Anda di halaman 1dari 8

TRFTERRRFFFF

TATA CARA PENULISAN SKRIPSI

TOPIK PEMBAHASAN Tata Cara Penulisan Skripsi Bahasa Bahan Pengetikan Penomoran Tabel (Daftar) Gambar Kutipan Daftar Pustaka

dan

TATA CARA PENULISAN LAPORAN PENELITIAN


Bahasa 1. Bahasan yang digunakan adalah bahasa Indonesia sesuai tata bahasa Indonesia yang baik (ada subyek dan predikat, dan dapat ditambahkan obyek dan keterangan. 2. Kalimat dan Suku Kata a. Susunan kalimat harus jelas, singkat, mudah dimengerti dan sederhana. Hendaknya dihindari adanya penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele. b. Satu alinea/paragraf terdiri dari beberapa kalimat yang saling berhubungan sehingga membentuk satu kesatuan uraian tertentu. Satu alinea atau bagian dari satu alinea tidak boleh hanya terdiri dari satu baris saja di permulaan halaman. Demikian pula, di akhir halaman satu alinea atau bagian dari satu alinea tidak boleh hanya satu baris saja. c. Hendaknya ada variasi penggunaan kata-kata dan bentuk kalimat (aktif dan pasif). d. Kalimat tidak boleh menampilkan bentuk orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, dan lainlain), tetapi dibuat dalam bentuk kalimat pasif. Pada prakata, sebainya tidak menggunakan kata saya, tetapi di ganti dengan kata peneliti. e. Kata penghubung seperti; sehingga, dan, sedangkan, dalam tidak boleh dipakai untuk memulai suatu kalimat. f. Awalan ke dan di harus dibedakan dengan kata depan ke dan di. g. Bilangan, lambang atau rumus yang memulai suatu kalimat huruf dieja misalnya; Sepuluh ekor ayam h. Tanda baca harus dipergunakan dengan tepat. Demikian pula dengan penggunaan huruf besar dan huruf kecil 3. Istilah a. Istilah yang dipakai ialah istilah Indonesia atau yang sudah di serap ke dalam bahasa Indonesiakan. b. Jika terpaksa harus memakai istilah asing, maka istilah tersebut dimiringkan. Bahan 1. Naskah Bahan naskah adalah kertas HVS 80 gram, dan ditulis hanya satu muka 2. Sampul depan

Sampul depan dari tesis atau skripsi dibuat dari kertas Bufalo atau yang sejenis, dan diperkuat dengan karton dan dilapisi dengan plastik (jilid hard cover). Warna sampul disesuaikan dengan jurusan atau program studi. 3. Ukuran naskah Bentuk kwarto (21 cm X 28,5 cm) Pengetikan 1. Jenis huruf Naskah diketik dengan huruf Times New Roman 12 atau Arial 11 (Dua belas huruf dalam satu inci)dan untuk seluruh naskah harus menggunakan huruf yang sama. 2. Bilangan dan satuan a. Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat Contoh ; - Pembelian 503 pupuk - Lima ratus tiga kilogram pupuk. b. Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan dengan titik, misalnya 53,20 kg gula c. Satan dinyatakan dengan singkatan resmi yang berlaku tanpa titik di belakangnya misalnya ; kg, cm, km 3. Jarak Baris Jarakbaris adalah 2 spasi, kecuali kutipan langsung yang lebih dari 5 baris, judul tabel dan gambar yang lebih dari 1 baris dan daftar pustaka diketik dengan 1 spasi ke bawah 4. Tepi Batas tepi ditinjau dari kertas, di atus sebagai berikut: a) tepi atas : 4 cm b) tepi bawah; 3 cm c) tepi kiri : 4 cm d) tepi kanan : 3 cm 5. Pengisian Ruangan Ruangan yang terdapat padahalam naskah harus diisi penuh, artinya pengetikan harus dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan (rata kiri dan rata kanan),dan jangan sampai ada ruangan yang terbuang, kecuali kalau akan mulai dengan alinea baru, tabel, gambar, atau hal-hal yang khusus. 6. Alinea Baru Alinea baru dimulai pada ketikan karakter yang ke-6 dari tepi kiri. 7. Judul, Sub Judul dan Anak Judul a. Judul harus diketik dengan huruf besar (kapital) dan di atur supaya simetris dengan jarak 4 cm dari tepi atas, tanpa diakhiri dengan titik. b. Sub Judul diketik mulai dari batas tepi kiri, semua kata dimulai dengan huruf besar (kapital), kecuali kata penghubung dan kata depan tanpa diberi garis bawah

dan tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah sub judul di mulai dengan alinea baru. c. Anak Sub Judul diketik mulai dari tepi kiri, huruf pertama kata di mulai dengan huruf besar (kapital), kecuali kata penghubung dan kata depan tanpa diberi garis bawah dan tanpa diakhiri dengan titik serta di ketik miring. Kalimat pertama sesudah sub judul di mulai dengan alinea baru. d. Sub Anak Sub Judul diketik mulai dari ketikan ke-6 diikuti dengan titik dan dimiringkan serta digarisbawahi. Kalimat pertama yang menyusul kemudian di ketik teru dalam satu baris dengan anak sub judul. 8. Rincian ke Bawah Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disusun ke bawah, pakailah nomor urut dengan angka atau huruf sesuai derajat rincian. Penggunaan garis penghubung (-) atau simbol yang lainnya yang ditempatkan di depan rincian tidak dibenarkan. 9. Letak Simetris Tabel, daftar gambar, persamaan/rumus dan judul di tulis simetris dari tepi kiri dan tepi kanan pengetikan. 10. Tanda Baca a. Setelah tanda titik diberi jarak 2 ketukan untuk memulai kalimat baru. b. Tidak terdapat jarak/spasi antara tanda titik dua dengan kata yang mendahuluinya, kecuali di urut ke bawah c. Tidak terdapat jarak/spasi pada tanda setelah buk kurung dan sebelum tutup kurung. Penomoran 1. Halaman a. Bagian awal tesis atau skripsi, mulai dari halam persetujuan sampai daftar lampiran (kalau ada), di beri nomor halam dengan angka Romawi kecil yang diletakkan sebelah bawah simetris dari tepi kiri dan kanan. b. Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari bab pendahuluan sampai bab penutup memakai angka Arab sebagai nomor halaman. c. Nomor halaman di ditempatkan di sebelah kanan atas, kecuali halaman pertama suatu bab ditempatkan di tengah bawah. d. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 2,5 cm dari tepi atas 2. Tabel dan Gambar Tabel dan gambar diberi nomor urut dengan angka Arab 3. Peramaan/Rumus

Semua persamaan berbentuk rumus matematika. Statistik dan lain-lain diberi nomor angka Arab di dalam kurung di tempatkan di dekat batas tepi kanan. Contoh : P = a + bQ (1) Tabel (Daftar) dan Gambar 1. Tabel a. Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa diakhiri dengan titik, dan ditulis dengan huruf besar tanpa di garis bawahi. Jarak tulisan tabel dengan nama tabel adalah 2 spasi sedangkan apabila nama tabel lebih dari 1 baris digunakan 1 spasi. b. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali kalau memang panjang, sehingga tidak mungkin kalau di ketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjut tabel, dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan , tanpa judul. c. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara yang satu dengan lainnya cukup tegas. d. Kalau tabel Iebih lebar dari ukuran kertas, sehingga hams dibuat memanjang kertas, bagian atas tabel harus diletakkan di sebelah kin atas. e. Di atas dan di bawah tabel di beri garis batas, agar terpisah dan uraian pokok dalam skripsi. f. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat, ditempatkan pada lampiran. g. Sumber tabel yang terdiri dari tulisan sumber dan nama sumber ditempatkan 2 spasi tepat di bawah tabel ( daftar) dan bila nama sumber lebih dari 1 baris berikutnya diketik dengan 1 spasi di bawahnya. Apabila tabel diambil dan buku, penulisan sumber mengacu pada buku yang diambil. 2. Gambar a. Bagan, grafik, dan peta semuanya disebut gambar (tidak dibedakan). b. Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan simetris dibawah gambar tanpa diakhiri dengan titik, dan tulisan dengan huruf besar tanpa di garis bawahi. Jarak tulisan gambar dan nama gambar adalah 2 spasi ke bawah dan apabila nama gambar lebih dari satu baris digunakan 1 spasi. c. Gambar tidak boleh dipenggal. Gambar yang lebih dan 1 halaman dapat dilipat dan di tempatkan pada urutan halamannya.

Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong di dalam gambar dan jangan pada halaman lain. e. Bila gambar di lukis melebar sepanjang tinggi kertas, bagian atas gambar harus diletakkan di sebelah kiri kertas. f. Ukuran gambar ( lebar dan tingginya) diusahakan supaya sewajar-wajarnya (jangan terlalu kurus atau terlalu gemuk).
d.

Kutipan Kutipan digunakan untuk memperkuat pendapat dengan jalan mengutip pendapat lain dan untuk memperluas bahasan dengan jalan mengajukan pendapat yang sama atau pun yang berbeda. Kutipan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. 1. Kutipan Langsung a. Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis dengan aslinya, baik mengenai susunannya, katakatanya, ejaannya, maupun tanda bacanya. Kutipan ini sebaiknya sependek mungkin dan diperlukan penjelasan hubungan kutipan ini dengan ide dalam skripsi. Kutipan langsung digunakan untuk menunjukkan otoritas atau keaslian karena keunikannya. b. Kutipan langsung kurang dari lima bans dimasukkan dalam uraian skripsi dengan diberi tanda petik. Jika terdiri dari lima bans atau lebih, diketik dengan mengosongkan 4 karakter dari kin dengan jarak 1 spasi c. Kutipan dengan kalimat yang dipotong, harus diberi tanda tiga titik (...) pada awal kalimat atau pertengahan kalimat. Jika pada akhir kalimat yang dipotong ditambahkan satu titik menjadi empat titik. d. Kutipan berupa daftar, gambar, bagan organisasi, dan yang sejenisnya diberi nomor catatan kaki pada judul nya. e. Kutipan dan kutipan harus menyebut sumber pertamanya dengan jelas. 2. Kutipan Tidak Langsung Kutipan tidak langsung adalah kutipan mengenai pendapat/ide orang lain yang dijabarkan dengan kata-kata penulis sendiri. Pendapat/ide yang dikutip harus ditunjukkan sumbernya. Kutipan tidak langsung lebih baik daripada kutipan langsung. 3. Cara Penulisan Kutipan a. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: (Kam 1986). b. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: (Anthony dan Govindarajan 1996)

Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis (Weygandt dkk. 19%) atau (Weygandt et al. 1996) d. Dua sumber kutipan dengan penulis yang berbeda: (Hendriksen 1982; Kam 1986) e. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: (Brownell 1981, 1983). Jika tahun publikasi sama (Brownell 1982a, 1982b). f. Sumber kutipan berasal dari institusi: (IAI 1994). g. Kutipan yang bersumber dari teks-book dengan mencantumkan halaman, sedangkan kutipan dari jumlah tidak perlu mencantumkan halaman. 4. Catalan Kaki Catalan kaki hanya dipakai untuk menjelaskan suatu kalimat atau suatu istilah yang tidak penting dalam teks, tetapi pembaca perlu tahu atau diingatkan. Sumber acuan tidak dimuat dalam catatan kaki, tetapi dalam Bibliography atau Daftar Pustaka di belakang. Apabila catatan kaki itu memuat penjelasan yang sangat panjang. lebih baik ( semuanya) dipindahkan posisinya sebagai catatan akhir (end notes) dan ditempatkan pada akhir setiap bab. Tentu saja penulisannya harus konsisten sejak awal.
c.

Daftar Pustaka Daftar pustaka berfungsi untuk menunjukkan cakupan suatu penelitian atau karya tulis lainnya, apakah karya tulis tertentu dipakai dan memberi masukan tentang karya tulis kepada pembacanya Hanya pendapat yang diacu saja yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka. 1. Cara Penulisan Daftar Pustaka a. Nama keluarga penulis diketik terlebih dahulu dan diberi tanda koma sebagai pemisah dari nama pertama penulis. b. Jika penulis lebih dari satu, nama penulis pertama yang dibalik, nama penulis kedua tidak di balik. c. Jika penulis lebih dari tiga, nama penulis pertama yang dibalik, nama penulis lainnya tidak dibalik. Dalam catatan kaki atau referensi dalam teks, nama penulis lainnya tidak dicantumkan tetapi diganti dengan el al. atau dkk. 2. Derajat Kesarjanaan Derajat kesarjanaan penulis yang tulisannya diacu tidak boleh dicantumkan. Contoh : a. Artikel Jurnal

Imam Ghozali. 1998. " Etika Bisnis Dalam Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia". Jurnal Bisnis Strategy Program MM UNDIP vol. 2 Th.l.pp.17-30 Rad, P. 1997, "Measuring Consumer Perception Trough Factor Analysis". The Asian Manager. FebruaryMarch. pp. 28-32. b. Buku Teks: Kotler, P. 1994. Marketing Management : Analysis, Planning. Implementation, and Control. 8th Ed. Englewood Chiff Prentice Hall. Emory,C.W. and Cooper, D.R.1991. Business Researcher Methods. 4th Edition. Irwin.
c.

Artikel dalam Proceeding atau Kumpulan Karangan Levitt, T.1991." Marketing Myopia". B.M.Ennis and K.K.. Cox (Eds). Marketing Classic: A. Selection Of AJhenlial Articles. 7* Ed. Boston , Allyn and Bacon, pp 3-21

d. Skripsi Melinda Chaherin Usman 2002. Penerapan Non Financial Performance Measure untuk Mengukur Kinerja pada P.T. Glasindo Utama. Skripsi UAJ (tidak dipublikasikan) e. Basis data tanpa penulis Biro Pusat Statistik. 1995. Statistik Indonesia. Jakarta. Indonesia f. Artikel dan Internet Tonokan.1991. "The Future of Accounting in the Context of E-Commerce" http://www.msi.edu/ecommerse.htm (22 September 2009)