sedimen biasa, hanya karena sifat-sifat fisik dan kimanya (kadar, jumlah dan lain-lain) berbeda maka endapan ini merupakan endapan yang ekonomis. a. Endapan ini bisa terdiri dari bahan-bahan anorganik maupun organik dan batuan disintegrasi. b. Bahan-bahan yang diendapkan (dari batuan lain) c. Pengumpulan bahan-bahan tersebut oleh larutan atau proses-proses lain. d. Transfortasi ketempat pengendapan e. Deposisi (pengendapan) bahan-bahan tersebut dicekungan (sedimentary bacin). f. Mungkin juga terjadi : Pengompakan Alterasi kimia Dan lain-lain asalnya adalah batuan-batuan lain yang sudah mengalami

2.1.1.2. Endapan Metamorfisme Proses metamorfisme adalah keadaan dimana mineral-mineral yang telah ada secara menyeluruh berubah menjadi endapan mineral baru. Media yang menyebabkan perubahan adalah : Temperatur Tekanan Air

Bahan yang berubah adalah endapan mineral atau batuan. Bila larutan dalam proses ini mengalami perubahan tekstur dan mineralogis maka endapan mineral bijih jarang sekali berubah dengan suatu susunan mineral baru Jenis regional metamorfisme mungkin berasal dari 1. Bahan-bahan organis yang mengalami perubahan dan ini berasal dari sedimen.

2. Merupakan penguraian dari CaCO3 seprti pada batuan gamping berkarbon dan mengalami metamorfose.Hidrokarbon asli pada batuan gamping terurai, langsing mengendap atau lebih

dahulu berubah kembali menjadi C. 2.1.1.3. Metasomatis Kontak

menjadi CO dan CO2 dan

dioksidasikan

Kontak antara magma dengan batuan samping dimana ada penambahan unsur dari magma. Umumnya terjadi pada batu kapur, bisa terjadi pada proses pembentukan mineral secara.Urutan Pembentukan hidrotermal 1. Silikat + magnetite dan hematite. 2. Magmatite + hematite. 3. Mineral-mineral sulfide 2.5.2 Kalsit ( CaCO3) Merupakan mineral kalsium karbonat yang murni. Jenis mineral ini terjadi karena penghabluran kembali larutan batu gamping akibat pengaruh air tanah/hujan. Endapan kalsit ditemukan berupa pengisian rogga, tekana dan kekar, sehingga jumlahnya tidak banyak karena sifatnya setempat-setempat. Mempertimbangkan cara terbentuknya dan sifat batuganping non klastik, kemudian dijumpai endapan kalsit sangat besasr didaerah batugamping non Klastik. Kemungkinan akan bertambah besar tentang keberadaan endapan kalsit apabila batugamping non Klastik mengalami prose pelipatan/tektonik sehinga terbentuk rekahan dimana endapan kalsit berada. Oleh sebab itu pada umumnya didapatkanya kalsit berkelompok mungkin dapat luas ataupun sempit penyebaranya. Selain karena proses penghabluran kembali, kalsit juga dapat terbentuk karena proses metamorphose kontak atau regional pada batugamping yang diterobos oleh batuan beku. Kalsit dapat pula terbentuk akibat proses hidrotermal temperature rendah dan berasosiasi dengan senyawa sulfida. Mineral kalsit dengan rumus kimia (CaCO3) dipergunakan sebagai skala Kekerasan Mohs berderajat 3, dengan BJ 2,71, system kristal Heksagonal, mempunyai warna bervarias, yang murni tidak berwarna (

colorless), putih, coklat, kuning, atau kehijauan. Warna tersebut akibat kontaminasi mineral lain misalnya oksidasi besi ( coklat- kemerahan) mangaan (coklat kehitaman).

2.5.3

Lempung . Lempung merupakan kelompok mineral, kristalnya sangat kecil, hanya dapat

dilihat dan dibedakan dengan mikroskop, biasanya dengan mikroskop elektron. Berdasarkan struktur kristal dan variasi komposisinya dapat dibedakan menjadi belasan jenis mineral lempung. Atau juga, merupakan koloid dengan ukuran sangat kecil (kurang dari 1 mikron). Masing-masing koloid terlihat seperti lempenganlempengan kecil yang terdiri dari lembaran-lembaran kristal yang memiliki struktur atom yang berulang. Atau mineral sekunder yang terbentuk karena proses pengerusakan atau pemecahan dikarenakan iklim dan alterasi air (hidrous alteration) pada suatu batuan induk dan mineral yang terkandung dalam batuan itu. Sifat yang penting dari lempung adalah plastisitasnya ( keliatannya ). Sifat ini dapat diperoleh bila ada air, sifat yang lain ialah bila tanah liat di panaskan atau dibakar hingga sebagian atau semuah air yang dikandungnya menguap, maka sifat keliatannya menjadi kurang atau sama sekali hilang terus menerus walaupun di beri air lagi, kristalnya sangat kecil, hanya dapat dilihat dan dibedakan dengan mikroskop, biasanya dengan mikroskop elektron. Mempunyai komposisi gabungan dari senyawa ( Na, Ca )0,33 ( Al, Mg )12 Si4 O10 ( OH )2 n H2O, dengan tingkat kekerasan 1 pada skala Mohs, berat jenis antara 1,7 - 2,7, mudah pecah, terasa berlemak jika diusap, mempunyai sifat mengembang apabila kena air. Berwarna merah apabila dibakar dengan tingkat suhu antara 950 1250oc Berdasarkan sifat kekristalanya lempung dibagi menjadi beberapa bagian

yaitu: kaolinit, Halloysite, momtmorillonite, (bentonites), illite, smectite, vermiculite, chlorite, attapulgite ,allophone. Genesa Proses terbentuknya lempung adalah sebagai berikut: Residual clay / lempung residu Terbentuk karena proses pelapukan (alterasi ) batuan beku dan dijumpai dosekitar batuan inuduknya.lempung jenis ini pada umumnya digunakan sebagai bahan pembuat bata, genting, dan gerabah. Proses pelapukan,

Faktor utama yang menyebabkan terbentuknya mineral lempung adalah komposisi batuan, komposisi kimia air dan daya larut air tersebut pada batuan. Yang tersebut terakhir ini dipengaruhi oleh iklim, macam batuan, relief serta tumbuhan yang ada di atas batuan tersebut. Pembentukan lempung karena pelapukan sebagai akibat reaksi ion - ion H+ yang terdapat dalam air tanah dengan mineral - mineral silikat. H+ umumnya berasal dari asam karbonat yang terbentuk sebagai akibat pembusukan oleh bakteri terhadap zat - zat oranik yang ada dalam tanah Proses hidrotermal, pada alterasi hidrotermal yang sangat lemah, mineral - mineral yang akan magnesium seprti hornblende dan biotit cenderung membentuk klorit. Pada alterasi lemah, kehadiran unsure - unsure logam alkali dan alkali tanah kecuali kalium, mineral mika, ferromanesium dan feldspar plagioklas umumnya akan membentuk lempung. Terjadinya lempung terutama disebabkan oleh adanya magnesium. Proses transformasi / detrivikasi. proses ini berasal dari bau gunungapi yang sempurna akan terjadi apabila debu gunungapi tersebut diendapkn dalam cekungan danau atau laut. Gelas alam (natural glass) yang dikandung abu gunungapi lambat laun akan mengalami detrivikasi seperti pada endapan piroklastik di laut tengah dekat gunung Vesuvius dan Sisilia. Proses pengendapan kimia . Lempung dapat terbentuk tidak saja dari tufa tetapi merupakan

endapan sediment dalam suasana basa (alkali) yang sangat silikaan.

2.5.4

Pirit (FeS2) Secara mineralogi pirit merupakan contoh endapan penting dari tembang oleh

karena itu secara garis besar genesa biji pirit adalah sebagai berikut: Berasal dari cairan magma/kristalisasi magma Berasal dari proses metasomatisme kontak Endapan hidritermalendapan sedimenter Endapan teroksidir Endapan pengkayaan supergen

Pirit mempunyai sistem Kristal regular, kubus ,octahedron. Kristanya sangat berbeda- beda ukuranya, terdapat meyendidri atau berkelompok dalam massa yang berbentuk peluru, buah anggur, ginjal, umbi-umbi.Kbl tidak jelas pecahanya berbentuk kulit kerang , berkilap logam, berwarna kuning seperti kuningan, kadang kadang kuning emas, sering coklat, jarang mempunyai warna ancang- ancang beraneka, warna garitnya kecoklatan. K= 6 6,5 ; BJ = 4,9 5,2. ; susunanya besi (46 %) dan belerang .kadang kadang mengandung banyak cukup emas, sehingga memungkinkan untuk diambil emasnya, dalam arti dengan teknologi yang canggih.

2.5.5 Pasir dan Batu Sirtu merupakan nama singkapan dari pasi dan batu. Halini dipertimbangkan karena sirtu mempunyai komposisi mineralogi dan ukuran yang sangat berseragam. Sirtu merupakan hasil kegiatan gunung api atau proses pelapukan batuan lain yang tercampur dari berapa ukuran mulai dari ukuran pasir dan bongkah, yang berasal dari datar tinggi dan terendapkan di dataran rendah disekitar gunung api apabila berasal dari gunung api, dan apabila berasal dari proses pelapukan dengan media pengendapanya melalui alur sungai maka ia akan diendapkan di dataran rendah atau hilir sungai.dimana apabila diendapkann melalui sungai sesuai dengan konsep transportasi dan pemilahan maka jauh dari sumbernya makin seragam kiomposisi mineralogy dan ukuran butirnya.dan apabila sirtu diendapkan didataran hilir sungai yang terpenggaruh oleh garam NaCl dari air laut.maka tidak disaranka untuk dijadikan sebagai bahan bangunan konstruksi

2.5.6 Batu gamping ( CaCO3) Batu gamping di kenal batu gamping non-klasik, merupakan koloni dari binatang laut antara lain dari coelenterate, moluske dan protozoa, foraminifera dan sebagainya, jenis batu gamping ini sering di sebut sebagai batu gamping koral karena penyusunan utamanya adalah koral yang merupakan pertumbuhan anggota dari

coelenterate. Batu gamping ini merupakan pertumbuhan /perkembangan koloni koral, oleh sebab itu di lapangan tidak menunjukan perlapisan yang baik dan belum bayak mengalami pengotoran mineral lain. Batu gamping klasik, merupakan hasil rombakan jenis batu gamping non klasik melaluiproses erosi oleh air, transportasi, sortasi, sedimentasi, oleh karenanya

selama seproses tersebut terikut jenis mineral lain yang merupakan pengotor dan member warna pada batu gamping yang bersangkutan. Akibat adanya proses sortasi maka secara alamia akan terbentuk pengelompokan ukuran butir. Dikenal jenis kalsirudit apabila batu gamping tersebut fragmental, kalkarenit apabila batu gamping tersebut berukuran pasir, dan kalsilutit apabila batu gamping tersebut berukurang lempung. Tingkat pengotoran/kontaminasi oleh mineral asing berkaitan erat dengan ukuran butiranya. Pada umumnya jenis batu gamping ini di lapangan menunjukan berlapis. Adanya pelapisan dan struktur sedimen yang lainserta adanya konta minasi mineral tertentu yang akan memberikan warna dalam beberapa hal memberikan nilai tambah setelah batu gamping tersebut terkena sentuhan teknologi. Selain itu mata air mineral dapat pula mengendapkan batu gamping disebut sebagai endapan sinter kapur. Batu gamping jenis ini terjadi karena proses kimia di alam, peredaran air panas alam akan melarutkan batu gamping di bawah permukaan dan kemudian di endapkan kembali ke permukaan bumi. Secara kimia batu gamping terdiri dari atas kalsium karbonat (CaCo3). Di alam tidak jarang pula di jumpai batu gamping magnesium. Kadar magnesium yang tinggi mengubah batu gamping menjadi batu gamping dolomitan dengan komposisi kimia CaCO3MgCO 3. Hasil pengelidikan hingga kini menyebutkan bahwa kadar kalsium oksidasi batu gamping di jawa umumnya tinggi (CaO> 50%). Selain magnesium batu gamping kerapkali tercampur dengan lempung,pasir, bahkan jenis mineral lain. Pada umumnya batu gamping yang padat dank eras mempunyai berat jenis 2. Selain yang pejal (masif) di jumpai pula batu gamping yang sarag (porus). Mengenai warna dapat dikatakan bervariasi dari putih susu, abu abu tua, coklat,merah, bahkan hitam. Semuanya disebabkan karena jumlah dan jenis pengotor yang ada warna kemerahan di sebabkan oleh mangan, oksidasi besi sedang kehitaman karena zat organic. Batu gamping yang mengalami metamorforse berupa menjadi marmer. Di beberapa daerah berbatu gamping yang telah lapisanya didapatkan gua atau sungai bawah tanah yang terjadinya berkaitan erat dengan kerjanya airtanah. Air hujan yang mengandung CO2 dari udara dan CO2 hasil pembusukan zat organic di permukaan setelah meresap kedalam tanah dapat melarutkan batu gamping yang dilalui. Sepanjang rekahan. Reaksi kimia yang berlangsung adalah : CaCO3 + 2CO2 H2O Ca (HCO3) 2 + CO2

CA(HCO3) 2 larut dalam air sehingga lambat launterjadinya rongga dan bentuk gua dalam bentuk gua atau sungai bawah tanah

Gambar tebal batu gamping

2.6 Potensi Dan Kualitas Bahan Galian a. Potensi bahan galian Potensi bahan galian dari endapan mangan yang ada di PT. Soe Makmur Resourse sangat melimpah yaitu 16.654.080 Metric Ton. b. Kualitas bahan galian Proses pengendapan mangan sangat mirip mengikuti proses pengendapan Besi, kedua mineral ini berasal dari sumber mineral yang sama seperti: piroksen, amfibol, olivin, adapun kualitas bahan galianya sangat berfariasai tergantung dari jenis-jenis mangan yang ada dilokasi seperti:

Contoh gambar batu mangan

2.6.1 Manganit,( Mn2O3H2O ) Rombus, kristal tebal dan tipis berbentiuk tiang dan lain-lain,sangat banyak bidangnya.berkristal kembar meyerupai salib.merupakan kristal yang meyendiri atau berkelompok, juga sebagai massa padat yang berbentuk cabang radial dan berserabut,jarang sekali berbentuk butiran.Kbl dalam satu arah sangat sempurna, dalam arah yang tidak begitu (kurang) sempurna. Agak getas. Berkilap logam yang kuat,

tetapi tidak sempurna, tembus cahaya. Berwarna kelabu tua sampai hampir hitam besi, kadang-kadang dengan warna ancang-ancang yang beaneka. Warna garitnya coklat. K = 3,5 4 ; BJ = 3,7 4,7 ; kadarnya = 62,5 % dan oksigen serta air . Mineral ini digunakan untuk pembuatan oksigen klor, kalsium klorida dan di industri gelas dan besi.

2.6.2. Pirolusit (MnO2) Rombus, biasanya kristalnya berbentuk tiang pendek bergaris memanjang, tetapi dapat juga berbentuk tablet dan runcing. Biasanya berbentuk masa sperti buah anggur,ginjal dan putik dengan stuktur yang bercabang-cabang atau berserabut, kadang0kadang padat seperti tanah. Kbl dalam satu arah. Biasanya berkilap logam yang lemah, tidak tembus cahaya. Berwarna kelabu bajah tua sampai hitam. Warna garingnya hitam dan luntur pada kulit. K = 1 2,5 ; BJ = 4,7 4,8 ; kadarnya = 63,2% dan oksigen. Mineral ini digunakan untuk pembuatan oksigen klor, kalsium klorida dan di industri gelas dan besi. Psilomelan (MnO2, BaO, H2O) Amorf atau kristal kecil sekali, berbentuk buah anggur, ginjal, dan permukaanya halus, bergabung dan tersebar. Pecahannya berbentuk kulit kerang sampai kepada yang tidak rata. Kebanyakannya buram, hanya kadang-kadang ada yang agak mengkilap. Berwarna hitambesisampai kepada yang kebiru-biruan. Warna garitnya hitam kecoklatcoklatan, megkilap. K = 5 -6 ; BJ = 4,5 5,0 ; kadarnya = 49 63 %, oksigen dan sedikit barium. Bila dilarutkan dalam asam klorida berbentuk gasklor yang kuat sekali dan apabila di teteskan asam sulfat akan terjadi suatu endapan putih yang segera mengendap.