Anda di halaman 1dari 17

1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Pada masa sahabat di mulai dari wafatnya Rasulullah dan bearkhir pada abad
yang pertama hijriyah. Di masa sahabat ini ada dua hal yang sangat menonjol yang belum
pernah terjadi pada masa lampau. Di antaranya yang sangat menonjol pada masa itu
bertambah luasnya daerah yang di kuasai oleh umat islam yang meliputi Syam, Mesir,
Irak dan Persia. Daerah yang begitu luas yang di huni oleh berbagai suku bangsa yang
mempunyai corak dan adat istiadat yang berbeda. Tentunya hal yang seperrti ini
menyebabkan timbulnya peristiwa baru baik dalam pergaulan anbtar individu dan
masyarkat bahkan antar negara yang bukan islam. Peristiwa yang seperti ini belum
terjadi di masa yang lampau dan ketentuan hukumnya pun tidak dapat, baik dalam al-
quran maupun di dalam sunnah. Hal inilah yang mendorong para sahabat berijtihad
berdasarkan kaidah kaidah umum agam islam.
Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting saat kita akan membangun
masa depan. Sekaitan dengan itu kita bisa tahu apa dan bagaimana perkembangan islam
pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai umat islam malas untuk melihat sejarah.
Sehingga kita cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang
pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam
telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan
matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan
kekuatan apa pun.
Perkembangan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat
adalah merupakan Agama Islam pada zaman keemasan, hal itu bisa terlihat bagaimana
kemurnian Islam itu sendiri dengan adanya pelaku dan faktor utamanya yaitu Rasulullah
SAW. Kemudian pada zaman selanjutnya yaitu zaman para sahabat, terkhusus pada
zaman Khalifah empat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin,
Islam berkembang dengan pesat dimana hampir 2/3 bumi yang kita huni ini hampir
dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Perkembangan islam pada zaman inilah
merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang lebih maju. Maka tidak heran
para sejarawan mencatat bahwa islam pada zaman Nabi Muhammad dan Khulafaur
Rasyidin merupakan islam yang luar biasa pengaruhnya. Sekaitan dengan itu perlu
kiranya kita melihat kembali dan mengkaji kembali bagaimana sejarah islam pada masa
itu.
2

I.2 Rumusan Masalah
a. Perkembangan dakwah islam pada masa khulafaurrasyidin
b. Perkembangan ilmu pengetahuan islam pada masa khulafaurrasyidin
c. Perkembangan pemerintahan islam pada masa khulafaurrasyidin
d. Perkembangan sosial perekonomian islam pada masa khulafaurrasyidin
e. Perkembangan pertahanan dan keamanan umat islam
f. Kekuasaan islam dan luasnya wilayah padamasa khulafaurrasyidin
I.3 Tujuan Pembahasan
a. Untuk mengetahui dan memahami Perkembangan dakwah islam pada
masa khulafaurrasyidin
b. Untuk mengetahui Perkembangan ilmu pengetahuan islam pada masa
khulafaurrasyidin
c. Untuk mengetahui dan memahami Perkembangan pemerintahan islam
pada masa khulafaurrasyidin
d. Untuk mengetahui dan memahami Perkembangan sosial perekonomian
islam pada masa khulafaurrasyidin
e. Perkembangan pertahanan dan keamanan umat islam
f. Kekuasaan islam dan luasnya wilayah padamasa khulafaurrasyidin
I.4 Sistematis Penulisan
Tahap-Tahap Penyusunan Makalah
1. Persiapan
- Mengunpulkan dan membaca buku-buku untuk memilih dan
menentukan yang akan di bahas dalam permasalahan yang sesuai
dengan Topik yang sudah di tentukan.
- Membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang
berhubungan dengan topik yang terpilih dalam mengembangkan
kerangka makalah
2. Penulisan
Kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi sebuah makalah
3. Pemeriksaan (revisi)
3

Pemeriksaan trehadapisi danpenggunaan kata, kalimat, ejaan dan tanda
baca
4. Topik yang sudah ditentukan harus lebih bermanfaat, menarik dan mencari
sumber-suber informasinya agar mudah untuk di baca-baca dan di pelajari



























4

BAB II
PERKEMBANGAN ISLAM
PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN

II.1 Kajian Teoritis
Khulufaurrasyidin adalah pecahan dari kata Khulafa dan Al-Rasyidin.
Kata Khulafa merupakan jamak (plural) dari kata khulafah, kata dalm bahsa
arab mengandung pengratian: cerdik, pandai dan penggaanti. Seadngkan kata Al-
Rasyidin merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Rosyada yang dalam
bahasa arab mengandung pengertian: lurus, benar, dan merndapat petunjuk.
Bila berangkat dari pengeertian pecahan-pecahan kata di atas, maka
dapatlah kita mengambil pengertian bahwa pengertian khulufaurrasyidin di sini
adalah pengganti yang cerdik dan benar serta mendapat petunjuk.
Adapun yang di maksud dari kataKhulafaurrasyidin disini adalah para
pemimpin yang mengganti Rasulullah dalam urusan kehidupan kaum
muslimin,yang sangat adil dan bijaksana, pandai dan cerdik dalam menjalankan
tugasnyasenantiasa berjalan pada jalan yang benar serta senantiasa mendapatkan
hidayah dari Allah swt
Para pemimpin yang dimaksud denagn khulafaurrasyidin terdiri dari empat
orang sahabat Rasulullah yang terkenal yaitu:
1. Abu Bakar Sidiq
2. Umar Ibn Khatab
3. Utsman Ibn Affan
4. Ali Ibn Abi Thalib
Khulafaurrasyidin adalah pemimpin yang arif dan bijaksana. Karena itu
dalam menjalankan tugasnya, senantiasa meneladani kepemimpina Rasulullah.
Sifat dan akhlaknya sebagai pemimpin masyarakat, kepala negara dan kepala
pemeritahan tercermin dari sifat-sifat yang di milikimya.
Adapun sifat-sifat tang di miliki oleh khulafaurrasyidin antara lain:
a. Arif dan bijaksana
b. Berwibawa dan bedisiplin yang kuat
c. Berilmu agama yang luas dan mendalam
d. Berani dan bertindak yang berkemauan keras
5

Dalam pemerintahannya mereka berrjuang terus untuk agama islam.
Mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan unutk kepentingan pribadinyaatau
untuk mengeruk harta. Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang baik dalam
melaksanakan kekuasaan. Mereka mau menerima dan mau mengemban
kekhalifahan, bukan karena untuk mengharapkan sesuatu yang akan
menguntungkan pribadinya, akan tetapi semata-mata karena pengabdiannya
terhadap islam dan mencari keridhoan Allah swt.
Walaupun mereka seorang khalifah, dalam menjalankan roda
kepemimpinannya tidaklah di lakukan dengan sekehendak hatinya, begitu juga
dalam mengambil berbagai kebijaksanaan-kebijaksanaanya. Mereka membentuk
musyawarah, yang terdiri dari oara sahabat terkemuka. Dewan ini di bentuk guna
merumuskan rancangan-rancangan serta langkah-langkah yang harus dilakukan
oleh seorang khalifah.
Dengan demikian setiap langkah yang dilakukan oleh khulafaurrasyidin
tidak pernha bertentangan dengan kaum muslimin. Jika bertentangan dengan apa
yang menjadi harapan kaum muslimin, maka khulafaurrasyidin mengorbankan
kebijaksanaan pribadinya dan menjalankan paa yang menjadi amanat kaum
muslimin.
Namun hal itutidak mereka laukukan, karena bertentangan dengan prinsip-
prinsip yang terkandung dalam ajaran agama islam. Mereka mengetahui dan
menyadari semuanya itu, sehingga mereka tidak mungkin mereka melakukannya.
Dari sini jelaslah bahwa khulafaurrasyidin itu merupakan khalifah-khalifah
yang cerdik, pandai dan selalu berjalan pada jalan yang benar, senantiasa
mendengarkan keluh kesah masyarakat, selaulu memperhatiakn rakyat dan selalu
berbuat sebaik mungkin untuk tercapainya masyarakat islam yang adil, makmur,
aman, damai, dan sentosa serta bersatu dalam panji-panji agama islam.

II.2 Pembahasan
1. Perkembangan dakwah pada masa khulafaurrasyidin
Setelah Rasulullah wafat, tampak pimpinan umat islam di pegang oleh
khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin
Abi Thalib), dakwah islam pada masa khulafaurrasyidin yaitu meneruskan apa
6

yang telah di perjuangkan oleh rasulullah. Dakwah islam dilakukan atau di
tujukan bukan saja kepada kaum muslimin, tapi juga dakwah disampaikan pada
kaum musyrikin.
Dakwah terus dilakukan keoada kaum muslimin, baik yang ada di tanah
Arab maupun di daerah luar Arab. Dakwah ini di maksudkan agar kaum
muslimin makin bertambah keimanannya kepada Allah dan Rasullnya. Hal ini
juga dilakukan oleh para khalifah, kerena banyak kaum muslimin yang
mengingkari agamnya setelah wafat rasulullah, misalnya saja yanmg di alami
oleh khalifah Abu Bakar, pada masa kepemimpinan beliau banyak umat islam
yang murtad. Muhammad ibnu Ishaq berkata ketiak rasulullah wafat, maka
orang-orang Arab kembali murtad, Yahudi dan Nasrani menampakkan
taringnya. Sementara kemunapikan mulai tersebar, kaum mislimin ibarat
domba yang kucar-kacir di guyur hujan lebat pada malam hari yang pekat dan
dingin, hingga Abu Bakar dapt menyatukan kembali mereka.
Orang-orang Arab berdatangan ke Madinah mengakui kewajiban shalat,
namun mengingkari adanya kewajiban zakat dan enggan untuk membayarkan
zakat kepada as-Shidiq denag dalih ayat: Q.S At-Taubah:103
'O ;}g` g)4O^` LO~E=
-NO)-_C> jgOg4O>4
Ogj ]=4 )_^OU4 W Ep)
El>_OU= E}Ec += +.-4
77OgEc v1)U4 ^@
Artinya; Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk
mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa
bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dakwah islam juga disampaikan pada kaum musyrikin baik kaum
musyrikin yang terdapat di Arab maupun kaum musyrikin yang baru
dibebaskan atau dikuasai oleh orang-orang islam dakwah ini di tunjukan agar
mereka tertolong dari jalan yang sesat.
Pada masa khulafaurrasyidin dakwah islam bukan saja dengan jalan
membebaskan wilyah dari kekuasaan orang-orang kafir tapi juga dengan jalan
memberikan penerapan-penerapan melalui para Dai atau Mubhaligh.
Para mubaligh yang ternama pada masa itu antara lain:
7

a. Ubadah Ibn Samit
Ia adalah mubaligh yang gemar berkelana dalam menyebarkan dakwah
islam sejak tinggal di Madinah, beliau sudah gemar berdakwah kemudian
beliau juga berdakwah ke negeri tetangga yaitu klota Palestina dan Syiria
sasarn dakwah beliau adalah para pejabatdan konglomerat pada masa itu.
b. Abu Dzar Al-Ghifari
c. Abu Hurairah
Beliau adalahorang yang memiliki ingatan brilian. Ingatan beliau sanagat
kuat. Dengan kehebatannya tersebut Abu Hurairah menghafal ribuan
hadits-hadits Rasulullah.
d. Abu Darda
e. Beliau adalah seorang hakim di Syiria. Sebagai umat islam yang teguh,
beliau juga merasa berkewajiban untuk berdakwah.

2. Perkembangan Pendidikan islam Pada Masa khulafairrasyidin
Setelah wafatnya Rasulullah saw, khalifah Abu Bakar memeganf
tampuk kekhalifahan, kepemimpinan beliau diiringi denagn
banyakpemberontakan-pemberontakan beberapa suku Arab terhadap islam.
Kejadian lain yang di alami khalifah Abu Bakar adalah adanya nabi nabi palsu.
Para Dai atau pendidikakhirnya diwajibkan Bela Negara untuk
memberantasdan menginsafkan para nabi palsu. Oleh karena itu, kegiatan
untuk mengembangkan pendidikan agalk terganngu.
Pendidikan dikembangkan kemudian pada masa khalifah Umar bin
Khatab, beliau mengembangkan pemdidikan dari tingkat SD (kuttab) sampai
denagn perguruan tinggi (Halaqah). Proses belajar mengajar dilakukan di
masjid-masjid bentuknya tentu saja tidak seperti dewasa ini, para mahasiswa
duduk melingkar (halaqah) di mesjid. Materi perkuliahan pada awalnya adalah
pelaharan tentang al-Quran dan Hadits. Perklembnagan berikutnya
Ditambah dengan ilmu-ilmu lainnya, anatra lain: tafsir, fiqih, ilmu
kalam (keimanan), bahasa Arab dan sastra. Untuk pendidikaan sekolah dasar
penyelenggaraannya di kuttab-kuttab. Materi pendidikannya selain seperti
disebutkan di atas, masih ditambah lagi denagn pelajaran agama.
8

Sistem perkuliahan (halaqah) bertempat di masjid sangat di senangi
olewh kaum muslimin pada waktu itu. Pendidikan seperti ini, berkembang pula
di kota-kota lain misalnya basrah, kuffah dan Damaskus.
Pendidikan di perguruan tinggi ini terus berkembang. Apalagi kahlifah
Umar binKhatab lah yang sangat mendudukung dan sangat memperhatikan
kegiatan Halaqah ini, khaifah Umar bin Khatab yang pertama kali mengangkat
para syaikh (dosen) untuk mengajar diBasrah, Kuffah, dan Damaskus
Halaqah ini terus berkembang, bahkan hampir pada setiap mesjid. Pada
masa Khalifah Utsman bin Affan, beliau sangat memperhatikan pula halaqah
ini. Perkembangan pendidikan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh umat
islam pada masa khulafaurrasyididn

3. Perkembangn Ilmu Pengetahuan Islam pada masa Khulafaurrasyidin
Sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya halaqah-halaqah di masjid,
maka ilmu pengetahuan pun ikut berkembang. Kaum muuslimin yamg pandai
makin banyak, dari sinilah muncul kaum cendekiawan di kalangan kaum
muslimin.
Ilmu-ilmu yang berkembang dan tokoh-tokoh cendekiawan yang mengajarkan
dan memperkenalkan, antara lain:
1. Al-Quran, hafalan dan bacaan qiraat. Tokoh perintis dan yang
mengembangkannya antara lain Khabbah, Abdullah bin Masud
2. Ilmu Tafsir, tokoh perintisnya antara lain: Ali bin Abi Thalib, Abdullah
bin Masud, Abdullah bin Abbas dan Ubay bin Kaab
3. Ilmu hadits, tokoh pengembangnya antara lain: siti Aisyah,Abu Hurairah,
Abdullah bin Ummar, Abdullah bin Abbas dan anas bin malik
4. Imu bahasa, tokoh pengembangnya antara lain: Zaid bin Tsabit

4. Perkembangan pemerintahan Islam pada Masa Khulafaurrasidin
Sistem pemerintahan masa Khulafaurrasyidin pada dasrnya tidak banyak
perubahan sepertipada masa Rasulullah. Cara pemerintahan yang telah
dicontohkan oleh rasulullah, hampir-hampir tidak ada perubahan. Alin halnya
pada masa khulafaurrasyidin pemerintahan Umar bin Khatab. Pada masa
9

baliau, klekuasaan islam sudah semakin laus. Persoalan-persoalan yang
dihadapi masing-masing daerah ditaklukan berbeda-beda. Banyakpengalaman
dan ilmu yang di peroleh di daerah yang di taklukan oleh khalifah Umjar bin
Khatab misalnya saja penaklukan Persia dan Bizantium. Untk mengatasi
persoalan tersebut Khalifah Umar bin Khatab mengambil langkah-langlah
sebagi berikut:
1. Membagi wilayah-wilayah takllukan yang luas menjadi beberapa propinsi
2. Menyusun tata aturandan tata tertib pengaturan administrasi negara
3. Di buat beberapa jawatan-jawatan dalam menagturpemerintahan. Jawatan
tersebut antara lain jawatan POS, jawatan pengawasan Timbanagn, jawatan
pertahanan negara, baitul mal dan lain sebagainya.
Pada masapemerintahanberikutnay, cara-cara ini tetap dipertahankan.
Hanya saja pada pemerintahanKhalifah Usman bin Affan, gubernur-gubernur
diSyam dan Mesir banyak yantg meniru cara pemerintahan Romawi.
Pada masa khalifah Abi bin Abi Thalib cara-cara pemerintahan para
pendahuluannya tidak ada perunahan, khalifah Ali bin Abi Thalib disibukkan
oleh banyak pemberontakan-pemberontakan yang datang dari dalam.

5. Perkembangan Perekonomian Islam pada masa Khulafaurrasyidin
Bangsa Arab terkenal dengan keulutannya dalam berdagang. Berdagang
merupakan mata pencarian utama bagi penduduk Arab. Sedangkan mata
pencarian lain setelah berdagang atau berniaga antara lain:
1. Perternekan: misalnya Unta, domba, kuda, dll
2. Pertanian: misalnya kurma, gandum, dll
3. Transportasi dan sewa menyewa
sistemperniagaanKhulafaurrasyidin sudah teratur tertib. Di antara orang-
oarang yang berjasa dalam mengatur lamncarnya lalu lintas perdagangan antara
lain: Hasyim bin Abdul Hanifah,Abdul Syam, Abdul Mutahlib, Abu Sofyan
dan Walid bin Mughirah.
Khususnyapada masa Kekhalifahan Umar bin Khatab, pengaturan sistem
perekonomian diatur denagn baik sekali, khalifah menata sistem perekonomian
dengan memperhatikan diatur dengan memperhatiakn semua bidangyang
10

menyangkut kemajuan perdagangan.penataan dan kemajuan sistem
perekonomian yang tetrdapat pada saat itu, meliputi antar lain:
1. Untuk barang dagangan berupa nabati (berasal dari bumi berupa atau
berasal dari tumbuhan) dikenakan pengurangan bayar pajak sampai 50
persen.
2. Banyakdi bangaun pasar-pasar bagi para pedagang
3. Mengembangkan sistem pekan dagang dipasar Ukaz,yangterletak
diantaraNakhlan dan Thaif serta di antara Nakhlan Mijaraah dan Majaz.
4. Memperluas jalur hubunganperdagangan negara-negra lain didunia, baik
islam maupunbukannegara islam misalnya Rusia, Cina India dan Afrika.
5. Membuat mata uang sebagai mata uang resmi.
6. Membuat peraturan perundangan tentang pengaturan bhak penggunaan
tanah penduduk.
7. Mengembangkan sumber-sumber pendapatan negar dari sektor pajak.
Misalnya pajak hasil bumi (Kharaj), Pajak perlindunagn (jizyah), pajak
penjualan dan rampasan perang (Ushr dan Ghanamah). Dll
8. Mendirikan dan mengembangkan Baitul mal (pembendaharaan Umat)

6. Perkembangan pertanahan dan keamanan umat islampada masa
Khulafaurrasyidin
Pada dasrnya sistem pertahanan dan keamanan padam,asa khulafaurrasyidin
mengikutiapa yang telah dilakukanoleh rasulullah.sistem pertahanan dan
keamanan yang padamasa Rasulullah di pandang sangat baikuntukdipakai.
Hal inimengingatkan cara-caraRasulullahmempertahankan dan
mengamankan sebuahnegara terbukti berhasil dengan sangat baik.
Cara-caratersebut antara lain:
1. Mengutamakan cara damai dalam menyelesaikanberbagai masalah.perang
hanya dipakai untuk mempertahankan kedaulatan umat islam
2. Seluruh kaum muslimin bertanggung jawab atas keamanan dan pertahanan
negara
3. Mengungatkan program uji kompetensi bela negara dan pengawasan atau
patroli keamanan
11

4. Mengembangkanproperti atauperlengkapan dan peralatan perang melalui
pendanaan dari masyarakat
5. Menggunakan teknik mendahului menyerang pada setiap kali pertempuran
Bentukpertahanan dalam bentuk kemiliteran, baru dikembangkan angkatan
laut (marinir) oleh Khalifah Utsman binAffan. Pada mulanya, hal ini karena
dipandang perlu membuat angkatan laut untu kmengusir angkatan laut
Romawi.Angkatan laut Romawi ini telah berhasil merebut kota Iskandar di Mesir.
Dalampertempuran antara angkatan laut muslim dengan angkatan laut
Romawi, pasukan angkatan laut muslim memperoleh kemenangan. Kemenangan
ini selain di sebabkan karena kehebatan angktan laut muslim. Juga karena adanya
bantuan dari pelaut-pelaut pribumi.
Cara pertahanan keamanan yang baik serta adanya perlakuan yang baik
terhadap wilayah penaklukan, maka dalam waktu beberapa tahun saja, kaum
muslimin sudah dapat meruntuhkan kerajaan persia. Bukan itu saja, kaunm
muslimin jugamenguasai hampir sebagian wilayah kerajaan romawi.

7. Kekuasaan Islam dan Luasnya Wilayah PadaMasa Khulafaurrasyidin
Yang di maksud dengan kekuasaanislam dan luasnya daerah atau wilayah
islam pada masa Khulafaurrasyidin adalah luasnya wialyah atau daerah-daerah
yang sudahdi jangkauoleh dakwah islamdan masyarakat berada dalam pembinaan
pemimpin-pemimpin ioslam juga daerahnya berada di bawah
pengawasanKhulafaurrasyidin.
Adapun melatar belakangi perluasan wialyah yang dilakukan oleh
Khulafaurrasyidin adalah:
1. Ketika islam masih berada di tangan rasulullha, jumlah umat islam masih
sangat sedikit. Demikian pula luas wilayahnya masih terbatas pada jazirah
Arab saja. Wilayah Islam pada jaman Rasulullah baru sekitar Mekkah dan
Madinah serta beberapa daerah di sekitar dua daerah ini.
2. Di dalam agama Islam terdapat satu ajaran yang ahrus di lakukan oleh
semua umat Islam yang menganut agama islam yaitu dakwah. Umat Islam
diwajibkan untuk menyampaikan risalah Islam, umat Islam diwajibkan
12

memperjuangkan dan menegakkan kailmah Allah denagn cara yang baik
dan bijaksana.
3. Umat Islam mempunyai musuh yang sangat besar yaitu kerajaan Romawi
dan kerajaan Persia, kedua kerajaan ini senantiasa mengancam Islam dan
umatnya setiap saat. Bahkan umat Islam bukan hanya terancam, akan tetapi
umat Islam sering terganngu ketenangannya dan setiap saat akan terancam
oleh kedua kekuatan tersebut.
4. Setelah Rasulullah wafat, kedua kerajan tersebut mengarahkan kekuatannya
untuk merebut daerah-daerah yang merupakan bagian dari wilayah Islam.
Mereka juga memberikan bantuan yang besar terhadap kaum yang murtad,
kelompok yang tidak mau membayar zakat dan kelompok yang
memprokalmasikan dirinya sebagi nabi.
Karena latar belakang inilah Khulafaurrasyidin mengadakan perluasan
daerah. Khalifah Abu Bakar sebagai khlaifah pertama setelah berhasil menangani
tiga golongan yang muncul setelah Rasulullah wafat, beliau mengerahkan
kekuatan kaum muslimin untuk mengahadapi serdadu-serdadu kerajaan Romawi
dan Persia. Khalifah dan kaum muslimin beranggapan, jika dua kekuatan itu tidak
cepat di tindak maka besar kemungkinan mereka terus menerus menganggu
ketentraman kehidupan kaum muslimin bahklan bisa terjadi menjadi suatu
ancaman yang membahayakan.khalifah Abu Bakar menunjuk Khalid bin Walid
sebagai panglima perang, di bawah pimpinannya Khalid ibn Walid kaum
muslimin berangkat menuju Irak karena Irak merupakn benteng kerajaan Persia
yang tangguh.
Kepemimpinan umat islam setelah khalifah Abu Bakar wafat di pegang oleh
khalifah Umar ibn Khatab. Perjuangan Umar bin Khatab selanjutnya di arahkan
ke daerah Damaskus, dalam upaya menundukan wilayah ini khalifah Umar ibn
Khatab mengirimkan lima batalion yang masing-masing di pimpin oleh Khalid
ibn Walid, Abu Ubaidah, Amru Ibnu Ash, Surahbil ibn Hasanah dan Yazid ibn
Abi Sufyan. Sebagian wilayah kekuasaan kerajaan Persia telah masuk ke wilayah
Islampadamasa Khalifah Umar bin Khatab,setelah khalifah Umar ibn Khatab
wafat, kemudian perjuangan dakwah islam di teruskan oleh khalifah Utsman ibn
Affan.
13

Baru saja khalifah Utsman ibn Affan diangkat menjadi khalifah, timbul
pemberontakan daerah Khurasan dan kota Iskandariyah (ibu kota Mesir), yang
melatar belakanginya adalah karena penguasa lama hendak merebut kembali
daerah mereka yang menjadi wilayah islam.
Islam pada masa pemerintahan khalifah Utsman ibn Affan terkenal
mempunyai tentara angkatan laut yang cukup tangguh, hal ini dimanfaatkan oleh
khalifah Utsman untuk meluaskan dakwah islam kedaerah-daerah yang terletak di
wilayah seberang lautan. Khalifah Utsman ibnAffan pada masa kekhalifahnnya
telah berhasil memperluas wilayah islam sampai kepada daerah Nubah, Barqoh,
Troipoli Barat, Armenia dan sebagian daerah Thabaristan, sunagai jihun (Amu
Daria), Baktria, dan Harah. Kabul dan Ghazanah yang terletak di wilyah Turkistan
telah pula dikuasai dan menjadi wilayah Islam.
Sementra perluasan wilayah islam pada masa khalifah Ali ibn Abi Thalib
tidak begitu nampak, karena pemerintahan Ali selama 4 tahun itu lebih banyak
diarahkan untuk memulihkan keamanan di dalam dan menghadapi pertentangan
dikalangan umat islam sendiri.












14

BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Sejarah perkembangan Islam termasuk didalamnya norma, doktrin dan
peradaban masyarakatnya, sesungguhnya tidak berkembang secara mandiri,
liniear dan normatif melainkan berliku dan tidak lepas dari kondisi social politik
yang mengintarinya termasuk pada masa Khulafaurrasyidin.
Masa Khulafaurrasyidin mulai oleh Abu Bakar yang singkat habis untuk
menyelesaikan persoalan dalam negeri, terutama tantangan yang di timbulkan
oleh suku-suku arabayng tidak mau tunduk pada Madinah. Mereka menganggap
perjanjian yang telah dilakukan hanya dengan nabi, sehingga secara otomatis batal
dengan meninggalnya nabi. Abu Bakar menyelesaikan ini dengan nama yang di
kenal riddah.
1

Pemerintahan yang dijalankan Abu Bakar mengikuti apa yang terjadi pada
masa Nabi, bersifat sentralistik, dimana kekuasaan legislatif , eksekutif dan
yudikatif terpusat di tangan Khalifah.abu Bakarsendiri yang di angkat menjadi
Khalifah dengan Baiat dengan menyebut dirinya sebagai khalifahal-nabi
(pemimpin pengganti nabi)
2

Umar bin Khatab menggantikan AbuBakar menjadi khalifah lewat
penunjukan langsung, berkausa tahun 635-644 M.masa iniekspansi islam terjadi
pertama kalinya. Syiria, palestina dan sebagian besar Persia dan Mesir jatuh
dalam kekuasaan Islam. Luasnay wilayah kekuasan Islam memaksa Umar
membangun sistem pemerintahan dan administrasi negara. Dalam hal ini, beliau
mencontoh yang berkembang di Persia. Administarsi pemerintahan dibagi
menjadi 8 propinsi: Makkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kuffah, Palestina
dan Mesir. Departemen-departemen pusat juag di bentuk seperti keuangan,
pekerjaan umum dan pengadilan. Umar yan g menyebut dirinya sebagai amir al-
mukminin (komandan orang beriman) juga membentuk bait al-mal, menempa
mata uang dan menciptakan tahun hijrah, menerapakan sistem gajih dan pajak

1
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah Kebudayaan Islam, (Yogyakarta, kota Kembang, 1989), 34-37.
2
Syibli Nukman, Umar Yang Agung, (Bandung, Pustaka, 1981) 264-276.
15

tanah. Dalam bidang hukum, untuk pertama kalinya sistem Ghanimah (pembagian
harta rampasan perang sesuai ajran al-Quran dan As-Sunnah) tiadk di berlakukan
dan di ganti dengan sistem gajih.
3

Utsaman bin Affan yang berkuasa setelah Umar di pilih dengan sistem
formatur yang terdiri dari atas 6 orang: Utsman, Al, Thalhah, Zubair, Saad ibn
abi waqash dan Abd Rahman bin Auf. Pada paruh pertama kekuasaannya yang
panjang, tahun 644-655 M. Utsman meneruskan politik Umar melakukan ekspansi
ke luar, menaklukan Armenia, Tunisia, Cyprush, Rhodes dan yang tersedia di
wilayah Persia. Dalam keilmuan, Utsman yang pertama kali membukukan al-
Quran, yang di kenal dengan mushaf Utsmani sampai sekarang , untuk
membakukan sistem pembacaan al-Quran yang mulai berbed-beda pada saat itu
sesuai dialek wilayah masing-masing.
Akan tetapi, setelah itu Utsman tampak mulai tidak dapat mengendalikan
ambisi politik keluarganya (Bani Umayah) dan mengangkat mereka sebagai
pejabat-pejabat penting dan basah . parahnya Utsman mengklaim dirinya
sebagai khalifah Allah (penganti Allah) bukan sebagai khlalifah al-nabi
sebagaimana Abu Bakar, sehingga memberi kesan dictator dan berkuasa penuh.
Perubahan politik Utsman ini kemudian menimbulkan kekecewaan dan
ketidakpuasan di kalangan para sahabat dan kebanyakan masyarakat, sehingga
menimbulkan pemberontakan dan berpuncak pada pembunuhannya Utsman.
Ali bin Abi Thalib yang di baiat setelah Utsman berkuasa 655-650 M. Masa
pemerintahan Ali penuh dengan gejolak sebagai warisan dari sistem dan dampak
kebijakan radikal yang di terapkan Ali. Ali memecat para gubernur yang diangkat
Utsman menarik kembali tanah-tanah yang di hadiahkan Utsman dan
mengembalikan kepada Negara. Menerapkan sistem pajak tahunan dan
menghilangakan tunjangan sahabat. Gejolak pertama adalah pemberontakan yang
dilakukan Aisyah, Zubair dan Thalhah. Sedangkan yang kedua pemberontakan
yang dilakukan oleh Muawwiyah bin Abi Sofyan. Keluarga dan Gubernur Syiria
yang diangkat Utsman. Dua pemberontakan ini memberikan dampak teologis
yang serius, ketika Aisyah bertempur melawan Ali, sebagian sahabat seperti

3
A Amin, Dari Masa ke Masa, (Bandung, Rusyda, 187) 87. Tentang perubahan gelar khalifah
Utsman dan reaksi sahabat, lihat Mahmoed Ayub, the Crisis of Muslim History, (Bandung, Mizan,
2004)
16

Abdllah bin Umar tiadak dapat mengambil sikap dan mentyerahkan segala
keputusannya kepada Allah, karena keduanya adalah keluarga Nabi. Aisyah
adalah istri nabi yang berarti ummul al-mukminin (ibunya orang mukmin) sedang
Ali adalah menantu nabi dan seorang yang paling dekat dengan Nabi. Sikap
abstain sebagian sahabat nabi inilah yang kemudian berkembang menjadi
Murjiah, sementara itu pertempuran Ali melawan Muawwiyah melahirkan tiga
aliran teologi besar dalam islam, mereka yang membela Ali menjadi aliran Syiah,
yang mendukung Muawwiyah menjadi jamaah atau Sunni, sedang yang tidak
puas dengan keduanya menjadi Khawarij.
4


III.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, adapun saran penyusun yaitu:
1. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah dan itu merupakan hal yang
berat , menjadi pemimpin berarti banyak orang yang percaya pada
pemimpin dan tentunya kita harus bisa menjaga amanah mereka dan
melindungi mereka.
2. Kita harus mencontoh menjadi pemimpin seperti khilafah Khulafaur
Rasyidin ini karena mereka adalah pemimpin dari pada pengganti Nabi
Muhanmad saw atau khilafah al-Nabi
3. Jadilah pemimpin yang bijak dan ikhlas karena Allah, karena
sesungguhnya pemimpin kita yang sebenarnya adalah tiada Illah selain
Allah swt









4
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 58-62. Untuk perkembangan awal empat
aliran ini, lihat Louis Gardest dan Annawati,Falsafah al-Fiqr, al-Dini,1. (Beirut Dar al-Ilmi1987) 50
dan seterusnya.
17

Daftar Pustaka
Zainuddin, S.Pd.I,