Anda di halaman 1dari 28

RANGKUMAN KEWARGANEGARAAN SMA

DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI UJIAN AKHIR SEKOLAH KWN TAHUN PELAJARAN 2011 /2012 SMA KOLESE LOYOLA

Disusun oleh :

Author, NAVY @ 2012


To love is to risk not being loved in return. To hope is to risk pain. To try is to risk failure, but risk must be taken because the greatest hazard in life is to risk nothing.

1 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Pengertian Bangsa Menurut Friedrich Hertz dari Jerman dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politicals, mengemukakan bahwa setiap bangsa memiliki 4 (empat) unsur aspirasi terbentuknya bangsa sebagai berikut: 1) Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri dari kesatuan politik, ekonomi, sosial, agama, kebudayaan, komunikasi dan solidaritas 2) Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya 3) Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian atau kekhasan. Misalnya menjujung tinggi bahasa nasional yang mandiri 4) Keinginan untuk menonjol (unggul) diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh dan prestise. Teori Tujuan Negara Secara etimologis, istilah negara muncul dari terjemahan bahasa Belanda yaitu staat dan state bahasa Inggris. Baik istilah staat atau state berakar dari bahasa latin yaitu status atau statum yang artinya menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri. Negara memiliki dua pengertian yaitu dalam arti luas dan dalam arti khusus. Dalam arti yang luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama. Unsur-unsur terbentuknya Negara : o Rakyat o Wilayah o Pemerintahan berdaulat o Pengakuan negara lain Asal mula terjadinya negara Proses asal mula terjadinya negara ada 4 yaitu asal mula terjadinya negara secara primer, secara sekunder, berdasarkan fakta sejarah dan secara teoritis. 1) Asal Mula Terjadinya negara secara primer Asal mula terjadinya Negara secara primer dapat kita lihat dari pertumbuhan terjadinya suatu negara seperti berikut ini : a. Fase Suku / Persekutuan masyarakat (Genootschaft) Awal kehidupan manusia dimulai dari keluarga, kemudian terus berkembang menjadi kelompok-kelompok masyarakat hukum tertentu (suku). Suku sangat terikat dengan adat istiadat serta kebiasaan yang disepakati. Pimpinan suku (kepala suku atau kepala adat) berkewajiban mengatur dan menyelenggarakan kehidupan bersama. Peranan kepala suku dianggap sebagai primus interpares yang artinya orang yang pertama di antara yang sederajat. Kemudian satu suku terus berkembang menjadi dua suku, tiga suku, empat suku dan seterusnya menjadi besar dan komplek. Perkembangan tersebut bisa terjadi karena faktor alami atau karena faktor penaklukan-penaklukan antar suku, selanjutnya pemimpin dari suku tersebut mendaulat dirinya menjadi penguasa tertinggi yaitu Raja dengan kerajaan sebagai tempat berkuasanya. Jadi negaranya berbentuk kerajaan. b. Fase Kerajaan (Rijk) Kepala suku yang semula berkuasa di masyarakat hukumnya, kemudian mengadakan ekspansi dengan penaklukan-penaklukan ke daerah lain. Hal ini mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku dari primus interpares menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas dalam bentuk kerajaan. Pada tahap berikutnya, karena faktor sarana transportasi dan komunikasi yang tidak lancar, banyak daerah taklukannya yang memberontak, menghadapi keadaan yang demikian, raja segera bertindak dengan mencari dana sebanyak-banyaknya melalui perdagangan untuk membeli senjata guna membangun tentara yang tangguh dan sarana vital lainnya. Dengan tentara yang kuat dan tangguh, raja menjadi berwibawa terhadap daerah kekuasaanya sehingga mulai tumbuh kesadaran akan kebangsaan dalam bentuk negara nasional c. Fase Negara Nasional

2 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Pada awalnya, negara nasional diperintah oleh raja yang absolut dengan sistem pemerintahan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi kehendak dan perintah raja, memang pada awalnya semua raja yang berkuasa menganggap dirinya utusan Tuhan sehingga dapat berbuat atas semua kehendaknya, ucapan raja merupakan hukum bagi rakyatnya akhirnya melahirkan raja absolut Hanya ada satu identitas kebangsaan karena rakyatnya berada dalam satu kekuasaan. Fase demikian dinamakan fase nasional di dalam terjadinya Negara d. Fase Negara Demokrasi Dari fase negara nasional, secara bertahap rakyat mempunyai kesadaran batin dalam bentuk perasaan kebangsaan. Adanya kekuasaan raja yang mutlak menimbulkan keinginan rakyat untuk memegang pemerintahan sendiri, artinya kedaulatan / kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Rakyat berhak memilih pemimpinnya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan aspirasi mereka. Ini dikenal dengan kedaulatan rakyat. Pemikiran semacam ini mendorong terlahirnya negara demokrasi 2) Asal Mula Terjadinya Negara Secara Sekunder Teori terjadinya negara secara sekunder beranggapan bahwa negara telah ada sebelumnya, namun karena adanya revolusi, intervensi dan penaklukan timbullah negara yang menggantikan negara yang telah ada tersebut 3) Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah (pendekatan factual), yaitu berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi yang diungkap dalam sejarah adalah sebagai berikut : a. Pendudukan (accupatie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku atau kelompok tertentu Contohnya: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang selanjutnya merdeka tahun 1847 b. Peleburan (fusi): hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur untuk menjadi negara baru Contohnya: Terbentuknya Federasi Kerajaan Jerman pada tahun 1871 c. Penyerahan ( cessie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu Contoh: Wilayah Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman), karena ada perjanjian bahwa negara yang kalah perang harus memberikan negara yang dikuasainya kepada negara yang menang. Austria adalah negara yang kalah dalam Perang Dunia II d. Penaikan (Accesie): hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta) kemudian wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah negara Contohnya: wilayah negara Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil e. Anexatie (pencaplokan/penguasaan): suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai (dicaplok) oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh: Ketika pembentukan negara Israel pada tahun 1948 negara ini banyak mencaplok wilayah negara lain seperti daerah Palestina, Mesir, Suriah dan Yordania f. Proklamasi (proclamation). Hal ini terjadi ketika penduduk pribumi dari suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perlawanan atau perjuangan sehingga berhasil merebut wilayahnya dan menyatakan kemerdekaannya Contohnya, Negara Republik Indonesia yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dari penjajahan Jepang. g. Pembentukan Baru (innovation). Munculnya suatu negara baru di atas wilayah suatu negara yang pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap

3 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Contohnya, Negara Columbia yang pecah dan lenyap, kemudian di wilayah negara tersebut muncul negara baru yaitu Venezuela dan Columbia Baru h. Pemisahan (Separatise), Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaanya. Contohnya, Belgia memisahkan diri dari Belanda dan menyatakan kemerdekaan pada tahun 1939 3. Pentingnya pengakuan suatu negara dari negara lain Pengakuan dari negara lain meskipun bukan unsur pembentuk seperti harus ada rakyat, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat ( unsur konstitutif) namun diperlukan sebagai pernyataan (declaratif) dalam tata hubungan Internasional, adanya status negara merdeka merupakan prasyarat yang harus dipenuhi. Suatu negara tanpa pengakuan negara lain bukan berarti tidak dapat melangsungkan kehidupannya, pengakuan negara lain hanya berperan selaku artribut dari negara yang bersangkutan. Suatu negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan negara lain karena beberapa alasan atau faktor-faktor sebagai berikut : a. Adanya kekawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik yang timbul dari dalam (melalui kudeta) maupun intervensi dari negara lain b. Ketentuan hukum alam yang tidak dapat dimungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama negara lain seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan (poleksosbudhankam) Fungsi negara Berdasarkan pengertiannya fungsi negara adalah sebagai pengatur kehidupan dalam negara demi tercapainya tujuan negara tersebut Adapun fungsi negara untuk mencapai tujuan negara ada 4 yaitu 1) melaksanakan ketertiban untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokanbentrokan dalam masyarakat (negara sebagai stabilisator) 2) Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. 3) Mengusahakan pertahanan negara dari serangan negara luar 4) Menegakkan keadilan melalui alat penegak hukum ( polisi, jaksa dan hakim) Berbagai Teori tentang Fungsi Negara Ada beberapa pakar atau ahli hukum kenegaraan yang mengemukakan tentang teori fungsi negara diantaranya 1. John Locke membagi fungsi negara menjadi 3, yaitu : a. fungsi (lembaga) legislatif, membuat undang-undang b. fungsi (lembaga) eksekutif, malaksanakan undang-undang c. fungsi (lembaga) federatif, mengurusi urusan luar negeri termasuk urusan perang dan damai. Menurut John Locke, fungsi (lembaga) yudikatif atau mengadili termasuk fungsi eksekutif

2. Montesquieu membagi fungsi negara dalam bentuk lembaga negara menjadi 3 bagian : a. fungsi (lembaga) legeslatif, membuat undang-undang b. fungsi (lembaga) eksekutif, melaksanakan undang-undang c. fungsi (lembaga) yudikatif, mengadili pelanggar undang-undang Ketiga fungsi atau lembaga ini terkenal dengan nama teori Trias Politica atau tiga lembaga pemisahan kekuasaan Selain fungsi stabilisator negara juga berfungsi secara ekonomi yaitu untuk meningkatkan taraf hidupnya Berbagai Teori tentang Tujuan Negara

4 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Banyak tokoh yang mengemukakan tujuan negara dengan berbagai teori atau pendapatnya diantaranya : a. Plato; mengemukakan tujuan negara untuk memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai social b. Roger F. Soltau; mengemukakan tujuan negara untuk memungkinkan rakyat berkembang serta mengungkapkan daya ciptanya sebebas mungkin c. Harold J. Laski; mengemukakan tujuan negara untuk menciptakan keadaan yang di dalamnya rakyat dapat mencapai keinginan-keinginannya secara maksimal d. Thomas Aquino dan Agustinus; mengemukakan tujuan negara untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. Pemimpin negara menjalankan kekuasaan hanyalah berdasarkan kekuasaan Tuhan yang diberikan kepadanya e. Lord shang Yang (Tiongkok/China Kuno) teori tentang kekukasaan negara mengemukakan pendapat teori tujuan negara sebagai berikut : 1) Rakyat dan negara harus berbanding terbalik. Bila negara ingin kuat, maka rakyat harus lemah dan sebaliknya 2) Negara harus berusaha mengumpulkan kekuasaan/kekuatan yang sebesar-besarnya. Negara menyiapkan militer yang kuat, disiplin dan loyal untuk menghadapi bahaya-bahaya dari luar 3) keselamatan dan kemakmuran tidak diperlukan yang penting negara aman sentosa 4) Rakyat harus dijauhkan dari kebudayaan, adat istiadat, musik, nyanyian, hikayat, kebaikan, kesusilaan, hormat pada orang tua, kekerabatan, kejujuran. Alasannya kesemuanya itu dapat melemahkan jiwa seseorang f. Niccolas Machiavelli (pemikir/politikus Italia) teori tentang kekuasaan negara mengemukakan pendapat teori tujuan negara sebagai berikut : 1) Menitikberatkan pada sifat pribadi raja, yaitu agar dapat cerdik seperti kancil dan dapat menakut-nakuti rakyatnya seperti singa 2) Pemerintah / penguasa dapat berbuat apa saja, asal untuk kepentingan negara dalam mencapai kekuasaan negara yang sebesar-besarnya 3) Siapapun yang melawan pemerintahan / raja harus ditindak tanpa kompromi 4) Pemerintah menghalalkan segala cara, meskipun harus melanggar sendi-sendi kesusilaan dan kebenaran 5) Seorang penguasa yang cermat tidak bertahan pada keyakinan / kepercayaan yang berlawanan dengan kepentingannya g. Dante Alighieri (Prussia Jerman) teori tentang perdamaian dunia mengemukakan pendapat teori tujuan negara sebagai berikut : 1) Keamanan dan ketentraman manusia dalam negara dapat dicapai apabila ada perdamaian dunia, yang tidak terletak pada masing-masing penguasa atau raja 2) Dalam mencapai perdamaian dunia, perlu dibentuk satu negara di bawah satu imperium (raja atau kaisar) 3) Pembentukan imperium bertujuan untuk kepentingan kemanusiaan 4) Pembentukan masing-masing negara hanya akan menimbulkan peperangan h. Immanuel Kant (Jerman) teori tentang Jaminan atas Hak dan Kewajiban mengemukakan pendapat tentang teori tujuan negara sebagai berikut : 1) Negara harus membentuk dan mempertahankan hukum supaya hak dan kemerdekaan warga negara terpelihara 2) Adanya hukum yang dirumuskan dalam perundang-undangan, dan hukum itu merupakan penjelmaan kehendak umum (volunte generale) 3) Perlunya pemisahan kekuasaan antara ekskutif dan legeslatif 4) Peranan negara menjamin ketertiban hukum dan melindungi hak serta kebebasan warga negaranya 5) Negara tidak boleh turut campur di dalam urusan pribadi & ekonomi warga negaranya

5 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

i. Prof. Mr. R. Kranenburg (Jerman) teori tentang Negara Kesejahteraan mengemukakan pendapat tentang tujuan negara sebagai berikut : 1) Negara bukan sekedar pemelihara ketertiban hukum belaka, tetapi secara aktif mengupayakan kesejahteraan warga negaranya 2) Negara harus benar-benar bertindak adil terhadap seluruh warga negara 3) Negara hukum bukan hanya untuk penguasa atau golongan tertentu saja, tetapi untuk kesejahteraan seluruh warga negara di dalam negara 4. Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945 Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 pada Alenia IV yaitu : 1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan kesejahteraan umum 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

Hak asasi Manusia Hak asasi manusia dibawa sejak lahir ( hidup, bebas, memilih sesuatu) Manusia homo hominilupus : manusia hidup sebebas-bebasnya Manusa homohominisocius : manusia hidup dengan didampingi manusia lain UU yang mengatur tentang HAM : UU No. 39 tahun 1999 Menurut PBB, hak yang melekat dengan kemanusiaan kita sendiri yang tanpa hak itu kita mustahil hidup sebagai manusia Macam macam HAM : a. Hak-hak Asasi Pribadi (personal rights), yaitu meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, dan sebagainya. b. Hak-hak Asasi Ekonomi (property rights), yaitu hak untuk memiliki, membeli, dan menjual, serta memanfaatkan sesuatu. c. Hak-hak Asasi Politik (political rights), yaitu hak ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam suatu pemilu), hak untuk mendirikan parpol, dan sebagainya. d. Hak-hak Asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality). e. Hak-hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (social and cultural rights), yaitu meliputi hak untuk memilih pendidikan, hak untuk mengembangkan kebudayaan dan sebagainya. Hak-hak Asasi manusia untuk mendapatkan perlakuan tata cara f. peradilan dan perlindungan (procedural rights). Misalnya, peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahahan, peradilan dan sebagainya. Instrumen HAM Nasional : UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM Komnas HAM merupakan lembaga perlindungan HAM kepada yang didirikan oleh pemerintah untuk mengawasi pelanggaran HAM dalam kehidupan sehari-hari. Pelanggaran HAM dibagi menjadi 2 macam : HAM biasa dan HAM berat Pelanggaran HAM biasa : penghinaan, membatasi kebebasan seseorang, dll. Pelanggaran HAM berat : kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan

6 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Fungsi Komnas HAM yaitu : pengkajian dan penelitian, penyuluhan, pemantauan, mediasi. Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus dibawah peradilan umum dan berkedudukan di daerah kabupaten atau kota. Tujuan : memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran HAM berat. Kejahatan genosida adalah Adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnik, kelompok agama, dengan cara : Membunuh anggota kelompok; Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok; Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagainya; Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok; atau Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. Kejahatan kemanusiaan : salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan langsung terhadap penduduk sipil Pengadilan HAM Ad Hoc untuk menyelesaikan perkara HAM berat pada pengadilan HAM karena keterbatasan wewenang untuk memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran HAM berat sebelum diundangkannya UU No. 26 tahun 2000. Instrumen hukum HAM Internasional dan Peradilannya Magna charta Hobeas Corpus Act Bill of Rights Declaration of Independence Declaration des Droits de Lhomme et du Citoyen Right of self determination The four freedom (FD. Roosevelt) The Universal Declaration of Human Rights ( 10 Desember 1948) International Crime Court / ICC untuk menyelesaikan permasalahan HAM yang tidak bias diselesaikan oleh pengadilan nasional masingmasing Negara. Warga Negara Yang mengatur tentang keberadaan warga negara Indonesia diatur dalam Pasal 26 UUD 1945. Penduduk Indonesia dibedakan menjadi 2 golongan : a. Golongan WNI b. Golongan WNA Isi pasal 26 UUD 1945 yang diamandemen yaitu: Isi UU No. 3 Tahun 1946 WNI menurut UU No. 3 Tahun 1946 diantaranya: 1. Penduduk asli dalam wilayah RI termasuk anak-anak dari penduduk asli. 2. Istri dari seorang warga negara Indonesia 3. Keturunan dari seorang WNI yang kawin dengan WNA 4. Anak-anak yang dilahirkan di wilayah RI dan tidak diketahui siapa orang tuanya 5. Anak-anak yang lahir di wilayah RI yang oleh orang tuanya tak diakui secara sah 6. Anak-anak yang lahir dalam waktu 300 hari setelah ayahnya yang mempunyai kewarganegaraam Indonesia meninggal dunia 7. Orang yang bukan penduduk asli Indonesia terakhir telah berdomisili di

7 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Indonesia selama 5 tahun berturut-turut dan telah berusia 21 tahun atau telah kawin. Jika keberatan menjadi WNI, ia boleh menolak dengan keterangan, bahwa ia adalah warga negara orang lain. 8. Masih menjadi warga negara Indonesia dengan jalan pewarganegaraan / naturalisasi. Syarat-syarat menjadi warga negara RI : 1. Naturalisasi biasa Persyaratan menjadi kewarganegaraan RI menurut UU kewarganegaraan adalah sebagai berikut: a. Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin b. Pada waktu pengajuan permohonan sudah bertempat tinggal diwilayah negara sedikitnya 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. c. Sehat jasmani dan rohani d. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945 e. Tidak pernah dijatuhi pidana karena tindak pidana yang diancam sanksi penjara 1 tahun atau lebih. f. Tidak menjadi berkewarganegaraan ganda g. Mempunyai pekerjaan dan / atau berpenghasilan tetap. h. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara sebesar ketentuan peraturan pemerintah. 2. Naturalisasi Istimewa (luar biasa) Naturalisasi istimewa di negara RI dapat diberikan kepada warga negara asing yang status kewarganegaraannya dalam kondisi sebagai berikut: a. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. b. Anak WNI yang belum berusia 5 tahun meskipun telah secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan, tetap sebagai WNI c. Perkawinan WNI dengan WNA, baik sah maupun tidak sah dan diakui orang tuanya yang WNI, atau perkawinan yang melahirkan anak di wilayah RI meskipun status kewarganegaraan orang tuanya tidak jelas berakibat anak berkewarganegaraan ganda hingga usia 18 tahun atau sudah kawin. d. Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam perundang-undangan. e. Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan disampaikan dalam waktu paling lambat 3 tahun setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin. f. Warga asing yang telah berjasa kepada negara RI dengan pernyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi warga negara RI, atau dapat di minta oleh negara RI, kemudian mereka mengucapkan janji setia dan sumpah (tidak perlu memenuhi semua syarat sebagaimana dalam naturalisasi biasa). Cara ini diberikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan: a. Memenuhi persyaratan perwarganegaraan RI b. Pemohon mengajukan permohonan pewarganegaraan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan materai secukupnya kepada presiden melalui menteri disampaikan kepada pejabat. c. Jika dikabulkan maka pemohon akan memperoleh keppres (keputusan Presiden) kemudian paling lambat 3 bulan setelah dikeluarkan keppres, pemohon mengucapkan sumpah dan janji setia. d. Jika pemohon tidak mengucapkan sumpah dan janji setia pada waktu yang ditentukan, keppres batal demi hukum. e. Pemohon wajib menyerahkan dokumen atau surat-surat keimigrasian atas namanya pada kantor imigrasi dalam waktu 14 hari kerja. Kehilangan Kewarganegaraan : 1. Memilih kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri 2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan

8 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. 3. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas permohonannya sendiri dan yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, tidak menghilangkan kewarganegaraan lainnya. 4. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden. 5. Masuk dinas negara asing. 6. Mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia pada negara asing 7. Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing. 8. Bertempat tinggal diluar wilayah RI selama 5 tahun berturut-turut bukan dalam rangka dinas negara, dan setiap 5 tahun berikutnya tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi warga negara RI pada perwakilan yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan. 9. Punya paspor atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya. D. Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara Persamaan kedudukan warga negara Indonesia ditegaskan dalam UUD 1945 yang telah mengalami empat kali perubahan, yaitu pasal 27 yang isinya berikut: 1. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 2. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 3. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban warga negara Indonesia dan pelaksanaan hak asasi manusia secara garis besar telah diatur dalam pasal-pasal UUD 1945 antara lain sebagai berikut: a. Hak Warga Negara 1. Menyatakan diri sebagai penduduk dan warga negara Indonesia atau ingin menjadi warga negara suatu negara (Pasal 26) 2. Bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat 1) 3. Memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2) 4. Upaya pembelaan negara (Pasal 27 ayat 3) 5. Kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran lisan dan tulisan sesuai dengan undang-undang (Pasal 28) 6. Memperoleh jaminan dan perlindungan dalam pelaksanaan berbagai bidang hak asasi manusia (Pasal 28A s.d 28J) 7. Jaminan memeluk salah satu agama dan pelaksanaan ajaran agamanya masing-masing (Pasal 29 ayat 2) 8. Ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1) 9. Mendapat pengajaran (Pasal 31) 10. Mengembangkan kebudayaan nasional (Pasal 32) 11. Mengembangkan usaha-usaha dalam bidang ekonomi (Pasal 33) 12. Memperoleh jaminan pemeliharaan sebagai fakir miskin, fasilitas kesehatan, fasilitas umum serta dari pemerintah. b. Kewajiban Warga Negara 1. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan (Alinea I, pembukaan UUD 1945). 2. Menghargai nilai-nilai persatuan, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. 3. Menjunjung tinggi dan setia kepada konstitusi negara dan dasar negara (Alinia IV. Pembukaan UUD 1945) 4. Setia membayar pajak untuk negara (Pasal 23 ayat 2) 5. Wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 ayat 1) 6. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara asal (Pasal 27 ayat 3)

9 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

7. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undangundang (Pasal 28J ayat 2), dan 8. Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1) 9. Ikut dalam pendidikan dasar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 10. Pelaksanaan perekonomian berdasarkan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta menjaga keseimbangan, kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Contoh perilaku tentang persamaan kedudukan warga negara dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara: 1) memiliki hak yang sama dalam memilih agama. 2) memiliki hak yang sama untuk ikut bela negara. 3) memiliki hak yang sama untuk ikut dalam pemilihan umum 4) memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan kewarganegaraan. Penerapan Prinsip persamaan kedudukan warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang telah ditegaskan dalam UUD 1945, terutama mengajarkan antara lain bahwa: 1. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. 2. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 3. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. 4. Mengembangkan sikap tidak semena-mena kepada orang lain. 5. Sebagai warga negara dan masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. 6. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban 7. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Lembaga-lembaga Negara Macam- macam lembaga Negara di Indonesia antara lain : 1. MPR (UUD Pasal 2 dan 3) 2. DPR (UUD Pasal 19 s/d 22D) 3. Presiden (UUD Pasal 4 s/d 16) 4. BPK (UUD Pasal 23 E,F,G) 5. DPD (UUD Pasal 22 C dan D) 6. KY ( UUD Pasal 24 B) 7. MA (UUD Pasal 24 dan 24 A) 8. MK (UUD Pasal 24 dan 24 C)

Sebelum Amandemen UUD 1945 DPR MPR PRESIDEN MA DPA (Dewan Pertimbangan Agung) BPK

Sesudah Amandemen UUD 1945 DPR MPR DPD PRESIDEN MA MK KY BPK Note : sebelum Amandemen UUD 1945, MPR merupakan lembaga tertinggi Negara, setelah Amandemen UUD 1945, MPR menjadi lembaga tinggi Negara. I. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

10 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

DPR adalah lembaga tinggi Negara dalam system ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat Keanggotaannya berasal dari partai politik yang dipilih melalui Pemilihan Umum (Pemilu). DPR mempunyai fungsi sebagaimana lembaga perwakilan rakyat pada umumnya, yaitu 1. Fungsi legislasi (legislating) Fungsi legislasi merupakan fungsi paling dasar dari sebuah lembaga legislative. Fungsi yang dimiliki ini bertujuan agar DPR dapat membentuk peraturan perundangundangan yang baik. Melalui DPR aspirasi masyarakat ditampung, kemudian dari kehendak rakyat tersebut diimplementasikan dalam undang-undang yang dianggap sebagai representasi rakyat banyak. 2. Fungsi anggaran (budgeting) Selain membuat produk perundang-undangan DPR juga berfungsi menyusun anggaran Negara. DPR bersama presiden menyusun anggaran dalam RAPBN yang nantinya dijadikan Undang-undang tentang anggaran penerimaan dan belanja Negara. Dalam susunan keanggotaan DPR sendiri ada panitia anggaran sebagai divisi khusus yang mengurusi anggaran Negara. 3. Fungsi pengawasan (controlling) DPR sebagai lembaga legislative yang dianggap sebagai representasi masyarakat mempunyai tugas untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Pemerintahan dilaksanakan oleh eksekutif. Dalam hal melakukan pengawasan terhadap eksekutif DPR mempunyai wewenang untuk melakukan hak angket dan hak interpelasi. Pengawasan yang dilakukan terkait dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah (eksekutif). Eksekutif sebagai pelaksana undang-undang memang harus mendapatkan pengawasan. Sebuah lembaga Negara yang tidak mendapatkan pengawasan maka akan memungkinkan munculnya penyalahgunaan wewenang. Jika anggota DPR melakukan perbuatan pidana, pemanggilan, permintaan keterangan, dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. Ketentuan tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindakan pidana korupsi. Masa jabatan DPR adalah 5 tahun, berakhir bersamaan dengan pengucapan sumpah/janji DPR baru. Anggota DPR berjumlah 560 orang. Berdasarkan UU No.22 tahun 2003 mengenai Susunan Dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU Susduk), DPD memiliki wewenang sebagai berikut: membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama; membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undangundang; menerima dan membahas usulan rancangan undang-undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan; memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama; menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD; melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, anggaran pendapatan dan belanja negara, serta kebijakan pemerintah; membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama; memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD;

11 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan; memberikan persetujuan kepada presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial; memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden; memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada presiden untuk ditetapkan; memberikan pertimbangan kepada presiden untuk mengangkat duta, menerima penempatan duta negara lain, dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi; memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain, serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau pembentukan undang-undang; menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat; dan Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan DPD terhadap pelaksanaan sejumlah UU tentang : 1. Otonomi daerah 2. Pembentukan, pemekaran, penggabungan daerah 3. Hubungan pusat dan daerah 4. SDA dan SDE (Sumber Daya Ekonomi) 5. Pelaksanaan APBN 6. Pajak, pendidikan, dan agama

DPR mempunyai bebrapa hak, yaitu; hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. 1. Hak interpelasi Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan Pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Hak angket Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dan/atau kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundangundangan. 3. Hak menyatakan pendapat Hak menyatakan pendapat adalah hak DPR untuk menyatakan pendapat atas: Kebijakan pemerintah atau mengenai kejadian luar biasa di dalam negeri maupun luar negeri Tindak lanjut pelaksanaan interpelasi Dugaan bahwa presiden atau wakil presiden melanggar hukum Larangan anggota DPR antara lain : 1. Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat Negara lainnya (hakim pada badan peradilan, pegawai negeri sipil, anggota TNI/Polri, pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD)

12 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

2. Anggota DPR boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural (pada lembaga pendidikan swasta, akuntan publik, konsultan, advokat/pengacara, notaris, dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPR). Alat kelengkapan tetap DPR terdiri dari: Pimpinan DPR RI Terdiri atas seorang ketua dan empat wakil ketua. Ketua berasal dari parpol peraih kursi terbanyak pemilu. Wakil ketua berasal dari parpol peraih suara tebanyak kedua, ketiga, keempat, kelima. Dalam melaksanakan tugas, pimpinan DPR bertanggung jawab atas Rapat Paripurna DPR Badan Musyawarah (Bamus) Tugas pokoknya menetapkan agenda DPR satu tahun sidang, meberikan pendapat pada pimpinan DPR, mengusulkan ruang lingkup komisi kepada rapat Paripurna. Komisi, terdiri atas 11 komisi. Badan Legislasi (Baleg) Panitia Anggaran Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Badan Kehormatan Menindak lanjuti dugaan pelanggaran oleh anggota DPR. Kemudian memberikan rekomendasi kepada pimpinan DPR untuk menjatuhkan sanksi kepada anggota yang terkait.

II.

Alat kelengkapan lain yang dibentuk oleh rapat Paripurna : 1. Anggota DPR 2. Sekretariat Jendral, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR, ditetapkan berdasar keputusan presiden yang pegawainya terdiri dari PNS. Diangkat dan diberhentikan oleh keputusan Presiden atas usul pimpinan DPR. MPR MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga Negara (lembaga tinggi Negara yang terdiri atas anggota DPR dan DPD). Sebelum amandemen. Setelah amandemen, SEBELUM AMANDEMEN UUD SETELAH AMANDEMEN UUD MPR merupakan lembaga tertinggi MPR merupakan lembaga tinggi Negara (pemegang dan pelaksana Negara terdiri atas DPR dan DPD, yang kedaulatan rakyat) yang terdiri atas setara dengan lembaga tinggi Negara anggota DPR, utusan daerah, dan lainnya. utusan golongan. Tidak lagi memiliki wewenang menetapkan GBHN MPR tidak lagi mengeluarkan TAP MPR, kecuali berkenaan dengan hal yang penting.

MPR bersidang sedikitnya sekali dalam 5 tahun di ibukota Negara. Anggota MPR tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi berasal dari anggota DPD dan DPR yang dipilih melalui pemilu secara langsung. Anggota DPR dan DPD merupakan anggota MPR. Jumlah anggota MPR adalah 692 orang, terdiri atas 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD. Amandemen UUD 1945 mengubah kedudukan, fungsi dan kewenangan MPR yang dianggap tidak selaras dengan prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat. Terjadi amandemen pada pasal 1 ayat 2. Setelah sidang MPR tahun 2003, presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat, tidak lagi oleh MPR. Menurut UU Nomor 27 Tahun 2009 pasal 4, MPR mempunyai tugas dan wewenang: 1. mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar;

13 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

2. melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum dalam sidang Paripurna Majelis; 3. memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan untuk menyampaikan penjelasan dalam Sidang Paripurna Majelis; 4. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya; 5. memilih dan melantik Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatanya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari; 6. memilih dan melantik Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai habis masa jabatanya. Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilu. Keanggotaannya diresmikan dengan putusan presiden. Masa jabatannya berakhir 5 tahun bersamaan dengan dilantiknya anggota MPR yang baru. Sebelum memegang jabatan, anggota MPR harus mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama oleh Mahkamah Agung dalam sidang paripurna MPR. Anggota MPR yang berhalangan mengucapkan sumpah, akan dipandu oleh pimpinan MPR. Sidang MPR sah apabila dihadiri:

sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah Anggota MPR untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR untuk mengubah dan menetapkan UUD sekurang-kurangnya 50%+1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang lainnya Putusan MPR sah apabila disetujui:

sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden sekurang-kurangnya 50%+1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk memutus perkara lainnya. Sebelum mengambil putusan dengan suara yang terbanyak, terlebih dahulu diupayakan pengambilan putusan dengan musyawarah untuk mencapai hasil yang mufakat. Alat kelengkapan MPR terdiri atas; Pimpinan dan Panitia Ad Hoc.

1. Pimpinan Pimpinan MPR terdiri atas 1 (satu) orang ketua yang berasal dari anggota DPR dan 4 (empat) orang wakil ketua yang terdiri atas 2 (dua) orang wakil ketua berasal dari anggota DPR dan 2 (dua) orang wakil ketua berasal dari anggota DPD, yang ditetapkan dalam sidang paripurna MPR. 2. Panitia Ad Hoc Panitia ad hoc MPR terdiri atas pimpinan MPR dan paling sedikit 5% (lima persen) dari jumlah anggota dan paling banyak 10% (sepuluh persen) dari jumlah anggota yang susunannya mencerminkan unsur DPR dan unsur DPD secara proporsional dari setiap fraksi dan Kelompok Anggota MPR.

14 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

III.

PRESIDEN Presiden Indonesia (nama jabatan resmi: Presiden Republik Indonesia) adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Presiden adalah symbol resmi dari Negara Republik Indonesia. Sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri-menteri yang duduk dalam cabinet untuk menjalankan pemerintahan. Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan.

Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) Menetapkan Peraturan Pemerintah Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri Menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR Menyatakan keadaan bahaya. Mengangkat duta dan konsul. Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. Memberi grasi, rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial dan disetujui DPR Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden, DPR, dan Mahkamah Agung Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR. PEMILIHAN PRESIDEN Menurut Perubahan Ketiga UUD 1945 Pasal 6A, Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Sebelumnya, Presiden (dan Wakil Presiden) dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan adanya Perubahan UUD 1945, Presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR, dan kedudukan antara Presiden dan MPR adalah setara. Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya. Pilpres pertama kali di Indonesia diselenggarakan pada tahun 2004. Jika dalam Pilpres didapat suara >50% jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari separuh jumlah provinsi Indonesia, maka dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Jika tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, maka pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres mengikuti Pilpres Putaran Kedua. Pasangan yang memperoleh suara terbanyak dalam Pilpres Putaran Kedua dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih.

15 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Pemilihan Wakil Presiden yang lowong Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, Presiden mengajukan 2 calon Wapres kepada MPR. Selambat-lambatnya, dalam waktu 60 hari MPR menyelenggarakan Sidang MPR untuk memilih Wapres. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang lowong Dalam hal Presiden dan Wakil Presiden keduanya berhalangan tetap secara bersamaan, maka partai politik (atau gabungan partai politik) yang pasangan Calon Presiden/Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres sebelumnya, mengusulkan pasangan calon Presiden/Wakil Presiden kepada MPR. Selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari, MPR menyelenggarakan Sidang MPR untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden Usul pemberhentian Presiden/Wakil Presiden dapat diajukan oleh DPR. Apabila DPR berpendapat bahwa Presiden/Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden/Wakil Presiden (dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPR), DPR dapat mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi, Jika mendapat dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota. Jika terbukti menurut UUD 1945 pasal 7A maka DPR dapat mengajukan tuntutan impeachment tersebut kepada Mahkamah Konstitusi RI kemudian setelah menjalankan persidangan dalam amar putusan Mahkamah Konstitusi RI dapat menyatakan membenarkan pendapat DPR atau menyatakan menolak pendapat DPR dan MPR-RI kemudian akan bersidang untuk melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi RI tersebut.

IV.

BPK (BADAN PEMERIKSA KEUANGAN) Badan Pemeriksa Keuangan (disingkat BPK) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah, dan diresmikan oleh Presiden. Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (sesuai dengan kewenangannya). Anggota BPK Anggota BPK berjumlah Sembilan orang yang anggotanya diresmikan oleh keputusan Presiden Susunan BPK terdiri atas seorang ketua yang merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, dan tujuh anggota Anggota BPK menjabat selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam 1 kali masa jabatan

Tugas dan Wewenang BPK Bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara yang dilakukan oleh : 1. Pemerintah pusat

16 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Pemerintah daerah Lembaga Negara lainnya Bank Indonesia BUMN Badan layanan umum BUMD Lembaga lain yang mengelola keuangan Negara

Pemeriksaan BPK mencakup pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Hasil pemeriksaan oleh BPK kemudian diserahkan kepada : DPR, DPD, DPRD. Jika dalam pemeriksaan ditemukan unsure pidana, BPK melaporkan hal tersebut ke instansi berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan paling lama 1 bulan sejak diketahui unsur pidana tersebut. Laporan BPK dijadikan dasar penyidikan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan instansi yang berwenang dan hasilnya dilaporkan secara tertulis kepada DPR, DPRD, DPD, Pemerintah Wewenang dari BPK :

1. menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan; 2. meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oleh setiap orang, unit organisasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan Layanan Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara; 3. melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan barang milik negara, di tempat pelaksanaan kegiatan, pembukuan dan tata usaha keuangan negara, serta pemeriksaan terhadap perhitungan-perhitungan, surat-surat, bukti-bukti, rekening koran, pertanggungjawaban, dan daftar lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara; 4. menetapkan jenis dokumen, data, serta informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang wajib disampaikan kepada BPK; 5. menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah yang wajib digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara; 6. menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara; 7. menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di luar BPK yang bekerja untuk dan atas nama BPK; 8. membina jabatan fungsional Pemeriksa; 9. memberi pertimbangan atas Standar Akuntansi Pemerintahan; dan 10. memberi pertimbangan atas rancangan sistem pengendalian intern Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah. BPK menilai atau menetapkan jumlah kerugian Negara yang diakibatkan dari perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun tidak sengaja oleh lembaga pengelolaan keuangan Negara. Penetapan jumlah penggantian kerugian yang diakibatkan oleh lembaga tersebut sesuai dengan keputusan BPK. BPK dapat memberikan : 1. Pendapat kepada DPR, DPRD, DPD, pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan lembaga pengelolaan keuangan Negara lainnya. 2. Pertimbangan atas penyelesaian kerugian Negara atau daerah yang ditetapkan oleh pemerintahan pusat atau daerah 3. Keterangan ahli dalam proses peradilan kerugian Negara V. MAHKAMAH AGUNG (MA)

17 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Berkedudukan di ibukota Negara Dalam melaksanakan tugasnya, MA terlepas dari pengaruh pemerintah dan lainnya MA adalah lembaga tinggi Negara dalam system ketatanegaraan Indonesia yang memegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan MK Kekuasaan kehakiman berwenang mengadili pada tingkat kasasi (terakhir) dan menguji peraturan oleh undang-undang Dibawah kekuasaan kehakiman terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, agama, militer, tata usaha Negara (PTUN) Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam UU seperti : kejaksaan, kepolisian, advokat MA membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, agama, militer, tata usaha Negara. Peradilan umum pada tingkat pertama pengadilan negeri, tingkat banding oleh pengadilan tinggi, dan tingkat kasasi oleh MA Peradilan agama pada tingkat pertama pengadilan agama, tingkat banding oleh pengadilan tinggi agama, dan tingkat kasasi oleh MA Peradilan militer pada tingkat pertama pengadilan militer, tingkat banding oleh pengadilan tinggi militer , dan tingkat kasasi oleh MA Kewajiban dan wewenang Kewajiban dan wewenang MA, antara lain : 1. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi 2. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang 3. Wewenang lain yang diberikan oleh UU 4. Mengajukan tiga orang hakim konstitusi 5. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden member grasi dan rehabilitasi Susunan Mahkamah Agung : 1. Pimpinan, terdiri atas seorang ketua dan wakil ketua, beberapa ketua muda 2. Anggota 3. Panitera 4. Sekretaris Jendral

VI.

HAKIM AGUNG Hakim agung maksimal berjumlah 60 orang, merupakan hakim anggota MA Calon hakim agung di usulkan oleh KY kepada DPR kemudian ditetapkan oleh presiden Hakim agung bias dipilih dari sistem karier (hakim) maupun profesi atau akademisi Untuk mengisi jabatan diusulkan masing-masing dua calon

MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) MK lahir sebagai hasil dari proses amandemen ketiga UUD 1945 tanggal 10 November 2001 MK berkedudukan di ibukota Negara Indonesia MK adalah lembaga tinggi Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan MA. Keberadaan MK dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi Susunan Keanggotaan MK Mahkamah Konstitusi terdiri dari 9 orang hakim konstitusi yang ditetapkan presiden Susunan MK terdiri atas seorang ketua yang merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, dan tujuh anggota Ketua MK dan wakilnya dipilih dari dan oleh hakim konstitusi untuk jabatan 3 tahun Sebelum ketua dan wakil terpilih, rapat pemilihan ketua dan wakil ketua dipimpin oleh hakim konstitusi yang usianya paling tua Wewenang MK

18 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Mahkamah konstitusi mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk : 1. Menguji undang-undang terhadap UUD 1945 2. Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945 3. Memutus pembubaran partai politik 4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu Mahkamah konstitusi wajib member putusan atas pendapat DPR bahwa presiden atau wapres diduga melanggar hukum MK wajib mengumumkan laporan berkala kepada masyarakat secara terbuka, seperti : - Permohonan yang terdaftar, diperiksa, diputus - Pengelolaan keuangan dan administrasi MK berwenang memanggil pejabat Negara, pemerintah, warga masyarakat untuk member kewenangan HAKIM KONSTITUSI MK memiliki 9 orang hakim konstitusi yang ditetapkan presiden Hakim konstitusi diajukan masing-masing tiga orang oleh MA, tiga orang DPR, tiga orang presiden untuk ditetapkan oleh putusan presiden Hakim Konstitusi adalah pejabat Negara Masa jabatan Hakim Konstitusi 5 tahun dan dapat dipilih kembali dalam satu kali masa jabatan

VII.

DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) DPD dipilih secara langsung oleh rakyat daerah melalui pemilu DPD memiliki kewenangan untuk membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, RUU yang lain berkaitan dengan kepentingan daerah DPD merupakan lembaga tinggi Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui pemilu DPD memiliki fungsi : - Mengajukan usul, ikut membahas dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu - Mengawasi pelaksanaan suatu UU Anggota DPD berasal dari setiap provinsi di Indonesia. Jumlah anggota DPD tiap provinsi 4 orang, jadi totalnya adalah 132 orang Jumlah anggota DPD tidak lebih dari sepertiga anggota DPR Keanggotaan DPD diputuskan oleh presiden FUNGSI DPD Fungsi DPD antara lain : 1. Mengajukan usul kepada DPR mengenai RUU yang berkaitan dengan : - Otonomi daerah - Hubungan pemerintah pusat dan daerah - Pembentukan,pemekaran, penggabungan daerah - Pengelolaan SDA dan SDE - Sesuatu yang berkaitan dengan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah 2. Membahas RUU tersebut bersama presiden dan DPR 3. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU tentang APBN, pajak, pendidikan, agama 4. Mengawasi pelaksanaan UU TUGAS DAN WEWENANG Tugas dan wewenang DPD adalah : 1. Mengajukan kepada DPR RUU yang berkaitan dengan : - Otonomi daerah - Hubungan pemerintah pusat dan daerah - Pembentukan,pemekaran, penggabungan daerah

19 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. VIII.

Pengelolaan SDA dan SDE Sesuatu yang berkaitan dengan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah Membahas bersama DPR dan presiden RUU yang berkaitan dengan persoalan tersebut Membahas bersama DPR dan presiden RUU yang diajukan oleh DPR dan presiden berkaitan dengan hal tersebut Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan pajak, pendidikan, agama. Mengawasi pelaksanaan UU Menyampaikan hasil pengawasan kepada DPR sebagai bahan untuk ditindaklanjuti Menerima hasil pemeriksaan uang Negara dari BPK sebagai bahan pertimbangan kepada DPR tentang RUU APBN Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK Ikut serta dalam menyusun program legislasi nasional

KOMISI YUDISIAL (KY) Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no 22 tahun 2004 yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung. Wewenang : Komisi Yudisial berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. TUGAS

Mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung, dengan tugas utama: 1. 2. 3. 4. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung; Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung; Menetapkan calon Hakim Agung; dan Mengajukan calon Hakim Agung ke DPR.

Menjaga dan Menegakkan Kehormatan, Keluhuran Martabat Serta Perilaku Hakim, dengan tugas utama: 1. Menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim, 2. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim, dan 3. Membuat laporan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi yang disampaikan kepada Mahkamah Agung dan tindasannya disampaikan kepada Presiden dan DPR.

Pertanggung jawaban : Komisi Yudisial bertanggungjawab kepada publik melalui DPR, dengan cara menerbitkan laporan tahunan dan membuka akses informasi secara lengkap dan akurat. Keanggotaan : Keanggotaan Komisi Yudisial terdiri atas mantan hakim, praktisi hukum, akademisi hukum, dan anggota masyarakat. Anggota Komisi Yudisial adalah pejabat Negara, terdiri dari 7 orang (termasuk Ketua dan Wakil Ketua yang merangkap Anggota). Anggota Komisi Yudisial memegang jabatan selama masa 5 (lima) tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. Kerjasama dan Perjanjian Internasional Macam macam politik luar negeri : Politik isolasi atau menutup diri, politik suatu Negara yang tidak mau berhubungan dengan Negara lain Politik autharchi atau self sufficiency, politik suatu Negara dalam mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa menggantungkan pada Negara lain KORPS DIPLOMATIK

20 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Tugas pokok : Menyelenggarakan hubungan dengan Negara lain atau hubungan kepala Negara dengan pemimpin asing Mengadakan perundingan masalah-masalah yang dihadapi kedua Negara dan berusaha menyelesaikannya Mengurus kepentingan Negara serta warga negaranya di Negara lain Bertindak sebagai tempat pencatatan sipil, pemberian paspor, dll Fungsi pokok : Mewakili Negara pengirim di Negara penerima Melindungi kepentingan Negara pengirim dan warga negaranya di Negara penerima Mengadakan persetujuan dengan pemerintah Negara penerima Member keterangan tentang kondisi dan perkembangan Negara penerima kepada pemerintah Negara pengirim Memelihara hubungan persahabatan kedua Negara Tingkatan korps diplomatik : Duta besar ( ambassador ) Duta ( Gerzant ) Menteri Residen Kuasa usaha ( Charge de affair )

Perwakilan Konsuler Adalah perwakilan yang menjalankan segala urusan dan kepentingan Negara pengirim di bidang non politik sesuai kepentingan Negara pengirim. Tingkatan : Konsul jenderal Konsul Konsul muda Agen konsul Fungsi pokok : Melindungi kepentingan Negara dan warga Negara pengirim di Negara penerima Meningkatkan kerjasama dua Negara Memberikan paspor, visa, dan dokumen perjalanan kepada warga Negara penerima yang hendak ke Negara pengirim Membantu dan menolong warga Negara pengirim di Negara penerima PENGGOLONGAN PERJANJIAN INTERNASIONAL Perjanjian internasional dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bentuk, yaitu 1. Menurut jumlah pihak yang mengadakan perjanjian

Berdasarkan pihak yang mengadakan perjanjian, perjanjian internasional dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian, yaitu : a. Perjanjian Bilateral

Perjanjian bilateral adalah perjanjian yang dilakukan oleh 2 negara. Contoh perjanjian bilateral : Perjanjian antara Indonesia dengan China tentang dwikenegaraan tahun 1955 (yaitu dimana warga Tionghoa punya 2 kewarganegraan, yaitu China dan Indonesia) b. Perjanjian Multilateral

Perjanjian multilateral adalah perjanjian yang dilakukan oleh lebih dari 2 negara atau banyak Negara. Contoh perjanjian multilateral :

21 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

2.

Konfensi Jamaika 1982 tentang hokum laut (zona ekonomi eksklusif) Menurut Subjeknya

Berdasarkan subjeknya, perjanjian internasional terbagi atas 3 bagian, yaitu : a. b. c. 3. Perjanjian antarnegara yang dilakukan oleh banyak negara. Perjanjian antarnegara dengan subjek hokum internasional lainnya. Perjanjian antara subjek hokum internasional selain negara. Menurut Fungsinya

Menurut fungsinya, perjanjian ineternasional dapat terbagi atas : a. Perjanjian yang membentuk hukum atau Law Making Treaties, adalah perjanjian yang meletakkan ketentuan-ketentuan hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan atau bersifat multilateral. b. Perjanjian yang bersifat khusus atau Trealy Contract, adalah perjanjian yang hanya menimbulkan akibat hukum bagi pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. 4. Menurut isinya a. segi politis, seperti Pakta pertahanan dan pakta perdamaian, contoh NATO, SEATO, ANZUS b. segi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan bantuan keuangan c. segi hukum, seperti status kewarganegaraan d. segi batas wilayah, seperti laut territorial e. segi kesehatan, seperti masalah karantina, wabah AIDS, dll. 5. Menurut proses / tahapan pembentukkan a. Perjanjian bersifat penting, yang dibuat melalui proses perundingan, penandatanganan, ratifikasi b. Perjanjian bersifat sederhana, yang dibuat melalui dua tahap, yaitu perundingan dan penandatanganan ISTILAH PERJANJIAN INTERNASIONAL Trakat (Treaty), yaitu perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dari dua Negara atau lebih. Perjanjian ini khusus mencakup bidang politik dan bidang ekonomi. Konvensi (Convention), yaitu pesetujuan formal yang bersifat multilateral, dan tidak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi (high policy). Persetujuan ini harus dilegalisasi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh (plaenipotentiones). Pesetujuan (Agreement), yaitu perjanjian yang bersifat teknis atau administratif. Agreement tidak diartikan karena sifatnya tidak seresmi trakat dan konvensi. Perikatan (Arrangement), yaitu istilah yang digunakan untuk transaksitransaksi yang bersifat sementara. Perikatan ini tidak seresmi trakat dan konvensi. Proses Verbal, yaitu catatan-catatan atau ringkasan-ringkasan atau kesimpulan-kesimpulan konferensi diplomatik, atau catatan-catatan suatu permufakatan. Proses verbal tidak diratifikasi. Piagam (Statute), yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan internasional baik mengenai pekerjaan maupun kesatuankesatuan tertentu seperti pengawasan internasional yang mencakup tentang minyak atau mengenai lapangan kerja lembaga-lembaga

22 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

internasional. Piagam itu dapat digunakan sabagai alat tambahan untuk pelaksanaan suatu konvensi (seperti piagam kebebasan transit). Prokol (Protocol), yaitu persetujuan yang tidak resmi dan pada umumnya dibuat oleh kepala Negara, mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran klausul-klausul tertentu. Deklarasi (Declaration), yaitu Perjanjian internasional yang berbentuk trakat, dan dokumen tidak resmi. Deklarasi sebagai trakat bila menerangkan suatu judul dari batang tubuh ketentuan trakat, dan sebagai dokumen tidak resmi apabila merupakan lampiran pada trakat atau konvensi, Deklarasi sebagai persetujuan tidak resmi bila mengatur hal-hal yang kurang penting. Modus (Vivendi), yaitu dokumen untuk mencatat persetujuan internasional yang bersifat sementara, sampai berhasil diwujudkan perjumpaan yang lebih permanen, terinci, dan sistematis serta tidak memerlukan ratifikasi. Pertukaran Nota, yaitu metode yang tidak resmi, tetapi akhir-akhir ini banyak digunakan. Biasanya, pertukaran nota dilakukan oleh wakilwakil militer dan negara serta dapat bersifat multirateral. Akibat pertukaran nota ini timbul kewajiban yang menyangkut mereka. Ketentuan Penutup (Final Act), yaitu ringkasan hasil konvensi yang menyebutkan negara peserta, nama utusan yang turut diundang, serta masalah yang disetujui konferensi dan tidak memerlukan ratifikasi. Ketentuan Umum (General Act), yaitu trakat yang dapat bersifat resmi dan tidak resmi. Misalnya, LBB (Liga Bangsa-Bangsa) menggunakan ketentuan umum mengenai arbitasi untuk menyelesaikan secara damai pertikaian internasional tahun1928. Charter, yaitu istilah yang dipakai dalam perjanjian internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administraif. Misalnya, Antalantic Charter. Pakta (Pact), yaitu istilah yang menunjukan suatu persetujuan yang lebih khusus (Pakta Warsawa). Pakta membutuhkan ratifikasi. Convernant, yaitu anggaran dasar LBB (Liga Bangsa-Bangsa)

PROSES PEMBUATAN PERJANJIAN INTERNASIONAL Menurut Konvensi Wina 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional disebutkan tahap pembuatan perjanjian internasional dilakuakn melalui tahap: a. Perundingan (Negotiation), perundingan tahap pertama tentang objek tertentu, diwakili oleh kepla negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri atau duta besar dengan menunjukkan Surat Kuasa Penuh (full powers) b. Penandatanganan (Signature), biasanya dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Tapi perjanjian belum dapat diberlakukan sebelum diratifikasi oleh masing-masing negara. c. Pengesahan (Ratification), Penandatanganan hanya bersifat sementara dan harus dikuatkan dengan pengesahan atau penguatan yang disebut ratifikasi. Ratifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan sbb: 1. Ratifikasi oleh badan eksekutif, biasanya dilakukan oleh raja absolut dan pemerintahan otoriter. 2. Ratifikasi oleh badan Legislatif atau DPR,Parlemen tapi jarang digunakan. 3. Ratifikasi campuran antara DPR (legislatif) dengan Pemerintah (Eksekutif). Dibagi menjadi 2, yaitu : Sistem campuran yang menonjolkan lemabga eksekutif Sistem campuran yang menonjolkan lembaga legislative

23 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Asas-asas Hukum Internasional (Hugo de Groot) Ada beberapa asas asas Hukum Internasional dalam menjalin hubungan antar bangsa ASAS TERITORIAL Menurut azas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya dan terhadap semua barang atau orang yang berada diwilayah tersebut, berlaku hukum asing (internasional) sepenuhnya. ASAS KEBANGSAAN Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya, menurut asa ini setiap negara di manapun juga dia berada tetap mendapatkan perlakuan hukum dari negaranya, Asas ini mempunyai kekuatan extritorial, artinya hukum negera tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun ia berada di negara asing. ASAS KEPENTINGAN UMUM Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalan kehidupan masyarakat, dalam hal ini negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum, jadi hukum tidak terikat pada batas batas wilayah suatu negara.

GLOBALISASI Globalisasi adalah suatu keadaan yang mendunia dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan antar negara dan antar manusia semakin besar, batas-batas kedaulatan suatu negara dan bangsa menjadi kabur serta keputusan atau kegiatan dibelahan dunia yang satu dapat mempengaruhi keputusan belahan dunia yang lain. Ciri pokok neoliberalisme adalah : 1. Perusahaan swasta bebas dari campur tangan pemerintah ( buruh, harga, investasi,dll). 2. Hentikan subsidi negar kepada rakyat dan privatisasi perusahaan milik negara. 3. Penghapusan idiologi kesejahteraan bersama dan pemilikan bersama karena itu menghalangi pertumbuhan. Penomena/tanda-tanda globalisasi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Meningkatnya perdagangan global. Meningkatnya aliran modal Internasional,investasi langsung luar negeri. Meningkatnya aliran data lintas batasmelaui internet,telepon dan satelit komunikasi. Adanya desakan dari belahan bumi lain untuk mengadili penjahat perang, menyerukan keadilan. Meningatnya pertukaran budaya internasional melaui felm hollywood, bollywood dan mandarin. Menyebarnya pahammultikulturalisme sereta semakin besar akses individu terhadap berbagai macam budaya. Meningkatnya perjhalanan turis lintas negara. Meningkatnya imigrasi termasuk yang ilegal. Berkembangnya infrastruktur telekomunikasi global. Berkembangnya sistem keuangan global. Meningkatnyaaktivitas perekonomian dunia yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Menigkatnya eran organisasi internasiuonal seperti WTO, IMF, Bank Dunia yang menangani urusan transaksi internasional. Debat Mengenai Globalisasi : Kaum Skeptis Kaum Hiperglobalis Kaum Tranformatif

Apanya yang baru

Blok-blok perdagangan

Suatu abad global

Tingkat kesalingterkaitan masyarakat global seperti sekarang ini belum pernah

24 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Ciri dominan

Kekuasaan pemerintahan nasional Kekuatan pendorong Globalisasi Pola Stratifikasi Tema dominan

Dunia kurang begitu saling bergantung dibandingkan tahun 1890 an Diperkuat atau meningkat Pemerintah dan pasar

Kap[italisme global, pemerintahan global, masyarakat madani global Berkurang atau terkikis

terjadi sebelumnya Globalisasi yang ekstensif dan intensif

Dibentuk kembali(restructured) Gabungan kekuatan modernitas

Kapitalisme dan tekhnologi

Meningkatnya marjinalisasi di belahan dunia bagian selatan Kepentingan nasional

Terkikisnya bentuk hirarki lama McDonal, Madonna, Marlirn Manroe, dll Sebagai penataan penataan kembali kerangka tindakan manusia Peradaban global

Arsitektur tatanan dunia yang baru Tranformasi Masyarakat politik Sebagai penataan kembali bubungan antar kawasan dan tindakan dari kejauhan Tidak menentukan integrasi dan fragnentasi global Globalisasi yang mengubah (mentranformasi) kekuasaan pemerintah dan politik dunia

Konseptualisasi Sebagai Globalisasi internasionalisai dan regionalisasi Arah yang mau dituju Ringkasan Argumen Blok-blok regional/benturan peradaban Internasionalisasi tergantung pada persetujuan dan dukungan pemerintah nasional

Berakhirnya negara bangsa

C. 1.

Aspek-Aspek Globalisasi : Globalisasi Informasi dan Komunikasi : Informasi dan komunikasi yang didukung tekhnologi canggih semakin efisien dan efektif. Contoh : Telepon, Radio, Televisi, Internet dapat mengatasi jarak jauh menjadi dekat,dapat digunakan berkomunikasi antar warga suatu negara dengan nwarga negara lain yang saling berjauhan. Barang yang ditawarkan lewat televisi dankoran lebih mudah dikenal konsumen. Industri wisata suatu negara ditawarkan lewat media massa sehingga meningkatkan arus wisatawan, pernyataan seseorang dengan cepat dapat disiarkan lewat radio, Tv , koran dan internet. Globalisasi Ekonomi : Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa kedalam sistem ekonomi global baik yang menyangkut pasokan, permintaan transportasii, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi serta pemasran. Globalisasi ekonomi menghendaki persaingan bebas melalui mekanisme pasar sehingga mekainisme oasar itulah yang menentukan apakah produk dari sebuah negara dapat bersaing atau tidak. Pola ekonomi globalinilah yang memunculkan neoliberalisme. Pasar dikuasai negara maju dan negara miskin semakin terpinggirkan sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu globalisasi ekonomi jauh dari keadilan sosial, serta jauh dari kesejahteraan rakyat baik secara nasional maupun internasional. Globalisasi Hukum : Globalisasi adalah mengaburkan batas-batas kenegaraan dibidang hukum sehingga tidakada lagi negara yang dapat mengklaim bahwa ia menganut sistem hukumnasional secara absolut. Kini telah terjadi saling mempengaruhi antar sistem hukum, termasuk Indonesia. Contoh Adanya aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya perubahan dan keadilan. Globalisasi Politik : Globalisasi politik menyangkut isu demokratisasi dan hak asasi manusia. Kesadaran warganegara diberbagai belahan dunia untuk berartisipasi di bidang politik semakin meningkat, demikian halnya dengan HAM yaitu kemampuan dan kesadaran untuk menghargai HAM dan menegakkannya semakin tumbuh dimana-mana. Globalisasi Ilmu Pengetahuan :

2.

3.

4.

5.

25 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Masa depan adalah peradaban yang didominasi ilmu pengetahuan. IPTEK menjadi sumber kekuatan untuk mewujudkan kemakmuran. Globalisasi IPTEK memunculkan kesadaran pentinfgnya pemamfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk mengolah potensi alam untuk kemaslahatan hidup orang banyak. Seperti rekayasa genetika, kloning, perkembangan komputer, dll. 6. Globalisasi Budaya : Globalisasi budaya melalui Tv, film, musik dllmenyebabkan pertemuannya budaya-budaya dari berbagai negarayang dapat menyebabkan fusi atau peleburan menjadi budaya baru yang produktif. Globalisasi dapat membantu menegakkan kembali asal ususl etnis,membangkitkan tradisi dan landasan-landasan religius. Tetapi globalisasi budaya juga dapat menimbulkan berbagai gaya hiduppermisif yaitu gaya hidup yang tidak perduli pada nilai moral dan etika. 7. Glonalisasi Agama : Globalisasi dapat menyentuh agama-agama ,terutama yang berkaitan dengan norma, nilai, dan makna agama... Disastu sisi dengan kemajuan informasi dan telekomunikasi dapat berakibatpositif bagi agama-agama, misalnya, penyiaran nilai-nilai agama dan sebaliknya menyiarkan jauh dari nilai keagamaan serta dapat menimbulkan singkritisme atau mencari alternatif kepercayaan lainnya yang mereka yakini. D. Pengaruh Globalisasi : Bidang politik : 1. a. Menyebarnya nilai politik barat seperti unjuk rasa yang kadang mengabaikan kepentingan umum. b. Lunturnya nilai politik yang ebrsifat kekeluargaan, mufakat dan gotong royong. c. Politik semakin bersifat tirani, diktator mayoritas. d. Akuntabilitas jabatan publik semakin mendapat sorotan masyarakat. e. Semakin banyak parpol, LSM yang menyuarakan HAM, lingkungan yang ditunggangi pihak tertentu. f. Melemahnya kedaulatan negara. g. Masalah lokal selau dikaitkan ke dalam konteks global. h. Organisasi internasional sangat berkuasa. i. Hubungan Internasional lancar, multi senrtris dan saling ketergantungan. 2. Bidang Ekonomi : a. Modal besar semakin kuat yang lemah tersingkir. b. Pemerintah sebagai regulasi (penata, pengatur) ekonomi yang ditetapkan menurut kemauan pasar. c. Berkurangnya sibsidi terhadap sektor ekonomi rakyat. d. Persaingan harga dan kualitas semakin tinggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat. e. Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan dan komoditi lainnya. f. Investasi asing langsung. g. Peredaran uang secara langsung tanpa batas negara. h. Kebebasan gerak para pekerja 3. Bidang sosial Budaya : a. Masuknya nuilai barat yang ditiru bangsa mmelalui internet, parabola, dll. b. Memudarnya apresiasi terhadap budaya daerah sepereti : hedonisme(kenikmatan sesaat), individualiusme( kepentingan diri sendiri), pragmatisme (yang menguntungkan), permisif (tidak tabu lagi), dan konsumerisme (senang memakai barang yang kurang berguna). c. Lunturnya kepedulian dan kesetiakawanan sosial. d. Semakin memudarnya nilai agama. 4. Bidang Hukum dan Pertahanan : a. menguatnya supremasi hukum dan HAM. b. Semakin vbanyaknya produk hukum yang memihak kepada kepentingan rakyat. c. Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas, kinerja penegak hukum seperti jaksa, hakim dan polisi. d. Menguatnya supremasi sipil menundukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan. e. Peran masyarakat berkurang dalam menjaga keamanan dan ketertiban karena hal itu menjadi tugas polisi dan tentara. f. E. Sisi Positif dan Negatif Globalisasi : NO 1 Sisi Positif Sisi negatif Liberalisasi barang , jasa dan komoditi -Arus masuk perdagangan luar negeri lainnya memberikan peluang bagi menyebabkan defisit perdagangan nasional. indonesia ikut bersaing merebut pasar -Maraknya penyelundupan barang ke

26 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

perdagangan luar negeri terutama hasilpertanian,tekstil dan baha tambang. Bidang jasa indonesia punya peluang untuk menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam, budaya tradisional yang beraneka ragam. Ada kecendrungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara berkembang dengan tujuan keuntungan geografis (bahan baku, areal luas, tenaga kerja murah). Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru perusahaan itu. Kecendrungan global terbatasnya investasi langsung luar negeri akan memberipeluang bagi pasar modal Indonesia seperti BEJ (Bursa Efek Jakarta) untukmeningkatkan transaksinya tanpa saingan investor asing. Peredaran uang secara langsung dan tanpa batas negara memiliki aspek positif, antara lain para pengusaha dapat melakukan transaksi tanpa batas ruang dan waktu, memberi peluang bank Indonesia untuk berebut peluang jasa layanan kartu kredit,transferantar bank, ATM dll. Kebebasan gerak para pekerja yang semakin menggelobal memberikan kesempatan pekerja indonesia untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan asing baik di dalam negeri atau luar negeri. Kecenderungan melemahnya negara daat dipakai sebagai alat uji empiris terhadap pemerintah RI sejauh mana pemerintah dapat melakukan lobi diplomatik untuk menyeimbangkan kekuatan dengan negara luar dan maju. Meski organisasi internasional seperti Bank Dunia, WTO, IMF menunjukkan kecendrungan sangat berkuasa dalam hubungan internasional, namun sisi positifnyaadalah memberi peluang pada menteri ekonomi dan keuangan dan perwakila diluar negeri untu melakukan lobi diplomatik untuk menemukan jalan keluar dalam penyelesaina persoala ekonomi Indonesia. Distribusi citra (image) dan informasi global terutama malalui media elektronik seperti TV, Video dan Internet memberikan sikap positif : 1) Menjadi sarana pendidikan bagi orang untuk meningkatkan Indonesia pengetahuan dan keterampilannya. 2) Memudahkan memperoleh barangbarang manufaktur berkat citra global.

indonesia. -Masuknya wisatawan ke melunturkan nilai luhur bangsa.

Indonesia

-perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra perusahaan luar negeri. Akibatnya industri dalam negeri sulit berkembang. -Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri. -Bila perusahaan asing tersebut nantinya pindah atau pulang kamung maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja secara besarbesaran. -Perkembangan perusahaan nasional mejadi lambat karena investasinya lebih banyak malalui bursa efek dari pada mendirikan perusahaan baru.

-Maraknya kejahatan pembobolan rekening bank melaui jaringan online. -Banyaknya pemalsuan mata uang baik rupiah maupun asing.

-Maraknya pekerja ilegal. -banyaknya pelanggaran HAM terhadap TKI di luar negeri.

-Gagalnya berbagai program pembangunan nasional karena pemerintah harus memenuhi tuntutan lembaga internasional atau pemilik modal dari luar negeri. -Maraknya demonstrasi yang berakhir rusuh. -Melemahnya posisi tawar-menawar dalam proses dilomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. -munculnya rasa ketidak adilan global yang berpengaruh pada sikap apatis dalam pergaulan Internasional.

-Munculnya sikapmaterialistis, gaya hidup konsumtif dan mentalitas instan. -Maraknya pornografi dan pornoaksi. -Melemahnya nilai luhur bangsa.

27 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars

Globalisasi turisme internasional memberikan sumbangan positif seperti menambah lapangan kerja baru agen perjalanan, meningkatkan pendapatan hotel, transportasi,dll

-Maraknya penyelundupan obat terlarang. -Maraknya penyakit masyarakat seperti (prostitusi, perdagangan wanita,kawin kontrak). -Berkembangnya penyakit menular seperti HIV-AIDS, flu Babi.

F. Sikap Terhadap Globalisasi : 1. Mengelola Globalisasi, yang harus dilakukan adalah merumuskan kebijakan politik luar negeri yang lebih realistis dan konstruktif. Halini dicapai melalui : a. Menegaskan kembali ASEAN sebagai pilar utama politik luar negeri Indonesia. b. Memfokuskan perhatian indonesia pada kebutuhan untuk mengembangkan interaksi dann hubungan baik dengan Jepang, Korsel, Cina dan India. Dalam rangka pembentukan pasar bebas Asia Timur (East Asia Free Trade). c. Memadang penting upaya mengembangkan dengan sesama negara berkembang melalui forum OKI, G7, GNB, Eropa dan AS.

Memperkuat akar kebangsaan, dengan cara berusaha mengeksplorasi kekuatan lokal dari segi pemikiran maupun aksi dalamrangkamemberdayakan diri masyarakat Indonesia. Dari segi Pemikiran berupaya terus untuk menumbuh kembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) di masyarakat. Masih banyak masyarakat indonesia mencari napkah diluar pertanian,misalnya usaha warung, jasa,pedagang eceran, dll. Dari segi aksi adalah dengan cara menghidupkan kembali program Inpres desa tertinggal (IDT), Koperasi Kredit, Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia (SDM),penggunaan produk dalam negeri, revitalasi kawasan wisata,pembanguna solidaritas bangsa,dll. Dalam peningkatan SDM selain peningkatan wawasan dan keterampilan perlu dilakukan pengembangan kepribadian melalui : 1) Penangkalan terhadap kekuatan negatif (kesenangan berlebihan, konsumtif, mentalitas by-pass, dan instant. 2). Proses keteladanan 3). Perluasanpenggunaan iptek dan keterampilan. 4). Peningkatan kehidupanreligius seseorang. 3. Memamfaatkan globalisasi untuk pembangunan melalui kebijakan ekonomi, pengembangan institusi serta penyesuaian nilai etika. 4. Memiliki wawasan global dengan cara tidak menerapkannya secara berlebihan ( gaya hidup). 2. G. Implikasi Globalisasi terhadap Bangsa dan negara : Semua perubahan itu akan berimplikasi (melibatkan) pada hal-hal sebagai berikut : Perumus kebijakan di tingkat nasional, yaitu peningkatan srategi dan langkah-langkah operasional untuk menciptakan iklim yang menguntungkan dunia usaha,aparat, penegak hukum dll. 2. Pelaku ekonomi, Daya saing makin banyak maka perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan pasar bagi hasilproduksinasional. 3. Pemerintah, dapat memainkan peran sebagai fasilitator, bimbingan, kepada cendekiawan dan tenaga ahli untuk meninbgkatkan daya saing dalam kancah internasional. 4. Bagi dunia Usaha, harus lebih jeli mempelajari peluang yang ada di pasar danmenigkatkan produksi dan daya saing perusahaannya. MATERI KELAS XII LAINNYA BELAJAR DARI CATATAN MASING MASING. MASIH ADA 3 BAB LAGI : SISTEM PEMERINTAHAN PERANAN PERS PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

1.

"We sat side by side in the morning light and looked out at the future together,I promise we will face our future together."
Author, NAVY
28 SUCCESS IS MY RIGHT Reach for the stars and even if you miss you will land among the stars