Anda di halaman 1dari 13

Density reduction, ASTM table 53 July 16, 2010 at 1:30 AM1 comment Oleh Mas Edy On Shore 16 July

2010 Awal dari perhitungan muatan menggunakan daftar ASTM table hitung muatan tanker adalah membuka daftar ASTM table 53 ini. Daftar 53 ASTM table adalah untuk mencari / menemukan Density yang kita ambil/observasi menggunakan gelas ukur di tanki kapal pada suhu normal saat itu di jetty ke dalam ingat kedalam suhu/temperature 15C. Bagaimana kita mencari daftar 53?? Contoh seperti gopean di bawa ini. Diketahui: Observasi Density = 0.711 Observasi Temperature= 32

Gampang kan,, hasil nya adalah density pabila temperature cargo 15C adalah : 0.7251 Nilai ini akan kita gunakan untuk mencari daftar 54. Ingat tanpa nilai ini kita tidak dapat mencari daftar 54, daft 52 dan daftar 57. Dibawa ini salah satu contoh cara penyelesaian Daftar 53 yang ada dalam buku daftar ASTM

Cara mendapat WCF (Weight Convertion Factor), membuka ASTM table 57


July 16, 2010 at 5:00 PMArnold4 comments Oleh Mas Edy On shore 16 July 2010 WCF (Weight Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan Long Tons dan Short Tons. Ok, jadi kita suda selesaikan perhitungan sampai pada menetukan Barells, kalo anda membaca postingan saya berurutan berarti sedikit nyambung. Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini Gross KL = 3,400 V.C.F = 0.980206 x

Net KL = 3,332.7 Anda sudah mendapatkan NET KL pada temperatur 15C sudah cukup data untuk bisa konversi ke berbagai macam satuan Barrels, Long Tons, Short Tons, Metric Tons. anda juga sudah mencari Barrels@ 60 F sudah okelah ya, sekarang lanjutkan dengan mencari Long Tons, Bagaimana kita mencari W.C.F untuk mendapatkan Long Tons Ikuti langkah2 berikut ini. Yang perlu di ketahui adalah Density pada 15C. ya cukup Density Diketahui: Density pada 15C = 0.7251 (sumber dari table 53) Silahkan menyimak gambar berikut ini.

Yang di cari adalah: 0.7251 Selisih antara 0.7250 dan 0.7260 adalah: 10

ada nggak di kolom table yang nyambung dengan 0.7251 ? Gk ada, maka kita interpolasi sbb:

Selisih antara 0.7125 dan 0.7134 adalah: 9 Maka interpolasinya adalah: 1/10 x 9 = 0.9

0.7125 0.9 + 0.71259

Jadi 0.7251nya adalah = 0.71259 betul?

Artinya nilai W.C.F (daft 57) adalah: 0.71259 Tinggal masukin angka W.C.F pada perkalian bersusun dibawa ini dan mendapatkan Long tonsnya dan selesai. Gampang kan? Net KL = 3,332.7 W.C.F = ? x Long Tons = ? Dibawa ini salah satu contoh cara lain (sama aja, beda style aja) penyelesaian yang di sajikan menurut buku daftar ASTM ( American Society For Testing Materials ) selamat mencoba. sukses..

lupa lagi trus dari Long Tons mau ke Metric Tons maka seperti ini copi paste yang dari atas ya di tambain ke bawa lagi jadi : Net KL = 3,332.7 W.C.F = ? x

Long Tons = ? Coefisien = 1.01605 x (jangan taya dari mana ini suda ketetapan) MT =

maka metric ton ketemu deh t rus lagi nih misal nya anda tidak ingin ke Long Ton tapi mau langsung ke Metric Tons. maka cukup sampai dulu di Net KL setelah itu buatlah seperti ini :

Net KL = 3,332.7 W.C.F = ? x ( Density 0.0011) Weight Correction Factor Metric Tons = ? dapat deh Metric Tons nya.

Cara mendapat VCF (Volume Convertion Factor), membuka ASTM table 52


July 16, 2010 at 6:00 PM13 comments Oleh Mas Edy On shore 16 July 2010 Nah ini sama-sama di sebut V.C.F tetapi bukan VCF (Volume Corection Factor) tetapi Convertion Vactor jadi beda tipis aja ada V.C.F corection dan V.C.F convertion ok. taulah arti nya dalam bahasa daera masing2. he2. Jadi, VCF (Volume Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan Barrels@ 60 F , Gallons dan Gallons ke Liter@ 15C. Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini Gross KL = 3,400 V.C.F = 0.980206 x Net KL = 3,332.7 Ok, anda sudah sampai pada Net kilo liter sekarang lanjutkan dengan mencari Barrels@ 60 F Net KL = 3,332.7 V.C.F = ? x Barrels@ 60 F = ? Yang perlu di ketahui adalah: Density pada 15C Bagaimana kita mencari daftar 52 Untuk menemukan Barrels ? Diketahui:

Density pada 15C = 0.7251 (sumber dari table 53)

Untuk mengetahui Nilai Daftar 52 ? seperti gopean di bawa ini.

Jadi V.C.F (Daftar 52) adalah: 6.294 ok, tinggal di masukan, gampang kan??? Net KL = 3,332.7 V.C.F = ? x Barrels = ? Di pertamina suda di tetepkan daft 52 untuk konversi ke barrels sbb:

Untuk premium daft 52 nya adalah: 6.294 Untuk kerosine daft 52 nya adalah: 6.293 Untuk solar daft 52 nya adalah: 6.293

Dibawa ini salah satu contoh cara lain (sama aja, beda style aja) penyelesaian yang di sajikan menurut buku daftar ASTM ( American Society For Testing Materials ) selamat mencoba. sukses..

Cara mendapat VCF (Volume Corection Factor), membuka ASTM table 54


July 16, 2010 at 12:00 PMArnold3 comments Oleh Mas Edy On shore 16 July 2010 VCF (Volume Corection Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan net volume dalam kilo liter. Jadi misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Ini sebenar nya masi gross kilo liter belum di sebut neto atau volume bersih. Mengapa? karena material di bumi sangan rentang berubah dengan kondisi suhu atau temperature apalagi bahan cair. Maka standar perhitungan material benda cair di satukan di seluruh dunia harus satu standar yaitu di hitung pada suhu/temperature 15C. Jadi mau anda dimana aja suhunya panas atau dingin supaya tidak merugikan pihak lain ya harus di konversi ke dalam temperature 15C. Contoh Soal Carilah Volume muatan 3 400 000 liter ( 3,400 KL) pada temperature 15C ? Penyelesaiannya: Kita akan mencari V.C.F dengan membuka daftar tabel 54 Yang perlu di ketahui dalam membuka tabel ini adalah density @15C dan suhu atau temperature observasi cargo saat itu. Contoh sebagai berikut: Density pada 15C = 0.7251 (sumber dari table 53)

Observasi temperature= 32C Silahkan menyimak baik2 potongan salah satu halaman tabel di bawa ini.

Yang kita cari adalah: 0.7251 ada ngak di kolom table yang nyambung dengan 0.7251 ? Gk ada, maka kita interpolasi sbb: Selisih antara 0.7250 dan 0.7300 adalah: 50 betul? Selisih antara 0.9802 dan 0.9805 adalah: 3 ( aturan menulis nya 0.0050 dan 0.0003 tetapi karena saya anggap lebih mudah untuk di pahami apabila tidak berdereet banyak angka di belakang koma) Maka interpolasinya adalah 1/50 x 3 = 0.06

0.9802 0.06 + 0.980206 Jadi 0.7251 nya adalah = 0.980206 betul? Tetapi apabila pihak Consegnee tidak mempermasalakan menggunakan hanya 4 digit decimal maka hasil interpolasi kita tadi bulatkan menjadi seperti 0.9802 saja. Ok, kita abaikan pengandayain di atas artinya nilai V.C.F (Daftar 54) adalah: 0.980206 dari nilai ini kita akan mendapatkan NET KL @ 15 dengan susunan perkalian: Gross KL = 3,400 V.C.F = 0.980206 x Net KL = 3,332.7 Jadi Volume muatan 3 400 000 liter ( 3,400 KL) pada temperature 15C adalah: 3,332,700 liter ( 3,332.7 KL) gampang kan.. ialah kalo belum tau ya susah.. uda tau gampang aja.

Dibawa ini salah satu contoh cara lain (sama aja, beda style aja) penyelesaian yang di sajikan menurut buku daftar ASTM ( American Society For Testing Materials ) selamat mencoba. sukses

Perhitungan Muatan Minyak BB


November 5, 2009 at 5:37 PM5 comments Oleh: Mas Edy On board, 05 November 2009 Berikut ini saya merangkum beberapa perhitungan Muatan untuk tanker charter pertamina: Setelah selesai memuat/ loading perhatikan: 1. Draft 2. Sounding Tanki 3. Sample ( SG, dan Temperature) Rumus: KL.OBS x DAFT.54 = NET.KL 15C NET. KL15C x DAFT.52 = BARELS 60`F NET.KL15C x DAFT.57 = L/T (Long Ton) L/T x 1.01605 = MT (Metric Ton) Atau untuk muatan dgn temperatere tinggi T.E.F di perhitungkan (Tank Expansion Factor) OBS VOL =

T.E.F = x GKL = VCF (table 54 ) = x NET.KL 15C = (table.52) = x BRLS = NET.KL 15C = WCF = x ( Density 0.0011) M/T = atau L/T x 1.01605 = M/T NET.KL 15C = (TABLE.57) = x L/T = Cargo density at 15C based on table 53 (ASTM D1250) Volume Correction Factor based on table 54 (ASTM D1250) Net volume in Kilo Liter at 15C. Volume Convertion Factor based on table 52 (ASTM D1250) Volume in Barrels at 60F. Weight Convertion Factor based on table 57 (ASTM D1250)

DALAM PEMUATAN DI PELABUHAN LOADING Selisih muatan antara darat dengan kapal saat muat harus kurang dari 0.30 % ( Perbedaan ini di sebut R1)

Contoh: Angka darat adalah: y Angka Kapal adalah: x satuan angka yang di gunakan pertamina adalah Barrels , jadi patokan Barrels RUMUS : x y x 100 . ( harus kurang dari 0.30 % ) BL Apabila Lebih dari 0.30 % selisih nya (angka kapal kecil di banding angka darat) maka, LETER OF PROTEST yaitu darat protes ke kapal Contoh: Sebuah Kapal Tanker Loading solar di TT. TG. Gerem Merak, Dengan Jumlah Muatan sbb: Angka darat / BL ( Bill Of Lading ) = 16.590 BRLS, Angka Kapal ( Ship Figure After Loading) = 16.450 BRLS, Jawab:

Rumus x y x 100 BL (Angka darat) (Angka Kapal) x 100 ( Bill Of Lading ) 16.580 - 16.470 x 100 = 0.66% ( > 0.30%) lebih dr toleransi 0.30 % 16.590 Protest yang di buat darat dengan kapal membalasnya dgn ditanda tangani oleh Master for received only ( hanya untuk di ketahui )

DALAM PERJALANAN DARI AFTER LOADING (AL) SAMPAI BEFORE DISCHARGING (BD) TRANSPORT LOST

Dari AL s/d BD selisih muatan harus kurang dari 0.10 % ( Perbedaan ini di sebut R2) ini adalah tanggung jawab kapal. Rumus: BD AL x 100 = .. ( hasil nya harus < 0.10 % ) BL

DALAM PEMBONGKORAN ( MULAI BONGKAR s/d SELESAI )

Rumus: AR BD x 100 = .. ( hasil nya harus < 0.30 % ) BL AR = Actual Recieved ( Penerimaan Darat ) Kasus yang menjadi perhatian Operation Manager terhadap armada kapal tanker yang di charter oleh pertamina adalah pada pion R2, atau transport lost.

Menentukan Transport Lost


November 5, 2009 at 6:13 PMNo comments Oleh: Mas Edy On board, 05 November 2009 Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina pemilik muatan. Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina atau pemilik muatan.

CONTOH PERHITUNGAN

SHIP FIGURE AFTER LOADING

M /T PREMIUM 499.750 492.376 3099.013 354.954 36 0. 65 1 KEROSINE 647.344 637.500 4011.791 504.327 51 2. 42 1 SOLAR 646.167 637.041 4008.896 522.437 53 0. 82 2 BL ( DLM BARRELS) P = 3090.039 K = 4026.115 S = 4023.743 Discharging Bengkulu (BEFORE DISCARGE) 0.10 % 0.08 %

KL.OBS KL.15`C BRLS

L/T

Grade SG Temp. Daft.53 Daft.54 Daft.57 Premium = 0.723 / 28 C 0.7336 0.985244 0.7209 Kerosine = 0.793 / 31 C 0.8043 0.985658 0.7905 Solar = 0.824 / 31 C 0.8348 0.986696 0.8205

Take KEROSINE ( Transport Lost ) 0.08 %

0.08 x BARELS A.L 0.08 x 4011.791 = 3.209 BRLS 100 100 Berarti BARRELS before discharge harus = 4011.791 3.209 = 4008.582 BRLS 4008.582 : 6.293 = 636.990 ( NET KL.15 C ) 636.990: 0.985658 = 646.258 ( KL.OBS ) KL OBS = 647.344 646.258 = 1.086 K/L (SAVE) Waktu pembongkaran 0.30 % 0.28 % 0.28 x BARELS B.D 0.28 x 4008.582 = 11.224 BRLS 100 100

BARELS 4008.582 11.224 = 3997.358 3997.358 : 6.293 = 635.207 NET KL.15 C 635.207 : 0.985658 = 644.449 KL OBS KL OBS = 646.258 644.449 = 1.809 K/L (SAVE) Catatan: Temp Turun - Barrels naik OBS Turun. SG naik - OBS naik - Barrels Turun.

Take SOLAR ( Transport Lost ) 0.08 %

0.08 x BARELS A.L 0.08 x 4008.896 = 3.207 BRLS 100 100 Berarti BARRELS before discharge harus = 4008.896 3.207 = 4005.689 BRLS 4005.689: 6.293 = 636.530 ( NET KL.15 C ) 636.530 : 0.986696 = 645.112 ( KL.OBS ) KL OBS = 646.167 645.112 = 1.055 K/L (SAVE) Waktu pembongkaran 0.30 % 0.28 % 0.28 x BARELS B.D 0.28 x 4005.689 = 11.216 BRLS 100 100 BARELS 4005.689 11.216 = 3994.473 3994.473 : 6.293 = 634.748 NET KL.15 C 634.748 : 0.986696 = 643.306 KL OBS KL OBS = 644.403 643.306 = 1.097 K/L (SAVE) Sekian orek orean saya semoga menjadi referensi perhitungan bagi calon Senior Officer, mualim II yang ingin belajar menjadi C/O.