Anda di halaman 1dari 5

Sifat fisik 1. Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air.

Pelarut yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1. 2. Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat. 3. Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil. Tabel 4. Beberapa sifat fisik alkana
Nama alkana Rumus Mr Titik leleh Titik didih Kerapatan Fase

molekul

(oC)

(0C)

(g/Cm3)

pada

250C

Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana Heptadekana Oktadekana

CH4

16

-182

-162

0,423

Gas

C2H6

30

-183

-89

0,545

Gas

C3H8

44

-188

-42

0,501

Gas

C4H10

58

-138

-0. 5

0,573

Gas

C5H12

72

-130

36

0,526

Cair

C6H14

86

-95

69

0,655

Cair

C7H16

100

-91

99

0,684

Cair

C17H36

240

22

302

0,778

cair

C18H38

254

28

316

0,789

padat

Nonadekana Iikosana Sifat kimia

C19H40

268

32

330

0,789

padat

C20H42

282

37

343

0,789

padat

1. Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya. 2. Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon dioksida dan uap air.

3. Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom -atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.

Sifat-Sifat Alkana
a. Sifat Fisis Alkana

1) Merupakan senyawa nonpolar, sehingga tidak larut dalam air. 2) Pada suhu kamar, alkana dengan atom C1-C4 berfase gas, C5-C17 berfase cair dan > C18berfase padat. 3) Bila rantai C semakin panjang viskositas ( kekentalan) semakin tinggi,titik didih semakin tinggi. 4) Untuk alkana yang berisomer , dengan atom C sama banyak, semakin banyak jumlah cabang semakin rendah titik didihnya.

b. Sifat Kimia Alkana 1). Dapat mengalami reaksi substitusi/pergantian atom bila direaksikan dengan halogen(F2, Cl2, Br2, I2) Contoh:

2) Reaksi oksidasi / reaksi pembakaran dengan gas oksigen menghasilkan energi. Pembakaran sempurna menghasilkan CO2, pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO Reaksi yang terjadi: CH4(g) + 2O2(g) ----->CO2(g) + 2H2O(g) + energi CH4(g) + 1/2O2(g)------>CO(g) + 2H2O(g) + energi 3) Reaksi eliminasi Penghilangan beberapa atom untuk membentuk zat baru. Alkana dipanaskan mengalami eliminasi dengan bantuan katalis logam Pt/Ni akan terbentuk senyawa ikatan rangkap /alkena.

Isomerisasi pada Alkana Sebagaimana telah kita pelajari di depan bahwa pada senyawahidrokarbon dikenal istilah isomer. Isomer yang terjadi pada alkana adalah isomer rangka. Sebagai contoh C5H12 mempunyai isomer:

neopentana atau 2,2dimetilpropana Artinya, senyawa dengan rumus molekul C5H12 memiliki 3 isomer. Bagaimana dengan rumus molekul yang lain? Sifat Alkana 1) Semua hidrokarbon merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak larut dalam air. Jika suatu hidrokarbon bercampur dengan air, maka lapisan hidrokarbon selalu di atas sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1. Pelarut yang baik untuk hidrokarbon adalah pelarut nonpolar, sepertiCCl 4 atau eter. 2) Makin banyak atom C, titik didih makin tinggi. Untuk hidrokarbon yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), titik didih makin tinggi apabila rantai C makin panjang (bercabang sedikit). 3) Pada suhu dan tekanan biasa, empat alkana yang pertama (CH 4sampai C4H10) berwujud gas. Pentana (C5H12) sampai heptadekana(C17H36) berwujud cair, sedangkan oktadekana (C18H38) dan seterusnya berwujud padat. 4) Jika direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, dan I2),maka atom- atom H pada alkana mudah mengalami substitusi (penukaran) oleh atom- atom halogen. CH4 + Cl2-> CH3Cl + HCl metilklorida (klorometana) CH3Cl + Cl2-> CH2Cl2 + HCl diklorometana CH2Cl2 + Cl2-> CHCl3 + HCl kloroform (triklorometana) CHCl3 + Cl2-> CCl4 + HCl karbon tetraklorida

5) Alkana dapat mengalami oksidasi dengan gas oksigen, dan reaksipembakaran ini selalu menghasilkan energi. Itulah sebabnya alkana digunakan sebagai bahan bakar. Secara rata-rata, oksidasi 1 gram alkana menghasilkan energi sebesar 50.000 joule. Reaksi pembakaran sempurna: CH4 + 2 O2-> CO2 + 2 H2O + energi Reaksi pembakaran tidak sempurna: CH4 + 3/2 O2-> CO + 2 H2O + energi