P. 1
buku_ortadepkumham

buku_ortadepkumham

|Views: 324|Likes:
Dipublikasikan oleh Faruq Ipul Zaman

More info:

Published by: Faruq Ipul Zaman on Mar 17, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB II SUSUNAN ORGANISASI
  • Bagian Kedua Susunan Organisasi
  • Bagian Ketiga Biro Perencanaan
  • Bagian Keempat Biro Kepegawaian
  • Bagian Kelima Biro Keuangan
  • Bagian Keenam Biro Perlengkapan
  • Bagian Kedelapan Biro Umum
  • Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi
  • Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan
  • DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM
  • Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI
  • Bagian Keempat Direktorat Perdata
  • Bagian Kelima Direktorat Pidana
  • Bagian Keenam Direktorat Tata Negara
  • Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional
  • Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi
  • DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
  • Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik
  • Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan
  • Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi
  • Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban
  • Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika
  • BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI
  • Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian
  • DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
  • Bagian Kelima Direktorat Paten
  • Bagian Keenam Direktorat Merek
  • Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan
  • Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi
  • DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA
  • Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia
  • INSPEKTORAT JENDERAL
  • Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan
  • Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian
  • Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus
  • BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL
  • Bagian Ketiga Sekretariat Badan
  • Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum
  • BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
  • BAB XVII TATA KERJA
  • BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL
  • BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS
  • BAB XX KETENTUAN PENUTUP

PERATURAN MENTERI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.09.PR.

07-10 TAHUN 2007
TANGGAL 20 APRIL 2007

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM

TAHUN 2007

1

DAFTAR ISI
I. : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAM R.I NOMOR: M.09PR.07.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM R.I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM Bagian Kesatu : Kedudukan …………………............................... Bagian Kedua : Tugas …………………………............................ Bagian Ketiga : Fungsi …………………………............................ SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ………….................................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………... Bagian Ketiga : Biro Perencanaan …………….............................. Bagian Keempat : Biro Kepegawaian ……....................................... Bagian Kelima : Biro Keuangan ………......................................... Bagian Keenam : Biro Perlengkapan ……………………………... Bagian Ketujuh : Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri ……… .. Bagian Kedelapan : Biro Umum …………………............................ DIREKTORAT UNDANGAN Bagian Kesatu Bagian Kedua Bagian Ketiga Bagian Keempat Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh Bagian Kedelapan BAB V : JENDERAL : : : : : : : : PERATURAN PERUNDANG01

BAB I

:

03 03 03 03 03 04 04 04 04 09 12 16 19 21 25 25 25 25 28 31 35 37 40 43 43 43 43 46 50 51 53 56 58 58 58 58 61 64 66 69 72 75

BAB II
BAB III

: :

BAB IV

:

Tugas dan Fungsi …………….............................. Susunan Organisasi ……………………………... Sekretariat DITJEN …………………………….. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang… undangan Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang… undangan Direktorat Publikasi, Kerja Sama dan … Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Direktorat Litigasi Perundang-undangan … Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan … Daerah

DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Perdata ……………………………. Bagian Kelima : Direktorat Pidana ……………………………. Bagian Keenam : Direktorat Tata Negara …................................... Bagian Ketujuh : Direktorat Hukum Internasional ……………… Bagian Kedelapan : Direktorat Daktiloskopi ……............................... DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Registrasi dan Statistik ……... Bagian Kelima : Direktorat Bina Perawatan ……... Bagian Keenam : Direktorat Bina Bimbingan ……... Kemasyarakatan Bagian Ketujuh : Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi ….... Bagian Kedelapan : Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban ……... Bagian Kesembilan : Direktorat Bina Khusus Narkotika ……….........

BAB VI

:

i

BAB VII

:

DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………......................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………………………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………………………. Bagian Keempat : Direktorat Dokumen Perjalanan, ……............. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Bagian Kelima : Direktorat Izin Tinggal dan Status ……............. Keimigrasian Bagian Keenam : Direktorat Intelijen Keimigrasian ……............. Bagian Ketujuh : Direktorat Penyidikan dan ……............. Penindakan Keimigrasian Bagian Kedelapan : Direktorat Lintas Batas dan Kerja ……………. Sama Luar Negeri Keimigrasian Bagian Kesembilan : Direktorat Sistem Informasi ……………. Keimigrasian DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………........................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN …………………………… Bagian Keempat : Direktorat Hak Cipta, Desain …………… Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Bagian Kelima : Direktorat Paten ……………............................. Bagian Keenam : Direktorat Merek ……………............................. Bagian Ketujuh : Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan …… Bagian Kedelapan : Direktorat Teknologi Informasi ………………... DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi …………….... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ……………. Bagian Ketiga : Sekretariat DITJEN ……………. Bagian Keempat : Direktorat Bina Hak Asasi Manusia ……... Bagian Kelima : Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak ……... Asasi Manusia Bagian Keenam : Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan ……... Hak Asasi Manusia Bagian Ketujuh : Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi ……... Manusia Bagian Kedelapan : Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak ….. Asasi Manusia INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................. Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………….. Bagian Ketiga : Sekretariat ITJEN …………………………….. Bagian Keempat : Inspektorat Kepegawaian ……....................... Bagian Kelima : Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan …... Bagian Keenam : Inspektorat Hukum, Hak Asasi Manusia dan …... Hak Kekayaan Intelektual Bagian Ketujuh : Inspektorat Pemasyarakatan …........................ Bagian Kedelapan : Inspektorat Keimigrasian ……........................ Bagian Kesembilan : Inspektorat Khusus …………………………….. Bagian Kesepuluh : Kelompok Jabatan Fungsional Auditor ..........

78 78 78 78 81 84 86 89 92 95 99 99 99 99 102

BAB VIII :

BAB IX

:

104 107 109 111 115 115 115 115 118 121 124 126 128 131 131 131 131 135 135 136 137 137 138 139 140 140 140 140 143

BAB X

:

BAB XI

:

BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………............................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………............................. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………............................. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan …….. Sistem Hukum Nasional

ii

Bagian Kelima Bagian Keenam Bagian Ketujuh BAB XII :

: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum …….. Nasional : Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum .......... Nasional : Pusat Penyuluhan Hukum …………………...

145 147 149 152 152 152 152 155 157 159 161 164 164 164 164 167 169 171 173

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………. Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………….. Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ……………. Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Sipil dan Politik Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Bagian Keenam : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak Asasi Manusia Yang Berat Bagian Ketujuh : Pusat Penelitian dan Pengembangan ……... Hak-Hak Kelompok Rentan : BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………... Bagian Kedua : Susunan Organisasi …………………………… Bagian Ketiga : Sekretariat Badan …………………………… Bagian Keempat : Pusat Pengembangan Kepemimpinan ……….. dan Manajemen Bagian Kelima : Pusat Pengembangan Teknis ……….. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional dan ……….. HAM : STAF AHLI

BAB XIII

BAB XIV

BAB XV

: PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu : Tugas dan Fungsi ……………………………… Bagian Kedua : Susunan Organisasi ………………………….. : KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL : TATA KERJA

174 174 174 176 176 177 177 177

BAB XVI BAB XVII

BAB XVIII : INSTANSI VERTIKAL
BAB XIX

: UNIT PELAKSANA TEKNIS : KETENTUAN PENUTUP

BAB XX

iii

LAMPIRAN I
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Bagan Susunan Organisasi Menteri Hukum dan HAM Bagan Susunan Organisasi Sekretariat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Imigrasi Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Bagan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal HAM Bagan Susunan Organisasi Inspektorat Jenderal Bagan Susunan Organisasi Badan Pembinaan Hukum Nasional Bagan Susunan Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia Bagan Susunan Organisasi Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan …………………… …………………… …………………… xvi …………………… …………………… …………………… xxiii xxxi i ii ix

…………………… xxxix …………………… xlvi …………………… liii …………………… lxi …………………… lxvii

…………………… lxxiii ………………… lxxviii

LAMPIRAN II
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 91Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/1841/M.PAN/10/2005 Tanggal 5 Oktober 2005 Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor B/941/M.PAN/4/2007 Tanggal 16 April 2007

………………..

I

2.

………………..

IX

3.

……………….. ……………….. ………………..

XII XIV XVI

4. 5.

iv

b. perlu penataan kembali organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Tugas. 2. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168. : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3614). dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77.10 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.09-PR. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3668).PAN/4/2007 tanggal 16 April 2007. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor B/941/M. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3474). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. perlu mencabut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886).10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang baru.03-PR-07. 4. Susunan Organisasi. 5. 3. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 3.MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209).07. Mengingat 1 . Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 33. 6. Fungsi. 7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3587). 8. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3809).

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2004 tentang Kedudukan. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 12. 15. 18. 19.9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 243. 17. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4044). 21. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2004 – 2009. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 244. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya-biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 170. 10. 14. Fungsi. 25. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4045). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4130). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 109. Tugas. 20. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4131). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2006 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4005 ). Fungsi. 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). 23. 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4046 ). 13. 24. Tugas. Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 108/1995 tentang Pedoman Perumusan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural di lingkungan Departemen. 16. Keputusan Presiden Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pembentukan Kantor Pelayanan Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di wilayah Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 8. 2 . Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 8 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4358).

e. Badan Pembinaan Hukum Nasional. dan e. i. b. perumusan kebijakan nasional. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. 3 . c. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Inspektorat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. k. dan l. j. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. TUGAS. d. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. f. c. saran. d. (2) Departemen dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. kebijakan pelaksanaan. g. DAN FUNGSI DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Kedudukan Pasal 1 (1) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah unsur pelaksana Pemerintah. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 3 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 .BAB I KEDUDUKAN. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. h. Bagian Kedua Tugas Pasal 2 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Direktorat Jenderal Imigrasi. Staf Ahli. penyampaian laporan hasil evaluasi.

dan lembaga lain yang terkait. dan d. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan Departemen. Biro Perencanaan. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 8 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. penyusunan rencana strategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. b. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. b. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan evaluasi rencana dan laporan Departemen. Biro Umum. e. g. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. c. kementerian Negara. d. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. Biro Perlengkapan. koordinasi penyusunan rencana dan anggaran. dan h. Pasal 9 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 8. e. pengorganisasian. pengkoordinasian pelaksanaan tugas unit-unit organisasi di lingkungan Departemen. c. Pasal 6 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Biro Keuangan. f.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 5 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. ketatalaksanaan serta evaluasi dan penyusunan laporan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 7 Sekretariat Jenderal terdiri atas : a. b. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Perencanaan. 4 . pelaksanaan pembinaan organisasi di lingkungan Departemen. Biro Kepegawaian. Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. dan f. c. pelaksanaan pembinaan ketatalaksanaan di lingkungan Departemen. penyusunan program dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Departemen lain. Lembaga Pemerintah Non Departemen. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri.

c. Pasal 14 Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. e. Yogyakarta. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. DI. Gorontalo. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Inspektorat Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. dan d. Maluku dan Maluku Utara. penyajian dan pemberian layanan data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. dan Lampung serta pengoperasian dan pemeliharaan jaringan situs Departemen dan perangkat keras. Bagian Ketatalaksanaan. perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Bengkulu. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III. Sulawesi Utara. Badan Pembinaan Hukum Nasional. serta perencanaan pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Jawa Tengah.Pasal 10 Biro Perencanaan terdiri atas : a. pengumpulan dan pengolahan data. c. Pasal 13 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Sumatera Barat. b. Papua. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II. termasuk data terkait gender. Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat. pembangunan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. DKI Jakarta. dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. perangkat dan jaringan situs. Riau. Sumatera Selatan. dan d. Kalimantan Tengah. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV. serta perencanaan. Kalimantan Selatan. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. dan Jawa Timur serta pelaksanaan administrasi surat masuk dan keluar. Sulawesi Tengah. perencanaan. dan Irian Jaya Barat. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I. Bagian Evaluasi dan Laporan. b. b. Kepulauan Riau. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Sekretariat Jenderal. penyajian informasi termasuk data terkait gender serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Jambi. Pasal 11 Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data. pengoperasian jaringan situs Departemen dan pemeliharaan file. d. dan f. Sumatera Utara. Bagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Bagian Organisasi. (1) (2) (3) (4) 5 . Sulawesi Tenggara. penyajian informasi serta penataan sistem informasi dan jaringan situs Departemen. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data termasuk data terkait gender untuk unit Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Banten. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur.

Sulawesi Utara. rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan tahunan. program dan anggaran. penyusunan program. b. c. Pasal 15 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Jambi. penyusunan rencana. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Jawa Timur dan Bali. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Selatan. Pasal 18 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melakukan pengelolaan. Bagian Penyusunan Program. pengolahan dan analisis data. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. koordinasi penyusunan perencanaan. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. pengolahan dan analisis data. Sumatera Barat. b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyusunan rencana strategis. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan pengelolaan. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II. pengolahan dan analisis data. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Maluku Utara. program dan anggaran. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. dan e. penyusunan rencana stategis yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang. pengolahan dan analisis data. dan Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Sulawesi Barat. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III. dan d. penyusunan perencanaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV. Yogyakarta. d. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Sekretariat Jenderal.pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi sistem informasi manajemen Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. penyusunan rencana. program dan anggaran serta pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Departemen. Papua dan Irian Jaya Barat. Sulawesi Tengah. Pasal 17 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran terdiri atas : a. dan Lampung. pengolahan dan analisis data. Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III mempunyai tugas melakukan pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis. dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. Banten. Bengkulu. Gorontalo. Riau. program dan anggaran. DKI Jakarta. penyusunan rencana. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis perencanaan Departemen. Sumatera Utara. DI. dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. pembahasan anggaran dan pemberian bimbingan teknis perencanaan di lingkungan Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Kepulauan Bangka Belitung. (1) (2) (3) (4) 6 . Sumatera Selatan. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15. Maluku. pengelolaan. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. penyusunan rencana. program dan anggaran.

serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Lampung. Sulawesi Tengah. perumusan tugas. Jawa Barat. Gorontalo. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan organisasi. Kepulauan Bangka Belitung. analisa kebutuhan. Subbagian Evaluasi dan Laporan I. d. dan Irian Jaya Barat. penelaahan. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan II. Jawa Tengah. penghimpunan dan analisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana dan program. Maluku Utara. dan d.I Yogyakarta. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi di lingkungan Departemen. b. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Bagian Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan Jawa Timur. pelaksanaan evaluasi kinerja hasil pelaksanaan rencana pembangunan departemen periode sebelumnya. penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan strategis departemen sebagai bahan rencana pembangunan periode berikutnya. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. Pasal 21 Bagian Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbagian Evaluasi dan Laporan III. Bagian Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Riau. Bengkulu. Pasal 22 Subbagian Evaluasi dan Laporan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi di lingkungan Departemen. Subbagian Evaluasi dan Laporan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program Departemen. c.Pasal 19 Bagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penghimpunan dan analisis hasil pemantauan. dan e. Papua. Maluku. 7 . Sumatera Barat. Jambi. pengevaluasian kelembagaan. Kalimantan Timur. Subbagian Evaluasi dan Laporan III mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan analisis. b. penyusunan standar. c. Kalimantan Selatan. Subbagian Evaluasi dan Laporan IV. c. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Departemen. Sulawesi Utara. Banten. D. (1) (2) (3) (4) Pasal 23 Bagian Organisasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kelembagaan di lingkungan Departemen. Sulawesi Barat. serta pelaksanaan evaluasi kinerja dan penyusunan hasil evaluasi rencana pembangunan Departemen di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan d. Pasal 24 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23. penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana dan program. Sulawesi Tenggara. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Sumatera Utara.

Bengkulu. dan Jawa Timur. perumusan tugas. Riau. Sumatera Selatan. b. Subbagian Evaluasi Tatalaksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Maluku Utara. serta penyiapan naskah rancangan peraturan di bidang tugas Sekretariat Jenderal. Gorontalo. dan d. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 30 Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan. penyusunan standar. Papua dan Irian Jaya Barat. dan Metode Kerja. penyusunan standar. sistem dan prosedur administrasi. Prosedur dan Metode Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan sistem dan prosedur administrasi. dan Kalimantan Selatan. (1) (2) (3) Pasal 27 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan pembakuan sarana kerja. analisa jabatan. analisa kebutuhan. Subbagian Pengembangan Sistem. Sulawesi Tengah. Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara. evaluasi ketatalaksanaan dan penyusunan analisa jabatan. Subbagian Evaluasi Tatalaksana. Jawa Barat.Pasal 25 Bagian Organisasi terdiri atas : a. (1) (2) (3) (4) 8 . D. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. b. c. Sulawesi Barat. Prosedur. penelaahan dan penyusunan pembakuan sarana kerja serta pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. penyusunan standar. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. b. dan d. Pasal 29 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas : a. Sumatera Utara. Subbagian Kelembagaan II. fungsi dan susunan organisasi. perumusan tugas. Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pengembangan Sistem. analisa kebutuhan. Pasal 28 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Kalimantan Barat. fungsi dan susunan organisasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Maluku. Kalimantan Timur. metode kerja. Lampung. Subbagian Kelembagaan I. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Bali. dan c.I Yogyakarta. Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penelaahan. analisa kebutuhan. Banten. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. penyusunan sistem dan prosedur administrasi. Jambi. c. perumusan tugas. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. penyusunan pembakuan sarana kerja dan penyiapan pengukuran efisiensi dan efektivitas kerja. pengelolaan dan pengolahan data unit organisasi. Sulawesi Selatan. Subbagian Kelembagaan III. metode kerja dan penyiapan naskah rancangan peraturan. Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja. Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penelaahan. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. pelaksanaan pemantauan perkembangan dan peningkatan kinerja organisasi serta evaluasi kelembagaan di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Utara. dan evaluasi ketatalaksanaan serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perencanaan. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. Pasal 26 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penelaahan. fungsi dan susunan organisasi.

Subbagian Peraturan Perundangan. serta urusan tata usaha Biro Kepegawaian. b. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. Bagian Umum Kepegawaian. e. pemberhentian dan pensiun pegawai. pengadaan dan alokasi formasi. Bagian Umum Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. b. pengadaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi. pengendalian kepangkatan. Pasal 36 Bagian Umum Kepegawaian terdiri atas : a. koordinasi dan penyusunan rencana formasi. Pasal 33 Biro Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 37 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan rencana formasi. penyusunan rencana dan penyiapan pengembangan pegawai. Bagian Pemberhentian. Subbagian Tata Usaha Biro. dan d. Pasal 34 Bagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana formasi.undangan. perencanaan dan penyiapan cuti. pengadaan dan penempatan. dan e. d. c. alokasi formasi dan pengendalian kepangkatan. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. 9 . Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Bagian Mutasi Pegawai. perencanaan dan penyiapan kenaikan pangkat. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangan-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. peraturan perundangan-undangan dan petunjuk kepegawaian. Subbagian Jaminan Sosial. kesejahteraan dan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha Biro Kepegawaian. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan petunjuk-petunjuk kepegawaian. penghimpunan dan pemeliharaan peraturan yang berkaitan dengan kepegawaian. b. Bagian Pengembangan Pegawai. pengendalian kepangkatan. c. Pensiun dan Disiplin Pegawai. pengadaan dan perencanaan alokasi formasi pegawai di lingkungan Unit Pusat maupun Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia serta perencanaan pengendalian kenaikan pangkat. d. kesejahteraan pegawai. dan f. Pasal 32 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. kartu isteri/suami dan lain-lain sebagainya. Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai.Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 31 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Departemen. b. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. peraturan perundangundangan dan petunjuk kepegawaian. c. c. penyiapan penyelesaian urusan jaminan hari tua. kenaikan gaji berkala dan mutasi kepegawaian lainnya.

Subbagian Mutasi IV. penyiapan penetapan pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil. pengangkatan. Subbagian Penyaringan Pegawai. c. b. penempatan dan pengembangan pegawai. penempatan dan pengembangan. dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan bahan seleksi pegawai. c. penyiapan pengiriman pegawai ke luar negeri. dan penyiapan permohonan bantuan dana tabungan perumahan. (4) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Kepegawaian. Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri. Pasal 44 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas : a. dan d. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan penganalisaan kebutuhan pendidikan dan latihan dalam rangka pengembangan pegawai. b. Pasal 40 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas : a. (3) Subbagian Penyaringan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. kartu isteri/kartu suami. penyiapan penetapan penggajian. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. dan d. Pasal 39 Untuk melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 38. (2) Subbagian Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pengembangan sistem kepegawaian. Subbagian Mutasi III. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. Pasal 41 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penganalisaan kebutuhan dan penyusunan kebutuhan pengembangan pegawai serta pemberian piagam penghargaan bagi pegawai yang telah menjalani pensiun. Pasal 42 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan. penyiapan penetapan pengangkatan dan kepangkatan pegawai. dan c. kepangkatan. Subbagian Mutasi I. penyiapan dan penyaringan pegawai untuk keperluan pengangkatan. dan d. Subbagian Mutasi II. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. penggajian.(3) Subbagian Jaminan Sosial mempunyai tugas melakukan penyelesaian urusan jaminan hari tua/TASPEN. Pasal 38 Bagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan. b. piagam Dayaka Rhudika Pengayoman serta pembekalan bagi pegawai yang akan pensiun. penganalisaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan luar negeri dan pengurusan pegawai ke luar negeri dalam kerja sama teknis luar negeri serta pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi di lingkungan Departemen. 10 . Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai. pengembangan sistem dan pendidikan dan pelatihan luar negeri. penyiapan pemberian penghargaan kepada pegawai dan unit kerja yang berprestasi. c.

Gorontalo. Pasal 48 Bagian Pemberhentian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Maluku. penyelesaian permohonan izin perkawinan. c. Bali. dan d. (4) Subbagian Mutasi IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penegakan disipilin. Sulawesi. Pensiunan dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan segala sesuatu di bidang pemberhentian dan pemensiunan. dan Kalimantan. perceraian dan cuti. (1) (2) (3) (4) Pasal 50 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha kepegawaian. Kalimantan. Kepulauan Riau. Pasal 46 Bagian Pemberhentian. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Kepulauan Riau. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. Bali. Subagian Pemberhentian dan Pensiun I. b. Pensiun dan Disiplin Pegawai menyelenggarakan fungsi : a. Irian Jaya Barat. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi. kepangkatan. Subagian Pemberhentian dan Pensiun III. Pasal 49 Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian segala sesuatu yang berhubungan dengan pensiun. Banten. Nusa Tenggara serta Cuti Pegawai. penggajian. Jawa dan Banten. Papua. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. permohonan izin perkawinan dan perceraian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sumatera. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. dan Gorontalo. Maluku Utara. Subagian Pemberhentian dan Pensiun II. Kepulauan Bangka Belitung. dan Irian Jaya Barat. Papua. Kepulauan Bangka Belitung. dan c. (3) Subbagian Mutasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. penggajian. Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian pemberhentian dan penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. kepangkatan. penyelesaian administrasi dalam rangka penegakan hukuman disiplin pegawai. Bagian Pemberhentian. kepangkatan. 11 .Pasal 45 (1) Subbagian Mutasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. golongan IV/b ke atas dan mutasi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Departemen. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Unit Pusat. Subagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai. b. Nusa Tenggara. penggajian. penyiapan pemberhentian dan pensiun pegawai. penggajian. Pasal 47 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46. Maluku. izin perkawinan dan perceraian serta cuti pegawai. Pensiun dan Disiplin Pegawai terdiri atas : a. (2) Subbagian Mutasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Jawa. kepangkatan. Maluku Utara.

pelaksanaan urusan tata usaha Biro Keuangan. h. (4) Subbagian Penggandaan II mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. pelaksanaan dan pengujian Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) Departemen. f. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen. c. (2) Subbagian Tata Naskah II mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. pelaksanaan penyelesaian kerugian negara. dan pelaksanaan anggaran di lingkungan Departemen berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. d. pengelolaan arsip kepegawaian secara sistematis serta urusan kartu pegawai (KARPEG). Subbagian Penggandaan I. i. c. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Sekretariat Jenderal. penyusunan daftar urut kepegawaian setiap tahun. pencatatan mutasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:r a. Subbagian Tata Naskah I. pengelolaan. c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan penata usahaan administrasi keuangan Departemen. penyusunan daftar urut kepangkatan pegawai Departemen golongan IV seluruh Indonesia dan pengelolaan arsip kepegawaian golongan III sampai golongan IV pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Luar Jawa. pengurusan Kartu Pegawai di lingkungan Unit Pusat serta pengelolaan arsip Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa dari Golongan I sampai dengan Golongan IV. dan mutasi kepegawaian dalam buku mutasi dan kartu mutasi pegawai yang bersangkutan. b. Pasal 53 (1) Subbagian Tata Naskah I mempunyai tugas melakukan penghimpunan data kepegawaian. Subbagian Penggandaan II. penyusunan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Departemen. 12 . b. e. pembinaan. dan k. Jawa dan Banten. pengelolaan penggandaan. (3) Subbagian Penggandaan I mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan penetapan kepegawaian di lingkungan Unit Pusat dan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di DKI Jakarta. penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pencatatan segala pemindahan pegawai. g. pelaksanaan pengeluaran keuangan Departemen. pencatatan mutasi kepegawaian.Pasal 51 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 . Pasal 52 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 54 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. dan d. koordinasi. penghimpunan data kepegawaian. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Departemen. j. pengelolaan dan koordinasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. Subbagian Tata Naskah II. dan d. Pasal 55 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 54. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan.

Jambi. c. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Administrasi Hukum Umum. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. c. Riau. dan Lampung. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 59 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas : a.Pasal 56 Biro Keuangan terdiri atas : a. Sumatera Selatan. Maluku Utara. e. pemberian bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Kalimantan Selatan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. dan f. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Bengkulu. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar. c. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. d. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. 13 . penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. b. penyiapan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Departemen. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Yogyakarta. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan e. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Departemen. Kalimantan Tengah. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Jawa Tengah. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Pasal 58 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. dan d. DKI Jakarta. Sumatera Utara. b. Pasal 60 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.I. Maluku. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. Papua dan Irian Jaya Barat. D. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Timur. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawa Timur dan Bali. Kelompok Jabatan Fungsional. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. d. Banten. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat.

Sulawesi Tenggara. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan dan pembinaan perbendaharaan. pembinaan perbendaharaan dan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan perbendaharaan. Sulawesi Utara. b. Surat Setoran Bukan Pajak serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. e. (1) (2) (3) (4) Pasal 65 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) mempunyai tugas melaksanakan pengujian Surat Perintah Pembayaran (SPP). pengelolaan urusan tata usaha Biro Keuangan. Subbagian Kerugian Negara. Subbagian Perbendaharaan. bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Departemen dan urusan tata usaha Biro Keuangan. monitoring dan pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. penyusunan dan perumusan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. c. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. dan f. Subbagian Tata Usaha Biro. b. penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran serta pelaksanaan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pembinaan dan penetapan pengelola keuangan. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. Sulawesi Barat. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Keuangan. dan d. revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. dan Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 64 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelolaan. d. penyiapan bahan penilaian dan penyelesaian kerugian negara.(4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. pembinaan teknis pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. 14 . Sulawesi Tengah. b. Pasal 63 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas : a. c. Gorontalo. Subbagian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penilaian dan pemberian pertimbangan serta mengikuti pelaksanaan penyelesaian masalah perbendaharaan dan ganti rugi. pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar serta Surat Setoran Bukan Pajak. c. tata usaha keuangan. penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Pasal 66 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. biaya secara terpusat dan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Subbagian Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk tata usaha keuangan di lingkungan Departemen. Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 62 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Subbagian Tata Usaha Keuangan. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP).

pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. Sulawesi Barat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Banten. DI. DKI Jakarta. Gorontalo. Sumatera Barat. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. dan Nusa Tenggara Barat. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Jambi. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. Papua dan Irian Jaya Barat serta pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. Perwakilan Imigrasi Luar Negeri. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. Pasal 68 Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Sumatera Utara. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II. dan d. Kepulauan Riau. dan g. Sulawesi Tengah. Pasal 67 Bagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas : a. Maluku Utara. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. Surat Setoran Bukan Pajak. Jawa Timur dan Bali serta pelaksanaan urusan biaya mutasi pejabat Departemen. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. 15 . Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar IV mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan biaya pemulangan bagi pegawai yang pensiun. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar I. Riau. Surat Setoran Bukan Pajak. Surat Setoran Bukan Pajak. Sulawesi Tenggara. c. Maluku. Surat Setoran Bukan Pajak. Yogyakarta. penyusunan laporan keuangan Departemen serta bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Sulawesi Utara. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Kalimantan Timur. e. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian Surat Perintah Pembayaran dan penerbitan Surat Perintah Membayar. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Subbagian Pengujian dan Penerbitan Surat Perintah Membayar III. dan Lampung serta pelaksanaan urusan biaya secara terpusat. pengajuan Surat Perintah Membayar dan penyetoran Surat Setoran Bukan Pajak. pelaksanaan monitoring penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak Departemen. Kalimantan Selatan. pelaksanaan monitoring Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak untuk Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 69 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi.d. Bengkulu. Kalimantan Tengah. pembinaan teknis pengujian dan penerbitan Surat Perintah Membayar dan Surat Setoran Bukan Pajak. Kepulauan Bangka Belitung. f.

pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. dan e. Riau. pengumpulan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV. Jawa Tengah. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. dan d. dan Nusa Tenggara Barat. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan. DKI Jakarta. Biro Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Kalimantan Timur. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pengumpulan. Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 72 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. dan Lampung. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. Gorontalo. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. Jawa Timur dan Bali. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Imigrasi. Banten. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan pembinaan dan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan. Kalimantan Selatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Jambi. Sumatera Barat. c. (1) (2) (3) (4) Bagian Keenam Biro Perlengkapan Pasal 73 Biro Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan perlengkapan di lingkungan Departemen. Bengkulu. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Maluku Utara. Kepulauan Riau. b. c. d. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Pasal 71 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas : a. Pasal 74 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. b.Pasal 70 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. penyusunan pelaksanaan anggaran. dan Inspektorat Jenderal serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jawa Barat. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . Sumatera Selatan. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyusunan pelaksanaan anggaran. serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Maluku. Kepulauan Bangka Belitung. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kalimantan Barat. 16 . pengumpulan. pengumpulan. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan meliputi Unit Sekretariat Jenderal dan Badan Pembinaan Hukum Nasional serta Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. Yogyakarta. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. Papua dan Irian Jaya Barat. pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran. DI. pengumpulan. Sulawesi Tenggara. pemberian bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. Sulawesi Tengah. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan.

penyediaan data. Pasal 80 Bagian Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan perlengkapan Departemen. b. d. b. b. c. Bagian Analisa Kebutuhan. pelaksanaan tender dan penyiapan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Bagian Analisa Kebutuhan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pembakuan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perlengkapan. Pasal 78 Bagian Analisa Kebutuhan terdiri atas : a. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Harga dan Mutu. pelaksanaan penyimpanan. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Perelengkapan. penyaluran dan pemeliharaan perlengkapan. Bagian Pengadaan. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan statistik perlengkapan. Pasal 81 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80. penganalisaan kebutuhan dan penyusunan pembakuan perlengkapan. b. penelahaan dan penyiapan penilaian harga dan mutu perlengkapan. Bagian Inventarisasi. Subbagian Tender. Pasal 77 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. dan f. dan penyiapan penetapan kebijakan penghapusan. Subbagian Penyediaan Data. Subbagian Pembelian. dan c. e. Bagian Pengadaan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Pembakuan mempunyai tugas melakukan penyiapan analisa kebutuhan perlengkapan dan pembakuan perlengkapan. pelaksanaan pembelian perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Biro. c. dan c. Pasal 82 Bagian Pengadaan terdiri atas : a. penganalisaan kebutuhan dan penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. Pasal 75 Biro Perlengkapan terdiri atas : a. Bagian Penghapusan. d. pelaksanaan pengadaan perlengkapan. dan c. b. 17 . Pasal 76 Bagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan pengelolaan perlengkapan dan menganalisa kebutuhan serta penyusunan pembakuan perlengkapan Departemen. Pasal 79 (1) Subbagian Penyediaan Data mempunyai tugas melakukan penyediaan data kebutuhan perlengkapan serta penyiapan bahan pengaturan pengelolaan perlengkapan. e.b.

dan c. Subbagian Pendataan Inventaris. Pasal 91 (1) Subbagian Pembukuan mempunyai tugas melakukan penyusunan pembukuan arsip induk inventaris. (3) Subbagian Statistik dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyusunan statistik dan laporan. b.Pasal 83 (1) Subbagian Harga dan Mutu mempunyai tugas melakukan pengumpulan informasi dan mengikuti perkembangan harga dan mutu sebagian bahan penilaian perlengkapan yang diperlukan. dan c. pengeluaran serta penyaluran perlengkapan. b. 18 . Pasal 85 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. (2) Subbagian Tender mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan tender dan bahan pengaturan pengadaan perlengkapan. Pasal 86 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran terdiri atas : a. Pasal 87 (1) Subbagian Pergudangan dan Penyaluran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman. Pasal 88 Bagian Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman. Bagian Inventarisasi menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan data inventaris dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. penerimaan. Subbagian Statistik dan Laporan. Pasal 89 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (3) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. pengeluaran dan penyaluran serta pemeliharaan perlengkapan. b. Subbagian Pemeliharaan. penyiapan bahan pedoman pemeliharaan perlengkapan. dan c. (3) Subbagian Pembelian mempunyai tugas melakukan pembelian perlengkapan berdasarkan hasil penilaian harga dan mutu perlengkapan yang diperlukan Departemen. penyiapan pembukuan perlengkapan. Subbagian Pembukuan. Pasal 84 Bagian Penyimpanan dan Penyaluran mempunyai tugas melaksanakan penerimaan. pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. b. Pasal 90 Bagian Inventarisasi terdiri atas : a. dan c. (2) Subbagian Pendataan Inventaris mempunyai tugas melakukan penelaahan. penyimpanan. penyiapan bahan pedoman penyusunan pengaturan dan penyimpanan. penelaahan dan penyiapan bahan pengaturan inventarisasi. Bagian Penyimpanan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan serta penyusunan rencana penyaluran perlengkapan. Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan. Subbagian Pergudangan dan Penyaluran. (2) Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan mempunyai tugas melakukan pengiriman dan pengangkutan perlengkapan. penyusunan statistik dan laporan. pengaturan inventarisasi serta penyusunan statistik perlengkapan.

Pasal 93 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. dan d. Bagian Penghapusan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan hubungan dengan kelembagaan Pemerintah. Subbagian Penilaian. b. b. Bagian Informasi dan Komunikasi. Pasal 94 Bagian Penghapusan terdiri atas : a. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan. Subbagian Perubahan Status Perlengkapan. penyiapan penelaahan dan pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan. Lembaga Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan. c. Pasal 99 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan Organisasi Kemasyarakatan serta kerja sama dengan instansi lain. dan c. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri Pasal 96 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri serta pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. dan c. pemberian informasi dan komunikasi kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan di lingkungan Departemen. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. dan c. 19 . Bagian Hubungan Luar Negeri. Subbagian Pelaksanaan Penghapusan. Pasal 98 Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a. pembinaan dan pelaksanaan hubungan kerja sama luar negeri. Pasal 95 (1) Subbagian Penilaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan.Pasal 92 Bagian Penghapusan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pedoman penetapan penghapusan perlengkapan. b. penyiapan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. penyiapan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. (3) Subbagian Pelaksanaan Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penetapan penghapusan perlengkapan. Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbagian Perubahan Status Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan perubahan status perlengkapan. penelitian dan penilaian serta pertimbangan penetapan penghapusan perlengkapan.

dan Laporan. Pasal 101 Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan terdiri atas : a. dan b. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggaraan fungsi: a. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Badan-badan Internasional (Organisasi/Lembaga Internasional). Subbagian Hubungan Kelembagaan. Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional. b. dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. pengelolaan dan penyajian berita. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. tukar menukar informasi dan pengalaman. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. pelaksanaan hubungan kerja sama di bidang hukum dengan negara-negara lain (Antar Negara/Pemerintah). (3) Subbagian Penyusunan Program. pengolahan dan penyajian berita. pemberian penerangan dan penerimaan informasi serta kerja sama dengan organisasi masyarakat. Pasal 108 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. pelaksanaan penyusunan rencana dan program kerja serta evaluasi dan laporan. Pasal 107 Bagian Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian informasi tentang kegiatan Departemen. Pasal 106 (1) Subbagian Kerja Sama Badan-badan Internasional mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan penyiapan bahan hubungan kerja sama Badan-badan Internasional dan perwakilan asing yang berada di Indonesia. Evaluasi. dan c. (2) Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan hubungan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan. penerbitan dan penyebaran kuasa hasil penerbitan. dokumentasi dan perpustakaan serta urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. (2) Subbagian Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melakukan penghimpunan produk hukum dan peraturan perundang-undangan dari negara lain. Subbagian Penyusunan Program. Bagian Hubungan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Informasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi : a. serta penerbitan berkala. Pasal 102 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan hubungan kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara. Evaluasi. Subbagian Kerja Sama Antar Negara. Pasal 103 Bagian Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan kerja sama dengan Badanbadan Internasional dan antar negara serta penyusunan program evaluasi dan laporan.Pasal 100 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. b. dan c. dan b. profesi serta instansi resmi lainnya di luar lingkungan Departemen. pendistribusian dan penyebaran bahan hasil penerbitan. Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 104 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. 20 . Pasal 105 Bagian Hubungan Luar Negeri terdiri atas : a.

dan f. c. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Pengamanan. Pasal 110 Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita mempunyai tugas melakukan pencarian. pelaksanaan urusan rumah tangga dan tata usaha Biro Umum. Pasal 113 Biro Umum terdiri atas : a. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa. Pasal 114 Bagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melaksanakan dan menyiapkan pembinaan tata usaha dan kearsipan di lingkungan Departemen. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan dan pengolahan semua bahan dokumentasi serta pengelolaan perpustakaan. Bagian Tata Usaha Departemen. pengurusan pengetikan dan penggandaan. b. dan c.b. c. pelaksanaan urusan keamanan dalam. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita. dan d. Bagian Rumah Tangga. Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 109 Bagian Informasi dan Komunikasi terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Biro. dan d. Pasal 112 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 115 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. pengumpulan bahan informasi yang berasal dari dalam maupun luar Departemen untuk diolah. b. e. Biro Umum menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. pengelolaan urusan tata usaha Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. pelaksanaan pembinaan sikap mental pegawai. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Hubungan Masyarakat dan Hubungan Luar Negeri. dan e. d. pelaksanaan kegiatan pers dan media massa. Bagian Tata Usaha Departemen menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan konfrensi pers dan wawancara serta bahan informasi untuk penerbitan majalah interen dan eksteren. c. pembinaan dan pelaksanaan tata usaha di lingkungan Departemen. Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 111 Biro Umum mempunyai tugas membina dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga di lingkungan Departemen. c. penyiapan urusan surat menyurat. pengelolaan kearsipan. Bagian Bina Sikap Mental. Bagian Tata Usaha Pimpinan. b. disusun dan disajikan sebagai berita dan penerbitan berkala kegiatan Departemen. d. (1) (2) (3) (4) 21 .

pelaksanaan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan kesejahteraan pegawai. Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan protokol meliputi penerimaan tamu. 22 .Pasal 116 Bagian Tata Usaha Departemen terdiri atas : a. Subbagian Agenda dan Pengiriman mempunyai tugas melakukan pengagendaan dan pengiriman surat. pembinaan dan pengelolaan kearsipan. Subbagian Protokol. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. c. pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. dan d. b. b. dan kesejahteraan pegawai lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha Staf Ahli. pelaksanaan urusan kesehatan. dan c. penggandaan dan penjilidan. c. c. Bagian Bina Sikap Mental menyelenggarakan fungsi : a. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi : a. (1) (2) (3) (4) Pasal 122 Bagian Bina Sikap Mental mempunyai tugas melaksanakan urusan pembinaan rohani. pelaksanaan urusan pembinaan rohani dan sosial pegawai. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 119 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. Subbagian Agenda dan Pengiriman. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 118 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan protokol. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Staf Ahli. Pasal 123 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 . Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Persuratan. Pasal 117 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pengurusan pembinaan surat menyurat. pelaksanaan urusan protokol. dan d. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 121 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri. penyiapan pelaksanan rapat dan acara Pimpinan Departemen. kesehatan. Pasal 120 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas : a. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengurusan pengetikan. Subbagian Arsip.

(2) Subbagian Kesehatan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan pegawai. Pasal 126 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengangkutan pegawai serta administrasi perjalanan dinas. Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. pelaksanaan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia. b. pembuatan daftar gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan c. Subbagian Pengamanan Lingkungan. Subbagian Gaji mempunyai tugas melakukan pembuatan daftar gaji. Subbagian Pengamanan Pimpinan. Pasal 128 Bagian Rumah Tangga terdiri atas : a. listrik. Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi. Pasal 131 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pengurusan pengangkutan dan perjalanan dinas. Subbagian Rohani dan Sosial. dan c. Pasal 132 Bagian Pengamanan terdiri atas : a. (3) Subbagian Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan urusan kesejahteraan pegawai lainnya. pengaturan dan pembayaran gaji pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas. telepon. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro Umum. (1) (2) (3) (4) Pasal 130 Bagian Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan di lingkungan Departemen. air. penggunaan rumah dinas/jabatan di lingkungan Departemen dan penyiapan tempat rapat/pertemuan. b. Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengurusan penggunaan kendaraan dinas. c. dan d. Subbagian Tata Usaha Biro. 23 . pengurusan penggunaan sarana fisik dan sarana lainnya di Kantor Departemen. b. Pasal 125 (1) Subbagian Rohani dan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan mental dan rohani serta usaha sosial pegawai. c. dan c. Pasal 127 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126.Pasal 124 Bagian Bina Sikap Mental terdiri atas : a. Subbagian Urusan Dalam. b. Bagian Pengamanan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Kesehatan Pegawai. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengamanan fisik pimpinan Departemen. Subbagian Kesejahteraan. Subbagian Gaji. dan d. pelaksanaan penerbitan dan pengamanan fisik bangunan dan perlengkapan di lingkungan Departemen. b. Pasal 129 Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan pemeliharaan sarana fisik dan sarana lainnya.

(2) Subbagian Pengamanan Lingkungan mempunyai tugas melakukan ketertiban di lingkungan Departemen.Pasal 133 (1) Subbagian Pengamanan Pimpinan mempunyai tugas melakukan pengamanan fisik Pimpinan Departemen dan tamu penting. 24 . (3) Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi mempunyai tugas melakukan pengamanan dokumen dan keterangan yang bersifat rahasia di lingkungan Departemen.

norma. Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perancangan.undangan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. perumusan standar. dan f. Pasal 139 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. evaluasi. Pasal 138 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. kriteria dan prosedur di bidang perancangan. Direktorat Litigasi Perundang. 25 . harmonisasi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pedoman. d. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 137 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. b. b. b. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. harmonisasi. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. c. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Direktorat Publikasi. pelaksanaan urusan tata usaha. pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. publikasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. pengelolaan urusan administrasi keuangan. d. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang. c. publikasi. d. publikasi. pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. dan e. litigasi perundang-undangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah. Bagian Keuangan. serta Pasal 135 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.undangan. dan e. pengelolaan urusan kepegawaian. c. e. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 136 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 134 Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peraturan perundang.undangan. penyusunan laporan kegiatan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. harmonisasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Kepegawaian. litigasi perundangundangan serta fasilitasi perancangan peraturan daerah.

dan penyusunan laporan. dan b. dan c. Pasal 144 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. (2) Subbagian Mutasi. Pasal 140 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 142 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. dan c.e. pengolahan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. b. Informasi dan Laporan. program dan anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. penyajian data dan informasi. pengolahan . Pasal 141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. Pemberhentian dan Pensiun. pengelolaan. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 146 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. (2) Subbagian Data. Subbagian Mutasi. Subbagian Data. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya serta penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. program dan anggaran. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 147 (1) Subbagian Umum Kepegawaian dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. 26 . Informasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 143 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. pendataan. penyiapan pengelolaan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. evaluasi program. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. Pasal 145 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. program dan anggaran. kepangkatan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. serta penyusunan laporan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan f. pengolahan. penggajian. Bagian Tata Usaha. b.

Pasal 148 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 150 Bagian Keuangan terdiri atas : a. dan c. serta pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 157 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Pasal 149 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148. serta pembukuan. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan b. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 156 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan hubungan masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. pembuatan daftar gaji dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. pengelolaan urusan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga. pengetikan. penggandaan dan pengiriman. 27 . (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan serta urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. urusan dalam dan pengamanan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. serta pembukuan. dan b. dan b. Pasal 153 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 154 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan b. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 151 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 152 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Pasal 155 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol.

undang. norma. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perencanaan. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha. b. pembahasan rancangan undang. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. Subbagian Persuratan.undangan. b. Teknik. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan. b. pembahasan rancangan undang-undang. dan e. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi. teknik perancangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penyusunan standar. pembahasan rancangan undang-undang. serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. pedoman. d. Subbagian Arsip dan Dokumentasi.Pasal 158 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Pasal 159 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. (2) Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. e. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. hubungan masyarakat dan protokol. c. Pasal 161 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. dan g.undangan. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. pembahasan rancangan undang-undang. pengetikan. metode. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 160 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perancangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional.undangan. pengevaluasian pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan. metode. teknik dan penyiapan perancangan peraturan perundang. 28 . penggandaan. Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang.undangan. dan pengiriman. Pasal 163 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. c. pembimbingan teknis di bidang perencanaan. d. dan c. metode. Subdirektorat Metode. f. Pasal 162 Direktorat Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. metode. kriteria dan prosedur di bidang perencanaan.

undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan serta penyiapan konsep rancangan peraturan perundang-undangan. prosedur di bidang pengumpulan dan pengolahan bahan pengkajian dan penyusunan usul prakarsa perancangan peraturan perundangundangan. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan program kegiatan tahunan dan 5 (lima) tahunan. penyiapan penyusunan standar. c. Pasal 166 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas : a. Teknik. norma. Pasal 168 Subdirektorat Metode. Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi : a. norma. Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan.Pasal 164 Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. serta penyiapan materi perancangan peraturan perundang-undangan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 170 Subdirektorat Metode. penyiapan penyusunan standar. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan b. dan d. penyiapan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana dan program. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan laporan pelaksanaan program penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan penyusunan peraturan perundang-undangan. pedoman. bimbingan teknis dan evaluasi di bidang metode dan teknik. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program serta pengumpulan dan pengolahan data penyusunan peraturan perundang-undangan.undangan mempunyai tugas melakukan pembinaan dan pengembangan metode. (2) Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang. pedoman. Pasal 165 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. Seksi Penyusunan Rencana dan Program. b. prosedur dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang perencanaan dan pengevaluasian penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. norma. pedoman. Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bimbingan teknis peraturan perundang-undangan. Pasal 169 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. dan d. Pasal 167 (1) Seksi Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. teknik dan bahasa perundang-undangan. penyusunan standar. kriteria. Pasal 171 (1) Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan Perundang. penyiapan evaluasi pelaksanaan dan laporan di bidang penyusunan rencana dan program penyusunan peraturan perundang-undangan. dan b. kriteria. Teknik dan Penyiapan Perancangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan evaluasi perancangan peraturan perundang-undangan. teknik. penyusunan standar. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode. pedoman. prosedur di bidang penyusunan rencana dan program. kriteria. b. dan bahasa perundang-undangan. c. Subdirektorat Metode. prosedur. 29 . kriteria. norma.

penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah dan Jawaban Daftar Inventarisasi Masalah rancangan undang. Pasal 175 (1) Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan pembahasan rancangan undang-undang untuk disampaikan kepada Presiden dan penyiapan daftar inventarisasi masalah beserta jawabannya untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. pelaksanaan evaluasi dan laporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. jawaban pemerintah. penyiapan konsep keterangan pemerintah. (2) Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melakukan fasilitasi pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat.undangan.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat.Pasal 172 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penyiapan bahan pembahasan rancangan undang-undang. Pasal 178 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. b. Pasal 173 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. dan silabus. Pasal 177 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. jawaban pemerintah.undang yang dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. penyiapan penilaian dan pengajuan usul pengangkatan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan. sambutan pemerintah. jawaban pemerintah dan sambutan pemerintah mengenai rancangan undang. pengkoordinasian pendidikan teknis jabatan fungsional perancang peraturan perundang. f. Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan. kurikulum. Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. dan b. serta sistem dan metode pendidikan teknis perancang peraturan perundang. Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan. sambutan pemerintah. Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. 30 . dan g. dan b. b. penyiapan konsep keterangan pemerintah. Pasal 176 Subdirektorat Pembinaan dan Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan. penyiapan konsep keterangan pemerintah. c. dan d. pengelolaan administrasi pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan.undangan.undangan berdasarkan kebijakan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-Undang. penyiapan data dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang. d. pengevaluasian. dan penyiapan laporan mengenai jabatan fungsional perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 174 Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang terdiri atas : a. serta pemantauan dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. Subdirektorat Pembahasan Rancangan Undang-Undang menyelenggarakan fungsi : a. pembimbingan dan pembinaan teknis perancang peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan akomodasi pembahasan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pembahasan rancangan undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat. penyusunan pedoman. c. e.

undangan. b. d. perumusan. Pasal 180 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengelolaan dokumentasi dan pengelolaan perpustakaan. Pasal 181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. Pasal 183 (1) Seksi Pengelolaan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Bagian Kelima Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Pasal 184 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumentasi dan rancangan peraturan perundang-undangan. pengharmonisasian. penginventarisasian. koordinasi. dan penyajian bahan hukum. pengharmonisasian. pembulatan dan pemantapan konsepsi prakarsa Rancangan Undang-Undang. dan penilaian perancang peraturan perundangundangan. dan b. penyediaan dan penyajian data atau bahan hukum dan peraturan perundang-undangan untuk dipublikasikan. dan peraturan perundang-undangan. 31 . pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundangundangan. Seksi Pengelolaan Dokumentasi. f. Seksi Perpustakaan Hukum. e. buku hukum. dan pemantapan konsepsi/ prakarsa rancangan undang-undang dan rancangan peraturan perundang-undangan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektor. b. penghimpunan dan penginventarisasian peraturan perundang-undangan untuk bahan penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemantauan perkembangan peraturan perundang-undangan. (2) Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pendataan. evaluasi dan analisa pelaksanaan kebijakan harmonisasi peraturan perundang-undangan. Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan. dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan.undangan.undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan serta pelatihan teknis dalam rangka pembinaan perancang peraturan perundang-undangan. Pasal 185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184. penyiapan pengusulan pengangkatan. c. (2) Seksi Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pemberian fasilitasi pencarian bahan hukum. perumusan dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 179 (1) Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang. Pasal 182 Subdirektorat Dokumentasi dan Perpustakaan terdiri atas : a. pembinaan dan pengembangan perancang peraturan perundang. pembulatan. dan c. Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang harmonisasi peraturan perundang-undangan. dan g. buku hukum dan peraturan perundang-undangan.

Hukum dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. luar negeri. hukum dan hak asasi manusia. pertanahan. kejaksaan. pengharmonisasian. dan d. hukum dan hak asasi manusia.undangan di bidang politik. c. dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. pertahanan. hukum dan hak asasi manusia. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 188 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik.dalam negeri. Hukum dan Keamanan. keamanan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. dan badan usaha milik negara. pertahanan. luar negeri. keamanan. peradilan. pertahanan. hukum dan hak asasi manusia. Hukum dan Keamanan I. 32 . Pasal 187 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan.dalam negeri. dan f. Hukum dan Keamanan terdiri atas : a. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang. penganalisaan. keamanan. keamanan. pembulatan. peradilan. pertanahan. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik. Hukum dan Keamanan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. d. pertahanan. Hukum dan Keamanan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pertanahan. Riset dan Teknologi. pertahanan. investasi. pertanahan. Hukum dan Keamanan II. lembaga keuangan bukan bank. pertahanan.undangan di bidang politik. Pasal 192 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. peradilan. luar negeri. pertanahan. e. luar negeri. dan b. keamanan. c. luar negeri. komunikasi dan informasi. serta hukum dan hak asasi manusia. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang politik. kejaksaan. Perdagangan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang dalam negeri. hukum dan hak asasi manusia. dalam negeri. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang.Pasal 186 Direktorat Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. luar negeri. kejaksaan dan peradilan. Seksi Analisa Bidang Politik. b. dalam negeri. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Hukum dan Keamanan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Analisa Bidang Politik. Pasal 191 (1) Seksi Analisa Bidang Politik. pembulatan dan pemantapan konsepsi / prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang politik.undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang politik. kejaksaan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat. perbankan. Pasal 190 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. peradilan. keamanan. b. Seksi Analisa Bidang Politik. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. pertanahan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan. penyusunan rancangan peraturan perundang. peradilan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Politik. Pasal 189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188. kejaksaan.dalam negeri. Subbagian Tata Usaha.

pengharmonisasian. dan perhubungan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. komunikasi. Riset dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang lembaga keuangan bukan bank. perikanan. lembaga keuangan bukan bank. investasi. dan badan usaha milik negara. tata ruang. dan perhubungan. Perdagangan. perdagangan. riset dan teknologi. peternakan. pekerjaan umum. tata ruang. usaha kecil dan menengah. pembangunan kawasan tertinggal. perdagangan. pekerjaan umum. perkebunan. Pasal 196 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. dan pembangunan kawasan tertinggal. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. komunikasi. peternakan. perikanan. pembangunan kawasan tertinggal. dan perhubungan. b. lembaga keuangan bukan bank. pengharmonisasian. peternakan. pembinaan pengembangan perancang peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. perikanan. tata ruang. koperasi. perdagangan. kelautan. dan d. dan perhubungan. perikanan. riset dan teknologi. Pasal 194 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan terdiri atas : a. investasi dan badan usaha milik negara. perkebunan. pekerjaan umum. Perdagangan. transmigrasi. pertanian. peternakan. investasi. ketenagakerjaan. Pasal 195 (1) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. (2) Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pertanian. dan d. ketenagakerjaan. penyusunan rancangan peraturan perundang. pertanian. tata ruang. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. energi sumber daya mineral. penganalisaan. koperasi. dan perhubungan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II. Pasal 197 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. komunikasi. koperasi. transmigrasi. usaha kecil dan menengah. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Keuangan dan Perbankan menyelenggarakan fungsi : a. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang keuangan dan perbankan. kelautan.undangan di bidang industri. kelautan. pertanian. kelautan. perkebunan. investasi. lembaga keuangan bukan bank. dan b. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang industri. 33 . Riset dan Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. energi sumber daya mineral. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pertanian. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. koperasi. c. usaha kecil dan menengah. pembangunan kawasan tertinggal. dan badan usaha milik negara. peternakan. Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I. usaha kecil dan menengah.Pasal 193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. investasi. perbankan. perbankan. usaha kecil dan menengah. energi sumber daya mineral. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. dan badan usaha milik negara. ketenagakerjaan. dan badan usaha milik negara. c. pembangunan kawasan tertinggal. energi sumber daya mineral. b. perkebunan. riset dan teknologi. ketenagakerjaan. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. riset dan teknologi. perdagangan. perikanan. perbankan. transmigrasi. tata ruang. riset dan teknologi. pekerjaan umum. perbankan. ketenagakerjaan. transmigrasi. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang industri. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. lembaga keuangan bukan bank.undangan di bidang industri. kelautan. pekerjaan umum. energi sumber daya mineral. penganalisaan. komunikasi. koperasi. komunikasi. transmigrasi. perdagangan. perkebunan.

aparatur negara. aparatur negara. perumahan rakyat. Perdagangan. pendidikan. c. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. Riset dan Teknologi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. kesehatan. pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang agama. kesehatan. pendidikan. Pasal 201 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. kesehatan. pariwisata. perumahan rakyat. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. lingkungan hidup. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pendidikan. perikanan. budaya. pariwisata. sosial. sosial. Pasal 199 (1) Seksi Analisa Bidang Industri. pemberdayaan perempuan. pendidikan. pembinaan pengembangan tenaga perancang peraturan perundang. kesehatan. Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan. pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. Riset dan Teknologi I. aparatur negara. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. pemuda dan olah raga. perumahan rakyat. aparatur negara. Riset dan Teknologi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. Seksi Analisa Bidang Industri. energi sumber daya mineral. lingkungan hidup. Perdagangan. kelautan. pariwisata. perumahan rakyat. pariwisata. Riset dan Teknologi II. usaha kecil dan menengah. sosial. aparatur negara. pariwisata. pemuda dan olah raga. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. sosial. (2) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. pengevaluasian dan pemberian tanggapan peraturan perundang-undangan di bidang agama. Pasal 202 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri atas : a. dan pemberdayaan perempuan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang kesehatan. sosial. pemuda dan olah raga dan pembangunan kawasan tertinggal. budaya. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II. pemuda dan olah raga. Perdagangan. riset dan teknologi. transmigrasi.Pasal 198 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Industri. komunikasi. pemberdayaan perempuan. lingkungan hidup. pendidikan. pekerja umum. pemberdayaan perempuan. sosial. Riset dan Teklonogi terdiri atas : a. perhubungan. aparatur negara. koperasi. pembulatan dan pemantapan konsepsi/prakarsa dan pengharmonisasian rancangan peraturan perundang-undangan di bidang agama. pembulatan dan pemantapan izin prakarsa dan rancangan. b. Pasal 200 Subdirektorat Harmonisasi Bidang Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan pengharmonisasian. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang perdagangan. analisa dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan serta penyiapan laporan pelaksanaan tugas harmonisasi di bidang industri. perumahan rakyat. Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I. tata ruang dan pembangunan kawasan tertinggal. (2) Seksi Analisa Bidang Industri. Seksi Analisa Bidang Industri. Perdagangan. lingkungan hidup. budaya. budaya. kesehatan. dan b. peternakan. pemuda dan olah raga. budaya. ketenagakerjaan. lingkungan hidup. 34 . pengharmonisasian. pariwisata. perkebunan. dan pembangunan kawasan tertinggal. penganalisaan. dan d. perumahan rakyat.undangan di bidang agama. Pasal 203 (1) Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I mempunyai tugas melakukan pengumpulan data dalam rangka pengharmonisasian. dan b. budaya. pertanian. Perdagangan.

undangan baik di tingkat nasional maupun internasional dengan instansi terkait. penyelenggaraan sistem informasi peraturan perundang. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Kelompok Jabatan Fungsional. pendokumentasian. bersama instansi terkait. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. dan pendistribusian peraturan perundang-undangan. dan f. Subdirektorat Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 207 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. penyusunan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. d. c. Pasal 206 Direktorat Publikasi. g. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Publikasi. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan. b. c. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang publikasi. Direktorat Publikasi. pelaksanaan administrasi. Subdirektorat Kerja Sama. Subdirektorat Publikasi.Bagian Keenam Direktorat Publikasi. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan kepada instansi terkait dan masyarakat. Pasal 205 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Pasal 208 Subdirektorat Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. penginvetarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan digandakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan publikasi. pelaksanaan administrasi kerja sama pengembangan tenaga perancang peraturan perundangundangan dan tenaga lain yang terkait. pendistribusian. pengkoordinasian penyelenggaraan kerja sama dan publikasi peraturan perundang. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pembahasan dokumen perjanjian kerja sama dan publikasi peraturan perundangundangan dengan pihak luar negeri. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan Pasal 204 Direktorat Publikasi. d. 35 . distribusi dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan. f. b. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan. kerja sama dan pengundangan peraturan perundang-undangan. penggandaan. penyiapan. c.undangan. b.undangan. h. dan i. evaluasi dan laporan pemanfaatan kerja sama dan publikasi bahan peraturan perundang-undangan. Pasal 209 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208. pengundangan. koordinasi program kerja sama dan publikasi peraturan perundang-undangan dengan negara berkembang dan negara maju. percetakan dan penerbitan peraturan perundang-undangan dan dokumen-dokumen hukum. penyiapan dan penerjemahan bahan hukum untuk mendukung kegiatan perancangan dan bahan pertimbangan peraturan perundang-undangan. Kerja Sama dan Pengundangan Peraturan Perundang-undangan.

undangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengundangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kerja sama. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang-undangan yang akan diundangkan. Subdirektorat Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. tambahan lembaran negara. pengelolaan administrasi lembaran negara. 36 . pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang. dan f. Pasal 217 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. Seksi Distribusi dan Penyebarluasan. Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi : a.undangan. berita negara dan tambahan berita negara. Pasal 213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. b. c.e. dan d. penyiapan. Pasal 215 Seksi Perencanaan dan Penyelenggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan perencanaan program dan penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan dengan pihak luar negeri. (2) Seksi Distribusi dan Penyebarluasan mempunyai tugas melakukan pendistribusian. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan publikasi. instansi pemerintah maupun non pemerintah serta pengevaluasian dan penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan. Pasal 214 Subdirektorat Kerja Sama membawahi Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan. b. Pasal 211 (1) Seksi Penerbitan mempunyai tugas melakukan kegiatan penerbitan dan penerjemahan bahan pendukung perancangan dan termasuk peraturan perundang-undangannya. dan b. c. penyusunan rencana kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. Pasal 212 Subdirektorat Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan dan pengembangan program kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan baik tingkat nasional maupun internasional serta evaluasi dan laporan. Pasal 210 Subdirektorat Publikasi terdiri atas : a. penyusunan pedoman kerja sama dan petunjuk pelaksanaan kerja sama di bidang peraturan perundang. Seksi Penerbitan. penyebarluasan dan pemahaman peraturan perundang-undangan serta publikasi bahan pendukung perancangan peraturan perundang-undangan. dan d.undangan. penyelenggaraan kerja sama di bidang peraturan perundang-undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengundangan peraturan perundangundangan. pendistribusian dan penyebarluasan bahan pendukung peraturan perundang-undangan kepada pihak yang relevan. pendokumentasian dan pengelolaan berkas peraturan perundangundangan. Pasal 216 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang.

pengelolaan. c. Pasal 219 (1) Seksi Administrasi Pengundangan mempunyai tugas melakukan penyiapan. Seksi Dokumentasi.Pasal 218 Subdirektorat Pengundangan Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. perencanaan. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang. jaringan dan perangkat keras sistem dan pengolahan data. dan Implementasi. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pendokumentasian berkas peraturan perundang-undangan serta penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas. dan d. Pasal 221 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220.undangan yang akan diundangkan. Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 225 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. Bagian Ketujuh Direktorat Litigasi Perundang-undangan Pasal 224 Direktorat Litigasi Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang litigasi perundang-undangan berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Seksi Sarana. serta implementasi sistem informasi peraturan perundang-undangan. Seksi Aplikasi. (2) Seksi Sarana. tambahan lembaran negara.undangan dan pengelolaan administrasi lembaran negara. Prasarana. b. berita negara dan tambahan berita negara. Direktorat Litigasi Perundangundangan menyelenggarakan fungsi : a. pengundangan peraturan perundang. dan b. perumusan pedoman dan petunjuk pelaksanaan dalam penyusunan atau pembuatan keterangan pemerintah permohonan pengujian undang-undang.undangan mempunyai tugas melaksanakan sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. 37 . pengelolaan sistem. perancangan dan pengembangan program aplikasi sistem informasi manajemen di bidang fasilitatif dan substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. penginventarisasian dan pengklasifikasian peraturan perundang. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang litigasi perundangundangan. dan Implementasi mempunyai tugas melakukan persiapan. b.undangan. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan sistem informasi peraturan perundangundangan. pengelolaan data dan implementasi sistem informasi manajemen bidang fasilitatif dan bidang substantif di lingkungan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. dan b. Seksi Administrasi Pengundangan. Pasal 222 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang-undangan terdiri atas : a. Prasarana. Pasal 223 (1) Seksi Aplikasi mempunyai tugas melakukan analisa. Pasal 220 Subdirektorat Sistem Informasi Peraturan Perundang. sarana dan prasarana sistem informasi peraturan perundang-undangan.

dan b.undang terhadap undang undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan. Pasal 229 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. dan h.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta pendampingan persidangan di Mahkamah Konstitusi. penyiapan dan pengkordinasian dalam rangka pendampingan persidangan atas setiap pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. pemantauan. Pasal 228 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. dan d. penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undangundang dasar negara republik indonesia tahun 1945. d. b. c. pengkajian dan analisis putusan atas permohonan pengujian undang. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga. 38 . pelaksanaan pendampingan atas setiap pengujian undang-undangterhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. jadual persidangan. risalah persidangan dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. Pasal 227 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. sinkronisasi dan pemantapan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah dan pendampingan atas pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah. dan e. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemeritah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang. d. pengkoordinasian. pengumpulan. (2) Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan mempunyai tugas melakukan koordinasi dan monitoring persidangan. terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha. b. e. Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Litigasi Perundang-undangan. pemantauan. penyusunan. pencarian. f. Pasal 230 Subdirektorat Penyiapan dan Pendampingan Persidangan terdiri atas : a. pemantapan dan penyempurnaan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undangundang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyusunan. g. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama dan koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.c. Pasal 226 Direktorat Litigasi Perundang-undangan. persiapan dan penyampaian kelengkapan persidangan serta menerima release. penelaahan. dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penyiapan dan penyusunan keterangan pemerintah atas pengujian suatu undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 dengan departemen/lembaga pemerintah non departemen terkait. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis. Pasal 231 (1) Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan. perencanaan.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.

undang dasar negara republik indonesia tahun serta melaksanakan analisis dan pendokumentasian bahan dan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. Pasal 237 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. pengolahan dan pendokumentasian bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang. pengolahan bahan keterangan pemerintah dan pendokumentasian data dalam rangka pelaksanaan pengujian undang. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana dan program kerja sama dalam rangka pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. penganalisaan atas bahan dan putusan atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. penyiapan. pemantauan . penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang fasilitasi bahan dan analisis atas pelaksanaan pengujian undang. dan b.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. c. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi antar lembaga penyelenggara negara.Pasal 232 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan pengolahan bahan/data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang. pemantauan. Seksi Analisis. penyusunan perencanaan. Pasal 233 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. b. (2) Seksi Analisis. dan e. c. penyusunan perencanaan. Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyiapan laporan pelaksanaan tugas. penyelenggaraan dan pengembangan program kerja sama antar lembaga serta koordinasi antar lembaga di bidang litigasi perundang-undangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seksi Penyiapan Bahan dan Data. penyelenggaraan dan pengembangan kerja sama serta koordinasi dengan masyarakat. Pasal 235 (1) Seksi Penyiapan Bahan dan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengolahan data dalam rangka penyusunan keterangan pemerintah atas permohonan pengujian undang-undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945. dan d. Pasal 234 Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis terdiri atas : a. monitoring dan penyusunan laporan direktorat litigasi serta pendokumentasian bahan/data dan putusan atas permohonan pengujian undangundang. b.undang terhadap undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.undang terhadap undang. Laporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan analisis putusan atas permohonan pengujian undang-undang. Subdirektorat Fasilitasi Bahan dan Analisis menyelenggarakan fungsi : a. Laporan dan Dokumentasi. Pasal 236 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyusunan perencanaan. 39 . Pasal 238 Subdirektorat Kerja Sama Antar Lembaga membawahi Seksi Kerja sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat. evaluasi dan penyiapan dan penyusunan laporan di bidang litigasi perundangundangan. evaluasi. d.

Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi. penyusunan. b. Seksi Pengumpulan Data. penyiapan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.undangan. dan c. d. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah. 40 . Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. penyediaan sarana mediasi dan konsultasi dalam perancangan peraturan daerah. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. e. e. b. Pasal 246 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. f. Pasal 241 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. Kabupaten/Kota. g. c. Pasal 244 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data peraturan daerah. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. d. dan b. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. dan h. Pasal 243 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah. Pasal 242 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah terdiri atas : a. Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. pengumpulan dan penyusunan secara peraturan daerah. Kelompok Jabatan Fungsional. pengumpulan. c. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah. penyiapan dan pengolahan data serta penyajian dan penyaluran informasi peraturan daerah.Pasal 239 Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama antar lembaga penyelenggara negara dan masyarakat. analisa. Seksi Pengolahan Data. pelaksanaan pembinaan teknik perancangan peraturan daerah. dan f. penyajian dan pengolahan data peraturan daerah. penelaahan dan perumusan serta pelaporan kegiatan direktorat. penyajian dan penyaluran informasi. Bagian Kedelapan Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah Pasal 240 Direktorat Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang fasilitasi perancangan peraturan daerah berdasarkan kebijakan teknis Direktur Jenderal Peraturan Perundang. b.

dan pelaporan kegiatan fasilitasi perancangan peraturan daerah. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi perancangan peraturan daerah. Kabupaten/Kota serta penyajian dan penyaluran informasi. 41 .Pasal 247 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Seksi Perencanaan dan Program. Pasal 253 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama dalam rangka pelaksanaan atas bimbingan dan latihan di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia maupun instansi terkait lainnya. c. sarana mediasi dan konsultasi penyusunan dan perancangan peraturan daerah. penyusunan. Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan data pada setiap Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. pengevaluasian dan penyusunan laporan hasil kegiatan bimbingan dan latihan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyusunan jadual dan pelaksanaan bimbingan dan latihan. dan b. Pasal 248 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 256 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas penyiapan. Pasal 254 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah membawahi Seksi Bimbingan dan Latihan. dan d. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah. Kabupaten/Kota. Pasal 250 Subdirektorat Perencanaan dan Pelaporan terdiri atas : a. dan b. koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait serta evaluasi dan penyusunan laporan. Kabupaten/Kota. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas bimbingan dan latihan. Pasal 255 Seksi Bimbingan dan Latihan mempunyai tugas melakukan persiapan bimbingan dan latihan. b. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan latihan. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. penyusunan evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi peraturan daerah. Pasal 252 Subdirektorat Pembinaan Teknik Perancangan Peraturan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemberian pembinaan teknik kepada tenaga perancang peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan perancangan peraturan daerah baik di Pemerintah Daerah maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Pasal 251 (1) Seksi Perencanaan dan Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan rencana dan program fasilitasi perancangan peraturan daerah.

Pasal 259 Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan mediasi dan konsultasi. pemantauan. b. Pasal 258 Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi membawahi Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan mediasi dan konsultasi terhadap pihak yang memerlukan. penelaahan. 42 .Pasal 257 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. Subdirektorat Mediasi dan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan petunjuk pelaksanaan atas mediasi dan konsultasi perancangan. pelaksanaan kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyusunan evaluasi dan laporan. pengevaluasian dan penyusunan laporan atas kegiatan mediasi dan konsultasi. dan c.

pelaksanaan urusan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dan f. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. b. tata negara dan hukum internasional. pidana. pelaksanaan kebijakan di bidang perdata. pengelolaan urusan kepegawaian. dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 263 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 265 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. penyusunan laporan kegiatan administrasi hukum umum. pengelolaan arsip dan dokumentasi. c. perumusan standar. Direktorat Tata Negara. c. c. evaluasi. Bagian Keuangan. pedoman. b. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menyelenggarakan fungsi : a. pidana. kriteria dan prosedur di bidang perdata. program dan anggaran. b. Pasal 261 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260. pidana. pengelolaan urusan administrasi keuangan.BAB V DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 260 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Perdata. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. d. tata negara dan hukum internasional. Direktorat Daktiloskopi. dan f. norma. e. c. tata negara dan hukum internasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 264 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang perdata. d. Direktorat Pidana. d. 43 . Direktorat Hukum Internasional. Bagian Kedua SUSUNAN ORGANISASI Pasal 262 Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas : a. dan e. Bagian Kepegawaian. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.

Pasal 267 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266.Pasal 266 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. c. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. program dan anggaran. (1) (2) (3) (4) Pasal 270 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. (2) Subbagian Mutasi dan Admnistrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. b. evaluasi. b. kepangkatan penggajian. Pasal 272 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan pengelolaan. Pasal 268 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pengolahan. program dan anggaran. Pasal 269 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengolahan . penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Umum Kepegawaian. penyajian data dan informasi. b. pengurusan Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. protokol. dan c. dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyajian data dan informasi. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi. dan d. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. program dan anggaran. pengolahan. dan d. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. c. penyiapan penyusunan formasi. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. hubungan masyarakat. Pasal 271 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Evaluasi dan Laporan. b. dan c. Subbagian Hubungan Masyarakat. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemindahan dan mutasi kepegawaian 44 . pendataan dan pengembangan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 273 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Subbagian Data dan Informasi.

Subbagian Perbendaharaan. dan c. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 282 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 274 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum . dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perjalanan Dinas. perhitungan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. b. Pasal 278 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. b. Subbagian Perlengkapan. dan pembayaran gaji pegawai. dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 279 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pelaksanaan anggaran. b. Pasal 277 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 275 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. angkutan. b. Pasal 281 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam dan pengamanan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Pasal 276 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan rumah tangga. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.lainnya serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. 45 . Pasal 280 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a.

Subdirektorat Hukum Perdata Umum. persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia. bimbingan dan pedoman teknis serta pelayanan di bidang hukum perdata. c. penyiapan urusan surat menyurat. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia. pemberian pertimbangan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. dan g. b. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan. c. f. Subbagian Persuratan. dan pendokumentasian badan hukum. pembinaan. e. pemantauan dan evaluasi notaris. pemberian pertimbangan. e. b. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subdirektorat Notariat. Subbagian Arsip dan Dokumentasi.Pasal 283 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. Pasal 285 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. (1) (2) (3) (4) 46 . pendapat hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. c. Pasal 287 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. penataan. Subdirektorat Harta Peninggalan. Subdirektorat Badan Hukum. pengelolaan arsip dan dokumentasi. penggandaan. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pengarsipan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Direktorat Perdata menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan d. c. dan d. b. Pasal 288 Direktorat Perdata terdiri atas : a. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Bagian Keempat Direktorat Perdata Pasal 286 Direktorat Perdata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum perdata sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. dan f. pengurusan pengagendaan dan pengiriman. d. pemberian pertimbangan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. dan pengiriman. d. legalisasi dan penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum. Pasal 284 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha.

c. Seksi Perubahan Nama. Seksi Legalisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah pada dokumen yang akan dipergunakan di luar negeri atau dokumen dari luar negeri yang akan dipergunakan di Indonesia.Pasal 289 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perdata. pengelolaan arsip. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. Subdirektorat Badan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang perseroan tertutup. pemberian pendapat hukum (legal opinion). b. 47 . Seksi Pendapat Hukum. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian bimbingan dan pertimbangan masalah di bidang hukum perdata serta penyelesaian masalah di bidang hukum perdata umum termasuk pemberian pendapat hukum (legal opinion). pemberian legalisasi. b. usaha umum. c. pertimbangan dan penyelesaian urusan hukum perdata umum serta penyiapan pendapat hukum (legal opinion) baik yang diminta oleh lembaga resmi pemerintah. swasta atau perorangan. pemberian bimbingan. b. pengelolaan. dan penyelesaian masalah di bidang hukum perorangan. Pasal 295 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. dan d. pengarsipan. pengecekan. pengelolaan arsip dan pengurusan dokumentasi. Seksi Arsip dan Dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian akta pendirian. Pasal 290 Subdirektorat Hukum Perdata Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan di bidang hukum perdata. (1) (2) (3) (4) Pasal 294 Subdirektorat Badan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pengurusan pengesahan badan hukum perseroan tertutup. Pasal 293 Seksi Pendapat Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian permohonan pengesahan. perseroan terbuka dan badan hukum sosial. Subdirektorat Hukum Perdata Umum menyelenggarakan fungsi : a. penerimaan laporan perubahan anggaran dasar. dan c. dan dokumentasi. Pasal 291 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. dan d. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. usaha khusus dan badan hukum sosial. dan pengelolaan pengurusan dokumentasi. Seksi Perubahan Nama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persetujuan perubahan nama orang. Pasal 292 Subdirektorat Hukum Perdata Umum terdiri atas : a. pelaksanaan legalisasi tanda tangan pejabat pemerintah dan pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. penyiapan penyelesaian persetujuan perubahan nama. Seksi Legalisasi. permohonan persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan tertutup. pemberian persetujuan.

Seksi Badan Hukum Sosial mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar badan hukum sosial. Seksi Perseroan Terbuka. Seksi Perseroan Terbuka mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian. pengelolaan arsip dan dokumen. Seksi Arsip dan Dokumentasi. b. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai-balai Harta Peninggalan dan penanganan daftar wasiat. (1) (2) (3) (4) Pasal 298 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan urusan pengesahan. penyerahan sertifikat jaminan fidusia.Pasal 296 Subdirektorat Badan Hukum terdiri atas : a. Pasal 300 Subdirektorat Pendaftaran Fidusia terdiri atas : a. d. Seksi Perseroan Tertutup. pelaksanaan penerimaan. pencatatan dan pendistribusian dokumen fidusia serta membuat data base jaminan fidusia secara nasional. dan c. pelaksanaan evaluasi terhadap pendaftaran jaminan fidusia atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. Seksi Badan Hukum Sosial. Seksi Penerimaan dan Pemrosesan. meliputi pengolahan. pemeriksaan kelengkapan dokumen dan memberikan tanda penerimaan sesuai dengan waktu yang sebenarnya. c. pengelolaan arsip dan dokumentasi. pemberian nomor registrasi. pemberian surat keterangan wasiat. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 297 Seksi Perseroan Tertutup mempunyai tugas melakukan penelitian akta pendirian dan penyiapan konsep pemberian pengesahan akta pendirian serta pemberian persetujuan dan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan usaha umum dan khusus. Pasal 301 (1) Seksi Penerimaan dan Pemrosesan mempunyai tugas melakukan penyiapan akta. pengecekan. pengecekan. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pendaftaran fidusia. 48 . pencatatan. dan e. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. pengevaluasian atas laporan pelaksanaan tugas pendaftaran fidusia. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap laporan pelaksanaan tugas pendaftaran jaminan fidusia dan melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia dari setiap Kantor Wilayah. (3) Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. penyelesaian permohonan pengesahan. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan pencoretan jaminan fidusia. Subdirektorat Pendaftaran Fidusia menyelenggarakan fungsi : a. pendaftaran. dan d. Seksi Arsip dan Dokumentasi. pencatatan dan pendaftaran fidusia. pencatatan dan penyerahan pengganti sertifikat jaminan fidusia. Pasal 299 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. c. melakukan pembinaan teknis terhadap Kantor Pendaftaran Fidusia. permohonan persetujuan penerimaan laporan perubahan anggaran dasar perseroan publik. Seksi Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan. mengeluarkan pengganti sertifikat jaminan fidusia. penerbitan. pengelolaan arsip dan dokumen. lembaga keuangan dan perseroan dengan fasilitas penanaman modal. Pasal 302 Subdirektorat Harta Peninggalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. sertifikat perubahan jaminan fidusia dan surat keterangan pencoretan jaminan fidusia. pengelolaan arsip dan dokumen. dan pendistribusian berkas permohonan. b.

b. Pasal 306 Subdirektorat Notariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas. penyajian dan penyimpanan data perkembangan notaris. pembinaan teknis. Subdirektorat Harta Peninggalan menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan teknis. penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. (2) Seksi Daftar Wasiat mempunyai tugas melakukan penyusunan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris. mengevaluasi. penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan masyarakat tentang perilaku notaris. pengawasan. penghimpunan. dan dokumentasi Notariat. penataan. Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan. pemberian cuti notaris. (2) Seksi Pengawasan Notaris mempunyai tugas melakukan pengawasan rutin atas Notaris. pengecekan. pemantauan. penyusunan dan pembuatan daftar wasiat yang dilaporkan oleh Notaris dan penelitian data formal daftar wasiat serta pemberian surat keterangan wasiat.Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. pencatatan dan pendistribusian berkas permohonan serta pengolahan arsip dan dokumentasi. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 305 (1) Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan petunjuk teknis. Seksi Dokumentasi. Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris. pengangkatan. pemberhentian. (3) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi daftar wasiat dan dokumen-dokumen harta peninggalan. pemberhentian. mengolah dan menindaklanjuti laporan dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta membuat laporan hasil pengawasan. evaluasi. 49 . b. evaluasi temuan. Pasal 304 Subdirektorat Harta Peninggalan terdiri atas : a. Seksi Dokumentasi Notariat. dan c. penyusunan formasi penelitian dan pendaftaran laporan Notaris. meneliti data formal daftar wasiat dan penyiapan bahan penyelesaian permohonan surat keterangan wasiat. Pasal 309 (1) Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Daftar Wasiat. penataan. b. Seksi Pengawasan Notaris. telaahan. pengawasan. penyiapan bahan. pembinaan teknis. pemindahan. pengangkatan. pelaksanaan pengolahan. pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta penerbitan Surat Tanda Terdaftar sebagai kurator dan pengurus. Pasal 307 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. b. (3) Seksi Dokumentasi Notariat mempunyai tugas melakukan pengolahan. pengelolaan dokumentasi Notariat. dan c. dan c. dan evaluasi notaris. Pasal 308 Subdirektorat Notariat terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan. pemantauan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pengawasan. menerima. Subdirektorat Notariat menyelenggarakan fungsi : a. penunjukan pejabat penampung protokol. pembinaan teknis dan pengawasan atas pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan serta menerima pendaftaran dan penyiapan penerbitan Surat Tanda Terdaftar Kurator dan Pengurus.

pertimbangan masalah hukum pidana. pemberian bimbingan dan pelaksanaan teknis di bidang hukum pidana. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 314 Subdirektorat Pidana Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan di bidang hukum pidana umum. Pasal 313 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Direktorat Pidana menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. Seksi Pemantauan dan Evaluasi. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik. dan e. b. Pasal 312 Direktorat Pidana terdiri atas : a. dan b. pemberian pertimbangan mengenai masalah hukum pidana. dan d.Bagian Kelima Direktorat Pidana Pasal 310 Direktorat Pidana mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum pidana berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Pasal 311 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. analisa dan pertimbangan di bidang hukum pidana. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Analisa Hukum Pidana. pemantauan dan evaluasi serta pengurusan dokumentasi. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi hukum pidana. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan hukum pidana dan pengelolaan dokumentasi serta data perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. 50 . pembinaan. dan c. pelaksanaan urusan dokumentasi hukum pidana dan pengolahan serta menyajikan data perkembangan hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang hukum pidana. b. d. Pasal 317 (1) Seksi Analisa Hukum Pidana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. c. Pasal 315 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Subdirektorat Pidana Umum. Subdirektorat Pidana Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis. bimbingan. pelaksanaan urusan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pidana. Pasal 316 Subdirektorat Pidana Umum terdiri atas : a. c. pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang hukum pidana.

Pasal 322 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. rancangan perjanjian. Pasal 323 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 322. Bagian Keenam Direktorat Tata Negara Pasal 326 Direktorat Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang tata negara berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. pemberhentian. pengolahan. rancangan perjanjian. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. pembinaan. pemantauan. pengangkatan. evaluasi dan dokumentasi bantuan hukum timbal balik. Pasal 324 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas : a. Pasal 319 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. 51 .Pasal 318 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pemutasian. dan b. Pasal 320 Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik terdiri atas : a. pemantauan. rancangan perjanjian. rancangan perjanjian. Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengangkatan. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. dan b. rancangan perjanjian. Seksi Ekstradisi. pemberian pertimbangan. pemberian pertimbangan. dan pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 321 (1) Seksi Ekstradisi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi : a. penyajian data dan pembuatan laporan perkembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Seksi Dokumentasi. Pasal 325 (1) Seksi Bimbingan dan Pemantauan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. dan b. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstadisi. (2) Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik. pemantauan. pengangkatan. pemberian pertimbangan. dan b. pembinaan. penataan. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemutasian dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pengelolaan dokumentasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil. evaluasi dan dokumentasi di bidang ekstradisi dan bantuan hukum timbal balik. pembimbingan. bimbingan. Subdirektorat Ekstradisi dan Bantuan Hukum Timbal Balik menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyimpanan.

Subdirektorat Hukum Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. pemeriksaan. pemberian bimbingan. penyelesaian proses kewarganegaraan. Pasal 335 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. pertimbangan. Direktorat Tata Negara menyelenggarakan fungsi : a. dan penyelesaian masalah di bidang hukum tata negara. Pasal 332 Subdirektorat Hukum Tata Negara terdiri atas : a. dan c. urusan dokumentasi hukum tata negara. dan c. Pasal 333 (1) Seksi Analisa dan Pertimbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. Subdirektorat Pewarganegaraan. pendapat hukum. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan. penelitian. pendapat hukum. Subdirektorat Pewarganegaraan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan pelaksanaan pedaftaran partai politik. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. pengelolaan dokumentasi di bidang tata negara. pertimbangan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. dan penyelenggaraan pendaftaran partai politik. Subdirektorat Hukum Tata Negara. Seksi Pendaftaran Partai Politik. pengujian dan pemantauan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. c. Pasal 330 Subdirektorat Hukum Tata Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. dan pengumuman nama di bidang pewarganegaraan. (2) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. pertimbangan dan pendapat hukum tata negara serta pendaftaran partai politik. dan d. Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. (3) Seksi Pendaftaran Partai Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pelaksanaan pendaftaran partai politik serta urusan dokumentasi pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. b. Seksi Analisa dan Pertimbangan. Pasal 329 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Tata Negara. analisa dan pemberian pertimbangan pendapat hukum serta penyelesaian masalah hukum tata negara. b. b. Pasal 334 Subdirektorat Pewarganegaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kewarganegaraan.Pasal 327 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan d. penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia. pemantauan dan evaluasi di bidang tata negara. Seksi Dokumentasi. 52 . Pasal 328 Direktorat Tata Negara terdiri atas : a. c.

penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian bimbingan dan pertimbangan di bidang Kewarganegaraan Republik Indonesia. dan c. Pasal 336 Subdirektorat Pewarganegaraan terdiri atas : a. b. Pasal 337 (1) Seksi Analisa Pewarganegaraan mempunyai tugas melakukan analisa dan proses permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi) dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. b. Bagian Ketujuh Direktorat Hukum Internasional Pasal 342 Direktorat Hukum Internasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hukum internasional berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. Seksi Analisa Pewarganegaraan. analisa dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Formulir ex Dwi Kewarganegaraan RI-RRC. Seksi Penyelesaian. dan b. pengumuman nama orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan kewarganegaraan. penilaian dan penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum. Seksi Pengujian dan Pemantauan. (2) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Umum mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus. Pasal 340 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia terdiri atas : a. pemeriksaan. analisa dan penyelesaian masalah kewarganegaraan serta penyelesaian bukti kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan bukti kewarganegaraan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). analisa dan proses permohonan pewarganegaraan dan pengusulan pemberian kewarganegaraan dengan cara pewarganegaraan. 53 . Pasal 338 Subdirektorat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis penilaian pemeriksaan. penyusunan dan pemeliharaan daftar pengujian data perkembangan dan pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. pengujian dan pemantauan di bidang bukti kewarganegaraan republik indonesia. Pasal 341 (1) Seksi Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia Khusus mempunyai tugas melakukan pemeriksaan. (3) Seksi Pengujian dan Pemantauan mempunyai tugas melakukan penyiapan pengujian Formulir Dwi Kewarganegaraan dan bukti-bukti kewarganegaraan lainya serta pemantauan bukti kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 339 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338.b. (2) Seksi Penyelesaian mempunyai tugas melakukan penyelesaian dan pengumuman nama orang yang memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dan penyajian data perkembangan pewarganegaraan. dan c.

pemberian petunjuk pelaksanaan hukum internasional umum. penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundang-undangan di bidang hukum humaniter. Pasal 344 Direktorat Hukum Internasional terdiri atas : a. penyelesaian masalah. pendapat hukum. penyelesaian masalah pencemaran dan pelestarian lingkungan serta inventarisasi dan sosialisasi. pertimbangan. pemberian pertimbangan. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional. inventarisasi. Seksi Dokumentasi. c. Seksi Hukum Lingkungan. dan d. Direktorat Hukum Internasional menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Hukum Internasional Umum. sosialisasi perjanjian. dan f. pendapat hukum. tanggapan dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional. Subbagian Tata Usaha. Pasal 345 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pemberian bimbingan. pengembangan di bidang hukum internasional. pertimbangan petunjuk pelaksanaan. Subdirektorat Hukum Internasional Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi hukum internasional. inventarisasi. dan hukum angkasa. Pasal 347 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 346. pemberian bimbingan. penyelesaian masalah serta penerapan dan penyebarluasan konvensi atau peraturan perundangundangan di bidang hukum pidana internasional. evaluasi. d. b. hukum laut. tanggapan. pemantauan. b. dan penyelesaian masalah hukum internasional umum. pemberian bimbingan. Seksi Hukum Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hukum Internasional. dan c. pendapat hukum. pembinaan. Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan. c. pertimbangan dan tanggapan. b. inventarisasi dan pengolahan serta penyajian data perkembangannya. pelayanan yang meliputi pemberian informasi di bidang hukum internasional. b. dan penyelesaian masalah di bidang hukum internasional umum. Pasal 348 Subdirektorat Hukum Internasional Umum terdiri atas : a. e. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Pasal 346 Subdirektorat Hukum Internasional Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. sosialisasi perjanjian dan masalah internasional. tanggapan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hukum internasional umum. sosialisasi. Pasal 349 Seksi Hukum Humaniter mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. (1) (2) (3) (4) 54 . Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional. dan masalah internasional.Pasal 343 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pemberian bimbingan dan pertimbangan. c. Seksi Hukum Humaniter.

Pasal 350 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. b. pertimbangan. penyebarluasan penyelesaian masalah mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan bilateral. tanggapan. pemantauan dan evaluasi. Pasal 353 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. dan b. (2) Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. sosialisasi. tanggapan. tanggapan. pertimbangan dan pendapat hukum di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi. pemantauan. pemberian bimbingan dan pertimbangan. mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan regional dan multilateral. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pemberian pertimbangan dan tanggapan masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. Seksi Hukum Udara. pemberian bimbingan dan pertimbangan kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. regional dan bilateral dan pendapat hukum. dan b. pertimbangan di bidang hukum mengenai kerja sama ekonomi dan kelembagaan multilateral. legal opinion. evaluasi di bidang hukum ekonomi. sosialisasi serta penyelesaian masalah hukum ekonomi dan kelembagaan internasional. pemberian bimbingan. pemantauan dan evaluasi. Seksi Kerja Sama Bilateral. pemantauan. regional dan bilateral. dan kelembagaan internasional. pemantauan dan evaluasi. Pasal 355 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. pemberian bimbingan. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum udara. Pasal 352 Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional terdiri atas : a. b. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut dan hukum udara. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pertimbangan. Pasal 356 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara terdiri atas : a. Pasal 354 Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis. pemberian bimbingan dan pertimbangan. Seksi Hukum Laut. pemberian bimbingan. pemberian bimbingan. dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. pemantauan dan evaluasi di bidang hukum laut dan hukum udara. 55 . dan c. (2) Seksi Hukum Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Pasal 351 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Subdirektorat Hukum Laut dan Hukum Udara menyelenggarakan fungsi : a. dan c. penyelesaian masalah dan pengembangan di bidang hukum laut multilateral. Pasal 357 (1) Seksi Hukum Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. penyelesaian masalah. regional dan bilateral. Subdirektorat Hukum Ekonomi dan Kelembagaan Internasional menyelenggarakan fungsi : a.

pemantauan. Pasal 364 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi terdiri atas : a. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi. pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari dan pengolahan. Pasal 363 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. (2) Seksi Identifikasi mempunyai tugas melakukan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. penyiapan rancangan kebijakan teknis. perumusan dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. Pasal 366 Subdirektorat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan data. urusan dokumentasi serta informasi daktiloskopi dan penyimpanan slip sidik jari. Seksi Identifikasi. Pasal 361 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. dan pemberian keterangan atas permintaan instansi lain mengenai teraan jari seseorang. c. dan d. dan b.Bagian Kedelapan Direktorat Daktiloskopi Pasal 358 Direktorat Daktiloskopi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang daktiloskopi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum. b. pengolahan dan penyajian data perkembangan daktiloskopi. pemberian keterangan mengenai sidik jari seseorang. Direktorat Daktiloskopi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan slip teraan jari seseorang. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Daktiloskopi. dan b. Pasal 359 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan serta melakukan penataan dan pemberian informasi sidik jari. pembinaan monitoring. 56 . perumusan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan. penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang daktiloskopi. Pasal 365 (1) Seksi Perumusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis. Seksi Perumusan. pelaksanaan pencarian identifikasi seseorang dengan menggunakan sistem teraan jari. c. Pasal 360 Direktorat Daktiloskopi terdiri atas : a. dan d. Subdirektorat Data dan Informasi. Pasal 362 Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pengidentifikasian berdasarkan sidik jari. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perumusan dan Identifikasi menyelenggarakan fungsi : a.

pengolahan. Subdirektorat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 367 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 366. penyajian data perkembangan daktiloskopi. Pasal 369 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan dan penyiapan slip sidik jari untuk bahan perumusan dan identifikasi. Seksi Dokumentasi. melakukan penataan dan pemberian informasi tentang sidik jari. dan b. Pasal 368 Subdirektorat Data dan Informasi terdiri atas : a. Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Arsip Teraan mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 373 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengolahan data. penyiapan rancangan kebijakan teknis. perumusan slip sidik jari seseorang yang akan dirumus. dan penyimpanan slip sidik jari. dan b. Seksi Arsip Teraan. dan c. urusan dokumentasi. Pasal 370 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan mempunyai tugas melaksanakan pengolahan. (2) Seksi Penataan dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengolahan dan penataan slip sidik jari serta pemberian informasi slip sidik jari. Pasal 371 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. Seksi Pengumpulan Data. penyajian dan penyiapan serta pendokumentasian daktiloskopi. penyajian data perkembangan daktiloskopi dan urusan dokumentasi daktiloskopi serta evaluasi dan penyusunan laporan. b. 57 . Seksi Penataan dan Informasi. Pasal 372 Subdirektorat Dokumentasi dan Arsip Teraan terdiri atas : a. evaluasi dan penyusunan laporan. dan b. penyimpanan dan pemeliharaan slip sidik jari. serta evaluasi dan penyusunan laporan.

b. c. bina latihan kerja dan produksi. bina latihan kerja dan produksi. b. dan e. dan g. evaluasi. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Perawatan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 377 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. b. kriteria dan prosedur di bidang bina registrasi dan statistik. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. pelaksanaan kebijakan di bidang bina registrasi dan statistik. Direktorat Bina Khusus Narkotika. bina bimbingan kemasyarakatan. f. norma. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 379 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. program dan anggaran. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. Bagian Kepegawaian. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. bina perawatan. bina perawatan. d. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Pasal 375 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. Sekertariat Direktorat Jenderal. c. pedoman. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang bina registrasi dan statistik. bina bimbingan kemasyarakatan. d. c. bina latihan kerja dan produksi. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 376 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terdiri atas: a. d.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 374 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasyarakatan. bina keamanan dan ketertiban serta bina khusus narkotika. penyusunan standar. pengelolaan urusan administrasi keuangan. bina bimbingan kemasyarakatan. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. 58 . penyusunan laporan kegiatan pemasyarakatan. Pasal 378 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377. bina perawatan.

Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan. Bagian Tata Usaha. pengolahan. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Bagian Keuangan. Pasal 382 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas: a. b. penyajian data dan informasi. f. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. pengelolaan. Pasal 380 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Subbagian Data dan Informasi. dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. pengolahan. Pasal 383 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 59 . perumusan organisasi dan ketatalaksanaan. penyajian data dan informasi. dan c. program dan anggaran. d. Pasal 384 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. pengolahan. evaluasi dan penyusunan laporan. program dan anggaran. dan c. Pasal 381 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 380. Pasal 385 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 384. e. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum Kepegawaian. penghimpunan peraturan perundang-undangan. penyiapan penyusunan formasi.c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. penghimpunan peraturan perundang-undangan. b. dan c. penyiapan pengelolaan. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pasal 386 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. (3) Subbagian Perundang-undangan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perumusan organisasi dan ketatalaksanaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b.

(3). pengangkutan. dan c. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 391 (1). Subbagian Perbendaharaan. dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pemindahan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan peyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. kepangkatan. pengelolaan urusan perlengkapan. Pasal 393 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 392. mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 60 . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. Subbagian Perlengkapan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. dan b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pengurusan Asuransi Kesehatan. pelaksanaan anggaran. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan rumah tangga. b. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 388 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. pendataan. Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 394 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas: a.Pasal 387 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 395 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. pengembangan pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan urusan pembukuan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 392 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penggajian. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. (2). Subbagian Rumah Tangga. Pasal 390 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

pelaksanaan urusan persuratan. Bagian Keempat Direktorat Bina Registrasi dan Statistik Pasal 400 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang registrasi dan statistik tahanan. pengetikan. c. Subdirektorat Sidik Jari. pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 397 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. benda sitaan negara. c. c.Pasal 396 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 402 Direktorat Bina Registrasi dan Statistik terdiri atas: a. dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. d. pengetikan. Pasal 399 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Pasal 398 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Direktorat Bina Registrasi dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik. Pasal 401 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan e. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi. dan d. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokol. (1) (2) (3) (4) 61 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan tahanan. b. b. dan d. Subbagian Persuratan. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi. penggandaan dan pengiriman. b. Subbagian Tata Usaha. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. dan e. penggandaan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang statistik dan dokumentasi tahanan.

Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. 62 . Mutasi Tahanan. dan c. pembinaan. dan b. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan dan pemberian remisi. Pasal 407 (1) Seksi Registrasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 411 (1) Seksi Penempatan. (3) Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 404 Subdirektorat Registrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 410 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi terdiri atas: a. Pasal 409 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pemindahan tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 408 Subdirektorat Penempatan dan Mutasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara. b. dan Benda Sitaan Negara. Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 405 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi tahanan. b. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Subdirektorat Registrasi menyelenggarakan fungsi: a. Mutasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan dan mutasi warga binaan pemasyarakatan. penempatan. Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan. dan b. Subdirektorat Penempatan dan Mutasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang penempatan. Seksi Penempatan. benda sitaan negara dan warga binaan pemasyarakatan. mutasi tahanan dan benda sitaan negara. penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Registrasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 406 Subdirektorat Registrasi terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang registrasi tahanan dan benda sitaan negara.Pasal 403 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Registrasi dan Statistik.

dan c. dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan dan perumusan. penyiapan rancangan kebijakan. Dokumentasi Tahanan dan Benda Sitaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Pasal 412 Subdirektorat Sidik Jari mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan Benda Sitaan Negara. perumusan. Seksi Perumusan dan Identifikasi. Pasal 413 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. b. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. identifikasi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara serta warga binaan pemasyarakatan. (2) Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.(2) Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Dokumentasi Tahanan. Subdirektorat Sidik Jari menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. pembebasan narapidana dan anak didik pemasyarakatan serta mutasi dan pengakhiran pembimbingan klien pemasyarakatan. Pasal 418 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 417 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. penyiapan rancangan kebijakan. 63 . Pasal 414 Subdirektorat Sidik Jari terdiri atas: a. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perijinan. b. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan. dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. perumusan dan identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi tahanan dan benda sitaan negara. Pasal 416 Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan. penempatan. mutasi. Subdirektorat Statistik dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Statistik. identifikasi sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan. Pasal 415 (1) Seksi Perumusan dan Identifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 419 (1) Seksi Statistik. klasifikasi dan pemeliharaan sidik jari tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

perlengkapan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. standardisasi dan penetapan gizi serta pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Direktorat Bina Perawatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan. pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani. Pasal 423 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. perlengkapan tahanan. Pasal 425 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. c. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi. b. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. b. pengelolaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara serta sarana dan evaluasi perawatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana dan evaluasi perawatan tahanan. dan d.(2) Seksi Statistik. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang urusan statistik dan dokumentasi klien pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan perawatan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dokumentasi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. 64 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Perawatan. Pasal 424 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pengembangan pelayanan kesehatan. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang perawatan kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan . Pasal 421 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Bagian Kelima Direktorat Bina Perawatan Pasal 420 Direktorat Bina Perawatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan dan makanan. Dokumentasi Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. c. dan d. dan d. penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 422 Direktorat Bina Perawatan terdiri atas: a. warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. pengendalian bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan dan makanan. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (3) Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan penetapan gizi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan. 65 . b. Seksi Pengendalian Bahan Makanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara menyelenggarakan fungsi: a. (1) (2) (3) (4) Pasal 428 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan. Seksi Penghapusan. c. Seksi Penilaian Jenis dan Mutu. Pasal 430 Subdirektorat Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara terdiri atas: a. Pasal 429 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. b. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan pelayanan kesehatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan. dan d. Seksi Pengendalian Bahan Makanan. Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani. (2) Seksi Penilaian Jenis dan Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pengelolaan sarana serta evaluasi dan pelaporan perawatan tahanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengaturan bahan makanan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. dan c. dan c. pembinaan teknis dan pemantauan di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (3) Seksi Penghapusan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pembinaan teknis serta pemantauan di bidang pemeliharaan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 432 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penilaian jenis dan mutu benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penilaian jenis dan mutu serta penghapusan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 427 Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kesehatan mental dan jasmani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pemeliharaan.Pasal 426 Subdirektorat Pengawasan Kesehatan dan Makanan terdiri atas: a. warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Pasal 431 (1) Seksi Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan.

Seksi Analisa Kebutuhan. Subdirektorat Pembinaan. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pelaksanaan evaluasi dan laporan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan. Pasal 437 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. b. Subdirektorat Pembimbingan. d. Seksi Pengelolaan Sarana. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang analisa kebutuhan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. dan c. b. pendidikan dan bimbingan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan Pasal 436 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pelayanan dan penyuluhan. c.Pasal 433 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. 66 . pengolahan dan penyajian analisa kebutuhan perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan e. Subdirektorat Sarana dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi dan Laporan Pasal 435 (1) Seksi Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang pembinaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 438 Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan terdiri atas: a. (2) Seksi Pengelolaan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 434 Subdirektorat Sarana dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pendidikan. dan e. d. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan perawatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembimbingan bagi warga binaan pemasyarakatan. b. distribusi dan pengendalian sarana perawatan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta benda sitaan negara dan barang rampasan negara. Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang alokasi.

Pasal 442 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. Seksi Bimbingan Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Mental Rohani. Seksi Penelitian Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penelitian kemasyarakatan. (1) (2) (3) (4) Pasal 444 Subdirektorat Pembinaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan mental rohani. Seksi Pembinaan Kewarganegaraan. b. dan d. bimbingan hukum. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian. orientasi dan observasi. dan d. c. Pasal 446 Subdirektorat Pembinaan terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. Seksi Penelitian Kemasyarakatan.Pasal 439 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan. kewarganegaraan. Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 443 Seksi Bimbingan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang bimbingan hukum. Subdirektorat Pembinaan menyelenggarakan fungsi: a. c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang evaluasi dan laporan. c. c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Orientasi dan Observasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang orientasi dan observasi. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan. Pasal 440 Subdirektorat Pelayanan dan Bimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. dan d. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum. b. 67 . penelitian kemasyarakatan serta evaluasi dan laporan. olah raga dan kesenian serta pembinaan badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 445 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. b. Pasal 441 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Orientasi dan Observasi.

Subdirektorat Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. 68 . Seksi Pembinaan Kewarganegaraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kewarganegaraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Subdirektorat Pembimbingan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 448 Subdirektorat Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan. pendidikan luar sekolah serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. b. penyiapan rancangan kebijakan. c. dan b. dan d. Pasal 452 Subdirektorat Pembimbingan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan.(1) (2) (3) (4) Pasal 447 Seksi Pembinaan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang mental rohani bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Pasal 450 Subdirektorat Pendidikan terdiri atas: a. Pasal 449 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. asimilasi. Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan. (2) Seksi Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan luar sekolah dan kepramukaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 453 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. integrasi dan pendayagunaan tim pengamat pemasyarakatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pendidikan Luar Sekolah. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 451 (1) Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan sekolah dan kepustakaan serta pengembangan pendidikan dan tenaga pengajar bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang olah raga dan kesenian bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang integrasi bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang peran serta badan kemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembimbingan klien.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan pelatihan keterampilan kerja. Subbagian Tata Usaha. Seksi Bimbingan Klien. d. penyiapan rancangan kebijakan. Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. anak pidana dan anak negara. pengembangan kewirausahaan. e. Seksi Integrasi. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. (1) (2) (3) (4) 69 . Pasal 459 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Seksi Integrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan di bidang anak pidana dan anak negara. Seksi Asimilasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang asimilasi bagi narapidana. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan dan latihan keterampilan kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. dan d. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan. Subdirektorat Tenaga Kerja. Pasal 458 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kemitraan dan pemasaran hasil produksi. Subdirektorat Kegiatan kerja. c. e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan kerja tim pengamat pemasyarakatan. Seksi Pendayagunaan Kerja Tim Pengamat Pemasyarakatan. tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Pasal 455 Seksi Bimbingan Klien mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan klien pemasyarakatan. produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran hasil produksi berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. b. d. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendayagunaan tenaga kerja. Seksi Asimilasi. dan f. dan f. Pasal 457 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. b. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran. Subdirektorat Produksi. Pasal 460 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Ketrampilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi Pasal 456 Direktorat Bina Latihan Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pelatihan keterampilan kerja. bimbingan keterampilan dan kerja lingkungan. c.Pasal 454 Subdirektorat Pembimbingan terdiri atas: a. b.

penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa.Pasal 461 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. c. b. pertanian dan perkebunan. Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan menyelenggarakan fungsi: a. 70 . Seksi Pengembangan Kewirausahaan. Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan. b. perikanan dan peternakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Minat dan Bakat. Pasal 466 Subdirektorat Kegiatan Kerja terdiri atas. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. (2) Seksi Kegiatan Pertanian dan Perkebunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja pertanian dan perkebunan. Pasal 467 (1) Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja industri rumah tangga dan jasa. Seksi Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengembangan kewirausahaan bagi narapidana dan klien pemasyarakatan. Pasal 465 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Subdirektorat Kegiatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan. Seksi Bimbingan Keterampilan. Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan. dan d. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 464 Subdirektorat Kegiatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja industri rumah tangga dan jasa. Pasal 463 Seksi Bimbingan Minat dan Bakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. Seksi Bimbingan Keterampilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan keterampilan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan kerja lingkungan bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan . c. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Pasal 462 Subdirektorat Bimbingan dan Latihan Keterampilan terdiri atas: a. a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan minat dan bakat bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan.

Pasal 471 (1) Seksi Standardisasi dan Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 469 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. pembinaan produksi dan pengelolaan dana pengembangan produksi. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Seksi Pembinaan Produksi. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi. Subdirektorat Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 468 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis. penyiapan rancangan kebijakan. (3) Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 470 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan b. Pasal 472 Subdirektorat Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. dan c. Pasal 476 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. penyiapan rancangan kebijakan. Subdirektorat Produksi meyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. b.(3) Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan kerja perikanan dan peternakan. Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. Pasal 474 Subdirektorat Tenaga Kerja terdiri atas: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. Seksi Standardisasi dan Pengendalian. Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi. 71 . penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. pengelolaan dan pengawasan sarana dan instalasi serta pendayagunaan tenaga kerja dan kesejahteraan. pembinaan teknis di bidang analisa kebutuhan. Pasal 473 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan produksi. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan dana pengembangan produksi. (2) Seksi Pembinaan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang bimbingan produksi. b. Pasal 475 (1) Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengendalian. dan b. pemasaran serta pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. dan c.

Rumah Penyimpanan Benda sitaan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. Seksi Pemasaran. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian. b. Seksi Pembinaan Kemitraan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pembinaan kemitraan. Pasal 482 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban terdiri atas: a.Pasal 477 Untuk melaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Bagian Kedelapan Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban Pasal 480 Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan. 72 . Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan. Pasal 478 Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran terdiri atas: a. penyiapan rancangan kebijakan. c. dan Lembaga Pemasyarakatan. d. Subdirektorat Sarana. b. pembinaan teknis sarana petugas pengamanan serta pengawasan dan pengendalian keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. b. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk usaha dan kegiatan. Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 481 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan e. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pemasaran. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. dan c. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 479 (1) Seksi Pembinaan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan e. Subdirektorat Kemitraan dan Pemasaran menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan rancangan kebijakan. c. dan Lembaga Pemasyarakatan. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan pelaksanaan pembinaan teknis petugas keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. (3) Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. d. dan c. (2) Seksi Pemasaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan bentuk-bentuk usaha dan kegiatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pelaksanaan teknis di bidang pengawasan dan pengendalian Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan.

73 . pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan dan pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan Lembaga Pemasyarakatan. Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban. Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Keamanan dan Ketertiban. dan b. Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban. pembinaan dan pelaksanaan teknis kerja sama di bidang keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pengembangan prosedur dan strategi keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 490 Subdirektorat Sarana terdiri atas: a. Pasal 485 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 486 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 487 (1) Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pengelolaan dan pemeliharaan sarana serta pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban. dan b. (2) Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. dan Lembaga Pemasyarakatan. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban. Pasal 484 Subdirektorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan teknis. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang kerja sama.Pasal 483 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Keamanan dan Ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Pasal 488 Subdirektorat Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana. Pasal 489 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 488. dan Lembaga Pemasyarakatan. b.

pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin dan pemberian bantuan hukum kepada petugas pengamanan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian. dan Lembaga Pemasyarakatan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan.Pasal 491 (1) Seksi Standardisasi dan Pengembangaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan serta pembinaan teknis di bidang standardisasi dan pengembangan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. dan Lembaga Pemasyarakatan. (2) Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. penyiapan rancangan kebijakan. b. (3) Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Seksi Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban. Seksi Keselamatan dan Keamanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara. pembinaan. penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. b. Pasal 495 (1) Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 497 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban. Pasal 494 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian terdiri atas: a. dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. dan Lembaga Pemasyarakatan. pembinaan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi : a. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Keamanan dan Ketertiban. Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. penyiapan rancangan kebijakan. pelaksanaan teknis di bidang pembinaan prosedur dan pengawasan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelaksanaan evaluasi dan laporan keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. dan c. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. penyiapan rancangan kebijakan. pemeliharaan sarana keamanan dan ketertiban Rumah Tahanan Negara. Pasal 493 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. penyiapan rancangan kebijakan. Pasal 492 Subdirektorat Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan. pengendalian dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban serta keselamatan dan keamanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara. (2) Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan. dan 74 .

d.b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. Pasal 501 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500. 75 . b. bimbingan hukum dan kemitraan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Subdirektorat Perawatan Kesehatan menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan. perawatan jasmani. Pasal 499 (1) Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 504 Subdirektorat Perawatan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika. d. Subdirektorat Pelayanaan Sosial. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang pendayagunaan dan pengembangan serta pembinaan disiplin petugas pengamanan. pelayanan sosial. c. Bagian Kesembilan Direktorat Bina Khusus Narkotika Pasal 500 Direktorat Bina Khusus Narkotika mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perawatan kesehatan. b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Bantuan Hukum. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. c. Subdirektorat Bimbingan Hukum. dan c. dan e. Pasal 498 Subdirektorat Pengembangan Teknis Petugas Pengamanan terdiri atas: a. dan b. Subdirektorat Kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan. perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pelayanan sosial bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan kesehatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Direktorat Bina Khusus Narkotika menyelenggerakan fungsi : a. Pasal 505 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Subdirektorat Perawatan Kesehatan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kemitraan. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani. b. dan e. (2) Seksi Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. Pasal 503 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Khusus Narkotika. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. pembinaan dan pelaksanaan teknis di bidang bantuan hukum kepada petugas pengamanan. Pasal 502 Direktorat Bina Khusus Narkotika terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan narkotika.

dan c.Pasal 506 Subdirektorat Perawatan Kesehatan terdiri atas : a. b. dan d. Subdirektorat Pelayanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika. (3) Seksi Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Perawatan Jasmani. Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan. (2) Seksi Ketrampilan dan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kegiatan keterampilan dan usaha. dan c. Pasal 511 (1) Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan dan bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang bimbingan lanjutan. pembinaan kesadaran hukum. dan c. (2) Seksi Perawatan Jasmani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan jasmani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (3) Seksi Perawatan Mental Rohani mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang perawatan mental rohani tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 509 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. 76 . b. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. seni dan budaya. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang seni dan budaya. Seksi Perawatan Mental Rohani. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Subdirektorat Bimbingan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang ketrampilan dan usaha. Pasal 513 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Pasal 510 Subdirektorat Pelayanan Sosial terdiri atas : a. Seksi Seni dan Budaya. Pasal 508 Subdirektorat Pelayanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pendidikan. bimbingan lanjutan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. keterampilan dan usaha. pembinaan berbangsa dan bernegara bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Ketrampilan dan Usaha. c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 512 Subdirektorat Bimbingan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum. Pasal 507 (1) Seksi Identifikasi Ketergantungan Narkotika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang identifikasi ketergantungan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.

(3) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. b. Pasal 518 Subdirektorat Kemitraan terdiri atas : a. Pasal 515 (1) Seksi Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang konsultasi hukum bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. Pasal 519 (1) Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama intansi pemerintah bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. (2) Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara bagi pembinaan tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika.Pasal 514 Subdirektorat Bimbingan Hukum terdiri atas : a. dan c. (2) Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran hukum. dan c. 77 . Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. (3) Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara. Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah. b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 517 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. Subdirektorat Kemitraan menyelenggarakan fungsi : a. monitoring dan evaluasi bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan khusus narkotika. b. kerja sama lembaga swadaya masyarakat dan kerja sama antar negara. dan c. penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang monitoring dan evaluasi. Pasal 516 Subdirektorat Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang kerja sama instansi pemerintah. Seksi Konsultasi Hukum. Seksi Kerja Sama Lembaga Swadaya Masyarakat dan Antar Negara.

Bagian Kepegawaian. protokoler. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. Pasal 521 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. dan g. pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyidikan dan penindakan. dan penindakan. pengelolaan dokumentasi dan kepustakaan. c. dan penindakan. izin tinggal dan status. program dan anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha. perumusan standar. hukum. Pasal 524 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. dan e. evaluasi. penyidikan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. visa dan fasilitas. Pasal 525 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. 78 . dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. dan e. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. pengelolaan urusan administrasi keuangan. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. b. Direktorat Dokumen Perjalanan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. d. c. c. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. lintas batas dan kerja sama luar negeri serta sistim informasi keimigrasian. izin tinggal dan status. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan. hubungan masyarakat. izin tinggal dan status. b. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang dokumen perjalanan. b. Direktorat Intelijen Keimigrasian. d. visa dan fasilitas. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 522 Direktorat Jenderal Imigrasi terdiri atas : a. f. intelijen. e. pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Imigrasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. intelijen. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. penyidikan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 523 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. lintas batas. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan laporan kegiatan keimigrasian. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. intelijen. d. visa dan fasilitas. pedoman. norma.BAB VII DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 520 Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang imigrasi. Visa dan Fasilitas Keimigrasian.

penyiapan penyusunan formasi. Pasal 532 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. (1) (2) (3) (4) Pasal 530 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional dan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Umum Kepegawaian. pengelolaan administrasi penyidik pegawai negeri sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. penghimpunan peraturan perundang-undangan serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi. perencanaan pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. penyajian data dan informasi. b. c. d. dan c. dan d. program dan anggaran. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiunan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyusunan. e. Pasal 526 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengkoordinasian rancangan. Litigasi dan Tata Usaha. b. b. Bagian Keuangan. Pasal 529 Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 531 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Subbagian Data dan Informasi. b. penyajian data dan informasi. Subbagian Pengembangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. penyajian data dan informasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan d. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. 79 . Pasal 527 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. penataan. program dan anggaran. f. program dan anggaran. Bagian Hubungan Masyarakat.c. pengumpulan dan pengolahan data fasilitatif. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan dan penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. Pasal 528 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana.

80 . pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan pengembangan sumber daya manusia. perhitungan. dan penyusunan laporan keuangan. penggunaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. inventarisasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. (3) Subbagian Pengembangan. pelaksanaan anggaran. Pasal 537 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. Subbagian Rumah Tangga. penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana. b. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 540 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. serta pemeliharaan prasarana dan sarana. dan laporan pelaksanaan kegiatan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. perhitungan. pelaksanaan urusan pembukuan. mutasi pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. kepangkatan. dan c. pemindahan. pendataan. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pembakuan dan penghapusan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. dan c.Pasal 533 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyusunan formasi. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 535 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Pasal 538 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pasal 534 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pembukuan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pelaksanaan urusan dalam. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. b. c. b. penggajian. evaluasi. Pasal 536 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 539 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Pengadaan dan Peralatan. penyusunan rencana. penyusunan rencana pengadaan fisik dan pengadaan dokumen keimigrasian. pengangkutan. Subbagian Analisa Kebutuhan. pelayanan administrasi Asuransi Kesehatan. Subbagian Perbendaharaan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan.

Subbagian Hubungan Masyarakat. dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol. Litigasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang dokumen perjalanan. (1) (2) (3) (4) Bagian Keempat Direktorat Dokumen Perjalanan. visa. Pasal 542 Bagian Hubungan Masyarakat. b. Litigasi. Subbagian Tata Persuratan. dan d. visa. Pasal 547 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. penyimpanan dan pemeliharaan prasarana dan sarana serta pengadaan dan penyimpanan dokumen keimigrasian. Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang dokumen perjalanan. Pasal 545 Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat. Visa dan Fasilitas Keimigrasian Pasal 546 Direktorat Dokumen Perjalanan. izin masuk. c. (2) Subbagian Pengadaan dan Peralatan mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pengadaan fisik. c. dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan masyarakat. izin masuk. b. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang dokumen perjalanan. penggandaan dan pendistribusian. Pasal 543 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal dan protokoler. pemberian pendapat dan bantuan hukum serta sosialisasi hukum di bidang keimigrasian. pendapat hukum dan sosialisasi hukum. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pengangkutan. perencanaan teknis di bidang dokumen perjalanan. dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. Subbagian Tata Persuratan. 81 . Direktorat Dokumen Perjalanan. visa. pelaksanaan pemberian bantuan hukum. Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan hubungan masyarakat. dokumentasi dan perpustakaan Direktorat Jenderal Imigrasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. d. c. (3) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan dalam. pemberian pendapat hukum. dokumentasi. pelaksanaan urusan persuratan. pengetikan. visa.Pasal 541 (1) Subbagian Analisa Kebutuhan mempunyai tugas melakukan analisa penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Litigasi. Bagian Hubungan Masyarakat. Pasal 544 Bagian Hubungan Masyarakat. penghapusan. dan kepustakaan keimigrasian. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Imigrasi dan kegiatan protokoler. Dokumentasi dan Kepustakaan. pengelolaan arsip. dokumentasi dan perpustakaan. dan sosialisasi hukum. izin masuk. Subbagian Litigasi. pembakuan dan rencana penggunaan. pengelolaan arsip. Dokumentasi dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip. administrasi perjalanan dinas dan pengamanan. Subbagian Litigasi mempunyai tugas melakukan pemberian bantuan hukum mewakili Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi setiap gugatan di pengadilan. dan e. izin masuk. b.

Pasal 548 Direktorat Dokumen Perjalanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Paspor. dan b. Pasal 553 (1) Seksi Paspor. Visa dan Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 552 Subdirektorat Dokumen Perjalanan terdiri atas : a. Pasal 551 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550. izin masuk. b. visa. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. d. pemberian dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan (Paspor. SPLP dan PLB) bagi WNI dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Subdirektorat Dokumen Perjalanan. Pasal 555 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 554. SPLP. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian. 82 . pemberian pelayanan di bidang dokumen perjalanan. Pasal 554 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan rancangan kebijakan. Subdirektorat Visa. izin bertolak dan fasilitas keimigrasian. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak.d. Pasal 550 Subdirektorat Dokumen Perjalanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan PLB. Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 549 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Dokumen Perjalanan. e. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Visa dan Fasilitas Keimigrasian. Subdirektorat Dokumen Perjalanan menyelenggarakan fungsi : a. dan e. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. c. SPLP. dan f. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian dokumen perjalanan bagi warga negara indonesia (WNI) dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI dan orang asing. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan untuk tenaga kerja Indonesia. dan PLB mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi WNI dan orang asing yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut.

izin masuk darurat dan tanda bertolak. pengevaluasian dan penyusunan laporan serta penyelesaian dan persetujuan visa. izin masuk kembali. Seksi Visa Tinggal Terbatas. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. (3) Seksi Visa Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Evaluasi dan Laporan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. dan d. Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis. Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI. dan penyusunan laporan pemberian visa. Seksi Paspor TKI. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian dokumen perjalanan bagi WNI yang akan bekerja keluar negeri bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pasal 562 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 558 Subdirektorat Visa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. (2) Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. c. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Visa Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Tinggal Terbatas. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Pasal 561 (1) Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. b. Pasal 560 Subdirektorat Visa terdiri atas : a. Subdirektorat Visa menyelenggarakan fungsi : a. penelaahan.Pasal 556 Subdirektorat Dokumen Perjalanan TKI terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan. 83 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penelaahan. b. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Seksi Visa Kunjungan. penelaahan. Pasal 557 (1) Seksi Paspor TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pelaksanaan. Pasal 563 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 562. evaluasi. Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan. Pasal 559 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 558. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan pemberian visa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian terhadap pemberian dokumen perjalanan RI yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi tersebut. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak menyelenggarakan fungsi : a.

pembinaan dan bimbingan teknis. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. APEC Bussiness Travel Card (ABTC). Frequent Travel Card (FTC) dan Layanan Elektronis Keimigrasian lainnya). Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi pemberian fasilitas layanan elektronis keimigrasian. b. (2) Seksi Fasilitas Wisatawan Asing mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. (3) Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin masuk. Seksi Fasilitas Wisatawan Asing. pengevaluasian fasilitas keimigrasian untuk ibadah keagamaan. Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Izin Bertolak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Bertolak. Pasal 566 Subdirektorat Fasilitas Kemigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Pasal 570 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. Pasal 568 Subdirektorat Fasilitas Keimigrasian terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi wisatawan asing ke Indonesia. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin bertolak. b. dan b. Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. Pasal 569 (1) Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan ibadah keagamaan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang izin tinggal. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian perjalanan wisatawan asing ke Indonesia. 84 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal. alih status keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 567 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566.Pasal 564 Subdirektorat Izin Masuk dan Bertolak terdiri atas : a. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian bagi perjalanan untuk ibadah keagamaan. izin masuk kembali dan izin masuk darurat. dan c. Pasal 565 (1) Seksi Izin Masuk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penelaahan. dan layanan elektronis keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. wisatawan asing. Seksi Izin Masuk. Pasal 571 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 570. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang fasilitas keimigrasian layanan elektronis keimigrasian (Smart Card. alih status keimigrasian.

pemberian pelayanan dan informasi di bidang izin tinggal. Subdirektorat Status Keimigrasian. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. dan d. (1) (2) (3) (4) Pasal 578 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian. status keimigrasian dan surat keterangan keimigrasian serta izin tinggal khusus/darurat. izin tinggal tetap dan izin tinggal khusus/darurat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. alih status keimigrasian. Subdirektorat Izin Tinggal. Pasal 577 Seksi Izin Tinggal Kunjungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan pemberian izin tinggal dan perpanjanganya bagi orang asing pengungsi. pembinaan dan bimbingan teknis serta pengaturan pemberian izin tinggal beserta perpanjangannya bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan.c. Seksi Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 576 Subdirektorat Izin Tinggal terdiri atas : a. c. Subdirektorat Izin Tinggal menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 575 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574. Seksi Izin Tinggal Terbatas. b. terdampar. pemeriksaan status kewarganegaraan dan pewarganegaraan serta surat keterangan keimigrasian dan izin tinggal khusus/darurat. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal tetap dan perpanjangannya. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian izin tinggal terbatas dan perpanjangannya. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang izin tinggal berupa izin tinggal kunjungan. Seksi Izin Tinggal Kunjungan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka persetujuan pemberian izin tinggal kunjungan dan perpanjangannya. dan d. c. 85 . Pasal 574 Subdirektorat Izin Tinggal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan e. evaluasi dan laporan. d. Pasal 572 Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian terdiri atas: a. Pasal 573 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Tetap. korban bencana alam. pembinaan dan bimbingan teknis pemberian persetujuan alih status keimigrasian serta penelaahan. b. alih status keimigrasian. perencanaan teknis di bidang izin tinggal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat. menunggu proses peradilan dan lain sebagainya. izin tinggal terbatas. Seksi Izin Tinggal Khusus/Darurat mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis dalam rangka pemberian Izin tinggal khusus/darurat bagi orang asing yang bekerja pada alat apung dan atau instalasi lepas pantai di wilayah perairan Indonesia. izin tinggal terbatas.

Seksi Status Keimigrasian. (2) Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian dan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia.Pasal 579 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 578. 86 . Pasal 585 (1) Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. dan b. dan c. dan pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Subdirektorat Alih Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyajian produk intelijen. Pasal 581 (1) Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 580 Subdirektorat Alih Status Keimigrasian terdiri atas: a. kerja sama dan pelaksanaan kegiatan intelijen keimigrasian serta pengamanan perizinan keimigrasian. Bagian Keenam Direktorat Intelijen Keimigrasian Pasal 586 Direktorat Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang operasi intelijen. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang status keimigrasian. b. Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap. bimbingan teknis di bidang pemeriksaan dan penetapan status keimigrasian serta persetujuan pemberian surat keterangan keimigrasian. pembinaan. Pasal 584 Subdirektorat Status Keimigrasian terdiri atas : a. Seksi Surat Keterangan Keimigrasian. pembinaan. evaluasi dan penyusunan laporan permasalahan alih status izin keimigrasian. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. pembinaan dan bimbingan teknis dalam rangka pemberian persetujuan alih status izin kunjungan menjadi izin tinggal terbatas. Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas. penelaahan dan pemberian persetujuan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. Pasal 582 Subdirektorat Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan. pelaksanaan penelaahan. Pasal 583 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 582. Seksi Evaluasi dan Laporan. dan c. penyiapan penetapan status keberadaan orang asing tanpa izin di Indonesia. penelaahan. b. Subdirektorat Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. (2) Seksi Surat Keterangan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang surat keterangan keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

Sumatera Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. pengolahan dan penyusuna dan penyajian informasi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelanggaran keimigrasian. (2) Seksi Operasi Intelijen Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Pasal 594 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Kepulauan Bangka Belitung. c. Sulawesi Selatan. Jawa Barat. Gorontalo. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian. 87 . penyiapan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian. Pasal 591 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Lampung. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang produksi intelijen keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian. Sulawesi Barat. Banten. dan b. Kalimantan Timur. Seksi Operasi Intelijen Wilayah I. pembinaan dan operasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyelidikan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. Pasal 589 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Intelijen Keimigrasian. pengumpulan. Riau. Sulawesi Utara. Pasal 593 (1) Seksi Operasi Intelijen Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan pembinaan teknis serta pelaksanaan kerja sama di bidang penyelidikan dan pengamanan intelijen keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Maluku. Papua dan Irian Jaya Barat. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. Direktorat Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian. dan e. Pasal 590 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengamanan. Kalimantan Selatan. b. Bengkulu. Pasal 592 Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. dan b. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah. Sumatera Utara.Pasal 587 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 586. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. Seksi Operasi Intelijen Wilayah II. Jambi. Subdirektorat Operasi Intelijen Keimigrasian. Subbagian Tata Usaha. d. Kalimantan Barat. pelaksanaan kegiatan kerja sama intelijen dan operasi intelijen keimigrasian. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. Pasal 588 Direktorat Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pelaksanaan penelaahan dan analisa informasi intelijen keimigrasian dalam rangka penyajian produk intelijen keimigrasian. dan Jawa Timur. Maluku Utara. pelaksanaan pengamanan terhadap perizinan keimigrasian. c. pelaksanaan kerja sama di bidang operasi intelijen keimigrasian. Kalimantan Tengah.

pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen lain baik antar negara maupun dalam negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen negara lain. Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara. Pasal 598 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen di dalam negeri. Seksi Produksi Intelijen. (3) Seksi Produksi Intelijen mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pengumpulan. dan c. pelaksanaan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen keimigrasian dengan komunitas intelijen negara lain. Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. Pasal 597 (1) Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pendeteksian terhadap kemungkinan pemalsuan dokumen keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama intelijen dengan komunitas intelijen lain di dalam negeri. dan b. pengolahan. Pasal 601 (1) Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b.Pasal 595 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyiapan penyusunan perkiraan keadaan. Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 602 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian. (2) Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan pembuatan perkiraan keadaan dan pemberian peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. b. Pasal 600 Subdirektorat Kerja Sama Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. dan penyiapan kerja sama serta pelaksanaannya. 88 . Pasal 599 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan peringatan dini atas kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pasal 596 Subdirektorat Produksi Intelijen Keimigrasian terdiri atas: a. pengolahan dan analisa serta penyajian produk informasi intelijen keimigrasian.

Bagian Ketujuh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Pasal 606 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana 89 . Pasal 604 Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian terdiri atas: a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan perizinan keimigrasian. penyiapan. dan pelaksanaannya. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. (2) Seksi Pengamanan Perizinan WNA mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. d. penyiapan kerja sama antar instansi dan pelaksanaan operasi pengamanan atas keberadaan dan kegiatan orang asing. Pasal 607 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 606. b. bimbingan teknis di bidang pengamanan keimigrasian. Pasal 608 Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Subdirektorat Pengamanan Perizinan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 610 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. e. penyiapan kerja sama antar instansi dalam rangka pengamanan teknis perizinan keimigrasian. penyiapan kerja sama antar instansi di bidang pengamanan perizinan WNI. pelaksanaan penyidikan terhadap setiap orang asing yang melanggar undang-undang keimigrasian. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. bimbingan teknis. penyiapan informasi di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. pembinaan. Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian. dan f. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. dan f. b. e.Pasal 603 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penindakan keimigrasian. Seksi Pengamanan Perizinan WNA. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan. Pasal 609 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian. c. dan b. Seksi Pengamanan Perizinan WNI. Pasal 605 (1) Seksi Pengamanan Perizinan WNI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. penindakan terhadap orang asing yang melanggar peraturan keimigrasian di wilayah Negara Republik Indonesia.

Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. pemantauan pelaksanaan penyidik keimigrasian dan pembaharuan data Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Nusa Tenggara Timur. Riau. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. b. Pasal 612 Subdirektorat Penyidikan Keimigrasian terdiri atas : a. Jawa Barat. Kepulauan Riau. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi serta evaluasi dan laporan di bidang tindakan keimigrasian atas pelanggaran keimigrasian. Pasal 615 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614. Irian Jaya Barat dan Papua. Bengkulu. dan d. Maluku. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. Pasal 614 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. Lampung. (2) Seksi Penyidikan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang Penyidik Pegawai Negeri Sipil keimigrasian. Sulawesi Tengah. pembinaan. Pasal 616 Subdirektorat Penindakan Keimigrasian terdiri atas : a. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. dan c. Sulawesi Barat. Pasal 613 (1) Seksi Penyidikan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . b. (3) Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan. Kalimantan Tengah. pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Jambi.keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. evaluasi dan penyusunan laporan penindakan keimigrasian seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Subdirektorat Penindakan Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penindakan keimigrasian. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan operasi penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Kalimantan Selatan. Banten. Nusa Tenggara Barat. 90 . b. Seksi Evaluasi dan Laporan. Pasal 611 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 610. Seksi Penindakan Wilayah II. Maluku Utara. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyidikan tindak pidana keimigrasian. dan c. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Seksi Penyidikan Wilayah I. pengaturan operasi-operasi rutin maupun khusus sebagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Republik Indonesia. Seksi Penindakan Wilayah I. Gorontalo. b. dan Jawa Timur. penyidik pegawai negeri sipil keimigrasian serta pelaksanaan penyidikan tindak pidana keimigrasian. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. c. dan c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Sumatera Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Penyidikan Wilayah II. Sulawesi Utara.

Kalimantan Barat. Jawa Barat. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang penanganan imigran ilegal. Pasal 621 (1) Seksi Pencegahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan penangkalan. (3) Seksi Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penelaahan. Banten. Maluku Utara. pembinaan. dan Jawa Timur. Nusa Tenggara Timur. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan deportasi orang asing. penanganan imigran ilegal dan pelaksanaan perlindungan bagi korban kejahatan lintas negara. Kalimantan Selatan. Seksi Penangkalan. (2) Seksi Penindakan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. Seksi Pencegahan. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Utara. Bengkulu. Pasal 620 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan terdiri atas : a. Lampung. Pasal 619 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 618. Kalimantan Timur. (2) Seksi Penangkalan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis dan pelaksanaan operasi di bidang tindakan keimigrasian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali. Jawa Tengah. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan dan penangkalan. Kepulauan Riau. dan d. Pasal 618 Subdirektorat Pencegahan dan Penangkalan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Maluku. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pencegahan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan keluar wilayah Republik Indonesia dan penyebaran informasi pencegahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. dan bimbingan teknis di bidang pencegahan. 91 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi dan deportasi. dan b. Sulawesi Barat. evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penindakan keimigrasian. penangkalan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Pasal 622 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan penangkalan terhadap orangorang tertentu yang untuk sementara waktu dikenakan larangan atau penolakan masuk ke wilayah Republilk Indonesia dan penyebaran informasi penangkalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumatera Utara. deportasi. dan c. penyiapan penyusunan pedoman dan pelaksanaan penyebaran informasi di bidang pencegahan. Riau. Jambi.Pasal 617 (1) Seksi Penindakan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan. pembinaan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan korban kejahatan lintas negara. Sulawesi Tengah. Irian Jaya Barat dan Papua. Sumatera Barat. Pasal 623 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622. dan penyebaran informasi. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. b. Kalimantan Tengah.

perjanjian lintas batas. c. dan f. b. Pasal 627 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 626. Pasal 629 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. d. c. dan rumah tangga Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian. dan c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan deportasi terhadap setiap orang asing yang melanggar peraturan perundang-undangan keimigrasian. Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai fungsi : a. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan e. pemberian pelayanan dan informasi di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (3) Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. lintas batas. Bagian Kedelapan Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian Pasal 626 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang lintas batas dan kerja sama luar negeri keimigrasian berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. Seksi Deportasi. lintas batas. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pengendalian dan pencegahan imigran gelap dan perlindungan korban kejahatan lintas negara. Subdirektorat Lintas Batas. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pengawasan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang detensi imigrasi . Pasal 628 Direktorat Lintas Batas dan Kerja Sama Luar Negeri Keimigrasian terdiri atas : a. Pasal 625 (1) Seksi Detensi Imigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. b. lintas batas. 92 . penyiapan kerja sama di bidang keimigrasian dengan negara lain dan organisasi internasional. dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. lintas batas dan tugas-tugas teknis keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Pasal 624 Subdirektorat Detensi Imigrasi dan Deportasi terdiri atas : a. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan. e. Seksi Detensi Imigrasi. (2) Seksi Deportasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. perancangan teknis di bidang kerja sama antar negara dan organisasi internasional. pelaksanaan urusan tata usaha. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. d. b. Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara.

dan Philipina. Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang lintas batas tradisional di wilayah perbatasan antar negara Republik Indonesia dengan negara lain berdasarkan peraturan atau perjanjian lintas batas yang berlaku. persetujuan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2) Seksi Organisasi Internasional Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan laporan. Pasal 631 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 630. dan b. dan b. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan dengan organisasi internasional dan kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. pembinaan. Pasal 632 Subdirektorat Lintas Batas terdiri atas: a. dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 636 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. (2) Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Seksi Lintas Batas Malaysia. Pasal 635 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 634.Pasal 630 Subdirektorat Lintas Batas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. bimbingan teknis. pembinaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional dengan non Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seksi Lintas Batas Timor Leste dan Papua New Guinea. dan b. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perlintasan tradisional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian organisasi internasional. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemberian pas lintas batas dan izin perlintasan tradisional di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain. pemberian pas lintas batas. persetujuan. Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa. bimbingan teknis perundingan. Pasal 633 (1) Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Lintas Batas menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan. pemberian pas lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Timor Leste dan Papua New Guinea. dan pelaksanaan perjanjian lintas batas di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Malaysia dan Philipina. evaluasi. perundingan. 93 . Pasal 637 (1) Seksi Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 634 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

pembinaan dan bimbingan teknis. b. pembinaan dan bimbingan teknis. pelanggaran keimigrasian yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Seksi Penyebaran Informasi. dan c. pembinaan dan bimbingan teknis kerja sama di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. pelanggaran keimigrasian di bidang ketenagakerjaan dan kepariwisataan. Seksi Asia Pasifik dan Afrika. b. peningkatan kualitas sumber daya manusia serta sumber daya lainnya. Seksi Kerja Sama Multilateral. persetujuan. penanggulangan kejahatan. 94 . dan b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dalam hal repatriasi. pelaksanaan diseminasi informasi keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. pengaturan pelaksanaan di bidang kerja sama multilateral antar negara. pelaksanaan kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penanggulangan kejahatan. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian antar negara. b.Pasal 638 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. persetujuan. c. Seksi Amerika dan Eropa. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi atau pejabat lainnya yang menangani bidang keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pasal 639 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Pasal 641 (1) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Kerja Sama Bilateral. perundingan. kerja sama keimigrasian antar negara. Pasal 643 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. Pasal 645 (1) Seksi Asia Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Asia Pasifik dan Afrika. Pasal 640 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. Pasal 644 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia. dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang bersifat peningkatan kapasitas keimigrasian. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 642 Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis. (2) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pembinaan dan Kerja Sama Keimigrasian Perwakilan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. penyiapan bahan perundingan dan persetujuan kerja sama keimigrasian antar negara di bidang keimigrasian termasuk repatriasi. perundingan.

Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi. perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. Subbagian Tata Usaha. pengolahan. distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. b. lalu lintas dan perwakilan Republik Indonesia. penyimpanan dan pengamanan data keimigrasian WNI. e. pengembangan. pengamanan dan pengkajian sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. pelaksanaan registrasi. pengolahan. Subdirektorat Registrasi. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengolahan. Pasal 650 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. f. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pemantauan. b. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. WNA. lalu lintas WNI-WNA dan WNIWNA di Perwakilan RI. Pasal 647 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. c. 95 . pengelolaan data keimigrasian. pengembangan. dan g. Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. e. Subdirektorat Perencanaan. c. d. Pasal 648 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian terdiri atas : a. WNA. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian. penyimpanan dan pengamanan data WNI. meliputi pengumpulan. penyimpanan dan pengamanan data WNI. (3) Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data. Bagian Kesembilan Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian Pasal 646 Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi dan komunikasi keimigrasian berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penyebaran informasi keimigrasian dari deaerah ke perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ke daerah. perencanaan. dan pemeliharaan serta operasi komunikasi elektronik. pelaksanaan kerja sama di bidang sistem dan pertukaran informasi keimigrasian dalam dan luar negeri. Pasal 649 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian. dan bimbingan teknis di bidang pembinaan dan kerja sama keimigrasian terhadap para pejabat imigrasi dan pejabat lainnya yang menangani keimigrasian perwakilan Republik Indonesia di Amerika dan Eropa. Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi. Pasal 651 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis.(2) Seksi Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan.

Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan serta pengamanan data WNI sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. dan d. dan e. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasioal teknis di bidang pengumpulan. b. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. penyimpanan serta pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. d. pengembangan. c. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi dalam negeri. Pasal 656 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi terdiri atas : a. pengolahan. dan b. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi dalam negeri. pengolahan. (1) (2) (3) (4) Pasal 654 Subdirektorat Penyebaran dan Kerja Sama Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan.b. pemantauan dan pemeliharaan komunikasi elektronik. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang kerja sama sistem informasi luar negeri. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas. pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. pengolahan. Pasal 655 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pengolahan. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran dan pertukaran informasi dalam dan luar negeri serta kerja sama sistem informasi dalam dan luar negeri. pengolahan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data lalu lintas WNI dan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan tempat lain yang ditentukan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. 96 . pembinaan dan bimbingan serta pedoman dan operasional teknis di bidang pengumpulan. c. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri. pengolahan. penyimpanan serta pengamanan data WNI dan WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian. keberadaan dan mutasi statusnya. Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. Pasal 653 Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 652 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis dalam rangka pertukaran informasi luar negeri. penyimpanan serta pengamanan data WNA sebagai bahan keterangan untuk kebutuhan informasi keimigrasian di bidang pendataan. Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri. Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyimpanan dan pengamanan data WNI dan WNA di Perwakilan RI. c. penyimpanan dan pengamanan data WNA. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan. b. pembinaan dan bimbingan teknis serta pedoman dan operasional di bidang pengumpulan.

Pasal 661 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pengembangan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. pengawasan dan pengamanan kegiatan keimigrasian. Pasal 659 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. Pasal 663 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. Pasal 658 Subdirektorat Perencanaan. (2) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian kartu elektronik. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 662 Subdirektorat Registrasi. Pasal 660 Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang penggunaan dokumen keimigrasian. Subdirektorat Registrasi . pengkajian dan pengaman sistem informasi keimigrasian.Pasal 657 (1) Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. dan d. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang perencanaan dan pemgembangan program aplikasi dan penunjang aplikasi dalam rangka pelayanan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan pendistribusian dokumen keimigrasian. b. 97 . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemantuan kualitas dokumen keimigrasian. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. c. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang pengamanan dan pengkajian program aplikasi dalam rangka pelayanan. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi dan distribusi dokumen keimigrasian dan kartu elektronik serta pemantauan kualitas dan penggunaan dokumen keimigrasian. Pengembangan dan Pengamanan Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka harmonisasi antar negara dan atau institusi internasional. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengamanan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan serta pedoman teknis di bidang penyebaran informasi dalam rangka koordinasi dan harmonisasi sistem informasi dengan instansi pemerintah dan atau lembaga lain terkait. Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi. (2) Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan. dan b. dan d. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengembangan program SIMKIM. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Perencanaan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang perencanaan program SIMKIM. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengkajian program SIMKIM. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan.

dokumen imigrasi dan formulir-formulir keimigrasian sesuai perkembangan teknologi dan standar internasional.I. Seksi Pemantuan Kualitas Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengendalian penggunaan blanko dokumen keimigrasian dalam rangka pengamanan dokumen keimigrasian. (1) (2) (3) (4) 98 . Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian. PLB. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang registrasi untuk penerbitan kartu elektronik berupa Frequent Traveller Card (FTC). SPLP. c.. Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian. blanko KITAS/KITAP. kartu kedatangan/keberangkatan. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan . pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pengajuan permintaan dokumen blanko Paspor. stiker visa. Distribusi dan Penggunaan Dokumen Keimigrasian terdiri atas: a.Pasal 664 Subdirektorat Registrasi. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang analisa dan evaluasi standardisasi desain dan spesifikasi teknis blanko Dokumen Perjalanan R. Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. Pasal 665 Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan. formulir dan voucher bank ke bagian perlengkapan dan rumah tangga untuk diregistrasi dan didistribusi atas permintaan pengguna di dalam dan luar negeri. b. dan d. Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik.

desain industri. c. d. e. desain industri. dan f. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. c. Direktorat Hak Cipta.BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 666 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak kekayaan intelektual. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. d. dan e. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang hak cipta. merek. perumusan standar. desain industri. e. pengelolaan urusan kepegawaian. d. Sekretariat Direktorat Jenderal.. paten. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. Direktorat Teknologi Informasi. dan f. merek. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Desain Industri. Direktorat Merek. b. Pasal 670 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. kerja sama dan pengembangan serta teknologi informasi. penyusunan laporan kegiatan hak kekayaan intelektual. Bagian Kepegawaian. kriteria dan prosedur di bidang Hak cipta. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 669 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan kebijakan di bidang hak cipta. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. c. Pasal 671 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas : a. paten. merek. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. evaluasi. peten. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. c. 99 . d. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Keuangan. norma. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 667 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 666. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pedoman. Bagian Tata Usaha. b. program dan anggaran. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 668 Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas : a. dan e. b. Direktorat Paten.

dan c. pendataan. penyajian data dan informasi. penggajian. penyajian data dan informasi. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum Kepegawaian. program dan anggaran. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya. Pasal 676 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pendataan pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Mutasi. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 677 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. b. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 100 . pemberhentian dan pensiun pegawai serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Hubungan Masyarakat. b. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 673 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. penyiapan bahan penetapan mutasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengembangan dan pembinaan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pengelolaan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.Pasal 672 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 674 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pemberhentian dan Pensiun. (2) Subbagian Mutasi. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan d. pemberhentian dan pensiun. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. Pasal 675 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 678 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. b. b. c. penyiapan penyusunan formasi. Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. pengolahan data. program dan anggaran. kepangkatan. Pasal 679 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. program dan anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual serta urusan hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Administrasi Penyidik. Subbagian Evaluasi dan Laporan. dan c. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pengumpulan dan pengolahan data.

pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 681 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 680. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 685 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. b. 101 . Pasal 680 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pelaksanaan anggaran. Pasal 687 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional. Pasal 688 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. Pasal 682 Bagian Keuangan terdiri atas : a. (3) Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. b. Subbagian Perbendaharaan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan urusan pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 683 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. b. dan c. pengelolaan urusan administrasi perjalanan dinas dan kendaraan operasional. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 686 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pengelolaan urusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.(3) Subbagian Administrasi Penyidik mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 684 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan c. dan c.

Pasal 689 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. c. pelaksanaan administrasi hak kekayaan intelektual. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang hak cipta. b. Pasal 690 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a. administrasi penolakan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a. penghapusan dan pengumuman di bidang hak cipta. penggandaan dan pengiriman. desain industri. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Subdirektorat Desain Industri. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pembatalan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Desain Industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. desain industri. dan h. pengalihan perubahan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang hak cipta. desain industri. (1) (2) (3) (4) 102 . pencatatan lisensi. litigasi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. pelaksanaan bimbingan teknis dan penelusuran dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permintaan pendaftaran. b. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan pengetikan. pelaksanaan penerimaan permohonan. pelaksanaan pengetikan. dan d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan penggandaan. pelaksanaan pendaftaran. penyidikan dan penyelesaian sengketa. Bagian Keempat Direktorat Hak Cipta. desain industri. Direktorat Hak Cipta. pelaksanan urusan surat menyurat. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Desain Industri. penegakan. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hak cipta. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 693 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. d. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual. b. Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Pasal 692 Direktorat Hak Cipta. c. desain industri. e. Pasal 691 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Desain Industri. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang hak cipta. g. dan d. b. desain industri. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Industri. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. c. Pasal 694 Direktorat Hak Cipta. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas dan substantif di bidang hak cipta. f. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Subbagian Administrasi Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan urusan administrasi hak kekayaan intelektual dan pengelolaan dokumen aplikan.

Pasal 699 (1) Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan aplikasi. e. Subbagian Tata Usaha. pemeriksaan substantif. f. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemberian tanggal penerimaan. berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. alamat. pembatalan. Pasal 701 Subdirektorat Hak Cipta. pengadministrasian aplikasi serta pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. pemberian salinan resmi dan petikan resmi. pembimbingan teknis. penelusuran dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar atas permohonan hak cipta. d. b. d. Pasal 695 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Hak Cipta. Pasal 697 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. surat menyurat dan pemberitahuan peringatan berakhirnya masa pemenuhan persyaratan. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian permohonan. b. penyelesaian permohonan. pencatatan. Pasal 698 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pemberian tanda terima dan pengklasifikasian. Mutasi dan Lisensi. 103 . (2) Seksi Pemeriksaan dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pemeriksaan kebenaran dokumen dan pemberitahuan peringatan. (3) Seksi Sertifikasi. Pasal 700 Subdirektorat Desain Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengendalian. Subdirektorat Pelayanan Hukum. Desain Industri. Seksi Sertifikasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional.c. penghapusan. dan f. pencatatan pemeriksaan kelengkapan berkas. pelaksanaan penerimaan aplikasi. Seksi Pemeriksaan dan Publikasi. penelusuran dalam menentukan tolak atau daftar atas permohonan pendaftaran di bidang desain produk industri. e. Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis. penghapusan dan pembatalan serta petikan resmi. mutasi dan lisensi serta penyiapan bahan sertifikasi dan pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pelaksanaan penyiapan pemberian sertifikat serta persiapan administrasi penolakan. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. pemeriksaan kelengkapan persyaratan. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pemeriksaan substantif. pelaksanaan pemberian pelayanan kebutuhan operasional teknis pemeriksaan. Pasal 696 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan pemeriksaan kelengkapan persyaratan. pencatatan lisensi. pemindahan hak. dan c. c. pemindahan hak. perubahan nama dan alamat. pelaksanaan pemeriksaan kebenaran dokumen. pengklasifikasian. melakukan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi serta menerima sanggahan dari masyarakat untuk proses lebih lanjut. Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemberian sertifikat serta melakukan pencatatan perjanjian lisensi. Subdirektorat Hak Cipta. pelaksanaan pengumuman aplikasi dan penerbitan berita resmi dan penerimaan sanggahan dari masyarakat. perubahan nama. pemantauan dan pengendalian permohonan.

pelaksanaan litigasi dalam sengketa di pengadilan. pelaksanaan dan penyiapan pengendalian pembimbingan teknis. Pasal 704 (1) Seksi Hak Cipta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelusuran. pelayanan hukum. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Pasal 705 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Pasal 703 Subdirektorat Hak Cipta. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan litigasi dan penyidikan dalam sengketa di pengadilan. pelaksanaan pemeriksaan. pelaksanaan pengelolaan dan pendataan hak cipta. Direktorat Paten menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penerimaan permohonan paten dan permohonan pemeriksaan substantif. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang paten. penegakan. dan b. dan b. dan d. penyidikan dan litigasi. Subdirektorat Hak Cipta. c. Seksi Hak Cipta. b. Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. pembinaan dan pemberian bimbingan teknis di bidang paten. pelaksanaan evaluasi akhir terhadap permohonan pendaftaran hak cipta. Pasal 707 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang menyelenggarakan fungsi : a. dan b. c.Pasal 702 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 701. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. b. Pasal 706 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 705. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. pengadministrasian permohonan paten dan dokumen pemeriksaan substantif. Pasal 710 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 709. pemeriksaan substantif. Bagian Kelima Direktorat Paten Pasal 709 Direktorat Paten mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang paten berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. publikasi 104 . Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 708 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pembimbingan teknis dan evaluasi akhir dalam menentukan ditolak atau didaftar terhadap permohonan hak cipta. Seksi Penyidikan dan Litigasi. Seksi Pertimbangan Hukum. (2) Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penelusuran pemeriksaan substantif dan evaluasi akhir dalam menentukan usulan ditolak atau didaftar atas permohonan desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang terdiri atas : a.

pengalihan paten. Seksi Pelayanan Teknis. Pasal 716 (1) Seksi Permohonan dan Formalitas mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan paten. c. b. 105 . dan f. d. pengelolaan administrasi permohonan paten dan penyiapan bahan sertifikasi dan publikasi. pemeriksaan administratif. pelaksanaan korespondensi dengan pemohon. Subdirektorat Pelayanan Hukum. (2) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. e. e.permohonan paten. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. f. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. dan penyiapan bahan pembuatan sertifikat pemberian paten. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. Seksi Publikasi. penyidikan dan administrasi komisi banding paten. Seksi Permohonan dan Formalitas. pelaksanaan administrasi dokumen pemeriksaan substantif. dan g. Pasal 714 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Subdirektorat Pemeriksa Paten I. penerimaan permohonan paten. Pasal 713 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan paten. pelaksanaan publikasi paten. Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis. Subdirektorat Pemeriksa Paten II. pemberian tanggal penerimaan permohonan paten. pemberian tanggal penerimaan dan penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. permohonan paten dan pengambilan keputusan pemberian atau penolakan paten dalam bidang keahlian elektro/fisika. b. pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. pemberian pertimbangan. Seksi Sertifikasi. c. Pasal 711 Direktorat Paten terdiri atas : a. pemantauan pemeliharaan paten. serta pemprosesan dan pengadministrasian permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT) serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. dan d. mekanik/teknologi umum dan kimia/farmasi/biologi. serta pemrosesan dan pengelolaan urusan administrasi permohonan paten nasional dan internasional melalui Paten Cooperation Treaty (PCT). Subdirektorat Pemeriksa Paten III. b. pelaksanaan pemeriksaan administratif dan substantif. penerimaan permohonan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Pasal 712 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Paten. pendaftaran lisensi. pengklasifikasian. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. e. penelusuran. dan f. pendapat dan penegakan serta pelayanan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sertifikasi pemberian paten. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan fisik. d. serta penerimaan permohonan pemeriksaan substantif dan melakukan korespondensi dengan Pemohon. Subbagian Tata Usaha. d. litigasi. c. Pasal 715 Subdirektorat Administrasi dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a.

Seksi Pertimbangan Hukum. dan e. litigasi. pemantauan. farmasi dan biologi. Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. Pengalihan Hak dan Lisensi. pelaksanaan penyidikan dan litigasi. Pasal 717 Subdirektorat Pemeriksaan Paten I mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pelayanan hukum. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. pelaksanaan administrasi komisi banding paten. d. pemantauan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. Seksi Pemeliharaan. dan pembinaan Pemeriksa Paten. diproses. (4) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pembuatan sertifikat paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang mekanik dan teknologi umum. dan d. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum dan penyelesaian sengketa di pengadilan serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. penerimaan permohonan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. dan pembinaan Pemeriksa Paten. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang elektro dan fisika. Pasal 719 Subdirektorat Pemeriksaan Paten III mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten serta pengalihan hak dan lisensi. penerimaan permintaan pengalihan hak dan pendaftaran lisensi. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. Pasal 722 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. b. Seksi Penyidikan dan Litigasi. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pengalihan Hak dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pemantauan dan pelaksanaan pemeliharaan paten. Seksi Pemeliharaan. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. administrasi komisi banding paten. Pasal 718 Subdirektorat Pemeriksaan Paten II mempunyai tugas melaksanakan pembagian dokumen pemeriksaan substantif kepada Pemeriksa Paten. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. pemeriksaan-ulang dan koreksi hasil pemeriksaan substantif yang dilaksanakan oleh Pemeriksa Paten. Pasal 720 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. pemantauan. Pasal 721 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720.(3) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan publikasi permohonan paten dan pelaksanaan pembuatan dokumen prioritas. Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi komisi banding paten. c. diproses. pembuatan rekapitulasi dan pelaporan jumlah pemeriksaan yang diterima. diselesaikan pada Kelompok Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten di bidang kimia. b. Pasal 723 Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum serta penerimaan pendaftaran konsultan paten. diproses. c. (1) (2) (3) (4) 106 . Seksi Administrasi Komisi Banding. penegakan.

Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis. e. pemantauan dan pengendalian permohonan merek. pemberian kode unsur figuratif. f. Pasal 725 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. lisensi. c. pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi permohonan. Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. e. Subdirektorat Indikasi Geografis. g. penghapusan dan pembatalan. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang merek. perubahan nama dan/atau alamat. pembatalan. pencatatan lisensi. pelaksanaan pendaftaran. pembatalan dan penghapusan. permintaan perpanjangan. pelaksanaan perpanjangan. pemberian kode unsur figuratif. Pasal 727 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. Direktorat Merek menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Pasal 726 Direktorat Merek terdiri atas : a. pemberian tanggal penerimaan (filing date). perpanjangan. penerimaan permohonan. penyiapan bahan untuk pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. sertifikasi. b. Pasal 729 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728. Kelompok Jabatan Fungsional.Bagian Keenam Direktorat Merek Pasal 724 Direktorat Merek mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang merek sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. 107 . pengawasan. mutasi dan pencatatan lisensi. c. perubahan nama dan atau alamat. pemeriksaan persyaratan aplikasi. pengendalian dan pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan persyaratan aplikasi. petikan. permohonan indikasi geografis dan indikasi asal. pengalihan hak. pencatatan lisensi. pengklasifikasian. pengalihan hak. b. f. penyidikan. pemberian pelayanan kebutuhan teknis operasional pemeriksaan substantif. Subdirektorat Pelayanan Hukum. pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa. penegakan. d. pelaksanaan pengumuman dan publikasi merek. pemberian kode unsur konfiguratif. Subdirektorat Pemeriksaan. b. pengalihan hak. dan g. pelaksanaan klasifikasi kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode unsur figuratif. pengklasifikasian. perpanjangan. pelaksanaan penerimaan aplikasi. pengolahan dan pendaftaran merek terkenal serta pemeriksaan substantif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Merek. penghapusan dan perubahan. lisensi. d. mutasi. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. c. Subbagian Tata Usaha. dan h. Pasal 728 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerimaan permohonan. dan d. litigasi dan administrasi komisi banding. penyiapan rancangan kebijakan teknis dan fungsional di bidang merek.

b. perubahan nama dan / atau alamat. Seksi Klasifikasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan terhadap permohonan pendaftaran merek. (3) Seksi Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan teknis operasional pemeriksaan substantif. Seksi Pelayanan Teknis. Pasal 738 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 737. pelaksanaan sertifikasi dan administrasi penolakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan penentuan usulan pendaftaran atau penolakan atas permohonan pendaftaran indikasi geografis. lisensi. mutasi. klasifikasi kelas barang dan/atau jasa. (4) Seksi Klasifikasi mempunyai tugas melakukan pengklasifikasian kelas barang dan/atau jasa dan pemberian kode umum figuratif terhadap permohonan merek. pemberian kode unsur figuratif dan pemberian tanggal penerimaan (filling date). Seksi Mutasi dan Lisensi. penghapusan. Pasal 732 Subdirektorat Pemeriksaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengendalian pemeriksaan substantif. pengumuman dan publikasi. petikan. permintaan pendaftaran indikasi geografis. Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis. penghapusan dan pembatalan. Seksi Permohonan. perpanjangan. (2) Seksi Mutasi dan Lisensi mempunyai tugas melakukan pelaksanaan perpanjangan. penyiapan bahan untuk pengumuman dan publikasi merek. dan d. pembatalan dan lisensi. Pasal 737 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan sertifikasi. Pasal 731 (1) Seksi Permohonan mempunyai tugas melakukan penerimaan permohonan. Seksi Pemeriksaan Formalitas.Pasal 730 Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pemeriksaan kelengkapan persyaratan formalitas. c. 108 . Pasal 733 Subdirektorat Indikasi Geografis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan. Pasal 735 Subdirektorat Indikasi Geografis terdiri atas : a. Pasal 736 (1) Seksi Pemeriksaan Formalitas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan pendaftaran indikasi geografis. pemeriksaan formalitas. dan b. Pasal 734 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 733. dan b. Subdirektorat Indikasi Geografis menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi dan pemeriksaan kelengkapan persyaratan permohonan pendaftaran indikasi geografis. (2) Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Geografis mempunyai tugas melakukan evaluasi kebijakan teknis terhadap permohonan. pencatatan pengalihan hak. pengendalian.

pelaksanaan urusan administrasi komisi banding. pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan litigasi dan penyidikan. pemberian pertimbangan dan pendapat hukum baik litigasi maupun non litigasi.Pasal 739 Subdirektorat Sertifikasi dan Pengumuman terdiri atas : a. b. Pasal 742 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741. dan e. (2) Seksi Pengumuman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumuman dan publiksasi merek. dan c. dan c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. serta pembuatan sertifikat merek. litigasi dan penyidikan terhadap pelanggaran. Pasal 741 Subdirektorat Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum. Bagian Ketujuh Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Pasal 745 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Seksi Pengumuman. (3) Seksi Administrasi Komisi Banding mempunyai tugas melakukan urusan administrasi komisi banding. (2) Seksi Penyidikan dan Litigasi mempunyai tugas melakukan penyelesaian sengketa di pengadilan. c. d. b. penegakan. Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 740 (1) Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan administrasi pendaftaran dan penolakan. pembinaan teknis pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama dan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan b. Seksi Sertifikasi. Seksi Pertimbangan Hukum . litigasi dan penyidikan serta administrasi komisi banding. Pasal 744 (1) Seksi Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian pertimbangan dan pendapat hukum di bidang merek. 109 . pemantauan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Pasal 746 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 745. b. Seksi Penyidikan dan Litigasi . Subdirektorat Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 743 Subdirektorat Pelayanan Hukum terdiri atas : a. penyiapan bahan koordinasi kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi. Seksi Administrasi Komisi Banding.

masalah dan kasus di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional. Seksi Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan materi. pengelolaan perpustakaan dan pelaksanaan pelayanan informasi hak kekayaan intelektual. dan e. dan pelayanan bahan pustaka dan informasi hak kekayaan intelektual. penjadualan. penyiapan bahan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. c. pemantauan tindak lanjut penanganan perkara hak kekayaan intelektual dan hasil putusan pengadilan. pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Seksi Perpustakaan. dan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelatihan di bidang hak kekayaan intelektual. c. c. pemeliharaan. Pasal 749 Subdirektorat Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Subbagian Tata Usaha. Pasal 751 Subdirektorat Pengembangan terdiri atas: a. (1) (2) Pasal 752 Seksi Penyebaran Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi dan pelaksanaan penyebaran informasi hak kekayaan intelektual. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Subdirektorat Pengembangan. Seksi Pelatihan. kegiatan Pasal 750 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 749. dan d.Pasal 747 Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan terdiri atas : a. b. d. serta evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan sistem hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati dalam forum internasional. pelaksanaan pelatihan teknis di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional di bidang hak kekayaan intelektual. dan d. pemantauan dan evaluasi berbagai kegiatan kerja sama imternasional di bidang hak kekayaan intelektual. c. 110 . pelaksanaan kompilasi berbagai peraturan perundang-undangan. pengklasifikasian. b. b. Subdirektorat Kerja Sama Internasional. (3) (4) Pasal 753 Subdirektorat Kerja Sama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi internasional. Subdirektorat Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Penyebaran Informasi. Seksi Pengkajian dan Pengembangan. Seksi Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Seksi Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancangan kebijakan mengenai sistem hak kekayaan intelektual dan peraturan perundang-undangan. dan d. b. Pasal 748 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan. Pasal 754 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 753.

Pasal 758 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 757. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi non Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Multilateral. dan b. Seksi Kerja Sama Bilateral. Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah. Pasal 760 (1) Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. (2) Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional. b. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang teknologi informasi. pelaksanaan kompilasi peraturan perundangan-undangan nasional dan kegiatan kerja sama dengan berbagai institusi Pemerintah serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi kegiatan di bidang hak kekayaan intelektual yang disepakati di tingkat nasional. Pasal 759 Subdirektorat Kerja Sama Nasional terdiri atas : a. (3) Seksi Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama multilateral. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. Direktorat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama nasional di bidang hak kekayaan intelektual. b. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah. 111 . Pasal 762 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 761. pelaksanaan pengembangan sistem teknologi informasi. Seksi Kerja Sama Regional. b. Pasal 756 (1) Seksi Kerja Sama Regional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama regional. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan nasional di bidang hak kekayaan intelektual. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang–undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. Subdirektorat Kerja Sama Nasional menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Seksi Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan materi kegiatan kerja sama bilateral. Bagian Kedelapan Direktorat Teknologi Informasi Pasal 761 Direktorat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang teknologi informasi dan pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 757 Subdirektorat Kerja Sama Nasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan kerja sama dengan institusi nasional.Pasal 755 Subdirektorat Kerja Sama Internasional terdiri atas : a. pelaksanaan kompilasi peraturan perundang-undangan internasional dan kegiatan kerja sama serta pemantauan dan evaluasi di bidang hak kekayaan intelektual. dan c.

pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi. d. analisis serta pemantauan dan pengamanan sistem perangkat lunak. pelaksanaan pengembangan database. Subdirektorat Pendukung Sistem menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 764 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Subdirektorat Pengembangan Sistem menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Pendukung Sistem. pemeliharaan dan pengembangan sistem database. pelaksanaan pemeliharaan perangkat keras. e. 112 . pelaksanaan identifikasi. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Teknologi Informasi. Pasal 770 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 769. Subdirektorat Pengembangan Sistem. e. pelaksanaan peralatan instalasi dan jaringan. Pasal 766 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. d. Subdirektorat Dokumentasi. Pasal 763 Direktorat Teknologi Informasi terdiri atas : a. Pasal 769 Subdirektorat Pendukung Sistem mempunyai tugas melaksanakan sistem pendukung teknologi informasi. c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan operasional sistem komputer. c. perangkat keras dan sistem jaringan. pelaksanaan evaluasi penggunaan teknologi informasi. f. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pelaksanaan penanganan kapasitas peralatan teknologi informasi. dan f. Pasal 767 Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. Seksi Administrasi dan Pengembangan Database. dan d. Seksi Pengembangan Aplikasi. pelaksanaan administrasi pengembangan sistem aplikasi. Pasal 765 Subdirektorat Pengembangan Sistem mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi. (2) Seksi Pengembangan Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem aplikasi hak kekayaan intelektual dan pemeliharaan sistem keamanan dan aplikasi. pelaksanaan administrasi pengembangan database.c. dan e. integrasi. b. Pasal 768 (1) Seksi Administrasi dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan penyiapan bahan. pelaksanaan manajemen kontrak teknologi informasi. dan b. c. g. Subdirektorat Pengembangan Proses. pelaksanaan pendukung sistem teknologi informasi. b.

penyiapan bahan informasi hak kekayaan intelektual di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan identifikasi pengembangan proses. Seksi Dokumentasi Hak Paten. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang. b. Seksi Pengembangan Situs Internet. Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan. 113 . b. Pasal 776 (1) Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan penataan proses kerja Direktorat Jenderal yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi informasi serta penyiapan bahan evaluasi administrasi kontrak dan management outsourcing teknologi informasi dengan pihak ketiga. penghimpunan. Seksi Dokumentasi Hak Cipta. dan d. Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi Informasi. Subdirektorat Pengembangan Proses menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 772 (1) Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak serta pengelolaan seluruh aset sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 773 Subdirektorat Pengembangan Proses mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pemantauan dan implementasi pengembangan proses serta identifikasi pengembangan proses yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Seksi Pengembangan Situs Internet mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan situs internet. (2) Seksi Administrasi Sistem Jaringan mempunyai tugas melakukan integrasi. pengelolaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. Pasal 774 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 773. dan b. penyiapan uji coba dan perubahan sistem.Pasal 771 Subdirektorat Pendukung Sistem terdiri atas : a. Pasal 778 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 777. Subdirektorat Dokumentasi menyelenggarakan fungsi : a. dan c. Seksi Dokumentasi Hak Merek. Seksi Administrasi Sistem Jaringan. Pasal 779 Subdirektorat Dokumentasi terdiri atas : a. pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs internet. Pasal 777 Subdirektorat Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dokumentasi hak kekayaan intelektual. b. dan c. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak kekayaan intelektual. pemantauan dan pengamanan sistem di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan b. penyiapan implementasi pengembangan proses. analisis. c. Desain Industri. Pasal 775 Subdirektorat Pengembangan Proses terdiri atas : a.

inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi merek. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi hak cipta. inventarisasi dan pemeliharaan dokumentasi paten. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang mempunyai tugas melakukan penghimpunan.Pasal 780 (1) Seksi Dokumentasi Hak Cipta. Desain Industri. (3) Seksi Dokumentasi Merek mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang. (2) Seksi Dokumentasi Paten mempunyai tugas melakukan penghimpunan. desain industri. 114 .

perlindungan dan pemenuhan. c. Pasal 782 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781 . pelaksanaan urusan administrasi keuangan. 115 . perlindungan. pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. perumusan standar. e. Pasal 786 Sekertariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 783 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. d. e. d. c. Bagian Keuangan. dan f. evaluasi. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan. Pasal 785 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. kerja sama pemajuan. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 784 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. b. Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. dan f. Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. dan e. c. kriteria dan peraturan di bidang pembinaan. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. kerjasama pemajuan. penyusunan laporan kegiatan hak asasi manusia. d. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidang pembinaan.BAB IX DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas Dan Fungsi Pasal 781 Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hak asasi manusia. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. norma. perlindungan dan pemenuhan. sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. b. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. kerjasama pemajuan. program dan anggaran. b. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. dan sistem informasi serta pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia dengan instansi terkait. Bagian Penyusunan Program dan Laporan.

pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. dan c.d. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 789 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. pendataan. Pasal 788 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. program dan anggaran. Pasal 793 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 792 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 791 . c. dan f. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 794 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pengumpulan. penyajian data dan informasi serta penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. program dan anggaran. Subbagiaan Umum Kepegawaian. dan c. Pasal 791 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Subbagiaan Data dan Informasi. pengolahan. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. administrasi jabatan fungsional dan jabatan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Bagian Tata Usaha. dan c. Pasal 787 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. penghimpunan peraturan perundang-undangan di bidang hak asasi manusia. b. pengolahan. e. penyiapan penyusunan formasi. Bagian Umum. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. b. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. pengurusan Asuransi Kesehatan serta pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penyiapan bahan penetapan mutasi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. program dan anggaran. b. 116 . dan d. Pasal 790 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Subbagian Mutasi. pengumpulan dan pengolahan data.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan pengamanan. dan c. Pasal 800 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal menyelenggarakan fungsi : a. dan c. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan rumah tangga dan pengamanan. Pasal 801 Bagian Umum terdiri atas : a. b. 117 . Subbagian Perlengkapan. Bagian Umum Pasal 802 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. kepangkatan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 799 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga serta administrasi perjalanan dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. pelaksanaan urusan pembukuan. Subbagian Perbendaharaan. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 797 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 795 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (3) Subbagian Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. pelaksanaan urusan pengangkutan dan administrasi perjalanan dinas. Bagian Keuangan meyelenggarakan fungsi : a. perhitungan. Subbagian Rumah Tangga. dan penyusunan laporan keuangan. dan c. Subbagian Perjalanan Dinas.(2) Subbagian Mutasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. b. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. Pasal 798 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. b. 799. penggajian. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. pengelolaan urusan perlengkapan. pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 796 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795. b.

penggandaan dan pengiriman surat. pengelolaan arsip dan dokumentasi. hubungan masyarakat dan protokol. Subdirektorat Bahan Diseminasi. c. dan e. d. penyusunan pelaporan pelaksanaan kegiatan. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. serta urusan tata usaha Pimpinan. b. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. (1) (2) (3) (4) 118 . Subbagian Tata Usaha. Pasal 806 Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. e. pelaksanaan kegiatan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. b. c. Bagian Keempat Direktorat Bina Hak Asasi Manusia Pasal 807 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang bina hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Direktorat Bina Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. c. pembinaan dan bimbingan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Pasal 809 Direktorat Bina Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pelaksanaan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. dan d.Pasal 803 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan d. Pasal 805 Bagian Tata Usaha Terdiri atas : a. b. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian pelaksanaan pendidikan dan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait serta pembinaan alumni dalam institusi hak asasi manusia. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. pelaksanaan urusan persuratan. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia. pengelolaan arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. d. Pasal 804 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 803. c. Pasal 808 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 807. Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia. penyiapan perumusan rancangan kebijakan teknis di bidang bina hak asasi manusia. Subbagian Persuratan. Subbagian Arsip dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan arsip dan dokumentasi. Subbagian Arsip dan Dokumentasi. pengetikan.

pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dalam batas kewenangannya. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan luar negeri. Pasal 811 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. dan c. (2) Seksi Pendidikan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah. Pasal 815 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia serta pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. Pasal 817 Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia dengan instansi terkait. c. Pasal 812 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia. 119 . Pasal 813 Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri. Pasal 816 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. dan c. penyiapan perumusan kebijakan teknis pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Pendidikan Dalam Negeri. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Pasal 814 (1) Seksi Pendidikan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian dan kerja sama serta evaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait di dalam negeri. b. dan c. dan d. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dan institusi hak asasi manusia di Indonesia. Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah. Subdirektorat Pendidikan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 810 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Bina Hak Asasi Manusia. b. b. (3) Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang kurikulum pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait serta evaluasi kegiatan. Seksi Kurikulum Pendidikan Hak Asasi Manusia. Seksi Pendidikan Luar Negeri. pengkoordinasian dan kerja sama pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. Subdirektorat Pemberdayaan Alumni dan Institusi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 822 (1) Seksi Diseminasi Aparatur Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk aparatur negara dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang bahan diseminasi. Pasal 821 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. pembuatan rancangan bahan diseminasi dan pendistribusian. pelaksanaan kegiatan diseminasi hak asasi manusia. dengan instansi terkait. Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengkoordinasian. b. pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Pasal 819 Subdirektorat Diseminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. b. (3) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. (2) Seksi Diseminasi Penegak Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk penegak hukum dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan instansi terkait. Seksi Diseminasi Aparatur Negara. Pasal 823 Subdirektorat Bahan Diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian pelaksanaan dengan instansi terkait. (2) Seksi Institusi Hak Asasi Manusia Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan institusi hak asasi manusia non pemerintah dan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dengan instansi terkait. pengkoordinasian dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. Seksi Diseminasi Masyarakat. c. c. dan c. dan d.Pasal 818 (1) Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pemberdayaan alumni dalam negeri dan luar negeri. Pasal 820 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 819. Seksi Diseminasi Penegak Hukum. Subdirektorat Bahan Diseminasi menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 824 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 823. penyiapan perumusan kebijakan diseminasi hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang diseminasi hak asasi manusia. perumusan kebijakan teknis dan penyusunan bahan diseminasi hak asasi manusia. 120 . b. (3) Seksi Diseminasi Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan diseminasi hak asasi manusia untuk warga masyarakat dan pengkoordinasian pelaksanaan diseminasi hak asasi manusia dengan masyarakat non pemerintah melalui instansi terkait.

Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik. Pasal 828 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827 . b. e. d. Seksi Bahan Instrumen Praktis. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 832 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831 . dan c. Pasal 826 (1) Seksi Bahan Instrumen Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen nasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. Pasal 831 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengembangan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. (2) Seksi Bahan Instrumen Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen internasional hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaannya dengan instansi terkait. c. evaluasi pelaksanaan kegiatan. Bagian Kelima Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia Pasal 827 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional.Sosial dan Budaya. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. b. penyiapan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak asasi manusia. Seksi Bahan Instrumen Internasional. Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara. Seksi Bahan Instrumen Nasional. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional untuk pemajuan hak asasi manusia.Pasal 825 Subdirektorat Bahan Diseminasi terdiri atas : a. Sudirektorat Kerja Sama Antar Negara menyelenggarkan fungsi : a. Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. d. penyiapan rancangan kebijakan teknis di bidang kerja sama bilateral antar negara untuk pemajuan hak asasi manusia. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia. penyiapan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan negara lain untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 829 Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. b. Subbagian Tata Usaha. dan 121 . dan f. (3) Seksi Bahan Instrumen Praktis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan instrumen praktis hak asasi manusia menjadi bahan diseminasi hak asasi manusia dan pengkoordinasian serta kerjasama pelaksanaan dengan instansi terkait. c. Pasal 830 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Kerja Sama Pemajuan Hak Asasi Manusia. b. penyiapan ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. dan e.

(3) Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan kerja sama pemajuan hak asasi manusia dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 834 (1) Seksi Kerja Sama Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Asia Pasifik. Seksi Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. Pasal 839 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerjasama pemajuan hak sipil dan politik . Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 840 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalan Pasal 839. Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa. dan c. (2) Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerjasama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Amerika dan Eropa. pelaksanaan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. dan c. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 837 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional terdiri atas : a. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak sipil dan politik. 122 . b.c. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama organisasi internasional. (3) Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama antar negara dalam bidang kerja sama wilayah Afrika dan Timur Tengah. Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa. b. dan c. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. Seksi Kerja Sama Asia Pasifik. Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah. penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia. Pasal 835 Subdirektorat Kerja Sama Organisasi Internasional mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi internasional untuk pemajuan hak asasi manusia . b. Pasal 833 Subdirektorat Kerja Sama Antar Negara terdiri atas : a. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama antar negara. Pasal 836 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak sipil dan politik. b. Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa. Pasal 838 (1) Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kerja sama dengan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemajuan hak asasi manusia.

Pasal 846 (1) Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. dan c. Pasal 848 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847. (3) Seksi Kerja Sama Hak Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak budaya. evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang kerja sama pemajuan hak ekonomi. Sosial dan Budaya terdiri atas: a. Seksi Kerja Sama Hak Sosial. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Budaya. Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi. Seksi Kerja Sama Hak Politik. Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. 123 . b. b. Pasal 849 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. penyiapan rancangan kebijakan teknis ratifikasi terhadap instrumen hak asasi manusia internasional.Pasal 841 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Pasal 847 Subdirektorat Instrumen Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis. pengkoordinasian pelaksanaan pemajuan hak ekonomi. dan c. dan b. Pasal 844 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843. dan b. harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. sosial dan budaya. penyiapan rancangan kebijakan teknis harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan daerah. Pasal 845 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. Pasal 843 Subdirektorat Kerja Sama Pemajuan Hak Ekonomi. ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. (2) Seksi Kerja Sama Hak Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sosial. sosial dan budaya. Seksi Kerja Sama Hak Sipil. Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancangan kebijakan teknis pengembangan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak ekonomi. sosial dan budaya. dan b. penyiapan rancangan kebijakan pengembangan kerja sama pemajuan hak ekonomi. (2) Seksi Kerja Sama Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak politik. sosial dan budaya. Pasal 842 (1) Seksi Kerja Sama Hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dan koordinasi kegiatan pemajuan hak sipil .

Pasal 850 (1) Seksi Ratifikasi Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan materi ratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional. Pasal 856 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas. tenaga kerja. c. rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. c. Bagian Keenam Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Pasal 851 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Subbagian Tata Usaha. perempuan. Pasal 857 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak terdiri atas : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan. tenaga kerja dan kelompok minoritas. b. dan e. Sosial. b. Seksi Hak Ekonomi. Pasal 855 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. khususnya bagi anak-anak. dan kelompok minoritas. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia secara umum. perempuan. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak. dan e. Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 852 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 . dan b. b. (2) Seksi Harmonisasi Instrumen Hak Asasi Manusia Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan harmonisasi instrumen hak asasi manusia nasional dan koordinasi pelaksanaan kegiatan harmonisasi. khususnya bagi anak-anak. d. dan Budaya. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. c. 124 . Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan . Pasal 853 Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik. d. pelaksanaan progam kegiatan. penyusunan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia secara umum. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak anak. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak. dan d. Pasal 854 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak menyelenggarakan fungsi : a.

Pasal 858 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan politik bagi anak. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi anak. Pasal 859 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan. Pasal 860 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 859, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak perempuan; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. Pasal 861 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Pasal 862 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi perempuan. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan teknis serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi perempuan. Pasal 863 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi tenaga kerja. Pasal 864 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga kerja; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak tenaga kerja; c. penyiapan rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak tenaga kerja. Pasal 865 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Tenaga Kerja terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Hak Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

125

Pasal 866 (1) Seksi Hak Sipil dan Hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi tenaga kerja. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Pasal 867 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak bagi kelompok minoritas. Pasal 868 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867, Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan perlindungan hak kelompok minoritas; b. penyiapan rencana program yang berkaitan dengan pemenuhan hak kelompok minoritas; c. penyiapan rencana kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; d. pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang perlindungan dan pemenuhan hak kelompok minoritas. Pasal 869 Subdirektorat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Seksi Hak Sipil dan Politik; dan b. Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Pasal 870 (1) Seksi Hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak sipil dan hak politik bagi kelompok minoritas. (2) Seksi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rancana program, pelaksanaan program kegiatan, rencana kebijakan serta evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya bagi tenaga kerja. Bagian ketujuh Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Pasal 871 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang sistem informasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 872 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871, Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang sistem informasi hak asasi manusia; b. pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan serta penyajian data dan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta pemeliharaan sistem dan jaringan informasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan penerbitan dan penyebaran informasi hak asasi manusia serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan.

126

Pasal 873 Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data; b. Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; c. Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 874 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Sistem Informasi Hak Asasi Manusia. Pasal 875 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan serta penyajian data hak asasi manusia. Pasal 876 Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 875 , Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan data hak asasi manusia; b. pengolahan, penganalisaan dan penyajian data hak asasi manusia; c. pelaksanaan dokumen data hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 877 Subdirektorat Pengumpulan dan Pengolahan Data terdiri atas : a. Seksi Pengumpulan Data; dan b. Seksi Pengolahan Data. Pasal 878 (1) Seksi Pengumpulan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman pengumpulan data pelanggaran hak asasi manusia serta pelaksanaan evaluasi dan laporan. (2) Seksi Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan pengolahan dan analisis data serta penyiapan bahan penyajian data pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 879 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis serta pemenuhan, penganalisaan data pengembangan dan pemeliharaan sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia. Pasal 880 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879, Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan, pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemenuhan dan penganalisaan data hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan program sistem serta jaringan informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pengembangan sistem komunikasi hak asasi manusia; dan d. pelaksanaan evaluasi program kegiatan di bidang pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 881 Subdirektorat Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia.

127

Pasal 882 (1) Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman dan bimbingan teknis analisa program sistem informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan kebijakan, penyusunan pedoman pengembangan dan pemeliharaan peralatan komputer, sarana komputer, sarana komunikasi data hak asasi manusia sebagai satu kesatuan sistem informasi hak asasi manusia serta pengembangan komunikasi data hak asasi manusia serta pemeliharaan otomasi sistem informasi hak asasi manusia. Pasal 883 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dan penyusunan rancangan kebijakan teknis, penyajian, penerbitan, dokumentasi dan perpustakaan serta pendiseminasian data informasi hak asasi manusia. Pasal 884 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 883, Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan rancangan kebijakan teknis di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia; b. penyiapan bahan penyebaran informasi hak asasi manusia; c. pendiseminasian data dan informasi hak asasi manusia; d. pengelolaan dokumentasi sistem informasi hak asasi manusia; dan e. pelaksanaan evaluasi kegiatan di bidang pendayagunaan informasi hak asasi manusia. Pasal 885 Subdirektorat Pendayagunaan Informasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan. Pasal 886 (1) Seksi Penerbitan dan Penyebaran Informasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyebaran serta pendiseminasian informasi hak asasi manusia. (2) Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi dan perpustakaan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia Pasal 887 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal 888 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887, Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyajian data informasi hak asasi manusia; c. pelaksanaan pemantauan terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia; d. pelaksanaan evaluasi terhadap penerapan, permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 889 Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia; b. Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia;

128

c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia; d. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 890 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Hak Asasi Manusia. Pasal 891 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan hak asasi manusia penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 892 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891, Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data penerapan hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam penerapan hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan penerapan hak asasi manusia pada penyelenggara negara, dunia usaha dan masyarakat. Pasal 893 Subdirektorat Penerapan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah; dan b. Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha. Pasal 894 (1) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di pemerintah. (2) Seksi Penerapan Hak Asasi Manusia di Masyarakat dan Dunia Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi penerapan hak asasi manusia di masyarakat dan dunia usaha. Pasal 895 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 896 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895, Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan, pengolahan dan penyajian data mengenai permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait dalam permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia; dan c. pelaksanaan kegiatan pemantauan permasalahan dan diskriminasi hak asasi manusia. Pasal 897 Subdirektorat Permasalahan dan Diskriminasi Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia; dan b. Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia. Pasal 898 (1) Seksi Permasalahan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap permasalahan hak asasi manusia. (2) Seksi Diskriminasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan, pemantauan dan evaluasi terhadap diskriminasi hak asasi manusia.

129

(2) Seksi Pasca Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia. penerapan. b. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pasca peradilan. dan d. 130 . dan b. Seksi Pra Peradilan.Pasal 899 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. c. Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia. dan c. Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pasca Peradilan. Pasal 905 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. (2) Seksi Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyusunan laporan pemantauan. pengolahan dan penyajian data mengenai pemantauan penerapan. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pasal 901 Subdirektorat Proses Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Pasal 900 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899. Pasal 903 Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan pemantauan permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. dan b. pengumpulan. pengolahan dan penyajian data mengenai proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pemantauan dan evaluasi proses penegakan hukum dan hak asasi manusia pra peradilan. pengumpulan. penyusunan laporan pemantauan penerapan. Pasal 904 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903. pelaksanaan evaluasi kegiatan pemantauan penerapan. Pasal 902 (1) Seksi Pra Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan. Pasal 906 (1) Seksi Evaluasi Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi pemantauan. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. pelaksanaan kegiatan pemantauan proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. permasalahan dan pelanggaran hak asasi manusia. penerapan. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan koordinasi dengan unit dan instansi terkait evaluasi dan pelaporan hak asasi manusia.

pelaksanaan laporan hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I. b. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II. tata usaha pimpinan. tata usaha. program dan anggaran. d. evaluasi. Pasal 913 Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Umum. b. c. b. Inspektorat Kepegawaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Bagian Penyusunan Program. pengelolaan urusan kepegawaian. f. d. c. Pasal 911 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 910. administarsi keuangan. pengolahan. dan d. dan d. dan e. hubungan masyarakat. penyusunan laporan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 909 Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan g. program dan anggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 910 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 907 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 908 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 907. pengumpulan. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. e. 131 . Inspektorat Khusus. evaluasi. b. keuangan. Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Hukum. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 912 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas : a. dan protokol. c. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. penyajian data dan informasi. dokumentasi. c. Bagian Kepegawaian. Inspektorat Keimigrasian. penyusunan laporan kegiatan pengawasan.

dan d. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian.Pasal 914 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. dan c. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Sumatera Barat. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II. Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 915 Bagian Penyusunan Program terdiri atas : a. pengolahan data. serta urusan dokumentasi. Lampung. c. pengolahan. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pasal 917 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melaksanakan analisis. dan anggaran pengawasan. pengolahan.I Jakarta. dan urusan dokumentasi. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. Riau. Kepulauan Riau. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyusunan dan penyajian bahan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. pengolahan. analisis dan evaluasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Hak Asasi Manusia. pengujian. pengumpulan. penyiapan evaluasi program kerja dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. b. Kalimantan Tengah dan Bali serta Sekretariat Jenderal. dan c. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I. Kalimantan Selatan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Data dan Informasi. Bengkulu. Pasal 918 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. Pasal 919 Bagian Laporan Hasil Pengawasan I terdiri atas : a. b. Kepulauan Bangka Belitung. Inspektorat Hukum. Banten. b. Bagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 916 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Sumatera Selatan.I Yogyakarta. Inspektorat Hukum. program. penyiapan bahan evaluasi program dan penyusunan laporan Inspektorat Jenderal. Sumatera Utara. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Jawa Timur. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Hukum. Kalimantan Barat. penyajian data dan informasi. pengujian. Bagian Laporan Hasil Pengawasan I menyelenggarakan fungsi : a. pemantauan. Kalimantan Timur. D. penilaian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penelaahan. penelitian dan penyajian laporan hasil 132 . Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian. penilaian. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran.K. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan c. Pasal 920 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Kepegawaian I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. Jawa Barat. D. Inspektorat Hukum. program dan anggaran pengawasan. Jawa Tengah. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penyajian data dan informasi. Jambi. pengolahan.

Sulawesi Tenggara. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II mempunyai tugas melakukan penghimpunan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keimigrasian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh unit pelaksana teknis imigrasi. Kalimantan Tengah dan Bali. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. penilaian. pengolahan. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sumatera Utara. D. (4) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Hukum. pengujian. Maluku. Sulawesi Barat. Banten. Inspektorat Keimigrasian. Gorontalo. Sulawesi Barat. penelitian dan penyajian laporan hasil (1) (2) (3) (4) 133 . Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. b.I. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. pengolahan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sulawesi Tengah. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah dan unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. Sulawesi Tenggara.I Yogyakarta. Jambi. penelaahan. pengujian. dan Inspektorat Khusus. dan Inspektorat Khusus. Kalimantan Barat. D. pengolahan. Nusa Tenggara Barat. c.I. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Inspektorat Khusus dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sulawesi Utara. Pasal 924 Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengujian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas melakukan penghimpunan. Papua dan Irian Jaya Barat serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus mempunyai tugas melakukan penghimpunan. b. Nusa Tenggara Timur. Gorontalo. Inspektorat Keimigrasian. Kepulauan Riau. pengolahan. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Pasal 921 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melaksanakan analisis. pengujian. pengujian. Sulawesi Utara.K. penilaian. dan Inspektorat Khusus. dan d. Maluku Utara. penyusunan dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Pasal 922 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Bengkulu. Inspektorat Keimigrasian. Jawa Timur. Bagian Laporan Hasil Pengawasan II menyelenggarakan fungsi : a. Lampung. Kalimantan Selatan.I Jakarta. penyusunan dan penyajian bahan laporan kegiatan pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. dan c. pengolahan. Jawa Barat. pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Khusus. penilaian. Maluku. Riau. Badan Pembinaan Hukum Nasional. pengolahan. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Maluku Utara. Kepulauan Bangka Belitung. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan I. analisis dan evaluasi laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemasyarakatan. Inspektorat Keimigrasian. (3) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan penghimpunan. pengolahan. pengujian. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh Kantor Wilayah serta unit eselon I di lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R. penilaian. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan Pemasyarakatan II. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM. penilaian. Pasal 923 Bagian Laporan Hasil Pengawasan II terdiri atas : a. penelitian dan penyajian laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Hukum.pemeriksaan Inspektorat Kepegawaian serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan di lingkungan Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. pengolahan. Inspektorat Jenderal.

c. (1) (2) (3) (4) Pasal 929 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. b. Kartu Pegawai dan Tabungan Asuransi Pensiun serta penetapan 134 . Subbagian Mutasi dan Promosi. hubungan masyarakat dan protokol serta pemberian informasi hasil pemeriksaan kepada unit-unit kerja di lingkungan Departemen dan di luar Departemen. Pasal 926 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 925. tata usaha pimpinan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. dan d. Pasal 927 Bagian Umum terdiri atas : a. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. b. dan c. Pasal 931 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. hubungan masyarakat dan protokol. Subbagian Keuangan. pensiun dan disiplin pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta hubungan masyarakat dan protokol. pengelolaan urusan tata usaha Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan penetapan mutasi dan promosi serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. pendataan dan pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. Pasal 928 Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Kantor Wilayah dan unit pelaksanaan teknis serta pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 930 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 929.pemeriksaan kasus Inspektorat Khusus. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pasal 925 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. administrasi keuangan. b. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan formasi. c. Pasal 932 (1) Subbagian Umum. penyiapan bahan penetapan pemberhentian. Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha Inspektur Jenderal. b. dan d. administrasi Asuransi Kesehatan. Pemberhentian dan Pensiun Pegawai. pengelolaan tata usaha kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal. tata usaha. pengelolaan urusan administrasi keuangan. dan d. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Umum.

evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. dan penilaian. Pasal 934 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. pengusutan dan penilaian di bidang kepegawaian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbagian Tata Usaha. f. dan b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pengusutan dan penilaian di bidang keuangan dan perlengkapan sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 936 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. Pasal 935 Inspektorat Kepegawaian terdiri atas : a. c. penghimpunan. pengujian. Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pensiun. b. Bagian Keempat Inspektorat Kepegawaian Pasal 933 Inspektorat Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian dan sumber daya manusia di lingkungan Departemen. pengujian. perencanaan dan program pengawasan di bidang kepegawaian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pemeriksaan. mutasi dan promosi jabatan serta pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Kepegawaian. e. (2) Subbagian Mutasi dan Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. kepangkatan. 135 . pengusutan. pemindahan. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan dan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia. penggajian.pemberhentian. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 938 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. d. pengujian. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Bagian Kelima Inspektorat Keuangan Dan Perlengkapan Pasal 937 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. (3) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan perencanaan dan analisa kebutuhan pengembangan pegawai dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan perlengkapan di lingkungan Departemen. dan g. perencanaan dan program pengawasan di bidang keuangan dan perlengkapan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. terhadap pengelolaan kepegawaian dan sumber daya manusia.

hak asasi manusia. dan b. 136 . hak asasi manusia. perencanaan dan program pengawasan di bidang hukum. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. Pasal 939 Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan terdiri atas : a. hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual sesuai dengan rencana dan program berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang hukum. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. c. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 942 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. pengujian. pengujian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 940 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. f. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. hak asasi manusia. pengusutan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. e. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. dan penilaian di bidang pengelolaan keuangan dan perlengkapan. pengujian. pengusutan dan penilaian di bidang hukum. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. pengusutan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keuangan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual. penghimpunan. d. b. Pasal 943 Inspektorat Hukum. dan g. Inspektorat Hukum. pelaksanaan pemeriksaan. dan g. dan hak kekayaan intelektual. penghimpunan. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Inspektorat Hukum. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keuangan dan Perlengkapan. dan hak kekayaan intelektual. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. dan b.c. Subbagian Tata Usaha. e. dan hak kekayaan intelektual di lingkungan Departemen. Pasal 944 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Hukum. pelaksanaan pemeriksaan. pembinaan hukum dan peraturan perundang-undangan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. perlengkapan. f. Subbagian Tata Usaha. Hak Asasi Manusia dan Hak Kekayaan Intelektual Pasal 941 Inspektorat Hukum. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.

b. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. tahanan negara serta benda sitaan negara sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. tahanan negara. pengujian. dan benda sitaan negara. Inspektorat Keimigrasian menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. f. f. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang keimigrasian. pengujian. d. Pasal 948 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. b. 137 . pengujian. pengujian. dan benda sitaan negara yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. penghimpunan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. tahanan negara. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang pemasyarakatan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. pengusutan dan penilaian di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Pasal 950 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. dan b. penghimpunan. c. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. pengusutan. dan g. pelaksanaan pemeriksaan. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. Pasal 946 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. pengusutan. perencanaan dan program pengawasan di bidang keimigrasian yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal.Bagian Ketujuh Inspektorat Pemasyarakatan Pasal 945 Inspektorat Pemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan. dan g. e. d. perencanaan dan program pengawasan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. tahanan negara. dan benda sitaan negara di lingkungan Departemen. pelaksanaan pemeriksaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Pemasyarakatan. e. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pembinaan dan penyelenggaraan pemasyarakatan. Pasal 947 Inspektorat Pemasyarakatan terdiri atas : a. Bagian Kedelapan Inspektorat Keimigrasian Pasal 949 Inspektorat Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian di lingkungan Departemen. c. Inspektorat Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi : a. pengusutan dan penilaian di bidang keimigrasian sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. dan penilaian di bidang pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian. dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Subbagian Tata Usaha.

d.Pasal 951 Inspektorat Keimigrasian terdiri atas : a. dan informasi laporan. pengusutan dan penilaian di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri sesuai dengan rencana dan program kerja berdasarkan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundangundangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri. penyusunan norma dan petunjuk pemeriksaan. dan masalah-masalah pengaduan. evaluasi temuan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pengawasan. Pasal 952 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Keimigrasian. penindakan terhadap penyelewengan. b. penyimpangan di lingkungan Departemen. pengujian. dan b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus. Pasal 958 Unit Pelaksana Teknis Bidang Keimigrasian pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan permasalahan-permasalahan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri akan dilakukan oleh sebuah tim yang ditentukan oleh Inspektur Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan penelaahan dan pengusutan kebenaran laporan atas pengaduan tentang hambatan. pengusutan. 138 . pelaksanaan pemeriksaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. perencanaan dan program pengawasan yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan g. Subbagian Tata Usaha. informasi dan laporan. e. dan penilaian di bidang kasus-kasus penyelewengan. penyimpangan. pengaduan. Pasal 957 Pelaksanaan tugas pemeriksaan pada setiap Inspektorat didasarkan atas dasar perintah dan persetujuan dari Inspektur Jenderal. dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. f. penghimpunan. dan b. Bagian Kesembilan Inspektorat Khusus Pasal 953 Inspektorat Khusus mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang penyelesaian masalah-masalah yang memerlukan penanganan tersendiri dalam rangka penertiban. penyusunan dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Inspektorat Khusus menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 954 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 953. Subbagian Tata Usaha. penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang. Pasal 955 Inspektorat Khusus terdiri atas : a. pengujian. Pasal 956 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Khusus.

Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal. terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan Jabatan Fungsional lain yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Kelompok jabatan fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Inspektorat bertanggung jawab kepada masing-masing Inspektur. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Inspektur Jenderal.Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Pasal 959 Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jenis dan jenjang jabatan fungsional Auditor diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 960 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 959. (1) (2) (3) (4) (5) (6) 139 .

program dan anggaran. Pasal 963 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 962. dan e. (2) BPHN dipimpin oleh seorang Kepala. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. perencanaan pembangunan hukum nasional. Pusat Penyuluhan Hukum. pengelolaan urusan kepegawaian. 140 . penyusunan laporan kegiatan pembinaan hukum nasional.BAB XI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 961 (1) Badan Pembinaan Hukum Nasional yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPHN. norma. koordinasi dan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. perencanaan pembangunan hukum nasional. b. dan e. perumusan standar. evaluasi. b. b. c. d. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 965 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPHN. c. pedoman. Pasal 962 BPHN mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Sekretariat Badan. Pasal 966 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. kriteria dan prosedur di bidang pembinaan hukum nasional. pelaksanaan urusan tata usaha BPHN. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 964 BPHN terdiri atas : a. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Badan Pembinaan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. d. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPHN. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. dokumentasi dan informasi hukum nasional serta penyuluhan hukum. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pembinaan hukum nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan e. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a.

d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengolahan data. dan c. penetapan pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan BPHN. b. penyajian data dan informasi. Subbagian Pemberhentian dan Pensiun. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian data dan informasi. Pasal 971 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 974 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Pasal 970 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 968 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan formasi. b. penyiapan bahan penetapan mutasi dan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. pengumpulan. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Evaluasi dan Laporan. Pasal 973 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 972. Subbagian Data dan Informasi. f. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 969 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 968. penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan BPHN. Pasal 972 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan BPHN. b. Bagian Tata Usaha. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. dan c. program dan anggaran. dan penyusunan laporan BPHN. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi.Pasal 967 Sekretariat Badan terdiri atas : a. (3) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan BPHN. penyajian data dan informasi. program dan anggaran. Subbagian Umum Kepegawaian. dan c. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. 141 .

pelaksanaan anggaran. Subbagian Perlengkapan. Pasal 979 (1) (2) (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 977 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 976. dan c. pendataan dan pengembangan pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pemindahan dan mutasi kepegawaian lainnya dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPHN. rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan c.Pasal 975 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 978 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Perbendaharaan. pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan . Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokol. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 976 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPHN. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. dan pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPHN. penggajian. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan. 142 . kepangkatan. Pasal 982 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga terdiri atas : a. pelaksanaan urusan pembukuan. (2) Subbagian Mutasi dan Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengangkatan. Pasal 980 Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. dan c. b. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol. dan c. Pasal 981 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan perlengkapan. b. pelaksanaan hubungan masyarakat. dan protokol di lingkungan BPHN. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pemberhentian dan pensiun. dan pembinaan pegawai di lingkungan BPHN.

Subbagian Arsip. Bidang Program. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembinaan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 984 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha BPHN. c. pengaturan tata naskah persuratan dan ekspedisi. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan. Pasal 985 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. pengelolaan urusan persuratan. Pelayanan Teknis dan Administrasi. pelaksanaan penelitian. b. (3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai tugas melakukan urusan hubungan masyarakat dan protokol. b. Bidang Pertemuan Ilmiah. dan c. dan pengembangan sistem hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. dan c. dan pelayanan teknis. pengelolaan arsip. pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum. penyusunan laporan. dan d. Pasal 986 Bagian Tata Usaha terdiri atas : a.Pasal 983 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. c. Subbagian Pengetikan dan Penggandaan mempunyai tugas melakukan urusan pengetikan dan penggandaan. penelitian dan pengembangan sistem hukum nasional. penyiapan bahan penyusunan program penelitian. pengkajian dan pertemuan ilmiah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. dan d. Pasal 989 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas. Subbagian Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pemeliharaan arsip. (2) (3) 143 . b. evaluasi kegiatan. Subbagian Persuratan. b. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Pasal 988 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 990 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional terdiri atas: a. Pasal 987 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan persuratan meliputi penerimaan. pengkajian dan pertemuan ilmiah. penelitian.

rekomendasi dan kesimpulan hasil penelitian hukum. 144 . Bidang Program Pelayanan Teknis dan Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengkajian Hukum. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administrasi. dan b. Pasal 999 Bidang Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Subbidang Penelitian Hukum. Pasal 997 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum terdiri atas : a. (3) Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian mempunyai tugas melakukan penyiapan kerja sama penelitian hukum antar lembaga pusat dan daerah dan persiapan pelaksanaan monitoring hasil penelitian hukum pusat dan daerah. Pelayanan Teknis dan Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program. Pasal 996 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 995. dan c. rekomendasi hasil penelitian. laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. pembuatan abstrak. Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil pengkajian hukum. penyiapan pelaksanaan kerja sama antar lembaga penelitian hukum. pembuatan abstrak. Pelayanan Teknis dan Administrasi terdiri atas : a. dan c. pelayanan teknis. penyiapan bahan penyusunan program. Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum menyelenggarakan fungsi : a. b. pelaksanaan pelayanan teknis dan administrasi. penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. Pasal 992 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 991. kerja sama antar lembaga penelitian hukum. Pasal 993 Bidang Program. Pasal 995 Bidang Penelitian dan Pengkajian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kegiatan penelitian dan pengkajian hukum. evaluasi. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian. dan b. evaluasi dan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional. Pasal 998 (1) Subbidang Penelitian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penelitian. pembuatan abstrak dan rekomendasi hasil penelitian dan pengkajian hukum. b. Pasal 994 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program. dan pengkajian hukum.Pasal 991 Bidang Program. (2) Subbidang Pengkajian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan kegiatan pengkajian. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan.

Bidang Perencanaan Legislasi. 145 . (2) Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan monitoring dan inventarisasi hasil pertemuan ilmiah pusat dan daerah. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah. c. dan pemberian pelayanan teknis administratif. d. Bagian Kelima Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional Pasal 1003 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang perencanaan pembangunan hukum nasional berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. perencanaan kerja sama nasional dan internasional di bidang pengembangan hukum. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum. evaluasi. penyiapan rencana dan pelaksanaan pertemuan ilmiah. Pasal 1006 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program perencanaan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan dan penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1001 Bidang Pertemuan Ilmiah terdiri atas : a. pelaksanaan pelayanan teknis administratif pada Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Pasal 1002 (1) Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan pertemuan ilmiah dan pengelolaan hasil pertemuan ilmiah. kompendium. b. penyusunan rencana dan program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis.Pasal 1000 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 999. Bidang Pertemuan Ilmiah menyelenggarakan fungsi : a. b. Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah. c. pelaksanaan koordinasi program peta permasalahan hukum nasional. pemantauan hasil pertemuan ilmiah. Pasal 1004 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003. d. penyiapan bahan penyusunan program kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. dan b. dan e. laporan. Pasal 1007 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006. Bidang Program dan Pelayanan Teknis . dan e. dan c. analisa-evaluasi peraturan perundang-undangan. b. Pasal 1005 Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional terdiri atas: a. anotasi yurisprudensi dan kompilasi hukum.

Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum. dan b. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama di tingkat pusat dan daerah untuk perencanaan pembangunan hukum nasional. Bidang Perencanaan Legislasi menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama hukum di tingkat internasional baik bilateral. dan b. (2) Subbidang Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan administratif. pelaksanaan penyusunan dan pengelolaan program legislasi nasional dan pelaksanaan konsultasi publik program legislasi nasional di daerah. Subbidang Pelayanan Teknis. dan b. Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum. pelaksanaan inventarisasi dan rencana pengembangan hukum tidak tertulis. Pasal 1015 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014. Pasal 1009 (1) Subbidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana dan program serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional. Pasal 1016 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1010 Bidang Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengelolaan rencana program legislasi nasional dan pengembangan hukum tidak tertulis melalui kerja sama antar lembaga pusat dan daerah. Pasal 1013 (1) Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program legislasi nasional. Subbidang Penyusunan Program dan Laporan. dan b. regional maupun multilateral untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis. Pasal 1011 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010. Pasal 1014 Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kerja sama pengembangan hukum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendukung perencanaan pembangunan hukum nasional. dan b. Bidang Kerja Sama Pengembangan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi. 146 . Pasal 1012 Bidang Perencanaan Legislasi terdiri atas : a.Pasal 1008 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas: a. (2) Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengembangan hukum tidak tertulis.

pelaksanaan penerbitan dan publikasi hukum. pembinaan dan pengembangan teknis dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1021 Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1020 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik membawahi Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan. Pasal 1019 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018. dan b. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis.Pasal 1017 (1) Subbidang Kerja Sama Nasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat nasional . Pasal 1023 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022. pembinaan dan pengembangan pengelolaan data elektronik. Bidang Pengolahan Data Elektronik. dan d. b. d. f. Informasi dan Perpustakaan Hukum. Pasal 1018 Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana. dan g. c. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan dalam rangka menunjang pembangunan hukum nasional. penyusunan rencana dan program serta pelaksanaan analisis evaluasi peraturan perundangundangan. dan pelaksanaan analisis evaluasi. Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan dan pengembangan perpustakaan serta pelayanan informasi hukum. penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pelaksanaan analisis evaluasi dan penyusunan naskah akademik peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Pusat Dokumentasi Dan Informasi Hukum Nasional Pasal 1022 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pengelolaan. pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum nasional. (2) Subbidang Kerja Sama Internasional Pengembangan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan jaringan kerja sama pengembangan hukum di tingkat internasional untuk mendukung pengembangan hukum nasional. Bidang Jaringan Dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. 147 . penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan dokumentasi dan informasi hukum. program. Bidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik menyelenggarakan fungsi : a. program. c. e. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan dokumentasi dan informasi hukum nasional serta pelayanan teknis. b. Pasal 1024 Pusat Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional terdiri atas : a.

laporan. Pasal 1032 (1) Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. Pasal 1027 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. pembuatan laporan dan pelayanan teknis. dan kerja sama otomasi hukum. Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik. penyajian database peraturan perundang-undangan dan bahan data hukum lainnya. Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi. jaringan komputer. pemrograman komputer. situs jaringan internet. ekstranet dan internet. dan Pelayanan Teknis. pelaksanaan pemrograman komputer dan jaringan elektronik. Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum. Pasal 1026 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025. (2) Subbidang Penyusunan Program. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan serta pengembangan database peraturan perundangundangan dan data hukum lainnya secara elektronik dan kerja sama otomasi hukum. penyiapan penyusunan program. (3) Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan inventarisasi. dan b. Subbidang Penyusunan Program. penyebarluasan bahan hukum. Monitoring dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dokumentasi dan informasi hukum. monitoring kinerja. penjilidan dan penyebarluasan peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Pasal 1028 (1) Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penerbitan. data hukum lainnya. penyusunan laporan dan pelayanan teknis. dan c. pengolahan. penyusunan program. perawatan data elektronik dan jaringan komputer serta sarana teknologi informasi. Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. dan pemeliharaan sarana teknologi informasi. Bidang Pengolahan Data Elektronik menyelenggarakan fungsi : a. b. reproduksi. secara elektronik serta pelaksanaan kerjasama otomasi hukum. monitoring.Pasal 1025 Bidang Publikasi Hukum dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penerbitan. jaringan elektronik. dan c. reproduksi. Pasal 1029 Bidang Pengolahan Data Elektronik mempunyai tugas melaksanakan pengolahan dan pengembangan database peraturan perundang-undangan. penjilidan dan penyebarluasan bahan hukum. pelaksanaan pengembangan. dan pelayanan teknis. perawatan dan pengamanan data elektronik. 148 . Monitoring. pengembangan. dan b. pelaksanaan penerbitan. Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Database. Pasal 1030 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1029. (2) Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik mempunyai tugas melakukan pembuatan dan pengembangan pemrograman komputer. Pasal 1031 Bidang Pengolahan Data Elektronik terdiri atas : a. pengamanan.

penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 1039 Pusat Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. pemberian bimbingan dan petunjuk pelaksanaan di bidang penyuluhan hukum. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. penyiapan. pelaksanaan pengembangan dan kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. pembinaan dan pengembangan perpustakaan hukum serta pemberian pelayanan informasi hukum. (2) Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan d. penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan serta pelayanan teknis penyuluhan hukum. Bagian Ketujuh Pusat Penyuluhan Hukum Pasal 1037 Pusat Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan dan pembimbingan penyuluhan hukum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPHN. pelaksanaan pengumpulan. Informasi dan Perpustakaan Hukum terdiri atas : a. pengumpulan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil kegiatan penyuluhan hukum. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis. pengembangan kerja sama secara nasional. c. Pusat Penyuluhan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. b. b. pengolahan. Informasi dan Perpustakaan Hukum menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan. pengembangan perpustakaan hukum. Pasal 1038 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1037. Pasal 1034 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1033. Bidang Jaringan Dokumentasi. Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum. c. dan c. regional dan internasional. penyiapan perumusan kebijakan. pengolahan peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya. pembinaan. dan perawatan bahan informasi hukum. 149 . Pasal 1035 Bidang Jaringan Dokumentasi. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum. b. dan pembudayaan kesadaran hukum. Pasal 1036 (1) Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta kerja sama jaringan dokumentasi dan informasi hukum secara nasional. Subbidang Perpustakaan Hukum.Pasal 1033 Bidang Jaringan Dokumentasi. Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. regional dan internasional. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengembangan penyuluhan hukum. Informasi dan Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. regional dan internasional. dan d. dan d. (3) Subbidang Perpustakaan Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan.

Subbidang Pemantauan dan Evaluasi. menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan program penyuluhan hukum. Bidang Program dan Pelayanan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. b. b. pelayanan teknis dan penyusunan laporan kegiatan penyuluhan hukum. Pasal 1047 (1) Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kegiatan bimbingan teknis penyuluhan hukum dan koordinasi penyuluhan hukum dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat. penyusunan program pelaksanaan penyuluhan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penyuluhan hukum. dan c. Pasal 1042 Bidang Program dan Pelayanan Teknis terdiri atas : a. Subbidang Temu Wicara dan Diskusi. 150 . b. Pasal 1043 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan. (2) Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan mempunyai tugas melakukan pelayanan teknis dan penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan hukum. dan b. dan d. evaluasi. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama. koordinasi dan kerja sama. pendapat umum dan pengembangan metode di bidang penyuluhan hukum. dan c. Pasal 1044 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pendapat umum. Subbidang Penyusunan Program. c. dan pelayanan teknis. pemberian bimbingan. Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum. Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan. (2) Subbidang Temu Wicara dan Diskusi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi kegiatan temu wicara dan diskusi . laporan kegiatan penyuluhan hukum. (3) Subbidang Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan penyuluhan hukum. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyuluhan hukum.Pasal 1040 Bidang Program dan Pelayanan Teknis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 1046 Bidang Pengembangan Penyuluhan Hukum terdiri atas : a. Pasal 1041 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. (3) Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode mempunyai tugas melakukan pengolahan pendapat umum mengenai hukum yang berkembang dan pengembangan metode penyuluhan hukum sesuai dengan kebutuhan dalam masyarakat. Pasal 1045 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1044. temu wicara dan diskusi. dan pengembangan metode penyuluhan hukum. penyusunan program. Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode. temu wicara dan diskusi. Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program.

(2) Subbidang Media Cetak dan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan hukum melalui media cetak dan elektronik. temu sadar hukum. pameran. media cetak dan elektronik. Pasal 1051 (1) Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui kegiatan ceramah. Konsultasi dan Bantuan Hukum. Pasal 1049 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1048. pementasan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembudayaan kesadaran hukum. pelaksanaan ceramah. dan c. Pasal 1050 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum terdiri atas : a. pementasan. Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum menyelenggarakan fungsi : a. 151 . diskusi. Subbidang Pameran. bantuan hukum. media cetak dan elektronik dalam upaya membentuk budaya hukum masyarakat.Pasal 1048 Bidang Pembudayaan Kesadaran Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyuluhan hukum melalui ceramah. dan b. bantuan hukum. temu sadar hukum. Pementasan. dan Temu Sadar Hukum. pementasan. (3) Subbidang Pameran. konsultasi dan bantuan hukum. diskusi dan temu sadar hukum. pameran. Subbidang Media Cetak dan Elektronik. konsultasi hukum. diskusi. Subbidang Ceramah. Pementasan. b. konsultasi hukum. Konsultasi dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan kegiatan pameran.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pelaksanaan urusan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Balitbang HAM. Balitbang HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1053 Balitbang HAM mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. penyiapan perumusan bahan kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. dan e. Sekretariat Badan. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. 152 . Pasal 1054 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1053. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana. Pasal 1057 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak .hak Kelompok Rentan.BAB XII BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1052 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Balitbang HAM. d. b. dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1056 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1055 Balitbang HAM terdiri atas : a. program dan anggaran. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. pengelolaan urusan kepegawaian.hak Sipil dan Politik. c. evaluasi. (2) Balitbang HAM dipimpin oleh seorang Kepala. b. dan e. adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. b. d. pengelolaan urusan data dan informasi. penyusunan laporan kegiatan penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Sosial dan Budaya. pengelolaan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan di bidang hak asasi manusia. evaluasi pelaksanaan. c.hak Ekonomi. pengelolaan urusan administrasi keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. d.

dan b. Subbagian Evaluasi dan Laporan. penggajian. pengelolaan administrasi hukuman disiplin serta pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. pengelolaan administrasi jabatan fungsional. d. program dan anggaran. pemberhentian dan pensiun. Bagian Data dan Informasi. Pasal 1060 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1059. administrasi jabatan fungsional. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran. evaluasi dan penyusunan laporan Balitbang HAM. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. kepangkatan. pemindahan dan mutasi. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan.Pasal 1058 Sekretariat Badan terdiri atas : a. penyiapan bahan penetapan mutasi. Pasal 1063 Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Penyusunan Program dan Laporan. jabatan struktural. Pasal 1066 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi. Pasal 1059 Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Balitbang HAM. Bagian Kepegawaian. e. Pasal 1062 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. pendataan. Subbagian Mutasi dan Pensiun. program dan anggaran. pendataan dan pengembangan pegawai di lingkungan Balitbang HAM. Pasal 1064 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1063. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. c. Subbagian Umum Kepegawaian. program dan anggaran. (2) Subbagian Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan. 153 . Bagian Umum. pengembangan dan pembinaan pegawai serta pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. pengangkatan. Pasal 1061 Bagian Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. dan b. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Balitbang HAM. b. dan f. (2) Subbagian Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan. penyiapan penyusunan formasi. Pasal 1065 Bagian Kepegawaian terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b.

pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1067 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan Balitbang HAM. 154 . dan b. dan b. pengelolaan urusan ketatausahaan dan pelaksanaan urusan administrasi perjalanan dinas. perhitungan dan penyusunan laporan keuangan. pengolahan. penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 1074 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c. Pasal 1068 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1067. Pasal 1073 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. Pasal 1071 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pengolahan. dan b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta pembukuan. Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas. Pasal 1072 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1071. Pasal 1070 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengangkutan dan pengamanan di lingkungan Balitbang HAM. penyajian dan pendistribusian data. pengamanan dan administrasi perjalanan dinas. Pasal 1069 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Pasal 1075 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 1076 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1075. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan anggaran. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. pengangkutan. pelaksanaan urusan tata usaha Kepala Balitbang HAM. b. tata usaha dan administrasi perjalanan dinas di lingkungan Balitbang HAM. penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi. b. pengelolaan dokumentasi di lingkungan Balitbang HAM. pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai.

b. dan i. penyajian dan pendistribusian data permasalahan hak asasi manusia. Subbagian Data. penegakan. pedoman. g. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan.hak Sipil dan Politik. Pasal 1081 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. f. b.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Bagian Keempat Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. dan d.Pasal 1077 Bagian Data dan Informasi terdiri atas : a. norma. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. b.hak Sipil dan Politik. Bidang Evaluasi dan Laporan. penyusunan rencana. Pasal 1080 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079. dan b. dan 155 . pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak. d. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak Sipil dan Politik. c. Pasal 1078 (1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak .hak sipil dan politik.hak Sipil dan Politik.hak Sipil dan Politik. (2) Subbagian Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan penggunaan teknologi informasi.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. daftar inventarisasi masalah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak.hak sipil dan politik. c.hak sipil dan politik berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. c.Hak Sipil Dan Politik Pasal 1079 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak . pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak. program penelitian hak. pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan protokoler serta pengelolaan arsip dan dokumentasi. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan. Pasal 1083 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082.hak sipil dan politik dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri.hak sipil dan politik. h. penyiapan perumusan standar. e. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak. pengolahan.hak sipil dan politik. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Bidang Penelitian Hak. pemenuhan. Bidang Penelitian Hak.hak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak. koordinasi program. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Bidang Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. d. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. Pasal 1082 Bidang Penelitian Hak-hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak sipil dan politik.

pedoman. Pasal 1086 Bidang Pengembangan Hak.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. analisa. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. penyelenggaraan sosialisasi.hak Politik. standar. Pasal 1090 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. perumusan rancangan kebijakan. Subbidang Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang.hak Sipil.hak Sipil dan Politik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.undangan. (2) Subbidang Penelitian Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak. dan f. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak-hak sipil dan politik.hak sipil dan politik. pedoman. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak. inventarisasi. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak-hak sipil dan politik. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak sipil. norma.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program.undangan.hak Sipil dan Politik. Pasal 1084 Bidang Penelitian Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. pedoman. pelaksanaan analisa. Pasal 1085 (1) Subbidang Penelitian Hak. norma. Subbidang Pengembangan Hak. daftar inventarisasi masalah. e. pelaksanaan kerja sama.hak sipil. perumusan rancangan kebijakan.hak sipil dan politik.hak sipil dan politik. penyelenggaraan sosialisasi. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak. standar. Subbidang Penelitian Hak. Pasal 1087 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086. naskah akedemik. kriteria dan prosedur.hak Sipil. penyiapan bahan perumusan standar norma. dan b.hak Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. b. Bidang Pengembangan Hakhak Sipil dan Politik menyelenggarakan fungsi : a. d.hak Sipil dan Politik terdiri atas : a. pelaksanaan kerja sama. c.hak Politik. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak sipil dan politik. Subbidang Penelitian Hak. penyusunan rencana dan program pengembangan hak. perumusan rancangan kebijakan. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. dan pelaksanaan pertemuan ilmiah di bidang pengembangan hak. 156 . daftar inventarisasi masalah. naskah akedemik. inventarisasi. dan b.hak politik. daftar inventarisasi masalah. interpretasi data dan informasi di bidang penelitian hak-hak politik. analisa.hak sipil dan politik. Pasal 1088 Bidang Pengembangan Hak. (2) Subbidang Pengembangan Hak.hak Politik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program. Pasal 1089 (1) Subbidang Pengembangan Hak. program dan perumusan rancangan kebijakan. kriteria dan prosedur.e.

h.undangan dalam perspektif hak asasi manusia.Pasal 1091 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090. pedoman.hak Ekonomi. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1092 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Pasal 1095 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094.hak ekonomi. b. Sosial dan Budaya. c. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a.hak Ekonomi. Bidang Pengembangan Hak.hak Ekonomi.hak sipil dan politik. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. penegakan. Subbidang Laporan.hak Ekonomi. e. sosial dan budaya berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. b. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. daftar inventarisasi masalah. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian di bidang penelitian dan pengembangan hak. dan d.hak ekonomi. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. f. Sosial dan Budaya. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.hak Ekonomi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. d. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia.hak Sipil dan Politik.hak Ekonomi. Sosial Dan Budaya Pasal 1094 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. 157 . perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Pasal 1096 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Ekonomi. dan b. Bagian Kelima Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak. dan e. norma. c. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan.Hak Ekonomi. penyiapan perumusan standar. Pasal 1093 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak.hak Sipil dan Politik. koordinasi program. g. pemenuhan. d. Sosial dan Budaya. c. Bidang Penelitian Hak. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. dan i. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. Bidang Evaluasi dan Laporan. Sosial dan Budaya. sosial dan budaya. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik.hak sipil dan politik.hak Ekonomi. Sosial dan Budaya.

hak ekonomi. d. sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. dan b. penyiapan bahan perumusan standar. Pasal 1102 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1101. 158 . Pasal 1103 Bidang Pengembangan Hak. pedoman. Pasal 1101 Bidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya. Pasal 1099 Bidang Penelitian Hak. d. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a. sosial. Subbidang Pengembangan Hak. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak.hak ekonomi.hak ekonomi. sosial dan budaya. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak. penyusunan program pengembangan hak. sosial dan budaya.Pasal 1097 Bidang Penelitian Hak. Bidang Pengembangan Hakhak Ekonomi. Sosial dan Budaya menyelenggarakan fungsi : a.hak Ekonomi. sosial. Subbidang Penelitian Hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerjasama hak asasi manusia. dan f. e. dan budaya. serta penyusunan program penelitian hak.hak ekonomi. dan e. (2) Subbidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. norma.hak Ekonomi. c. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. (2) Subbidang Penelitian Hak.hak ekonomi.hak ekonomi.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak.hak Sosial dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.hak ekonomi.hak Ekonomi.hak Ekonomi. Pasal 1104 (1) Subbidang Pengembangan Hak. sosial dan budaya.hak Ekonomi. Pasal 1100 (1) Subbidang Penelitian Hak. daftar inventarisasi masalah. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak.hak ekonomi. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak.hak sosial dan budaya. Pasal 1098 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1097. program dan rancangan pengembangan hak. sosial dan budaya.hak ekonomi.hak ekonomi. Subbidang Pengembangan Hak.hak ekonomi.hak Sosial dan Budaya. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. Bidang Penelitian Hak. Sosial dan Budaya terdiri atas : a. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. pelaksanaan kerjasama penelitian hak. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. dan budaya. dan b.hak Ekonomi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. sosial dan budaya. program dan rancangan pengembangan hak. Sosial dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia.hak sosial dan budaya. sosial dan budaya.hak Sosial dan Budaya. program dan rancangan kebijakan penelitian hak. kriteria dan prosedur pengembangan hakhak ekonomi.hak ekonomi. program dan rancangan kebijakan penelitian hak.hak Ekonomi. Subbidang Penelitian Hak.hak ekonomi. b. sosial dan budaya.hak Ekonomi.

penyiapan perumusan standar. Bagian Keenam Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat Pasal 1109 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan.hak ekonomi. b. daftar inventarisasi masalah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a.hak Ekonomi. c. Sosial dan Budaya. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak asasi manusia yang berat. dan f. d. dan Budaya. norma. dan b.hak Ekonomi.hak Ekonomi. g. pemenuhan. koordinasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan atas kasus. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. b. h. dan j. sosial dan budaya. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam perspektif hak asasi manusia. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. koordinasi program. evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. c. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak. e. Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. sosial dan budaya. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik. Pasal 1110 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. e. Sosial dan Budaya. Pasal 1108 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengembangan Hak. Subbidang Evaluasi. penegakan. pedoman. Sosial dan Budaya. Pasal 1106 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1105. Pasal 1107 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a.hak Ekonomi. kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan. 159 .kasus pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Sosial. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak ekonomi. d.hak Ekonomi. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak. i.Pasal 1105 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/ Lembaga baik dalam maupun luar negeri. Sosial dan Budaya. Subbidang Laporan.

c. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyiapan bahan perumusan standar norma. c. ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang. penyiapan perumusan rancangan kebijakan pengembangan hak asasi manusia yang berat. b. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat. Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi penelitian hak asasi manusia yang berat. Pasal 1117 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1116. Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. pedoman. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik. penyiapan perumusan rancangan kebijakan penelitian hak asasi manusia yang berat. dan penyusunan program penelitian hak asasi manusia yang berat. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan terhadap kemanusiaan. d. Pasal 1112 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi penelitian hak asasi manusia yang berat.undangan dalam perspektif hak asasi manusia. Pasal 1114 Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. 160 .Pasal 1111 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. pelaksanaan kerja sama penelitian hak asasi manusia yang berat dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri. dan d. dan b. dan f. dan penyusunan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. b. Pasal 1116 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia. Pasal 1115 (1) Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. daftar inventarisasi masalah. kriteria dan prosedur pengembangan hak asasi manusia yang berat. c. dan e. Pasal 1113 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112 . Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida. Pasal 1118 Bidang Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat terdiri atas : a. b. penyiapan penyusunan rencana dan program penelitian hak asasi manusia yang berat. (2) Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan hak asasi manusia yang berat. e. d. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak asasi manusia yang berat. Bidang Penelitian Hak Asasi Manusia Yang Berat menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida. Bidang Evaluasi dan Laporan. dan b. program dan rancangan kebijakan penelitian kejahatan genosida.

Pasal 1119 (1) Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan genosida. (2) Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 1120 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1121 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1120, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hak asasi manusia yang berat; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Pasal 1122 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1123 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Yang Berat. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan Pasal 1124 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Balitbang HAM. Pasal 1125 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1124, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; b. penyiapan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dalam rangka pemajuan, penegakan, pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia; c. koordinasi penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. koordinasi program kerja sama hak asasi manusia dengan Instansi/Lembaga baik dalam maupun luar negeri;

161

e. koordinasi dan sosialisasi di bidang hasil penelitian dan pengembangan hak asasi manusia hakhak kelompok rentan; f. koordinasi program, evaluasi dan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; g. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; h. perencanaan program kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan; i. koordinasi penyiapan bahan tanggapan atas permasalahan hak- hak kelompok rentan; dan j. pembinaan pegawai dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. Pasal 1126 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- hak Kelompok Rentan terdiri atas : a. Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; b. Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas; c. Bidang Evaluasi dan Laporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1127 Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan hasil penelitian, pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program penelitian hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. Pasal 1128 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127, Bidang Penelitian Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas dengan pihak lain baik dalam dan luar negeri; c. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; d. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi di bidang penelitian hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan e. pelaksanaan analisa dan interpretasi data dan atau informasi di bidang penelitian hak-hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1129 Bidang Penelitian Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas: a. Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas. Pasal 1130 (1) Subbidang Penelitian Hak- hak Perempuan dan Anak mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di perempuan dan anak. (2) Subbidang Penelitian Hak- hak Kelompok Minoritas mempunyai bahan penyusunan rencana, program dan rancangan kebijakan di kelompok minoritas. Pasal 1131 Bidang Pengembangan Hak- hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hasil pengembangan dan pelaksanaan kerja sama hak asasi manusia, penyusunan program pengembangan hak- hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas. tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak tugas melakukan penyiapan bidang penelitian hak- hak

162

Pasal 1132 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131, Bidang Pengembangan Hakhak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; b. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; c. penyiapan penyusunan rancangan naskah akademik, daftar inventarisasi masalah, ratifikasi dan harmonisasi peraturan perundang- undangan dalam perspektif hak asasi manusia; d. penyiapan bahan perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan hakhak perempuan, anak dan kelompok minoritas; e. penyelenggaraan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas; dan f. penyiapan dan pelaksanaan pertemuan ilmiah hak- hak perempuan, anak dan kelompok minoritas. Pasal 1133 Bidang Pengembangan Hak-hak Perempuan, Anak dan Kelompok Minoritas terdiri atas : a. Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak; dan b. Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas. Pasal 1134 (1) Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak perempuan dan anak. (2) Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan rancangan pengembangan hak-hak kelompok minoritas. Pasal 1135 Bidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan program, evaluasi dan laporan hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-hak Kelompok Rentan. Pasal 1136 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1135, Bidang Evaluasi dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan rencana dan program kerja; b. penyiapan bahan perumusan hasil penelitian dan pengembangan hak- hak kelompok rentan; c. penyiapan penyusunan program pemantauan dan pengendalian penelitian dan pengembangan hakhak kelompok rentan; d. penyiapan penyusunan evaluasi dan laporan sebagai bahan rekomendasi rumusan kebijakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; e. penyiapan data dan atau informasi serta penyusunan laporan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak-Hak Kelompok Rentan. Pasal 1137 Bidang Evaluasi dan Laporan terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi; dan b. Subbidang Laporan. Pasal 1138 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan. (2) Subbidang Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak- Hak Kelompok Rentan.

163

BAB XIII BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1139 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut BPSDM Hukum dan HAM, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengembangan sumber daya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri. (2) BPSDM Hukum dan HAM dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 1140 BPSDM Hukum dan HAM mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1141 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140, BPSDM Hukum dan HAM menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; c. pelaksanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; d. koordinasi dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; e. pemberian bimbingan teknis tata penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; f. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia hukum dan hak asasi manusia; dan g. pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1142 BPSDM Hukum dan HAM terdiri atas : a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen; c. Pusat Pengembangan Teknis; d. Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1143 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1144 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1143, Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan dan koordinasi penyusunan rencana, program dan anggaran, evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia; b. pelaksanaan dan koordinasi kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia;

164

c. pengelolaan urusan kepegawaian, tata usaha dan administrasi pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; d. pengelolaan urusan administrasi keuangan; dan e. pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1145 Sekretariat Badan terdiri atas : a. Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama; b. Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1146 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, pengelolaaan data, penyusunan laporan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan serta kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Pasal 1147 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1146, Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; c. penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan; d. pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan; e. penyiapan pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh; dan f. penyiapan penyusunan pelaksanaan kerja sama pengembagan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1148 Bagian Penyusunan Program dan Kerja Sama terdiri atas : a. Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran; b. Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 1149 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Data, Laporan dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan serta melakukan urusan hubungan masyarakat dan keprotokolan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama pendidikan dan pelatihan jarak jauh serta pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang hukum dan hak asasi manusia dalam negeri dan luar negeri di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1150 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian, ketatausahaan, administarsi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM.

165

Pasal 1151 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150, Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan penyusunan formasi, pendataan, dan pengembangan pegawai, penyiapan bahan penetapan mutasi, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM; b. pengelolaan urusan surat-menyurat, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan pengelolaan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM; dan c. pengelolaan urusan administrasi pendidikan dan pelatihan serta administrasi jabatan fungsional di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1152 Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas : a. Subbagian Umum Kepegawaian; b. Subbagian Tata Usaha; dan c. Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1153 (1) Subbagian Umum Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan formasi, pendataan, pengembangan pegawai, pengelolaan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan, pengurusan administrasi Asuransi Kesehatan dan pembinaan sumber daya manusia, penyiapan bahan penetapan pengangkatan, kepangkatan, penggajian, pemindahan dan mutasi pegawai, pemberhentian dan pensiun, pengurusan pemberian tanda penghargaan pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat meliputi penerimaan, pencatatan dan pendistribusian surat-surat dinas, pelaksanaan urusan pengetikan dan penggandaan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM dan urusan tata usaha Kepala BPSDM Hukum dan HAM. (3) Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan seleksi dan pemanggilan peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1154 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi keuangan di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1155 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1154, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas; dan c. pelaksanaan urusan pembukuan, perhitungan, dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1156 Bagian Keuangan terdiri atas : a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan; dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1157 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan urusan pelaksanaan anggaran, pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji pegawai. (2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan, tata usaha keuangan dan administrasi perjalanan dinas. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan urusan pembukuan, perhitungan dan penyusunan laporan keuangan.

166

b. b. Subbagian Perlengkapan. d. perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 1158 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan perlengkapan. pengamanan dalam dan pengangkutan. b. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. dan c. (3) Subbagian Perpustakaan dan Arsip mempunyai tugas melakukan pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. c. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan penyusunan standar. Pasal 1164 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen terdiri atas : a. pengelolaan perpustakaan dan arsip di lingkungan BPSDM Hukum dan HAM. pengelolan urusan perlengkapan. dan f. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Pasal 1162 Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Bidang Penyelenggaraan. pedoman. e. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. Bidang Program. rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pengangkutan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1160 Bagian Umum terdiri atas : a. Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Perpustakaan dan Arsip. Pasal 1159 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas dalam Pasal 1158. pengamanan dalam serta pelaksanaan urusan pengangkutan. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen menyelenggarakan fungsi : a. b. pengamanan dalam. dan d. dan c. Pasal 1161 (1) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan perlengkapan. c. pengelolaan urusan rumah tangga. norma. Pasal 1163 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1162. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. 167 .

Pasal 1170 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1169. Pasal 1168 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1166 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. dan b. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Program menyelenggarakan fungsi : a.Pasal 1165 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Pasal 1171 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. Pasal 1173 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1167 Bidang Program terdiri atas : a. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. jumlah. dan b. penyiapan penyusunan standardisasi. dan b. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 1172 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Penyusunan Program. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1169 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. metode dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. 168 . kurikulum dan silabus. dan jenis peserta berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. kurikulum dan silabus. dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. Subbidang Standardisasi dan Metode. dan b. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. penggandaan. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. pemanggilan tenaga pengajar. penjadualan. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengajaran.

Pasal 1180 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Teknis. dan b. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kelima Pusat Pengembangan Teknis Pasal 1177 Pusat Pengembangan Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan teknis berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. Pasal 1179 Pusat Pengembangan Teknis terdiri atas : a. kriteria dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. c.Pasal 1174 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1173. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. e. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1175 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. 169 . pedoman. dan f. Subbidang Evaluasi. b. c. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Pusat Pengembangan Teknis menyelenggarakan fungsi : a. d. dan d. Pasal 1178 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1177. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. Bidang Program. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pengelolaan urusan dokumentasi. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen dan pengelolaan urusan dokumentasi. penyiapan penyusunan standar. Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1176 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Bidang Penyelenggaraan. norma.

penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. Subbidang Pengajaran. penyiapan koordinasi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Penyusunan Program. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. Pasal 1184 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. Pasal 1186 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a.Pasal 1181 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1180. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. Pasal 1183 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. dan b. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penjadualan. Pasal 1188 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. Pasal 1189 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1188. penggandaan. kurikulum dan silabus. Subbidang Standardisasi dan Metode. dan b. dan b. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. pemanggilan tenaga pengajar. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. jumlah dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis serta pengelolaan urusan dokumentasi. penjadualan kegiatan pendidikan dan pelatihan. 170 . Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. kurikulum dan silabus. Pasal 1185 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan penyusunan standardisasi dan metode. Pasal 1182 Bidang Program terdiri atas : a. Pasal 1187 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis.

Bidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1191 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis. dan b. dan pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. norma. penyiapan bahan koordinasi kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dengan instansi terkait dan pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan. c.Pasal 1190 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. Pasal 1196 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195. penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Fungsional Dan Hak Asasi Manusia Pasal 1192 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas BPSDM Hukum dan HAM di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala BPSDM Hukum dan HAM. dan f. b. Bidang Penyelenggaraan. Bidang Program. metode. b. penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 1195 Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan prosedur dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. c. kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan rencana dan program pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. dan d. 171 . Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. penyiapan penyusunan standar. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan di lingkungan Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia. Pasal 1193 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1192. penyiapan standardisasi. Pasal 1194 Pusat Pengembangan Fungsional dan Hak Asasi Manusia terdiri atas : a. Subbidang Evaluasi. e. pedoman.

penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1199 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyelenggaraan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. penyediaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tujuan. berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. pemanggilan tenaga pengajar. penjadualan kegiatan pelatihan. serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. dan pengelolaan urusan dokumentasi. dan b. dan jenis peserta sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. (2) Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pelayanan administrasi. dan b. kurikulum dan silabus. Pasal 1204 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. 172 . dan b. jumlah. Pasal 1200 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1199. Subbidang Administrasi Peserta Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelatihan. Bidang Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 1201 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas : a. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Subbidang Penyusunan Program. penyiapan penggandaan bahan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengajaran. Pasal 1202 (1) Subbidang Pengajaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penjadualan. Pasal 1203 Bidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pemantauan dan evaluasi. (2) Subbidang Standardisasi dan Metode mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan standardisasi dan metode serta pengembangan sistem di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia.Pasal 1197 Bidang Program terdiri atas : a. Pasal 1205 Bidang Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas : a. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia dan pengelolaan urusan dokumentasi. Subbidang Standardisasi dan Metode. Subbidang Evaluasi. penyiapan dan pelayanan administrasi pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jenis pendidikan dan pelatihan. pemanggilan tenaga pengajar. penyiapan. penyusunan kurikulum dan silabus. Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi. penggandaan. dan pemberian sertifikasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan. penyiapan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Pasal 1198 (1) Subbidang Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia.

(3) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 1210 (1) Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah perekonomian dan hubungan luar negeri. (2) Subbidang Pelaporan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia serta pengelolaan urusan dokumentasi. (3) Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah hukum lingkungan dan pertanahan. Sosial dan Keamanan. Staf Ahli Bidang Politik. c. Pasal 1208 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1207. Sosial dan Keamanan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah politik. dan d. pemikiran dan pengkajian aspek hak asasi manusia. sosial dan keamanan. Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. 173 . (4) Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya Hukum mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah pengembangan budaya hukum. (5) Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai pelanggaran hak asasi manusia. pemikiran dan pengkajian aspek ekonomi dan hubungan luar negeri. pemikiran dan pengkajian aspek politik. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Hubungan Luar Negeri. Pasal 1209 (1) Staf Ahli terdiri dari : a. Staf Ahli Bidang Pelanggaran Hak Asasi Manusia. dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli menyelenggarakan fungsi: a. c. sosial dan keamanan. b. pemikiran dan pengkajian aspek hukum lingkungan dan pertanahan. Staf Ahli Bidang Hukum Lingkungan dan Pertanahan. (2) Staf Ahli Bidang Politik. BAB XIV STAF AHLI Pasal 1207 Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahlianya. b. e.Pasal 1206 (1) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan pendidikan dan pelatihan fungsional dan hak asasi manusia. Direktorat Jenderal. Badan dan Inspektorat Jenderal. d.

d. Pasal 1213 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212. b. Pasal 1212 Pusjianbang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. pengelolaan urusan tata usaha dan kepegawaian. kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1214 Pusjianbang terdiri atas : a. c. b. Pusjianbang menyelenggarakan fungsi : a. c. pengelolaan administrasi Jabatan Fungsional. administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. pelaksanaan pengkajian dan pengembangan serta perumusan rekomendasi kebijakan di bidang hak kekayaan intelektual. 174 . kepegawaian. program dan anggaran serta evaluasi dan penyusunan laporan Pusjianbang. keimigrasian. penyusunan rencana. dan c. keuangan. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Pusjianbang. pengelolaan urusan administrasi keuangan. keimigrasian. b. Bagian Umum Pasal 1217 Bagian Umum terdiri atas : a. dan e. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif. Pasal 1216 sebagaimana dimaksud Untuk melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi : a. Bidang Penyusunan Program dan Laporan. b. pemasyarakatan.BAB XV PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Bagian Kesatu Tugas dan Fungsi Pasal 1211 (1) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan yang selanjutnya dalam peraturan ini disebut Pusjianbang adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas pokok Departemen di bidang pengkajian dan pengembangan kebijakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha. Pasal 1215 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan tata usaha. pemasyarakatan. Bagian Umum. dalam Pasal 1215. pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. (2) Pusjianbang dipimpin oleh seorang Kepala. Bidang Pengkajian dan Pengembangan. pelayanan hukum dan jasa hukum lainnya serta administrasi fasilitatif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan c. Subbagian Keuangan.

Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan. (3) Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan atas hasil pengkajian dan pengembangan kebijakan serta pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan guna mendukung kegiatan pengkajian dan pengembangan. Pasal 1224 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1223. b. pelaksanaan kegiatan pengembangan hasil pengkajian kebijakan. dan b. Pasal 1226 (1) Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan mempunyai tugas melakukan pengkajian melalui pengumpulan. Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan. pelaksanaan kegiatan pengkajian kebijakan. Pasal 1220 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1219. c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran di lingkungan Pusjianbang. dan b. b. Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan. pemeliharaan. perawatan barang inventaris dan pengamanan sarana dan prasarana. (2) Subbidang Evaluasi dan Laporan mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi program dan laporan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pusjianbang. dan c. Bidang Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi : a. analisa dan pengembangan kebijakan. pembuatan perumusan rekomendasi kebijakan. penataan kearsipan. Subbidang Evaluasi dan Laporan. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 1218 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan surat menyurat. 175 . Pasal 1225 Bidang Pengkajian dan Pengembangan terdiri atas : a. Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran. Pasal 1222 (1) Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 1223 Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. dan kepegawaian di lingkungan Pusjianbang. pengolahan dan analisa data serta penyajian hasil pengkajian kebijakan. dan d. perumusan rekomendasi kebijakan serta pengelolaan urusan perpustakaan dan dokumentasi. pembukuan. (2) Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan melalui kegiatan diskusi dan seminar atas hasil pengkajian kebijakan serta perumusan atas hasil pengembangan kebijakan guna dijadikan rekomendasi kepada Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan administrasi keuangan. penerimaan. program dan anggaran . Pasal 1221 Bidang Penyusunan Program dan Laporan terdiri atas : a. penyiapan evaluasi program dan penyusunan laporan. Pasal 1219 Bidang Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bidang Penyusunan Program dan Laporan menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan dokumentasi dan perpustakaan. program dan anggaran serta laporan Pusjianbang.

Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1230 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Staf Ahli. Pasal 1231 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Inspektur Jenderal. Kepala Subbidang. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinir oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Departemen serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Sekretaris Inspektorat Jenderal. terdiri atas Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kepala Subbagian. Inspektur. Sekretaris Badan. Pasal 1233 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. 176 . Kepala UPT dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan/Kepala Biro/Direktur/Kepala Pusat. Kepala Badan. Kepala Bidang. Kepala Pusat. Kepala Bagian. Kelompok Jabatan Fungsional dalam hal melaksanakan tugas-tugas Biro/Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat/Sekretariat Badan/Pusat secara administratif bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Biro/Sekretaris Direktorat Jenderal/Direktur/Sekretaris Badan/Kepala Pusat. Kepala Subdirektorat.BAB XVI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1227 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Biro. Direktur Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) (6) BAB XVII TATA KERJA Pasal 1229 Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Jenderal. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 1232 Setiap pimpinan satuan organisasi dan pejabat fungsional wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 1228 Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227. Kepala Seksi. Direktur.

Pasal 1242 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 1235 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi bawahannya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Tugas dan Fungsi. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1238 (1) Di lingkungan Departemen terdapat Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis penunjang Departemen sesuai dengan kebutuhan. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. 177 . BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 1240 Perubahan atas susunan Organisasi dan Tata Kerja dalam peraturan ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. BAB XVIII INSTANSI VERTIKAL Pasal 1236 (1) Instansi Vertikal Departemen adalah Kantor Wilayah Departemen di Propinsi.10 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.03-PR. (2) Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 1237 Instansi Vertikal di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. Pasal 1241 Peraturan Menteri Nomor M. Pasal 1239 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini. ditetapkan dengan Peraturan Menteri tersendiri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.Pasal 1234 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. (2) Pembentukan.07. Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuansatuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 April 2007 178 .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.07.09-PR.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA i .

07.09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERLENGKAPAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ii .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN LAPORAN BAGIAN ORGANISASI BAGIAN KETATALAKSANAAN Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data I Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data II Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data III Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data IV Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Evaluasi dan Laporan I Subbagian Evaluasi dan Laporan II Subbagian Evaluasi dan Laporan III Subbagian Evaluasi dan Laporan IV Subbagian Kelembagaan I Subbagian Penyusunan Standardisasi Kerja Subbagian Pengembangan Sistem Prosedur dan Metode Kerja Subbagian Evaluasi Tatalaksana Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Kelembagaan II Subbagian Kelembagaan III iii .

PENSIUN DAN DISIPLIN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Pengadaan Pegawai Subbagian Peraturan Perundangundangan Subbagian Jaminan Sosial Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Analisa Kebutuhan Pengembangan Pegawai Subbagian Pengembangan Sistem dan Diklat Luar Negeri Subbagian Penyaringan Pegawai Subbagian Mutasi I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun I Subbagian Pemberhentian dan Pensiun II Subbagian Pemberhentian dan Pensiun III Subbagian Pemberhentian dan Disiplin Pegawai Subbagian Tata Naskah I Subbagian Mutasi II Subbagian Tata Naskah II Subbagian Mutasi III Subbagian Penggandaan I Subbagian Mutasi IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Penggandaan II iv .BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM KEPEGAWAIAN BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN PEMBERHENTIAN.

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN DAN TATA USAHA KEUANGAN BAGIAN PENGUJIAN DAN PENERBITAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN Subbagian Pelaksanaan Anggaran I Subbagian Pelaksanaan Anggaran II Subbagian Pelaksanaan Anggaran III Subbagian Pelaksanaan Anggaran IV Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM I Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM II Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM III Subbagian Pengujian dan Penerbitan SPM IV Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III Subbagian Akuntansi dan Pelaporan IV Subbagian Tata Usaha Keuangan Subbagian Kerugian Negara Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL v .

BIRO PERLENGKAPAN BAGIAN ANALISA KEBUTUHAN BAGIAN PENGADAAN BAGIAN PENYIMPANAN DAN PENYALURAN BAGIAN INVENTARISASI BAGIAN PENGHAPUSAN Subbagian Penyediaan Data Subbagian Harga dan Mutu Subbagian Pergudangan dan Penyaluran Subbagian Pengiriman dan Pengangkutan Subbagian Pemeliharaan Subbagian Pembukuan Subbagian Penilaian Subbagian Pembakuan Subbagian Tender Subbagian Pendataan Inventaris Subbagian Perubahan Status P l k Subbagian Pelaksanaan Penghapusan Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pembelian Subbagian Statistik dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vi .

Evaluasi dan Laporan Subbagian Pengolahan dan Penyajian Berita Subbagian Hubungan Pers dan Media Massa Subbagian Dokumentasi dan Perpustakaan Subbagian Tata Usaha Biro KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL vii .BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN HUBUNGAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN HUBUNGAN LUAR NEGERI BAGIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI Subbagian Hubungan Kelembagaan Subbagian Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Subbagian Kerja Sama BadanBadan Internasional Subbagian Kerja Sama Antar Negara Subbagian Penyusunan Program.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA DEPARTEMEN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN BINA SIKAP MENTAL BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PENGAMANAN Subbagian Persuratan Subbagian Tata Usaha Menteri Subbagian Tata Usaha Sekretariat Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Protokol Subbagian Rohani dan Sosial Subbagian Kesehatan Pegawai Subbagian Kesejahteraan Subbagian Urusan Dalam Subbagian Kendaraan dan Perjalanan Dinas Subbagian Gaji Subbagian Tata Usaha Biro Subbagian Pengamanan Pimpinan Subbagian Pengamanan Lingkungan Subbagian Pengamanan Dokumen dan Jalur Informasi Subbagian Arsip Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Agenda dan Pengiriman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL viii .

Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Nomor : M.07. KERJA SAMA DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH ix .10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIREKTORAT PUBLIKASI.09-PR.

Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Data. Informasi dan Laporan Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Arsip dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Hubungan Masyarakat x .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Umum Kepegawaian dan Administrasi Jafung Subbagian Mutasi.

DIREKTORAT PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI SUBDIREKTORAT METODE. TEKNIK. DAN PENYIAPAN PERANCANGAN PERATURAN PERUNDANG Seksi Metode dan Teknik Perancangan Peraturan P d d Seksi Penyiapan Materi Perancangan Peraturan Perundangundangan SUBDIREKTORAT PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG UNDANG SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN PERPUSTAKAAN Seksi Penyusunan Rencana dan Program Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Penyiapan Data dan Bahan Pembahasan Rancangan Undang-undang Seksi Penyelenggaraan Pembahasan Rancangan Undang-undang KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pembinaan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengembangan Perancang Peraturan Perundang-undangan Seksi Pengelolaan Dokumentasi Seksi Perpustakaan Hukum xi .

Riset dan Teknologi II SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat I Seksi Analisa Bidang Kesejahteraan Rakyat II Seksi Analisa Bidang Politik. Hukum. Perdagangan. RISET DAN TEKNOLOGI Seksi Analisa Bidang Industri. DAN KEAMANAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG KEUANGAN DAN PERBANKAN SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG INDUSTRI.DIREKTORAT HARMONISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HARMONISASI BIDANG POLITIK. dan Keamanan II Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan I Seksi Analisa Bidang Keuangan dan Perbankan II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xii . PERDAGANGAN. dan Keamanan I Seksi Analisa Bidang Politik. Perdagangan. HUKUM. Riset dan Teknologi I Seksi Analisa Bidang Industri. Hukum.

DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PUBLIKASI SUBDIREKTORAT KERJA SAMA SUBDIREKTORAT PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBDIREKTORAT SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Seksi Penerbitan Seksi Perencanaan dan Penyelenggaraan Seksi Administrasi Pengundangan Seksi Aplikasi Seksi Distribusi dan Penyebarluasan Seksi Dokumentasi Seksi Sarana. KERJA SAMA. Prasarana dan Implementasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xiii .DIREKTORAT PUBLIKASI.

DIREKTORAT LITIGASI PERUNDANG-UNDANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIAPAN DAN PENDAMPINGAN PERSIDANGAN SUBDIREKTORAT FASILITASI BAHAN DAN ANALISIS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR LEMBAGA Seksi Penyiapan Keterangan Pemerintah Seksi Koordinasi dan Monitoring Persidangan Seksi Penyiapan Bahan dan Data Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Penyelenggara Negara dan Masyarakat Seksi Analisis. Laporan dan Dokumentasi xiv .

DIREKTORAT FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN DAN PELAPORAN SUBDIREKTORAT PEMBINAAN TEKNIK PERANCANGAN PERATURAN DAERAH SUBDIREKTORAT MEDIASI DAN KONSULTASI Seksi Pengumpulan Data 4 Seksi Perencanaan d P Seksi Evaluasi dan Pelaporan Seksi Bimbingan dan Latihan Seksi Pelaksanaan Mediasi dan Konsultasi Seksi Pengolahan Data KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xv .

I Nomor : M.07.09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERDATA DIREKTORAT PIDANA DIREKTORAT TATA NEGARA DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL DIREKTORAT DAKTILOSKOPI xvi .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendahara an Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas Subbagian Pengetikan dan P d Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan xvii .

DIREKTORAT PERDATA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM PERDATA UMUM SUBDIREKTORAT BADAN HUKUM SUBDIREKTORAT PENDAFTARAN FIDUSIA SUBDIREKTORAT HARTA PENINGGALAN SUBDIREKTORAT NOTARIAT Seksi Pendapat Hukum Seksi Legalisasi Seksi Perseroan Tertutup Seksi Perseroan Terbuka Seksi Badan Hukum Sosial Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Penerimaan dan Pemrosesan Seksi Pembinaan Balai Harta Peninggalan Seksi Daftar Wasiat Seksi Penataan dan Pemantauan Notaris Seksi Pengawasan Notaris Seksi Dokumentasi Notariat Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Perubahan Nama Seksi Arsip dan Dokumentasi Seksi Dokumentasi xviii .

DIREKTORAT PIDANA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PIDANA UMUM SUBDIREKTORAT EKSTRADISI DAN BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK SUBDIREKTORAT PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL Seksi Analisa Hukum Pidana Seksi Ekstradisi Seksi Bimbingan dan Pemantauan PPNS Seksi Pemantauan dan Evaluasi Seksi Bantuan Hukum Timbal Balik Seksi Dokumentasi xix .

DIREKTORAT TATA NEGARA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA SUBDIREKTORAT PEWARGANEGARAAN SUBDIREKTORAT BUKTI KEWARGANEGARAAN R.I Seksi Analisa dan Pertimbangan Seksi Analisa Pewarganegaraan Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Khusus Seksi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Seksi Dokumentasi Seksi Penyelesaian Seksi Pendaftaran Partai Politik Seksi Pengujian dan Pemantauan xx .

DIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT HUKUM INTERNASIONAL UMUM SUBDIREKTORAT HUKUM EKONOMI DAN KELEMBAGAAN INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT HUKUM LAUT DAN HUKUM UDARA Seksi Hukum Humaniter Seksi Hukum Lingkungan Seksi Hukum Pidana dan Hukum Perdata Internasional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Regional dan Multilateral Seksi Hukum Laut Seksi Hukum Udara Seksi Dokumentasi xxi .

DIREKTORAT DAKTILOSKOPI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERUMUSAN DAN IDENTIFIKASI SUBDIREKTORAT DATA DAN INFORMASI SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN ARSIP TERAAN Seksi Perumusan Seksi Pengumpulan Data Seksi Penataan dan Informasi Seksi Dokumentasi Seksi Identifikasi Seksi Arsip Teraan xxii .

I Nomor : M.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK DIREKTORAT BINA PERAWATAN DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA xxiii .09-PR.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan A Subbagian Data dan Informasi Subbagian Perundangundangan d Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi J f Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Humas dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Akuntansi dan P l KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxiv .

DIREKTORAT BINA REGISTRASI DAN STATISTIK

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT REGISTRASI

SUBDIREKTORAT PENEMPATAN DAN MUTASI

SUBDIREKTORAT SIDIK JARI

SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN DOKUMENTASI

Seksi Registrasi Tahanan dan Basan Seksi Registrasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Registrasi Klien Pemasyarakatan

Seksi Penempatan, Mutasi Tahanan dan Basan Seksi Penempatan dan Mutasi Warga Binaan

Seksi Perumusan dan Identifikasi Seksi Klasifikasi dan Pemeliharaan

Seksi Statistik, Dokumentasi Tahanan dan Basan Seksi Statistik, Dokumentasi Napi dan Anak Didik Pemasyarakatan Seksi Statistik dan Dokumentasi Klien Pemasyarakatan

xxv

DIREKTORAT BINA PERAWATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN KESEHATAN DAN MAKANAN

SUBDIREKTORAT BASAN DAN BARAN

SUBDIREKTORAT SARANA DAN EVALUASI

Seksi Kesehatan Mental dan Jasmani Seksi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Seksi Standardisasi dan Penetapan Gizi Seksi Pengendalian Bahan Makanan

Seksi Pemeliharaan Seksi Penilaian Jenis dan Mutu

Seksi Analisa Kebutuhan Seksi Pengelolaan Sarana Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Penghapusan

xxvi

DIREKTORAT BINA BIMBINGAN KEMASYARAKATAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT PELAYANAN DAN BIMBINGAN

SUBDIREKTORAT PEMBINAAN

SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN

SUBDIREKTORAT PEMBIMBINGAN

Seksi Bimbingan Hukum Seksi Orientasi dan Observasi Seksi Penelitian Kemasyarakatan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Mental Rohani Seksi Pembinaan Kewarganegaraan Seksi Pembinaan Olah Raga dan Kesenian Seksi Pembinaan Badan Kemasyarakatan

Seksi Pendidikan Sekolah dan Kepustakaan Seksi Pendidikan Luar Sekolah

Seksi Bimbingan Klien

Seksi Asimilasi

Seksi Integrasi Seksi Pendayagunaan Kerja TPP

xxvii

DIREKTORAT BINA LATIHAN KERJA DAN PRODUKSI

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT BIMBINGAN DAN LATIHAN KETERAMPILAN

SUBDIREKTORAT KEGIATAN KERJA

SUBDIREKTORAT PRODUKSI

SUBDIREKTORAT TENAGA KERJA

SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN PEMASARAN

Seksi Bimbingan Minat dan Bakat Seksi Pengembangan Kewirausahaan Seksi Bimbingan Keterampilan Seksi Bimbingan Kerja Lingkungan

Seksi Kegiatan Kerja Industri dan Jasa Seksi Kegiatan Kerja Pertanian dan Perkebunan Seksi Kegiatan Kerja Perikanan dan Peternakan

Seksi Standardisasi dan Pengendalian Seksi Pembinaan Produksi Seksi Pengelolaan Dana Pengembangan Produksi

Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Seksi Evaluasi dan Laporan

Seksi Pembinaan Kemitraan

Seksi Pemasaran Seksi Pengembangan Bentuk Usaha dan Kegiatan

xxviii

DIREKTORAT BINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Subbagian Tata Usaha

SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN

SUBDIREKTORAT SARANA

SUBDIREKTORAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TEKNIS PETUGAS PENGAMANAN

Seksi Kerja Sama Keamanan dan Ketertiban Seksi Pengembangan Prosedur dan Strategi Kamtib

Seksi Standardisasi dan Pengembangan Sarana Kamtib Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan Sarana Kamtib Seksi Evaluasi dan Laporan Kamtib

Seksi Pembinaan Prosedur dan Pengawasan Kamtib Seksi Penindakan Gangguan Kamtib Seksi Keselamatan dan Keamanan Basan dan Baran

Seksi Pendayagunaan dan Pengembangan Seksi Bantuan Hukum

xxix

DIREKTORAT BINA KHUSUS NARKOTIKA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERAWATAN KESEHATAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT BIMBINGAN HUKUM SUBDIREKTORAT KEMITRAAN Seksi Identifikasi Ketergantung an Seksi Perawatan Jasmani Seksi Perawatan Mental Rohani Seksi Pendidikan dan Bimbingan Lanjutan Seksi Keterampilan dan Usaha Seksi Seni dan Budaya Seksi Konsultasi Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Hukum Seksi Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Seksi Kerja Sama LSM dan Antar Negara Seksi Monitoring dan Evaluasi xxx .

09-PR.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN xxxi .I Nomor : M.

LITIGASI DAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Analisa Kebutuhan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pengembangan. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan Subbagian Pengadaan dan Peralatan Subbagian Litigasi Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Tata Persuratan.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN HUMAS. Dokumentasi & Kepustakaan Subbagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Subbagian Peraturan Perundangundangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxii .

Evaluasi dan Laporan Seksi Visa Kunjungan Seksi Izin Masuk Seksi Fasilitas Ibadah Keagamaan Seksi Pengendalian Pemberian Dokumen Perjalanan Seksi Pengendalian Pemberian Paspor TKI Seksi Izin Bertolak Seksi Fasilitas Wisatawan Asing Seksi Fasilitas Layanan Elektronis Keimigrasian Seksi Visa Tinggal Terbatas xxxiii . dan PLB Seksi Paspor TKI Seksi Visa Kunjungan Saat Kedatangan.DIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN. SPLP. VISA DAN FASILITAS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN SUBDIREKTORAT DOKUMEN PERJALANAN TKI SUBDIREKTORAT VISA SUBDIREKTORAT IZIN MASUK DAN BERTOLAK SUBDIREKTORAT FASILITAS KEIMIGRASIAN Seksi Paspor.

DIREKTORAT IZIN TINGGAL DAN STATUS KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT IZIN TINGGAL SUBDIREKTORAT ALIH STATUS KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT STATUS KEIMIGRASIAN Seksi Izin Tinggal Kunjungan Seksi Izin Tinggal Terbatas Seksi Izin Tinggal Tetap Seksi Alih Status Izin Tinggal Terbatas Seksi Alih Status Izin Tinggal Tetap Seksi Evaluasi dan Laporan Seksi Status Keimigrasian Seksi Surat Keterangan Keimigrasian Seksi Izin Tinggal Khusus / Darurat xxxiv .

DIREKTORAT INTELIJEN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT OPERASI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PRODUKSI INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTELIJEN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERIZINAN KEIMIGRASIAN Seksi Operasi Intelijen Wilayah I Seksi Operasi Intelijen Wilayah II Seksi Laboratorium Forensik Keimigrasian Seksi Perkiraan Keadaan Intelijen Keimigrasian Seksi Kerja Sama Intelijen Antar Negara Seksi Kerja Sama Intelijen Dalam Negeri Seksi Pengamanan Perizinan WNI Seksi Pengamanan Perizinan WNA Seksi Produksi Intelijen xxxv .

DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENYIDIKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENINDAKAN KEIMIGRASIAN SUBDIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENANGKALAN SUBDIREKTORAT DETENSI IMIGRASI DAN DEPORTASI Seksi Penyidikan Wilayah I Seksi Penindakan Wilayah I Seksi Pencegahan Seksi Detensi Imigrasi Seksi Penyidikan Wilayah II Seksi Penindakan Wilayah II Seksi Penangkalan Seksi Deportasi Seksi Imigran Ilegal dan Perlindungan Korban Kejahatan Lintas Negara Seksi Pembinaan PPNS Imigrasi Seksi Evaluasi dan Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xxxvi .

dan Papua New Guinea Seksi Organisasi Internasional PBB Seksi Organisasi Internasional Non PBB Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Asia Pasifik dan Afrika Seksi Amerika dan Eropa Seksi Penyebaran Informasi xxxvii .DIREKTORAT LINTAS BATAS DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT LINTAS BATAS SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT PEMBINAAN DAN KERJA SAMA KEIMIGRASIAN PERWAKILAN Seksi Lintas Batas Malaysia dan Philipina Seksi Lintas Batas Timor Leste.

DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DOKUMEN Seksi Registrasi dan Distribusi Dokumen Keimigrasian Seksi Registrasi dan Distribusi Kartu Elektronik Seksi Pemantauan Kualitas Dokumen Keimigrasian Seksi Pengolahan Data WNI Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data WNA Dalam Negeri Seksi Pengolahan Data Lalu Lintas Seksi Pengolahan Data WNI dan WNA Luar Negeri KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemantauan Penggunaan Dokumen Keimigrasian xxxviii .DIREKTORAT SISTEM INFORMASI KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENYEBARAN DAN KERJA SAMA SISTEM INFORMASI Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Dalam N i Seksi Penyebaran dan Kerja Sama Informasi Luar Negeri SUBDIREKTORAT PERENCANAAN. PENGEMBANGAN DAN PENGAMANAN SISTEM INFORMASI Seksi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Seksi Pengamanan dan Pengkajian Sistem Informasi SUBDIREKTORAT REGISTRASI.

09-PR.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG DIREKTORAT PATEN DIREKTORAT MEREK DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI xxxix .I Nomor : M.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMISI BANDING SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI.07.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi. Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Administrasi Penyidik Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Perbendaharaan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Perjalanan Dinas dan Kendaraan Operasional Subbagian Administrasi HKI Subbagian Tata Usaha Pimpinan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xl .

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Pelayanan Teknis Seksi Pemeriksaan dan Publikasi Seksi Sertifikasi. DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU DAN RAHASIA DAGANG Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT DESAIN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HAK CIPTA.DIREKTORAT HAK CIPTA. DESAIN INDUSTRI. Mutasi dan Lisensi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Hak Cipta Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang xli .

DIREKTORAT PATEN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT ADMINISTRASI DAN PELAYANAN TEKNIS SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN I SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN II SUBDIREKTORAT PEMERIKSA PATEN III SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan dan Formalitas Seksi Pelayanan Teknis Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Seksi Pemeliharaan. Pengalihan Hak dan Lisensi Seksi Publikasi Seksi Sertifikasi xlii .

DIREKTORAT MEREK Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERMOHONAN DAN PELAYANAN SUBDIREKTORAT PEMERIKSAAN SUBDIREKTORAT INDIKASI GEOGRAFIS SUBDIREKTORAT SERTIFIKASI DAN PENGUMUMAN SUBDIREKTORAT PELAYANAN HUKUM Seksi Permohonan Seksi Pemeriksaan Formalitas Seksi Evaluasi Teknis Indikasi Seksi Sertifikasi Seksi Pertimbangan Hukum Seksi Penyidikan dan Litigasi Seksi Administrasi Komisi Banding Seksi Mutasi dan Lisensi Seksi Pelayanan Teknis Seksi Klasifikasi Seksi Pengumuman KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xliii .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN PENGEMBANGAN Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUBDIREKTORAT KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA NASIONAL Seksi Penyebaran Informasi Seksi Pengkajian dan Pengembangan Seksi Kerja Sama Regional Seksi Kerja Sama Bilateral Seksi Kerja Sama Multilateral Seksi Kerja Sama Institusi Pemerintah Seksi Kerja Sama Institusi Non Pemerintah Seksi Pelatihan Seksi Perpustakaan xliv .

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Seksi Dokumentasi Hak Paten Seksi Dokumentasi Hak Merek KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlv . Desain Industri.DIREKTORAT TEKNOLOGI INFORMASI Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SISTEM SUBDIREKTORAT PENDUKUNG SISTEM SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PROSES SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI Seksi Administrasi dan Pengembangan Data Base Seksi Pengembangan Aplikasi Seksi “Helpdesk” dan Pemeliharaan Seksi Administrasi Sistem Jaringan Seksi Pengembangan Proses Kerja Teknologi I f i Seksi Situs Internet Seksi Dokumentasi Hak Cipta.

07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 DIREKTORAT JENDERAL HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA xlvi .09-PR.I Nomor : M.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Mutasi Subbagian Rumah Tangga Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Subbagian Arsip dan Dokumentasi Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perjalanan Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL xlvii .

DIREKTORAT BINA HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN ALUMNI DAN INSTITUSI HAM SUBDIREKTORAT DISEMINASI HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT BAHAN DISEMINASI Seksi Pendidikan Dalam Negeri Seksi Pendidikan Luar Negeri Seksi Kurikulum Pendidikan HAM Seksi Alumni Luar Negeri dan Dalam Negeri Seksi Institusi HAM Non Pemerintah Seksi Institusi HAM Pemerintah Seksi Diseminasi Aparatur Negara Seksi Diseminasi Penegak Hukum Seksi Diseminasi Masyarakat Seksi Bahan Instrumen Nasional Seksi Bahan Instrumen Internasional Seksi Bahan Instrumen Praktis xlviii .

SOSIAL DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT INSTRUMEN HAM Seksi Kerja Sama Asia Pasifik Seksi Kerja Sama Amerika dan Eropa Seksi Kerja Sama Afrika dan Timur Tengah Seksi Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi Non Perserikatan Bangsa-Bangsa Seksi LSM Internasional Seksi Kerja Sama Hak Sipil Seksi Kerja Sama Hak Politik Seksi Kerja Sama Hak Ekonomi Seksi Kerja Sama Hak Sosial Seksi Kerja Sama Hak Budaya Seksi Ratifikasi Instrumen HAM Internasional Seksi Harmonisasi Instrumen HAM Nasional xlix .DIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ANTAR NEGARA SUBDIREKTORAT KERJA SAMA ORGANISASI INTERNASIONAL SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK SIPIL DAN POLITIK SUBDIREKTORAT KERJA SAMA PEMAJUAN HAK EKONOMI.

Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.DIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PEREMPUAN SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK TENAGA KERJA SUBDIREKTORAT PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK KELOMPOK MINORITAS Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi. Sosial dan Budaya l . Sosial dan Budaya Seksi Hak Sipil dan Politik Seksi Hak Ekonomi.

DIREKTORAT SISTEM INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM INFORMASI HAM SUBDIREKTORAT PENDAYAGUNAAN INFORMASI HAK ASASI MANUSIA Seksi Pengumpulan Data Seksi Analisa Program Sistem Informasi Hak Asasi Manusia Seksi Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi HAM Penerbitan dan Penyebaran Informasi HAM Seksi Seksi Pengolahan Data Seksi Dokumentasi dan Perpustakaan li .

DIREKTORAT PEMANTAUAN DAN EVALUASI HAK ASASI MANUSIA Subbagian Tata Usaha SUBDIREKTORAT PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA SUBDIREKTORAT PERMASALAHAN DAN DISKRIMINASI HAM SUBDIREKTORAT PROSES PENEGAKAN HUKUM DAN HAM SUBDIREKTORAT EVALUASI DAN PELAPORAN HAM Seksi Penerapan HAM di Pemerintah Seksi Permasalahan HAM Seksi Pra Peradilan Seksi Evaluasi HAM Seksi Penerapan HAM di Masyarakat dan Dunia Usaha Seksi Diskriminasi HAM Seksi Pasca Peradilan Seksi Pelaporan HAM lii .

09-PR. HAK ASASI MANUSIA DAN HKI PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN INSPEKTORAT KHUSUS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liii .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN INSPEKTORAT HUKUM.I Nomor : M.07.

dan Perlengkapan Subbagian Analisis LHP Hukum.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN I BAGIAN LAPORAN HASIL PENGAWASAN II BAGIAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Analisis LHP Kepegawaian I Subbagian Analisis LHP Kepegawaian II Subbagian Analisis LHP Keuangan. HAM dan HKI Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan I Subbagian Analisis LHP Pemasyarakatan II Subbagian Analisis LHP Keimigrasian Subbagian Analisis LHP Khusus Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Umum. Pemberhentian Subbagian Mutasi dan Promosi Subbagian Pengembangan Pegawai KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL liv .

INSPEKTORAT KEPEGAWAIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lv .

INSPEKTORAT KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvi .

HAK ASASI MANUSIA DAN HKI Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lvii .INSPEKTORAT HUKUM.

PEMASYARAKATAN INSPEKTORAT Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lviii .

INSPEKTORAT KEIMIGRASIAN Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lix .

INSPEKTORAT KHUSUS Subbagian Tata Usaha KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lx .

07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL PUSAT PENYULUHAN HUKUM lxi .Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.09-PR.I Nomor : M.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN PERLENGKAPAN DAN RUMAH TANGGA BAGIAN TATA USAHA Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data dan Informasi Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Mutasi dan Administrasi Jafung Subbagian Pemberhentian dan Pensiun Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perbendaharaan Subbagian Perlengkapan Subbagian Persuratan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Pengetikan dan Penggandaan Subbagian Arsip Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Hubungan Masyarakat dan Protokol KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxii .

PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGKAJIAN HUKUM BIDANG PERTEMUAN ILMIAH Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis dan Administrasi Subbidang Penelitian Hukum Subbidang Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Subbidang Monitoring Hasil Pertemuan Ilmiah Subbidang Pengkajian Hukum Subbidang Kerja Sama Antar Lembaga di Bidang Penelitian KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiii .PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM.

PUSAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUKUM NASIONAL BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PERENCANAAN LEGISLASI BIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN HUKUM BIDANG ANALISIS EVALUASI DAN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK Subbidang Penyusunan Program dan Laporan Subbidang Pelayanan Teknis Subbidang Penyiapan Perencanaan Legislasi Subbidang Pengembangan Hukum Tidak Tertulis Subbidang Kerja sama Nasional Pengembangan Hukum Subbidang Kerja sama Internasional Pengembangan Hukum Subbidang Analisis Evaluasi dan Penyusunan Naskah Akademik Peraturan Perundang-undangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxiv .

Monitoring. INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN HUKUM Subbidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Subbidang Pengolahan Bahan Informasi Hukum Subbidang Penerbitan dan Penyebarluasan Hukum Subbidang Penyusunan Program. dan Pelayanan Teknis Subbidang Pengolahan dan Pengembangan Data Base Subbidang Pengembangan Teknik Pemrograman Komputer dan Jaringan Elektronik Subbidang Pemeliharaan Data dan Sarana Teknologi Informasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Perpustakaan Hukum lxv .PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM NASIONAL BIDANG PUBLIKASI HUKUM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK BIDANG JARINGAN DOKUMENTASI.

Konsultasi dan Bantuan Hukum Subbidang Pelayanan Teknis dan Laporan Subbidang Pemantauan dan Evaluasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxvi .PUSAT PENYULUHAN HUKUM BIDANG PROGRAM DAN PELAYANAN TEKNIS BIDANG PENGEMBANGAN PENYULUHAN HUKUM BIDANG PEMBUDAYAAN KESADARAN HUKUM Subbidang Penyusunan Program Subbidang Kerja Sama dan Bimbingan Teknis Subbidang Temu Wicara dan Diskusi Subbidang Pendapat Umum dan Pengembangan Metode Subbidang Ceramah dan Temu Sadar Hukum Subbidang Media Cetak dan Elektronik Subbidang Pameran. Pementasan.

I Nomor : M. SOSIAL DAN BUDAYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN lxvii .09-PR.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK SIPIL DAN POLITIK PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAKHAK EKONOMI.

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM BAGIAN DATA DAN INFORMASI Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Evaluasi dan Laporan Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Subbagian Data Subbagian Mutasi dan Pensiun Subbagian Perbendaharaan dan Akuntansi Subbagian Tata Usaha dan Perjalanan Dinas Subbagian Informasi dan Dokumentasi KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbagian Tata Usaha Pimpinan lxviii .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENELITIAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Sipil Subbidang Pengembangan Hak-hak Sipil Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Politik Subbidang Pengembangan Hak-hak Politik Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxix .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI. SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENELITIAN HAK–HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG PENGEMBANGAN HAK-HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hakhak Ekonomi Subbidang Pengembangan Hak-hak Ekonomi Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hakhak Sosial dan Budaya KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Sosial dan Budaya Subbidang Laporan lxx .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT BIDANG PENELITIAN HAM YANG BERAT BIDANG PENGEMBANGAN HAM YANG BERAT BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Kejahatan Genosida Subbidang Pengembangan Kejahatan Genosida Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Kejahatan Terhadap Keman siaan Subbidang Pengembangan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Subbidang Laporan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxi .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HAK-HAK KELOMPOK RENTAN BIDANG PENELITIAN HAK-HAK PEREMPUAN. ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG EVALUASI DAN LAPORAN Subbidang Penelitian Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Pengembangan Hak-hak Perempuan dan Anak Subbidang Evaluasi Subbidang Penelitian Hak-hak Kelompok Minoritas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Subbidang Pengembangan Hak-hak Kelompok Minoritas Subbidang Laporan lxxii . ANAK DAN KELOMPOK MINORITAS BIDANG PENGEMBANGAN HAKHAK PEREMPUAN.

I Nomor : M.09-PR.07.Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA AKIP AIM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiii .

Laporan dan Hubungan Masyarakat Subbagian Umum Kepegawaian Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Perlengkapan Subbagian Tata Usaha Subbagian Perbendaharaan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kerja Sama Subbagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Subbagian Perpustakaan dan Arsip KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxiv .SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN UMUM Subbagian Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbagian Data.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxv .

PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvi .

PUSAT PENGEMBANGAN FUNGSIONAL DAN HAK ASASI MANUSIA BIDANG PROGRAM BIDANG PENYELENGGARAAN BIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBIDANG PENGAJARAN SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG STANDARDISASI DAN METODE SUBBIDANG ADMINISTRASI PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PELAPORAN DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxvii .

07.10 Tahun 2007 Tanggal : 20 April 2007 BAGIAN UMUM Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Subbagian Keuangan Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan BIDANG PENYUSUNAN PROGRAM DAN LAPORAN Subbidang Penyusunan Rencana dan Anggaran Subbidang Evaluasi dan Laporan BIDANG PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN Subbidang Pengkajian dan Analisa Kebijakan Subbidang Pengembangan dan Rekomendasi Kebijakan Subbidang Dokumentasi dan Perpustakaan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL lxxviii .09 – PR.PUSAT PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN Lampiran Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.

kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidangnya. c. BAB III DEPARTEMEN Bagian Pertama Kedudukan. perumusan kebijakan nasional. FUNGSI. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. : 1. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Pasal 26 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan. SUSUNAN ORGANISASI. FUNGSI. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN. d. penyampaian laporan hasil evaluasi. dan Fungsi Pasal 25 (1) (2) Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah. dipandang perlu menetapkan kedudukan. saran. e. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Departemen dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Departemen menyelenggarakan fungsi : a. TUGAS. 3. fungsi. DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Tugas. SUSUNAN ORGANISASI. 2. Menimbang : bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kabinet Indonsia Bersatu dan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan negara yang berdaya guna dan berhasil guna. dan tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. susunan organisasi. TUGAS. tugas. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. b. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. Mengingat Menetapkan I . MEMUTUSKAN : : PERATURAN PRESIDEN TENTANG KEDUDUKAN.

Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Departemen Sosial. f. b. 2. c. Departemen Perindustrian 8. Departemen Dalam Negeri. 7. 13. Departemen Kesehatan. Departemen Pertanian. 15. Departemen Pendidikan Nasional. 12. Menteri. 4. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya. Departemen Pekerjaan Umum. perumusan kebijakan nasional. Staf Ahli. kebijakan pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Bagian Kelima Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 35 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. e. Bagian Keduapuluh Dua Susunan Organisasi Pasal 69 Departemen terdiri dari : a.Pasal 28 Departemen terdiri dari : 1. dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Departemen Agama. Direktorat Jenderal. e. Badan dan/atau Pusat. 9. 10. 20. penyampaian laporan hasil evaluasi. Departemen Perdagangan. Departemen Keuangan. saran. 6. dan kebijakan teknis di bidang hukum dan hak asasi manusia. 3. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya. Sekretariat Jenderal. 11. Departemen Kehutanan. d. Departemen Kelautan dan Perikanan. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi : a. c. Dalam Luar Negeri. d. b. II . 5. 17. 16. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 14. Departemen Pertahanan. Departemen Komunikasi dan Informatika. Departemen Perhubungan. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 19. 18.

e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. koordinasi kegiatan Departemen. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. (2) Biro terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. dan prosedur di bidangnya. Direktorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal dan paling banyak 5 (lima) Direktorat. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Pasal 73 (1) Sekretariat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Biro. Departemen lain. Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. b. (1) (2) Pasal 71 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan Departemen di bidangnya. c. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Bagian Keduapuluh Empat Direktorat Jenderal Pasal 74 (1) Direktorat Jenderal adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyusunan standar. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. (1) (2) (3) (4) (5) III . Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Subdirektorat terdiri dari 2 (dua) Seksi.Bagian Keduapuluh Tiga Sekretariat Jenderal Pasal 70 Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. kriteria. dan Lembaga lain yang terkait. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. Kementerian Negara. norma. d. pedoman. c. (2) Direktorat Jenderal dipimpin oleh Direktur Jenderal Pasal 75 Direktorat Jenderal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidangnya. Pasal 77 Jumlah Direktorat Jenderal ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. (3) Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. b. pelaksanakan kebijakan di bidangnya.

(2) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (3) Inspektorat membawahkan Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 83 (1) Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. dan Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. IV . dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. keuangan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbagian. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi : a. dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan.Bagian Keduapuluh Lima Inspektorat Jenderal Pasal 78 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang yang masing-masing Bidang terdiri dari 2 (dua) Subbidang. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. (5) Pusat yang tempat kedudukannya tidak satu lokasi dengan tempat kedudukan Sekretariat Badan terdiri dari Subbagian Tata Usaha atau Bagian Tata Usaha yang terdiri dari 2 (dua) Subbagian. Bagian Keduapuluh Enam Badan dan/atau Pusat Pasal 82 Di lingkungan Departemen dapat dibentuk Badan dan/atau Pusat sebagai pelaksana tugas tertentu yang karena sifatnya tidak tercakup dalam tugas Sekretariat Jenderal dan/atau Direktorat Jenderal dan/atau Inspektorat Jenderal sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. dan masing-masing Bidang/Bagian terdiri dari 2 (dua) Subbidang/Subbagian. c. Pasal 81 (1) Inspektorat Jenderal terdiri dari Sekretariat Jenderal dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. (4) Pusat/Biro terdiri dari kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang/Bagian. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 79 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. Pasal 84 (1) Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. (3) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 4 (empat) Bagian. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. b. (2) Badan terdiri dari Sekretariat Badan dan paling banyak 4 (empat) Pusat/Biro.

(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. susunan organisasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. dan Inspektorat Jenderal. setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan organisasi di bawahnya.b. Kepala Pusat. Kepala Bidang. dan Kepala Seksi adalah jabatan struktural eselon IV. Deputi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas. (5) Kepala Subbagian. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administrasi berada di bawah Sekretaris Jenderal. Sekretaris Badan. Asisten Deputi. PENGANGKATAN. V . Inspektur. Inspektur Jenderal. dan Sekretaris Inspektorat Jenderal adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Kementerian Negara.a. (2) Staf Ahli berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan Kepala Subdirektorat adalah jabatan struktural eselon III. (3) Bagian Tata Usaha terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. Bagian Keduapuluh Sembilan Lain-lain Pasal 87 (1) Departemen secara selektif dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau tugas teknis penunjang. (5) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Badan. (2) Pembentukan.a. Bagian Keduapuluh Tujuh Staf Ahli Pasal 85 (1) Menteri dapat dibantu oleh paling banyak 5 (lima) Staf Ahli. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (2) Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.(2) Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Bidang. Bagian Keduapuluh Delapan Instansi Vertikal Pasal 86 (1) Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang tidak diserahkan kepada Daerah dapat membentuk instansi vertikal. BAB VI ESELON. dan tata laksana instansi vertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. (4) Kepala Bagian. Direktorat Jenderal. Direktur Jenderal. (4) Bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbidang. Direktur. (3) Kepala Biro. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 132 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Subbidang.a.a. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.

Inspektur Jenderal. b) Direktorat paling banyak 6 (enam). dan masing-masing Bagian dapat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Sekretaris Kementerian Negara. dan masing-masing Subdirektorat terdiri dari paling banyak 4 (empat) Seksi. Departemen. dan persandian diselenggarakan oleh masing-masing Kementerian Koordinator. BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 137 Pada Kementerian Koordinator. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri. Kepala Badan. Keamanan. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan. Direktur Jenderal. jumlah unit organisasinya ditetapkan sebagai berikut : b. VI . dan Kementerian Negara dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 4) Badan terdiri dari : a) Sekretariat Badan terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. Pasal 135 Segala pembiayaan yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas masing-masing Kementerian Koordinator. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia 1) Sekretariat Jenderal terdiri paling banyak 6 (enam) Biro. Sekretaris Jenderal. Departemen dan Kementerian Negara dapat ditetapkan Jabatan Fungsional. dan Kementerian Negara. 2) Inspektorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. masing-masing Pusat terdiri dari kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bidang. perlengkapan. masing-masing Biro terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri yang bersangkutan. Pasal 139 Departemen yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Politik Luar Negeri. b) Inspektorat paling banyak 6 (enam). b) Pusat paling banyak 4 (empat). kearsipan. Departemen. dan masingmasing Bagian terdiri dari paling banyak 3 (tiga) Subbagian. dan masing-masing Bidang terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbidang. Deputi. Pertahanan. keuangan. masing-masing Direktorat terdiri dari paling banyak 5 (lima) Subdirektorat dan Subbagian Tata Usaha. Justisi. dan masing-masing Bagian terdiri dari paling banyak 4 (empat) Subbagian. Moneter dan Fiskal Nasional serta Agama. BAB VII ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN Pasal 134 Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian.Pasal 133 (1) Sekretaris Kementerian Koordinator. dan masing-masing Inspektorat terdiri dari Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. 3) Direktorat Jenderal terdiri dari : a) Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari paling banyak 5 (lima) Bagian.

Departemen. dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. (2) Penyesuaian terhadap Peraturan Presiden ini dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden. yang operasionalnya dikendalikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sampai dengan ditetapkannya organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Peraturan Presiden ini. Pasal 144 (1) Rincian tugas. Tugas. Kewenangan. Fungsi. (2) Salinan Peraturan Menteri tentang Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah ditetapkan. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. VII . dan tata kerja Kementerian Koordinator. pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum dan hak asasi manusia dilakukan oleh perangkat Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pasal 145 Pengecualian terhadap organisasi Kementerian Koordinator. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 146 (2) Sebelum organisasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terbentuk. dan Kementerian Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden ini hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Presiden atas Usul Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen. Dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. Pasal 147 (1) Keputusan Menteri yang merupakan pelaksanaan : c. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Departemen. fungsi. dan Kementerian Negara ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Susunan Organisasi. Departemen. (2) Unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada masing-masing Kementerian Koordinator.Pasal 142 Pejabat Struktural Eselon Ia yang dialih tugaskan pada jabatan staf ahli tetap diberikan Eselon Ia Pasal 143 (1) Unit organisasi dan tugas eselon I pada masing-masing Kementerian Koordinator.

Pasal 149 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan. DR. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nahattands. Fungsi. ttd. Dinyatakan tidak berlaku. ttd Lambock V. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan Tugas.H. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2004. maka : c. VIII . Kewenangan.BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 148 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini.

dipandang perlu menetapkan Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. Pasal 14 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. dan untuk menjamin terselenggaranya tugas pemerintahan. BAB II DEPARTEMEN Bagian Keempat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Staf Ahli. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8/M Tahun 2005. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. c. h. : 1. d. Inspektorat Jenderal. Fungsi. f. g. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia. 4. Fungsi. Tugas. Direktorat Jenderal Imigrasi. e. k. Sekretariat Jenderal. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. j. i. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. 3. Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mengingat (1) IX . 2. Susunan Organisasi. Susunan Organisasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

(9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. Badan. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara Koordinator. (11) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Presiden ini. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. dan Inspektorat Jenderal. Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Menteri Negara sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2004. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. Penyesuaian unit organisasi dan tugas eselon I pada Kementerian Negara Republik Indonesia. b. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 (2) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2004. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. (7) Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perlindungan hak asasi manusia. c. Direktorat Jenderal. BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Keputusan Menteri tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini dinyatakan tetap berlaku. maka : a. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal. X .(2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. dinyatakan tidak berlaku. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.

Nahattands. XI . Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Januari 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. DR.Pasal 71 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet dan Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Lambock V.

Susunan Organisasi. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. d. Diubah sebagai berikut : 1. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 13 Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri dari : a. Nomor 15 Tahun 2005. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). c. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006. Mengingat XII .PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden : a. Nomor 66 Tahun 2006. 2. dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi Dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. : 1. 3. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tugas. Ketentuan Pasal 13 diubah. Nomor 63 Tahun 2005. Nomor 80 Tahun 2005. Sekretariat Jenderal. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. b. Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. d. Fungsi. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2006. c. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. b.

2. (10) Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hukum dan hak asasi manusia. ttd Lambock V. Nahattands. (7) Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknik di bidang hak asasi manusia. Inspektorat Jenderal. Badan. (3) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang administrasi hukum umum. g. Direktorat Jenderal Imigrasi. i. h. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 2 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Staf Ahli. f. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 14 (1) Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen. (9) Badan Pembinaan Hukum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pembinaan di bidang hukum nasional. (6) Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang hak kekayaan intektual. j. (2) Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peraturan perundangan-undangan. (8) Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. (11) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum dan hak asasi manusia. dan Inspektorat Jenderal. (4) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pemasyarakatan. Badan Pembinaan Hukum Nasional. DR. Ketentuan Pasal 14 diubah. H. Direktorat Jenderal. ttd. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. l. k. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia. Pasal II Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. (5) Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretriat Jenderal.e. XIII . (12) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi anusia.

agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir.: 1. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/1841/M.PAN/10/2005 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah Jakarta. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara.07. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan HAM.10-26 tanggal 10 Agustus 2005 perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Unit Eselon II Ke Bawah. disampaikan terima kasih. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : M. 5 Oktober 2005 Kepada Yth. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XIV .PR. Tembusan Yth. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan HAM dan salinannya disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan HAM atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan HAM. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penataan organisasi dan tata kerja Departemen Hukum dan HAM. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. Kepala Badan Kepegawaian Negara 2.

PAN Nomor : B/1841/M. Kebijakan JUMLAH XV . 7. UNIT ORGANISASI Sekretariat Jenderal Direktorat Jenderal Peraturan Perundangundangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Imigrasi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Perlindungan Hak Asasi Manusia Insperktorat Jenderal I 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 JUMLAH ESELON II III IV 6 27 96 6 6 7 7 6 6 7 5 5 1 1 63 25 22 29 29 26 25 5 18 17 4 3 230 52 67 92 85 65 68 24 46 35 13 8 651 Badan Pembinaan Hukum Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan 10. 3.Lampiran Surat Men. Hukum dan Hak Asasi Manusia 11. 5. 4.PAN/10/2005 Tanggal : 5 Oktober 2005 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM NO 1. 9. 2. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Pusat Pengkajian dan Pengembangan 12. 8. 6.

Kepala Badan Kepegawaian Negara 2. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan tersebut. untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Rekapitulasi unit organisasi dan eselon dalam Rancangan Peraturan tersebut. disampaikan terima kasih. yang telah disempurnakan sesuai dengan pola yang berlaku.01. dan salinannya agar disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.PAN/4/2007 Jakarta. Bersama ini kami sampaikan kembali Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tembusan Yth. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta Sehubungan dengan surat Saudara Nomor : MUM.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA Nomor : B/941/M. 16 April 2007 Lampiran : 1 (satu) berkas) Perihal : Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepada Yth. dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui organisasi dan tata kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sedangkan mengenai pegawai agar memanfaatkan Pegawai Negeri Sipil yang ada di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia atau instansi Pemerintah di luar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.06-02 tanggal 5 Januari 2007 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Berkaitan dengan penataan organisasi tersebut perlu kami tegaskan bahwa dalam rangka peningkatan profesionalisme aparatur. Atas perhatian dan kerja sama Saudara Menteri. segala sesuatu yang menyangkut biaya agar memanfaatkan anggaran yang tersedia di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan XVI .: 1. yang dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan/atau Badan Kepegawaian Negara. adalah sebagaimana tercantum dalam daftar terlampir. Kepala Lembaga Administrasi Negara 3. agar dilakukan optimalisasi pemanfaatan jabatan fungsional yang telah ada.

Lampiran Surat Men. 6. 5. 4.PAN Nomor : B/941/M. 3. 2. 7.PAN/4/2007 Tanggal : 16 April 2007 REKAPITULASI UNIT ORGANISASI DAN ESELON BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NO 1. UNIT ORGANISASI Kepala Badan Sekretariat Badan Kepala Pusat Kepala Bagian Kepala Bidang Kepala Subbagian Kepala Subbidang JUMLAH Ia 1 1 JUMLAH ESELON IIa IIIa IVa 1 3 4 4 9 13 12 18 30 XVII .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->