Anda di halaman 1dari 21

1.

Kabinet Reformasi Pembangunan


Kabinet Reformasi Pembangunan adalah kabinet pemerintahan Presiden RI ketiga BJ Habibie (1998-1999). Kabinet ini terdiri dari sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.

Menteri Departemen
N o. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jabatan Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri Dalam Negeri Luar Negeri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Kehakiman Penerangan Keuangan Perindustrian dan Perdagangan Pertanian Pertambangan dan Energi Kehutanan dan Perkebunan Pekerjaan Umum Perhubungan Pariwisata, Seni, dan Budaya Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Kesehatan Pendidikan dan Kebudayaan Agama Sosial Nama Syarwan Hamid Ali Alatas Wiranto Muladi Yunus Yosfiah Bambang Subianto Rahardi Ramelan Soleh Solahudin Kuntoro Mangkusubroto Muslimin Nasution Rachmadi Bambang Sumadhijo Giri Suseno Hadihardjono Marzuki Usman Adi Sasono Fahmi Idris AM Hendropriyono Faried Anfasa Moeloek Juwono Soedarsono Malik Fajar Justika Baharsjah

Menteri Negara
N o. 21 Jabatan Menteri Negara Sekretaris Negara Nama Akbar Tandjung
(sampai dengan Mei 1999)[2],

Muladi
(sejak Mei 1999)

22 23 24 25 26 27

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara/Kepala Badan Pengelola BUMN Menteri Negara Pangan dan Holtikultura Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM

Boediono Zuhal Tanri Abeng A.M. Saefuddin Ida Bagus Oka Hamzah Haz
(sampai dengan Mei 1999)[2],

Marzuki Usman
(sejak Mei 1999)

28 29 30 31 32

Menteri Menteri Menteri Menteri Menteri

Negara Agraria/Kepala BPN Negara Perumahan Pemukiman Negara Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal Negara Peranan Wanita Negara Pemuda dan Olah Raga

Hasan Basri Durin Theo L Sambuaga Panangian Siregar Tuti Alawiyah Agung Laksono

Menteri Negara Koordinator


N o. 33 34 35 36 Jabatan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Nama Feisal Tanjung Ginandjar Kartasasmita Hartarto Sastrosoenarto Haryono Suyono

Pejabat setingkat Menteri


N o. 37 Jabatan Jaksa Agung Nama Andi Ghalib

Catatan kaki dan referensi


1. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 122/M Tahun 1998 2. ^ a b Mengundurkan diri untuk mengikuti kampanye Pemilu 1999

Lihat pula

Daftar kabinet Indonesia


Kabinet Pemerintahan Indonesia

Didahului oleh: Kabinet Pembangunan VII

Kabinet Reformasi Pembangunan 21 Mei 1998 26 Oktober 1999

Digantikan oleh: Kabinet Persatuan Nasional

Kabinet Pemerintahan Indonesia


Era perjuangan kemerdeka an Era demokrasi parlemente r Era demokrasi terpimpin Era Orde Baru Era reformasi Presidensial Sjahrir I Sjahrir II Sjahrir III Amir Sjarifuddin I Amir Sjarifuddin II Hatta I Darurat Hatta II RIS (RI: Susanto Halim) Natsir Sukiman-Suwirjo Wilopo Ali Sastroamidjojo I Burhanuddin Harahap Ali Sastroamidjojo II Djuanda Kerja I Kerja II Kerja III Kerja IV Dwikora I Dwikora II Dwikora III Ampera I Ampera II Pembangunan I Pembangunan II Pembangunan III Pembangunan IV Pembangunan V Pembangunan VI Pembangunan VII Reformasi Pembangunan Persatuan Nasional Gotong Royong Indonesia Bersatu I Indonesia Bersatu II

2.Kabinet Persatuan Nasional


Kabinet Persatuan Nasional adalah kabinet pemerintahan Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (1999-2001). Kabinet ini terdiri dari sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.

Susunan
Susunan kabinet awal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 355/M Tahun 1999, tertanggal 26 Oktober 1999, tentang Pembentukan Kabinet periode tahun 1999-2004, ditandatangani oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Menteri Koordinator
No . Jabatan Pembentukan (26 Oktober 1999) Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
(bernama Menteri

Wiranto
(sampai dengan 15 Februari 2000)[3],

Nama Perombakan Perombakan Perombakan I II III (23 Agustus (1 Juni 2001) (12 Juni 2000) 2001) Susilo Agum Gumelar Bambang Yudhoyono

Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan sejak perombakan I)

Surjadi Soedirdja

(sejak 15 Februari 2000)

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan
(digabungkan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sejak perombakan I)

Kwik Kian Gie


(sampai dengan 10 Agustus 2000)
[4]

Rizal Ramli

Burhanuddin Abdullah

Hamzah Haz
(sampai dengan 26 November 1999)[5],

Tidak ada

Basri Hasanuddin
(sejak 26 November 1999)

Menteri Departemen
No . Nama Pembentukan Perombakan Perombakan (26 Oktober I II 1999) (23 Agustus (1 Juni 2001) 2000) Menteri Dalam Negeri Surjadi Soedirdja
(bernama Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah sejak perombakan I)

Jabatan

Perombakan III (12 Juni 2001)

5 6

Menteri Luar Negeri Menteri Pertahanan

Alwi Shihab Juwono Sudarsono

Mohammad Mahfud
(sampai dengan 20 Juli 2001)[6],

Agum Gumelar
(sejak 20 Juli 2001)

Menteri Hukum dan Perundang-undangan


(bernama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sejak perombakan I)

Yusril Ihza Mahendra


(sampai dengan 7 Februari 2001)

Marsillam Simanjuntak
(sampai dengan 20 Juli 2001)[6],

, Baharuddin Lopa
[7]

Mohammad Mahfud
(sejak 20 Juli 2001)

(sejak 7 Februari 2001)

8 9

Menteri Keuangan Menteri Pertambangan dan Energi


(bernama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak perombakan I)

Bambang Sudibyo Susilo Bambang Yudhoyono

Prijadi Praptosuhardjo Purnomo Yusgiantoro

Rizal Ramli

10

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Menteri Pertanian


(bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I)

Muhammad Jusuf Kalla


(sampai dengan 26 April 2000)[8],

Luhut Binsar Panjaitan


(sejak 26 April 2000)

11

Mohamad Prakosa

Bungaran Saragih

12

Menteri Kehutanan dan Perkebunan


(bernama Menteri Muda Kehutanan (menteri negara) sejak perombakan I)

Nur Mahmudi Ismail


(sampai dengan 15 Maret 2001)[9],

Marzuki Usman
(sejak 15 Maret 2001)

13

Menteri Perhubungan

Agum Gumelar

Budi Mulyawan

14

Menteri Eksplorasi Laut

Sarwono Kusumaatmadja

Rokhmin Dahuri

(bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I)

15

Menteri Tenaga Kerja


(bernama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak perombakan I)

Bomer Pasaribu Achmad Sujudi

Al Hilal Hamdi

16

Menteri Kesehatan
(bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I)

17 18 19

Menteri Pendidikan Nasional Menteri Agama Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Republik Indonesia
(bernama Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah sejak perombakan I)

Yahya Muhaimin Muhammad Tolchah Hasan Erna Witoelar

Menteri Negara
No . Jabatan Pembentukan (26 Oktober 1999) Menteri Negara Riset dan Teknologi Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah
(bernama Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sejak perombakan I)

Nama Perombaka Perombaka nI n II (23 Agustus (1 Juni 2000) 2001)

Perombaka n III (12 Juni 2001)

20 21

AS Hikam Zarkasih Nur

22 23

Menteri Negara Lingkungan Hidup Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia

Alexander Sonny Keraf Ryaas Rasyid Tidak ada

(digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I)

24

Menteri Negara Hidayat Pariwisata dan Kesenian Jaelani


(bernama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (menteri departemen) sejak perombakan I)

I Gede Ardika

25

Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara
(dibubarkan pada perombakan I)

Laksamana Sukardi
(sampai dengan 26 April 2000)[8],

Tidak ada

Rozi Munir
(sejak 26 April 2000)

26

Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga

Mahadi Sinambela

Tidak ada

(dibubarkan pada perombakan I)

27

Menteri Negara Pekerjaan Umum


(dibubarkan pada perombakan I)

Rozik Boedioro Soetjipto

Tidak ada

28

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan


(merangkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional sejak perombakan I)

Khofifah Indar Parawansa

29

Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia


(digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I)

Hasballah M. Saad

Tidak ada

30

Menteri Negara Transmigrasi dan Kependudukan


(digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I)

Al Hilal Hamdi

Tidak ada

31 32

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Menteri Negara Masalah-Masalah Kemasyarakatan


(dibubarkan pada perombakan I)

Freddy Numberi

Ryaas Rasyid
(sampai dengan 3 Januari 2001)[10]

Anwar Supriyadi

Dr. Anak Agung Gde Agung

Tidak ada

33

34

Menteri Muda Urusan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Menteri Muda Urusan Rekstrukturisasi Ekonomi Nasional
(dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II)

Tidak ada

Manuel Kaisiepo

Tidak ada

Cacuk Sudarijanto

Tidak ada

Pejabat setingkat Menteri


No . 35 Jabatan Nama Pembentukan Perombakan I Perombakan Perombakan (26 Oktober (23 Agustus II III 1999) 2000) (1 Juni 2001) (12 Juni 2001) Marzuki Darusman Baharuddin Lopa (sampai dengan 10 Juli 2001)[6], Marsillam Simanjuntak
(sejak 10 Juli 2001)

Jaksa Agung

36 37

Panglima Tentara Nasional Indonesia Sekretaris Negara

Widodo AS Alirahman
(sampai dengan 15 Februari 2000)[11],

Bondan Gunawan
(15 Februari 29 Mei 2000)[12],

Djohan Effendi
(sejak 29 Mei 2000)

Sekretaris Kabinet

Pada tanggal 4 Januari 2000, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet sebagai Kepala Sekretariat Kabinet, diangkat Marsillam Simanjuntak sebagai Sekretaris Kabinet. Pada tanggal 5 Juli 2001, Marzuki Darusman menggantikan Marsillam yang diangkat menjadi Menteri Kehakiman dan HAM.

Perombakan
Presiden Abdurrahman Wahid melakukan pergantian susunan Kabinet Persatuan Nasional pada 23 Agustus 2000 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/M Tahun 2000.

Catatan kaki dan referensi


1. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 355/M Tahun 1999, tertanggal 26 Oktober 1999 2. ^ Gus Dur dan Kabinet Tambal-Sulam 3. ^ Wiranto diberhentikan karena pemeriksaan yuridis terhadap peranan dalam pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur masih berjalan. [1] 4. ^ Kwik Kian Gie mengundurkan diri. 5. ^ Hamzah Haz mengundurkan diri atas keinginan sendiri. 6. ^ a b c Pergantian ini terkait dengan meninggalnya Baharuddin Lopa di Riyadh, Arab Saudi. 7. ^ Gus Dur meminta Yusril Ihza Mahendra berhenti karena dianggap sudah tidak bisa bekerjasama lagi di kabinet. Sebelumnya Yusril secara terbuka telah mengusulkan kepada Presiden agar mengundurkan diri. 8. ^ a b Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla diberhentikan pada 24 April 2000 karena dianggap terlibat KKN. 9. ^ Nurmahmudi Ismail diberhentikan oleh presiden untuk lebih meningkatkan koordinasi dalam penyelenggaraan negara dan juga karena berbeda visi, berbeda dalam pengambilan keputusan, tidak mampu mengendalikan Partai Keadilan. 10. ^ Ryaas Rasyid mengundurkan diri karena perbedaan visi dengan Presiden. 11. ^ Alirahman mengundurkan diri pada 4 Januari 2000. 12. ^ Bondan Gunawan mengundurkan diri. 13. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 2000, tertanggal 4 Januari 2000 14. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 234/M Tahun 2000, tertanggal 23 Agustus 2000

Pranala luar
Kabinet pemerintahan Indonesia Didahului oleh: Kabinet Reformasi Pembangunan Kabinet Persatuan Nasional 26 Oktober 1999 9 Agustus 2001 Digantikan oleh: Kabinet Gotong Royong

Kabinet pemerintahan Indonesia


Era perjuangan kemerdeka an Era demokrasi parlemente r Era demokrasi terpimpin Era Orde Baru Era reformasi Presidensial Sjahrir I Sjahrir II Sjahrir III Amir Sjarifuddin I Amir Sjarifuddin II Hatta I Darurat Hatta II RIS (RI: Susanto Halim) Natsir Sukiman-Suwirjo Wilopo Ali Sastroamidjojo I Burhanuddin Harahap Ali Sastroamidjojo II Djuanda Kerja I Kerja II Kerja III Kerja IV Dwikora I Dwikora II Dwikora III Ampera I Ampera II Pembangunan I Pembangunan II Pembangunan III Pembangunan IV Pembangunan V Pembangunan VI Pembangunan VII Reformasi Pembangunan Persatuan Nasional Gotong Royong Indonesia Bersatu I Indonesia Bersatu II

3.Kabinet Gotong Royong


Kabinet Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Presiden RI kelima Megawati Sukarnoputri (2001-2004). Kabinet ini dilantik pada tahun 2001 dan masa baktinya berakhir pada tahun 2004. Susunan lengkap kabinet ini adalah sebagai berikut:

Menteri Koordinator
N o. 1 Jabatan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Menteri Koordinator Perekonomian Nama Susilo Bambang Yudhoyono
(sampai dengan 12 Maret 2004)[1][2],

Hari Sabarno
(ad-interim, sejak 12 Maret 2004)

Muhammad Jusuf Kalla


(sampai dengan 22 April 2004)[3],

Abdul Malik Fadjar


(ad-interim, sejak 22 April 2004)

Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

Menteri Departemen
N o. 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jabatan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Menteri Pertahanan Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri Menteri Kesehatan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Sosial Menteri Agama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Menteri Keuangan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri Perhubungan Menteri Pertanian Menteri Kehutanan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Menteri Kelautan dan Perikanan Nama Yusril Ihza Mahendra H Matori Abdul Djalil Hari Sabarno Hassan Wirajuda Achmad Sujudi Abdul Malik Fadjar Bachtiar Chamsyah Said Agil Al Munawwar Jacob Nuwa Wea Boediono Rini MS Suwandi Purnomo Yusgiantoro Agum Gumelar Bungaran Saragih M Prakosa Sunarno Rokhmin Dahuri

Menteri Negara
N o. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jabatan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Menteri Negara Lingkungan Hidup Nama Faisal Tamin I Gede Ardika Manuel Kaisiepo Kwik Kian Gie Syamsul Mu'arif Laksamana Sukardi Hatta Rajasa Alimarwan Hanan Sri Redjeki Sumarjoto Nabiel Makarim

Pejabat setingkat Menteri


N o. 31 32 33 Jabatan Sekretaris Negara Kepala Badan Intelijen Negara Jaksa Agung Nama Bambang Kesowo AM Hendropriyono MA Rachman

Catatan kaki dan referensi

1. ^ Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan dirinya sebagai calon presiden. 2. ^ "Mega Tunjuk Sabarno Pengganti SBY", Pontianak Post, 13 Maret 2004 3. ^ Jusuf Kalla mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden.

Lihat pula

Daftar kabinet Indonesia

Kabinet pemerintahan Indonesia


Didahului oleh: Kabinet Persatuan Nasional Kabinet Gotong Royong 9 Agustus 2001 21 Oktober 2004 Digantikan oleh: Kabinet Indonesia Bersatu I

Kabinet pemerintahan Indonesia


Era perjuangan Presidensial Sjahrir I Sjahrir II Sjahrir III Amir Sjarifuddin kemerdeka I Amir Sjarifuddin II Hatta I Darurat Hatta II an Era RIS (RI: Susanto Halim) Natsir Sukiman-Suwirjo Wilopo demokrasi Ali Sastroamidjojo I Burhanuddin Harahap Ali parlemente Sastroamidjojo II Djuanda r Era Kerja I Kerja II Kerja III Kerja IV Dwikora I Dwikora II demokrasi Dwikora III Ampera I Ampera II terpimpin Era Orde Baru Era reformasi Pembangunan I Pembangunan II Pembangunan III Pembangunan IV Pembangunan V Pembangunan VI Pembangunan VII Reformasi Pembangunan Persatuan Nasional Gotong Royong Indonesia Bersatu I Indonesia Bersatu II

4.Kabinet Indonesia Bersatu

Kabinet Indonesia Bersatu (Inggris: United Indonesia Cabinet) adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada tahun 2009. Pada 5 Desember 2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.

Susunan
Susunan Kabinet Indonesia Bersatu pada awal pembentukan (21 Oktober 2004)[1], perombakan pertama (7 Desember 2005)[2], dan perombakan kedua (9 Mei 2007):

Menteri koordinator
N o. Jabatan Nama Pembentuka Perombaka Perombaka n nI n II (21 Oktober (7 (9 Mei 2004) Desember 2007) 2005) Widodo Adi Sutjipto Penggantian di luar perombakan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri Sekretaris Negara

Aburizal Bakrie Alwi Shihab

Boediono

Sri Mulyani
(Pelaksana Tugas, sejak 13 Juni 2008)

Aburizal Bakrie

Yusril Ihza Mahendra

Hatta Rajasa

Menteri departemen
N o. Jabatan Pembentuka n (21 Oktober 2004) Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri Menteri Pertahanan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Menteri Keuangan Menteri Energi dan M. Ma'ruf Hassan Wirajuda Juwono Sudarsono Hamid Awaluddin Jusuf Anwar Sri Mulyani Purnomo Yusgiantoro Nama Perombaka Perombaka nI n II (7 (9 Mei Desember 2007) 2005) Penggantia n di luar perombakan Mardiyanto
(sejak 29 Agustus 2007)

5 6 7 8 9 10

Andi Mattalata

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Sumber Daya Mineral Menteri Perindustrian Menteri Perdagangan Menteri Pertanian Menteri Kehutanan Menteri Perhubungan Menteri Kelautan dan Perikanan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Menteri Pekerjaan Umum Menteri Kesehatan Menteri Pendidikan Nasional Menteri Sosial Menteri Agama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

Andung Fahmi Idris Nitimihardja Mari Elka Pangestu Anton Apriantono MS Kaban Hatta Rajasa Freddy Numberi Fahmi Idris Djoko Kirmanto Siti Fadilah Supari Bambang Sudibyo Bachtiar Chamsyah M Maftuh Basyuni Jero Wacik Erman Suparno

Jusman Syafii Djamal

Mohammad Nuh

(ad-interim, sejak 1 Oktober 2009)

24

Menteri Komunikasi dan Informatika


(sebelum 31 Januari 2005 bernama Menteri Negara Komunikasi dan Informasi)

Sofyan Djalil

Mohammad Nuh

Menteri negara
N o. Jabatan Nama Pembentuka Perombaka Perombaka n nI n II (21 Oktober (7 (9 Mei 2004) Desember 2007) 2005) Kusmayanto Kadiman Suryadharma Ali Penggantia n di luar perombaka n

25 26

Menteri Negara Riset dan Teknologi Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menteri Negara Lingkungan Hidup Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal

Mari Elka Pangestu


(ad-interim, sejak 1 Oktober 2009)

27 28 29

Rachmat Witoelar Meuthia Hatta Swasono Taufik Effendy Widodo Adi Sutjipto
(ad-interim, sejak 1 Oktober 2009)

30

Saifullah Yusuf

Mohammad Lukman Edy

Djoko Kirmanto
(ad-interim, sejak 1 Oktober 2009)

31

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional

Sri Mulyani

Paskah Suzetta

(sebelum 14 Oktober 2005 bernama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan)

32 33 34

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Menteri Negara Perumahan Rakyat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga

Soegiharto Muhammad Yusuf Asy'ari Adhyaksa Dault

Sofyan Djalil

Pejabat setingkat menteri


N o. 1 2 Jabatan Jaksa Agung Panglima Tentara Nasional Indonesia Abdul Rahman Saleh Endriartono Sutarto
(sampai dengan 13 Februari 2006)

Nama Hendarman Supandji Djoko Suyanto


(13 Februari 2006-28 Desember 2007)

Djoko Santoso
(sejak 28 Desember 2007)

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Da'i Bachtiar
(sampai dengan 8 Juli 2005)

Sutanto
(8 Juli 2005-30 September 2008)

Bambang Hendarso Danuri


(sejak 30 September 2008)

Sekretaris Kabinet
Sekretaris Kabinet dijabat oleh Sudi Silalahi.[4]

Keterangan:
Pembentukan Perombakan I Perombakan II Penggantian di luar perombakan

Perombakan (reshuffle)
Perombakan I
Pada tanggal 5 Desember 2005, Presiden mengumumkan perombakan terbatas Kabinet Indonesia Bersatu, yang kemudian dilantik pada 7 Desember 2005:

Tiga menteri baru: 1. Boediono (Menko Perekonomian) 2. Paskah Suzetta (Menneg PPN) 3. Erman Soeparno (Menakertrans)

Tiga menteri yang dirotasi ke jabatan lain: 1. Aburizal Bakrie (Menko Kesra, sebelumnya Menko Perekonomian) 2. Sri Mulyani (Menkeu,

Tiga menteri yang diberhentikan: 1. Jusuf Anwar (Menkeu) 2. Andung Nitimihardja (Menperin) 3. Alwi Shihab (Menko Kesra)

sebelumnya Menneg PPN) 3. Fahmi Idris (Menperin, sebelumnya Menakertrans)

Perombakan II
Pada 7 Mei 2007, Presiden mengumumkan perombakan untuk kedua kalinya, yang kemudian dilantik pada 9 Mei 2007.

Lima menteri baru: 1. Andi Mattalata (Menkumham) 2. Mohammad Lukman Edy (Menneg PDT) 3. Jusman Syafii Djamal (Menhub) 4. Mohammad Nuh (Menkominfo) 5. Hendarman Supandji (Jaksa Agung)

Dua menteri yang dirotasi ke jabatan lain: 1. Hatta Rajasa (Mensesneg, sebelumnya Menhub) 2. Sofyan Djalil (Menneg BUMN, sebelumnya Menkominfo)

Lima menteri yang diberhentikan: 1. Hamid Awaluddin (Menkumham) 2. Soegiharto (Menneg BUMN) 3. Yusril Ihza Mahendra (Mensesneg) 4. Saifullah Yusuf (Menneg PDT) 5. Abdul Rahman Saleh (Jaksa Agung)

Referensi
1. 2. 3. 4. ^ Keputusan Presiden RI ^ Keputusan Presiden RI ^ Keputusan Presiden RI ^ Keputusan Presiden RI Nomor Nomor Nomor Nomor 187/M Tahun 2004 20/P Tahun 2005 31/P Tahun 2007 188/M Tahun 2004

Lihat pula

Daftar kabinet Indonesia

Kabinet pemerintahan Indonesia


Didahului oleh: Kabinet Gotong Royong Kabinet Indonesia Bersatu 21 Oktober 2004 22 Oktober 2009 Digantikan oleh: Kabinet Indonesia Bersatu II

5.Kabinet Indonesia Bersatu II


Kabinet Indonesia Bersatu II (Inggris: Second United Indonesia Cabinet) adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Susunan kabinet ini berasal dari usulan partai politik pengusul pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009 yang mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB) ditambah Partai Golkar yang bergabung setelahnya, tim sukses pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009, serta kalangan profesional. Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan oleh Presiden SBY pada 21 Oktober 2009 dan dilantik sehari setelahnya. Pada 19 Mei 2010, Presiden SBY mengumumkan pergantian Menteri Keuangan.

Proses penyusunan
Mirip seperti proses penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu, SBY kembali memanggil calon-calon anggota kabinet ke kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan serta penandatanganan pakta integritas dan kontrak politik. Yang menjadi tambahan dalam proses penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu II ini adalah adanya tes kesehatan sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon. Tes kesehatan dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto. Proses pemanggilan dan tes kesehatan berlangsung pada 17-21 Oktober 2009. Seluruh calon yang dipanggil dan mengikuti tes kesehatan akhirnya menjadi anggota kabinet, kecuali Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang awalnya disebutsebut sebagai calon Menteri Kesehatan.

Anggota kabinet Menteri


Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 Berikut adalah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. N o. 1 Jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Pejabat Djoko Suyanto Foto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Hatta Rajasa

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

Agung Laksono

Menteri Sekretaris Negara

Sudi Silalahi

Menteri Dalam Negeri

Gamawan Fauzi

Menteri Luar Negeri

Marty Natalegawa

Menteri Pertahanan

Purnomo Yusgiantoro

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

Patrialis Akbar

Menteri Keuangan

Sri Mulyani Indrawati (Sampai dengan 20 Mei 2010) Agus Martowardojo (Sejak 20 Mei 2010)[4]

10

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Darwin Zahedy Saleh

11

Menteri Perindustrian

M. S. Hidayat

12

Menteri Perdagangan

Mari Elka Pangestu

13

Menteri Pertanian

Suswono

14

Menteri Kehutanan

Zulkifli Hasan

15

Menteri Perhubungan

Freddy Numberi

16

Menteri Kelautan dan Perikanan

Fadel Muhammad

17

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Muhaimin Iskandar

18

Menteri Pekerjaan Umum

Djoko Kirmanto

19

Menteri Kesehatan

Endang Rahayu Sedyaningsih

20

Menteri Pendidikan Nasional

Mohammad Nuh

21

Menteri Sosial

Salim Segaf Al-Jufri

22

Menteri Agama

Suryadharma Ali

23

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

Jero Wacik

24

Menteri Komunikasi dan Informatika

Tifatul Sembiring

25

Menteri Riset dan Teknologi

Suharna Surapranata

26

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Syarief Hasan

27

Menteri Lingkungan Hidup

Gusti Muhammad Hatta

28

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Linda Amalia Sari

29

Evert Ernest Mangindaan

30

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal

Helmy Faishal Zaini

31

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Armida Alisjahbana

32

Menteri Badan Usaha Milik Negara

Mustafa Abubakar

33

Menteri Perumahan Rakyat

Suharso Monoarfa

34

Menteri Pemuda dan Olah Raga

Andi Mallarangeng

Pejabat setingkat Menteri


Berikut adalah pejabat setingkat menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II. N o. 1 Jabatan Jaksa Agung Pejabat Hendarman Supandji (9 Mei 2007 24 September 2010)[8] Foto

Darmono (Plt.) (24 September 26 November 2010)[9]

Basrief Arief (Sejak 26 November 2010)


[10][11]

Panglima Tentara Nasional Indonesia

Djoko Santoso (28 Desember 2007 28 September 2010)

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Agus Suhartono (Sejak 28 September 2010)[12] Bambang Hendarso Danuri (30 September 2007 22 Oktober 2010) Timur Pradopo

Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan[14]

(Sejak 22 Oktober 2010)[13] Kuntoro Mangkusubroto[15]

Pejabat lain terkait kabinet


Sekretaris Kabinet
Sekretaris Kabinet dijabat oleh Dipo Alam sejak 7 Januari 2010.[16][17]

Kepala lembaga pemerintah nonkementerian yang diumumkan bersamaan


Pada saat pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II, SBY juga mengumumkan penunjukan 3 pejabat lain yang ia sebut sebagai "pejabat negara yang memiliki peran penting dalam penyuksesan program kerja Kabinet Indonesia Bersatu II lima tahun mendatang".[18] Selain Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan yang berkedudukan setingkat menteri, 2 pejabat lain yang diumumkan adalah kepala lembaga pemerintah nonkementerian, yaitu: N o. 1 Jabatan Kepala Badan Intelijen Negara Pejabat Sutanto Foto

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

Gita Wirjawan

Wakil Menteri
Berikut adalah wakil menteri yang mendampingi beberapa menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Wakil menteri merupakan pejabat karier dan bukan anggota kabinet. N o. 1 2 Jabatan Wakil Menteri Luar Negeri Wakil Menteri Pertahanan Pejabat Triyono Wibowo Sjafrie Sjamsoeddin Foto

3 4 5 6 7 8 9

Wakil Menteri Perindustrian Wakil Menteri Perdagangan Wakil Menteri Pertanian Wakil Menteri Perhubungan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Wakil Menteri Pendidikan Nasional Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan

Alex Retraubun Mahendra Siregar Bayu Krisnamurthi Bambang Susantono Hermanto Dardak Fasli Djalal Lukita Dinarsyah

10

Nasional Wakil Menteri Keuangan

Tuwo Anny Ratnawati (Sejak 20 Mei 2010)

Catatan kaki dan referensi


^ Golkar Resmi Masuk Koalisi Yudhoyono ^ Presiden Umumkan 34 Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II ^ Presiden Lantik Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Periode 2009-2014 ^ a b Agus Martowardojo Menkeu, Anny Ratnawati Wakil Menkeu, Detik.com, 19 Mei 2010. Diakses pada 19 Mei 2010. 5. ^ Anwar Khumaini. Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II. DetikNews. Edisi 21 Oktober 2009. 6. ^ Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 7. ^ REPUBLIK INDONESIA - Setingkat Menteri 8. ^ Fahmi Firdaus. MK: Sejak 14.35 WIB Hendarman Tak Sah sebagai JA. Okezone, 22 September 2010. Diakses pada 22 September 2010. 9. ^ Denny: Tugas Jaksa Agung Sementara Dipegang Darmono. 10. ^ Anwar Khumaini. SBY Pilih Basrief Arief Jadi Jaksa Agung. DetikCom, 25 November 2010. Diakses pada 25 November 2010. 11. ^ Hindra Liu. Basrief Arief, Jaksa Agung Definitif. Kompas, 25 November 2010. Diakses pada 25 November 2010. 12. ^ "Agus Suhartono Resmi Jadi Panglima TNI". http://nasional.kompas.com/read/2010/09/28/15143951/Agus.Suhartono.Resmi.Ja di.Panglima.TNI.. 13. ^ "Jenderal Timur Pradopo Resmi Jadi Kapolri". http://www.detiknews.com/read/2010/10/22/155612/1472454/10/jenderal-timurpradopo-resmi-jadi-kapolri.. 14. ^ Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2009 15. ^ Penunjukan Kuntoro Mangkusubroto diumumkan bersamaan dengan pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/P Tahun 2009. 16. ^ Keputusan Presiden Nomor 2/P Tahun 2010 17. ^ Presiden Lantik Sekab dan 3 Wakil Menteri 18. ^ Pidato Susilo Bambang Yudhoyono pada pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II 19. ^ Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2009 20. ^ Keputusan Presiden Nomor 87/P Tahun 2009 21. ^ Gita Wirjawan Kaget Dicari SBY 22. ^ Gita Wirjawan Dilantik 9 November 1. 2. 3. 4.

Lihat pula

Kementerian Indonesia Daftar kabinet Indonesia Daftar nomor polisi kendaraan anggota kabinet

Pranala luar

(id) Daftar menteri


Kabinet pemerintahan Indonesia

Didahului oleh: Kabinet Indonesia Bersatu I

Kabinet Indonesia Bersatu II 22 Oktober 2009 sekarang

Petahana