Anda di halaman 1dari 16

EFEK PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH

NAMA KELOMPOK:

Ines Permata Putri


Reza Pahlevi Adisaputra Liliany Ludji Muhadela Tiara Murtiwi

(108114145)
(108114146) (108114147) (108114148)

BAB I Pendahuluan
A. LATAR BELAKANG Kadar glukosa dalam darah termasuk faktor yang penting untuk kelancaran kerja tubuh. Kadar glukosa dalam darah diatur oleh beberapa hormon. Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas, menurunkan kadar glukosa dan glukagon yang menaikkan kadar glukosa dalam darah. Semua faktor ini bekerjasama secara terkoordinasi mempertahankan kadar glukosa tetap normal untuk menunjang berlangsungnya proses metabolisme secara optimum. Kadara glukosa normal pada tikus adalah 55-135 mg/dl.

B. RUMUSAN MASALAH Seberapa besar efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus terbebani glukosa setelah diberikan glibenklamid dan insulin?

C. MANFAAT
Manfaat praktis:

Memberikan pemahaman tentang efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang telah terbebani glukosa sehingga dapat menerapkannya.

Manfaat teoritis:

Memperdalam pengetahuan tentang efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang telah terbebani glukosa.

D. TUJUAN

Mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang terbebani glukosa.

BAB II
A. LANDASAN TEORI Hampir semua karbohidrat meningkatkan kadar glukosa

dalam darah, yang pada saatnya akan memicu pelepasan


insulin dari pankreas. Tugas insulin yaitu memndorong glukosa keluar dari aliran darah menuju sel-sel otot dan jaringan lain

di seluruh tubuh. Di tempat-tempat itu, glukosa dapat


dikombinasikan dengan oksigen untuk menghasilkan energi atau kelebihannya disimpan sebagai lemak (Caroline, 2002).

Obat antidiabetes oral seperti glibenklamid mempunyai durasi kerja lebih panjang dan dapat diberikan sekali sehari. Akan tetapi terdapat lebih banyak kemungkinan hipoglikemia dan glibenklamid sebaiknya dihindari pada pasien dengan resiko hipoglikemia(misalnya orang lanjut usia (Neal, 2006).

B. HIPOTESIS
Kadar glukosa pada tikus setelah diberikan glibenklamid lebih tinggi dari tikus setelah diberikan insulin pada waktu yang sama.

BAB III Metodologi Penelitian


Variabel bebas -pemberian glibenklamid dan insulin -cara pemberian obat -waktu pengamatan Variabel tergantung -efek penurunan kadar glukosa darah Variabel pengacau -usia tikus yang digunakan -berat badan tikus

Skema Kerja
1. Lima belas ekor tikus dibagi menjadi 3 kelompok dan diperlakukan kontrol CMC 1% (kelompok kontrol), glibenklamida 0,45mg/kgBB dan insulin.

Semua hewan uji diberikan glukosa oral dosis 1,75g/kgBB.


Waktu pemberian glibenklamida adalah 30 menit sebelum UTGO, sedangkan pemberian insulin dilakukan bersamaan dengan UTGO.

2. Kadar glukosa darah ditetapkan dengan metode GODPAP.

Pada tiap kelompok dilakukan pengambilan cuplikan sebanyak 0,5ml melalui vena lateralis ekor.
Pengambilan darah dilakukan sesaat sebelum perlakukan, dan pada menit ke-15, 30, 45, 60, 90, dan 120. Selanjutnya darah dipusingkan/disentrifugasi 3000rpm selama 10 menit untuk mendapatkan serum. Pengukuran yang akan dilakukan mengikuti tabel 5.1.

3. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diinkubasi selama operating time (20 menit) Divorteks, lalu kadar gluksoa darah ditetapkan dengan menggunakan alat Micro VitaLab Dibuat kurva dengan mem-plot-kan nilai kadar glukosa darah lawan waktu ke-0 sampai menit ke 124 dengan metode trapezoid (LDDK0-120) dan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Volume Pengukuran Kadar Glukosa Darah


Bahan Supernatan Larutan baku glukosa Aquabidest Pereaksi GODPAP Sampel 10 l Standart 10 l Blangko -

1000 l

1000 l

10 l 1000 l

BAB IV Tata Cara Analisis Hasil

Kelompok Perlakuan

Kontrol Negatif 0

Glibenklamida Insulin

15 30 Rerata glukosa darah(m/dl) tikusSE 45 60 90 120 LDDK0-120(mg.menit/dl)

DAFTAR PUSTAKA
Caroline, 2002, Makanan Pembakar Lemak, 22, Penerbit Erlangga, Jakarta Neal, M.J., 2006, At a Glance Farmakologi Medis, edisi kelima, 79, Penerbit Erlangga Jakarta

Beri Nilai