Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN (Landasan Keilmuan Kesehatan Lingkungan)

DISUSUN OLEH Kelompok 3


1. 2.

Anisau Latifah Arlinda Novitasari

P07133111001 P07133111002 P07133111065 P07133111066 P07133111119

3. Muh. Arifin D.N 4. Neni Purwandari


5.

Vina Yuliana

KEMENTERIAN KESEHATAN YOGYAKARTA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya kapada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami sebagai penulis mengucapkan banyak terimakasih. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi ataupun cara penulisannya. Namun demikian kami sudah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima segala masukan ataupun kritikan guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap pembaca. semoga makalah ini dapat berguna bagi para

Yogyakarta,

Februari 2012.

Pemakalah

BAB I PENDAHULAUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dikalangan para mahasiswa saat ini banyak yang belum begitu paham dan mengetahui tentang Landasan Keilmuan Keshatan Lingkungan. Kami mencoba untuk memberikan beberapa penjelasan tentang Landasan tersebut. Agar para mahasiswa dapat mengetahui secara lebih jelas tentang Landasan tersebut.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang di bahas dalam penulisan makalah ini adalah : Apa Landasan Keilmuan Kesehatan Lingkungan itu ?

C. Pembahasan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya, maka kami dapat memberikan pembahasan masalah sebagai berikut : DASAR ILMU KESEHATAN LINGKUNGAN Landasan keilmuan dari ilmu kesehatan lingkungan tidak terlepas dari ilmu lingkungan. Oleh karena itu terlebih dahulu perlu dibahas ilmu atau disiplin yang membangun ilmu lingkungan. Odom fanning dalam bukunya Opportunities in Environtmental Carres menyatakan, bahwa ada 13 disiplin ilmu yang membangun ilmu lingkungan yaitu : Fisika, biologi, kimia, matematika, ekologi, ekonomi, teknik sipil, kesehatan masyarakat, oceanografi, sosial, arsitektur, agronomi, dan geosiences. Dengan demikian ilmu yang membangun ilmu kesehatan lingkungan adalah : 1. Kimia organik dan anorganik 2. Fisika 3. Matematika 4. Biologi yang parasitologi 5. Ekologi meliputi mikrobiologi, epidemologi, entomologi,

6. Ilmu-ilmu sosial 7. Kesehatan masyarakat Ilmu Kesehatan Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara faktor kesehatan dan faktor lingkungan DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN Ilmu Kesehatan Lingkungan didukung oleh : 1. Ekologi 2. Ekosistem 3. Pencemaran Lingkungan 4. Amdal 5. Dasar dasar pengelolaan Lingkungan. Kesehatan -Mencakup semua segi kehidupan dengan jangkauan yang sangat luas. Status Kesehatan 1. Angka Kesakitan 2. Ratio Penyakit di Masyarakat 3. Promotif, Preventif, kuratif dan Rehabilitatif 4. Bersifat menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha kesehatan. Faktor lingkungan:

kimia, biologi ataupun Sosial budaya yang bersifat dinamis dan kompleks. Kondisi fisiologis manusia/masyarakat. Penyakit. Ekspansi/ ulah manusia ketimpangan ekologis dan ketimpangan alam pencemaran lingkungan gangguan fisiologis dan Psikologis pada masyarakat. Pengertian sehat sakit WHO : Sehat , adalah suatu keadaan yang lengkap meliputi kesejahteraan fisik,

mental dan sosial, bukan semata-mata bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Konsep dari WHO : Manusia dikatakan sehat adalah : 1. tidak sakit 2. tidak cacat 3. tidak lemah 4. Sejahtera secara sosial 5. bahagia secara rohani 6. Fit secara jasmani. Keadaan sakit sakit merupakan akibat dari kesalahan adaptasi lingkungan (Maladaptation) dan reaksi antara manusia dan sumber-sumber penyakit. Sakit berarti suatu keadaan yang memperlihatkan adanya keluhan dan gejala sakit secara subyektif dan obyektif, sehingga penderita butuh pengobatan untuk menjadi sehat. Tingkat pengukuran kesehatan: a. Nilai unsur tubuh b. BB, TB c. Tekanan darah d. Frekuensi pernafasan e. Pemeriksaan cairan tubuh f. Faal hati. SGOT, SGPT. Tingkat sejarah alamiah suatu penyakit (Natural history of Disesase) : 1. Tingkat kepekaan ( Stage of Susceptibility) 2. Tingkat sebelum sakit ( Stage of presymptomatic disease) 3. Tingkat Sakit Secara klinis (Stage of Clinical disease) 4. Tingkat kecacatan (Stage of disability)

PENCEGAHAN PENYAKIT Proses pencegahan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit. Proses pencegahan : deteksi dan intervensi pada penyebab dan faktor resiko penyakit. Pencegahan : inhibisi terhadap perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi. Tingkat dari pencegahan penyakit adalah : 1. Pencegahan primer (primary prevention) Tk Pencegahan ini dapat dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami 2. Suatu.Pencegahan sekunder ( Secondary prevention) Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik. 3. Pencegahan tersier (Tertiary prevention) Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase penyakit yang sudah lanjut atau fase kecacatan. LINGKUNGAN HIDUP Batasan Lingkungan Hidup. Menurut UU RI No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan hidup, maka yang disebut lingkungan hidup adalah : Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahl;uk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Menurut pendapat G.Melvyn Horve (1980) Pengertian Lingkungan berbeda-beda menurut disiplin ilmu yang dipunyai, menurut ahli cuaca dan iklim lingkungan berarti atmosfir, sedangkan menurut ahli tehnologi lingkungan, maka lingkunagn berarti atmosfir dengan ruangannya. Ahli ekologi berpendapat bahwa lingkungan sama artinya dengan habitat hewan dan tumbuhan. Macam Lingkungan Hidup Menurut F Gunarwan Soeratmo (1988) adalah: -Komponen fisik dan Kimia -Komponen Hubungan Ekologi

-Komponen sosial -Komponen biologis Menurut G. Melvyn Howe (1980) 1. Lingkungan internal (enternal environment) 2. Lingkungan eksternal (external environment) Menurut gangguan terhadap kesehatan manusia 1. Lingkungan fisik 2. Lingkungan biologik 3. Lingkungan manusia (sosial-ekonomi- budaya) Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup berasaskan pelestarian kemampuan lingkungan hidup yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan bagi peningkatan kesejahteraan manusia. Tujuan pengelolaan Lingkungan hidup:
a. Tercapainya keselarasan hubungan antar manusia dengan lingkungan

b.
c. d. e.

hidup sebagai tujuan pembangunan. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang. Terlindungnya negara dari kegiatan negara lain yang berakibat merusak Lingkungan

Perlindungan hidup ditujukan terhadap :

Sumber daya alam non hayati Konservasi Sumber daya alam hayati dan ekosistemnya Perlindungan sumber daya buatan Perlindungan cagar budaya

Perlindungan lingkungan hidup dilakukan berdasarkan Baku Mutu Lingkungan (BML) yang diatur dengan peraturan perunadang-undangan.

HUBUNGAN SAKIT/SEHAT DAN LINGKUNGAN HIDUP Model Ekologi (Ecologic Models) Hubungan faktor yang mencakup sektor lingkungan yang terdiri dari fisik, biologi dan sosial selalu berhubungan dengan sektor Host dan agent. Faktor Host Manusia

Lingk. Fisik/ Kimia Lingk. Biologi Lingk. Sosial Genetic core

Lingkungan Hidup Fisik dan Penyakit Aspek fisik dari lingkungan antara lain panas, sinar, udara dan air, radiasi, atmosfir dan tekanan. Lingkungan Hidup Biologi dan Penyakit Faktor Host

Faktor intrinsik, yang dipengaruhi sifat genetik manusia. Meningkatnya faktor determinan genetik, berhubungan dg meningkatnya atau menurunnya kepekaan thd penyakit ttt, hal ini berhub dg kepribadian manusia spt, agresifitas, ambisius, aktif dan dikejar waktu cenderung (risk factor) terkena serangan jantung koroner.

Faktor Agent

Agent dari penyakit berlokasi pada lingkungan tertentu, agent lingk fisik, mis ; radiasi sinar radioaktif penyebab sterilitas. Agen dari lingk kimia , misalnya limbah industri yang mengandung bahan kimia (Hg) penyebab penyakit Minamata.

Faktor Lingkungan

Sebagai faktor ekstrinsik yang terdiri dari lingk fisik, kimia, biologi dan sosial.

Pendekatan lain adalah model roda Pendekatan segitiga epidemiologi Kedua model diatas menyebutkan bahwa lingkungan fisik, biologi dan sosial dapat menyebabkan penyakit.

Lingkungan Fisik Hidup & Penyakit

Aspek fisik dari lingkungan antara lain, panas, sinar, udara, air, radiasi, atmosfer dan tekanan. Dg berkembangnya industri, maka aspek fisik dari lingkungn akan meningkat dan akan memberikan pencemaran pd manusia, sbg contoh pencemaran di London (1952) yang membawa kematian 4000 orang. Apabila menahun, maka pencemaran udara terutama dikota besar akan dpt menyebabkan penyakit pd saluran pernafasan.

Reservoir (manusia dan Binatang) vektor pembawa penyakit tumbuhan dan binatang: Water borne Disease Px (penyakit), Algae GE= gastro enteritis, Bakteri Kholera, Parasit Malaria, cacingan, Protozoa Desentry, Virus Polio, Hepatitis. Lingkungan Hidup Sosial-Ekonomi-Budaya dan Penyakit. Lingkungan tersebut bersifat dinamis dan cukup pelik serta berpengaruh terhadap kejadian penyakit. Mis faktor kebiasaan sosial, penerimaan ide (pengetahuan sikap dan tindakan. Hub Komponen Lingkungan Sumber dan Penyakit/Gangguan Kesehatan Lingkungan Sumber Penyakit/Gangguan Fisik/Kimia Bhn radioaktif Alami Kanker Senjata nuklir Gangguan genetika Pusat tenaga nuklir Tambang uranium Sinar matahari Alami Kanker kulit Terbakar Kebisingan Alami Ambang Pendengaran Meningkat Buatan manusia Tuli Vibrasi Alat2 banguan Vibrasi lokal Vibrasi seluruh tubuh

Biologi Fauna MO Kotoran Manusia yang sakit Px infeksi Parasit Kotoran manusia Cacing gelang Vektor (nyamuk) Genangan air Cacing tambang Cacing kremi (DBD)

Flora Jamur Non Hygiene candidiasis Versicolor (panu)

SOSEKBUD

Kelebihan penduduk Angka kelahiran meningkat Px Infeksi Miskin Pengaguran meningkat Kamtibnas Slum area Sanitasi jelek Px infeksi, virus dan Parasit.

D. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah agar para mahasiswa lebih paham dan mengetahui lebih dalam tentang landasan atau dasar ilmu kesehatan lingkungan. E. Manfaat Penulisan Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada

semua pihak, khususnya kepada para mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang landasan atau dasar ilmu kesehatan lingkungan.

BAB II PENUTUP
A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

Ilmu Kesehatan Lingkungan didukung oleh : 1. Ekologi 2. Ekosistem 3. Pencemaran Lingkungan 4. Amdal 5. Dasar dasar pengelolaan Lingkungan.

Dengan demikian ilmu yang membangun ilmu kesehatan lingkungan adalah : 1. Kimia organik dan anorganik 2. Fisika 3. Matematika

4. Biologi yang parasitologi 5. Ekologi 6. Ilmu-ilmu sosial

meliputi

mikrobiologi,

epidemologi,

entomologi,

7. Kesehatan masyarakat

B. Saran Sebaiknya para mahasiswa sering membaca buku atau referensi tentang landasan atau teori ilmu kesehatan lingkungan agar pengetahuan mereka tidak rendah.