P. 1
Case Parkinson

Case Parkinson

|Views: 141|Likes:
Dipublikasikan oleh Putri Cindiyastuti

More info:

Published by: Putri Cindiyastuti on Mar 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

CASE

PARKINSON SYNDROME

Metha Angriawan 030.06.135

Pembimbing : dr.Julintari, Sp.S.

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF RSUD BUDHI ASIH Periode 21 November 2011 – 24 Desember 2011 Jakarta

Ditandai dengan adanya kelainan dari segi fungsi motorik dan non-motorik dalam berbagai derajat. parestesia dan nyeri. halusinasi dan adanya gangguan fungsi otonom. shuffling gait. freezing. glabela reflek. tepat. abnormalitas dari fungsi sensorik seperti anosmia. Hingga saat ini diagnosis dari penyakit parkinson didasarkan pada kriteria klinik. Kriteria klinik lain pada penyakit parkinson termasuk gejala motorik sekunder. Adanya tanda-tanda spesifik tersebut diatas merupakan hal yang dapat membedakan penyakit parkinson dengan parkinsonian disorder (parkinsonism). festination. disartria. abnormalitas dalam neuroimaging dan tes lainnya merupakan biomarker potensial dalam mengembangkan diagnosis dan mengidentifikasi resiko yang dialami pasien. sialorhoea. Resting tremor. bradikinesia. gangguan tidur. dan postural instability secara umum merupakan tanda-tanda pokok dari Parkinson Disease dan merupakan suatu disfungsi motorik. demensia. Halangan terbesar dalam pengembangan terapi neuroprotektif adalah keterbatasan dalam memahami proses penyakit yang berperan dalam kematian neuron dopaminergik. instabilitas postural. Mutasi genetik atau variannya. sikap/cara berjalan yang terganggu. disertai respon terhadap levodopa yang tidak baik dan tidak memuaskan. distonia. disfagia. oftalmoparesis. mikrografia. defisit kognitif dan neurobehavioral. ataxia dan gejala atypical lainnya. karena belum adanya test definitif dalam menegakkan diagnosis penyakit parkinson. Gejala non-motorik.BAB I PENDAHULUAN Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif. memberi kesan diagnosis lain diluar penyakit parkinson. dan luas dalam manifestasi klinis penyakit Parkinson merupakan hal yang mendasar dalam menegakkan diagnosis. Pengertian secara cermat.merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atautidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/ neostriatum (striataldopamine deficiency). hanya mengobati gejala yang timbul dan gagal untuk menghentikan kematian sel-sel neuron dopaminergik. disfungsi otonom. rigidity. Sementara etiologi dari kematian neuron . seperti hypomimia. Ketiadaan resting tremor. Medikasi yang ada saat ini.

Obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala parkinson. maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidupnya. Sekali terkena parkinson. Efek samping pengobatan terkadang dapat sangat parah. Dengan perawatan. Kombinasi dari kerentanan genetik dan faktor lingkungan. Penyakit parkinson merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan secara holistik meliputi berbagai bidang. dan dapat menyebabkan kematian. . gangguan pada setiap pasien berbeda-berbeda. Perluasan gejala berkurang. sering disertai dengan ketidakmampuan fungsi otak secara umum. dan lamanya gejala terkontrol sangat bervariasi. Kebanyakan pasien berespon terhadap medikasi. tampaknya memiliki peranan yang penting. tetapi pengobatan dan operasi dapat mengatasi gejala yang timbul. gangguan yang terjadi mengalami kemajuan hingga terjadi total disabilitas. sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan sampai saat ini. Tanpa perawatan. Pada saat ini tidak ada terapi untuk menyembuhkan penyakit ini.dopaminergik masih sukar untuk dipahami.

Dewi Sartika RT06 RW10 no. juga pernah di fisioterapi dengan lampu sinar putih.10.35.23 : 34. menurut pasien terasa ada perbaikan. gemetar pada tangan kiri kadang-kadang. Sejak saat itu pasien berobat ke poli saraf RSUD Budhi Asih . Gemetar bertambah ketika pasien istirahat dan berkurang ketika pasien bergerak.30 WIB Keluhan Utama : Gemetar pada tangan. Kadang-kadang pasien juga merasakan gemetar di kedua tungkai sejak 1 tahun yang lalu. Riwayat Penyakit Sekarang : Gemetar pada tangan sejak 5 tahun yang lalu. . Awalnya pasien merasakan gemetar pada tangan kanan. Tiap bulan pasien kontrol ke poli. gemetar timbul saat istirahat.54 ANAMNESIS Dilakukan Autoanamnesis di Poliklinik Neurologi RSUD Budhi Asih pada tanggal 25 November 2011 pk.BAB II PEMBAHASAN KASUS IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Alamat No MR : RR Siti Ishartati : 70 Tahun : Ibu rumah tangga : Jl.

Asma (-). Bicara pasien juga sudah menjadi perlahan dan suara menjadi kecil. Riwayat penyakit katarak dan operasi mata (+).Pasien mengeluhkan langkah kaki ketika berjalan menjadi kecil dan kaki seperti diseret sejak 1 tahun ini. BAK tidak ada keluhan. Penyakit Jantung (-). Riwayat pemakaian obat-obatan (-). . Pasien sering tersenggol perabot-perabot di rumah ketika berjalan dan merasakan susah untuk memulai dan menghentikan langkahnya. Tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya. DM (-). tapi mengeluh agak sulit dan lama. Pasien masih bisa menulis dan tulisan masih bisa dibaca. Riwayat Hipertensi (-). Riwayat Penyakit Keluarga :  Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini Riwayat Pekerjaan. 1 minggu sekali. Pasien masih bisa mengancingkan baju sendiri. Riwayat Penyakit Dahulu :       Riwayat trauma/ kecelakaan/ jatuh terduduk sebelumnya (-). Lingkungan rumah dengan pencemaran pestisida atau rumah tidak terletak berdekatan dengan pabrik kimia. Pasien juga mengeluh susah BAB. Sosial Ekonomi dan Kebiasaan :   Pasien seorang ibu rumah tangga dengan aktivitas cukup. Riwayat prolaps uteri (+).

00 WIB. Status generalis Keadaan Umum Kesadaran Sikap Kooperasi Tanda vital – – – – Tekanan darah Nadi Suhu Pernafasan : 120/80 mmHg : 80x/menit.PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan di Poliklinik Neurologi RSUD Budhi Asih pada tanggal 25 November 2011 pk. tidak ikterik. sekret – : normosepta. serumen -/-. pupil bulat isokor kanan kiri Telinga Hidung : normotia. darah – . sclera ikterik -/-. regular.11. tidak mudah dicabut disertai rambut berwarna putih Wajah : simetris. tidak sianosis Mata : konjungtiva pucat -/-. tidak pucat. sekret -.7 C : 20 x/menit : Sakit Ringan : CM : aktif-pasif : kooperatif Kepala      Rambut : hitam.equal kanan dan kiri : 36.cukup.

kaku kuduk – Thorax Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis : vocal fremitus kedua lapang paru sama kuat : Sonor di kedua lapang paru : Suara napas vesikular +/+. Murmur (-). faring tidak hiperemis. : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat : Pulsasi ictus cordis teraba di ICS V linea midklavikularis sinistra : sulit dilakukan : S1-S2 reguler. deviasi uvula – Leher KGB tidak teraba membesar. Wheezing -/-. Gallop (-) Abdomen Inspeksi : datar . Tenggorokan : tonsil T1-T1 tenang. Ronki -/-.

oedem (-). refleks akomodasi (+) . IV. ptosis (-). lapangan pandang sama dengan pemeriksa . Tanda peningkatan tekanan intrakranial : tidak ada 4. VI : gerakan bola mata bebas ke segala arah.Kaku kuduk (-) .N II : penciuman baik : visus 3/6 ods. bentuk pupil bulat diameter 3mm kiri dan kanan. akral hangat. capillary refill time kurang dari 2 detik Status Neurologis 1.N III. Kesadaran : CM 2.Kernig (-) 3. hepatosplenomegali (-) : Timpani di seluruh lapang abdomen : Bising Usus (+) normal Ekstremitas Tidak ada deformitas.Brudzinsky II (-) . nyeri tekan (-).Palpasi Perkusi Auskultasi : Supel. Tanda rangsangan meningeal : .Brudzinsky I (-) . Nn Kranialis : -NI .

N VII : mengerutkan dahi (+).resting tremor (+). refleks muntah (+). uvula di tengah. tonus otot masseter kiri = kanan. tes Weber: tidak didapatkan lateralisasi. menoleh ke kiri dan kanan (+) : lidah simetris. menggerakkan rahang ke kiri dan ke kanan (+).N XI . : rasa getar dan posisi sendi baik 7. : mengangkat bahu (+). mengangkat alis (+) simetris kiri dan kanan. tes Swabach: sama dengan pemeriksa. Plika nasolabialis simetris kiri dan kanan.trofi: eutrofi .tonus: hipertonus dengan Cog-Wheel fenomena lengan kiri (+) . . rigiditas (+). akinesia (+) 6. membuka mulut spontan. tes kalori: nystagmus (-) .N IX. atrofi (-).N XII : arcus faring simetris. jaw reflex (-) . X . Fungsi otonom : BAK normal. BAB susah .N VIII : tes Rinne: (+). rasa 2/3 bagian lidah depan baik. fasikulasi (-) 5. Motorik : 5 5 5 5 5 5 55 5 5 5 5 5 5 55 .-NV : Refleks kornea (+). Sensorik Proprioseptif : sensibilitas normal.

Reflek fisiologis : Reflek biceps ++/++.tanda parkinson : wajah parkinson (+). reaksi emosi baik.8. Reflek APR +/+ 11. Tanda. Fungsi luhur : kesadaran baik. Reflek KPR +/+. Reflek patologis : Reflek Hoffman Trommer -/-. Tanda demensia : tidak ada 10. langkah menjadi kecil (+) Diagnosis Kerja :     Diagnosis Klinis Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi Diagnosis Sekunder : Parkinson syndrome : Substansia nigra : Idiopatik : Ametropia ODS Terapi :    Levaside 3x1 Trihexilphenidil 2x1 Sohobion 1x1 . Reflek Babinsky Group -/- 12. Reflek triceps ++/++. bicara menjadi perlahan 9. intelektual baik.

resting tremor (+). Dengan ini disimpulkan kesahihan diagnosa kerja. Sejak saat itu pasien berobat ke poli saraf RSUD Budhi Asih . Dari poin-poin di atas bisa kita menduga suatu anamnesis kearah penyakit Parkinson dengan adanya tremor. langkah menjadi kecil (+). bradikinesia. rigiditas. Pasien sering tersenggol perabot-perabot di rumah ketika berjalan dan merasakan susah untuk memulai dan menghentikan langkahnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan otot-otot hipertonus dengan Cog-Wheel fenomena (+). Pasien mengeluhkan langkah kaki ketika berjalan menjadi kecil dan kaki seperti diseret sejak 1 tahun ini. Trihexilphenidil yaitu obat antikolinergik yang menghambat sistem kolinergik di ganglia . Dari anamnesis didapatkan Gemetar pada tangan sejak 5 tahun yang lalu. juga pernah di fisioterapi dengan lampu sinar putih. tapi mengeluh agak sulit dan lama. Penatalaksanaan pada pasien ini adalah dengan pemberian Levaside yaitu Levodopa digunakan karena kemampuannya untuk melewati sawar darah-otak (dopamin tidak bisa melewati sawar darah-otak) dan bisa meningkatkan konsentrasi dopamin dalam substansia nigra. Pasien masih bisa mengancingkan baju sendiri. menurut pasien terasa ada perbaikan. Tiap bulan pasien kontrol ke poli.BAB III DISKUSI Telah diperiksa seorang pasien perempuan berumur 70 tahun datang ke Poliklinik Neurologi RSUD Budhi Asih pada tanggal 25 November 2011 dengan diagnosis Parkinson’s Syndrome. Gemetar bertambah ketika pasien istirahat dan berkurang ketika pasien bergerak. Kadang-kadang pasien juga merasakan gemetar di kedua tungkai sejak 1 tahun yang lalu. gemetar timbul saat istirahat. rigiditas (+). Awalnya pasien merasakan gemetar pada tangan kanan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. dan hipofonia. fungsi luhur bicara menjadi perlahan. akinesia (+). tandatanda parkinson yaitu wajah parkinson (+). gemetar pada tangan kiri kadang-kadang. Pasien masih bisa menulis dan tulisan masih bisa dibaca. Bicara pasien juga sudah menjadi perlahan dan suara menjadi kecil.

. Sohobion yaitu vitamin B1 100mg. B12 200mcg sebagai vitamin neurotropik. B6 200mg. sistem kolinergik secara normal diinhibisi mengakibatkan aktivitas yang berlebihan pada sistem kolinergik.basal.

4. 1996. Pustaka Cedekia dan Departemen Neurologi FK USU Medan. Setiyohadi B. Tanda dan Gejala Edisi II. Parkinson’s Disease & Other Movement Disorders. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Vol 2. Wilson LM. Gangguan Neurologis dengan Simtomatologi Generalisata. Editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. 2006. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia dan UGM. Gofir A. Hal 233-243. Diagnosis Topik Neurologi Anatomi. Joesoef AA. Penerbit Buku Kedokteran EGC. PERDOSSI. 2003. 3. Price SA. Fisiologi. Hal 1139-1144. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Alwi I. Duus Peter. 2007. Buku Ajar Neurologis Klinis. 5. . 2. Hal 231-243. 2007. Penyakit Parkinson. Harsono. Nasution D.DAFTAR PUSTAKA 1. 2008. Hal 4-53. Hal 1373-1377. FKUI. dkk. Penyakit Parkinson. Sudoyo AW. Hartwig MS. Konsensus Tatalaksana Penyakit Parkinson. 6. Sjahrir H.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->