Anda di halaman 1dari 13

I.

PENGERTIAN ADMINISTRASI

Administrasi berasal dari bahasa Latin : Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Menurut beberapa ahli, administrasi adalah :

1. Administrasi Sebagai Proses Atau Kegiatan Perumusan-perumusan administrasi sebagai kegiatan yang terdapat dalam kepustakaan Indonesia berbunyi sebagai berikut : 1. jadi apabila bicara mengenai administrasi maka jelas yang dimaksud adalah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan poko dari masyarakat dan anggota-anggotanya(sumber: Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman Theori, Pengembangan dan Filosofi Kepemimpinan Kerja, 1971, pagina 11) 2. Leonard D. White (1958)Administrasi adalah suatu proses yang umum dalam semua usaha-usaha suatu kelompok baik dalam usaha umum atau pribadi (Leonard D. White (1958)) 3. Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok individu kearah pencapaian tujuan bersama (Wiliaw H. Newman (1963)) 4. Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerjasama guna menyelesaikan tugas bersama (Simon, 1958). 5. Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (The Liang Gie (1980:9))

II.

PENGERTIAN MANAJEMEN

Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.

Pengertian manajemen menurut beberapa ahli : 1. Manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dgn cara yg efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi (Daft (2003:4)) 2. Manajemen merupakan satu atau lbh manajer yg secara individu maupun bersamasama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dgn melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang) (Plunket dkk.(2005:5)) 3. Manajemen merupakan proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha utk mencapai tujuan organisasi (Lewis dkk.(2004:5))

4. Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain utk melaksanakan berbagai tugas yg mungkin diperlukan (Mary Parker Follet yg dikutip oleh Handoko (2000:8)) 5. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan (James A.F. Stonner)

III.

PENGERTIAN ORGANISASI

Pengertian organisasi menurut pera ahli : 1. Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orangorang di bawah pengarahan manajer tujuan bersama.

2. Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama.

3. Menurut Chester I. Bernard, Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih yang sama-sama memiliki vivi dan misi yang sama 4. Menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian, Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/sekelompok orang yang disebut dengan bawahan. 5. Menurut Drs. Malayu S.P Hasibuan, Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.

IV.

PENGERTIAN KEBIJAKAN

1. Kebijakan adalah suatu aturan tertulis hasil keputusan formal organisasi yang mengatur nilai dan perilaku seluruh komponen dalam organisasi yang bersifat mengikat untuk mencapai suatu tata nilai baru (United Nations,1975) 2. Jones merumuskan kebijakan sebagai behavioral consistency and repeatitiveness associated with efforts in and through government to resolve public problems (perilaku yang tetap dan berulang dalam hubungan dengan usaha yang ada di dalam dan melalui pemerintah untuk memecahkan masalah umum). Definisi ini memberi makna bahwa kebijakan itu bersifat dinamis ini akan dibicarakan secara khusus dalam bagian lain, dalam hubungan dengan sifat dari kebijakan. 3. Thomas Dye menyebutkan kebijakan sebagai pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (whatever government chooses to do or not to do).

Definisi ini dibuatnya dengan menghubungkan pada beberapa definisi lain dari David Easton, Lasswell dan Kaplan, dan Carl Friedrich. 4. Easton menyebutkan kebijakan pemerintah sebagai kekuasaan mengalokasi nilainilai untuk masyarakat secara keseluruhan. Ini mengandung konotasi tentang kewenangan pemerintah yang meliputi keseluruhan kehidupan masyarakat. Tidak ada suatu organisasi lain yang wewenangnya dapat mencakup seluruh masyarakat kecuali pemerintah. 5. Lasswell dan Kaplan yang melihat kebijakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, menyebutkan kebijakan sebagai program yang diproyeksikan berkenaan dengan tujuan, nilai dan praktek (a projected program of goals, values and practices).

PERBEDAAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN Pada umumnya orang akan berpendapat bahwa terdapat perbedaan antara administrasi dan manajemen. Untuk membedakan arti kedua kata tersebut, di bawah ini dibuat suatu tabel agar memudahkan dalam membandingkannya. Administrasi adalah bagian dari manajemen dan sebaliknya manajemen juga bagian dari administrasi. Kedua hal tersebut benar, tergantung dari tempatnya atau negaranya: Di Eropa Daratan ( Jerman, Bld, Perancis, Itali) dikatakan manajemen bagian dari administrasi Di Inggris dikatakan Administration bagian dari management. DI INDONESIA Istilah adm. berasal dari Bhs.Bld administratie, yang terdiri dari: organisasi, tata usaha, dan pengelolaan. Istilah management di Indonesia adalah Istilah Inggris, yang berasal dari AS. Jika mempertimbangkan kedua aspek tersebut dari segi kebudayaan, dimana Indonesia sangat lama dijajah Belanda, maka memahami administrasi perlu lebih ditekankan dimana berpikir secara administrasi adalah berpikir secara organisasi-tata usaha dan manajemen. Jika manajemen dipisahkan secara tegas dan terlepas dari administrasi, maka organisasi dan tatausaha akan tertinggal dan tatausaha dianggap sebagai aspek yang tidak penting. Di Perancis, manajemen dikembangkan ala sistem AS, tetapi tidak terlepas dari administration, dimana dikatakan, bahwa administrasi terdiri atas documentation (tatausaha) dan gestion (manajemen).

RUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA

STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN PROVINSI

STRUKTUR ORGANISASI KEMENTRIAN REPUBLIK INDONESIA

PENGERTIAN AUTORITY (WEWENANG)

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu. Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu : 1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut. 2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan. Chester Bernard mendukung pandangan tersebut dengan menulis : 1. Komunikasi dapat dipahami 2. Dapat dipercayai bahwa hal tesebut tidak menyimpang disaat keputusannya dibuat. 3. Secara keseluruhan, dapat diyakini bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya. 4. Secara mental dan fisik mampu untuk mengikutinya

HUBUNGAN ANTARA DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA, DINAS KESEHATAN PROVINSI DAN KEMENTRIAN RI.
Pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan dilaksanakn oleh dinkes kabupaten.Analisi kebijakan kesehatan berada di kabupaten serta Dinas kesehatan tingkat I yang berada di Provinsi.Setiap kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan akan diimplementasikan oleh dinkes provinsi dan dinkes kabupaten namun dalam pengimplementasian kebijakan tersebut dinkes provinsi maupun dinkes kab/kota tetap mendapat pengawasan dari departemen kesehatan.

RUJUKAN
Rujukan adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal (dari satu unit ke unit yang lebih lengkap /Rumah Sakit) maupun horizontal (dari satu bagian ke bagian lain dalam satu unit) (Muchtar, 1977). Tujuan Rujukan a. Setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya. b. Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lengkap fasilitasnya. c. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah perifer (Muchtar, 1977).

Kegiatan Rujukan
a) Rujukan dan Pelayanan Kebidanan Kegiatan ini antara lain berupa : 1. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap. 2. Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan, persalinan, dan nifas 3. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya, seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis. 4. Pengiriman bahan laboratorium b) Pelimpahan Pengetahuan dan Keterampilan Kegiatan ini antara lain : 1. Pengiriman tenaga-tenaga ahli ke daerah perifer untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui ceramah, konsultasi penderita, diskusi kasus, dan demonstrasi. 2. Pengiriman petugas pelayanan kesehatan daerah ke rumah sakit yang lebih lengkap dengan tujuan menambah pengetahuan dan keterampilan.

c) Rujukan Informasi Medis Kegiatan ini antara lain berupa : 1. Membalas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim. 2. Menjalin kerjasama pelaporan data-data medis. (Muchtar, 1977) 2.1.4 Faktor-Faktor Penyebab Rujukan a. Riwayat bedah sesar b. Perdarahan pervaginam c. Persalinan kurang bulan d. Ketuban pecah disertai dengan mekonium yang pecah e. Ketuban pecah lebih dari 24 jam f. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan g. Ikterus h. Anemia berat i. Tanda /gejala infeksi j. Pre-eklampsia /Hipertensi dalam kehamilan k. Tinggi fundus 40 cm/lebih l. Gawat janin m. Primapara dalam fase aktif kala I persalinan dan kepala janin masuk 5/5 n. Presentasi bukan belakang kepala o. Presentasi ganda (mejemuk) p. Kehamilan ganda (gemelli) q. Tali pusat menumbung r. Syok. (Asuhan Persalinan Normal 2007)

Sistem Rujukan
Secara lengkap Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo mendefinisikan sistem rujukan sebagai suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan

tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani), atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). Sederhananya, sistem rujukan mengatur darimana dan harus kemana seseorang dengan gangguan kesehatan tertentu memeriksakan keadaan sakitnya.

ASAS RUJUKAN : 1. Rujukan Medis/Rujukan kesehatan perorangan meliputi ; rujukan kasus, bahan pemeriksaan, dan ilmu pengetahuan. 2. Rujukan upaya kesehatan masyarakat meliputi ; rujukan sarana dan logistik, rujukan tenaga, dan rujukan operasional.

ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

OLEH: ASRIATI K11110026 KESMAS A

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN 2010