Anda di halaman 1dari 18

Click to edit Master subtitle style

TEKNOLOGI PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK KEADAAN TANGGAP DARURAT

3/19/12

Kesmas D / KELOMPOK IV
ARNI PALADAN (K111 10 019) MUTMAINNAH DJAMALUDDIN (K111 10 024) ASRIATI (K111 10 026) NATALIA P. ADIMUNTJA (K111 10 125) NENSY DEBORA ARUNG (K111 10 271) NURUL ATHIFAH AMIRULLAH (K111 10 324) SYIFA FAUZIAH (K111 10 348)

3/19/12

LATAR BELAKANG
Indonesia

merupakan Negara yang rawan bencana dan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui air. air bersih pada kondisi bencana dapat terjadi akibat terganggunya sumber air yang menyebabkan kualitas air berubah serta langkanya persediaan air di pengungsian. Maka dari itu dialkukan prioritas penanganan air bersih.

Masalah

3/19/12

PENGENALAN KUALITAS AIR BERSIH


Survei

setelah kejadian bencana alam, pengenalan kualitas air sangat penting agar tetap sehat terutama dalam keadaan darurat.

Terutama

mengetahui sumber yang dapat terkontaminasi melalui : 1. Tanki septic dan kakus yang bocor, 2. Air permukaan yang terkontaminasi dan masuk ke dalam sumur atau mata air, 3. Tempat pengumpul air yang kemasukan 3/19/12

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA INDIVIDU


1.

Penyaringan Sederhana :

menggunakan kain katun dan media pasir untuk menyaring

3/19/12

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA INDIVIDU


2. Disinfeksi: air jernih tapi kemungkinan tercemar
a. Disinfeksi dengan memanaskan: merebus air akan membunuh mikroorganisme b. Disinfeksi dengan sinar matahari: menjemur air (sistem Sodis) c. Disinfeksi dengan bahan kimia: menggunakan tablet klorin sesuai dosis

3/19/12

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA INDIVIDU


3. Filtasi keramik: efektif menghapus protozoa dan bakteri kecuali virus

3/19/12

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA INDIVIDU


4. Penjernih dan disinfektan: (menggunakan aluminium sulfat dan tawas) Air keruh dicampur dengan PAC, setelah kotoran mengendap disaring baru kemudian di beri bubuk 3/19/12 desinfektan.

5. Pengolahan air minum TP2AS Netralisasi Aerasi Koagulasi Pengendapan Penyaringan

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA INDIVIDU

3/19/12

3/19/12

PENGOLAHAN AIR DARURAT UNTUK SKALA KOMUNAL

Terkait dengan listrik dan pompa sebagai penggerak utama kecuali daerah yang memungkinkan untuk menyalurkan air secara gravitasi atau dengan system perpipaan.

Terdapat: Saringan Pasir Lambat (SARPALAM) Saringan Pasir Cepat (SARIPAT) Filter bertekanan Ultrafiltrasi Membrane Reverse Osmosis (RO)

3/19/12

Sarpalam
Kecepatan

penyaringan sarpalam berkisar 1 10 m3/m2/hari. Sarpalam dioperasikan dengan mengandalkan energy gravitasi untuk menyaring air yang keruh.

3/19/12

Saripat
Kecepatan

penyaringan saripat yaitu 100 120 m3/m2/hari. Jika kekeruhan terlampau tinggi perlu dibantu dengan prasedimentasi.

3/19/12

Filter Bertekanan
Filter bertekanan dapat digunakan jika : - kebutuhan air besar, - ruang tersedia sempit, - kebutuhan mobilisasi yang tinggi sehingga dibutuhkan unit yang kecil tetapi kemampuan tinggi

3/19/12

Ultrafiltrasi

Unit ultrafiltrasi desainnya lebih ringkas dan kapasitasnya dapat berkisar 50 1000 m3/hari. Kualitas air hasil olahan sangat jernih dan cukup untuk memenuhi kebutuhan air mandi dan mencuci pakaian.

3/19/12

Membrane Reverse Osmosis (RO)


memerlukan enegri listrik yang cukup besar sebaiknya diterapkan pada daerah yang tidak ada sumber air tawar dalam proses RO ini bakteri dan virus dapat hilang.

3/19/12

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam penangan air bersih pada kondisi darurat, antara lain :

a. Pemilihan sumber air b. Penentuan proses pengolahan c. Disinfektan d. Tempat penampungan e. Jaringan distribusi f. Pompa air g. Genset dan bahan bakar h. Wadah air
3/19/12

TERIMA KASIH

3/19/12