Anda di halaman 1dari 10

MEMAHAMI STRATEGI

Strategi adalah rencana rencana untuk mencapai tujuan organisasi. Tiap organisasi memiliki strategi yang berbeda-beda, dan pengendalian harus disesuaikan dengan syarat strategi pasifik. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas berbeda, factor keberhasilan berbeda , ketrampilan dan perilaku yang berbeda pula. Strategi menyediakan konteks luas dimana seseorang dapat mengevaluasi optamalitas unsure unsure system pengendalian manajemen. 1. Tujuan Tujuan perusahaan ditentukan oleh pemimpin manajemen puncak ( Chief executive officerCEO) perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan nasihat yagn diberikan para manajer senior lainnya dn biasanya kemudian diratifikasi oleh dewan direksi.biasanya tujuan-tujuan perusahaan dirancang oleh para pendirinya dan berlaku untuk generasi-generasi selanjutnya.Contohnya Henry Ford, Ford Motor Company, Alfred P. Sloan, dan Walt Disney. Profitabilitas Dalam bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling penting. Profitabilitas dinyatakan dalam arti dan konsep yang paling luas melalui persamaan yang merupakan hasil dari dua rasio : Contohnya : Pendapatan Beban X Pendapatan = ROI Pendapatan Investasi

$10.000 - $9500 X $ 10.000 = 12,5 % $10.000 $4.000

Rasio pertama dalam perhitungan ini disebut presentase margin laba ( Profit margin percentage ) ( $10.000 - $ 9.500 ) / $ 10.000 = 5 % Rasio kedua merupakan perputaran investasi ( Investment turnover ITO ) $10.000 / $4.000= 2,5 kali Produk dari dua rasio ini adalah pengembalian atas investasi ( return on investasment ROI ): 5 % X 2,5 kali = 12,5 %.

Profitabilitas mengacu pada laba dalam jangka panjang, bukan laba kuartal atau tahun berjalan. Banyak pengeluaran pada periode berjalan ( misalnya jumlah, uang yang dikeluarkan untuk iklan atau penelitian dan pengembangan ) mengurangi laba saat ini namun meningkatkan laba jangka panjang. Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham Ada dua alasan yang diyakini untuk mencapai tingkat laba yaitu : 1. Memaksimalkan, yaitu menyiratkan bahwa selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Jika maksimilisasi merupakan tujuan tersendiri, maka pihak manajemen akan menggunakan setiap jam kerja yang ada ( dan jika perlu, bekerja semalam suntuk ) memikirkan semua alternatif yang tidak ada habis habisnya untuk meningkatkan profitabilitas. 2. Meskipun upaya mengoptimalkan nilai pemegang saham mungkin menjadi tujuan utama namun ini bukan berarti merupakan satu-satunya tujuan bagi banyak organisasi.Tentu saja, jika sebuah perusahaan tidak bisa menghasilkan laba setidaknya setara dengan biaya modalnya,dan kecuali perusahaan mampu melakukan hal tersebut ia tidak bisa dituntut untuk melakukan tangung jawab yang lain. Akan tetapi, kinerja ekonomi bukanlah satu-satunya tanggung jawab dari satu perusahaan, begitu juga dengan nilai pemegang saham. Banyak manajer yang ingin berperilaku secara etis, dan banyak dari mereka merasakan adanya kewajiban yang harus mereka emban kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Risiko Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan pihak manajemen untuk mengambil resiko. Tingkat pengambilan resiko sangat bervariasi, tergantung pada kepribadian atas masing-masing individu dijajaran manajemen. Tanggung jawab utama perusahaan adalah menjaga aset-aset perusahaan sedangkan profitabilitas menjadi tujuan kedua. Sebagian besar krisis keuangan yang terjadi di asia selama tahun 1996-1998 bisa dilacak dari fakta bahwa bank bank di asia telah memberikan pinjaman yang kelihatannya sangat menguntungkan tanpa memperhatikan tingkat resiko yang dihadapi. Pendekatan Banyak Stakeholder Organisasi organisasi terlibat dalam tiga jenis pasar yaitu pasar modal, pasar produk, dan pasar factor. Sebuah perusahaan mencari dana melalui pasar modal (capital market) dimana para pemegang saham public merupakan

konsitituennya yang sangat penting. Perusahaan menjual barang dan jasa di pasar produk (produk market) dimana para konsumenlah yangmenjadi konsitituennya. Sementara perusahaan berkompetensi untuk memperoleh sumber daya seperti sumber daya manusia dan bahan- bahan mentah dipasar factor (factor market) dimana ang menjadi konstituen utamanya adalah pegawai perusahaan dan para pemasok serta berbagai komunitas yang menyediakan sumber daya dan menjadi tempat beroperasinya perusahaan. Sebuah perusahaan bertanggung jawab kepada banyak stakeholder ini, yaitu : para pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, dan masyarakat. Idealnya, system pengendalian manajemennya harus mengidentifikasi tujuan-tujuaanya dari setiap kelompok dan mengembangkan system penilaian (scorecard) untuk menilai kinerja mereka. Contoh. Pada tahun 2000 acer group yang berkantor pusat ditaiwan adalah salah satu perusahaan computer terbesar dengan penjualan pertahun lebih dari $9 miliar. Perusahaan kemudian melakukan pendekatan banyak stakeholder dan kemudian mengelola operasi internal guna memuaskan kebutuhan berbagai konstituen mereka. Pimpinan Group acer mengatakan konsumen adalah nomor satu para pegawai nomor 2 dan para pemegang saham nomor 3. Saya akan menjaga konsistensi ini bersama sama seluruh kolega saya. Saya bahkan beranggapan bahwa bank bank perusahaan, para pemasok, dan pihak pihak lain yang berbisnis dengan kami adalah stake holder kami, bahkan masyarakat secara keseluruhan pun kami perlakukan sebagai stakeholder. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan perusahaan dengan cara itu. 2. Konsep Strategi Strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuaannya. Setiap organisasi yang dikelola dengan baik mempunyai satu strategi atau lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit .

Perumusan Strategi

Analisis Analisis Internal Lingkungan Pengetahuan teknologi Pesaing Konsumen Pemasok Regulator Sosial/Politik Pengetahuan Manufaktur Pengetahuan pemasaran Pengetahuan Distribusi Pengetahuan Logistik

Peluang dan Ancaman Identifikasi Peluang

Keunggulan dan Kelemahan Identifikasi Kompetensi Inti

Cocokkan kompetensi internal dengan peluang eksternal

Strategi strategi perusahaan

Gambar tersebut menggambarkan secara sistematis pengembangan strategi suatu perusahaan yaitu dengan perumusan strategi merupakan proses yangdigunakan oleh para eksekutif senior untuk mengevaluasi keunggulan dan kelemahan sehubungan dengan peluang dan ancaman yang ada dalam lingkungan dan kemudian memutuskan strategi yang menyesuaikan antara kompetensi intiperusahaan dengan peluang lingkungan. Banyak perhatian selama tiga dasawarsa terakhir difokuskan pada pengembangan kerangka yang lebih tepat untuk melakukan analisis lingkungan (mengidentifikasi peluang dan ancaman) dan analisis internal (mengidentifikasi kompetensi inti). Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan: 1. Strategi untuk organisasi keseluruhan 2. Strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Tabel dua tingkatan strategi Tingkatan Organisais Primer yang Terlibat Corporate Apakah kita ada dalam Industri tunggal Kantor level (tingkat bauran industry yang Diversifikasi yang korporat korporat/orga tepat? Apa industri atau berhubungan nisasi subindustri yang harus kita diversifikasi yang keseluruhan) masuk. tidak berhubungan. Business unit Apakah yang seharusnya Membangun Kantor level (tingkat menjadi misi dari unit Mempertahankan korporat unit bisnis) bisnis tersebut. Bagaimana Memanen dan manajer unit bisnis harus bersaing Menjual umum unit untuk mewujudkan Biaya Rendah bisnis. misinya. Diferensiasi Manajer umum unit bisnis Gambar tersebut berisi rangkuman keprihatinan strategi pada dua tingkatan organisasi dan opsi strategi generic (umum). Selebihnya strategi dalam berbagai tingkat organisasi sebagai bagian evaluasi system pengendallian manajemen perusahaan. 3. Strategi Tingkat Korporat Strategi korporat adalah mengenai keberadaan ditengah bauran bisnis yang tepat. Oleh karena itu, strategi korporat lebih berkenaan dengan Tingkatan Strategi Isu Strategi Kunci Opsi Strategi Generik

pertanyaan dimana sebaiknya bersaing dan bukannya bagaimana bersaing dalam industry tertentu yang merupakan strategi unit bisnis. Pada tingkat korporat, masalahnya adalah. 1. Definisi bisnis dimana perusahaan akan berpatisipasi 2. Penugasan sumber daya antarbisnis-bisnis tersebut. Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiaannya dan bisnis yang akan didivestasi. Berkaitan dengan strategi tingkat korporat, perusahaan dapat diklasifikasikan kedalam salah satu dari tiga kategori 1. Perusahaan dengan Industri Tunggal beroperasi dalam satu lini bisnis. Contohnya yaitu Exxon Mobil yang bergerak dalam bidang industri 2. Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan beroperasi dalam beberapa industry dan unit-unit bisnis tersebut memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi inti yang umum. Contohnya adalah Procter dan Gamble ( P&G) yaitu merupakan salah satu perusahaan yang berhubungan perusahaan ini memiliki unit-unit bisnis dalam popok (Pampers), deterjen (Tide)sabun(Ivory),pasta gigi (Crest), shampoo (Head&Shoulder) dan produk konsumen bermerek lainya. P&G mepunyai dua kompetensi inti yang menguntungkan semua unit bisnisnya. a. Ketrampilan inti dalam beberapa teknologi kimia b. Keahlian distribusi dan pemasaran produk konsumen bermerk dengan harga rendah melalui supermarket. 3. Perusahaan dengan bisnis yang tidak berhubungan beroperasi dalam bisnis yang tidak saling berhubungan satu sama lain, hubungan-hubungan antara unit-unit bisnis bersifat murni financial. Contohnya Textrom, perusahaan ini beroperasi dalam bisnis yang sangat terdiversifikasi seperti dalam alat tulis,helicopter,gergaji besar,komponen mesin pesawat terbang,forklift,alat mesin,penghubung khusus dan mesin turbin gas. Pada tingkat korporat,salah satu dimensi yang paling signifikan dimana konteks straregis berbeda adalah tingkat dan jenis diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda. Perusahaan-Perusahaan dengan Industri Tunggal Pada satu eksterm, perusahaan mungkin memiliki komitmen total pada satu industry . Perusahaan yang menggunakan strategi industri tunggal meliputi Maytag (peralatan rumah tangga besar) permen karet,unggas,baja.. perusahaan tunggal menggunakan kompetensi intinya untuk mencapai pertumbuhan dalam industri tersebut.

Tinggi

Industri Tunggal ( Mc. Donald )

Tingkat Keterkaitan

Diversifikasi yang berhubungan ( Procter, Gamble )

Diversifikasi yang tidak berhubungan ( Textron, ITT ) Rendah Tingkat Diversifikasi Tinggi

Perusahaan dengan Diversifikasi yang tidak berhubungan Yang dimaksud dengan perusahaan dengan diversifikasi tidak berhubungan atau konglomerasi yaitu contohnya dalam kasus textrom, kecuali dalam hal transaksi keuangan unit bisnisnya hanya memiliki sedikit sekali kesamaan umum, hanya ada sedikit sinergi operasi lintas unit bisnis dalam textrom. Markas besar Textrom berfungsi seperti perusahaan induk yang memberikan pinjaman uang kepada unit bisnis yang diperkirakan akan menghasilkan pengembalian keuangan yang tinggi. Perusahaan dengan Diversifikasi yang berhubungan Pada perusahaan ini perusahaan berhubungan melalui sinergi operasi. Sinergi operasi terdiri dari dua jenis hubungn lintas unit bisnis. 1. Kemampuan untuk membagi sumber daya umum 2. Kemampuan untuk membagi kompetensi inti umum Caranya yaitu dengan cara membuat dua atau lebih unit bisnis menggunakan sumber daya yang sama seperti kekuatan penjualan, fasilitas manufaktur, dan fungsi perbekalan. Karakteristik kunci lainnya dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan adalah bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kompetensi inti yang bermanfaat bagi banyak unit bisnis perusahaan. Perusahaan seperti ini tumbuh dengan cara meningkatkan kompetensi inti

yang dikembangkan dalam salah satu bisnisnya saat perusahaan melakukan diversifikasi kebisnis lainnya. Kantor korporat dalam perusahaan dengan diversifikasi yangberhubungan Mempunyai peran ganda. 1. Serupa dengan suatu konglomerat, eksekutif kepala dari suatu perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan harus membuat keputusan mengenal alokasi sumber daya lintas unit bisnis 2. Namun tidak seperti konglomerat,eksekutif kepala dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan juga harus mengidentifikasi, memelihara, memperdalam, dan meningkatkan kompetensi inti tingkat korporat yang menguntungkan unit-unit bisnis yang beragam. Kompetensi Inti dan Diversifikasi Korporat Penelitian telah menunjukan bahwa secara rata-rata perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mencapai kinerja tertinggi,perusahaan dengan industri tunggal mencapai kinerja terbaik kedua dan perusahaan dengan diversifikasi yang tidak berhubungan tidak mencapai kinerja baik dalam jangka waktu panjang. Hal ini disebabkan karena markas besar korporat dalam perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mempunyai kemampuan untuk mentransfer kompetensi inti dari satu unit bisnis ke unit bisnis yang lain. Kompetensi inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dan menambah nilai signifikan bagi pelanggan. Oleh karena itu,pertumbuhan berbasis kompetensi dan diversifikasi mempunyai potensi untuk berhasil. Contoh. Kompetensi inti yang merupakan kunci Honda adalah kemampuannya untuk mendesain mesin-mesin kecil. Honda menggunakan kompetensi ini awalnya untuk memasuki bisnis sepeda motor. Sejak itu, Honda meningkatkan kempetensinya dalam teknologi mesin kecil diberbagai bisnis seperti mobil, pemotong rumput, mesin penyapu salju, mobil salju dan perangkat perangkat luar. Unit-unit bisnis dari perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mungkin akan lebih buruk jika dipecah menjadi perusahaan-perusahaan yang terpisah, karena perusahaan dengan diversivikasi yang berhubungan dapat mengeksploitasi system operasinya secara unit bisnis. Misalnya jika unit bisnis Honda ( sepeda motor, mobil, pemotong rumput ) bisnis itu dipisahkan menjadi perusahaan perusahaan yang berdiri sendiri maka unit unit bisnis itu akan kehilangan manfaat dari keahlian Honda dalam teknologi mesin kecil.

Perusahaan dengan diversivikasi yang tidak berhubungan dilain pihak tidak memiliki sinergi operasi. Sebagian besar kegiatan usaha diversifikasi korporat yang gagal dimasalalu termasuk dalam jenis ini. Implikasi dari Desain Sistem Pengendalian Strategi korporat adalah satu rangkaian dengan strategi industri tunggal di satu ujung spectrum dan diversifikasi yang tidak berhubungan diujung lain. Syarat perncanaan dan pengendalian perusahaan yang menggunakan strategi diversifikasi tingkat korporat begitu berbeda. Oleh karena itu masalah kunci bagi desainer system pengendalian adalah bagaimana struktur dan bentuk pengendalian akan berbeda. 5. Strategi Unit Bisnis Kantor korporat dari perusahaan dengan diversifikasi tidak menghasilkan laba dari dirinya sendiri melainkan pendapatan dihasilkan dan biaya ditangung dalam unit unit bisnis. Strategi unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam masing masing industri yang telah dipilih. Strategi Tingkat Korporat, Ikhtisar dari tiga strategi Generik

Jenis Strategi

Perusahaan dengan industri tunggal

Perusahaan dengan industri yang saling berhubungan

Perusahaan dengan industri yang tidak saling berhubungan

Penyajian strategi dalam gambar

Fitur yang Bersaing membedakan dalam industri

Contoh

hanya Membagi kompeensi Merupakan satu inti secara lintas unit perusahaan yang bisnis memiliki otonomi penuh dipasar yang sangat berbeda McDonald Procter & Gamble ITT Corporation Emerson Electrik Textron Perdue Farma Corning Glass LIV Iowa Beef Johson & Johson Litton Wrigley Philip Morris Rockwell Crown, Cork, & Dow Corning General Electric Seal Du pont Maytag General Foods Texas Air Gillette Ford Motor Texas Instruments NuCor AT & T

Beri Nilai