Anda di halaman 1dari 7

Fungsi Shalat

Terdapat dua fungsi utama shalat dan satu fungsi tambahan. Dua fungsi utama itu jika berhasil terlaksana maka orang yg melaksanakannya adalah termasuk orang beruntung. Kedua fungsi tersebut adalah : - Untuk membersihkan diri dari perbuatan kotor dan tercela - Untuk mengingat allah Kedua fungsi ini tercakup dalam firman allah :

)
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang Allah saw ( ) dalam ayat ini seolah-olah berkata telah beruntunglah orang yang hendak membersihkan diri, dan hendak berdzikir mengingat nama Tuhannya maka ia shalat yakni dengan mentakdirkan lafadz sebelum lafadz yg berarti hendak seperti yg sudah maklum dalam bahasa arab dimana kata kerja terkadang disebutkan namun yg dimaksud adalah hendak melakukan pekerjaan. Untuk lebih jelasnya lagi mengenai fungsi pertama, simaklah firman allah :

Dan dirikanlah Shalat sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan tercela dan perbuatan munkar Selain itu, banyak sekali hadist yang menyatakan bagaimana shalat dapat melebur dosa. Sedang untuk fungsi kedua disebutkan dalam ayat :

Dirikanlah shalat untuk mengingatku Untuk memperjelas lagi simaklah firman allah :

)
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya Jadi seperti halnya dalam surat Al-Ala Allah menyebutkan bahwa orang yang membersihkan diri, dan berdzikir kepada Allah maka ia shalat adalah orang yang beruntung, maka pada firman Allah diatas, Allah menyebutkan bahwa orang mukmin yang shalatnya khusyuk adalah orang yang beruntung. Pada ayat diatas dapat menjadi jelas bahwa shalat yang mampu menjalankan fungsinya yakni membersihkan diri dan berdzikir kepada allah sehingga yang melaksanakannya mendapat keberuntungan adalah shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk. Sedang fungsi tambahan shalat adalah sebagai wasilah untuk minta tolong kepada allah. Allah berfirman :

)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu Sahabat ibn abbas ketika diberitahukan padanya perihal kematian putranya beliau langsung shalat (sunnah) dan setelah selesai beliau berkata lalu membaca ayat di atas.

Walaupun begitu tidak berarti fungsi ini hanya dilaksanakan pada waktu tertimpa musibah saja, namun juga ketika anda mempunyai hajat atau kepentingan. 1. Pengertian Ibadah Shalat. Menurut bahasa, shalat artinya doa, sedang menurut istilah berarti suatu sistem ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan laku perbuatan dimulai dengan taqbir dan diakhiri dengan salam, berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Menurut Hasbi Ash Shiddieqy bahwa Tarif yang melengkapi hakekat dan rupa shalat ialah berhadap hati dan jiwa kepada allah yang mendatangkan rasa takut serta patuh kepada kebesaran dan perintah-Nya dengan melakukan gerakan dan ucapan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Berdasarkan pada kedua pendapat tersebut maka dapat dipahami bahwa shalat adalah wujud dari penghambaan diri seseorang muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan menghadapkan jiwa dan raga, dengan penuh khusyu dan tawadhu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan memenuhi syarat-syarat dan rukun tertentu, yang harus dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah SWT.

2. Dasar Hukum Ibadah Shalat Fardhu. Ibadah shalat merupakan fardhu ain atau kewajiban bagi setiap orang yang telah sudah baligh dan beragama Islam serta berakal sehat. Hal tersebut diungkapkan oleh Salman Harun bahwa : Sembahyang diwajibkan atas tiap-tiap orang yang dewasa dan berakal sehat, ialah lima waktu sehari semalam. Jadi jelaslah bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi umat Islam, dan yang dimaksud dengan wajib sebagaimana dikemukakan oleh Hasbi Ash Shiddieqy bahwa Wajib ialah yang dituntut oleh syara kita mengerjakannya dengan tuntutan yang keras dan dicela meninggalkannya. Jadi dengan istilah lain bahwa wajib adalah adanya keharusan untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. Kewajiban menjalankan ibadah shalat adalah dari firman Allah SWT: Artinya: Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain ). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al Ankabut : 45). Selanjutnya dalil dari Hadits yang bersumber dari Abdillah bin Umar sebagai berikut: Artinya: Dari Abdillah bin Umar katanya: Bersabda Rasulullah SAW: Islam itu dibina atas lima perkara; bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah handa dan utusan Allah, menegakkan sembahyang, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji dan berpuasa bulan Ramadhan (HR. Muslim . Berdasarkan ayat dan hadits tersebut di atas maka jelaslah bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap insan muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Orang tidak memenuhi syaratnya maka shalatnya tidak syah. Adapun syarat menjalankan ibadah shalat adalah sebagai berikut: a. Islam. b. Suci dari hadas, haid dan nifas. c. Sampai dakwah Islam kepadanya. d. Berakal. e. Baligh. f. Ada pendengaran. Jadi untuk mencapai kepada syahnya shalat yang dikerjakan, seseorang harus memenuhi keenam syarat tersebut di atas maka jika tertinggal salah satunya berarti batallah shalatnya. Selain syarat-syarat, juga terdapat rukun shalat yang wajib dipenuhi oleh orang yang menjalankan ibadah shalat, jika salah satu rukun shalat itu ditinggalkan maka shalatnya menjadi gugur. Rukun shalat tersebut adalah sebagai berikut: 1. Niat. 2. Berdiri bagi yang kuasa.

3. Takbiratul ihram. 4. Membaca Surat Al Fatihah 5. Ruku 6. Itidal 7. Sujud dua kali 8. Duduk diantara dua sujud 9. Duduk akhir. 10. Membaca tasyahud. 11. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW. 12. Memberi salam. 13. Menertibkan rukun. Rukun shalat tersebut merupakan ketetapan yang telah diperincikan di dalam syariat dimana pelaksanaannyapun sudah diperincikan tidak boleh menyimpang dari tuntunan syariat tersebut. 3. Fungsi Ibadah Shalat Fardhu. Adapun fungsi ibadah shalat fardhu adalah sebagai rukun Islam dimana sebagai rukun Islam tersebut menentukan sekali apakah seseorang menjadi insan muslim yang baik atau tidak, dapat lihat pada usahanya untuk memenuhi seruan ibadah shalat tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda: Artinya: Shalat adalah tiang agama, maka barang siapa menegakkannya berarti ia telah menegakkan agama; dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah merobohkan agama (HR. Baihaqi). Jadi dapat dipahami bahwa ibadah shalat adalah berfungsi sebagai rukun Islam dan sekaligus sebagai tiang agama Islam maka orang-orang yang menjalankan ibadah shalat dengan baik sama halnya bahwa dia berusaha untuk menegakkan agama Islam dalam kehidupannya dan sebaliknya jika ternyata dia tidak menjalankan ibadah shalat maka berarti dia merobohkan agama Islam dalam hidupnya. Selanjutnya menurut Hasbi Ash Shiddieqy bahwa fungsi ibadah shalat fardhu adalah sebagai berikut: a. Mengingatkan kita kepada Allah. b. Mengidupkan rasa takut kepada Allah. d. Tali penghubung yang menghubungkan hamba dengan Allah Khaliqnya. e. Mendidik dan melatih kita menjadi orang yang tenang. f. Dapat menghadapi segala kesusahan dalam hati. h. Tidak takut kemiskinan dan kepapaan karena banyk mengeluarkan harta di jalan Allah. i. Menghasilkan ketetapan pendirian. j. Mengekalkan kita mengerjakan kebajikan. k. Memelihara aturan-aturan dan disiplin. l. Menjadi penghalang untuk mengerjakan kemungkaran dan keburukan. m. Menyebabkan kita berani meninggalkan maksiat dan tidak berani meninggalkan thaat.

Dari pernyataan di atas maka dapat dipahami bahwa ibadah shalat fardhu memiliki fungsi yang sangat baik dan sangat penting dalam kehidupan umat manusia khususnya kaum muslimin, yang berdampak positif baik pada aspek psikhis maupun phisik. Banyak sekali ayat-ayat yang mendukung pada fungsi ibadah shalat fardhu tersebut diantaranya Surat Thaha (20) ayat 14 sebagai berikut: Artinya: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka semabahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku (QS. Thaahaa : 14). Selanjutnya dalam Surat Al Maarij ayat 19-23 Allah SWT berfirman: Artinya: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. (QS. Al Maaarij : 19-23). Berdasarkan pada ayat tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa ibadah shalat fardhu wajib dilakukan oleh umat Islam karena banyak memiliki fungsi dalam kehidupan umat Islam dan fungsi itu harus dioptimalkan bagi umat Islam dengan menjalankan ibadah shalat secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi yang paling utama bagi pelaksanaan ibadah shalat fardhu tersebut adalah untuk mengingat Allah SWT, dimana seseorang yang sudah mampu untuk mengingat Allah dalam kehidupannya maka ia harus memenuhi kewajibannya, dan sebaliknya juga dari pelaksanaan ibadah shalat itu sendiri diusahakan secara maksimal agar Allah SWT selalu berada dalam alam pikirannya sehingga segala macam problema hidup diatasi dengan pikiran yang jernih dan ketenangan jiwa karena Allah selalu bersamanya. Ibadah shalat yang dilaksanakan umat Islam juga menghilangkah keluh kesah dan sifat kikir, karena dengan menjalankan ibadah shalat akan menumbuhkan kesadaran bahwa segala kenikmatan yang dimiliki oleh manusia hanyalah datang dari Allah dan semuanya harus dipergunakan dengan baik, harta yang dimilikinya juga harus digunakan untuk menempuh keridhaan Allah SWT., dan kekuatan jasmani serta rohani harus digunakan untuk beribadah dan tidak boleh digunakan untuk berbuat maksiat karena kemaksiatan akan mendatang azab dari Allah SWT. Fungsi dan manfaat Lain Shalat dari sisi Kesehatan. a. TAKBIRATULIHRAM Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu

meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. b.RUKUK Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah.Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat. c.I'TIDAL Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami, pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar. d.SUJUD Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. e.DUDUK Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

f.SALAM Gerakan Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Beri Nilai