Anda di halaman 1dari 30

RENCANA ASUHAN TRIMESTER I DAN PENATALAKSANAAN ASUHAN KEHAMILAN TRIMESTER I Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata

Kuliah Asuhan Kebidanan I

Disusun oleh : KELOMPOK 4 Komala Sri Vidya Putri Viani Niken Tri Setyorini Mira Maryani L Widiarti Nenden Yuliani (130103100044) (130103100049) (130103100050) (130103100051) (130103100055) (130103100069)

Angkatan VI B

PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya, Kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya. Adapun maksud dan tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini tentu masih banyak kekurangan. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan, agar kelak tugas-tugas kami selanjutnya dapat menuju tingkat yang lebih baik dan lebih baik lagi. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.

Oktober 2011

Penyusun

DAFTAR ISI Kata Pengantar ..................................................................................................... Daftar Isi ............................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1.2 Tujuan ................................................................................................ 1.3 Manfaat .............................................................................................. BAB II ISI 2.1 Kebutuhan Fisik Ibu hamil ................................................................. 2.2 Penatalaksanaan Asuhan Kehamilan Trimester I ............................... BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 3.2 Saran ................................................................................................... Daftar Pustaka ...................................................................................................... Lampiran ..............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

1.2. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Mahasiswa mampu mengetahui kebutuhan fisik ibu hamil pada trimester 1 meliputi kebutuhan Oksigen, Nutrisi, Personal Hygiene, Pakaian, eliminasi,
seksual, mobilisasi, dan body mekanik, exercise, istirahat/tidur, imunisasi, travelling, obat-obatan/vitamin

2. Mahasiswa mampu mengetahui penatalaksanaan asuhan kehamilan trimester 1

1.3.Manfaat Adapun manfaat yang dapat kita petik dari penulisan makalah ini antara lain : 1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami mengenai kebutuhan fisik ibu hamil pada trimester 1 meliputi kebutuhan Oksigen, Nutrisi,
Personal Hygiene, Pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi, dan body mekanik, exercise, istirahat/tidur, imunisasi, travelling, obat-obatan/vitamin

2. Mahawiswa dapat mengetahui dan memahami penatalaksanaan asuhan


kehamilan trimester 1

BAB II ISI 1.2 Kebutuhan Fisik Ibu Hamil 1. Oksigen Kebutuhan oksigen wanita hamil menignkat kira-kira 20 % sehingga untuk kebutuhannya itu, wanita hamil selalu bernafas lebih dalam dan bagian bawah thoraksnya juga melebar ke sisi. Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia sama yaitu: Udara yang bersih Tidak kotor / polusi udara Tidak bau, dsb.

Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang dipenuhi oleh polusi udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk merokok). Untuk mensiasati kebutuhan oksigen yang meningkat pada ibu hamil, ibu dapat melakukan senam pernafasan.
Cara Senam Pernafasan Dengan posisi berdiri atau sambil berjalan-jalan 1. 2. 3. Mulut menutup Tarik nafas sedalam mungkin dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan Otot pernafasan yang dilatih adalah otot diafragma dengan mengendorkan dan mengencangkan dinding abdomen dan melakukan kontraksi dan relaksasi tulang iga 4. Lakukan senam pernafasan ini beberapa kali sehingga dapat tercapai kesegaran jasmani yang optimal.

Penurunan Level Oksigenasi Pada Ibu Hamil Penurunan level oksigenasi pada ibu hamil dapat menyebabkan nilai

APGAR rendah (suatu penilaian untuk menolong identifikasi adaptasi bayi segera setelah lahir) Aspirasi mekonium tinja bayi pertama di dalam kandungan) yang dapat berakibat sindrom gawat nafas Hipoglikemi (kadar gula rendah) Kesulitan mempertahankan suhu tubuh janin Polisitemia (kebanyakan sel darah merah) Pada kasus-kasus PJT (Pertumbuhan Janin Terhambat). Yang sangat parah dapat berakibat janin lahir mati (stillbirth) atau jika bertahan hidup dapat memiliki efek buruk jangka panjang dalam masa kanak-kanak nantinya. Kasus-kasus PJT dapat muncul, sekalipun Sang ibu dalam kondisi sehat, meskipun, faktor-faktor kekurangan nutrisi dan perokok adalah yang paling sering. Menghindari cara hidup berisiko tinggi, makan makanan bergizi, dan lakukan kontrol kehamilan (prenatal care) secara teratur dapat menekan risiko munculnya PJT. Perkiraan saat ini mengindikasikan bahwa sekitar 65% wanita pada negara sedang berkembang paling sedikit memiliki kontrol 1 kali selama kehamilan pada dokter, bidan, atau perawat. Angkanya tinggi pada negara Amerika Latin dan Karibia (83%) sementara rendah pada negara Asia Selatan (51%). 2. Nutrisi Selama Kehamilan, terjadi peningkatan kalori sekitar 80.000 KK sehingga dibutuhkan penambahan kalori sebanyak 300 KK/ hari. Penambahan ini dihitung melalui protein, lemak yang ada pada janin, lemak pada ibu, dan konsumsi O2 ibu selama 9 bulan. Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg

Metabolisme Basal meningkat 15-20 % karena hal-hal berikut : 1. Pertumbuhan janin, plasenta, jaringan pada tubuh. 2. Peningkatan aktivitas kelenjar-kelenjar endokrin 3. Keaktifan jaringan protoplasma janin sehingga meningkatkan

kebutuhan kalori. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk : Pertumbuhan dan perkembangan janin Mengganti sel-sel tubuh yang rusak Sumber tenaga Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk menjalani proses kehamilan yang sehat, antara lain : Konsumsi makanan dengan porsi yang cukup dan teratur menghindari makanan yang terlalu asin dan pedas menghindari makanan yang mengandung lemak cukup tinggi menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna menghindari merokok Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi terdiri dari susunan menu yang seimbang yaitu menu yang mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan pelindung. A. Sumber Tenaga (Sumber Energi)

Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari sekitar 15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari. Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak. B. Sumber Pembangun Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari protein. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan kandungan. C. Sumber Pengatur dan Pelindung Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air, vitamin dan mineral. Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran proses metabolism tubuh. Kebutuhan makanan sehari-hari untuk ibu hamil, yaitu : Kalori : 2500 Kkal Protein : 85 g Kalsium (Ca) : 1,5 g Zat besi (Fe) : 15 mg Vitamin A : 6000 IU Vitamin B : 1,8 mg Vitamin C : 100 mg Riboflavin : 2,5 mg As nicotin : 18 mg Vitamin D : 400-800 IU Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil untuk setiap trimester berbeda-beda, hal ini berhubungan dengan kondisi ibu pada setiap trimester tersebut. Pada kehamilan trimester pertama (0-14 minggu), umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan muntah. Pada kondisi ini, ibu

harus tetap berusaha untuk makan agar janin tumbuh baik. Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering, seperti sup, susu, telur, biskuit, buah-buahan segar dan jus. Pada trimester kedua (s/d usia 28 minqgu), nafsu makan sudah pulih kembali kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya meliputi zat sumber tenaga, pembangun, pelindung dan pengatur. Hal ini untuk kebutuhan janin. Pada trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat baik, tetapi jangan kelebihan, kurangi karbohidrat, tingkatkan protein, sayur-sayuran dan buahbuahan, lemak harus tetap dikonsumsi. Selain itu kurangi makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam, ikan asin, telur asin, tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan memberikan kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya keracunan saat kehamilan. Untuk memperoleh asupan makanan yang sehat, ibu hamil dianjurkan untuk mengolah makanan secara sehat pula. Adapun cara pengolahan makanan yang sehat dan tepat sebagai berikut : Memilih sayuran dan buah-buahan yang segar dan berwarna kuning Memilih daging dan ikan yang segar Cuci tangan yang bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan Cuci bahan makanan yang bersih Tidak memasak sayuran sampai layu Mengonsumsi makanan yang diolah sampai matang Menghindari pemakaian zat pewarna, pengawet, bumbu masak (vetsin) Menghindari pemakaian minyak yang sudah berkali-kali digunakan Perhatikan tanggal kadaluarsa dan komposisi vitamin, mineral dan tempat makanan kemasan. Nutrisi selama Trimester I Penambahan BB ibu selama hamil adalah indikator baik/kurang baiknya asupan gizi pada Ibu Hamil. Penambahan BB pdtrimester I: 1 3.5 kg.

Penambahan BB Saat Hamil : Bayi Placenta Ketuban Kandungan Payudara Peningkatan darah ibu Cairan jaringan ibu Lemak ibu Peningkatan BB 3. Personal Hygiene Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri. Kebersihan badan mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman. a. Cara merawat gigi Gingivitis yang sering timbul pada sebagian besar ibu hamil dapat ditangani dengan merawat gigi. Perawatan gigi perlu dalam kehamilan juga karena gigi yang baik menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain : Tambal gigi yang berlubang Mengobati gigi yang terinfeksi Untuk mencegah caries 3.4 kg 0.7 0.8 0.9 0.40 1.25 1.35 3.2 12.0 kg

Menyikat gigi dengan teratur Membilas mulut dengan air setelah makan Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa (mouthwash/listerin)

b. Manfaat mandi Merangsang sirkulasi Menyegarkan Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan Mandi hati-hati jangan sampai jatuh Air harus bersih Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas Gunakan sabun yang mengandung antiseptik

c. Perawatan rambut Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali

d. Payudara Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan jika terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.

e. Perawatan vagina / vulva Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. Hal hal yang harus diperhatikan adalah : Celana dalam harus kering Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus

f.

Perawatan kuku

Kuku bersih dan pendek

4. Pakaian Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut / pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan. Penyokong Payudara (Bra) Desain bra harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. Bra harus tali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. Pemakaian bra dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 sesudah terbiasa boleh menggunakan bra tipis/ tidak memakai bra sama sekali jika tanpa bra terasa lebih nyaman. Ada dua pilihan bra yang biasa tersedia, yaitu bra katun biasa dan bra nylon yang halus. Korset Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. Korset ibuhamil didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis di sebelah depan dan masingmasing di sisi bagian tengah pinggang disebelah belakang. Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tonus

otot perut yang rendah. Untuk kehamilan dapat menimbulkanketidaknyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengenakannya. 5. Eliminasi Pada trimester I kehamilan, ibu sering mengeluh rasa tidak nyaman karena frekuensi buang air kecil ibu yang meningkat. Karena itu, ibu harus diberikan konseling untuk tidak mengurangi konsumsi cairan. Ibu juga diharapkan tidak mengkonsumsi kopi maupun teh juga minuman yang bersoda karena akan meningkatkan frekuensi berkemih. Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah. 6. Seksual Karena perubahan jormonal pada trimester I kehamilan, biasanya menyebabkan seorang wanita berkurang giarah seks nya. Memasuki trimester II kehamlan biasanya tubuh seorang wanita hamil berada dalam kondisi cukup nyaman karena morning sickness mulai menghilang dan perut yang belum terlalu besar menyebabkan gairah seks bisa kembali meningkat. Selajutnya pada trimester II kehamilan, biasanya gairah seks menurun kembali karena perut yang semakin membesar dan punggung terasa sakit dan pegal. Pada trimester ini mungkin akan terlihat perubahan dalam aktivitas seksual selama minggu-minggu awal kehamilan.. Ketidaknyamanan fisik sangat umum bagi wanita pada saat ini. Ibu hamil mungkin merasa sangat lelah, mual, atau

mengalami muntah.. Perasaan bahwa perlu pergi ke kamar mandi sering juga sangat umum. Payudara ibu hamil mungkin merasa sangat lembut untuk disentuh. Gejala ini akibat dari perubahan dalam hormon dan sirkulasi darah yang disebabkan oleh kehamilan. Letih, mual, dan sering buang air kecil mempengaruhi hasrat seksual dan aktivitas. Beberapa orang, hamil atau tidak, tertarik pada seks ketika mereka lelah atau tidak merasa baik. Seiring dengan ketidaknyamanan fisik, juga mungkin khawatir bahwa hubungan seksual dapat menyebabkan keguguran. Seksual atau jenis aktivitas seksual tidak akan menyebabkan keguguran secara normal. Kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila terdapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan bisa terangsang karena, sperma mengandung prostaglandin. perlu diketahui keinginan seksual ibu hamil tua sudah berkurang karena berat perut yang makin membesar dan tekniknya pun sudah sulit dilakukan. Posisi diatur untuk menyesuaikan pembesaran perut. Janin terlindung oleh placenta dan cairan amnion di dalam uterus,oleh karena nya berhubungan seks tidak akan menyakiti janin. Orgasme pada saat berhubungan seks khususnya pada saat hamil memang dapat menyebabkan rahim kontraksi, akan tetapi kontraksiini berbeda dengan kontraksi pada saat akan melahirkan. Posisi Berhubungan Seksual Yang Disarankan Saat Trimester I Kehamilan Pada trimester pertama kehamilan, ibu dan suami masih bisa melakukan hubungan seks dengan berbagai posisi. Namun, perlu diingat bahwa hubungan

seks yang dilakukan harus hati-hati, mengingat pada trimester pertama kehamilan janin masih rentan terhadap resiko keguguran karena guncangan. Pada umumnya, hubungan seksual dengan pasangan pada trimester I kehamilan akan sedikit terganggu, meskiun bentuk tubuh belum berubah terlalu banyak, namun hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormonal yang meyebabkan mual, muntah, dan sebagainya sehingga menyebabkan keinginan untuk berhubungan seksual menurun. 7. Mobilisasi, Body Mekanik Pada dasarnya, ibu hamil trimester I belum mengalami perubahan badan yang signifikan, karenanya mobilisasi dan body mekanik ibu pada trimester masih sama seperti saat ibu belum hamil, namun ibu diharapkan tidak melakukan aktivitas berat karena pada trimester I kehamilan, ibu masih rentan terhadap keguguran, karena itu, ibu harus memilih-milih aktivitasnya. Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang. 8. Exercise / Senam Hamil Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut : Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan lain-lain.

Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan terpenuhi.

Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otototot dasar panggul dan lain-lain.

Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan. Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.

Mendukung ketenangan fisik

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut : Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu) Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak premature pada persalinan sebelumnya Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang Berpakaian cukup longgar Menggunakan kasur/ matras

Latihan Otot Kaki a. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat. b. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali. c. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali. d. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya.

e. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.

Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki.

Latihan Pernafasan 1) Pernafasan perut a. Tidurlah terlentang dengan satu bantal, kedua lutut dibengkokkan dan dibuka kurang lebih 20 cm. b. Letakkan kedua telapak tangan di atas perut di sekitar pusat sebagai perangsang. c. Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, perut mengembang mendorong kedua tangan ke atas. Perhatikan bahwa gerakan pernafasan dilakukan dengan perut (jadi dada tidak ikut kembang kempis). Kegunaan: dokter/bidan. Melemaskan dinding perut agar mudah diperiksa oleh

2) Pernafasan iga a. Tidur terlentang (seperti pada pernafasan perut), letakkan kedua tangan dalam posisi mengepal di iga sebagai perangsang. b. Bernapaslah seperti pada pernapasan perut, dengan pengecualian tangan menekan iga ke dalam dan iga mengembang mendorong kedua tangan ke arah samping luar. Kegunaan: Mendapatkan oksigen sebanyak mungkin. 3) Pernapasan dada a. Tidur terlentang (seperti pada pernapasan perut), letakkan kedua tangan di dada bagian atas. b. Keluarkan napas dari mulut (tiup) dengan tangan menekan dada ke arah dalam.

c. Tarik napas dari mulut dengan mulut terbuka, dada mengembang mendorong ke dua tangan ke atas.

Kegunaan: Mengurangi rasa sakit saat bersalin. Semua gerakan latihan pernapasan di atas sebaiknya dilakukan enam kali sehari, di pagi hari sesudah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Latihan Otot Panggul a. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan. b. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur. c. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang. d. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.

Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha.

Latihan Otot Betis a. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap. b. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas. c. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan. d. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai. e. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari. Kegunaan: Mencegah kejang di betis.

Latihan Otot Pantat a. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan. b. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan. c. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh mungkin. d. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali sehari. Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan.

Latihan Anti Sungsang a. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan agak diregangkan. b. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan. c. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 20 menit/kali. Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah. 9. Istirahat / Tidur Tidur selama kehamilan trimester I ketika perut belum membesar tidak menimbulkan masalah. Masalah tidur selama kehamilan baru muncul ketika perut semakin membesar. Selain tidur, relaksasi juga merupakan kebutuhan istirahat ibu hamil khususnya pada trimester I kehamilan. Hal ini dikarenakan ibu mengalami ketidaknyamanan pada awal kehamilan sebagai bentuk adaptasi tubuh ibu terhadap kehamilan. Istirahat yang dimaksud bukan hanya tidur semata, namun kebutuhan ibu untuk istirahat dari kegiatan fisik maupun kegiatan secara emosional, karena itu

relaksasi dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menunjang kebutuhan istirahat ibu hamil. Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari haru dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang 1 jam. 10. Imunisasi Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manuasia. Sedangkan kebal adalah suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu. Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain. (Depkes RI, 1994) Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya akibat yang membahayakan Janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8 bulan. Imunisasi TT1 TT2 TT3 TT4 Interval Selama kunjungan antenatal pertama 4 minggu setelah TT1 6 bulan setelah TT2 1 tahun setelah TT3 Durasi Perlindungan 3 tahun 5 tahun 10 tahun

TT5

1 tahun setelah TT4

25 tahun (seumur hidup)

11. Travelling Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedem tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan. Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan di kendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian. Berpergian

dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan. Traveling selama kehamilan : 1. Trimester I merupakan waktu yang sangat sensitive karena rawan terjadi keguguran dan kehamilan di luar kandungan. 2. Trimester II (14-28 minggu), merupakan waktu yang ideal untuk bepergian karena rasa mual, kelelahan sudah berkurang dan resiko terjadinya kelahiran premature masih cukup lama dapat terjadi namun tetap berhati-hati. 3. Trimester III (29-40 minggu) resiko yang paling difikirkan dari bepergian adalah terjadinya kelahiran premature dan jika ingin tetap bepergian sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan. Kendaraan yang dapat digunakan untuk traveling seperti mobil, kereta api, pesawat terbang. Bepergian dengan pesawat terbang saat hamil itu aman. Wanita dengan kehamilan tanpa komplikasi apapun dapat naik dengan pesawat terbang, namun hal itu akan meningkatkan resiko pembekuan pembuluh darah vena. 12. Obat-Obatan / Vitamin Selama kehamilan, sangat penting untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral khsusunya yg dasar yaitu: zat besi : kebutuhan (30-60 mg), folid acid/vitamin B9 (0,6 mg), kalsium (1000 mg) vitamina A (6000 IU) Vitamin C ( min 80 mg) dan Vitamin D (4 mcg) cairan 8-10 gelas (air putiih)

Ibu hamil tidak dianjurkan berlebihan mengonsumsi vitamin (obat) karena sebagai contoh vitamin A dan D itu jika berlebihan, tubuh tidak bisa membuang kelebihan vitamin tersebut dan dapat menyebabkan cacat lahir. Sedangkan konsumsi obat lain selain vitamin sangat tidak dianjurkan karena akan berdapmpak buruk terhadap pertumbuhan janin. Trimester I kehamilan merupakan fase dimana janin mengalami organogenesis yakni pembentukan organ-organ vital terutama otak, oleh karena itu, konsumsi obat pada trimester I kehamilan sangat dilarang karena dikhawatirkan akan terjadi cacat congenital. 2.2. Penatalaksanaan Asuhan Kehamilan Trimester I 1. Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil. 2. Mendeteksi masalah dan menanganinya 3. Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan 4. Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi 5. Mendorong perilaku yang shat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan sebagainya 6. Memberikan koseling kepada ibu dan suami (jika memungkinkan) gmengenai kehamilan ibu. Termasuk didalam nya adalah pemberian infoemasi mengenai ebutuhan fisik ibu hamil trimester I meliputi kebutuhan Oksigen, Nutrisi, Personal Hygiene, Pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi, dan body mekanik, exercise, istirahat/tidur, imunisasi, travelling, obat-obatan/vitamin) .

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Secara garis besar, kebutuhan fisik ibu hamil trimester I merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan oleh semua ibu hamil. Bidan dalam profesinya melakukan asuhan kepada ibu dengan cakupan sebagai berikut : 1. Oksigen Kebutuhan oksigen wanita hamil menignkat kira-kira 20 % sehingga untuk kebutuhannya itu, wanita hamil selalu bernafas lebih dalam dan bagian bawah thoraksnya juga melebar ke sisi. Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia sama yaitu: Udara yang bersih Tidak kotor / polusi udara Tidak bau, dsb.

Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang dipenuhi oleh polusi udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk merokok). 2. Nutrisi

Selama Kehamilan, terjadi peningkatan kalori sekitar 80.000 KK sehingga dibutuhkan penambahan kalori sebanyak 300 KK/ hari. Penambahan ini dihitung melalui protein, lemak yang ada pada janin, lemak pada ibu, dan konsumsi O2 ibu selama 9 bulan. Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg . 3. Personal Hygiene Perawatan perineum dan Vagina a. Arah pada saat mengusap (dari depan ke belakang) b. Menggunakan panty dari bahan bahan katun c. Mengganti dengan rutin celana dalam d. Tidak melakukan doucing Perawatan gigi a. Konsultasi dengan dokter gigi untuk menghidari terjadinya gingivitis b. Membersihkan gigi setiap kali seusai makan c. Perawatan gusi, penjelasan bahwa gusi lebih mudah berdarah akibat hyperemia pada pertengahan kehamilan Mandi a. Tidak mandi air panas (melelahkan) b. Tidak mandi air dingin karena membuat tubuh ibu menggigil c. Pada awal kehamilan, mandi siram atau mandi di bak masih menjadi pilihan d. Pada akhir kehamilan, mandi siram lebih aman dibandigkan dengan mandi di bak karena kecanggungan yang ditimbulkan akibat perubahan pada pusat dan keseimbangan; pastikan untuk alas pada bak mandi dan lantai kamar mandi tidak licin.

4.

Pakaian Pada trimester I kehamilan, ibu belum merasakan perubahan pada badan ibu , sehingga jarang ada keluhan dalam pemilihan pakaian yang hendak digunakan ibu. Namun, nyeri payudara pada trimester 1 kehamilan membuat ibu harus merubah cara pemilihan bra yang hendak digunakan. Penyokong Payudara : bra yang baik penting untuk mencegah atau mengurangi nyeri pada payudara akibat payudara yang membesar, juga selain itu dapat member ruang untuk memfasilitasi fngsi duktus. Bra yang baik memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Bahan bra menyokong dengan baik, berpori lembut dan mudah dicuci b. Bra memiliki bentuk yang mencegah penekanan dan iritasi pada payudara dan putting, sekaligus memberikan sokongan yang pas. c. Tali bahu yang mudah disesuaikan dan lebar d. Tali belakang yang lebar dengan kait pengencang yang mudah disesuaikan Selain itu, pakaian pada ibu hamil hendaknya memenuhi criteria sebagai berikut : a. Pakaina yang mendukung, mudah dicuci, longgar (jangan memakai pakaian yang ketat, hendaknya ibu menggunakan pakaian yang nyaman digunakan), dan meningkatkan suasana hati b. Mudah disesuaikan c. Sepatu yang nyaman dengan alas lebar, hindari sepatu yang bertumit tinggi, yang tidak stabil dan meningkatkan masalah lordosis d. Penggunaan pakaian hamil biasanya mulai digunakan ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu.

5. Eliminasi

Pada trimester I kehamilan, ibu sering mengeluh rasa tidak nyaman karena frekuensi buang air kecil ibu yang meningkat. Karena itu, ibu harus diberikan konseling untuk tidak mengurangi konsumsi cairan. Ibu juga diharapkan tidak mengkonsumsi kopi maupun teh juga minuman yang bersoda karena akan meningkatkan frekuensi berkemih. Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah. 6. Seksual Pada trimester pertama kehamilan, ibu dan suami masih bisa melakukan hubungan seks dengan berbagai posisi. Namun, perlu diingat bahwa hubungan seks yang dilakukan harus hati-hati, mengingat pada trimester pertama kehamilan janin masih rentan terhadap resiko keguguran karena guncangan. 7. Mobilisasi, Body Mekanik a. Postur tubuh b. Body mekanik Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang. 8. Exercise

Wanita hamil sebaiknya melakukan hal yang biasa ia lakukan karena dapat menghentikan kelelahan ringan, dan latihan sebaiknya jangan dilakukan secara berlebihan. Kehamilan bukanlah saat untuk memelajari jenis olahraga baru. Latihan harian, seperti jalan-jalan diluar rumah, sangat baik untuk kesehatan mental, relaksasi, pencernaan dan pengondisian otot. 9. Istirahat / tidur Sebagai tambahan terhadao jumlah waktu yang diperlukan, wanita harus memiliki periode istirahat secara berkala selama siang hari. Istirahat yang dimaksud bukan hanya tidur semata, namun kebutuhan ibu untuk istirahat dari kegiatan fisik maupun kegiatan secara emosional, karena itu relaksasi dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menunjang kebutuhan istirahat ibu hamil. 10. Imunisasi Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8 bulan. 11. Travelling Kebutuhan ibu untuk travelling atau sekedar berjalan-jalan harus terpenuhi jika hal itu memungkinkan untuk dilakukan. Namun, travelling itu harus di iringi dengan akses keamanan dan keselamatan bagi ibu dan bayi. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan. 12. Obat-Obatan / Vitamin

Trimester I kehamilan merupakan fase dimana janin mengalami organogenesis yakni pembentukan organ-organ vital terutama otak, oleh karena itu, konsumsi obat pada trimester I kehamilan sangat dilarang karena dikhawatirkan akan terjadi cacat congenital.

3.2 Saran Semoga dengan dibuatnya makalah ini, mahasiswa kebidanan dapat memahami dan mengerti mengenai rencana asuhan trimester II meliputi kebutuhan ibu hamil yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan Oksigen,
Nutrisi, Personal Hygiene, Pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi, dan body mekanik, exercise, istirahat/tidur, imunisasi, travelling, obat-obatan/vitamin. Kami sadar bahwasanya makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat kami nantikan demi terciptanya perbaikan dalam setiap tugas-tugas kami selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA 1. Yuliikhah, Lily.2009. Kehamilan.Jakarta : EGC 2. Siswosuharjo, Suwignyo. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat. Jakarta : Penebar Plus 3. Suririnah, dr. 2008. Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan Panduan Bagi Calon Ibu. Jakarta : Grramedia Pustaka Utama 4. Rata, Hidayati. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Kehamilan Fisiologis dan Patologis. Jakarta : Salemba Medika. 5. Bobak. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 6. http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?sid=c852ff0c-aeb24371-86e5-8a02d917ef44%40sessionmgr104&vid=2&hid=123