Anda di halaman 1dari 7

KESIMPULAN TERGUGAT Perkara No. 583/PDT.G/2011/PA.

Cmi
Kepada Yang Terhormat, Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Nomor 583/PDT. G/2011/PA.Cmi di Soreang Assalamualaikum Wr.Wb, Bertindak untuk dan atas nama klien Kami, dengan tetap menyangkal dan menyatakan tidak benar seluruh dalil-dalil gugatan maupun replik, jawaban DR serta duplik DR yang diajukan Penggugat baik dalam eksepsi maupun dalam pokok perkara, kecuali yang diakui secara tegas kebenarannya, perkenankanlah pada kesempatan ini Tergugat menyampaikan kesimpulan sebagai berikut : DALAM EKSEPSI 1. Bahwa terbukti benar surat gugatan Penggugat telah dibuat secara tidak jelas dan kabur, karena Penggugat sendiri mengakuinya bahwa telah terjadi kekhilapan atau kesalahan dalam menyusun surat gugatan yang tidak dilakukan perubahan oleh Penggugat sampai Tergugat mengajukan Jawaban, yaitu mengenai : 1.1. Identitas Tergugat dimana didalam surat gugatannya Penggugat mencantumkan nama Tergugat dengan nama Sujatmiko Gatut Sriyatno Bin TUKIYATNO sedangkan yang benar adalah Sujatmiko Gatut Sriyatno Bin SUKIYATNO, kesalahan ini menyebakan gugatan menjadi error in persona

1.2.

Tentang waktu penikahan antara Penggugat dan Tergugat dimana Penggugat mencantumkan tanggal Pernikahan pada 23 Juni 2002, padahal yang benar adalah pada tanggal 21 Juni 2003, hal mana kesalahan ini menyebabkan gugatan menjadi kabur (obscuur liebel)

2. Bahwa terbukti benar gugatan Penggugat adalah premature, karena sampai saat ini Tergugat belum mendapat surat ijin dari atasan Tergugat terkait ijin untuk bercerai bahkan dintara Penggugat dan Tergugat belum dilakukan upaya pembinaan oleh atasan, padahal Tergugat adalah merupakan anggota TNI AU yang terikat oleh Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1983 sebagaimana dirubah menjadi Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1990, dilain pihak Penggugat juga belum memberitahukan mengenai gugatan cerai yang telah diajukannya kepada atasan Penggugat, karena tidak pernah terbukti dan atau Penggugat buktikan didalam persidangan mengenai klaim Penggugat tentang adanya laporan Penggugat kepada Sudis Bintal Diswatpersau Mabes AU dengan Berita Acara Pemeriksaan Nomor BAP/23/XI/2010, maupun hasil konseling tertanggal 24 Juli dan 04 Agustus 2010 yang dilakukan oleh Psikolog Mabes AU yang dulakukan oleh Drs. Firman Hakim, Psi. DALAM POKOK PERKARA DALAM KONVENSI 1. Bahwa terbukti benar pernikahan antara Penggugat dan Tergugat dilangsungkan pada tanggal 21 Juni 2003, bukan 23 Juni 2002 sebagaimana dalam surat gugatan Penggugat 2. Bahwa terbukti benar, Nasya Regina Sujatmiko adalah anak dari Tergugat (vide bukti T-1) 3. Bahwa terbukti tidak benar mengenai alasan-alasan perceraian yang diajukan Penggugat, karena apa yang disampaikan Penggugat tidak terbukti didalam Persidangan, diantaranya mengenai : 2.1. Tergugat telah lalai dan kurang bertanggungjawab dalam memberikan nafkah wajib kepada Penggugat dan anak. Alasan ini telah terpatahkan dan 2

telah Tergugat buktikan dalam persidangan bahwa sebagai prajurit TNI AU pangkat Tergugat adalah Kolonel yang secara logika berpenghasilan lebih dari cukup hal ini sesuai dengan keterangan saksi Bobi Faisal (vide bukti T-2, T-3, T-4), serta selama Penggugat dan Tergugat masih hidup bersama gaji Tergugat seluruhnya dikelola oleh Penggugat, dan selama Penggugat kabur dari rumah gaji dari Tergugat masih utuh (vide bukti T-5) 2.2. Tergugat bersikap Temperamen, telah terbantahkan dengan pengakuan dari Penggugat sendiri bahwa Tergugat tidak pernah melakukan kekerasan fisik (vide Replik pada bagian pokok perkara dalam konpensi poin 8) serta tidak pernah terbukti dan dibuktikan didalam persidangan. Bahwa mengena hal yang bersifat Psikis hal tersebut adalah bersifat subjektif dan tidak berdasar, selain itu pula tidak Penggugat buktikan didalam persidangan, karena dari dua saksi yang dijajukan tidak seorangpun yang mengetahui dan menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan kekersan yang bersifat psikis, seperti bentakbentak ataupun banting-banting barang, bahkan sebaliknya justru dari saksisaksi yang diajukan oleh Tergugat menyatakan bahwa hubungan rumah tangga Penggugat dan Tergugat baik-baik saja tidak pernah terlihat pertengkaran, terutama apa yang diungkapkan oleh saksi Rita. 2.3. Tentang Penggugat kabur dari rumah tinggal bersama untuk menghindari halhal yang buruk dengan sendirinya terpatahkan, karena hal-hal buruk yang dimaksud Penggugat tidak pernah terbukti dan tidak dibuktikan didalam persidangan, justru sebaliknya semakin menguatkan bahwa kaburnya Penggugat tersebut menunjukan bahwa Penggugat adalah seorang istri yang NUSYUZ dan KUFUR NIKMAT 4. Bahwa telah terbukti didalam persidangan, Penggugat telah merampok dan memperkosa hak anak in casu Nasya Regina Sujatmiko untuk mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, dengan memutus silaturahmi dan menyembunyikan Nasya dari Tergugat selaku ayahnya

5. Bahwa telah terbukti dalam persidangan Penggugat sangat tidak layak untuk diberikan hak asuh atas anak, karena Penggugat telah mencabut gugatan mengenai permohonan hak asuh anak, juga Penggugat telah berprilaku buruk (vide T-7, T-8, T10, T-11) sehingga otomatis Penggugat tidak berhak atas hadhonan atau biaya pemeliharaan anak DALAM REKONVENSI DALAM PROVISI 1. Bahwa telah terbukti didalam persidangan, tergugat DR telah merampok dan memperkosa hak anak in casu Nasya Regina Sujatmiko untuk mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, dengan memutus silaturahmi dan menyembunyikan Nasya dari Tergugat selaku ayahnya 2. Bahwa telah terbukti Tergugat DR telah menyembunyikan Nasya sejak bulan Oktober 2009, sesuai dengan keterangan dari saksi Diah dan saksi Rita 3. Bahwa terbukti Tergugat DR telah tidak beritikad baik untuk mempertemukan Nasya dengan Tergugat selaku ayahnya, karena nyata-nyata Tergugat DR telah mengabaikan perintah Majelis Hakim untuk mempertemukan Nasya dengan Penggugat DR sekalipun diruang sidang dengan berbagai alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (vide surat Penggugat tertanggal 28 Nopember 2011) 4. Bahwa telah terbukti selama ini Tergugat DR telah menyandera hak anak dan memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri, dalam rangka memuluskan niatnya untuk bercerai dengan Penggugat DR, dengan mennyatakan akan mempertemukan anak dengan Penggugat DR setelah perceraiannya selesai, bagaimana mungkin bisa dalam kondisi masih sebagai istri saja Tergugat DR tidak mempertemukan anaknya, apalagi setelah cerai dan tidak ada ikatan apa-apa, mungkin Nasya akan dipaksa untuk tidak mengakui Ayahnya, seperti halnya Tergugat DR dipaksa oleh ibunya untuk tidak mengakui Ayahnya dan tidak diperkenankan bertemu dengan Tergugat DR selaku anaknya.

5. Bahwa telah terbukti perbuatan Penggugat tersebut bertentangan dengan UU No.1 tahun 1974 Tentang Perkawinan pasal 46 ayat (1), UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 7 ayat (1), pasal 14, dan pasal 26 (1)

DALAM POKOK PERKARA 1. Bahwa terbukti didalam rumah tangga Penggugat DR dan Tergugat DR sebenarnya tidak terjadi perselisihan yang berarti bahkan cenderung harmonis, karena didalam persidangan tidak pernah terungkap mengenai pertengkaran-pertengkaran diantara Penggugat DR dan Tergugat DR 2. Bahwa terbukti didalam persidangan justru penyebab perceraian ini terjadi karena adanya campur tangan pihak ketiga yaitu ibu mertua dari Penggugat DR yang berprilaku buruk dengan menjadi istri simpanan senior Penggugat DR ( vide T-6) serta Tergugat DR lebih membela Ibunya (vide T-12) dan tidak terima dengan nasihat dan sikap tegas dari Penggugat DR, hal ini sesuai dengan keteranganketerangan yang diungkapkan oleh saksi Diah dan Saksi Rita 3. Bahwa terbukti benar bahwa Tergugat DR telah menyembunyikan dan menyandera anak (Nasya) dari Penggugat DR sejak bulan Oktober 2009 dan sampai saat ini tidak diketahui keberdaannya, hal ini sesuai dengan keterangan saksi Hj. Pipit Safitri, saksi Diah, serta saksi Rita 4. Bahwa telah terbukti didalam persidangan, Tergugat DR berprilaku buruk yang tidak layak dicontoh oleh anak dan tidak layak untuk diberikan hak asuh anak karena terbukti berprilaku sebagai berikut : 4.1. 4.2. Tidak mengurusi anak dengan benar karena sering sibuk sendiri dengan sering keluar malam dan kongkow-kongkow di klab malam (vide bukti T-7 dan T-8) Tergugat DR terbukti mempunyai prinsip yang liberal yang menghalalkan segala cara termasuk telah melakukan free sex, hal ini sesuai dengan keterangan dari saksi Diah dan Saksi Rita yang pernah memergoki seorang 5

laki-laki yang berada di salah satu kamar dari rumah tinggal b ersama Penggugat DR dan Tergugat DR dengan pakaian yang tidak pantas untuk ukuran seseorang yang bertamu, bahkan setelah itu dilanjutkan pergi bersama-sama dengan laki-laki tersebut samapai larut malam, serta pernah bertemu ketika di California USA dengan saksi Bobi Faisal Tergugat DR dengan laki-laki yang sama yaitu Iwan Dewantoro, terbukti juga dengan adanya catatan pribadi Tergugat DR mengenai laki-laki yang lain yang ada dihati Tergugat DR bahkan ketika Tergugat DR masih menjadi Istri Penggugat DR, hal ini sesuai pula dengan bukti T-10 dan T-11 5. Bahwa terbukti Tergugat DR telah mencabut gugatan mengenai Hak asuh anak pada persidangan terdahulu 6. Bahwa oleh karenanya terbukti bahwa Tergugat DR tidak layak dan tidak pantas untuk diberikan hak asuh anak dan atau dicabut hak kekuasaanya sebagaimana dimaksud pasal 49 ayat (1) UU No. 1 tahun 1974 7. Bahwa terbukti Penggugat DR sangat layak dan mampu untuk diberikan hak asuh atas anak yang bernama Nasya Regina Sujatmiko, karena terbukti didalam persidangan : 7.1. Penggugat DR berprilaku baik, karena Penggugat DR adalah seorang perwira yang mempunyai prinsip dan disiplin yang baik, hal ini diperkuat oleh keterangan saksi Boby Faisal, dan hal inilah yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan anak, yaitu berupa prilaku dan contoh-contoh yang baik dari orang tuanya 7.2. Secara materi Penggugat DR mampu dan sangat mumpuni, karena dengan pangkat Kolonel Penggugat DR sangat dapat menjamin kehidupan masa depan dari buah hatinya, baik itu dari segi pendidikan maupun penghidupannya, hal ini Penggugat DR lakukan dan persiapkan walaupun sejak Bulan Oktober 2009 Penggugat DR sudah tidak dapat bertemu lagi anaknya, ini membuktikan bahwa kasih sayang dari Penggugat DR sangatlah besar (vide T-3, T-4, T-5)

7.3.

Bahwa sewaktu tinggal bersama Penggugat DR dan Nasya sangatlah dekat, karena memang Nasya lebih banyak waktu bersama dengan Penggugat DR, dan Penggugat DR lah yang lebih banyak mengurus Nasya, yaitu sejak Penggugat DR pulang kerja sampai subuh, sedangkan siangnya Nasya lebih banyak bermain dengan UA atau Tantenya (kakak atau adiknya Penggugat DR) atau bersama Baby Sitter, hal ini sesuai dengan keterangan saksi Diah, Saksi Rita dan Saksi Sri Juwita, serta keterangan saksi Pipit Sapitri yang menyatakan bahwa Penggugat DR dekat dengan Nasya sering digendong dan suka jalan-jalan kalo ada liburan, hal ini pula ditunjukan dengan bukti T-9

7.4.

Bahwa pola hidup Penggugat DR lebih teratur, dengan jam kerja yang pasti, dari hari Senin sampai Jumat, dari jam 8 sampai dengan jam 15.00, sangat memungkinkan waktu Penggugat DR akan banyak untuk mengurus anak, sepeti halnya yang selama ini telah dilakukan Penggugat DR terhadap Nasya

Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas

mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim

Pemeriksa perkara agar berkenan memutus perkara ini sebagaimana termuat baik didalam surat Jawaban DK dan Gugatan DR terdahulu Bandung, 12 Desember 2011 Hormat kami, Kuasa Hukum Penggugat

Nanang Parhan, SH