Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENGAMATAN EKOLOGI TERESTRIAL

Suksesi dalam Ekosistem Terestrial

Disusun oleh: M.I KARENINA ULLY K DWI PUTRI PASINGGI PETRI FEBRIANA U CITRA AYU W 101 434 012 101 434 039 101 434 047 101 434 054

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN Pengamatan ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi komunitas suatu lingkungan. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor- faktor yang mempengaruhi proses suksesi dalam ekosistem terrestrial. 3. Mahasiswa mampu menganalisis suksesi sekunder yang dicobakan dalam suatu lingkungan.

B. LANDASAN TEORI Suksesi adalah proses perubahan yang berlangsung secara teratur pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Faktor- faktor yang mempengaruhi kecepatan suksesi adalah iklim, tanah, air, aktivitas hewan, jenis tumbuhan dan luas daerah yang rusak. Suksesi dibagi menjadi dua yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer adalah suatu kerusakan alam yang menyebabkan musnahnya seluruh populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu, sehingga kehidupan selanjutnya dimulai dari tumbuhan pioner. Sedangkan suksesi sekunder adalah suatu kerusakan alam yang tidak menyebabkan seluruh komponen makhluk hidupnya musnah, sehingga masih ada tumbuhan- tumbuhan yang hidup dan tidak membutuhkan tumbuhan pioner lagi.

BAB II METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari 1 Hari 4 Hari 7 : Rabu, 26 Oktober 2011 : Sabtu, 29 Oktober 2011 : Selasa, 01 November 2011

Hari 10 : Jumat, 04 November 2011 Hari 14 : Selasa, 08 November 2011 Tempat Pelaksanaan : Halaman belakang Rusunawa

B. ALAT DAN BAHAN 1. Patok 2. Tali Rafia 3. Meteran 4. Cetok 5. Karton

C. LANGKAH KERJA 1. Membuat kuadran 1 x 1 m sebagai obyek pengamatan dengan bantuan patok dan tali rafia (kuadran tetap dibiarkan sampai akhir percobaan / 2 minggu). 2. Mambagi kuadran menjadi dua bagian dengan diberi pembatas rafia (bagian I dan II). 3. Melakukan pengamatan terhadap semua jenis tumbuhan yang ada dalam kuadran tersebut. 4. Mencabut semua tumbuhan pada kuadran I dengan cara manual, sedangkan pada bagian II dengan cara dicongkel dengan pisau atau cetok. 5. Melakukan pengamatan terhadap perubahan kuadran setiap 3 hari sekali dan mencatat perubahan yang terjadi. 6. Memberi tanda peringatan agar tidak diganggu orang lain dengan memberi tulisan pada kertas karton.

BAB III HASIL DAN ANALISIS DATA A. HASIL PENGAMATAN Tumbuhan yang terdapat dalam Kuadran Kuadran Sesudah Perlakuan Sebelum Perlakuan 1 Tumbuhan A Rumput B Bagian 1 (Congkel) Tumbuhan C Tumbuhan D Tumbuhan E Bayam (F) Tumbuhan G Rumput B Tumbuhan A Bagian 2 (Cabut) Tumbuhan H Tumbuhan I Tumbuhan J Tumbuhan K 1 individu rumput teki (rumput B) 16 rumput teki (rumput B) Banyak rumput kecil 29 Rumput teki Banyak rumput kecil 1 individu 5 individu rumput C rumput teki 15 individu (rumput B) rumput B 7 individu rumput C 27 individu rumput B 4 Hari Ke 7 10 14 10 individu rumput C 43 individu rumput B Banyak rumput kecil 47 rumput teki Banyak rumput kecil

B. PEMBAHASAN Daerah yang dicongkel merupakan suksesi primer karena kerusakan terjadi secara total meliputi kerusakan abiotik (tanah yang dicongkel) dan biotiknya. Tumbuhan yang dapat tumbuh kembali selama 2 minggu pada daerah yang dicongkel adalah rumput teki (rumput B), rumput C, dan rumput kecil- kecil. Sedangkan daerah yang dicabut merupakan suksesi sekunder karena kerusakan tidak terjadi secara total yaitu hanya faktor biotiknya saja sementara faktor abiotik (tanahnya) tidak mengalami kerusakan. Tumbuhan yang dapat tumbuh kembali selama 2 minggu pada daerah yang dicabut adalah rumput teki dan rumput kecil- kecil.

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Tumbuhan yang tumbuh dalam tiap kuadran berbeda- beda jumlah dan variasinya tergantung perlakuan suksesi yang diterapkan. Pada kuadran I (dicongkel) tumbuhan lebih bervariasi jenisnya namun jumlahnya tidak terlalu banyak, sedangkan pada kuadran II (dicabut) tumbuhannya tidak begitu bervariasi namun jumlahnya lebih banyak dibandingkan kuadran I.

B. SARAN Pada pengamatan kali ini, perlakuan I (dicongkel) dan perlakuan II (dicabut) tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Sebaiknya perlakuan suksesi dibuat lebih signifikan perbedaanya, misalnya dibakar atau diberi minyak tanah, dll.

Lampiran Tanaman A

Tanaman D

Tanaman E Rumput Teki ( Tanaman B)

Bayam (Tanaman F) Tanaman C

Tanaman G

Tanaman J

Tanaman H Tanaman K

Tanaman I